Title: 'Cause I Love You
Author: LoveHyunFamily
Cast: Oh Sehun
Kim Jongin
Wu Yifan
Other
Main pair: HunKai/Sekai; w/ KrisKai
Genre: Sad/Hurt/Comfort, Drama, Romance
Rated: T/16+
Warning: Yaoi; BL; Sho-ai dan sejenisnya; MISS TYPO(s)
Disclaimer: Cast milik orang tua, agensi dan diri mereka sendiri. Ovie cuma make namanya aja. Dan tentunya cerita murni milik dari otak Kreatif Ovie
Summary: Sehun dan Jongin itu bersahabat. Sehun mencintai Jongin. Namun apa daya jika Jongin dijodohkan dengan seorang CEO muda. Dan parahnya setelah menikah, tubuh Jongin selalu penuh memar dan itu membuat Sehun geram. Apa yang akan dilakukannya?
.
.
Happy Reading
.
Sehun berjalan cepat kearah Kris dengan kedua tangan yang terkepal erat, memandang wajah Kris dengan seringai khas orang gila itu membuat Sehun merasa muak dan jijik sekaligus.
Hampir sampai dan Sehun berseringai melihat Kris yang hanya diam juga berseringai kearahnya. Ia sudah mengangkat sebelah tangannya untuk ancang ancang, menulikan pendengarannya pada Jongin yang meneriakinya dibelakang sana. Semakin dekat, dan Sehun sempat melirik lelaki lain berjalan dari belakang Kris menuju kearah mereka. Tapi ia tidak peduli, yang ia pedulikan sekarang; bagaimana caranya agar balasan Kris setimpal dengan apa yang sudah dilakukannya pada Jongin selama ini.
Kurang dari semeter dan Sehun sudah mengayunkan bogem-nya ke arah Kris. Dan—
BUGH
Ia merasa ia tadi sudah melayangkan bogemnya kearah Kris, tapi entah kenapa dirinya merasa berkunang-kunang saat ini. Kepalanya pun berdenyut dengan keras. Oh ternyata aku yang kena pukul, batinnya bak orang bodoh kalau dirinya baru saja dihantam dengan bogem juga. Samar-samar ia mendengarJongin menjeritkan namanya dengan keras dan pilu dibelakang sana.
Sehun hampir jatuh ketanah jika ia tidak mendengar kekehan Kris yang terdengar sangat menjengkelkan itu. Ia menahan berat tubuhnya yang hendak ambruk dengan memasang kuda-kuda yang pasti. Oh ternyata lelaki yang dibelakang Kris tadi antek-anteknya.
"Segitu saja kau sudah kalah kerempeng" Kris berujar santai. Sehun sendiri terkekeh lirih mendengarnya.
"Siapa yang kau maksud dengan kerempeng huh? Oh sebutan untuk-ku ya?" tanya Sehun dengan nada jenaka yang dibuat-buat, melupakan amarahnya yang sedang meledak tadi. Ia juga dapat mendengar isakan Jongin dibelakang sana, namun ia tak berbalik. Tidak mau. "Dan, siapa juga yang kau sebut kalah disini?" Sambung Sehun sembari mengelap bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah dan mengangkat sebelah alisnya. Ugh, ternyata sakit juga yang namanya dipukul batin Sehun meringis.
"Tentu saja kau yang kalah kerempeng" jawab Kris melipat kedua tangannya didepan dada sembari mengangkat dagunya tinggi-tinggi.
"Oh, benarkah?" Sehun berjalan mendekat dan antek anteknya Kris bersiap memasang kuda-kuda. "Kalau kau merasa menang seharusnya kau melawanku sendirian. Bukan pakai bantuan, dasar brengsek!" Sehun berteriak di akhir kalimat.
"Terimalah pukulan dariku laknat!" Sehun melajukan langkahnya sembari mengangkat tangannya keudara lagi. Namun apa yang didapatnya.
BUGH
Lagi. Ia kalah cepat dengan antek-antek orang gila tersebut. Sehun segera bangkit setelah itu, yang benar saja ia tersungkur tadi. Ck, memalukan batinnya lagi.
"Dasar bajingan!"
BUGH
PAK!
Sehun kena lagi pukulan diwajahnya, namun kali ini ia dapat bergerak gesit karena satu kakinya menendang Kris yang kebetulan dekat dengan dirinya yang dipukuli antek-anteknya itu. Sehun terbatuk darah dengan posisi tersungkur, lalu ia bangkit lagi dan menyeringai kearah Kris yang sedang memegangi perutnya.
"Cih. Ditendang begitu saja sudah kesakitan" ujar Sehun disela-sela napasnya yang tersenggal. Dan untuj sekian kalinya, ia mengabaikan Jongin yang meraung jauh dibelakangnya. Ia yakin maidnya itu sedang berusaha menahan Jongin agar tidak berlari ke arahnya.
"Habisi dia!" teriak Kris pada antek-anteknya dan orang berbadan besar tersebut mengangguk lalu berjalan kearah Sehun yang masih duduk ditanah menahan rasa sakit diwajahnya.
"SEHUN! SUDAH SEHUN! BERHENTI!" Jongin berteriak lagi kala Sehun tak menggerakkan badannya samasekali saat orang berbadan besar tersebut semakin mendekat padanya.
"Kau kira aku takut heh? Aku tidak akan takut pada kalian semua karena kalian sudah menyakiti Jongin-Ku" Desis Sehun pelan entah berbicara pada siapa. Saat orang tersebut sudah sangat dekat dengannya ia bangkit dengan cepat dan menyerang antek Kris duluan dengan berlari.
"AKU TIDAK AKAN MENGAMPUNI KALIAN YANG SUDAH MENYAKITI JONGIN-KU!" Teriak Sehun membabi buta. Semua maid yang ada dirumah Kris hanya memandang Sehun dengan takut takut serta iba padanya. Karena, lihat saja wajahnya yang sudah lebam serta sedikit mengeluarkan darah diujung bibirnya itu. Sangat miris melihatnya.
BUGH
Ia terkena pukulan itu lagi, namun tidak sampai tersungkur. Sehun membalikkan badannya lagi dan kembali melayangkan tinjunya.
BUGH
Ia masih kalah cepat.
BUGH
Sial. Kali ini perutnya.
BUGH
"SEHUN! Hiks"
BUGH
Kali ini semua orang tercengang. Pasalnya yang memukul tadi Sehun. Bukan memukul sebenarnya, ia menendang setelah menghindar pukulan dari orang bebadan besar tersebut. Pukulannya cukup kuat hingga bekas perutnya tadi semakin sakit. Orang berbadan besar tersebut terjatuh dan Sehun juga terjatuh sambil memegangi perutnya yang kram.
Orang berbadan besar tersebut kembali bangkit dan hendak melayangkan pukulannya lagi. Semua orang menahan napas kecuali Kris yang masih tersenyum dengan dagu yang masih diangkat. Sehun menunduk mencoba bernapas dengan napas pendeknya.
UHUK!
Sehun kembali memuntahkan darahnya disana. Sedangkan orang tersebut tanpa memberi waktu tetap dengan ayunan tangannya.
BUGGH!
Pukulan kali ini lebih keras karena pikir orang itu hanya tinggal satu kali pukul saja untuk menghabisi Sehun.
BRUKK
Namun apa yang terjadi tidak seperti yang diharapkan orang tersebut dan Kris. Dan semua orang yang ada disitu masih dengan menahan napas dan kali ini ditambah dengan mata yang membola.
Kris sebenarnya cukup terkejut. Namun kali ini sisi arogan-nya sudah menguasai dirinya hingga ia terlihat biasa-biasa saja.
Sehun yang melihat itupun terkejut. "Jongin!" panggilnya dengan menggerak-gerakkan badan Jongin. Namun nasi sudah menjadi bubur kali ini, Jongin pingsan ditempat. Membuat amarah Sehun sangat terasa kental saat ini.
"DASAR MANUSIA BIADAB!" Sehun menyerang kembali, dan kali ini entah karena kemarahannya atau apa. Ia dapat memukul orang berbadan besar tersebut dengan brutal hingga orang yang berbadan besar tersebut tidak berdaya dan wajahnya sudah tidak berbentuk dengan wajah yang hampir penuh darah. Para maid yang berada diteras beringsut mundur saat Sehun mendekati mereka, mendekati Kris karena Kris dekat dengan teras.
Wajah Kris sudah pucat saat melihat antek-anteknya tidak sadarkan diri yang dikarenakan pukulan dari si kerempeng.
Dan wajahnya takut saat melihat Sehun berjalan mendekatinya dengan tangan yang berdarah. "Jangan bunuh aku!" pekiknya memundurkan tubuhnya.
"Sudah terlambat!"
BUGH!
Hanya dengan satu pukulan. Kris langsung tersungkur dan tak sadarkan diri. Sehun berdecih dan meludah disampinh Kris. Entahlah dapat darimana ia bisa bersikap seperti itu. Itu hanya terbawa suasana karena orang itu sudah menyakiti sahabat tercintanya.
Sahabat tercintanya...
Sehun membalikkan badan cepat dan kembali melihat Jongin yang masih pingsan dengan cepat ia menghampiri Jongin. Langkahnya yang tertatih ia tak perdulikan, yang ia pedulikan hanya Jongin, Jongin dan Jongin.
"Jongin!" Panggilnya lirih namun tersirat nada panik dalam nada bicaranya sembari menggerak-gerakkan bahu Jongin dengan kalut.
"Jongin! Jongin bangun!" Sekali lagi, Jongin tak bergerak dalam pingsannya, membuat Sehun semakin geram pada Kris yang juga tengah pingsan, dan sekarang ia tengah digotong para maid untuk masuk kedalam rumah. Sehun berdecih, baru dipukul segitu saja sudah pingsan, batinnya mentertawakan si orang gila lemah.
Sehun kembali menatap Jongin yang tetap saja betah dalam alam bawah sadarnya. Sehun tanpa berlama-lama menyelipkan tangan kanannya pada leher bawah Jongin dan tangan kanannya pada lekukan lutut Jongin. Menuju rumah sakit, hanya itu yang ada dipikirannya saat ini. Dan ia dengan tubuh lemah penuh lebamnya menujukan Jongin pada Rumah sakit terdekat.
"Jongin, bertahanlah"
.
.
.
"Pasien Jongin tidak apa-apa, ia hanya membutuhkan istirahat yang cukup untuk memulihkan lebam pada wajahnya" Dokter yang baru keluar dari ruangan ICU itu member tahu Sehun dengan nada tenangnya agar Sehun tenang. Namun nyatanya itu hanya sia-sia, Sehun tidak cukup tenang hanya dengan penjelasan tersebut sedangkan Jongin belum sadar dari pingsannya setelah dua-puluh-menit diperiksa oleh dokter yang bername tag Kim Joonmyeon tersebut. "Kalau begitu saja permisi dulu, anda bias melihat pasien Jongin sekarang"
Sehun membungkuk singkat dan mengucapkan terima kasih mendalam lalu dokter tersebut hanya tersenyum kemudian berlalu dari sana.
Sehun memasuki ruang ICU dengan cepat, ia hanya ingin memastikan keadaan Jongin-nya baik-baik saja. Dan ia melihat Jongin disana sedang terbaring tanpa infuse yang matanya masih terpejam. Ia mendudukkan tulang duduknya disebelah brankar Jongin—karena disitu disediakan kursi tunggal.
"Jongin, bangunlah" Sehun berucap lirih sembari menggenggam tangan Jongin yang terkulai. Membuat Sehun lama kelamaan menitikkan air matanya. Ia tak sempat menjaga Jongin, ia tidak bisa menjaga Jongin. Dan saat ia ingin melindungi Jongin, Jongin-nya telah disakiti orang lain. Dan itu membuat ia menyalahkan dirinya sendiri.
"Jongin…" dan setelah itu Sehun tertidur disamping Jongin dengan tangan tetap memegang tangan sang sahabat tercinta.
.
'Cause I love You
.
Jongin terbangun dengan kepala yang terasa sangat sakit. Ia berusaha menyesuaikan matanya dengan cahaya yang sangat menyilaukannya. Ugh, dimana aku, tanyanya sendiri. Kemudian saat hendak mengucek matanya yang terasa gatal, ia merasa ada beban yang memberatkan tangannya. Dan saat ia menolekan dengan kekuatan penuh, ia menemukan Sehun disana. Sedang tertidur.
Setelah lama memandangi wajah Sehun, Jongin ingat apa yang telah terjadi pada dirinya serta Sehun. Membuat ia iba pada sahabat tersayangnya itu. Wajah Sehun yang terlihat membiru keunguan, membuatnya semakin merasakan sesak pada relung hatinya. Apa yang sudah diperbuat oleh Kris sangat keterlaluan. Ia harus membicarakan pada orng tuanya perihal ini dan meminta gugatan cerai secepatnya, ia tidak mau lagi terikan pada seorang yang sakit jiwa.
Tangang Jongin yang satunya tergerak untuk mengelus kepala Sehun yang terkulai. Membuat kepalanya yang dielus tersadar dari tidur singkatnya.
"Jongin, kau sudah sadar? Apa ada yang sakit? Tunggu sebentar, aku akan memanggilkan dokter" Sehun segera menyerang Jongin dengan pertanyaannya yang terdengar possessive itu. Dan saat hendak beranjak, tanganny dicekal oleh Jongin, "Ada apa?"
"Tidak ada apa-apa. Tidak usah panggil dokter, aku sudah baikan. Seharusnya kau yang obati dulu lukamu Sehuniie" Jawab Jongin lemah, membuat Sehun tertegun sejenak. Benar,wajahnya yang penuh luka serta lebam saja Sehun tidak ingat, yang ia sangat khawatirkan hanya Jongin.
"Luka ku tidak apa, sekarang apa yang kau butuhkan?" Tanya Sehun lembut dan kembali duduk disamping Jongin. Membuat Jongin tersenyum, ada apa dengan sahabatnya ini sehingga terlihat sangat mengkhawatirkannya. Dulu Sehun saja tidak se-khawatir ini saat ia terperosok di dalam got, malah mentertawakannya. Jelas saja, saat itu Sehun mengerjaimu karena kau ulang tahun Jongin.
"Aku hanya ingin bertemu dengan orang tua-ku dan membicarakan ini dengan mereka"
.
.
.
"Ibu tidak percaya ternyata Kris sakit jiwa. Dan kenapa kau tidak memberitahu ibu tentang ini sayang?" ibunya merasa bersalah sudah menikahkan anak semata wayangnya dengan orang yang sakit jiwa. Jika Jongin memberitahu dari awal, ia juga akan menggugat Kris, namun Jongin baru memberitahu mereka setelah semuanya berjalan terlalu jauh.
Jongin menunduk sembari memainkan ujuk bajunya. "Maafkan Jongin bu, Jongin waktu itu masih sangat mencintai Kris" ucapnya pelan. Ia mememang sudah menceritakan perihal semua kejahatan Kris padanya, dan tanggapan ayahnya hanya memijit pelipis sembari meringis lalu menelepon seseorang dan ibunya yang shock tidak percaya dengan apa yang terjadi pada anaknya selama ini.
"Baiklah, ibu dan ayah akan menyelesaikan ini secepat mungkin. Kau tenang saja" kemudian ibu dan ayahnya pergi meninggalkan Jongin serta Sehun dirumah itu. Sehun memang mengantar Jongin hingga kerumah orang tua Jongin, karena itu permintaan dari sahabat tercintanya.
"Sudahlah, ibumu sudah bertindak sekarang dan kau bisa tenang" Sehun mengelus punggung Jongin dengan lembut. Jongin tersenyum dibalik menunduknya, namun tak dipungkiri ia sedikit bingung dengan sahabat tersayangnya ini. Dengan semua sikap baiknya padahal ia sendiri sudah dipukuli habis-habisan oleh—mantan- suami Jongin.
"Aku mau bertanya Hun-ah" Jongin membuka suara setelah lama hening. Karena disitu hanya ada mereka berdua. Jongin memutuskan untuk bertanya daripada dirinya dihantui rasa penasaran.
"Ya, tanyakan saja" jawab Sehun tenang.
"Umm… Kenapa kau melakukan ini semua?" Sehun mengernyit bingung.
"Maksudmu?"
"Emm.. Maksudku, kenapa kau masih baik terhadapku padahal kau sendiri sudah dihajar habis-habisan oleh antek-antek Kris karena kau ingin melindungi ku. Aku- aku bukannya tidak menghargai itu, aku hanya bingung. Biasanya orang akan menjauhi orang yang sudah menyakitinya, baik fisik maupun batin. Tapi kau tidak Sehun" ucapan panjang Jongin membuat Sehun membatu, apa setampak itu perhatiannya pada Jongin? Tidak 'kan?
"Y-Ya, karena kau sahabatku Jongin. Mana mungkin aku membiarkan sahabatku disakiti seperti itu? Lebih baik aku yang melindunginya 'kan?" Sehun menjawab berusaha tenang. Namun matanya perpendar tak tentu arah. Yang syukurnya Jongin tidak melihat.
"Tapi, biasanya walaupun sahabat, ia lebih memilih tidak mencampuri urusan sahabanya jika masalah itu sangat berat. Tapi kau tidak, kau malah maju kedepan dan menjadi tamengku" Sehun kembali membeku. Apa ia akan mengatakannya pada Jongin sekarang? Jujur saja, Sehun sebenarnya tidak tahan menyimpan ini lama-lama. Dan jika ini adalah kesempatannya untuk mengungkapkan perasaannya, akan ia lakukan.
Sehun menghela nafas sebentar. Ia menggenggam tangan Jongin lembut, membuat Jongin sediri terkesiap. "'Cause I Love You, Jonginiie"
"Huh?"
.
TBC
.
.
Uwahhh… Akhirnya Ovie bisa nepatin janji update setelah lebaran hihi.. Minal Aidin Wal Faidzin sama readers yang merayakan ya, Maap juga jika ceritanya kek maksain gitu ya, soalnya Ovie ngetik ngebut di laptop sepupu Ovie, karena yaa.. Ovie dirumah make computer dan sekarang lagi di kampung halaman (Banjarmasin) hehe.. Ada yang kotanya samaan sama Ovie?
Buat yang nanya ada NC HunKai, maaf disini gaada NC nya. Tapi Ovie bikin FF khusus NC-an nya HunKai disebelah, judulnya 'Naughty Uke'. Jika berkenan baca aja hehe, but tinggalin jejak biar Ovie tahu seberapa banyak yang suka sama NC-an HunKai wkwkwk.
Dan buat yang Tanya kenapa FF ini gak ditaroh di screenplays, yak arena Ovie pengen aja gitu di taroh di EXO Next Door, biar enak karena disitu ff khusus EXO semua hehe..
Hayoo.. Ada yang nunggu ff inikah?
Big Thanks To:
; asmayae; afranabilacantik; jungdongah; Kim Kai Jong; NunaaBaozie; KaiNieris; Wiwitdyas1; outcaaast; Mizukami Sakura-chan; cute; Sarah261; Jiji Park; AND ALL SIDERS
Terimakasih banyak buat yang udah ninggalin jejak cem nama diatas.
Akhir kata Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
EXO-L Jjang!
