Naruto meloncat ke dahan satu ke dahan pohon lainnya, dengan kecepatan penuh membuat rambutnya bergerak berkibar.
Tap! Whuss..
Masih meloncat ke dahan-dahan pohon dengan bantuan Chakra yang berkapasitas sangat sedikit di dalam tubuhnya. Indra pendengarannya selalu bersiaga kalau-kalau Neji yang tidak jauh darinya memberi intruksi.
Wusss .. Tap!
"Naruto! Apa tangan mu tidak apa-apa?" tanya Aob yang tengah meloncat ke dahan-dahan pohon di samping kanan Naruto.
"Tidak. Ini hanya luka kecil!" Bohong Naruto tanpa mengalihkan pandangan ke depan. Terlihat di kedua pergelangan tangannya di perban dengan sedikit noda darah. Yah sebenarnya dirinya tidak bohong, memang ini luka kecil untuk dirinya. Mengingat dirinya mempunyai reginerasi seperti Jinchuriki, luka yang di buat panah emas entah dari mana asalnya itu tidak masalah. Walau tubuhnya hanya butuh waktu saja untuk menyembuhkan luka yang ia terima.
Wuss.. Tap! Wusss...
Hening
Aob diam, walau sebenarnya dirinya kawatir kepada muridnya ini. Bagaimanapun panah emas entah darimana tiba-tiba mengincar Kaguya-hime itu dapat mematahkan tulang Naruto saat mencoba melindungi Kaguya-hime. Tapi dirinya tidak ambil pusih toh kalau dilihat dari raut wajah Naruto atau gestur tubuhnya dia tidak melihat raut kesakitan atau gerakan yang menunjukan kesakitan dari Naruto.
"..." Naruto hanya diam, mengingat kejadian beberapa menit lalu. Dimana sebuah panah emas berukuran normal entah darimana mengincar Kaguya dan sekaligus membuat acara saembara yang di adakan Klan Taketori menjadi kacau, karena...
The Chronicles of Master Taijutsu
Naruto © Masashi Kishimoto
Author : yusufnur321
Summary : Di kecilkan karena ia mempunyai Chakra sedikit sekali dan tidak berbakat dalam Ninjutsu, membuat ia muak dan berlatih keras untuk membuktikan ke pada mereka..
Warning : Strong!Naru, Taijutsu!Naru, OC, OOC, Typo (s),...Dll
Pair : Naru x ( pasti nanti datang sendiri )
Flashback
Sorak penonton selalu menggema di sekitarnya saat setiap serangan dari Pewaris Klan Yuki hampir mengenai atau di tahan oleh Petarung Klan Taketori, Kujo. Dan begitupun sebaliknya.
'Inikah pertarungan yang sesungguhnya?' batin Naruto sambil bersidekap di belakang sisi kanan tempat duduk Hiashi. Seluruh badannya mengeras melihat pertarungan itu, ya dirinya bohong sebenarnya jauh di lubuk hatinya dia ingin bertarung seperti itu. Walau begitu kewaspadaannya selalu aktif. Mengingat perkataan Aob-sensei sebelum ke sini mengatakan kalau 60% akan terjadi penyerangan. Ya bagaimanpun Informasi yang sedikit membuat presentasi 60% akan terjadi penyerangan tidak menentu.
Mengingat barang pusaka Klan Taketori memiliki kekuatan kuat, tentu saja sepekulasi tersebut dari mitos yang beredar dari Desa Taketori. Apa lagi pusaka itu akan di hadiahkan untuk pemenang saembara ini. Membuat sesuatu dalam dirinya yakin kalau akan terjadi penyerangan. Tentu saja tujuannya tidak lain adalah pusaka itu.
Mata Naruto membulat saat melihat ke arah Pewaris Klan Yuki, Hiorin. Yang perlahan dari ketidak adaan butiran-butiran es mengumpul di punggung Hiorin membentuk sepasang sayap bening ke putihan. Mata Naruto menajam saat menyadari pedang yang di genggam Pewaris Klan Yuki itu berbeda dari yang tadi.
"Tidak ku sangka bocah itu menguasainya.." guman Hiashi dengan nada datar memandang ke arah Hiorin.
"Memang teknik apa yang di gunakannya, paman?" Neji bersuara yang tadi mendengar gumanan pamannya, termasuk Naruto dan Aob. Kedua Jounin Hyuuga hanya diam berdiri di belakang Aob dan Naruto.
"Sebenarnya pedang yang dia bawa adalah Zanpakuto pusaka Klan Yuki. Dari banyak Pewaris Klan Yuki hanya beberapa saja dapat menggunakannya. Dan itu di sebut teknik tertinggi Zanpakutonya yang di sebut Bankai." Jelas Hiashi tanpa mengalihkan pandangannya.
Neji hanya diam dengan menatap ke arah tengah arena dimana seluruh arena sudah di penuhi lapisan Es. Mungkin efek teknik itu, pikir Neji, Naruto dan Aob.
Naruto, entah kenapa merasakan sesuatu ada yang mengganjal dari suasana saat ini. Mengalihkan pandangan dari Hiorin yang tengah bertarung dengan sengit. Naruto menatap sekitar dimana sekilas dirinya lihat raut-raut kagum, terhibur dari para warga Desa ini dan orang-orang luar Desa.
Bukan... bukan aura kagum dari para penonton...
Dan juga bukan aura mengerikan yang di keluarkan oleh petarung Klan Taketori yaitu Kujo...
'Penyerangan kah?' batin Naruto dengan kedua iris matanya bergerak liar. Karena ia yakin perasaan ini bukan..
Cling!
Shuutt...
'Apa itu' batin Naruto dengan kedua iris matanya mengecil kaget. Tidak sengaja matanya melihat sesuatu yang mengkilap karena sinar Matahari melesat ke arah..
'Sial!' umpat Naruto. Menyadari sesuatu mengkilap itu mengarah kepada Kaguya-hime.
Dengan perintah otak yang hanya dalam satu detik di respon. Naruto mengaktifkan Haki Bososhoku nya sembari melesat dengan kecepatan penuh ke arah Kaguya-hime dan tanpa di sadari Chakra Raitonnya keluar membantu pergerakannya menjadi lebih cepat.
Shuut...
SLEB! . TNK!
Seoalah tanpa hambatan sesuatu itu yang ternyata sebuah anak Panah berwarna emas dengan ujung berbentuk bor menghujam kedua pergelangan Naruto hingga tembus dan berhenti saat menghujam dada Naruto yang suluruh tubuhnya sudah mengeras sekeras baja. Tentu saja hal tersebut menimbulkan gelombang udara kecil yang hanya dapat menggeser beberapa senti sebuah kursi yang di duduki Kaguya-hime.
'T-tekanannya k-kuat sekali..' Batin Naruto saat muncul di depan Kaguya-hime dan menahan anak Panah emas itu. Sekaligus menahan rasa sakit yang perlahan tapi pasti di rasakannya. Menghiraukan tubuhnya sudah tersered tepat di hadapan Kaguya-hime dan percikan-percikan listrik kecil keluar dari tubuhnya.
'A-ada apa ini... ' belum menyelesaikan membatinnya Naruto sudah tidak sadarkan diri seiring sebelum tidak sadarkan diri Naruto merasakan kelelahan drastis pada tubuhnya dengan keringat dingin perlahan membanjiri kulitnya..
BRUK!
Tap! . Tap! . Tap! . Tap!
Tiba-tiba tiga sosok muncul di depan sebuah singgah sana yang tengah di duduki sosok pria berkimono biru pudar polos. Pria berkimono biru pudar itu menyeringai melihat apa yang di bawa oleh salah satu dari ketiga sosok yang tadi tiba dengan shunshin.
"Hm.. kerja bagus.." ucap pria berkimono itu seraya merentangkan tangan kanannya ke depan. Dan seolah mempunyai ikatan benda yang di bawa salah satu dari tiga sosok tersebut melayang ke arahnya. Sebuah pedang. Ya benda itu sebuah Katana bercorak merah hitam gelap lengkap dengan sarung pedangnya. Sekaligus pusaka Klan Taketori yang baru saja di curi oleh ke tiga sosok itu.
"Khukhukhukhu... akhirnya Pedang ini jatuh ke tangan ku lagi... " Pria berkimono biru pudar polos itu meraba-raba lekuk stuktur sarung Pedang Pusaka Klan Taketori yang bernama Murasame. Hingga rabaan itu jatuh pada gagang Pedang tersebut.
Sreekk..
Perlahan bilah pedang itu terlihat saat pria berkimono itu menariknya pelan yang di sertai seringaian puas.
Stap!
Pria berkimono biru pudar polos tersebut dengan cepat memasukan kembali bilah pedang itu ke sarungnya yang baru terlihat sedikit. Lalu menatap tajam ke arah tiga sosok di hadapannya yang tengah dalam posiai hormat ke padanya.
"Di lihat dari raut kalian apa ada sesuatu saat kalian mengambilnya?"
"Sebenarnya saat akan mengambilnya lancar-lancar saja Tuan, tapi sepertinya ada orang lain yang ingin mengambil Pusaka itu, Tuan!" ujar sosok yang paling tengah dari tiga sosok di hadapan singgah sanah itu. Sekaligus mengingat kejadian yang tadi dimana anak panah emas entah dari mana arah munculnya tiba-tiba menuju ke arah Pewaris Klan Taketori. Beruntung pengawal seorang Ninja yang berada tidak jauh dari kursi sang Hime dapat menahannya kalau daja tidak. Mungkin Pewaris Klan Taketori mati..
"Hm... apa ada yang mengikuti kalian?"
"Hamba yakin tidak-"
BRAK! SHUUT!
TRANK!
Perkataan sosok yang paling tengah dari ke tiga sosok itu terpotong oleh sebuah anak panah emas yang menerobos paksa atap ruangan ini menuju ke arah pria berkimono biru pudar namun belum saja mengenai pria berkimono itu, panah emas tersebut hancur akibat beradu dengan bilah Murasame yang terkenal kuat.
Tidak lama setelah itu puluhan anak panah berwarna emas menghujam pakasa atap ruangan itu. Membuat ruangan yang tadinya hening, tenang, dan gelap menjadi terang akibat atap ruangan tersebut hancur.
Tap!
Kimono bagian bawahnya yang berwarna biru pudar berkibar saat dirinya mendarat di sebuah dahan pohon.
"Hm... sepertinya ada yang mengikuti kalian." ucapnya kepada ke tiga pria tidak jauh darinya. Sembari manik merahnya menatap ke arah bangunan tua yang atapnya sudah hancur memperlihatkan isi bangunan tua itu. Matanya juga melihat puluhan anak panah berwarna emas atau mungkin terbuat dari emas yang menancap di ruangan itu.
"S-sepertinya mereka yang mengincar Pedang itu selain kita, Tuan!" Pria berambut hitam panjang yang berada tidak jauh dari pria yang di panggil Tuan itu bersuara terdengar sedikit gagap, karena takut.
"Huh! Tidak kena satu pun rupanya!"
Sebuah suara dari jauh membuat ke empat pria itu memasang posisi waspada sembari mata mereka tertuju pada dahan pohon beberapa meter dari tempat mereka berdiri.
Tidak jauh dari mereka, terlihat sosok pria aneh karena mempunyai tiga pasang tangan seperti laba-laba, berkulit mereha gelap. Membawa sebuah busur emas tengah berdiri di atas sebuah dahan.
'Otogakure?' Batin pria berkimono biru pudar itu yang berperawakan wibawa dengan surai coklat jabrik sisir ke belakang. Karena dirinya tahu pakaian pria bertangan enam itu khas Ninja Otogakure yang ia tahu di pimpin oleh Mising-nin Rank-S Orochimaru.
"Ho ho ho... ada apa Ninja Otogakure mendatangi ku?" Pria berkimono biru pudar itu memandang ramah namun terkesan aneh ke arah pria bertangan enam yang terlihat menyeringai memperlihatkan taring giginya yang panjang.
"Tidak ku sangka, ternyata yang merebut buruan kami itu adalah orang buangan dari Klannya sendiri..." Ujar pria bertangan enam itu dengan nada mengejek.
Mendengar perkataan itu, pria berkimono biru pudar tersebut menatap datar ke arah sosok bertangan enam itu. "Rupanya kau tau tentang ku." ucapnya sembari melompat turun dari dahan pohon.
"Huh! Kalau bukan karena misi ini aku tidak akan pernah tau... "ucap Pria bertangan enam itu masih memperhatikan seringaiannya,
".. tapi cukup basa basinya. Jirobo!"
BRRAKK..
Tiba-tiba tanah yang di pijaki ke empat orang itu bergetar hebat dan detik berikutnya tanah dari sisi kanan kiri mereka terangkat menjulang tinggi dan..
BLAR!
Kepulan debu berterbangan saat kedua tanah menjulang tinggi tadi menggencet ke empat orang itu.
Terlihat tidak jauh dari belakang pria bertangan enam itu terdapat orang berbadan gendut dengan di penuhi corak hitam di seluruh tubuhnya yang tengah mempertahankan Hand Seal Jutsunya dan terlihat di samping kananya terdapat Perempuan berambut Merah memakai bandana dengan keduanya berpakaian sama seperti pria bertangan enam itu yaitu pakaian standar Ninja Otogakure.
"Bodoh! Kenapa kau memusnahkan mereka semua!" sentak perempuan berambut merah itu kepada pria gendut di samping kirinya ini. Dirinya juga ingin menuntaskan hasrat bertarungnya ini. Mengingat mereka baru keluar dari tabung menjijikan itu.
"Berisik kau perempuan! Lagi pula apa kau tidak ingat perkataan Orochimaru-sama kalau mereka cukup tangguh!" pria berbadan gendut itu membalas sama sengitnya yang sudah tidak mempertahankan Hand Seal Jutsunya.
"Tidak ku sangka kau memanggil Pria Ular menjijkan itu dengan embel embel 'sama'."
"Kau dan mulut pedasmu!"
"APA KAU GENDUT!"
STAB!
Tiba-tiba sebuah panah emas berukuran kecil menancap di batang pohon yang berada di belakang tengah mereka, sekaligus menghentikan pentengkaran adu mulut antara pria berbadan gendut dan perempuan berambut merah itu. Di iringi terdengar sebuah suara keras dari depan mereka.
"Bisa kalian berhenti!" pria bertangan enam itu bersuara sedikit keras tanpa mengalihkan pandangannya dari kelupan debu akibat Jutsu rekannya itu.
Tap! . Wuss..
"Nej! Apa masih jauh dengan mereka!?" Aob bertanya masih meloncat ke dahan-dahan pohon tidak jauh di belakang Neji.
Wuss.. Tap! . Wuss...
"Sepertinya begitu sensei! Karena jejak Chakra mereka yang tertinggal tidak terlalu jelas.. apa lagi Byakugan ku belum melihat mereka!" jawab Neji dengan Byakugannya sudah aktif.
Tap! . Wuss.. Tap!
Naruto hanya diam masih meloncat ke dahan-dahan pohon tidak jauh dari samping kanan Senseinya. Mengingat saat ia bangun dari pingsan akibat ke habisan Chakra. Timnya dan Neji di tugaskan untuk mengambil kembali Pusaka yang di curi saat penyerangan panah emas kepada Kaguya-hime berlangsung. Kenapa bukan Ninja dari Desa lain yang berada di Desa itu. Ya.. Kalau saja bukan Ketua Klan Hyuuga yang mengajukan kepada Ketua Klan Taketori untuk menyuruh Tim pengawalnya mencari (merebut) kembali Pusaka itu.. mungkin Misi tambahan ini tidak akan terjadi. Naruto juga masih ingat alasan Ketua Klan Hyuuga itu kenapa mengajukan Timnya yang di bantu Neji untuk merebut kembali Pusaka Klan Taketori.
Yaitu.. Sebagai kerabat jauh Klan Hyuuga..
Walau pun begitu Naruto tidak ambil pusing. Lagi pula ini membuat pengalamannya semakin bertambah. Percuma mempunyai sesuatu kalau tidak mempunyai pengalaman.
Kepulan debu perlahan menghilang memperlihatkan kedua gundukan tanah. Tidak ada ceceran darah atau pun tubuh ke empat orang tadi yang di gencet dari ke dua sisi.
Tap! . Tap!
"Persis seperti yang Orochimaru-sama katakan." ucap pria bertangan enam sambil sepasang tangannya bersidekap dengan manik matanya tertuju ke arah bawah dimana kedua gundukan tanah yang berdempetan. Menghiraukan ke datangan kedua rekannya.
"Pasti akan sulit merebut Pusaka itu darinya," Timpal Jirobo yang berada di samping kanan pria bertangan enam.
"Kalau begitu..
Kuchiyose no Jutsu!"
Perempuan berambut merah yang berada di samping kiri pria bertangan enam itu menghentakan telapak tangan kanannya ke permukaan dahan pohon. Dan seketika itu kepulan asap putih tebal mengepul di sekitar mereka dan perlahan menghilang oleh angin memperlihatkan ke tiga mahluk besar yang aneh.
"Kita saja belum mengetahui lawan kita bersembunyi dimana... tapi kau sudah mengeluarkan mereka, Tayuya." Pria berbadan gendut itu dengan nada mengejek kepada perempuan berambut mereh.
"Diam kau gendut!" desis Perempuan yang di panggil Tayuya sambil merogoh kantong senjatanya mengambil suling ke sayangannya.
"Dari pada kalian seperti itu lebih baik ratakan tempat ini Jirobo.. " Kidomaru, pria bertangan enam itu berkata sambil melirik ke segala arah dimana hanya pepohonanlah ia lihat.
"Baiklah... Doton-"
SHUUT..
Perkataan Jirobo berhenti, karena dengan tiba-tiba di depannya muncul pria berambut coklat memakai kimono biru pudar polos dengan memegang sebuah Pedang yang mereka incar dari awal menjalankan Misi ini.
"Selamat tinggal.. " Pria berkimono biru pudar itu tersenyum aneh sembari menebaskan Pedang Murasame nya ke arah leher Jirobo.
Tentu saja, kemunculan pria berambut coklat memakai kimono biru pudar itu membuat Tayuya dan Kidomaru kaget.
'Keparat!' umpat Jirobo dalam hati. Melihat bilah pedang Pusaka itu menuju ke arahnya.
SHUUT!
TRANK!
Namun sebuah bilah pedang menahan Pedang Pusaka Klan Taketori itu. Membuat pria berkimono biru pudar itu kaget mengetahui siapa yang menahan tebasannya.
"Khukhukhukhu... Sudah sampai disini ne.. Akira.."
Orang itu berguman di depan pria berkimono biru yang ia panggil Akira. Lalu dengan tenaga cukup orang itu menghentakan pedangnya ke depan membuat pria berkimono biru pudar itu terpental ke bawah.
"O-orochimaru-sama!" Guman Jirobo saat sadar dari ke kagetannya dan menatap punggung Tuannya yang tiba-tiba muncul di depannya menahan tebasan dari pria berkimono itu.
"Pergilah. Tangani ketiga bawahannya biar ini aku yang urus... Lagi pula aku ingin merasakan kekuatan Pedang itu.. Kukhukhukhukhu... " Orochimaru berkata setelah menapakan kedua telapak kakinya di dahan pohon.
Tidak membantah, ketiganya mengangguk menghilang dengan shunshin bersama ke tiga mahluk aneh.
Dari atas hutan terlihat tiga bayangan bergerak cepat seolah di kejar waktu. Ya mereka adalah Naruto, Neji dan Aoba yang di tugaskan untuk merebut kembali Pusaka Klan Taketori yang beberapa menit lalu telah di curi.
"Aku melihatnya beberapa Kilo Meter dari kita!" seru Neji melihat dengan Byakugan target yang di curigai mencuri Pusaka Klan Taketori.
"Kalau begitu kita harus cepat.!" ujar Aob sambil melihat ke arah Matahari yang sudah condong ke barat.
Naruto hanya diam sembari menambah kecepatan loncatnya. Membuat bajunya bergerak liar.
Tap!
Orochimaru mendarat dengan mulus di permukaan tanah yang di tumbuhi rumput liar. Manik ularnya tidak lepas dari pria berambut coklat memakai kimono biru pudar polos yang kini tengah bertumpu pada satu lututnya. Lalu matanya fokus ke arah Pedang yang di genggam pria itu yang mengeluarkan aura hitam menebar hawa kematian.
"Khekhekhekhe.. Akhirnya kau muncul juga ne Orochi!"
"Yah.. Mereka bertiga bukan tandinganmu... Lagi pula aku masih butuh mereka.. " Orochimaru sembari menjilat bilah pedangnya yang bernama Kusanagi dengan lidah panjangnya. Tidak lupa aura membunuhnya ia keluarkan membuat tumbuhan melata kecil menjadi layu.
"Ugh! Tidak ku sangka kau membutuhkan mereka... Ternyata kau pedofil sejati.." Akira, nama pria berkimono biru pudar itu bersuara lagi dengan nada mengejek.
"Khukhukhukhu... Mulutmu tajam sekali ne Akira.. hmm kalau begitu mungkin Pedang kesayangan ku ini akan senang jika beradu dengan mulutmu yang tajam itu." ujar Orochimaru dengan seringaiannya, "..Dan mengingat masih banyak penelitianku yang belum selesai... Jadi... Kita mulai saja!"
Orochimaru berlari dengan cepat ke arah Akira dengan lidah keluar seakan menunjukan dia yang akan memangsa.
"Hahahahah... Lagi pula aku juga ingin mencoba kekuatan Murasame ini kepada orang Pedo seperti mu!" Akira berlari cepat ke arah Orochimaru yang berlari sangat cepat ke arahnya.
SHUUT..
TRNK! . TRNK! . TRNK! SRRRAK...
Detingan logam dari kedua Pedang istimewa itu terdengar memekik telinga. Sesekali terlihat percikan api saat kedua bilah pedang itu berbenturan.
Dengan teknik Kenjutsu gerakan Ular, Orochimaru menggerakan seluruh tubuhnya untuk mengimbangi gerakan Kenjutsu Akira yang menggunakan kecepatan dan kekuatan. Kedua mata mereka bergerak liar saat masing-masing dari mereka menyerang.
WUSSS..
Dengan gerakan lambat dalam posisi melengkungkan badannya ke belakang. Sang Sannin ular itu melihat percikan kecil racun dari bilah pedang Murasame yang konon tidak ada penawarnya sama sekali.
SHUUT!
'Cih!' umpat Akira dalam hati saat ke sekian kalinya tebasannya dapat di hindari oleh Orochimaru.
tlap!
TRNK!
'Huh! Hampir saja ne Orochi~" Akira setelah menahan tebasan tiba-tiba dari Orochimaru. '.. Hampir saja!' lanjutnya dalam hati. Sudah dirinya duga saat bertatap muka langsung dengan pria ular ini, pasti akan menyusahkan. Apa lagi gerakannya seperti ular itu yaitu tanpa bersuara, lalu tiba-tiba muncul. Membuat dia kerepotan..
Iris vertikal kuning penuh ambisi dan kelicikan itu beradu tatap dengan iris merah maron Akira.
"Khukhukhukhu... 'Hampir'? Khukhukhu... Biar aku koreksi kalau tadi itu kebetulan saja kau dapat menahannya.." ucap Orochimaru.
SRREEKK..
Keduanya masih bergelut dalam beradu bilah pedang yang menciptakan percikan api kecil.
Dengan sekali hentakan kuat pada Kusanaginya, Orochimaru melepaskan peguatnya dan melompat mundur sambil mengulurkan tangan kirinya ke arah Akira yang terlihat tersered kebelakang akibat tidak siap menerima beban hentakannya. Berselang detik kemudian dari balik baju lengan kiri Orochimaru keluar Lima Ular bersisik hijau tua kehitaman dan dengan serentak kelimanya membuka mulut yang mengeluarkan bilah pedang yang mengkilap akibat lendir mereka.
SLEB! . SLEB! . SLEB!
Tanpa dapat menghindar karena sudah mati langkah, Akira harus menahan erengan sakit akibat kelima bilah pedang yang di keluarkan oleh Ular Orochimaru menghujam dada dan daerah perutnya.
Bukannya puas karena serangannya mengenai target, Orochimaru kembali memasang postur waspada. Dirinya tidak bodoh, setiap sesuatu yang ia inginkan dirinya akan mencari informasi asal usul 'sesuatu' itu. Termasuk Katana Pusaka Klan Taketori yang ia incar. Dirinya sudah mengumpulkan asal-usul Katana Legendaris itu, dari pembuatannya dari apa, semuanya ia kumpulkan tentang Katana Pusaka Klan Taketori itu yang bernama Murasame. Termasuk kemampuan yang di dapat si pengguna setelah menyatu dengan Pedang itu.
"Khekhekhekhe... Dilihat dari raut mu... Sepertinya kau mengetahui kemampuan Murasame ini."
Sebuah suara yang di kenalinya. Membuat Orochimaru membalikan badannya kebelakang. Terlihat dari balik salah satu pohon tidak jauh darinya keluar sosok Akira sedang menenteng Murasame di pundak kananya. Menghiraukan sosok Akira yang tergeletak di atas tanah dengan genangan darah akibat hujaman lima bilah pedang dari kelima ularnya yang perlahan melebur seperti abu tertiup angin.
"Khukhukhukhu... Ugh!" Tawa anehnya berhenti dengan mata melotot Orochimaru mencoba menggerakan tubuhnya akibat sesuatu tak kesat mata sedang mengekangnya. 'A-apa-apa ini..' batinnya mulai gelisah. Lalu manik Ularnya menatap tajam penuh intimidasi ke arah sosok Akira yang tengah menyeringai kepadanya.
"Khuhahahahaha... Orochi~.. Orochi~.. Apa kau lupa kemampuan keturunan Darah murni Klan Taketori?" Akira dengan tawa meremehkannya sembari melangkah pelan ke arah Orochimaru.
'Keparat!' umpat Orochimaru dalam hati menyadari kelengahannya. Sekali lagi mencoba menggerakan seluruh badannya. Namun tetap.. badannya tidak dapat di gerakan.
'Ayo! Bergeraklah! Keparat..' Orochimaru terus berusaha menggerakan tubuhnya yang kaku.
"Percuma saja... setiap orang yang sudah terperangkap dalam Jutsu ku tidak akan bisa menggerakan tubuhnya se-incipun." Akira menghentikan langkahnya di depan Orochimaru.
Senyum meremehkan masih terpasng di wajah pria berkimono biru pudar polos itu sambil mengarahkan ujung lancip Murasame nya ke arah leher Sang Sannin.
"Khekhekhekhe... sepertinya sampai di sini ne Orochi.."
SLEB!
Dengan itu ujung lancip Murasame yang penuh akan racun melesat tembus hingga belakang leher Orochimaru.
•
•
•
•
~_To. Be. Continued_~
A/N : Yo! Heheheh author kembali membawa Chapter 5, 4 dan 3...
Chapter lima ini memang Naruto berperan hanya sedikit. Ya seperti bisa di bilang ini 'ARC'.
Lalu soal tujuan Orochi yang mengincar Murasame mungkin para readers dapat menebaknya.
Akira. ya.. Dia OC dalam Fic ini.
Lalu soal kemampuan keturunan darah murni Klan Taketori chapter depan akan di jelaskan bersama Misi Naruto berakhir.
Orochimaru? Kalian bisa tebak sendiri nasibnya seperti apa..
yusufnur321 out~
