Waktu terus berjalan, bunyi jam yang berdeting terdengar nyaring. Pemuda dengan surai hitam menatap buku fisika yang berada dihadapannya dengan frustasi, ia menyumpah-nyumpah kecil, mencorat-caret kertas untuk menghitung rumus, namun tak berhasil.

"Aaargh! Gua menyerah!" Nijimura Shuuzou, tujuh belas tahun, siswa kelas dua Sekolah Menengah Atas Teiko, berteriak frustasi karena belum belajar fisika untuk ujian kenaikan kelas —sebut saja UKK.

"Berisik, nyet!"

—Dan sekali lagi, pemuda tersebut kena omel dari kedua sahabatnya.

.

.

.

Kuroko's basketball © tadatoshi fujimaki

.

Best friends © kapten pelangi

.

Mayuzumi Chihiro — Nijimura Shuuzou — Miyaji Kiyoshi

.

Warning :

Typo(s), miss typo, gaje, out of character, out of topic, bahasa kasar, penghuni kebun binatang, dan lain-lainnya

.

.

.

Saat naik ke kelas tiga, Mayuzumi Chihiro beda kelas dengan kedua teman —coret—menyebalkan—coret— baiknya. Ah, takdir sedang tidak mrnyatukan mereka sepenuhnya, toh.

—Mayuzumi mengelus-elus dadanya sambil mengucapkan syukur saat melihat bahwa ia tidak sekelas dengan Nijimura Shuuzou lagi.

"Mayuuuuuuuuuu!" Suara nan berisik terdengar di telinga pemuda berhelaian abu-abu. Ah, sudah jam istirahat, dan itu artinya, suara tersebut berasal dari—

"Mayuuuu! Kenapa kelas kita mesti bedaaaa?! Gua jadinya nggak bisa nyontek ke elu!" —Nijimura Shuuzou yang masuk ke kelasnya tanpa izin. "Lu tau, nggak rasanya satu kelas sama Miya gimana? Mana ada si Hyuuga Junpei, lagi! Lu enak ada Tatsuya, njir!"

Ocehan demi ocehan masuk ke telinga kanan, keluar telinga kiri bagi Mayuzumi. Pemuda tersebut berfocus membaca light novelnya.

"Mayu! Denger, kagak?"

"Kagak. Elu berisik, Bibir Monyong."

—selama sisa hari ini, Nijimura melewatinya dengan pundung.

.

.

.

Namanya Kuroko Tetsuya, adik sepupu dari Mayuzumi Chihiro yang bisa—bukan bisa, tapi suka lebih tepat— bikin orang jantungan layaknya sang kakak sepupu. Memiliki surai biru bak langit cerah, manis dengan senyuman ataupun wajah datarnya, dan—

—merupakan pacar dari Akashi Seijuro, sang diktator cilik. Uh-oh, Mayuzumi belum tahu, tapi Nijimura —si biang gossip pasti udah update— udah tahu, bahkan, tahu kapan Akashi menembak, dan diterima. Tanggal sebelas bulan empat, dan tanggal lima belas bulan empat.

"Mayu, lu tahu si Kuroko punya pacar?"

Pertanyaan dari Nijimura saat itu sukses membuat sang lolicon menyemburkan chocolate milkshake ke muka Miyaji.

"Anjing, lu, Ma—"

Protesan Miyaji dihentikan oleh Mayuzumi yang langsung ngomong ngebut, "apaan?! Tetsuya punya pacar? Shit, kok kagak ngasih tahu gua?! Siapa pacarnya? Sepupu gua yang lucu itu harus gua seleksi dulu calon pacarnya!"

"Akashi Seijuro."

Mayuzumi nembulatkan kedua bola mata abu-abunya yang biasanya kosong bak ikan mati, "APAAN?! AKASHI SEIJURO YANG ITU?!"

Tutup kuping. Miyaji dan Nijimura langsung nutup kuping.

"Iya,"

"Kagak! Nggak boleh! Tetsuya cuma punya gua!"

—Oh, ada kakak yang overprotective, nih. Atau mungkin...brother complex?

.

.

.

Mayuzumi Chihiro itu anak orang kaya. Wong pasti uang jajan aja bisa sampai berapa tahu. Terus, pulang pergi ke sekolah atau kemana pun, naiknya mobil bagus kayak lomborgini atau ferari gitu. Tapi, jangan salah, Mayuzumi itu... sedikit gaptek? Kudet? Ah, pokoknya kurang tahu deh.

Pernah suatu ketika, saat mobil Mayuzumi mogok dan dia belum dijemput, pemuda datar bak triplek itu harus naik angkot bareng kedua temennya plus Yuuya —rumah mereka deket, satu perumahan, malah.

"Eh, Niji, biasanya angkot berapa?"

"Kenapa emang?"

"Bayarin dong."

"Nggak mau."

—itu masing mending. Kalau yang ini;

"Mi, kok di sini panas? Eh, kalau udah mau neket bilang apaan? Tempatnya sempit, nih. Masih lama? Yang disebelah gua bau sama gendut."

Miyaji Kiyoshi cuma bisa menepuk dahinya, speechless karena kebegoan temannya. Sedangkan Nijimura hanya bergumam, "bukan temen gua, bukan temen gua."

.

.

.

Festival. Biasanya, para siswa-siswi SMA Teiko akan membuat stand atau apapun itu namanya. Misalnya, kelas Miyaji dan Nijimura, membuat animals cafe—mengenakan bando telinga kucing atau sebangsanya, lalu para gadis akan mengenakan pakaian maid dan laki-laki butler. Jangan tanya ide siapa. Itu ide dari wali kelas sableng bernama Alexandra Garcia.

Lain halnya dengan Mayuzumi, pemuda tersebut —berserta para murid dikelasnya— akan membuka Rumah Hantu. Tenang, di situ ada Mibuchi Reo, si 'cantik' yang serba bisa —jangan lupa wali kelas meraka, Shirogane Eiji, berserta ketua kelas, Hanamiya Makoto.

Iya, rumah hantu, di mana Mayuzumi dibuat menjadi hantu tak kasatmata.

.

.

.

Nijimura mengekus-elus tengkuk lehernya, entah kenapa, kelas sahabatnya yang lahir tanggal tiga Maret itu menakutkan. Disampingnya, Miyaji tampak tenang-tenang saja, memasamg tampang datar yang nyaris menyamai Mayuzumi.

"Eeh— serem—" komentar Nijimura. Pemuda tersebut memandang seisi tempat yang gelap gulita. Ada bau anyir darah, suara kuntilanak, lalu—

"GYAAAAAAAAAAAR! MIYA! DEMI KELOLICONAN MAYU, ANJIR, POCONG!" Oke, yang teriak tadi Nijimura, serius, Nijimura yang itu. Nijimura Shuuzou, sang kapten Tim Basket Teiko.

Gila, kapten Tim Basket Teiko lebay ternyata.

Oh, pada nyari Mayuzumi Chihiro? Oh, tenang, pemuda tersebut sedang ada dibelakang tubuh Nijimura dan Miyaji. Omong-omong, wajah datarnya sedikit menggerut kala mendengar nama 'baru' dari Nijimura. Dengan kemampuan hawa keberadaan tipisnya, pemuda tersebut memegang leher Nijimura, membuat sang empu langsung pengen buang air kecil.

"Kubunuh kaaaaau,"

"MIYA, GUA— GUA MAU DULUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAN!"

"Mayu," oh, ada yang nyadar dengan kehadiran Mayuzumi, nice job!"

.

.

.

Nijimura ingat, selain kejadian tadi di atas, ada satu kejadian yang bikin dia nggak bisa tidur sendirian, yang membuatnya terpaksa tidur berdua satu kasur dengan Juuzou.

Dulu, saat dia masih kelas satu di Sekolah Menengah Atas, saat Juuzou sedang latihan basket, dan Shuuko sedang latihan paduan suara. Nijimura sendirian. Ibunya berkerja, begitupula sang Ayah.

Sampai pukul setengah tujuh, ia masih biasa-biasa saja, sampai...

... Suara dering telepon rumah terdengar. Memang, di rumahnya ada telepon. Pemuda tersebut —yang awalnya lagi nyisir— langsung mengambil telepon tersebut, "Moshi-moshi, Nijimura di sini. Siapa, ya?"

Tidak ada suara.

"Maaf, ini siapa, sih? Cepetan jawab." —Oke, ini ngocol.

Tetap tidak ada suara.

"Hoi! Kalau mau i—"

"Khikhikhi, khikhikhi—"

Suara kuntilanak —Nijimura tahu namanya karena pernah minjem CD film dengan genre horror pada Moriyama Yoshitaka, si penjual dan peminjam CD. Ia malah dipinjemin film Indonesia— terdengar. Membuat bulu kuduk Nijimura merinding, dengan segera, ditutupnya telepon tersebut dan meringkuk didepan televisi.

.

.

.

Pernah klub basket mengadakan liburan di villa super duper wow milik Akashi Seijuro —hei, jika punya temen yang kaya, harus dimanfaatkan; itu prinsip Nijimura.

Mayuzumi pernah mendengar suara mobil lewat, pikirannya mungkin berpikir itu mobil ayah adik kelasnya yang datang melihat kedaan Seijuro. Di bukanya pintu balkon, membuat dua orang teman sekamarnya memandngnya heran.

"Kepanasan bukan, Mayu?" Miyaji Kiyoshi menyiapkan nanas yang entah didapat dari mana.

"Kagak."

"Ngapain lu buka balkon?" Nijimura bertanya, "dan Miya, jangan lemparin nanas."

"Serah gua, Monyong."

"Mi, tadi gua denger suara mobil."

"Halusinasi kali,"

"Ciyus, njir." oke, Mayuzumi out of character.

"Gua nggak denger."

"Gua denger. Tapi... bukannya da mobil, malah—"

"Apaan? Helikopter? Bisa aja, sih, si Akashi 'kan kaya." Nijimura ikut nimbrung.

"—Ada pocong bediri di taman, bego!"

Mayuzumi Chihiro mengatakan itu dengan wajah datarnya, membuat Nijimura dan Miyaji keluar, melihat taman.

.

.

.


* bluebubbleboom : iya, kamu baru review, Ao-san ._.

wahahha, iya, makasih. Aku juga pengen punya temen kayak gini. Gila abnormal, asyik, gokil, dan lainnya, top makyos, dah (y)! judulnya sih gini, dalemnya uhuk-uhuk. Ini udah lanjuuuut

* sakazuki123 : gokil, kah? sini ngakak bareng XD

* skipperchen : kagak kenal sumpah sama nih orang. Kagak kenal /heh

IYA, AKU EMANG MISS 'TYPO', TUKANG TYPO MUACH /kasih kissu/ iya, dong. Kan ketjeh kalau masukkin inceeeeeest sedikiiiiit hihihihi— oh? Ending ngegantung? Kagak tahu, ih. Alurnya gitu, sih. Iya, si niji mah alay cap cus. Ini udah bagian mayu nih

* shilafantasy : apaaaaaaa?! pedekate? Duh, duh, duh— iya, satu sekolah, di SMA Teiko fufufu. Duh, gosip, gimana, ya? Assisten saya ngasihnya yang rada horror melulu—

* macaroon waffle : oh, ada mayuniji/nijimayu shipper, nih /siul-siul/ oke, oke, request anda terpenuhi, macaroon-san(?). Lumayan banyak nih part mereka. Ya... entah, saya juga nggak tahu itu akal-akalan atau kagak

.

.

A/n :

Yohoooo~ balek lagi nih! Hahahha. Ditelantarin? Kagak kok. Ini mikir buat ide fanfic ini. Biar panjang dan kalian nggak bosen. Buat skipperchen yg gila banget di manapun ada, moodbooster parah. Trus, aaah— daisuki, my assisten. Sayang deh adek sama kamu, khukhukhu(?)

Jangan lupa ninggalin jejak! /Smile/