Dearest

Naruto © Masashi Kishimoto


6th Memory: Tangisnya

Pagi hari ini, aku tidak bisa bangun. Susah untuk membangkitkan badanku.

Berapa kalipun aku mencuci muka, tampang kusutku tidak hilang. Ada lingkar hitam terlihat di bawah mataku. Tanda aku kurang tidur. Sudah 3 kali aku mandi, tapi tetap saja tak bisa, aku tidak bisa untuk segar.

Asal tahu saja, semalam aku tidak bisa tidur, aku terus memikirkan peristiwa semalam itu.

"Hinata-chan, oh Hinata-chan, ada apa dengan dirimu yang lesu, terlihat sumpek, dan sejak setengah jam yang tadi kau hanya mematung, memegang garpu dan pisau itu, dan membiarkan beefsteak pagimu menjadi dingin? Bukankah kau tidak suka beefsteak yang dingin? Seperti baru lembur saja." Tanya Ino-chan keheranan setengah melantunkan nada.

"Oh Ino-chan, lagu apa yang barusan kau nyanyikan itu? Aku tak pernah dengar, ahaha." Baiklah. Mungkin karena kurang tidur aku jadi stres.

"Haha. Dasar. Kenapa kau bisa kurang tidur seperti itu? Dan kenapa Said an Naruto belum bangun?" Jawabannya cuma 1, kejadian semalam.

"Yaah.. mungkin karena film horor semalam." Aku menghela nafas.

"Hmph. Hahaha! Ternyata akhirnya kau tonton juga film itu!" Teriak Ino-chan, sepertinya dia puas melihatku menderita. Ha. Ha. Ha. Hahaha. Tuh, 'kan. Aku mulai tidak jelas.

"Yaah, begitulah," ujarku sambil memotong beefsteak, saat kumakan, sudah dingin, tidak hangat seperti tadi, tidak enak.

Krieet… "Hoaahhm, pagi…" Naruto-san memasuki ruangan, masih dengan piyama berwarna biru muda dengan corak garis-garis horizontal, sandal bulu (sandal yang biasa digunakan di dalam rumah), dan rambutnya yang acak-acakan. Tangan kirinya menggaruk-garuk kepalanya, dan tangan kanannya menggenggam telepon genggam yang berbunyi. Dia melihat layar telepon genggamnya, memencet salah satu tombol, dan menempelkannya pada telinganya, lalu, "Halo? Ya, aku tahu, aku tahu. Minta saja Nara-san untuk menggantikanku dulu. Ya, ya, ya. Kalau dia bilang bahwa dia malas untuk melakukannya, katakan saja gajinya akan kupotong 40%. Mengerti? Ah, ya, hari ini aku tidak akan ke kantor, meeting pukul 2 siang nanti, suruh Inuzuka menggantikanku, oh ya, pastikan kalau anjingnya tidak mengikutinya sewaktu meeting, apalagi kalau salah satu calon klien melihatnya, kalau perlu kurung saja sementara sampai meeting selesai. Kalau Inuzuka tak mau anjingnya dikurung, paksa saja, dan kalau dia masih menolak, katakan, gajinya akan dipotong 40% sama seperti Nara." Dia memencet salah satu tombol berbeda, dan memasukkan telepon genggamnya ke saku piyamanya.

"Hoaaaaahh…" Dia menguap lagi. Dan duduk di meja makan, tepat disebelahku. Mengambil 2 potong roti, dan mengoleskan selai jeruk dan anggur pada roti tersebut. Dia menggigit, gigitan pertama ditahannya, lalu dilepas semenit kemudian. Dia mengunyah lambat sekali, terus seperti itu, sampai rotinya habis. Lalu dia keluar ruangan. BLAM!

Jujur, sejak Naruto-san memasuki ruang makan ini sampai dia pergi, aku dan Ino-chan terbengong-bengong melihatnya.

"Wow," ujar kami berdua bersamaan.

.-:-.-:-.

"Jadi, kalian sudah berbaikan?"

"Ya, tentu! Apa kau tak bisa lihat? Kami tersenyum bersama!" Sai-niikun dan Naruto-san tersenyum konyol, untuk menghiburku pastinya.

"Haha."

"Kalau begitu, Hinata-chan, aku pergi dulu sebentar, ya. Menyiapkan segala sesuatunya pesta tunanganku dulu." Dan Sai-niikun pun pergi. Yah, begitulah, Sai-niikun akan melamar entah-siapa-itu di kediaman Uzumaki ini. Sekarang. Dan kami semua, sudah siap dengan pakaian formal dengan dresscode yang ditentukan, non-black-and-white, kecuali untuk Sai-niikun, tunangannya, dan para pelayan, agar Sai-niikun tidak terlihat terlalu menonjol dengan tunangannya. Dan aku mengenakan dress berwarna indigo yang sama seperti warna rambutku, dan tak pernah aku lupa, aku senang sekali memakai poncho, lagipula malam ini dingin sekali. Kali ini, aku memakai poncho berwarna lavender dan high-heels lavender.

"Ne, Naruto-san."

"Hm?" Naruto-san, mengenakan jas suit formal berwarna oranye yang.. sangat terang, mencolok sekali. Dan dasi hitam dengan garis-garis miring tipis berwarna oranye, dan sepatu berwarna coklat yang terlihat senada.

"Apa… Kau marah? Semalaman tadi, karena menguping pembicaraan kalian?" Tanyaku agak takut—tapi sepertinya bukan agak lagi, aku benar-benar takut.

Tapi dia tersenyum ramah seperti biasanya yang selalu dilontarkannya padaku. Dia menarik, dia suka tersenyum ke banyak orang, dan senyumannya untuk tiap orang itu selalu berbeda.

"Tidak, tenang saja, Hinata-chan. Maafkan aku yang sudah berkata sekasar itu semalam padamu. Seperti yang kaubilang semalam, aku kurang tidur," dia menggaruk-garuk kepalanya.

"Um!" Anggukku. "Ah, aku mau permisi dulu," aku membungkukkan badanku.

"Silahkan," dia membalas bungkukkan badanku, dan aku segera berlari ke arah dapur.

Di dapur, banyak koki-koki lelaki yang sedang memasak. Bau masakannya tercampur antara cakes, ayam, dan lain-lain. Tapi yang paling mencolok untuk dilihat dengan mata, adalah cookies-cookies yang terdapat dalam toples, ada sekitar 20 toples cookies. Wow.

Aku pun langsung menghampiri Sang Pembuat Cookies itu, yang sedang melamun.

"Ino-chan…"

"…" Tak ada jawaban, aku menarik nafas.

"Ino-chan!"

"…Eh, a—apa—ada apa, Hinata-chan?" Ujarnya kaget.

"Ino-chan, apa sejak awal kau tahu tentang pertunangan ini?"

"…Em, yah, begitulah. Sejak kau membaca surat dari Sai, aku tahu. Tapi kau terus menyemangatiku. Dan aku sampai lupa akan pertunangan ini. Aku malah jadi terlalu banyak berharap, dan malam ini, sudah selesai, pupuslah semua harapan yang kubicarakan pada bintang jatuh yang kulihat setiap malam." Matanya berair.

"Hei—kau… Kenapa…"

"Sudahlah, Hinata-chan. Aku tak apa. Siapapun tunangannya, dia pasti senang. Dia senang, aku pun senang. Siapapun itu…" Ino-chan menutup wajahnya, menangis perlahan.

Aku memeluknya, "Menangislah, Ino-chan. Tak apa. Tak ada yang melarangmu menangis. Setidaknya, untuk 10 menit ke depan."


Iya, saya tau. Dari chapter kemaren-kemaren berasa SaIno, gada NaruHina-nya.

Tapi gimana yah, saya rada gemes sama mereka. :d

Maaf buat failure di chapter yang lalu tentang fic Lovely Days. ;'|

REVIEW REPLIES PLUS SPECIAL THANKS : nadd(iya, mereka kea anak kecil. -ditabok-. modar itu apa? hehe), Inuzumaki Helen(maaf kalo ini lebih pendeek), (ini apdetannyaa), The Darkness Knight(maaf kalo chapter ini lebih pendeek), dilia shiraishi tak log in(sip. aku lagi demen deskrip soalnyaa. hehe), Solaritika Chika(haven't i told you that some of them are OOC? yah, OOC gitu juga soalnya kan mereka kurang tidur. makasi sarannyaa), Mitsuki Luv NaruHina(wah naruto siapanya hianta yaa *senyum licik*), Angel's Chocolate-Cookies(hehe), 'ana-cHan(ihihi. makasiih), DARKY(wah, nggak tau tah. ahaahaa. omongomong, ini siapa?), Summer Snowflake(nggak, kok. hehe. kecelakaan itu? masih misteri tentu saja *wink*), meL-chan toyama(iyee. ha? epes?), apel gubraaakk(ini apdetannyaa).

Eperibodeh! Ripiyu! *bahasa yang patut ditiru* #digiles truk#