Hm…
Sudah sekian lama saya nggak mempublikasikan fanfic saya…
Dan..
Inilah saatnya….
WAHAHAHAHAHA……
Bapak2 se-RT : WOI!!BERISIK!!MAU NGETIK YA NGETIK AJA.. BERISIK BANGET SEH!!!
Lelouchkuuuuuuu~~~~~~~……..
"Le…Lelouch?" C.C terlihat mulai menitikkan air matanya..
"LULU!!!!!!" Shirley sudah tidak dapat menahan tangisnya…
"NII-SAN!!!!" Begitu juga dengan Nunnaly…
Dokter memasuki ruangan..
"Maaf.. kami harus adakan pemeriksaan ulang.. Di harapkan semuanya keluar dulu…" Kata Dokternya.
Semua keluar kecuali Suster dan Dokter yang berada di dalam ruangan.
"Dokter.. Apa benar ia tidak selamat?" Tanya Susternya (kayaknya susternya naksir sama dia tuh…)
"Sus, sebenarnya dia hanya menderita luka lecet.. ga mungkin kan kalo gara2 lecet aja ampe mati?Lebay banget."
"Tapi kenapa Alat pendeteksi detak jantungnya…."
"Saya copotin dari badan saya koq sus…" Kata Lelouch yang tiba2 bangun dan bicara..
"MA… MAYAT HIDUUUUP!!!!" Teriak Susternya.
"Ssssh… saya ga mau sampe kedengeran teman2 saya yang ada di depan."
"Nak Lelouch, apa yang harus saya sampaikan pada teman2 di luar agar keberadaan anda yang sebenarnya tidak di ketahui oleh yang lain?" Tanya Dokternya.
"Bilang aja saya bisa di selamatkan, tapi butuh waktu yang lama…" Kata Lelouch.
"Tapi, apa nggak terlalu berlebihan tuh?" Tanya susternya.
"nggak koq.. biar saja mereka tau apa arti hidup yang sebenarnya" Kata Lelouch.
"Lah?Apa hubungannya" Tanya suster
"Ya… Hubungannya…." Belom sempet mentelesaikan, dokter langsung memotong pembicaraan.
"Sudahlah.. kita harus cepat2 keluar.. Kalo nggak, mereka bisa curiga." Kata Dokter
"Thanks ya Dok.." Kata Lelouch.. (Dok..Dok.. emang koDOK?)
Dokterpun keluar dan memberitahukan pada anak2 yang lain.
Yang lain masuk, dan Lelouch terlihat sudah sadar.
"Semuanya…" Kata Lelouch dengan nada yang lemas.(Lelouch pinter akting ya..)
"LULU…..Aku nggak mau kehilangan kamu…" Kata Shirley yang sudah tidak dapat menahan tangis bahagia.
"Nii-san.. Kamu tidak apa-apa?" Tanya Nunnaly
"Ya.. Aku tidak apa-apa…"
"Ne, Lulu… berterima kasihlah pada Kallen yang sudah bersedia menjagamu siang dan malam.." Kata Rival yang baru saja datang.
"Ka.. Kallen? Dimana dia sekarang?"
"Dia sedang berada di luar bersama Suzaku-san" Kata Nunnaly
Lelouchpun berjalan ke luar dan Kallen yang sedang tidur di pundak Suzaku.
"Lelouch.." Kata Suzaku.
Kallen tiba2 bangun dan menangis setelah melihat Lelouch yang sudah bisa berjalan keluar untuk menemuinya. Kallen memeluk Lelouch yang duduk di sampingnya.
"Lelouch.. Syukurlah kamu baik2 saja."
"Sudahlah.. Jangan menangis.." Kata Lelouch sambil mengusap kepala Kallen.
Walau Shirley cemburu, tapi karena kebahagiaan Lelouch bisa selamat, dia membiarkan Lelouch memeluk Kallen.
"ngomong-ngomong wanita berambut hijau itu kemana?" Tanya Nunnaly
Semua diam. Dan memandang Nunnlay dengan pandangan yang…. Gimanaaaa gitu… Lelouch hanya bisa diam. Pandangan mereka berpaling lagi menuju Lelouch.
"Sudahlah.. sudah… kita tidak akan mempermasalahkan masalah kan?" kata Rival.
"Aku tidak akan sedih lagi kok.." Kata Lelouch
"Ayo semua.. mari kita pulang.. besok kita jenguk Nii-san lagi.. Nii-san butuh istirahat sekarang." Kata Nunnaly
"Lelouch, Istirahat yang cukup ya…" Kata Rival.
"Lulu.. Semoga cepat sembuh." Kata Shirley
"Nii-san.." Kata Nunnaly dengan wajah yang sedih..
"Pulanglah Nunnaly.. Kamu juga harus banyak istirahat agar tetap sehat." Kata Lelouch
Semuanya pulang kecuali Kallen.
"Kallen, mengapa kamu tidak pulang?" Tanya Lelouch
"Dasar bodoh.. Kenapa kamu masih mencintai wanita yang telah menyakiti kamu?"
"Itu… Karena…"
"Kenapa kamu masih berharap dia kembali?"
"…."
"Kenapa? Apa dia begitu berarti bagimu?"
"…"
"Kami yang sudah menemanimu selama bertahun-tahun tidak pernah seperti ini sebelum kedatangan wanita itu."
"Tapi.. Dia.."
"Dia?Dia apa? Dia hanya seseorang yang sudah merusak kekerabatan kita semala bertahun-tahun."
"…"
"Sudahlah… Sebaiknya jangan di bahas lagi. Aku mau pulang."
Kallen meninggalkan Lelouch yang hanya duduk termenung dengan baju yang sedikit basah karena air mata Kallen yang menempel saat Lelouch memeluk Kallen.
Lelouch pun kembali ke dalam ruangannya. Tidur….
Malam hari pun tiba. Suasana rumah sakit sangat hening pada saat itu karena jam besuk malam telah usai. Waktu di Jam dinding telah menunjukkan angka 12. Gelapnya malam menyelimuti ruang Lelouch dan Hanya sinar bulan yang menemani gelapnya malam.
Lelouch berjalan kearah jendela yang berada di sebelah kanannya yang berjarak 1 meter dari tempat tidurnya. Ia membuka jendela untuk merasakan heningnya angin malam. Namun keheningan itu sirna setelah Lelouch mendengar suara seorang wanita bernyanyi…
Sono hitotsubu no shizuku de sae mo
Hana wo mamoru ka mo shirenai
Sono waraigao tada sore dake de
Sashinoberu te ni mo nareru
Sono furueteru koe atsumereba
Kaze wo okosu ka mo shirenai
Sono inochi to iu hakanaki akari
Tomoshite ashi wo susumeyou
Rararararararararan
Itsuka mata aou
Rararararararararan
Ikiteru kagiri
Toki wo koe toraerareteru
Afureru kono omoi ha nani?
Yasashisa ga mejiri ni niau
Ano hito-tachi ha ima doko ni iru no?
Tonari ni ha atarashii seki
Mirai no tame ni mata deau
Kazaranai mama dekiru dake
Ikite miyou kyou to iu hi
Kanashikute hito ha setsunai
Soredemo dokomademo michi ha tsudzuku
Rararararararararan
Kaze ga hakobu mono
Rararararararararan
Asu wo hiraku merodi
Lelouch segera mencari darimana suara itu berasal. Lelouch keluar melompati jendela ruangannya yang terbuka dan mencari suara itu. Ia menemukan seorang wanita berambut panjang dan berbaju putih.. (JANGAN-JANGAN…) yang bernyanyi dengan suara yang merdu.. Tempat wanita itu duduk, di kelilingi oleh bunga2 yang sudah menutup kelopaknya. Tiba2 Lampu taman bersinar terang sehingga warna rambut sang wanita yang berwarna hijau itu berkilau. Lelouch segera mengetahui siapa yang bernyanyi.
"Mengapa kamu ada di sini?"
"Aku hanya ingin menghibur diri…"
"Kenapa? Kenapa kamu di hantui rasa cemburu yang sangat tinggi?padahal kamu mengetahui kalau aku sangat mencintaimu…"
"Lalu? Kenapa kamu mencium Shirley di depan wajahku?"
"Aku? Aku tidak mencium Shirley di depan wajahmu.. Kamunya aja yang tau2 muncul tiba2 dan melempar buah kelapa itu tepat di atas kepalaku."
"Tapi kenapa? Kenapa kamu tidak melakukannya padaku?" (ikh.. C.C napsu)
"Karena aku merasa bukan saatnya kita melakukan hal itu. Aku butuh waktu."
"Waktu? Kalau kamu melakukannya bersama dia, kamu sudah tidak peduli lagi akan waktu."
"Itu.. Karena…"
"Karena kamu mencintainya sepenuh hati kan?"
"AKU HANYA MENCINTAIMU… Aku tidak mencintai Shirley."
"Lalu? Kenapa kamu berani menciumnya?"
"Aku tidak berniat menciumnya…"
"Kenapa kamu melakukannya?"
"kamulah yang menyebabkan semua ini terjadi. Seandainya saja kamu tidak menjatuhkan buah itu di atas kepalaku, maka tidak terjadi hal seperti ini.."
"Aku…" C.C mulai menangis.
"Sudahlah… Malam ini seharusnya di selimuti dengan keheningan. Tak sepantasnya seorang wanita menangis memecah keheningan malam" Kata Lelouch sambil memeluk C.C
C.C hanya terdiam dan menitikkan air mata kebahagiaan. Lelouch mengangkat dagu C.C dan menciumnya. Lampu taman pun padam. (WOI!!! MATI LAMPU!! PANAS!! MANA GENERATORNYA??)
Pagi hari, Shirley, Nunnaly, Rival, dan Kallen ingin menjenguk Lelouch sebelum berangkat sekolah. Tapi… Ketika mereka memasuki ruangan…
"Lu..Lulu?" Shirley kebingungan.
"Ada apa?" Lelouch tersenyum. Pagi ini dia sudah tidak memakai baju rumah sakit lagi. Tasnya yang berisi baju sudah ada di atas kasurnya. Tampaknya dia sudah ingin keluar rumah sakit.
"Lelouch? Kamu sudah sehat?" Tanya Rival
"Nii-san mau pulang?" Tanya Nunnaly.
"Ya.. Aku mau pulang. Dan lukaku juga sudah lebih baik."
"Syukurlah nii-san.. Kita bisa bersama lagi…" Kata Nunnaly bahagia.
"Hari ini aku mau masuk sekolah. Ada tugas yang harus aku kumpulkan." Kata Lelouch
"Nii-san, mari aku bawakan tasmu.."
"Ah.. tidak perlu.. aku bisa membawanya sendiri. Bisakah aku bicara berdua dengan Kallen?" Tanya Lelouch
"Baiklah.. Ayo semua.. kita pergi dahulu.."
Di ruangan itu tinggal ada Kallen dan Lelouch
"Kallen, aku mau minta maaf atas kejadian kemarin."
"Aku sudah memaafkanmu.."
"Tapi.."
"Lulu.. apakah kamu masih mau ikut berperang bersama kami?" Kallen langsung memotong pembicaraan
"Sebagai seorang pimpinan, tentu harus ikut."
"Tapi.. Lukamu.."
"Aku sudah merasa lebih baik dari pada kemarin. Bagaimana perkembangan perang di luar sama selama aku di rumah sakit?"
"Kita terkepung. Tapi aku sudah membalikkan keadaan. Keadaan kita dengan pasukan Britannia sekarang seimbang. Tapi kita kekurangan orang untuk perang selanjutnya."
"Berapa orang yang tewas?"
"kurang lebih 230 orang dalam bulan ini."
"Berapa sisa orang yang kita punya?"
"Sekitar 1500 orang."
"Berapa banyak pasukan Britannia?"
"Daerah Edo 200, Daerah Tokyo 450, daerah Hokkaido 150, dan sisanya menyebar di seluruh Jepang."
"Kira2 ada berapa pasukan?"
"Kalau di total, um… 500 bagian utara dan 1000 bagian selatan. Jumlah totalnya adalah 1500 belum termasuk pasukan yang akan datang 4 bulan lagi."
"Sial. Kalau begini…"
"Kita harus panggil orang dari China untuk membantu kita"
"Xing Ke.."
"Kurasa dia…"
"Baiklah. Aku akan memikirkan taktik selanjutnya. Perintahkan para anggota Black Order untuk segera berkumpul di markas." (Black Order? Koq jadi -Man?)
Siang hari saat seusai pulang sekolah, Lelouch langsung menuju markas dan memberikan perintah tentang strategi selanjutnya.
Pertempuran selama seminggu tetap seimbang. Akan tetapi pasukan yang seharusnya datang 4 bulan lagi, di percepat. Sehingga pasukan Zero terdesak.
2 Hari kemudian, Zero terkepung. Kallen kehabisan tenaga. Pasukan Zero yang lain juga terkepung di daerah Jepang yang berbeda. Apakah Lelouch akan tertangkap? Apakah Jepang tak terselamatkan?
Simak cerita selanjutnya….
HOALAH…
Selesai juga….
Ripiw2….
