The Great Escape

...

Bag, 1-Chapter 2.

...

...

Happy Reading Minna...!

Bulan yang indah,suara jangkrik yang begitu menganggu, wangi mawar yang memuakkan. Seorang gadis beranjak menuju jendela, mata amytheistnya memandang sedih kearah luar seakan ada sejuta kesusahan yang digenggam dalam otaknya.

Gaun malam yang begitu nyaman, ia bersidekap seakan merasa sesuatu yang aneh. Segera saja ia pergi; menuju ranjang yang tak jauh darinya. Ia memandang banyak sekali bunga-bunga dan sulur yang bergelayut didalam ruangan ini, salah satunya bunga yang berwarna ungu.

"Apakah benar adanya Pangeran akan menemukanku?menyelamatkanku?lalu..."

"Kami akan menikah?"

Gadis itu tersenyum senang,namun tiba-tiba ia bersedih kembali. "Bagaimana jika... Jika ia mati diperjalanan...?" ia segera beranjak kembali dan berlari menuju jendela, ia memandang ke seluruh penjuru. Segera saja berbalik untuk mengambil teropongnya namun ia berbalik lagi dan begitu seterusnya hingga ia terduduk diatas ranjang.

"Bagaimana kalau ia tergoda oleh para Nymph disana?"

Ia yang memiliki surai Indigo yang panjang segera mengambil pena yang berada disamping meja riasnya, "Sai... Bangun Sai..." desisnya pelan sekali. Hingga sosok burung hantu yang keluar dari tinta pena yang menumpuk itu menjawab desis-nya.

"Ada apa Tuan Putri...?"

"Sai... Kau kan bisa keluar dari jendela ini..."

"Lalu...?"

"Tolong cari Pangeran yang akan me-"

"Tidak bisa Tuan Putri..."

Gadis itu cemberut, suasana yang tadi penuh semangat menjadi keruh akibat kejujuran burung hantu itu. "Kenapa...?" tanya dirinya penasaran kepada burung hantu yang berasal dari pena miliknya itu. "Tinta akan luntur terkena air Tuan Putri..."

"Ah... Kau benar..." ia menunduk, sedangkan Sai-burung hantu itu- menarik nafas panjang dan kemudian berkata "Lebih baik anda menunggu hingga hari itu tiba..." ia yang mendengarnya agak bersemangat kembali, esok pagi Nenek itu akan datang untuk memotong rambutnya, saat itulah mungkin ia bisa bertanya sesuatu.

...

...

...

...

...

...

Tik-tik-tik...

Sasuke segera menepi ke rumah terdekat yang diikuti oleh Naruto, setelah bermalam dan menjelajah dari Ngarai tersembunyi dan menemukan beberapa tanaman obat. Setengah hari mencari alternatif untuk melewati Ngarai dengan membawa kuda mereka serta, Sasuke ogah sekali untuk meninggalkan kuda mereka.

"Kau memiliki mode sage Naruto..."

Naruto bergidik, mata onyx itu seakan menelannya atau seakan berkata 'angkat kudaku dan panjat!' . Naruto segera mundur tiga langkah, sedangkan Sasuke yang tidak tahu hanya mengangkat bahu dan berbalik melepas ikatan pada batu, lalu ia menaiki kudanya. "Ayo... Cepatlah!"

"Eehh...?"

Sasuke menarik tali yang membuat kudanya berbalik arah, dan segera berpacu untuk menelusuri jalan didepannya. Naruto yang baru tersadar langsung melompati kudanya dan memotong tali kudanya, gerakan yang terlalu tiba-tiba membuat kudanya kaget hingga berpacu sebelum Naruto memberi perintah.

Akhirnya setelah melewati jalanan yang kecil dan dipenuhi oleh kaktus mereka dapat keluar dari ngarai itu tanpa harus memanjatnya. Kini Sasuke tengah menikmati ocha yang disuguhkan pelayan penginapan, untungnya didesa yang mereka lewati terdapat penginapan sederhana.

"Sasuke..."

"Hn...?"

Naruto terdiam sebentar, kemudian melanjutkan dengan nada serius. "Sebenarnya ada peserta lain selain kita...dia kemungkinan akan bersama kita...ttebayo" Sasuke memandang Naruto dengan bingung, kemudian tak memperhatikannya lagi. "Ba-bagaimana...ttebayo?" tanya Naruto dengan penuh serius, menantikan jawaban dari Sasuke.

"Terserah saja..."

"Dia seorang Putri tunggal ttebayo...!"

"Oh..."

"Namanya Hinata Hyuuga ttebayo..!"

Sasuke terdiam cukup lama, seingatnya Kerajaan Hyuuga dan Kerajaan Haruno memilki hubungan cukup buruk. Ah entahlah, ketika Kakaknya-Itachi Uchiha mendaftarkannya dalam sayembara ini bahkan ia tak tahu Kerajaan Haruno dan Kerajaan Hyuuga seperti apa. Bahkan yang bernama Tuan Putri Tunggal Haruno Sakura-pun ia tak tau bentuk wajahnya, yang ia tahu dari Itachi bahwa rambutnya panjang dan bermata amytheist.

"Seperti apa dia...?"

Naruto sedikit kaget, ia sempat gelagapan ketika Sasuke merengsek dan memaksanya untuk memberitahukan bagaimana wajah Tuan Putri Tunggal Sakura. Namun setelah terdiam sambil berpikir Naruto pun menyuruh Sasuke untuk memperhatikannya.

"Baiklah..."

"Teme, kau tau kan bahwa banyak yang mengatakan kalau Putri itu memiliki rambut berwarna merah muda dan mata emerland, ttebayo...?, sebenarnya rumor sedang menyilangkan sejarah, ttebayo...!"

Naruto berwajah serius, dan Sasuke yang mengakui kalau Naruto akan lebih tanggap dan tahu tentang sesuatu hal yang tidak logis. "Maksudmu, Dobe...?"tanya Sasuke kembali, wajahnya tak karuan,kalah dengan rasa penasarannya.

"Sebenarnya, aku mengetahui ini dari Raja Haruno sendiri saat mengadakan rapat perjanjian dengan Ayahku, kalau sebenarnya Putri Tunggal Haruno Sakura itu rambutnya indigo dengan mata amytheist yang khas ttebayo...!"

"Perjanjian?"

"Agh!, tentang perang dan ekonomi Sasuke..., Teme kau!"

"Huh?"

Naruto langsung ambruk pada kasurnya dan berbalik untuk tidur, Sasuke sedikit bingung dan curiga. Namun hal itu menghilang ketika ia merasakan hawa yang aneh pada ruangannya, segera ia beranjak dan mendekati jendela. 'Wuussshh!' sebuah sluet hitam yang cepat tampak sekali didepan matanya, sang 'Raja Susano'o' itu langsung melompat mundur dan bersiaga.

"Naruto! Cepat bang-!" Sasuke terkejut dengan sesuatu yang menusuk punggungnya, dan saat ia menariknya. Sasuke menyadari sebuah jarum yang terisi suatu cairan,sialan! Itu bius! Sasuke mendecih, dan ambruk seketika.

Sosok yang berdiam diatas langit-langit langsung melangkah cepat diantara balok-balok kayu suaranya cukup berisik 'Brak-Brak! Bruukk!' tiba-tiba orang itu turun dan berdiri tepat disamping tubuh Sasuke. Ia mengamatinya dengan cermat dan teliti lalu memalingkan mukanya pada Naruto.

"Hampir saja, ttebayo..." ucap Naruto dengan gaya aneh, mata shappirenya sempat menatap orang itu ,dengan senyuman khas ia menyambut longokan orang itu. Lalu menunjuk Sasuke sambil memberi tanda, "Tenang saja, dia dibius total..."

"Oh... Pantas saja, ternyata Tuan Putri sendiri yang melakukannya ttebayo..."

Wanita itu mendekat kearah Naruto, rambutnya yang pendek dan berwarna merah muda terlihat jelas karena tudungnya yang berwarna merah dilepas. "Naruto-dono..." katanya formal.

"Duh-duh... Tak perlu memanggilku dengan embel-embel dono...ttebayo, Kau bisa memanggilku dengan Naruto saja... Saku-ah... Maksudku Hinata..."

Wanita itu memicingkan mata, sedikit memperlihatkan wajah dan aksen tubuh yang menandakan ketidaksukaannya. Naruto yang melihatnya menjadi tertawa tidak jelas, lalu kembali memandang wanita didepanya.

'Murid Ratu kelima dari Kerajaan Terkuat Senju, mewarisi tehnik; Seribu penyembuh : Regenerasi tanpa batas atau sering dipanggil tekhnik Byakugo, dan juga bentuk sage yang tidak serupa dengannya, seperti sage mode. Hanya saja lebih mengutamakan ke regenerasi ketimbang kekuatan tubuh...'

'Monster,Mesin Pembunuh,Dokter sekaligus seorang Putri yang amat dihormati...'

"Sampai kapan aku menjadi Hinata...?"

Naruto tersadar, ia kembali mengingat-ngingat apa yang dikatakan Itachi-nii padanya. "Sampai kita membunuh Putri Hinata..." lalu melanjutkan "Dan sampai kita berhasil melenyapkan Kerajaan Hyuuga..." wanita itu yang sebenarnya juga sedikit kasihan dengan wanita yang bernama Hinata, tapi ini adalah tugasnya akhirnya ia hanya bisa mengangguk.

"Baiklah kalau begitu,aku kembali dan... Sampai berjumpa besok!"

Naruto tersenyum khas, ketika sluet itu menghilang dengan cepat. Ia segera mendekati tubuh Sasuke dan membaringkannya di kasur, ia membuat segel dengan gerakan tangan 'babi-anjing-naga' dan menyentuh kedua telinga Sasuke. "Gomen Teme, ini akan membuat apa yang kau dengar dan lihat tadi menjadi hal yang paling cepat kau lupakan..."

Naruto memandang Sasuke yang menjadi normal kembali, efek bius mungkin berkurang dan mengingat bila ia telah melakukan hal yang seburuk ini. Ah bukan! Jika Sasuke mengetahui hal ini, apakah Sasuke masih mau memanggilnya 'Dobe?' atau malah mengejar dan membunuhnya?

Naruto masih terngiang akan kata-kata Itachi, benarkah ia mengunakan Koto Amatsukami padanya? sehingga Naruto mau dengan mudah menurut pada Raja Genjutsu itu? Naruto memandang jendela, langit-langit, dan kemudian bantal dan gulingnya sendiri, ia hanya bisa menarik nafas dan bringsut menuju kasurnya sendiri.

...

...

...

...

Sosok yang tak dikenal disana membuat suasana begitu tegang, bukan!mereka mengenal dengan baik wanita muda disana. Hanya saja tak ada yang berani untuk sekedar menenangkan wanita itu, melihat dari kondisi meja yang langsung terbelah menjadi dua dan suara mengelegar miliknya. Ialah yang dijuluku Ratu Katsuyu, Monster sekaligus Dokter; Tsunade Senju, Ratu kelima dari Kerajaan Senju.

Dan wanita yang tampak lebih tenang, tangannya disilangkan ke dada, wanita itu memandang wanita disampignya dengan jengkel. "Tenanglah Tsunade..." ucap wanita berambut merah dan bercepol dua itu, ialah sang Ratu Abadi; Uzumaki Mito yang kabarnya selamanya ia akan menjadi ratu, karena ia meminum semua ramuan dari Nymph yang direbus.

"TIDAK NENEK...! AKU TAK PERCAYA!"

"Tsunade-dono..."

"Hiashi-dono...!," seru Tsunade ketika melihat lelaki yang dipanggilnya Hiashi membuka pintu dan duduk didepannya dengan sedikit gusar. "Tsunade-dono, kami telah siap berubah bentuk kepemerintahan..." Tsunade malah tersentak, bagaimana bisa Kerajaan Hyuuga yang telah ada sejak ribuan tahun mengalahkan Kerajaan Senju mau berubah sistem?

"Apa maksudmu?"

"Kami akan menjadi Klan biasa yang tersebar Tsunade-dono..."

Tsunade berpikir sejenak, dengan begitu besar peluang untuk memata-matai Kerajaan Uchiha dan Kerajaan Namikaze jauh lebih besar. Kontroversi yang masih berlangsung dan rumor baru mengatakan bahwa ketiga Kerajaan akan menyerang Kerajaan Hyuuga dan Kerajaan Senju lalu mendirikan 'Satu Raja' ,Tsunade langsung mengangguk paham.

"Dan kemungkinan ditemukannya Hinata semaki besar..."

Tsunade masih terdiam, merasa sangat bersalah, andaikan dulu ia tak meninggalkan Hinata yang masih kecil didalam kamarnya. Dan menyerahkannya pada Pamannya yang mungkin akan mengasuh Hinata dengan baik daripada dirinya. Padahal ia adalah Putri Tsunade Senju cucu dari Raja Pertama.

"Saya tak menyalahkan anda... Ketika penyerangan yang dilakukan oleh Raja ketiga Shisui Uchiha saat itu, saya hanya bisa menitipkan Hinata pada anda..."

"Dan saya tak membantu Kerajaan anda sama-sekali... Saya sangat malu..."

"Anda tak perlu begitu, kepercayaan anda membantu kami dalam segi ekonomi-dan perjanjian lain sangat berguna bagi kami..."

Tsunade terdiam lalu memandang Mito, "Nenek... Apakah Kerajaan Uzumaki juga mau sedikit menyumbangkan kekuatan?" Mito menatap cucunya dengan sedikit sendu, teringat olehnya wajah Hashirama. Memang mereka sangatlah mirip bahkan dalam gaya bicara-pun mereka amat mirip,

"Tentu...!" katanya dengan tersenyum ramah.

Mito mengingat dulu, ketika ia masih muda. Saat itu hanya ada empat Kerajaan besar; Kerajaan Hyuuga, Kerajaan Uchiha, Kerajaan Uzumaki dan Kerajaan Senju. Hingga Pangeran Hashirama menikah dengannya dan menghasilkan keturunan, kemudian kabar burung mengatakan Madara Uchiha; Raja kedua Kerajaan Uchiha-yang menikah dengan wanita yang diduga seorang Nymph bernama Mei Terumi menghasilkan keturunan pilihan Uchiha. Hingga seorang Pangeran Hyuuga dengan Putri Kerajaan Uchiha yang memiliki darah pilihan menikah dan menetap di Kerajaan Hyuuga, saat itu juga terjadi cinta sedarah antara Putri itu dan Pangeran Shisui yang merupakan Kakak kandungnya.

Anak mereka bernama Hinata Hyuuga, saat penyerangan itu terjadi Hinata diubah menjadi bunga lotus oleh sang Ibu dan selamat hingga generasi selanjutnya. Ketika Raja Shisui memerintah, Raja ke-50 Hiashi Hyuuga meminta anak kepada sang Dewi Otsutuki Kaguya,diberikannyalah seorang bayi perempuan dari bunga lotus.

Namun, sang Dewi berpesan agar anak itu kelak jangan sampai bertemu dengan Uchiha. Sedikit atau bahkan hanya melihat sluetnya saja dapat dipastikan sang anak tidak akan bisa normal kembali. Itulah mengapa Hiashi mengirim anaknya kepada Tsunade yang masih menjadi Putri.

"Jangan sampai diketahui oleh banyak orang... Kalau kau akan mengubah sistem Kerajaanmu..." Tsunade berbisik,sedangkan Hiashi menyela. "Hanya sistem, aku menjadi Ketua Klan dan kedudukanku sama dengan Raja, Tsunade-dono..." Tsunade kembali menghelai nafas ia pun melanjutkan.

"Baiklah... Sekarang kita hanya mengirimkan tim lain yang akan menuju Puri Crystal, mungkin akan memiliki rute yang berbeda... Aku akan mengirimkan Ino-Shika-Cho, sedangkan kau?"

"Aku akan mengirimkan Neji dan Kabuto..."

Tsunade tampak tertarik, ia menyeringai "Eh-Eh... Kabuto-kah?" sedangkan Hiashi hanya tersenyum sedikit, "Ahli rute strategis yang cerdas dan cerdik..." Hiashi menambahkan. "Kabuto akan menjadi kunci dari keberhasilan kita..." ujar Tsunade sambil beranjak meninggalkan ruangan, diikuti Mito dan Hiashi.

...

...

...

...

"Nah, perkenalkan ttebayo!"

Naruto berseru dengan semangat membara,ia menepuk-nepuk bahu gadis disampingnya dengan tenaga sedang. "Namanya Hinata Hyuuga dattebayooo!" gadis itu memakai pakaian warrior berdesign bunga sakura,berwarna merah muda sama seperi helaian rambutnya. Katananya yang bersarung hijau emerland sama seperti iris matanya.

"Sa-salam kenal..."

"Hn..."

Naruto mendekat pada Sasuke, ia berbisik dan kemudian menyikutnya. "Argh! Jangan begitu Sasuke!, lihatlah... Hyuuga, Sasuke...! Kau belum pernah lihat kan?" alis Sasuke berkedut, ia memandang Naruto dengan deathglarenya. 'Duagh!' tiba-tiba Sasuke menjitak Naruto.

"Bahkan kau juga belum pernah lihat,Dobe...!"

Naruto sedikit terkejut, wanita didepannya itu terdiam sebentar. Lalu Naruto tertawa kembali, "A-ah... Iya juga ya..." Naruto hanya menggaruk belakang kepalanya. Sasuke langsung berbalik dan menaiki kudanya, "Cepatlah,Dobe... Dan kau Hinata..." Sasuke langsung menarik tali kudanya.

"O-Oi!" Naruto kembali melompati kudanya, ia segera memberi aba-aba pada gadis dibelakangnya. Dan mereka akhirnya bersama-sama berpacu, tujuan mereka setelah Ngarai tersembunyi adalah Taman Bunga Teratai, atau yang sering dikenal oleh banyak orang adalah Hutan Kematian.

...

...

Ketika cinta yang berubah menjadi rantai kebencian yang tak pernah putus.

...

...

Hutan Kematian, yang pernah dikunjungi oleh Naruto sewaktu masih muda dan tak tau apa-apa. Ia belajar disana bersama sang Shishou ; Jiraya sang pertapa genit, singkatnya Jiraya Ero Sennin selama 7 tahun. Hingga sekarang ia bergelar sebagai 'Jubah Siluman Kyuubi' Pangeran paling ditakuti dan paling ganas ketika bertarung.

Naruto tahu betul bagaimana Hutan Kematian itu, disana penuh dengan pohon-pohon raksasa menjulang dan juga banyak binatang buas yang sangat mengerikan. Dan ancaman yang paling dihindari adalah, para Nymph yang berjenis laki-laki. Mereka akan menyerang manusia dan memakan mereka hidup-hidup sedangkan untuk Nymph wanita, para manusia yang melihat mereka akan langsung tersihir dan mengikuti mereka karena kecantikan dan keelokan mereka. Tentu saja Nymph wanita yang lemah akan berlari ketakutan, saat itulah Nymph pria akan memakan manusia.

Namun, ketika Raja Hashirama datang. Banyak sekali Nymph laki-laki yang dikurung dan diubah menjadi pohon, kemudian oleh Jiraya ketika mengajari Naruto. Para Nymph laki-laki menjadi target latihan mereka dan dibantai habis-habisan, namun banyak orang mengetahui bahwa Raja Hashirama-lah yang membantai Nymph laki-laki.

Pembantaian Nymph wanita pun dilakukan secara bersamaan dengan kejadian pengurungan dan pengubahan Nymph laki-laki, Ratu Mito yang menguasai sebuah tekhnik ikatan dewa; pengikat, langsung menjaring para Nymph yang berjenis wanita dan meletakkannya pada sebuah wadah raksasa dari logam tipis yang telah diberi sedikit air.

Tak disangka bila masih tersisa diantara mereka, bahkan Ratu Mito yang mendengar pernikahan Raja Madara langsung menjatuhkan teh mawarnya, jurusnya tak mungkin meleset. Ia menyadari, pasti ada sesuatu yang terjadi, segera ia menuju Kerajaan Uchiha dan menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri.

Nymph wanita itu memiliki rambut panjang berwarna coklat dan mata emerland yang cukup indah, wanita itu memang sangatlah cantik. Mereka terlihat bahagia, walaupun dengan sedikit ekspresi yang berbeda, Ratu Mito Uzumaki terdiam lama. Baru saja ia mendapatkan ekspresi sadis dari Raja Madara yang diarahkan padanya.

"Mungkin hanya tinggal menunggu tanggal mainnya saja..." batin Ratu Mito dan berbalik sedikit mencari tempat untuk duduk, ia memandang dengan bahagia, memandang sahabatnya yang telah mendahuluinya.

Kembali, ketika ia mendengar kabar mengejutkan tentang direbusnya Permaisuri Uchiha. Ratu Mito langsung menuju Kerajaan Uchiha untuk memastikan apa yang ia dengar, dan ia sendiri yang menyaksikan sisa-sisa bunga mawar coklat didalam gelas kristal besar.

"Ada apa Ratu Uzumaki?"

"Madara-dono?"

"Hn... Seperti yang kau lakukan bukan?"

"Bukan itu maksudku!, kau-kau!"

Raja yang bergelar 'Iblis Neraka' itu langsung menarik tangan sang 'Ratu Abadi' ,mereka berpelukan dan tubuh mungil 'Ratu Abadi' berada dalam rengkuhan tubuh besar sang 'Iblis Neraka' . "Ini sama seperti yang 'kau' lakukan..." ujarnya setengah berbisik, ia memandang ratu Abadi yang masih terkejut dengan apa yang terjadi.

"Bu-Bukan! Le-lepas! Lepaskan aku!"

"Seperti biasanya... Kau selalu menolakku..."

Ratu Mito mundur beberapa langkah, ia benci pada hal ini. Andai saja ia tak bertemu dengan dia! Iblis ! Mesum! Ratu Mito sedikit menundukkan kepalanya, " Aku tidak berpura-pura menyukainya dan menikahinya! Lalu merebusnya sebagai minuman! Aku melakukan hal itu karena aku adalah Ratu!" ujarnya sambil sedikit terisak.

"Kalau begitu aku sebagai Raja!"

"Bukan begitu... Madara-dono! Kau selalu saja-selalu saja!"

"Bukankah Hashirama masih ada dimedan perang-kan?, bagaimana kalau-"

"Aku, sampai kapan-pun tak akan mengkhianatinya!"

Iblis itu tersentak, memandang tidak suka. Matanya yang onyx seakan mengintimidasi Ratu Mito, wanita itu berbalik dan melangkah menuju pintu utama. Ia-tanpa menoleh-terus berjalan, ia terisak dan isakan itu berhenti ketika pintu utama dibuka oleh pengawal.

Dari situlah, permusuhan itu muncul. Uchiha sangat membenci Senju dari berbagai hal. Dan Uzumaki yang sangat membenci Uchiha akibat kelakuan Raja Madara yang menurut mereka tak bisa dimaafkan. Lalu, Uchiha dan Hyuuga...

Hyuuga tidak membenci Kerajaan manapun, mereka netral. Hanya saja, untuk mempertahankan diri dari serangan Uchiha terdahulu, mereka bersatu dan menjalin hubungan dengan Kerajaan Senju dan Kerajaan Uzumaki. Hingga pecah peperangan dan Shisui yang dibunuh oleh Hizashi-sahabat Hiashi ; salah satu penasehat, Uchiha sangat membenci Kerajaan ini.

...

...

Bersambung...

...

Maaf kalau buatan Osstreich agak hancur, Oss susah nemuin kata-kata dan ini adalah kisah cinta klasik (maunya Oss sih...), jadi perlu pikir-pikir banyak.

Oss gak bisa nyalamin satu-satu readers-san... (maafin Oss yak!), kalo bisa bantuin Oss biar banyak yang baca fanfict ini...

Buat yang minta dialognya diluar paragraf, Oss usahain, tapi mohon dimaklumin kalo masih ada yang nyampur di paragraf, mungkin di chapter selanjutnya dialog udah bisa Oss sesuaikan.

Genrenya : Adventure, Classic Roman, Horror, Humor,Suspend,Supernatural,Werewolf,Tragedy,Western,History,sedikit bumbu Sci-fi,dan Dark Fantasy.

Hinata muncul kok, kalo masih bingung disarankan membaca ulang ;) mungkin ini sedikit harap Review dari Readers-san.

Deidara : "Yak, aku doa'in un, semoga yang ngereview banyak un...!"

Osstreich : "Makasih Dei... Ente baik bener hari ini..."

Deidara : " Nothing is 'Not' for you..."

Osstreich : "#tepar".

...

Original by : Osstreich