Tasty Love
Disclaimer : Belong to Masashi Kishimotto
Story Original by my self
.
Warning : AU, Typo, OOC and many more
.
.
.
Don't like, Don't read !
Satu minggu kemudian ...
Selama seminggu penuh , Sasuke terus mengasah kemampuannya dengan memasak beberapa jenis makanan. Tanpa tidur tanpa istirahat ia terus berlatih, entah apa yang ada difikiran pemuda raven itu. Sasuke tetap bertekad untuk mempertahankan kedai ini dari wanita kejam bertampang menawan.
"Sasuke-kun istirahatlah, ibu tak ingin kau sakit" Mikoto mengusap pundak perlahan anaknya yang sedang bergelut didapur, aroma ikan, asap, saos, bercampur menjadi satu ditubuh Sasuke. Tak peduli seperti apa dirinya , ia terus memasak dan memasak.
"Hoy kau malah menghambur-hamburkan uang Sasu. Lihat ikan dan nasi itu terbuang secara percuma" tunjuk Itachi pada wastafel yang berisi beberapa potong ikan yang gagal dan itu menjadi mubazir.
Tak ada respon , Sasuke tetap fokus pada kegiatannya.
Kliing ...
Bel pintu berbunyi tanda pelanggan datang ke kedai itu. Itachi yang mendengarnya segera menghampiri sang pelanggan.
"Selamat dat –"
"Uchiha Sasuke , mana janjimu ! " Sakura memotong sapaan Itachi seraya bicara dengan lantang. Ia berjalan mendahului pemuda raven itu dengan langkah angkuh , Yamato berjalan mengikuti Sakura dari belakang. Kali ini mereka datang tidak berdua, Sakura membawa beberapa orang lainnya.
Orang-orang yang sedang makan disana kini beralih menatap sekumpulan orang asing yang berpenampilan mewah. Suasana mendadak tegang terutama Mikoto dan Itachi.
Sasuke masih belum sadar akan kehadiran Sakura karena ia masih sibuk dengan masak memasaknya.
"Siapa mereka?"
"Mungkin orang yang akan menggusur kedai ini"
"Benarkah itu?"
"Kau tidak tahu Watase? Orang-orang disini membincangkannya"
Desas-desus pelanggan disana berdebat seputar kedai Uchiha , rupanya berita digusurnya Uchiha sudah menyebar ke telinga masyarakat.
"Kasihan nyonya Mikoto ya"
"Iya"
.
.
"Silahkan duduk" Itachi mendadak panik, sesuai yang dikatakan ibunya. Wanita itu sangat membenci kotor, jadi ia segera membersihkan tempat duduknya dengan lap yang menggantung dileher Itachi. Tak peduli soal harga dirinya , itu sudah hancur sejak wanita itu menginjakan kaki dikedai ini. Baru pertama kali Itachi merasa takut dengan wanita.
Pemuda raven itu berlari kedapur untuk menemui sang Ibu dan Sasuke.
"Gawat perempuan itu sudah tiba, terlalu pagi untuk mereka datang kemari. Kita belum persiapan apa-apa" Itachi mondar-mandir sendiri seraya mengacak rambutnya. Ia tahu kalau kondisi kedainya sangat jauh dari kata sempurna maka pihak Haruno mempunyai alasan untuk membangun ulang kedai ini. Ya minimal mereka membersihkan meja dan ada sedikit wewangian disana.
"Kalian jangan panik, serahkan semuanya padaku" kata Sasuke menenangkan sang kakak dan ibunya. Mikoto memainkan jarinya panik, sepertinya ia merasa bersalah atas kelakuannya seminggu yang lalu.
Ia menghela nafasnya dalam-dalam. "Kuserahkan semuanya padamu, Sasuke" kata sang ibu, Sasuke menagguk lalu berjalan menghampiri orang-orang berjas sambil membawa semangkuk makanan diatas nampan yang masih dihiasi kepulan asap.
Sasuke meletakan hidangannya tepat dihadapan sang gadis.
"Aku tidak memesan makanan, kami datang kesini akan menagih janjimu, dan waktu berfikirmu sudah habis, Sasuke"
Semua mata tertuju pada mereka, suasana mendadak tegang bahkan lebih tegang dari sebelumnya. Namun Sasuke tak menunjukan ekspresi takut sedikitpun, ia tetap percaya diri dihadapan Sakura.
"Kau memang tak memesannya , tapi aku minta kau mencicipi masakan buatanku. Anggap saja ini sebagai permintaan maafku padamu soal sumpit yang kemarin, dan aku akan merasa terhormat kalau kau mau mencicipi masakanku mengingat kau tak menyentuh ramenku sedikitpun waktu itu".
"..." Sakura menatap lekat-lekat pemuda itu lalu beralih menatap masakan buatan Sasuke yang wanginya sudah mengelilingi hidung Sakura.
"Sesuai permintaanmu aku sudah meletakan sumpit dengan benar dan itu terjamin dengan kebersihannya" ucapnya kembali.
"Apa ini?" tanyanya sambil membawa sumpit.
"Donburi "
Sakura menatap heran pada masakan itu. "Donburi? Kenapa tampilannya seperti ini?" memang berbeda dari biasanya , Sasuke tak meletakan sayuran, ikan dan daging diatas nasi, tapi ia letakan secara terpisah berserta kuahnya yang berada dalam mangkuk kecil.
"Cobalah" pinta Sasuke, ia berharap memakan setidaknya secuil saja karena itu akan menentukan nasibnya serta kedainya.
"Baiklah kalau kau memaksa" akhirnya Sakura mengambil Nasi, sayuran dan ikan lalu memasukan kedalam mulutnya. Lalu ia mengambil sendok untuk mengambil kuah yang berada disamping hidangan utama, saat kuah tersebut sampai dilidah Sakura, wajahnya mendadak berubah. Ingin sekali ia memakannya lagi namun Sakura masih menjaga imej nya.
"Kau memasukan apa kedalam kuah ini?" Tanya Sakura
"Aku hanya mengganti Dashi dengan miso lalu Mirin secukupnya serta aku memakai sayuran dengan kualitas terbaik" jawab Sasuke mantap, sudah jelas dilihat dari ekspresi wajahnya Sakura bisa menerima masakan buatan Sasuke.
"Aku akan memasakan kembali khusus untuk anda jika anda menginginkannya lagi , asalkan anda membatalkan pembangunan Haru's" Ucap Sasuke percaya diri karena ia yakin Sakura menyukai masakannya.
Sakura mengerutkan dahinya, sekilas Sasuke melihat Sakura berdecih, jujur ia akui kalau masakan buatan pemuda ini sudah menghipnotisnya. Dari sekian hidangan lain makanan ini setara dengan makanan istimewa.
"Sepertinya aku menemukan yang lebih menarik dari tempat ini ... Aku HARUNO SAKURA mengakui kehebatanmu dalam memasak. Maka kuputuskan kau harus ikut dengan kami, Uchiha Sasuke"
"!"
Mikoto dan Itachi kaget , bahkan itu lebih mengerikan dari sebelumnya.
Mikoto rela menjual kedainya asalkan putranya baik-baik saja tapi sekarang rasa takut yang terus menghantui Mikoto sudah terjadi.
"Tidak , aku lebih memilih kau membeli kedai ini saja dari pada mengambil Sasuke" Elak Mikoto
"Saya tidak mengerti dengan jalan fikir anda, kupikir anda juga setuju nyonya Mikoto. Ini merupakan keputasan yang terbaik bahkan aku sudah terlalu baik untuk anda, ini pertukaran yang seimbang karena Sasuke bisa memperngaruhi bisnis kami selain tempat ini"
Gadis itu tetap tak mau kalah dan teguh pada keinginannya, ia memang tak jadi membeli kedai Uchiha tapi ia mengambil yang terbaik dari sana yaitu sang koki. Sakura berniat menjadikan Sasuke sebagai chef di resto nya nanti karena bagi Sakura membangun cabang dengan hadirnya pemuda raven tersebut sama seimbangnya dengan pendapatan Haru's , itu menurut kalkutor Sakura.
Sakura yang notabenenya ahli dibidang kuliner mengakui kehebatan Sasuke apalagi orang-orang biasa, Sakura memprediksi kalau mereka akan menyukai masakan Sasuke.
'pantas saja kedai ini tak sepi dari pengunjung. Sial ada kedai lain selain Ichiraku yang menghambat bisnisku. ' Inner Sakura.
Sedikitnya kedai Uchiha sepi karena Sasuke si koki handal menghilang dari sana.
Wanita helaian pink itu memang selalu mempunyai rencana tak terduga, buktinya dia malah membawa pulang Sasuke bukannya membeli tanah.
"Cepat kemasi barangmu. Aku tunggu kau dimobil"
'Bruuuukk'
Tidak diduga , Mikoto bersujud dihadapan wanita keturunan Haruno itu kepalanya bahkan menunduk sampai kebawah. "Kumohon jangan ambil anaku, kau boleh mengambil apapun asalkan jangan anaku, dia adalah hartaku yang paling berharga. Kumohon nona Sakura" Mokoto terisak
"Kau masih punya satu lagi kan" Tunjuk Sakura pada Itachi. Memang benar disana masih ada Itachi tapi bagi sang ibu tetap tak ingin anaknya diambil. Raut wajah Itachi sedikit menegang. Perempuan ini sudah benar-benar menghancukan semuanya.
"Berdirilah nyonya. Kami membawa Sasuke bukan untuk keuntunganku saja, tenanglah anda juga akan mendapat hasilnya. Kami membawa sejumlah uang yang cukup banyak untuk kedai ini. Ya anggap saja saya memberi modal"
"Kau sama saja membeli adiku !" Elak Itachi yang sedari tadi diam mematung kini giliran dia angkat bicara.
Sasuke bergeming, ia tetap pada posisinya , ia benar-benar bertekad mempertahankan kedainya. Sasuke berjalan mendekati sang kakak. "Cukup Itachi, ini pilihanku sendiri. Aku akan ikut bersama mereka setidaknya kedai ini baik-baik saja. Jagalah ibu dan terimalah uangnya. Segera lunasi hutang kita, aku tidak ingin membuat ayah marah disana".
Itachi menatap sang adik dengan tatapan cemas bercampur kecewa, ia rela ditukar dengan sejumlah uang demi kedainya yang berharga. Sasuke benar-benar nekat dan berani bertindak.
"Sasuke, kau .." desis Itachi.
"Sa-sasuke-kun" suara samar seorang wanita terdengar tak jauh dari sana. Wanita itu menatap Sasuke sedih dan tak percaya. Ia mengalihkan pandangannya pada wanita itu.
"Jangan khawatir Hinata-chan, aku akan baik-baik saja. Percayalah padaku" jawab Sasuke meyakinkan gadis pujaannya. "Jagalah dirimu baik-baik" ia tersenyum kearah gadis yang bernama Hinata.
Sebuah senyum mengembang diwajah sang Lady Haruno. "Perpisahan yang menyedihkan" desisnya. "Waktumu 10 menit, cepat kemasi barangmu , aku tunggu kau dimobil sekarang" Sakura berdiri dari duduknya namun langkahnya terhenti saat Yamato memanggilnya.
"Ano, nona Sakura apa aku boleh menghabisi makanan ini?"
"Ya , makanlah" jawabnya lalu ia kembali melanjutkan langkahnya.
Laki-laki itu sempat berfikir, hanya sepiring Donburi mampu mengubah fikiran Sakura dan itu membuat Yamato tertarik untuk mencicipinya.
"Ittadaikimasu" ia mengambil sumpit lalu melahapnya.
"L-luar biasa , rasanya begitu gurih dan manis. Rasa mirin mampu menetralisir ikan dengan baik dan sayuran ini terlihat begitu segar" Yamato menghabiskan makanan itu sampai bersih.
.
.
"Ibu maaf , hanya ini yang bisa aku lakukan. Jangan sedih aku pergi tidak untuk selamanya, aku hanya tinggal sementara bersama Nona Sakura. Aku akan pulang ketika aku merindukan ibu" Sasuke memeluk sang ibu dengan erat seolah tak ingin lepas. Saat ini mereka sedang berada dikamar Sasuke, mengemas beberapa barang dan baju untuk perbekalan.
"Kau begitu berani menghadapi mereka Sasuke, ibu bangga padamu hiks .." jawabnya diiringi isakan tangis.
Sasuke menghela nafasnya sejenak. "Aku bangga menjadi keturunan Uchiha , aku senang bisa memasak. Sebelum ada yang melarang laki-laki memasak maka aku akan wujudkan cita-cita ku , mengembangkan kedai ini hingga terkenal. Karena aku ... lahir untuk memasak"
Senyum mengembang diwajah Mikoto , Itachi pun begitu. Ia rela meninggalkan keluarga, bahkan kekasihnya demi kedai ini.
"Hinata , Jaga ibu baik-baik aku akan selalu merindukanmu" –Cup , Sasuke mengecup puncak kepala sang gadis berhelai Indigo. Hinata tak mampu lagi membendung air matanya, ia memeluk sang kekasih didepan Mikoto dan Itachi bagaimana tidak sedih gadis itu bukannya takut kehilangan Sasuke tetapi yang ia takutkan kehilangan cintanya karena Sasuke akan tinggal bersama Sakura dengan waktu yang cukup lama.
"Aku takut kehilanganmu, hiks" Lirih Hinata yang masih berada dipelukan Sasuke.
"Kau jangan takut, aku akan setia padamu aku berjanji akan menjaga hubungan kita. Percayalah " Kalimat itu bukannya meredakan hati sang gadis melainkan ia semakin bersedih, Hinata semakin takut ditinggalkan oleh Sasuke.
"Baiklah , pergilah aku akan menunggumu disini bersama ibumu dan kakakmu" Ucap Hinata seraya melepaskan pelukannya.
.
.
Oo0oO
Hening menyelimuti atmosfer disana , keduanya tidak ada yang memulai percakapan. Sakura yang berada didalam mobil dipaling depan bersama Yamato dan Sasuke berada dibelakangnya bersama sang bodyguard Sakura.
Ternyata Sasuke baru sadar kalau Sakura adalah wanita yang mampu mengubah segalanya. Kalau dipiki kembali Sasuke sudah berbicara lantang dan berani pada gadis ini sejak mereka bertemu, jika berbicara lagi tanpa difikir semua akan berakibat fatal. Sasuke hanya bisa meruntuki dirinya sendiri apa yang ia lakukan adalah sesuatu yang bodoh, saat ini ia hanya bisa berdoa pada Kami-sama kalau ini akan baik-baik saja.
"Aku akan merekrut seseorang untuk menjadi pengawalmu, dia akan membantumu jika kau membutuhkan sesuatu" Sakura berbicara memecah keheningan tanpa menoleh pada Sasuke, ia hanya melirik sekilas dari kaca mobil.
"Ya" Jawab Sasuke pelan, ia berjanji pada dirinya sendiri tidak akan bertindak semaunya lagi karena ia yakin suatu hari nanti Sasuke akan mendapatkan celah untuk bebas dari jeratan wanita berhelai pink ini.
Perjalanan jauh dari Konoha ke Amegakure dengan memakan waktu yang cukup lama membuat Sasuke merasa sedikit bosan. Amegakure adalah tempat berdirinya pusat Resto Haru's milik Sakura. Sasuke berdecak kagum ketika menginjakan kaki direstoran yang super mewah ini matanya menyapu seluruh isi tempat itu, bahkan aroma-aroma makanan sampai ke hidung Sasuke. Ya pemuda itu sedikitnya merasa senang bisa bermain-main lagi di dapur.
"Ikuti aku" Kata Sakura yang membuyarkan seluruh imajinasi Sasuke. Pemuda itu mengikuti Sakura dari belakang , para pelayan yang sedang bekerja mendadak berbaris menyambut kedatangan bos nya, mereka membungkuk pada Sakura.
Sasuke kembali tertegun pada gadis ini, disini dia begitu dihormat tapi saat dikedainya Sasuke malah membentak-bentak gadis ini. Beruntunglah kau Sasuke tidak dituntut oleh gadis ini.
Sasuke mendadak gugup , ditangannya masih memegang sebuah koper. Semua mata tertuju pada pemuda berhelai raven itu, tentu saja ia menjadi pusat perhatian. Dari segi penampilannya saja mereka bisa menilai siapa Sasuke , ia hanya mengenakan kemeja berlengan panjang yang kusut dan celana jeans yang robek-robek serta sepatu yang kotor.
Siapapun yang mengenal Sasuke tentu tidak akan menyangka kalau ia sampai seperti ini, pemuda yang selalu dipuja-puja akan ketampannya kini pujian itu sirna sudah saat ia sampai ditempat itu. Semua tak ada artinya saat ia berada disamping Sakura, namun Sasuke tak pantang menyerah semua rasa malu ia buang jauh-jauh.
"Kalian bisa tinggalkan kami" Titah Sakura pada pengawalnya, mereka pun pergi meninggalkan Sasuke dan Sakura berada diruang kerjanya.
Sasuke duduk disofa merah yang disediakan disana, matanya tak lepas memandang sang gadis, dia begitu berwibawa. Tanpa ia sadari Sasuke mengagumi sosok wanita pink itu.
"Sebentar lagi asistenmu tiba disini, dia adalah Kakashi. Kau boleh menyuruhnya sesuka mu" Sakura berbicara sambil memainkan ponselnya. Sekilas Sasuke melihat dahi sang gadis berkerut ketika menatap layar ponsel.
Sakura menempelkan ponselnya ke telinga.
"Aku baru sampai jadi tak sempat menjawab panggilanmu. Jadi kau mau bicara apa lagi Gaara , aku sudah bosan mendengar permintaan maafmu"
"Aku akan kesana , sebentar lagi sampai"
"C-chottto –" Telepon diputus sepihak oleh Gaara, Sakura semakin kesal dengan kelakuan Gaara.
Sasuke yang sedari tadi memperhatikan Sakura bisa menebak kalau ia tidak berbicara seputar pekerjaannnya, dari cara bicaranya saja tidak terdengar formal.
"Maaf, sampai dimana kita tadi?"
"Asistenku akan segera tiba" Jawabnya
"Ya , Kakashi akan tiba sebentar lagi. Aku ingin bertanya banyak hal padamu" Sakura memberi jeda pada kalimatnya. "Sudah berapa lama kau menekuni pekerjaanmu?"
Sasuke menghela nafasnya dalam. "Sejak aku berumur 12 tahun aku sudah membantu orang tuaku , dan saat itu juga aku mulai menyukai masak-memasak". Ada rasa canggung diantara keduanya, terbukti Sasuke tak menatap wajah sang gadis saat berbicara.
"Kau memang sangat berbakat" bibir Sakura terangkat keatas, ia tersenyum. "Sebelum aku memperkerjakanmu disini aku akan mengujimu sejauh mana kehebatanmu dalam memasak. Perlu kau ketahui aku sudah berkeliling kebeberapa kota besar dan mencicipi hidangan terbaik mereka, aku belajar mengenal beberapa masakan khas Jepang serta masakan khas barat pun aku sudah pernah mencicipinya"
Tak ia ragukan lagi wanita ini patut di acungi jempol , Sakura adalah cerminan bagi Sasuke dan sedikitnya ia bisa memperdalam ilmu memasak dari gadis ini. Sakura akan menjadi sosok yang dikagumi oleh Sasuke dalam dunia kuliner.
"Anda akan mengujiku?"
"Ya , aku akan mengujimu langsung. Tempat pengujiannya bukan disini tapi di Apartemen ku, dalam satu hari kau harus memasakan tiga masakan berbeda untuku selama tahap pengujian. Jika kau lulus kau boleh turun langsung kelapangan dan memasak di Haru's"
"Apa koki disini diuji juga sepertiku?" Tanya Sasuke.
"Tentu saja tidak , kau diperlakukan spesial oleh ku. Ingat kau merupakan pengganti restoranku di Konoha, satu cabang yang berada dikonoha sama dengan kau, Uchiha ! Kau ditempatkan disini dengan bertujuan untuk menaikan pendapatan kita. Beruntunglah kau sudah ditempatkan disini yaitu pusatnya berdiri Haru's. Berbanggalah"
Apanya yang dibangga kan , itu hanya memperoleh keuntungan dari Sakura saja dan memperkaya usahanya. Sasuke kembali mencari celah agar ia mendapat keuntungan juga.
"Anda harus berjanji membangi keuntungan kepada kedaiku disana"
Sakura tertawa kecil seraya memandang remeh pemuda itu.
"Kau tetap meragukan aku ya , Uchiha. Apapun yang kau mau akan kupenuhi karena tangan mu lah yang membuatku seperti ini, membuatku mengagumi kepintaranmu. Kita sama-sama diuntungkan"
'tuk-tuk-tuk'
Pembicaraan mereka terhenti sejenak saat seseorang mengetuk pintu. "Masuklah" Titah Sakura.
Terbukalah pintu kayu jati tersebut, menampakan seorang pria dengan tubuh tinggi dan tegak , helaian merah darahnya membuat kesan terlihat gagah. Pria bertato 'Ai' didahinya tersenyum kearah sang gadis.
"Ah jadi kau yang akan menjadi asistenku?" Tanya Sasuke ramah sambil menatap pemuda itu dari bawah hingga atas.
Pemuda keturunan Sabaku menoleh kasar kearah Sasuke, wajahnya sempat mengeras.
"Siapa kau?" Tanyanya tegas dengan tangan yang dilipat didada.
To be continue
Hints :
Donburi : Makanan Jepang berupa nasi putih dengan berbagai macam lauk di atasnya seperti ikan, daging dan sayur-sayuran berkuah yang dihidangkan di dalam mangkuk besar yang juga disebut donburi. Kuah untuk donburi bergantung pada jenis makanan, tapi pada umumnya berupa Dashi dicampur kecap asin dan Mirin.
Mirin : Bumbu dapur untuk masakan Jepang berupa minuman beralkohol berwarna kuning, berasa manis, mengandung gula sebanyak 40%-50% dan Alkohol sekitar 14%. Mirin digunakan pada masakan Jepang yang diolah dengan cara nimono (merebus dengan kecap asin dan Dashi) dan campuran untuk berbagai macam saus, seperti saus untuk kabayaki (tare), saus untuk soba (soba-tsuyu), saus untuk Tempura (tentsuyu) dan saus Teriyaki.
Dashi : Kaldu utama untuk masakan Jepang. Dashi dibuat dari sari Kombu dan Katsuobushi yang dimasukkan ke dalam air mendidih dan disaring sesudah katsuobushi tenggelam di dalam air. Selain katsuobushi, dashi juga sering dibuat dari sari bahan pembuat dashi yang lain seperti Sababushi, Niboshi dan Jamur Shiitake yang dikeringkan.
Dilanjut tau sampai sini saja?
Silahkan saran coret-coret dikotak review .. Arigachuu :*
