The Great Escape

...


Bag, 1-Chapter 3.


...

...

Happy Reading Minna...!


Sasuke hanya terdiam kaget, dipandangnya pohon-pohon yang berdiri kokoh. Disampingnya, Naruto hanya memandang malas sedangkan Hinata hanya fokus pada lelaki didepannya.

Lelaki yang sangat kuat,pemberani dan tentunya sangat tampan tengah bersamanya saat ini. Anggap saja Pangeran Kedua,Naruto Uzumaki adalah angin lalu, gadis berambut pink itu tersenyum sedikit. "Jangan jauh-jauh dariku, mengerti...?" wanita itu terhenyak, tak sadar bila lelaki itu telah menoleh kepadanya, ia tersipu-sipu sambil mengangguk.

"Ingat!, ini adalah Hutan Kematian, bila desas-desus itu benar... Aku berani menjamin bahwa kemungkinan kecil kita bisa keluar dari sini..." ujar Sasuke lagi. Naruto hanya terdiam, ia memandang Hinata dari ekor matanya. Gadis yang berambut pink dan bermata emerland, ia harap setelah tugas ini selesai, gadis itu mau mengerjakan sesuatu bersamanya.

"Tapi kita pernah berekspedisi dan bermalam disini, Teme... Apa yang membuatmu begitu ,ttebayo...?"

"Itu ketika Jiraiya-sensei dan Orochimaru-sensei masih hidup, Baka-Dobe..."

"Bukankah sama saja, dattebayo...?"

Sasuke beralih memandang Hinata,ia merasakan hal yang aneh. Kemudian ia beralih lagi memandang hutan dengan pohon raksasa didepannya, hutan yang memiiki banyak nama panggilan; Taman Bunga Teratai, Sangkar Bijuu atau nama yang sering digunakan oleh masyarakat selatan; Hutan kematian.

Hutan itu memiliki luas yang tidak pasti, berisi binatang buas yang semuanya sangat mengerikan, tumbuhan aneh dan langka dan juga surganya tanaman herbal. Ketika Orochimaru dan Jiraiya mengajak kedua muridnya untuk latihan dan bermalam disini, mereka telah membunuh Sacosuchus betina sebesar 2kalilipat tubuh Jiraiya. Dan harus berjaga tiap malam dari serangan Titanoba, Ular putih berkepala sepuluh.

Naruto memandang heran, sedikit memang tetapi ia seakan melihat banyak sekali sobekan kertas diarah timur hutan ini. Namun Sasuke yang telah memacu kudanya diikuti Hinata membuat Naruto mengalihkan pandangannya dan mengikuti dari belakang, sesaat setelah mereka menembus semak-semak yang sangat lebat dengan lumut yang sangat banyak ,mereka telah berada disebuah jalan setapak yang berukuran kecil. Sasuke langsung saja menarik tali kudanya pelan sambil berwaspada.

Suara-suara burung yang begitu ribut,terdengar bukan seperti burung. Malah seperti suara gajah atau singa yang sedang mengaum, Naruto yang sedikit ngeri mengaktifkan sage modenya. Baru sekitar satu menit ia merasakan suatu ancaman jelas, dari segala arah "Siapa disana...?!" Hinata dan Sasuke terkejut langsung menoleh.

"Na-Naruto...?" Ujar gadis merah muda yang terkejut.

Sasuke memberhentikan kudanya, ia melompat turun dan mengikat tali kudanya agak jauh dari tempat Naruto berdiam. "Hinata, ikat kudamu disini..." ujar Sasuke membuat wanita berambut pink itu mengangguk. Naruto tak kuasa lagi, ia melompat dan berlari meninggalkan kudanya, sedangkan Sasuke segera menyusul Pangeran blonde itu tanpa menghiraukan gadis berambut merah muda, namun ia sempat menoleh.

"Hinata! Jaga kuda kami! Kami akan segera kembali...!"

Gadis merah muda itu mengangguk, ia tak menyangka. "Ja-jadi itu sage mode...?" ia memandang kuda coklat yang baru saja ia ikat talinya. Terdapat lambang kerajaan Namikaze yang jelas tercetak pada kain yang digunakan sebagai penghias leher kuda. Ia tak menyangka bahwa misi ini penuh resiko dari yang ia perkirakan, "Sampai kapan aku menjadi Hinata...?" desisnya pelan, ia memandang kedepan dan merosot terduduk karena bosan.

"Bosan, Huh...? "

Gadis itu segera beranjak, ia seperti mendengar suara orang selain dirinya. Tiba-tiba dari kejauhan berkumpul kertas-kertas, semakin banyak-semakin banyak dan kemudian saling membentuk hingga menjadi seorang wanita, wanita yang memakai origami bunga dikepalanya dan bertindik dibawah bibirnya.

"Siapa kau...?!" ujar gadis itu, apakah ini yang dimaksud Naruto?, tetapi arah Naruto dan kemunculan dia? Gadis itu menyadari bahwa yang sebenarnya menjadi target bukanlah mereka bertiga tetapi dirinya!. Wanita itu menggunakan kertas yang berisi aliran energi untuk memancing Naruto karena ia telah memperkirakan ketakutan Naruto, dikatakan mode sage dapat mendeteksi aura jahat tetapi ini?

"Gadis kecil!, kau yang berani menggunakan nama sang Putri...!" ujar wanita itu dengan benci, tak ada rasa benci yang begitu menggebu-gebu daripada yang wanita itu miliki sekarang. Gadis itu bersiap, ia tak butuh katana, itulah gunanya Byakugo ; Regenerasi tanpa batas yang membuat pertarungan semakin menyenangkan dan menimbulkan kerusakan besar, tanda didahinya telah mengukir segel ke seluruh tubuhnya. Wanita didepannya tampak geram, ia mundur sambil mennyodorkan tangannya kedepan dan bergerak seolah-olah mengusap sesuatu.

"Karenamu!, kurasakan kebencian yang amat sangat!" wanita itu berteriak dan secara perlahan tubuhnya berubah menjadi lembaran kertas, dari tubuhnya menyatu dengan kertas hingga menjadi sayap, "Kami no Shisa...!" ujarnya dari atas, gadis pink itu membuat kuda-kuda.

"Aku tak memiliki urusan denganmu!" ujarnya dengan mantap, "tapi,..." lanjutnya,gadis itu menujuk kearah wanita itu "TAK AKAN KUBIARKAN KAU MENGANGGU MISIKU!"

...


... Disaat bersamaan...


Naruto mengejarnya, auranya semakin jelas, sangat jelas. Sasuke ikut berlari dibelakang Naruto, sang Raja Susano'o itu langsung menarik katananya dan seketika menangkis sebuah lemparan kunai yang berasal dari bawah , ia melompat kebelakang dengan seketika. ''Cih!" ujarnya jengkel akibat terpisah dari Naruto, sekarang ia menghadapi sosok bertopeng didepannya.

"Halo...!" sosok disana menyapa.

Sasuke hanya diam, ia memasang kuda-kuda. Mereka berjauhan ,Sasuke masih merasa jengkel apalagi sosok itu tak membuat pergerakan apapun dan hanya diam sambil memandanginya-dari balik topengnya. "Apa yang kau inginkan?" ujar Sasuke sambil menodongkan kusanagi-katana kesayangannya.

"Huh?, etto... Anu... Aku hanya diminta oleh...,Ups!" sosok itu melompat,menghindari shuriken yang baru saja Sasuke layangkan padanya.

Sasuke segera maju, diaktifkan pula Sharingannya. Pria bertopeng itu hanya 'Eh! Eh!' tanpa membuat pergerakan berarti, sedangkan Sasuke telah maju sambil menyalurkan listrik pada kusanaginya, ia berlari dengan sedikit cepat dan berputar tepat dibelakang pria bertopeng itu. Ia ayunkan kusanaginya sepersekian detik, yang ia rasakan hanya seperti pria itu mengejeknya. Hingga ia sadari pedag itu menembus tubuh pria bertopeng itu.

"Huh!?"

Sasuke dapat menyadari ketika ia menghentikan aliran raitonnya pria bertopeng itu melompat dan bertumpu tangannya yang masih mengayun diudara dan menendang wajahnya menggunakan lutut. Sasuke terlempar seketika, namun tak terlalu jauh karena ia melepar kusanaginya agar menusuk tanah untuk menghentikan efeknya. Pria itu berdiri, masih disana tanpa pergerakan berarti, Sasuke langsung mengaktifkan EMS dan membentuk kerangka tubuh susano'o hanya sebagai perlindungan dan penambah daya penghancur katananya. "Huh Susano'o kah?" ujar pria itu degan suara yang lebih berat dari tadi.

"Kau tahu?" ujar Pria itu tanpa menghiraukan reaksi Sasuke, sedangkan Sasuke sangat-sangat jengkel ketika berpikir ini akan mudah bahkan belum apa-apa baginya, namun ia harus mengaktifkan EMS dan susano'o.

"Kau tidak bisa diserang dengan menggunakan fisik... Lain jika aku menggunakan Sharingan!"

"Whoa... Whoa... Kau tak perlu terburu-buru, bocah..."

"Tsk!"

"Dan jangan terlalu bangga pada matamu..." lanjutnya, membuat emosi Sasuke naik seketika. Sasuke menonaktifkan sosano'onya dan mengaktifkan mode segel kutukan yang telah diajar Orochimaru padanya, seketika tubuh Sasuke berubah.

"Apa yang membuatmu berani berkata seperti itu! Dasar keparat!" ujarnya degan sedikit berteriak.

"Maa... Aku hanya bertugas saja..." ujar Pria itu seketika setelah menghilang dan tiba-tiba telah menyender pada dahan pohon, Sasuke mendongak, ia mendecih benci dan segera menyerang.

...


...Di waktu lain saat Naruto telah menemukannya...


"Shinra Tensei!"

'Buarghhh!'

Naruto terpental sejauh mungkin, ketika ia menyadari bahwa hantaman itu seperti kutub sebuah magnet yang sama dan saling dekatkan, gaya yang saling menolak! Naruto sedikit oleng dan memutar tubuhnya. Ia jatuh didekat batu besar, sedikit saja ia tidak bergerak refleks, mungkin ia telah terhantam batu. Naruto mendongak, mode sage telah aktif dan kini ia bersiap, sedangkan lelaki yang berdiri didepannya sekitar 5 meter hanya terdiam sambil menjulurkan tangannya.

"Hoy!, siapa kau!?" ujar Naruto dari kejauhan, matanya memandang benci lelaki didepannya itu. Naruto merasakan hawa berat, energi alam begitu melimpah di hutan ini, tak perlu waktu lama! Ini sebuah keuntungan dan juga sebaliknya!

"Kami akan menjaga tuan Putri..."

Naruto sedikit terkesiap, apa maksud kata-kata itu? Menjaga-menjaga tuan Putri? Kami? Naruto bergerak maju namun berbelok kekanan dan membuat tiga buah bunshin. Sedangkan lelaki itu masih tak bergeming, bunshin itu maju menghunus Pria itu dengan kawazu kumite, tertangkis ! Namun Pria itu terlempar dan menabrak batang kayu yang sangat besar. Naruto menyeringai, tak ada yang bertahan jika terkena seni bela diri kawazu kumitenya! Bahkan jika itu Sasuke sekalipun! Namun Naruto semakin terkejut, Pria itu bangkit dan berjalan melawan gravitasi,kemudian turun dengan wajah datar tanpa ekspresi dan juga tubuh yang masih untuh tanpa luka!

"Mu-mustahil..." ujar Naruto, namun bunshinnya bersiap dengan maju dari dua arah. Siap menyerang dengan kawazu kumite, sayangnya Pria itu langsung mengeluarkan besi dari kedua tangannya untuk menangkis serangan itu, tepat didepannya-Naruto yang asli melemparkan Rasen-Shuriken, sebuah energi yang dipadatkan dan membentuk shuriken dengan bantuan elemen angin. Ada jeda 7 detik membuat Pria itu langsung menyodornya tangannya kedepan.

Kedua bunshin itu terlempar jauh dan Ransen-Shuriken itu langsung menghilang terserap oleh pria itu, Naruto menyipit, keringatnya terjatuh. Pria itu mundur beberapa langkah dan membentuk segel. "Kage bunshin!" seru Naruto sambil berlari menuju arah kekiri, Pria itu langsung meletakkan telapak tangannya ditanah, "Kuchiyose!" Naruto melompat dan maju dengan tendangannya, ia telah menyiapkan setidaknya sepuluh bunshin yang sama dengannya dan separuh lagi berada dibelakang untuk menganalisis. Muncul seorang gadis dan tiga pria lain, "Shinra Tensei!" tiba-tiba semuanya terpental kecuali mereka.

Naruto terbanting ketanah, diikuti seluruh bunshinnya. Ia berdiri, dan ia memandang dari kejauhan. Ia menyadari bahwa jurus itu dapat bertahan selama 3 menit ,kemudiannya medan tolakannya membesar dan ada jeda 5 detik untuk menggunakannya kembali, selain itu mata mereka saling terhubung. Naruto akhirnya membuat bunshin kembali, ia menggunakan Henge untuk mengubah bentuk bunshinnya. Lelaki rubah itu menonaktifkan mode sagenya

"Oiy! Untuk apa kau melakukan hal ini! Kami tak ada urusan denganmu!" ujar Naruto berteriak,ia memandang benci lelaki itu, sedangkan lelaki itu masih tanpa ekspresi menyodorkan telapak tangannya seakan ia memberikan sebuah nasehat.

"Aku membantu tuan Putri untuk mendapatkan gelarnya!" kata itu membuat Naruto langsung teringat sesuatu, cih! Pengalihan! Wajah Naruto memerah akibat emosi , mendapatkan gelar artinya Putri Sakura Haruno adalah target mereka sebenarnya! Naruto langsung berbelok dan mencoba pergi, baru saja ia dihadang oleh Pria yang sama seperti tadi hanya saja berambut panjang.

"Cih!"

Naruto melompat mundur dan mengaktifkan bijuu-modenya, tiba-tiba ia seakan terbakar dan berubah. Menyala dan begitu bersemangat, bola matanya sama seperti rubah, runcing dan begitu tajam.

"Baiklah kalau begitu..."

...


...


...

"Um..."

"Ah, ada apa tuan Putri...?"

Gadis ungu itu masih ber 'um-um...' ria, ada rasa ragu untuk bertanya pada sosok didepannya. Sedangkan sosok itu menemani sang Putri sembari meletakkan buah-buah dalam kerajang dimeja. Sedangkan sosok lain tengah menyisir rambutnya dengan pelan dan halus, gadis itu menggeleng dan mengambil irisan apel yang tersedia disampingnya.

"Ano..."

"Hime, katakan saja..." ujar sosok yang sedang menyisirnya.

"Chiyo-obaasama, ano... boleh ceritakan mengapa Otou-sama mengirimku kesini...?"

Nenek yang dipanggil Chiyo itu tersenyum ramah, ia mengenggam bunga lotus dan memasukannya kedalam vas kaca, "Hm, kumulai dari mana ya...?" ujarnya sambil memasang wajah berpikir. Gadis ungu itu cemberut begitu tahu Nenek didepannya sedang mengerjainya, ia gembungkan pipinya seketika.

"Eh,jangan marah begitu..." ujar yang menyisiri rambut gadis itu, namun akhirnya ia tergelak ketika mendapati gadis itu tengah merajuk.

"Kau ini imut sekali tau!" ujarnya, gadis itu semakin mengembungkan pipinya. "Deidara-nii jangan begitu!" katanya jengkel. "Huh!"

"Oke, maafkan Nenek..." katanya sambil berusaha tak bergelak kembali,Nenek itu duduk disamping gadis itu dan menyentuh tangan halusnya, "Tuan Putri Hinata Hyuuga-sama..."

Deidara ikut dibelakang Hinata, ia asyik mengikat rambut gadis itu, maklum Deidara sempat kasihan dengan Hinata yang susah berlari akibat rambutnya yang menganggu. Hinata mendengarkan dengan cermat, "Dengarkan ya, saat itu peperangan terjadi antara Kerajaan Hyuuga dan Kerajaan Uchiha..." Hinata sempat terperangah, ia baru mendengar nama Uchiha! Memangnya seperti apa Uchiha itu? " Raja ketiga Shisui Uchiha adalah Raja yang mencintai Ibumu dulu, ia tidak rela Ibumu menikah dengan Ayahmu..." Hinata terkesiap, kisah cinta kah?

"Dan, Raja Shisui yang masih jadi Pangeran membunuh keduanya tepat sebulan setelah kelahiranmu. Dan sekarang kau tau kan? Ibumu mengubahmu menjadi bunga lotus dan kau dipersembahkan menjadi anak gadis dari Raja Hiashi...?" Nenek itu akhirnya melanjutkan setelah terdiam cukup lama.

"Maksudnya?" gadis itu masih kurang jelas, ia kurang paham. Terlalu berbelit-belit, Raja itu menyukai Ibunya? Membunuh Ibunya? Dipersembahkan? Raja Hiashi?"Sistem Raja yang dianut Kerajaan Uchiha adalah sejak ia diangkat sampai ia mangkat Sayang, seumur hidup..." jawab Nenek itu sembari mengelus pipi gadis itu pelan, gadis itu tampak mengangguk.

"Ibumu adalah Putri Uchiha, adik Raja Shisui itu sendiri, dan Ibumu menikah dengan Ayahmu di Kerajaan Hyuuga..." Nenek itu menarik nafas dan ia tampak ragu untuk melanjutkan kembali,

" Jadi karena sebuah cinta segitiga?" gadis itu sempat bergumam, jadi hanya sebuah kisah cita segitiga yang sungguh! Gadis itu sempat memandang heran kembali pada Nenek itu.

"Lalu, kenapa Nenek membawaku ke puri crystal ini?"

Mereka sontak terdiam, gadis itu merasa salah dalam berbicara. Ia meminta maaf dan sempat menunduk dalam,

"Uhuk, hm... Nenek tau kau pasti akan menanyakannya..." akhirnya Nenek itu menyuruh Deidara untuk mengambilkan mereka sesuatu. Gadis itu hanya menatap bingung, sedangkan Nenek itu malah tersenyum ramah padanya, membuat ia yang masih tak mengerti kenapa dan ada apa,hanya bisa membalas senyuman itu.

Deidara kembali, ditangannya terdapat bunga lotus, sebatang teratai dan juga mawar coklat. "Huh?"

Nenek itu menghadap ke gadis itu, ia mengenggam bunga mawar coklat itu dan memukulkannya ke dahi gadis itu pelan, gadis itu terdiam sesaat dan tiba-tiba lemas lalu oleng ke tempat tidur.

"Maaf Hinata Hyuuga-hime, kami semua tak ingin kau mengingat pertanyaan itu..."

"Chiyo-obaasama?"

"Deidara, kita semua adalah penjaga taman bunga teratai ini, tanpa Hinata-hime, hutan ini akan layu dan didalamnya berubah menjadi kegelapan... Bunga tak akan hidup dalam dunia yang gelap..."

"Chiyo-Obaasama, benar..."

"Sejak Mei-hime pergi, dan Hitomi-hime meninggalkan kita semua... Hanya Hinata-hime lah penyelamat kita..."

...

...Bersambung...


Ossu!, Oss come back!, telat update ya... -_- maaf yak! Banyak tugas dan Oss harus izin dulu kalo mau nulis... Hehehe...

You : "masih bingung yak?" ane saranin buat baca ulang... :) memang agak amburegul sih...

Nory : "Scene SH?" whhhuuuut? Ini masih membahas petualanganya si pantat ayam nih, kalo ketemu nanti Sasunya "sensor"-gitu.. Haha, maaf ya sabar dulu...

Hana.M.I : "yupz ini NS, tapi karena si N dan si S masih dalam misi, mereka fokus dulu ke itu, jadi mereka masih amburegul-mbulet gitu... Bingung yak? -ane menyaranin yang sama kyk you.

Lovely sasuhina : "well,Huahahahaa...

Hm... Begini lovely :

Hinata itu jelas keturunan nymph, kan Madara nikah ama Mei dan Mei itu nymph, Mei ngelahirin 2 anak Shisui ama Hitomi, dan Hitomi nikah ama pangeran Hyuuga lalu Shisui ngebunuh mereka berdua, Hinata adalah anak Hitomi getuuu...

Kerana, uchiha+ haruno dan Namikaze berencana menghancurkan kerajaan Hyuuga+Senju dan Uzumaki jadi mereka komplotan getuu.. Kalo Hinata udah ditemukan oleh Naru ama Saku, mereka bisa dengan mudah negbunuh Hinta-chan.

Pertanyaan ketiga udah dijawab di jawaban ke dua."

Arata Aurora : "kyknya susah deh, karena setiap dialog aku usahakan ada aksi, karena ini action + adventure jadi kalo dialog yang kamu maksud, mungkin kamu bisa contohin lewat review.. Maaf ya Arata-chan..."

Bebek kuning : "Hemm ya bek?, eh? :v, itu Nenek Chiyo dan Akatsuki(tanpa Itachi ya!).

Katsumi : " ketahuan otak rate m-milikmu,... (hyaah, maunya Oss sih itu tapi memandang ini akhirnya ku temukan adegan yag bikin berdesir kalo Sasuke udah nemuin Hina...)"

UWAAAHHH! Gak bisa Oss jawa-bin satu-persatu, oke... Thanks for ALL Readers and jangan jadi silent reader ya!,

See you next chapter...!


-Osstreich