The Great Escape

...

Bag, 2-Chapter 1,


Pertempuran, Kilatan Indigo dan Strategi


Happy Reading Minna...!

...

...

"Kuchiyose : Gedo Mazou!"

"Enton: Kagatsuchi!"

Sasuke melepaskan panah api hitamnya kearah monster didepannya, ia tak perduli lagi kalau tempat ini akan hancur. Lagipula ia dan lelaki bertopeng itu tengah bertarung didimensi yang berbeda, ternyata lelaki bertopeng itu juga memiliki sharingan. Sasuke sadar, empat pilar listrik yang semakin mendekati susano'onya, sang Raja Susano'o itu langsung mengaktifkan mode segel kutukannya, ia sempat melirik pada panahnya yang tepat mengenai tubuh monster itu.

ia teringat sesuatu, namun energinya tak cukup untuk ini. Akhirnya Sasuke menonaktifkan segel berserta susano'onya, ia berlari sebelum pilar listrk itu menyengatnya. Lalu mengaktifkan EMSnya, "Cih!" Sasuke berhasil, ia menyerap semua pilar itu kedimensi lain sebelum menjadi satu dan menyerang balik Sasuke.

Sasuke hampir terjatuh, ia memandang moster itu. Mosnter itu berteriak kesakitan, api abadi amaterasu terus membumi hanguskan tubuh sebelah kirinya. "Kau cukup ahli dalam api hitam ini ya..." ujar pria disana, terdengar kekehan yang begitu menyebalkan ditelinga Sasuke.

"Tapi..."

Sasuke langsung terhenyak, dengan sekejap mata api abadinya itu lenyap terserap oleh pria bertopeng itu. Sasuke mendecih, ia kembali mengaktifkan susano'onya secara utuh dan menjulang didepan pria bertopeng itu. "Jangan remehkan Uchiha!" Sasuke berteriak sembari menembakkan panah apinya keudara, dan menembakkan kearah monster itu, " Enton : Susano'o no Kagatsuchi!"

"Oh...?" gumam lelaki itu, ia hanya melipat tangan dan sekejap menghilang. Membuat Sasuke kembali terkejut, matanya melotot. Lingkaran dimensi! Cih! Lelaki itu meremehkannya! Sekejap ia mengaktifkan kamuinya untuk mengeluarkan dirinya sebelum lingkarang yang dibuat lelaki itu meledak. 'Gyuut' tiba-tiba ia tengah terduduk ditanah, sebuah tanah! bukan logam yang tadi diinjaknya di dimensi lain.

"Huh? Kau masih bertahan rupanya..." ujarnya dari atas sana, berdiri diatas Gedo Mazou dengan tangan bersidekap dan kekehan pelan. Benar-benar sialan! Sasuke memegangi matanya bagian kanan, terasa perih. Kemungkinan penggunaan Amaterasu yang terlalu kompleks dan berlebihan, Sasuke menatap lelaki itu dengan mata sharingannya.

"Ya, sudahlah... Tugasku sudah selesai..."

"Huh!?" Sasuke terdiam, sedangkan lelaki itu dengan kekehan yang makin terdengar keras dengan perlahan mulai menghilang. Dan tiba-tiba tubuhnya terasa kaku bahkan untuk bernafas saja terasa sesak sekali, ia sekejap sadar bahwa sekarang ia terkena genjutsu. Karena perlahan ia melihat sesuatu yang aneh, sekelebat rambut indigo, saat ia hendak meraihnya ia melihat sosok itu berlari-lari diantara taman bunga lotus.

Sasuke merasakan hal yang aneh, ia merasa sangat mengenalnya dan ingin menyentuhnya, dan saat ia mencoba mendekatinya. Perlahan dadanya sesak, ia terbatuk-batuk, bahkan hidungnya mulai mengeluarkan darah. Tetapi ia tak perduli, langkahnya terus membawanya semakin dekat dengan gadis itu, dan semakin banyak darah yang mengalir dari hidungnya.

Saat ia menginjak sesuatu, bayangan itu semakin kabur dan menyisakan kelebatan ungu dari sudut matanya. Ia tersadar, mereka akan berpisah! Genjutsu ini! Kelemahanya berada pada kalung yang diinjak Sasuke! Pemuda itu seakan tak rela, ia berlari mendekatinya, terus mendekatinya bahkan hingga tinggal beberapa langkah.

...


...

Di sisi lain, Naruto tengah berdialog ulet dengan sosok yang berdiri diantara reruntuhan gunung. Jubahnya terkoyak setengahya,rambutnya yang berwarna oranye terlihat sangat berantakan.

"kau mencoba membohongi sahabatmu dan juga dirimu sendiri, kau menyelamatkan sang Putri-dengan kata lain. Kau ingin membunuhnya untuk memicu perang..."

"KAU!, BAGAIMANA KAU TAU RENCANA KAMI...!"

"Itu mudah, aku bahkan tau kalau kau sebenarnya sudah mengetahui apa yang terjadi padanya bila bertemu Hime kami..."

"Shit!, DIAM KAU...!" Naruto menerjangnya dengan sekali lompatan, sedangkan lelaki itu mengerahkan tangannya kedepan membuat Naruto terhempas kembali. Naruto masih berdiri diujung,sedangkan lelaki itu tanpa ekspresi masih berdiri terdiam disana tanpa gerakan berarti.

Entah darimana,tiba-tiba saja lelaki bertopeng sudah berdiri disamping lelaki itu. Mereka sempat berbicara sedikit dan lelaki bertopeng itu menghilang lagi, Naruto masih terus mengamati, ia tak mau sesuatu yang aneh tiba-tiba menyerangnya akibat kehilangan kewapadaannya, walaupun sedetik.

"Sepertinya ini sudah waktunya..." ujar lelaki itu sembari membalikkan badannya. Naruto terhenyak dan terus berteriak memanggil lelaki itu, bahkan ia berlari menuju lelaki itu tanpa khawatir lagi. Sia-sia! Lelaki itu lenyap!

"Cih!"

Tiba-tiba bunyi ledakan terdengar, cukup keras bahkan tanah bergoyang akibat dentuman itu. Samar-samar ia melihat sesuatu diudara ,akibat rimbunnya pohon-pohon itu pandangannya jadi sedikit terbatasi. Asap! Itu asap bercampur kertas! Naruto semakin terkejut ketika menyadari sesuatu.

"Sakura!" ujarnya keras sambil menerjang semak-semak belukar, tepat diputaran terakhir ia bertemu Sasuke yang tergopoh-gopoh. Ia langsung mendatangi sahabatnya itu, otaknya berpikir keras. Bahkan Sasuke yang dapat menandinginya saja menjadi berantakan seperti ini, ia membopongnya akibat keadaan Sasuke yang tidak mungkin lagi dapat bergerak.

Ketika Naruto berhasil menyingkirkan rerumputan tinggi yang menghalangi mereka, ia melihat Sakura yang penuh dengan kertas, tubuhnya tertusuk kertas yang berbentuk jarum-jarum sebesar jari orang dewasa. Tubuhnya mengeluarkan uap panas, darah segar menguncur dari pelipisnya dan juga goresan yang berada disana-sini.

Gadis itu masih sanggup untuk mencabuti jarum-jarum itu, sedangkan Naruto hanya terdiam membeku. Melihat hal yang sangat tak di ingin lihat sekaligus tontonan yang menarik, yaitu proses penyembuhan Byakugou : Regenerasi tanpa batas.

Ia terduduk bersila, tangannya membuat segel naga dan tiba-tiba tanda yang ada didahinya bereaksi. Rambutnya mengambang dan seluruh luka-sayatan bahkan bekas tusukan jarum itu menutup dengan cepat, menghasilkan kulit bersih tanpa ada bekas sedikitpun.

"Oi!"

Gadis itu menoleh, matanya menangkap sosok yang dibopong Naruto langsung membulat sempurna. Monster apa yang telah membuat Sasuke seperti itu? Ia menghentikan ritualnya dan mendekati mereka berdua.

"Na-Naruto! Apa yang terjadi...?"

"Kumohon! Jangan sekarang! Sembuhkan Sasuke dulu!"

Sakura mengangguk mantap, Naruto segera membaringkannya dan Sakura mengeluarkan tekhnik penyembuhan dengan energi. Warna hijau menyelimuti tubuh Sasuke segera-sedikit demi sedikit lukanya menutup kembali, Naruto menatap hal itu tanpa berkedip ,Sakura masih fokus pada pengendaliannya. Sakura segera menutup luka lain dengan lumut yang tumbuh disekitar situ, hal ini dapat mengurangi rasa sakitnya untuk sementara.

"Naruto..." ujar Sakura, dari titik hitam yang dapat Naruto ketahui, gadis itu sangat menghawatirkan Sasuke, sedikit rasa tidak suka ada di dalam hatinya.

"Entahlah..."

Sakura menghentikan pengobatanya ketika Sasuke telah tersadar, wajahnya tampak pucat dan terlihat kelelahan. Saat ia memandang Sakura ada perasaan yang begitu membuncah untuk menjauhi gadis itu, tetapi energi dan staminanya telah terkuras habis, kini ia hanya menurut ketika dibopong oleh keduanya dan dibaringkan ke lapisan kain yang digelarkan ditanah gua.

Sakura meyuntikkan bius kepada Sasuke, sesudah itu ia menarik keluar Naruto untuk di introgasi. Mereka keluar dari gua dan bersender pada sebuah pohon besar tak jauh dari sana, Sakura melipat tangannya dan menoleh kearah Naruto.

"Bagaimana selanjutnya...?"

Naruto yang menyender dengan santai dan menyilangkan tangannya kebelakang kepala hanya menatap datar, wajahnya terlihat serius untuk pertama kalinya. Ia menatap langit sore, tempat yang menguntungkan. Didataran tinggi yang memungkinkan binatang buas enggan menggapainya dan pohon-pohon sialan itu tidak tumbuh dibebatuan.

"Kurasa, kita diarahkan ke tempat yang lebih jauh..."

Sakura memandang Naruto bingung, setidaknya ia telah menjaga agar Sasuke tidak mengetahui namanya yang asli.

"Kau tau, kita mengarah kearah barat. Menuju tempat matahari tenggelam, bila kita benar sekarang seharusnya kita tidak disini Sakura..."

"Huh? Maksudmu?"

"Seharusnya matahari tenggelam ada didepan kita, memang arah gua ini menuju ke selatan. Tetapi seharusnya mengingat kalau kita dijalan yang benar,..."

"Kenapa kita tidak semakin mendekat tetapi semakin mendekati arah timur...?"

"Tetapi bisa saja kita salah arah mengitung Naruto..."

Naruto menatap lubang gua dengan seksama, apa jadinya jika ia tak menyadari kalau sebenarnya Sakura mulai ketakutan sendiri? Sepertinya ia lebih memilih peperangan daripada misi ini. Tangannya menepuk bahu Sakura, senyumnya mengembang dengan lebar.

"Semangatlah! Ayo lakukan ini dengan cepat!" Sakura menoleh dengan cepat,pipinya memerah dan ia menunduk, untuk pertamakalinya ia diperlakukan seperti ini. Ia sangat malu,Naruto hanya menatap gadis itu dengan sedikit sunggingan senyum maklum, gadis itu terlalu banyak membunuh hingga tak tau harus bagaimana jika diperlakukan seperti seorang gadis pada umumnya.

...


...

"Bagaimana Kabuto-san...?"

"Hm..., kalian memilih jalan yang alternatif tapi aman atau jalan cepat tapi berbahaya...?"

"Mungkin, kita terpecah jadi dua saja Kabuto-san..."

Lelaki yang dipanggil Kabuto langsung menggandeng gadis berbaju ungu, katanya ia akan mengambil jalur alternatif. Sedangkan lelaki bermbut nanas dan bertubuh gampal bisa mencoba jalur cepat-lagipula mereka sendiri yang memintanya.

"Kau tak bisa menanggung resiko dengan membawa seorag gadis cantik, benar-kan Ino-san...?"

"Ha-Hai..." Ino yang disebut cantik hanya merona, walaupun mungkin ini lelaki keseribu yang menyebutnya cantik.

Lelaki berambut nanas hanya mengehelai nafas, "Kau benar, sangat merepotkan..." katanya sambil menguap pelan. Ia menghadap kearah lain dan menghiraukan amukan Ino, ia hanya menatap malas pada jalur ini. Kemungkinan para Dark Elf* yang terbang dan merayu para lelaki, pantas saja mereka berdua ditunjuk. Bukan apa-apa, Shikamaru-namanya, adalah lelaki yang tidak-suka-pada-sikap-merayu dan Choji yang dari tadi sibuk mengunyah cemilan juga tidak-perduli-dengan-gadis, klop! Pasti mereka akan mdah melewati tempat itu!.

Sedangkan Kabuto dan Ino melewati jalan alternatif yang katanya kalau tidak konsentrasi bisa berubah-ubah letak jalannya, mereka berdua adalah manusia berkonsentrasi tinggi itu adalah hal yang mudah. Jadilah mereka membawa perbekalan yang sangat banyak, hanya karena Kabuto yang menyempatkan kata "Aman" pada argumentnya pertama.

"Kabuto-san..." panggil Shikamaru, lelaki itu menoleh. Ia mengikat perbekalan pada kuda yang juga diikatnya sehingga tidak terpisah meskipun tidak ditunggangi,

"Kuserahkan gadis cerewet itu padamu..."

"Hm, kau bisa mengandalkanku..."

Ino yang sudah menaiki kudanya duluan langsung mencak-mencak, pipinya memerah ketika menyadari ia satu kuda bersama Kabuto. "Maaf Ino-san tapi apa kau keberatan...?" lelaki itu tersenyum sedikit, membuat Ino hanya terdiam malu, kemudian ia menggeleng pelan.

"Strategi ini berguna karena kita telah sampai pada ngarai tersembunyi lewat jalur tenggara yang diajukan Kabuto-san, kita berangkat seminggu setelah rombongan Pangeran Namikaze dan Pangeran Uchiha lewat. Tetapi sampai pada jangka waktu dua hari, ini sangat menguntungkan..." jelas Ino panjang lebar, ia mulai terjangkiti hobi Shikamaru.

"Hm, Ngarai ini memiliki dua jalur, pertama yang dilalui rombongan Pangeran Uchiha dan Pangeran Namikaze... Kau bisa melihat tanda-tanda mereka dari bekas api dan juga kaktus yang terpotong rapi..."

"Hn? Bisa saja itu bekas para pencari kayu, Ino-san?" Kabuto mencoba memberi argument. Bisa saja itu terjadi, karena tak jauh dari ngarai itu terdapat desa kecil yang cukup makmur.

"Huh? Etto..."

"Kita sudah sampai, Ino-san..."

"Huh? O-oh, ya..."

Kabuto melompat, ia memandang kearah lain. Saat matanya menemukan sesuatu, ia tersenyum lebar.

"Sepertinya kita bisa mecapai Puri Kristal dengan aman tanpa ada gangguan..."

Bersambung...

...


...

Oss!

Maaf updetnya lama, Oss sempet keseleo dan -yeah kau tau kan? Urut sana-sini. Oh ya, Oss mau bikin vote buat Readers-san!

TOKOH BARU!

(Rule : Pilih salah satu, Tokoh crossover ini akan memainkan peran utama kelima setelah mereka ber-empat)

A-Kaneki Ken, Raja Iblis- sekaligus Raja Neraka dari Kerajaan Kakuja

B-Ren Hakuryuu, Pangeran kedelapan- sekaligus Raja ketiga dari Kekaisaran Kou

C-Okumura Rin, Keturunan Iblis-Raja Kehancuran dari Kerajaan Geheena

D-Gaara Sabaku, Raja Kelima-sekaligus Pangeran ketiga dari Kekaisaran Sunagakure

E-Namikaze Minato, Raja Kedua,Dewa pengembara dari Kerajaaan Namikaze- Ayah Naruto

F-Kuroko Tetsuya, Raja Bayangan. Pangeran keenam dari Kerajaan Kiseki no Sedai

Oss batesin sampe 2 minggu, yang paling banyak Votenya adalah pemeran kelima- pemeran yang bakal ngerebut Hina-chan dari Pantat ayam! Dan punca-aaaaaaaknya!.

Oke!, Arigatou! See You!

-Osstreich