The Great Escape
Bag, 2-Chapter 2,
"Sepertinya kita bisa mencapai Puri Kristal dengan aman tanpa ada gangguan..."
Matanya berkilat ketika memandang lelaki yang tertidur diatas dahan pohon besar. Ia menyuruh Ino tetap berada diatas kuda lalu ia mendekati lelaki itu. Wajahnya begitu gembira , memancarkan sesuatu yang tidak dapat ditebak.
"Jendral Kakashi!" Serunya tiba-tiba.
"Huh...?"
Lelaki itu masih mengucek matanya. Masih terasa bahwa ia baru saja tidur, karena ia langsung mengamuk ketika dibangunkan oleh Kabuto. "Apa?, Kabuto-kah ?" tanya Kakashi ketus. Wajah lelaki awal tiga puluhan itu masam.
"Kenapa kau yang datang? Dimana Neji-san?" Kabuto malah membrondonginya dengan pertanyaan. Sedangkan Kakashi masih merasa malas menjawabnya, ia berdiri dan merengganggkan otot-ototnya. Sembari meliuk-liuk, ia sedikit mengeram.
"Neji, Neji Hyuuga maksudmu?" Katanya balik bertanya, setelah menggantungkan pertayaan seperti itu. Kabuto mengangguk.
"Kalau maksudmu baut aku tidak punya, kalau maksudmu banci itu. Dia melarikan diri!" jawab Kakashi tanpa tedeng aling, sedangkan Kabuto mengehembus nafas berat. "Sudah kuduga..." katanya sembari menumpukan tangan ke pinggang. Kakashi menoleh cepat.
"Maksudmu...?"
"Memang kau pernah lihat Neji-san memegang katana...?" ujar Kabuto dengan senyum sinisnya yang khas, "Wah, keajaiban kalau dia mau memegang benda itu..." ujar Kakashi menanggapi. Kakashi juga heran ketika tahu ia mengantikan Neji secara tiba-tiba.
Mereka berdua berjalan mendekati kuda, Kabuto sempat memperkenalkan Kakashi pada Ino. Meskipun pada akhirnya Ino sendiri sudah tau kalau itu idolanya. Jendral Kerajaan Senju, Kakashi Hatake.
Mereka akhirnya bertemu di desa kecil dekat ngarai tersembuyi. Shikamaru sempat terkesan kepada lelaki berambut perak itu. Meskipun hanya dua hari, ia mampu menyusul mereka yang telah berangkat sehari setelah rombongan Pangeran Namikaze berangkat. Jika dihitung, mungkin butuh waktu seminggu untuk menempuh perjalanan dari Kerajaan Senju menuju ngarai tersembuyi.
"Apa kau tidak istirahat selama perjalanan, Kakashi-sensei?" tanya Ino khawatir, dan imbuhan 'Sensei' itu membuat Kakashi semakin mengantuk. "Ah, hanya sedikit Ino-chan..."
Ino melambung, Shikamaru mengeleng-geleng. Ia berdiri menuju kasur dan langsung tiduran disana. Semua memandang kearah Shikamaru.
"Nara, besok ada yang ingin kudiskusikan denganmu..." ujar Kakashi sambil beranjak mendekati kasurnya.
"Hn... Hatake-sensei..." balasnya singkat.
Mereka berdua terlihat sudah menyusuri alam mimpi, sedangkan Ino pamit menuju penginapannya sendiri.
" Bagaimana keadaannya...?"
Sakura menoleh kearah Naruto, wajahnya lebih tenang dari kemarin. Sakura menggeleng kearah Naruto. Sedangkan lelaki blonde itu akhirnya terduduk, ia mulai melepasi armornya satu persatu. Ternyata memakai armor disaat kondisi badan tidak fit sangat mustahil. Semua terasa berat.
Sakura menoleh lagi, ia memandang wajah Sasuke dalam diam. Ia menyadari kondisi Sasuke kini cukup mengkhawatirkan. Kehilangan banyak darah, tulang rusuknya patah, tulang lengannya patah, memar-memar, belum lagi luka-luka goresan lain. Memangnya makhluk macam apa yang dilawan olehnya? Tiba-tiba secara tidak sadar air matanya menjatuhi wajah Sasuke.
Segera Sakura menyekanya, ia terkejut, ada apa dengan dirinya? Kenapa matanya mengeluarkan air?
"Sakura...?"
Naruto segera mendekatinya, ia terkejut, tersadar akibat air yang terus menerus keluar dari mata emerland gadis berambut merah muda itu. Dari pandangannya,ia melihat seorang gadis polos yang masih tidak mengerti apa itu kehidupan.
Naruto segera mengambil kain yang terselip di tasnya, lalu dengan kelembutan, Naruto menyeka air mata Sakura. Dalam diam.
"Na-Naruto...?" Sakura terkejut, refleks ia menoleh kearah Naruto.
"Bagaimana rasanya...?"
Sakura terkejut, ia langsung menunduk lagi. "Aneh, aku tidak dapat menggambarkannya..." jawab Sakura singkat.
Naruto terdiam, ia beranjak menuju mulut gua. Sedangkan Sakura hanya terdiam, tangannya masih setia memberikan 'energi penyembuhan' pada Sasuke.
"Perjalanan ini..." terputus, Naruto sempat melirik kearah Sakura dan Sasuke, ia sedikit khawatir. Dari sekian peperangan yang sangat disukai olehnya, dari sekian misi yang selalu diselesaikannya. Misi inilah yang paling sulit dan mustahil untuk dilakukan. Mata shappirenya memandang luasnya daratan ini, kulit tan miliknya merasakan angin sepoi yang berhembus lemah, dan ia sempat berpikir sesuatu.
Ia terduduk dibatu, tepat didepan mulut gua, kejatuhan sinar matahari, terdorong hembusan angin sepoi-sepoi dan memikirkan sesuatu dalam diamnya ia. Ia sadar akan tujuan perjalanan ini.
'Menemukan sang tuan Putri, membunuh sang Putri saat itu juga , dan mengambil sebagian Kerajaan..."
Sebenarnya misi ini jauh dari kata susah, sangat mudah malah. Hanya saja jika Kerajaan itu bukan Kerajaan Hyuuga.
"Sasuke-kun!"
Naruto terkejut setengah mati. Ia langsung melompat dan berniat berlari menubruk keduanya. Kakinya seperti terpaku pada bumi ketika melihat adegan didepannya. Otaknya berhenti, jantungnya juga berhenti, waktu juga terasa lambat, dan semuanya terasa menyakitkan.
Mereka berpelukan. Tepatnya Sakura memeluk Sasuke.
Naruto merasa sedikit sakit, namun dengan senyumnya yang lebar, ia langsung menubruk Sasuke.
"Okaeri, Teme!"
"Ittai!, Aho-Dobe!"
Sasuke bangkit, ia hanya memakai yukata tanpa armor. Setelah bersusah payah menyingkirkan Naruto yang terus memeluknya. Sasuke tanpa perduli dengan adanya Sakura, langsung melepas yukatanya begitu saja. Sakura kelabakan, Naruto langsung ikut menutup mata Sakura.
Dan untuk pertamakalinya Naruto mengomel kepada Sasuke.
Seharian!
Ya! Naruto mengomel seharian kepada Sasuke dan itu tidak berhenti hingga mereka menemukan kuda mereka, 20 jam ! Nonstop!
Mereka melanjutkan perjalanan, entah mengapa. Sakura tak bisa berhenti khawatir kepada Sasuke. Ia terus saja bertanya tentang kondisi Sasuke.
Hingga mereka menemukan seuatu yang janggal, sebuah tempat yang lapang. Hanya berisi semak berduri dan pohon menjulang ditengahnya. Sasuke mendekat, ia mengamati lumut yang mengarah kehutan itu sendiri, Hutan Kematian.
"Jadi Sasuke, kau merasakan sesuatu...?"
"Kupikir, sepertinya inilah. Tempat tinggal para Nymph itu..."
Naruto dan Sakura terhenyak, didepan mereka. Hanya ada tempat tandus yang penuh semak dan bebatuan. Jika benar kata Sasuke, seharusnya puri itu berada didekat sini. "K-kau yakin ,Teme...? Jika benar, ini tempat tinggal para Nymph itu! Maka disitulah Puri kristal! Karena puri itu jantungnya hutan sialan ini!" Sasuke menolehkan pandangannya. Ia mendekat kearah Sakura.
"Nah, Putri pertama Kerajaan Haruno, Haruno Sakura..."
Mereka semua terkejut, Naruto terdiam, Sakura membeku. Lelaki itu menyebutkan namanya dengan aksen kebencian yang jelas. Ia segera menyangkalnya.
"A-Apa maksudmu Sa-"
"Tidak ada yang bisa lolos dari Sharinganku!, meskipun kalian sudah membohongiku sebelum aku bertemu dengan lelaki bertopeng itu..."
Naruto membatu, Sasuke telah menyadari ia dibohongi, apakah lelaki bertopeng yang disebutkan Sasuke itu memberitahukannya? Naruto segera mendekati Sasuke.
"Sasuke!"
"Naruto! Kau adalah sahabatku, kenapa kau menyembunyikan ini...?" Sasuke mengeram, ia membenci kebohongan, kepurapuraan dan kemunafikan! Ia hendak menyerang Naruto. Namun hal itu terhenti ketika ia menyadari mata Naruto berubah menjadi sharingan. Mata itu mengeluarkan darah. Amaterasu!
Sasuke segera menghentika kobaran api hitam itu, mata sharingannya bercahaya dan memadamkan api itu seketika. Ia sangat berhati-hati agar api itu tidak melukai Naruto. Sakura mendekati Naruto,ia segera menyembukan Naruto, ia sangat khawatir, mengingat api hitam itu ternyata sangatlah panas.
Sasuke mendekati Naruto, ia terdiam.
"Sakura, maafkan aku..."
"Huh...?" Sakura terkejut, matanya langsung mengarah ke Sasuke. Lelaki itu beranjak.
"Aku telah menyadari, siapa dalang sebenarnya dari Kejadian ini dan tujuan pembunuhan ini..."
"Sasuke-kun...?"
"Itachi Uchiha, ia mengincar tahta Kerajaan Uchiha..." Sasuke menghirup oksigen sebentar, kemudian melanjutkan. " Kakakku itu tidak mendapat garis keturunan Raja, sehingga untuk menjadi Raja-" Sakura memutus perkataan Sasuke.
"Ia menyingkirkanmu...?"
"Benar..."
"Tapi, bukankah ia adalah Kakak-mu...?" Sakura menunduk, ia memandang tangannya yang mengeluarkan cahaya hijau. Ia masih tidak mengerti, bahkan tentang semua yang telah terjadi.
Naruto akhirnya tersadar, ia mencoba berdiri. Uzumaki yang susah mati- sebutan yang cocok untuknya karena Ia tidak mati atau terluka meskipun armornya meleleh terkena api hitam amaterasu. Untunglah ia membawa armor cadangan. Armor berwarna oranye-api dan simbol Kerajaan Namikaze- hiasan rubah ekor sembilan lengan sebelah kanan.
"Jadi, Sasuke, maafkan aku. Kemungkinan aku terkena Koto Amatsukami ketika berbicara dengan Itachi..." . Ia beralih ke Sakura, "Sepertinya Sakura juga mengalami hal yang sama... Hanya saja Itachi tidak menanamkan amaterasu padanya..."
Sasuke terdiam.
Sakura menunduk.
Naruto hanya membeku setelah mengatakan hal itu.
"Hm, kali ini aku memaafkanmu. Karena kau sahabatku, dan aku tahu. Kau tidak akan membohongiku kecuali kau dalam pengaruh genjutsu itu..."
"Sasuke!"
Sasuke tersenyum, untuk pertamakalinya! Sakura melihat senyuman tulus dari Sasuke Uchiha. Wajahnya memerah.
"Nah, sekarang Naruto!, ceritakan kebenaran dari Putri Hyuuga itu...!"
Naruto terdiam.
"Kalau itu,... Sasuke. Sebaiknya kau tidak tahu..." Naruto memandang Sasuke dalam keseriusan. Dirinya, untuk sekarang. Dalam keadaan kepayahan, berantakan, dan penuh dengan kegelisahan.
"Naruto..." ujar Sakura lemah.
Sasuke masih disana, ia segera berbalik dan berjalan menjauh. Sedangkan Sakura ingin mengejarnya, saat ia berbalik. Lengannya dicengkram oleh Naruto dengan kuatnya. Sedangkan Sakura terkejut dan memandang Naruto, lelaki rubah itu membeku, ia memandang punggung Sasuke. Menatap sahabatnya yang terdiam seketika.
"Naruto..." ujar Sasuke lemah, ia menunduk lalu menolehkan pandangannya kebelakang dan memberikan tanda.
Naruto bersiap.
Tiba-tiba banyak kertas yang mengarah kepadanya, berbentuk shuriken dan bergerak sangat cepat. Sasuke juga bergerak cepat, Naruto mengayunkan cengkramannya dan menarik Sakura mundur. Seketika muncul sosok hijau dari tanah, Naruto langsung menyerangnya.
Sebuah ledakan besar. Naruto yang mendarat tepat pada dahan pohon besar. Sedangkan Sakura masih berada dalam rengkuhannya, Naruto menarik katananya dan mengaktifkan mode sagenya. Sedangkan Sasuke berhasil menyusup dan melompat jauh dengan bantuan elang kuchiyosenya.
Mata sharingannya mendapati dua sosok dalam asap ledakan tadi, mereka dikelilingi oleh kertas . Sepertinya musuh ingin menghancurkan konsentrasi Sasuke dengan serangan terus menerus yang dilancarkan dari segala arah. Sasuke masih menghindar.
Naruto melompat lagi, ia berlari sambil menggendong Sakura. "Na-Naruto! tu-turunkan aku!" teriak Sakura, namun Naruto tak menjawabnya dan terus berlari kearah yang berlawanan. " Kita harus melawan yang satunya, ttebayo!" ujar Naruto dalam wajah seriusnya.
"Huh?"
"Mereka menggunakan kertas yang beraliri chakra, sehingga aku sulit menemukan sosok mereka. Jadi Sasuke dan aku memutuskan untuk bertarung secara terpisah...!"
"Kau? Dan Sasuke? Kapan?"
Naruto tidak menjawab, ia mendadak berhenti. Mengakibatkan debu berterbangan disekitarnya. Reflek ia melompat sebelum kunai kertas mengenainya.
Sementara itu Sasuke masih terdiam diudara, dan ia telah mengetahui siapa sosok yang berada didalam asap tebal itu! Ia melayang juga!
" Brengsek!, tunjukkan siapa dirimu...!" ujarnya hanya ingin memastikan. Sedangkan sosok itu tiba-tiba lenyap. Dan segera digantikan dengan sosok lain, Sasuke mengetahui itu, tidak ada yang dapat lolos dari sharingan miliknya!
"Kau, punya mulut yang lebar juga ya..."
Sasuke mengaktifkan enternal mangekyou sharingan, dan menghindar ketika tiba-tiba sebuah burung dari tanah liat menuju kearahnya. Sasuke dengan jelas bisa melihat sosok itu. Penjaga hutan kematian, Deidara.
"Yo... Uchiha Sasuke..." lelaki itu tersenyum dengan lebar, matanya memandang dengan rakus seluruh ekspresi, berharap mendapati lawannya dalam keadaan ketakutan.
Sasuke masih terdiam. Tanah melawan petir. "Kau tak ingin memukul genderang perang?" ujar Deidara dengan angkuhnya. Sasuke menarik kusanaginya dan mengalirkan energinya, sehingga terdapat percikan listrik pada setiap gerakannya.
"Kalau begitu, biar aku yang memulai perangnya!" Deidara memulai, ia mengambil tanah liat dari katongnya. Sasuke masih berada di udara, namun ia segera beralih ke sage modenya.
Deidara tiba-tiba melempar suatu bola-bola kecil. Sasuke masih terdiam, tetapi tangannya melemparkan petir berbentuk jarum. Sesaat sebelum Sasuke sadar Deidara telah berada diudara. Deidara melemparkan dua buah tanah liat berbentuk burung, Sasuke mendongak terkejut. Terdengar sebuah ledakan besar, bahkan Sakura yang berada sangat jauh dari pertarungan itu dapat mendengar ledakan itu, Naruto bahkan bisa merasakan akibat ledakan.
Deidara tersenyum, namun ia kembali ikut terkejut. Ketika Sasuke dalam radius dekat menggunakan petirnya dan memotong sayap burung yang dikendarai Deidara.
"Dasar keras kepala...!" umpat Deidara, ia melompat sebelum burung yang ia naiki hancur menghantam tanah.
Sasuke menonaktifkan EMS dan mode sagenya. "Aku harus membuatnya kehabisan energi dan mengakhiri ini..." gumamnya lemah. Sasuke terdiam dengan wajah datarnya, mencoba memancing emosi Deidara.
"Oi!, Sasuke! Sudah kehabisan energi,ya?"
Sasuke tak menjawab.
"Huh, dasar anak kecil..."
Sasuke hanya terdiam. Tiba-tiba saja Deidara merasakan kehadiran sosok dibelakang, segera ia melepaskan salah satu bolanya menuju kearah belakang. "Sial!"
Sasuke tersenyum, tak sia-sia ia menyembunyikan bunshinnya dalam asap ledakan. Kusanaginya menghunus asap ledakan, ia membuat bunshin lagi, lalu berlari menuju asap itu lagi, "Sebelum itu!, terima ini!" Deidara berteriak, ia melompat cukup jauh.
Terdengar ledakan yang lebih keras, bahkan dampak ledakan membuat lubang yang cukup besar. Deidara tertawa, ia berdiri diatas dahan dan kemudian melompat turun. Asap menghilang, Sasuke dalam lindungan ular kuchiyosenya. Deidara mendecih lagi. Tetapi ada yang aneh pada pinggangnya.
Deidara tersadar, Chidori senbon, atau jarum petir milik Sasuke telah menusuk pinggangnya. "Cih!, bagaimana?! Kau!"
Sasuke tersenyum, "Tampaknya kau benar-benar tidak sadar jika bunshinku yang menyerang mu dari belakang sudah menghilang sejak kau memberikan serangan, dan bunshinku yang kau ledakkan juga telah menghilang sebelum kau menyerang, aku hanya menggunakan Sharingan untuk memprediksi gerakanmu dan menyebarkan chidori senbon sebelum kau mengatakan, katsu..."
"Brengsek!"
"Kau tidak akan mampu mencabutnya, bahkan untuk bergerak. Aku menusuk tepat di titik lumpuh yang kau miliki, menutup total aliran energimu. Dan kau tidak akan bergerak, meskipun mulut besarmu itu masih bergerak..."
"Cih!"
Sasuke mendekat, "Lagipula ada beberapa pertanyaan untukmu..." Sasuke mendekatkan matanya kearah Deidara.
"SHARINGAN!"
Naruto menurunkan Sakura, ia bersiap seketika. Sedangkan Sakura merasa kenal dengan jurus ini. Wajahnya menjadi pucat, ia sempat menarik lengan Naruto ketika memandang Naruto yang sudah bersiaga.
"Naruto! , ini orang yang menyerangku tempo hari" ujar Sakura lemah, Naruto menoleh dan menyeringai, "Bagus!, ayo kita lawan!" Sakura kembali menarik lengan Naruto. "Ta-tapi!- NARUTO...! AWAS!"
"Shikigami no Mai!"
Mereka terpisah akibat menghindari serangan, Sakura yang memukul perut Naruto dan melompat. Naruto jelas terlempar cukup jauh. Serangan itu seperti sebuah pusaran kertas peledak yang Sakura yakini penuh dengan energi. Mereka akan akan terus meledak selama 5 menit. Sakura mendekati Naruto.
"Gomen, Naruto..." Sakura mengobati Naruto. Sedangkan Naruto hanya bergumam tidak jelas sembari menahan sakit.
Sedangkan dari jauh Sakura dapat melihat siapa penyerangan itu. Wanita kertas yang kemarin menyerangnya dan meninggalkan kertas yang menancap diseluruh tubuhnya. Bahkan ia butuh waktu cukup lama untuk beregenerasi, dan ia juga masih belum menemukan cara untuk menyerangnya. Wanita itu dapat memecah tubuhnya menjadi kertas-kertas, kemudian bersatu kembali sambil memberikan serangan.
Sakura melotot. Sekarang malah wanita itu memiliki sayap!. Bagaimana cara mengalahkannya jika ia di udara? Sakura mengigit bibirnya. Selama ini dialah lawan Sakura yang paling kuat. Baginya, ia bahkan tidak sebanding dengan wanita itu.
"Sa-Sakura...?" Naruto merintih, "Ah- Naruto... Gomen, aku terpaksa..." Ujar Sakura. " Hehe... Tidak apa-apa, jadi Sakura..."
Naruto menunjuk wanita bersayap yang tanpa ekspresi memandang mereka. "Apa itu lawan kita selanjutnya...?" Sakura mengangguk. Naruto menyentuh perutnya, "Jika aku tidak sekuat ini, mungkin aku sudah kehilangan jeroanku Sakura-chan!?" katanya sambil tersenyum lebar. Sakura malah memukul kepala Naruto, "Ini bukan waktunya bercanda!"
Naruto tersenyum, ia bangkit dan mengarahkan tangannya kekanan. "Sakura, berlindunglah. Tetapi tetap siaga, aku harap kau menjauh sejarah 2 atau 3 meter dari sini. Karena seranganku berskala besar..."
Sakura mengangguk.
"Dan Kau, Konan. Lama tidak bertemu ya?" Naruto menyeringai pada wanita itu. " Yah, lama sekali, Namikaze-sama..." jawabnya.
"Oh, ya... Seharusnya, jika kau menyukai Ayahku. Kau harus membiarkan kami lewat..." Ujar Naruto sembarangan. Konan hanya terdiam.
"Karena aku menyukainya, aku akan membunuhmu di sini bersama wanita jalang itu..."
Giliran Naruto terdiam.
"Sepertinya wanita disana agak mirip dengan wanita jalang itu... Benar-kan? Namikaze-sama?"
Naruto gemeretak, "JANGAN BERCANDA!" tiba-tiba kedua bunshin Naruto telah berada diatas wanita itu, "Futon: Rasenshuriken!" mereka melempar benda itu tepat mengenai wanita itu dan menghasilkan pusaran angin yang besar, kemudian meledak dengan ledakan yang cukup besar.
Sakura tak ingin menjadi beban, ia telah mengaktifkan mode Souzou Saisen miliknya, jika Byakugo adalah regenerasi tanpa batas. Maka Souzou Saisen adalah penyembuhan dan penarikan energi alam yang dilakukan secepat mungkin dan ia sering gunakan dalam peperangan.
"Naruto!" Sakura berteriak dengan tenaga penuh, ia terkejut Naruto dapat memusnahkannya dalam satu serangan. Naruto barbalik, ia tersenyum 12 jari, namun saat sebelum menampakkan giginya ia berteriak.
"SAKURA!"
Swag!, mereka sama-sama membelalak. Sakura merasakan perih luar biasa ketika tombak kertas yang tiba-tiba menembus tubuhnya.
"Kau kira dapat membunuhku dengan itu, Namikaze-sama...?"
Yosh, Minna! Saya update lagi!...
Nah pemenangnya adalah Gaara Sabaku. Jadi tokoh ketiga penting adalah Gaara, ia akan menjadi sosok yang menimbulkan peperangan!
Terus baca,jangan lupa Review!
Ohh ya, Oss ganti nama . Dari Osstereich menjadi Westeria, ano ne~ Westeria adalah bunga esteria jepang yang ngantung itu lho... Westeria florabunda kalo gak salah nama ilmianya.
See you again!
-Westheria
