The Great Escape

...

Bag, 2-Chapter 3,

...

"Beritahu aku! Siapa sebenarnya Hinata Hyuuga itu!?" Sasuke berwajah serius, kini lelaki sialan ini telah berada di bawah genjutsunya, sehingga mudah baginya bertanya apapun yang ia inginkan.

"Hinata Hyuuga adalah putri pertama dari Kerajaan Hyuuga..."

'Cih!' batin terdiam, ia masih ingin mencerna apa yang dikatakan oleh banci didepannya ini.

"Katakanlah!" desaknya cepat.

"Ia adalah putri dari Hitomi Uchiha dan Ryugazaki Hyuuga. Dewi bagi kami, dan 'Anggur Uchiha' "

"Dia−" terpotong, Sasuke melompat cepat. Ia mundur dan memandang kaget pada seseorang yang berdiri diatas dahan pohon. "Brengsek!"

"Yo, Uchiha Sasuke, kita bertemu lagi..." ujar Lelaki bertopeng. Sasuke mendecih. "Bajingan itu lagi..."

Lelaki bertopeng itu mengeluarkan suatu jurus, sebuah jurus ruang dan waktu. Seperti jikukan ninjutsu, tetapi sedikit kompleks. "Kamui-kah?" ujar Sasuke singkat, ia berusaha membatalkannya. Tetapi sekali lagi, ia hanya menembus tubuh itu. Sasuke mendecih benci.

"Seperti biasa-tidak sabaran..." kata lelaki itu sambil tertawa. Sasuke yang mendarat pada dahan yang lain hanya terdiam. Lelaki bertopeng itu lantas melompat dan mendarat disamping Deidara. Sasuke memandang lelaki itu intens. Lelaki bertopeng itu hanya terdiam, tetapi ia segera mendecih. Tiba-tiba dari mata kanan Sasuke mengeluarkan darah.

"Amaterasu...!"

"Cih!, sialan!"

Lelaki itu rupanya bergerak cepat untuk menghindari api amaterasu yang mengejarnya dengan ganas. Sasuke memperkecil lini penglihatannya dan memfokuskan pada gerakan lelaki itu. Ia meringis sambil menutup mata kirinya dengan rapat. Lelaki itu tampak menjauh, Sasuke langsung menutup mata kanannya sambil menekan dengan telapak tangan kanannya. Terasa nyeri.

Sasuke mengejar, ia melompat dan mendarat tepat sekitar dua meter dari lelaki bertopeng itu. Sasuke mengaktifkan EMSnya, ia berlari sambil menghunus kusanagi miliknya. Lelaki itu tampak diam, ia mengeluarkan rantainya dan berlari menuju Sasuke.

Sasuke memprediksi gerakannya, sharingannya bergerak mengikuti alur gerakan. Lelaki itu melakukan hal yang sama. Seperti yang sudah-sudah, lelaki itu menembus Sasuke. Sasuke mendecih dan menundukkan tubuhnya dan menghindari rantai yang berada dibelakang lelaki bertopeng itu.

Sasuke langsung berbalik dan mengeluarkan jurusnya, mengambil saat-saat yang membuat lelaki itu tidak sempat membuat tubuhnya bisa menembus apapun.

"Katon : Goukakyu no jutsu!"

Lelaki itu tepat menoleh, dan langsung 'bermandi' api. Bola api yang sangat besar itu melindas tubuhnya. Sasuke yang melihat kejadian itu terkekeh. Namun mata sharingannya menangkap pergerakan. Bola apinya diserap!

"Menggunakan jurus bola api disaat berbalik, dan cara menghindari rantai ini. Begitu, jadi kau menggunakan waktu sempit itu untuk melacarkan serangan dengan harapan aku sudah mengeraskan tubuhku. Sayang sekali, Sasuke..." ujar lelaki bertopeng itu sambil terkekeh, tangannya yang berkaus mengarah dengan telapak tangan terbuka lebar.

Sasuke terkejut, ia melompat jauh dan mencoba menganalisa. Sedangkan lelaki bertopeng itu hanya memandang Sasuke dari jauh.

"Setiap kau mencoba mencari tahu, siapa Hinata Hyuuga. Aku akan disana untuk menghentikan kau, Sasuke...!" ujar lelaki itu dengan suara yang cukup keras. Sasuke mendecih.

"Aku tak memiliki urusan apapun denganmu. Dilihat dari kata-katamu tadi, jangan bercanda! Kau tidak ada hak untuk menghentikanku!"

"Diam dan tenanglah, Sasuke. Suatu saat kau akan tahu siapa dia..."

Lelaki itu mendekati Deidara, ia mengeluarkan jurusnya. Lelaki itu menyerap Deidara dan memasukkan banci itu kedalam ruang genjutsunya. Sasuke mendekat pelan.

"Kau seorang Uchiha..." ujar Sasuke singkat, yang jelas doujutsu laki-laki ini melebihi Kakaknya, Uchiha Itachi. Mungkin dengan memanipulasi pertanyaan, ia dapat mengetahui sedikit tentang Hinata Hyuuga.

"Sebenarnya kau siapa...?" tanya Sasuke, Lelaki itu hanya diam. " apa itu 'Anggur Uchiha'...?" tanya Sasuke lagi. Namun lelaki itu tetap diam. Semenit berlalu, Sasuke masih setia menunggu jawaban. Lelaki itu berpaling sambil tenggelam dalam tanah. Saat setengah tubuhnya masih berada dipermukaan lelaki itu menjawab pertanyaan Sasuke.

" 'Anggur Uchiha' adalah sebutan untuk kisah cinta terlarang..."

Sasuke terkejut, ia berbalik memandang lelaki itu. Sedangkan lelaki bertopeng itu semakin menghilang dan akhirnya benar-benar lenyap, masuk kedalam tanah.

...

...

"Naruto!" Sakura berteriak dengan tenaga penuh, ia terkejut Naruto dapat memusnahkannya dalam satu serangan. Naruto barbalik, ia tersenyum dua belas jari, namun saat sebelum menampakkan giginya ia berteriak.

"SAKURA!"

Swag!

Mereka sama-sama membelalak. Sakura merasakan perih luar biasa ketika tombak kertas yang tiba-tiba menembus tubuhnya.

"Kau kira dapat membunuhku dengan itu, Namikaze-sama...?"

Naruto mendecih, ia mengumpat sambil meringis. Kemarahannya memuncak, energi kyubinya menguar. Naruto terlihat berantakan, taring giginya berubah lebih panjang, rambutnya juga lebih berantakan, matanya berubah memerah dan muncul lima buah ekor rubah dibelakangnya.

"Akhirnya..." ujar Konan, ia memandangi Naruto sambil tersenyum.

"NARUTO...!"

Sasuke segera mengeluarkan segel, ia mendekati Naruto sambil terus memantau menggunakan sharinganya. Ia harus menyegel kekuatan Kyuubi atau Naruto akan menghancurkan hutan sekaligus segalanya. Kekuatan Rajanya masih belum bangkit sepenuhnya untuk menyeimbangkan Naruto. Konan yang masih berada diatas terdiam, ia menggerakkan tangannya dan melipat kertas dengan chakranya.

"Kami Shuriken...!"

"Susano'o...!"

Sasuke membawa Naruto yang lemas, ia terus memantau Konan. Chakra yang dihasilkannya tidak stabil, tampaknya dia dikendalikan oleh sesuatu. Tangan susano'o meraih Sakura dan membawanya pergi. Konan juga lenyap.

Sasuke membawa Naruto dan Sakura ke tepi sungai. Tampaknya Sakura telah pulih, terbukti luka yang menganga itu perlahan menutup tanpa bekas. Sedangkan Naruto masih lemas, Sasuke mencoba membangunkan Naruto tetapi lelaki rubah itu masih menutup matanya.

"Sakura?" Sasuke terkejut ketika melihat Sakura bangkit dan menempelkan tangannya pada dada Naruto. Sakura masih terdiam. Sasuke hanya memandangnya aneh, ia beranjak lalu menumpukan tangannya pada pinggang.

"Kuda kita telah mati akibat kejadian tadi, sepertinya kita akan bergerak secara bebas. Lagipula dengan kuda kita malah kesulitan..."

Sakura mengangguk.

"Uggh..."- "!"

"NARUTO...!"

"Naruto!"

Naruto membuka matanya, ia meringis kesakitan lalu terduduk. "Aduuh... Apa yang terjadi..." ujarnya sambil mengucek-ngucek matanya. Sasuke menepuk bahu Naruto. "Beristirahatlah, kita akan bergerak besok..." katanya. "Aku sudah mendapatkan informasi, ada 6 kilometer lagi untuk mencapai Puri kristal..."

"Lalu keduabelas penjaga itu?" Sakura akhirnya membuka mulut. Ia sempat meneteskan air mata ketika Naruto bangun, tetapi ia tak berani bertanya apa-apa.

"Kita telah mengalahkan satu orang dan pernah melawan tiga anggota lain..." kata Naruto, "Aku tebak kita akan melawan beberapa orang lagi─Uhuk!" lanjutnya dengan susah payah. "Jangan,Naruto! Jangan bicara lagi!"

"Aku belum mau mati,Sakura-chan!"

"Tapi kau mengeluarkan banyak darah,Bodoh!"

Naruto mengeram, Sasuke terdiam cukup lama. Kemungkinan ini adalah perjalanan yang terakhir. "Naruto…" panggil Sasuke pelan, ia memandangi Naruto. "Hm…?"

"Kemungkinan kita akan bertemu dengan orang-orang dari Senju…"

"Kenapa kau yakin begitu?"

"Pikir saja, Aku sudah mengetahui hubungan Kerajaan Hyuuga dan Kerajaan Uchiha. Dan apa reaksi dari Hyuuga? Apalagi Senju adalah sekutu terkuat mereka…"

"Ho… entahlah,Sasuke…"

….

"Yo, Hatake-sensei…"

"Oh, kau Nara…"

Kakashi melemparkan handuk pada pundaknya, setelah menyegarkan tubuhnya di onsen ia langsung- dengan yukata yang masih terbuka- menuju kamar miliknya tanpa menghiraukan tatapan para pelayan wanita. Shikamaru menautkan alisnya, ia berjalan disebelahnya.

"Kenapa kau bersantai-santai, Hatake-sensei…"

"Maksudmu?"

"Ini telah menunjukan hari entah keberapa, dan seharusnya mereka sudah dekat dengan puri itu…"

"Hahaha… kau yakin?"

"Huh? Apa maksudmu, Hatake-sensei?"

"Kau lupa dengan Kabuto? Dia adalah mata-mata jenius yang memiliki segudang informasi tentang jalan pintas…" Kakashi mengedipkan matanya pada pelayan wanita disebelahnya, gadis yang baru mengantarkan teh itu berlari dengan pipi memerah dan teriakan tidak jelas. Shikamaru masih memandangi air teh hijau miliknya yang mengepulkan uap panas.

"Malah yang aku khawatirkan, apa yang terjadi jika kita bertemu dengan mereka…"

"Tentunya sebuah pertempuran…"

"Tepat! Dan inilah yang ingin ku diskusikan denganmu, kau harus menganalisa dan membuat strategi dengan baik sebelum kita bertarung.

Shikamaru mengangguk takzim, Kakashi sedikit melepas maskernya. "Dan, silahkan pergi, sebelum Ino dan yang lainnya masuk" Shikamaru beranjak dengan malas, "kau mengusirku?"

"Lalu?"

"Hn, meskipun ini menyusahkan dan merepotkan, Ino dan yang lainnya juga ingin tahu wajah Hatake-sensei…"

Kakashi mendengus. "Biarkan mereka mati penasaran, sudah! cepatlah keluar!"

Sasuke, Naruto dan Sakura mulai bergerak tengah hari. Bersamaan Tim Kakashi yang juga bergerak tengah hari. Berbeda dengan tim Naruto, tim Kakashi melewati sebuah hutan semak berduri dengan sungai yang dipenuhi ular besar. "Kyaa!" Ino berteriak histeris, hutan itu dipenuhi ulat yang benar-benar menjijikan. Apapun yang terjadi ia tak mau tersentuh oleh mereka atapun turun dari gendongan Kakashi.

"Apa ini benar-benar jalan terdekat?" Choji menggerutu. Ia menoleh pada Kabuto yang berada didepan. "Hm… jika kita lewat rute biasa, ini akan memakan waktu tiga hari. Apalagi jalur aman yang dilalui oleh pangeran Namikaze…" katanya sambil melayangkan katana pada dahan pohon penganggu.

"Hm, jadi kita benar-benar akan bertarung dengan mereka…?"

"Ha? Kau kenapa Shikamaru?" Ino berteriak, sebenarnya Kakashi ingin membungkam mulut bawel gadis dipunggungnya ini. Hanya saja, bagi seorang lelaki itu merupakan hal yang tidak terhormat sekaligus menyakiti seorang wanita.

"Yamanaka, sudahlah… dengar ya, Kuda kita sudah habis akibat racun rumput disungai itu. kau menjadikanku kuda, jadi tolong jangan berteriak dikupingku…"

Ino menutup mulutnya tiba-tiba, sedangkan Shikamaru berterimakasih pada lelaki satu ini karena berhasil menghentikan Ino. Mereka benar-benar melewati semua itu hingga keluar dari hutan semak duri. Kabuto yang keluar mendahului mereka langsung terduduk ketika ia melihat sesuatu.

"Kita telah sampai!"

Mereka semua terperangah, terlihat jelas pucuk menara yang berkilau dan dipenuhi oleh tumbuhan merambat. Shikamaru terdiam ia tak menyangka Kabuto benar-benar melaksanakan tugasnya. Dia adalah lelaki jenius dengan ingatan luar biasa! Hyuuga memiliki agen ganda terhebat! Sedangkan Choji benar-benar tak percaya. "Kau benar, he-hebat sekali Kabuto…"

Kakashi hanya memandangi sesuatu yang berkilau itu dengan puas. Ia menurunkan Ino yang masih menutup mulutnya, tampaknya ia tidak mau berkomentar apapun.

"Kita akan membuat tenda disini, kalian keberatan…?" mereka mengangguk, tetapi Shikamaru mengeleng. "Kita akan berdiskusi lagi dan Yamanaka, ikutlah berdiskusi nanti malam" Ino mengangguk, hatinya senang.

"Mereka akan membutuhkan tiga hari untuk melewati jalur aman, tenang saja…"

"Tetapi Uchiha memiliki kamui, Hatake-sensei…"

"Tentunya aku juga memiliki kamui, Nara"

"Huh?!" Shikamaru terdiam, teringat kalau lelaki satu ini juga memiliki apa yang dimiliki oleh para Uchiha.