Chapter 10

Author's POV

Beberapa bulan berlalu, Baekhyun tetap tinggal bersama dengan orang tua angkatnya. Meskipun sekarang mereka tidak memperlakukan Baekhyun seperti pembantu lagi. Itu karena ayah Chanyeol, jika mereka terus memperlakukan Baekhyun seperti pembantu, maka mereka akan diasingkan. Jadi mereka memilih untuk diam saja dan tidak memperdulikan keberadaan Baekhyun di rumahnya. Mereka tidak peduli lagi dengan apa yang Baekhyun lakukan.

Libur musim panas tiba. Chanyeol sangat senang karena dia punya banyak waktu untuk bersama Baekhyun. Seperti biasa, dia menunggu Baekhyun selesai part time. Tapi kali ini dia tidak sendiri, ada Jongin, Kyungsoo, Sehun, dan Luhan bersamanya. Mereka berkumpul untuk merencanakan liburan mereka. Luhan memang tidak libur, karena baru dia yang sudah bekerja. Tapi dia bisa cuti.

Mereka membantu beres-beres agar cepat selesai. Baekhyun terlihat sangat senang, mungkin karena banyak yang membantunya hari ini. Mereka berenam berencana menginap di rumah Luhan, yang notabene lebih besar dari apartemen Chanyeol. Sedangkan Kyungsoo tinggal bersama orang tuanya, mereka tidak ingin mengganggu karena pasti akan brisik sekali.

"Masuklah..." Kata Luhan saat mereka memasuki rumah miliknya. Mereka tidak terkejut, karena semuanya sudah pernah masuk rumah yang cukup besar itu. Terdapat dua kamar mandi di rumah Luhan, dan keduanya cukup besar, bisa memuat 3-4 orang di dalamnya. *Luhan, rumahmu tempat pengungsian atau apa? Kkkkkkkkk*.

"Huuft...lelah sekali." Kata Jongin, merebahkan dirinya di sofa dan menaruh tas besar yang dari tadi dijinjingnya. Chanyeol dan Sehun meniru gerakan Jongin.

"Hyung, aku mau mandi. Bolehkan?" Tanya Baekhyun. "Boleh, kita bisa mandi bersama. Aku akan menggosok punggungmu" -Luhan

"Apaaaaaaa?!" -Sehun dan Chanyeol bersamaan. Baekhyun, Luhan, Kyungsoo, dan Jongin terkejut.

"Ya! Ada apa dengan kalian berdua, kenapa lebay sekali?" Tanya Jongin.

"Bolehkah aku itu mandi bersama?" -Kyungsoo O.O

"Apaaaaaaa?!" -Jongin sama lebaynya dengan Sehun dan Chanyeol tadi. Hening sejenak.

Pfft (Luhan)

"Hahahahahhahahahah." Mereka semua tertawa, kecuali Jongin.

Chanyeol dan Sehun langsung menyerang Jongin, terjadi pergulatan yang hebat diantara mereka bertiga. Tiga penyihir itu membiarkan guardian mereka bertingkah seperti anak kecil dan masuk ke kamar mandi.

"Ya! Hentikan!" -Jongin, tangannya masih melindungi kepalanya pukulan bantal Chanyeol dan Sehun.

"Kemana mereka?" Tanya Chanyeol.

"Masuk kamar mandi, kurasa." -Sehun.

"Ah sial! Aku jadi gagal mandi bersama Baekhyun." Kata Chanyeol frustasi.

"Ayo, kita juga segera mandi." -Jongin

Mereka pun akhirnya mandi bertiga juga. Kamar mandi pertama berisi Baekhyun, Luhan, dan Kyungsoo. Kamar mandi ke dua berisi Sehun, Chanyeol, dan Jongin.

*Kamar mandi pertama

"Luhan, kulitmu halus sekali." -Baekhyun sambil menggosok punggung Luhan.

"Ah, pada dasarnya penyihir memiliki kulit yang halus. Kau dan Kyungsoo juga memilikinya." -Luhan

"Baek, kulitmu juga halus, hanya ada bekas luka ulah orang tuamu itu." -Kyungsoo, dia agak bersungut.

"Sudahlah, lagi pula mereka tidak melakukannya lagi sekarang. Aku tidak tahu apa alasan mereka tidak melakukannya, tapi aku bersyukur." -Baekhyun sambil terus menggosok punggung Luhan dengan hati-hati.

"Kalian mau luluran?" tanya Luhan. *Pantes*

Mari kita tinggalkan uke-uke itu sejenak dan pergi ke kamar mandi dua, dimana para seme berada.

*Kamar mandi kedua

"Apa kira-kira yang dilakukan penyihir kita di dalam sana?" Tanya Chanyeol yang dijawab dengan gelengan oleh Sehun dan Jongin.

"Ngomong-ngomong, apa kalian pernah melakukan sex?" -Chanyeol

"Mwoo?" -Sehun dan Jongin bersamaan dengan mata mereka selebar punya Kyungsoo O_O

"Yah, kalian kan lebih senior dari aku." -Chanyeol sambil membasuh tubuhnya dengan air hangat.

"Tentu saja belum. Kata ibuku tidak boleh berhubungan sex sebelum menikah." -Sehun *duh anak baik*

"Aku juga belum, cuma ciuman dan membuat kiss mark saja. Atau mengeksplore tubuh Kyungsoo." Kata Jongin sambil memejamkan mata membayangkan dada Kyungsoo. Sehun dan Chanyeol terbelalak.

"Kau mengeksplore? Bagaimana caranya?" -Sehun.

Kemudian kai menceritakan segala hal yang diketahuinya tentang bagaimana cara mengeksplore tubuh *mesum banget si Jongin ini*. Sehun dan Chanyeol mendengarkan dengan seksama.*yah..ketularan mesum deh*

Para penyihir sudah selesai mandi. Mereka keluar sedah mengenakan baju tidur.

"Kenapa mereka belum keluar?" tanya Luhan. Kemudian terdengar suara tawa yang cukup keras dari kamar mandi kedua. Sepertinya masih membicarakan cara mengeksplore tadi.

"Woa, mereka berisik sekali." -KyungsO.O

"Kyungsoo, aku lapar." Rengek Baekhyun.

"Baiklah, ayo kita bikin ramen sambil menunggu mereka selesai mandi." -Kyungsoo. Kemudian mereka memasak ramen. Tak berapa lama pintu kamar mandi kedua terbuka.

"Hahahahhahah, aku akan memberi tahu Luhan." -Jongin berlari kecil menuju dapur, Sehun mengikutinya dari belakang.

"Ya! Jangan lakukan itu! Jongin!" teriak Sehun dia berusaha menarik baju Jongin.

Sudah hampir sampai di dapur. "Luhan hyung, Sehun berkata dia ingin ber-(hemp)." Belum selesai Jongin berbicara Sehun sudah menarik bajunya kemudian membungkam mulutnya.

"Diam! Atau aku akan mengatakan pada Kyungsoo kalau kau impoten." Bisik Sehun di telinga Jongin.

"(em) Tapi aku tidak impoten..." Sangkal Jongin dengan mulut yang masih dibekap, jadi suaranya agak aneh.

"Selama belum mencoba Kyungsoo pasti akan berpikir kau impoten." -Sehun

"Ba-baiklah, aku tidak akan mengatakannya. Sekarang turunkan tanganmu." -Jongin

Para penyihir spontan melihat mereka. "Apa yang kalian lakukan?" tanya Luhan.

Chanyeol yang sedari tadi hanya memperhatikan Baekhyun memasak tidak peduli dengan ulah Sehun dan Jongin. Kemudian dia mendekati Baekhyun yang sedang mengiris jamur.

Chanyeol melingkarkan lengannya di pinggang Baekhyun. "Hati-hati dengan pisau itu.." Chanyeol berbisik di dekat telinga kanan Bekhyun dengan nada menggoda, membuat Baekhyun merinding. Dia teringat tipuan apa yang pernah dilakukannya waktu itu. Baekhyun tersenyum.

"Kau ingin membantu atau mengganggu?" tanya Baekhyun pelan dan menolehkan wajahnya ke kanan. Tiba-tiba Chanyeol mengecup pelipis kanan Baekhyun, membuatnya mendongak melihat wajah Chanyeol.

Chanyeol tersenyum dan memberikan kecupan singkat pada bibir pink Baekhyun. Wajah Baekhyun memerah, dia meletakkan pisaunya dan menghadap Chanyeol. Chanyeol memegang dagu Baekhyun dan bersiap untuk mendaratkan bibirnya lagi ke bibir Baekhyun. Tiba-tiba...

"Ahemmm..." -Luhan dia memang sengaja bilang 'ahem' bukan berdeham.

"Sepertinya ada yang sedang asik bermain di dunia mereka sendiri." Lanjut Luhan.

"Ah..ma-maaf (T.T)" -Baekhyun salah tingkah, kemudian dia mengambil pisau dan memotong jamur lagi.

Kyungsoo, Jongin, dan Sehun hanya cekikikan.

Beberapa menit kemudian ramennya sudah matang. Mereka melahap habis semuanya dan mencuci piring kotor dan peralatan masak yang mereka gunakan tadi.

"Jadi, mau kemana kita?" tanya Kyungsoo setelah mereka semua duduk di depan tv setelah sikat gigi. *jangan lupa sikat gigi setelah makan dan sebelum tidur*

"Bagaimana kalau kita ke pantai?" -Jongin

"Terlalu mainstreem Jong." -Kyungsoo

"Naik gunung?" -Baekhyun

"Aku tidak mau kau terluka." -Chanyeol

"Mau pakai kapal pesiar ayahku?" -Luhan

"Kita harus menyebrang, padahal di musim panas jarang sekali hujan." -Sehun

"Hemmmmhhhh..." -Semuanya

"Apa mau pergi ke vila ayahku? Di wilayah itu juga ada festival musim panas." -Chanyeol

"Bagus." -Kyungsoo

"Oke.." -Jongin

"Setuju." -Luhan dan Sehun berbarengan

"Kurasa itu menyenangkan." -Baekhyun

"Kalau begitu kita sepakat pergi ke sana." -Kyungsoo

Semuanya mengangguk. "Aku akan menemui ayahku besokuntuk minta ijin dan lusa kita akan berangkat." -Chanyeol

~To be continue~