Chapter 11
Author's POV
Villa keluarga Park berada di desa Yaban, 15 menit dengan menggunakan mobil dari Seoul versi dimensi sihir. Suasana desa itu masih asri, kalian bisa membayangkan seperti suasana Dinasti Joseon hanya peralatan yang digunakan penduduknya sangat modern. Pakaian yang mereka kenakan adalah pakaian tradisional Korea dan Jepang. Terdapat beberapa festival di desa itu, salah satunya adalah festival musim panas, dimana ada pasar malam, kembang api dan kostum pakaian tradisional di puncak acara festival.
Rumah penduduk satu dan yang lain berdekatan, sedangkan villa keluarga Park berjarak sekitar 200 meter dari desa. Sehingga agak masuk ke dalam hutan. Villa itu dibersihkan oleh penduduk Yaban setiap minggunya untuk menghormati keluarga Park.
Setelah menyiapkan semuanya Chanyeol, Baekhyun, Kyungsoo, Jongin, dan Sehun berangkat sore hari. Rencananya mereka disana selama satu minggu (selama festival musim panas). Luhan menyusul karena harus bekerja, dan hanya bisa cuti selama tiga hari. Villa itu cukup sederhana dan simple, biasanya hanya digunakan jika ayah Chanyeol sedang bertugas di dekat tempat itu. Saat kalian membuka pintu dan masuk ke dalam, di sebelah kanan kalian akan melihat ruang tamu dengan sofa berwarna putih tulang dan meja kayu berwarna coklat tua. Jika kalian melihat ke sebelah kiri, maka akan ada ruang tv dan dapur. Sementara di depan satu lorong menuju kamar tidur.
Di villa itu hanya ada dua kamar tidur, mereka memutuskan untuk tidur di ruang tv supaya tidak terjadi hal-hal yang diinginkan kkkkkkkkk. Mereka meminggirkan meja dan kursi kemudian menggantinya dengan tiga kasur portable ukuran 1,5 x 2 m. Sudah menjelang malam saat mereka selesai berbenah.
"Akhirnya selesai..." –Jongin yang langsung merebahkan tubuhnya di kasur tadi. "Kyungsoo hyung, aku lapar." Jongin berkata dengan ekspresi memelas.
"Eh (O.O)? Tapi kau sudah makan sebelum kesini tadi." –Kyungsoo
"Ayolah hyung, buatkan aku makanan." Rengek Jongin, dia menarik-narik tangan Kyungsoo. Yang lain hanya menghela nafas melihat tingkah Jongin yang seperti anak-anak.
"Ayolah.."
"Ayolah.."
"Buatkan saja, aku tak tahan mendengar rengekannya itu." –Sehun
"Kita beli saja makanan di luar. Adakan? Chanyeol?" –Kyungsoo, dia membalikkan badannya ke arah Chanyeol yang sedang asik mengelus rambut pink (cutton candy) Baekhyun.
"Tentu saja ada. Tapi kita harus ganti baju dulu, peraturan di desa ini mengharuskan untuk mengenakan pakaian tradisional Korea atau Jepang. Apa kalian bawa?" Chanyeol bertanya seraya mengeluarkan kimono pria sederhana dari tasnya.
Sehun, Jongin, dan Kyungsoo mengangguk.
"Semua baju ganti yang ku bawa adalah pakaian tradisional." –Baekhyun
Selang beberapa menit mereka semua sudah berubah menjadi namja ala kerajaan. Biar aku jelaskan pakaian yang mereka kenakan.
Sehun: Kimono pria berwarna biru tua dengan tali berwarna putih di pinggangnya. Dia hanya mengenakan bagian luar kimono, sehingga sebagian dada dan perut bidangnya terlihat (Seperti yang dikenakan Sasuke, tapi warnanya biru tua).
Kyungsoo: Hanbok pria berwarna putih dengan rompi biru tua bergambar ukiran.
Jongin: Hanbook pria berwarna biru tua dengan rompi putih bergambar bulu merak.
Baekhyun: Hanbook pria berwarna biru muda dengan rompi soft pink sesuai dengan warna rambutnya.
Chanyeol: Kimono pria berwarna merah marun dengan lambang keluarga Park (anggap saja seperti lambang Uchiha) di punggungnya dan tali hitam melingkar di pinggangnya, memperlihatkan dada bidang bagian atasnya .
Kalian bisa bayangin semua itu? Berimajinasilah kkkkkk.
Para namja itu berjalan kaki sampai ke desa, karena memang tidak boleh menggunakan kendaraan bermotor di dalam desa. Sepanjang jalan hanya ada penerangan berupa lampion elektrik. Saat memasuki desa beberapa penjaga membungkuk pada Chanyeol.
Dengan cepat mereka menarik perhatian para gadis. Mereka berbisik satu sama lain.
"Apa dia keturunan Park? Waaahhhh tampan sekali.." "Keturunan Park sangat keren.."
"Lihatlah pria yang mengenakan kimono biru tua itu, aku ingin menyentuh dadanya." Bisik salah satu gadis ke teman di sampingnya, sambil mengarahkan pandangannya ke Sehun. "Dan ekspresinya begitu keren."
"Kyaaa...lelaki imut yang mengenakan hanbook putih itu seperti pinguin." Tentu saja yang dimaksud kyungsoo.
"Bibir pria yang memakai hanbook biru tua itu terlihat seksi." mereka mendeskripsikan Jongin.
"Orang dengan hanbook biru muda itu manis sekali. Dia pria atau wanita?" "Entahlah..." "Sepertinya pria, karena dia menggunakan hanbok pria." "Astagah dia imut dan manis."
Banyak wanita yang memuji Baekhyun. Mereka mengucapkannya dengan cukup keras, membuat pipi Baekhyun memerah. Dia memegang lengan Chanyeol dan berusaha bersembunyi di belakang Chanyeol.
"Baek, kau kenapa?" tanya Chanyeol memegang tangan Baekhyun.
"Tidak apa, aku hanya malu. Aku belum pernah dipuji seperti itu." –Baekhyun semakin tersipu.
Chanyeol tersenyum dan melepaskan lengannya dari genggaman Baekhyun, kemudian melingkarkan tangannya di pinggang Baekhyun. Pipi Baekhyun menjadi tomat sekarang. Para wanita berteriak kegirangan.
"OMO!.." "Kawaii..."
"Kyaaa.." "Kyaaa.."
"Kyaaaaaaa...mereka berdua cute sekali."
Chanyeol tersenyum, seolah berhasil menunjukkan bahwa pria manis itu adalah kekasihnya. Mereka berlima terus berjalan menuju kedai ramen.
Selesai makan, Baekhyun dan Kyungsoo tertarik untuk melihat-lihat apa saja yang dijual pasar malam. Sementara Chanyeol, Jongin, dan Sehun melihat pertunjukan tari tradisional di panggung festival. Mereka berjanji untu bertemu kembali 30 menit kemudian di kedai ramen tadi.
*Sehun, Jongin, Chanyeol part*
Mereka bertiga melihat wanita dengan kimono dan mengenakan topeng meliuk-liukkan tubuhnya dengan indah. Chanyeol duduk diantara Jongin dan Sehun.
"Penari itu menggemaskan sekali. Aku membayangkan Kyungsoo mengenakan kimono wanita itu dan menari striptis di depanku. Mnnhhh..." Jongin berbisik pada Chanyeol, di akhir kalimat dia mendesah, membuat Chanyeol bergidik.
"Apa yang kau lakukan? Jangan mendesah di telingaku. Geli tau." Kata Chanyeol mendorong Jongin menjauh.
"Aku juga membayangkan Luhan mengenakan kimono. Dia akan terlihat anggun sekali..Luhan, emmmmhh..." Sehun berkata dan mengusap-usapkan kepalanya di pundak Chanyeol.
"Hya! Apa lagi ini." Chanyeol agak berteriak dan menahan kepala Sehun agar tidak mendekati pundaknya lagi.
"Kyungsoo..."
"Luhan..."
*drool *drool *drool
"Hiya! Kenapa air liur kalian bercucuran." –Chanyeol
"Luhaaaannn..." "Kyungsooo..."
"Oke! Hentikan. Aku punya ide." Chanyeol berkata, Sehun dan Luhan kembali ke kenyataan. Kemudian mendengarkan rencana Chanyeol dengan seksama.
Sehun dan Jongin terlihat senang setelah mendengar ide itu. "Yeheeetttt! Kalau begitu ayo kita beli sekarang saja." –Sehun.
Chanyeol dan Jongin mengangguk, kemudian mereka bertiga pergi untuk mencari 'benda' itu. Benda apa yang dimaksud? Suatu saat kalian akan tahu, kkkkkkkk.
*Baekhyun, Kyungsoo part*
Mereka berjalan mengelilingi pasar dan berhenti di penjual jepit rambut.
"Apa menurutmu ini bagus?" tanya Baekhyun sambil menunjuk jepit rambut berbentuk daun kecambah berwarna hijau muda.
"Itu lucu sekali Baek (O.O)." –Kyungsoo. "Apakah jepit kupu-kupu ini lucu?"
"Awwww...lucu sangat." –Baekhyun. "Jadi kita beli yang ini?"
"Oke..pilihkan untuk Luhan hyung juga." –Kyungsoo, Baekhyun mengangguk. "Menurutmu yang mana?"
"Kurasa bunga daisy ini bagus." Baekhyun berkata dan mengambil jepit rambut bunga kemudian menunjukkan pada Kyungsoo.
"Ya..ini bagus sekali. Kebetulan Luhan hyung juga lahir di bulan April." –Kyungsoo
"Eh? Memangnya kenapa dengan bulan April?" Tanya Baekhyun.
"Memangnya kau tidak tahu kalau bunga daisy mencerminkan bulan April?" –Kyungsoo
"Benarkah? WOW..." –Baekhyun. "Baiklah, kita beli yang ini."
Baekhyun menyerahkan jepit rambut pada penjualnya untuk dibungkus, kemudian mengulurkan uang. Penjual itu mengulurkan jepit rambutnya dan uang kembalian. Kyungsoo yang membawa bungkusan kecil itu.
"Ayo, kita kembali ke kedai ramen. Sepertinya sudah 30 menit." –Baekhyun
Saat akan sampai di kedai ramen, seseorang tak sengaja menabrak Baekhyun dari belakang. Membuatnya terjatuh ke tanah dengan cukup keras. *Bruk*
"Ouch.."
"Ya! Baek, kau tidak apa-apa?" Tanya Kyungsoo dan langsung berlutut di dekat Baekhyun.
"Ah..Ma-maafkan aku tuan." Kata orang yang menabrak Baekhyun tadi, ternyata dia anak kecil berusia sekitar 12 tahun. Dia membungkuk sambil meminta maaf berulang kali.
"Tidak apa-apa adik kecil.." Kata Baekhyun dengan senyum manisnya.
"T-tapi sepertinya lulut kakak terluka." Anak kecil itu berkata, dia menangis.
"Astagah (O.O), benar, lsepertinya lututmu terluka, darahnya merembes ke celanamu Baek." Kata Kyungsoo panik.
"Jimiiinnn..." Teriak seorang wanita dari kejauhan. Kemudian dia mendekat saat melihat anak kecil yang sedang menangis di samping Baekhyun dan Kyungsoo.
"Jangan berlari seperti itu Jimin, nanti kau bisa menubruk sesuatu." Wanita itu berkata pada anak kecil yang menabrak Baekhyun tadi.
"A-aku su...dah me-nabrak kakak ini. Hiks...hiks.." Kata Jimin kecil, air matanya terus mengalir.
"Ah..Maafkan anakku tuan." Kata ibu itu sambil membungkuk ke arah Baekhyun dan Kyungsoo.
"Tidak apa bu, lagi pula ini cuma luka kecil." –Baekhyun
Kyungsoo membantu Baekhyun berdiri. Jimin dan ibunya pergi setelah meminta maaf berulang kali.
"Baek, kau bisa berjalan?" tanya Kyungsoo.
"Sepertinya bisa. Ayo kita tunggu Chanyeol dan yang lain di depan kedai." Baekhyun berkata dan melangkah dari papahan Kyungsoo. Kemudian *bruk* dia terjatuh lagi.
"Haish! Kau ini Baek. Jangan memaksakan diri kalau memang tidak bisa." Kyungsoo berkata dan kembali membantu Baekhyun untuk berdiri. Memapahnya ke depan kedai.
Tak berapa lama Chanyeol datang.
"Baekhyun! Apa yang terjadi?" Chanyeol bertanya langsung mendekati Baekhyun.
"Aku tadi terjatu jatuh. Hehe..." Kata Baekhyun, kemudian tersenyum lebar.
"Tadi ada anak kecil yang menabraknya, kemudian dia terjatuh. Dan sekarang dia sulit untuk berjalan karena lututnya luka." –Kyungsoo menjelaskan.
"Kalau begitu kita harus segera pulang dan mengobati lukamu." –Chanyeol
"Dimana Jongin dan Sehun?" Tanya Baekhyun.
"Eh? Benar, aku tidak melihat mereka." –Kyungsoo
"Mereka pulang duluan, aku disini untuk menjemput kalian. Ayo Baek naik ke punggungku." Kata Chanyeol dan menggendongnya di belakang.
Mereka berjalan kembali ke villa.
Kyungsoo dan Chanyeol bercerita sepanjang perjalanan. Sedangkan Baekhyun hanya diam saja.
"Chanyeol?" –Baekhyun
"Ya?" –Chanyeol
"Apa aku berat?" –Baekhyun
"hahahhaa, kau bercanda Baek?" –Chanyeol
"Tidak.." –Baekhyun berkata dan menaruh dagunya di pundak Chanyeol, dia mulai mengantuk, matanya sayu. Dia lelah karena tadi pagi sebelum pergi liburan dia harus bekerja terlebih dahulu, dan lagi dia tadi berkeliling pasar.
Selang beberapa saat mereka sampai di villa. "Baekhyun, kita sudah sampai." –Chanyeol
"Ssshhhhh...Chanyeol, pelankan suaramu. Dia sudah tertidur." –Kyungsoo
Kyungsoo membuka pintu. Jongin menyambutnya.
"Eh? Ada apa dengan Baekhyun?" –Sehun
"Sepertinya dia kelelahan." –Kyungsoo. "Chanyeol, baringkan Baekhyun di kamar saja, lututnya terluka, kalau kita tidur bersama ada kemungkinan kakinya tertindih salah satu diantara kita." Mereka semua berbicara dengan berbisik.
Chanyeol mengangguk, sambil dibantu Kyungsoo dia membaringkan Baekhyun di kamar.
"Kau lepaskanlah baju luarnya, aku akan menyiapkan antiseptik untuk membersihkan lukanya." –Kyungsoo sambil berjalan keluar kamar.
Chanyeol kemudian melepas baju luar Baekhyun dengan hati-hati, dia tidak ingin membangunkan kekasihnya yang kelelahan itu.
Tak berapa lama Kyungsoo datang membawa baskom berisi air hangat dan anti septik. Dia mengelap tubuh Baekhyun, kemudian membersihkan luka di lututnya.
"Hey, pelan-pelan Kyung.." Chanyeol berkata karena melihat reaksi Baekhyun saat lukanya dibersihkan.
"Iya, ini sudah selesai." –Kyungsoo
Selesai membantu Baekhyun, Kyungsoo keluar. Chanyeol menyelimuti orang yang dia cintai itu dan mengecup keningnya.
"Kenapa kau mudah sekali terluka Baek?" Tanya Chanyeol, yang tentu saja tidak mendapatkan jawaban dari Baekhyun yang sudah tertidur pulas.
Chanyeol keluar kamar dan tidur bersama dengan teman-temannya yang lain setelah Kyungsoo masuk lagi dan memaksanya untuk tidur keluar supaya tidak mengganggu Baekhyun.
~To be continue~
