Author's POV
Pagi itu Baekhyun bangun karena silaunya sinar matahari yang masuk ke kamarnya. Dia masih duduk di tempat tidur sambil mengusap matanya, merentang tubuhnya, kemudian berdiri. Sayangnya dia langsung terduduk kembali karena kakinya masih sakit. Dia menggerutu pada dirinya sendiri karena berdiri terlalu cepat. Kali ini dia berdiri pelan-pelan.
Dia mencium aroma sedap dari arah dapur. Pasti Kyungsoo, pikirnya. Ini masih jam setengah enam pagi, tapi matahari sudah bersinar terang sekali. Ya, karena ini musim panas. Dia berjalan ke arah pintu dan membukanya.
"Kyungsoo?" Sapa Baekhyun saat dia memasuki dapur dan melihat namja mungil sedang menggoreng telur mata sapi dan sosis untuk sarapan.
"Ah, Baek kau sudah bangun? Tolong masukkan roti itu ke dalam panggangan." Katanya dan menunjuk roti gandum di atas meja. Baekhyun mengangguk. Kemudian melakukan hal yang disuruh Kyungsoo tadi.
Baekhyun berjalan ke ruang tv, dia melihat para guardian masih tidur pulas. (Posisi: paling ujung dekat tembok adalah Sehun, kemudian Jongin, dan Chanyeol berada di pinggir). Baekhyun mendekati Chanyeol.
"Awww...polos sekali mukanya *poke* *poke*." Kata Baekhyun memencet pipi Chanyeol dengan jari telunjuknya. Wajahnya hanya berjarak bebera inchi dari wajah Chanyeol.
Tiba-tiba Chanyeol membuka matanya dan menarik Baekhyun. Baekhyun yang masih mencerna apa yang baru saja terjadi. Dia berada dalam dekapan Chanyeol sekarang, tidak bisa bergerak, saking kuatnya. (Posisinya: Chanyeol memeluk Baekhyun dari belakang, tapi dalam posisi tidur)
"Yeolie, lepaskan aku." Kata Baekhyun berjuang untuk lepas.
"Don't move babe..mmnnh" -Chanyeol berkata tepat di tengkuk Baekhyun, membuat Baekhyun bergidik. Dia mencoba melepaskan diri lagi dari dekapan Chanyeol tapi tetap tidak bisa.
Pada akhirnya Baekhyun pasrah dan berada dalam posisi itu sampai Chanyeol bangun. Sebenarnya Chanyeol sudah bangun, dia hanya ingin memeluk Baekhyun.
Lima menit berlalu. "Chanyeol, let me go please.."
"No..Jangan mendikteku Baek." Kata Chanyeol dan mengecup tengkuk Baekhyun membuat pembuluh darah di wajahnya dilatasi, semburat kemerahan menghiasi pipinya.
"D-dont tease me Yeolie." Baekhyun berkata dan membalikkan badannya. Sekarang mereka berhadapan.
Pipinya semakin merah saat tahu Chanyeol sudah membuka matanya. "Good morning," Kata Chanyeol dan mengecup dahi Baekhyun. Sekarang pipi Baekhyun benar-benar menjadi tomat.
Tiba-tiba *Bug* kaki kanan Jongin menghantam pinggang Chanyeol. "YA!" -Chanyeol berteriak melepaskan pelukannya dari Baekhyun secara bersamaan, kemudian dia duduk menghadap ke arah Jongin. Jongin dan Sehun yang masih tertidur harus bangun dengan jantung berdebar cepat.
"Ada apa? Apa yang terjadi?" Tanya Jongin dengan posisi siaga.
Kemudian Chanyeol menjitak kepala Jongin. "Kau menendangku! Dasar bodoh!"
"Oooppsss..mian mian.." Kata Jongin cengengesan.
Sehun yang masih setengah sadar membanting tubuhnya kembali ke kasur dan tidur.
"Hey, hey, ayo bangun. Sarapan sudah siap. Aku tidak mau kalian mati kelaparan." Kata Kyungsoo yang menyeret tangan Sehun.
"Aku tidak akan mati kelaparan karena tidak sarapan Kyung..(-_-)" Sehun berkata dengan muka bantal. Tetapi dia harus bangun karena Kyungsoo menyeretnya sampai ke lantai. Dia tidak mau diseret sampai ke dapur.
Setelah sarapan mereka keluar untuk melihat suasana desa saat pagi hari. Warga desa bangun pagi sekali, mereka pergi ke ladang, atau ke pasar.
Para namja itu memutuskan untuk pergi ke ladang di tepi hutan. Baekhyun dan Jongin berlari sepanjang pematangan, Chanyeol selalu berteriak ke arah mereka untuk pelan-pelan.
Sehun dan Kyungsoo hanya tertawa geli melihat sifat Chanyeol yang terlalu protective pada Baekhyun.
Jongin kembali mendekat ke arah Kyungsoo, mengecup pipinya perlahan. Terlihat dia sangat menikmati kecupan itu. Kemudian Jongin menggandeng tangan Kyungsoo dan mereka berjalan ke tengah ilalang. Meninggalkan Sehun berdiri sendiri di tepi ladang.
Chanyeol berada 10 meter di depan Sehun, memandang Baekhyun yang berlari kecil mengenakan kimono berwarna kuning. Senyumnya membuat mata Chanyeol tidak bisa lepas darinya.
Chanyeol's POV
Dia berlari mengenakan kimono berwarna kuning yang sangat kontras dengan ilalang coklat di sekelilingnya. Tawanya secerah matahari. Angin menyapa rambutnya manja. Dia seperti kupu-kupu yang menari bersama angin. Melambaikan tangannya ke arahku.
Aku hanya berdiri mematung karena keindahan yang ku lihat. Dia mendekat dan menarik tanganku untuk ikut menikmati hembusan angin bersamanya. Dia terlihat mengagumkan, semburat merah di pipinya membuat semuanya sempurna.
Dia selalu bisa membuat orang-orang disekitarnya merasakan energi positifnya. Tidak peduli seberapa besar penderitaannya dia akan tetap tersenyum. Aku menahan tangannya untuk membuatnya berhenti berlari. Dia memasang ekspresi bingung. Aku tersenyum dan menariknya ke dekapanku.
"I love you.." Aku berbisik padanya. Dia menyadari apa yang aku lakukan dan melingkarkan tangannya di tubuhku.
"I love you too.." Katanya. Aku melepas pelukanku dan mengelus rambutnya.
"I can't let you go Baek."
"Then don't.." Katanya dan membenamkan wajahnya di dadaku.
Selang beberapa detik aku mendengar suara seseorang mendekat, kemudian *krasak* dia terpeleset di pematangan. Aku, Baekhyun, Jongin dan Kyungsoo sepontan menengok ke arahnya.
"Hahahahhahahhahha.." semuanya tertawa.
"Sehun, apa yang kau lakukan? Hahahha.." Baekhyun berkata dan dia tertawa lagi.
"Aku ingin bergabung dengan pelukan kalian..." Muka Sehun memelas saat mengatakannya.
"Aku merindukan Luhan hyung. Hiks hiks.." Eh? Dia menangis? Seorang Oh Sehun menangis?
"Hahahahahhhahahaha" Suara tawa pecah lagi melihat tingkah Sehun. Kadang dia bisa menjadi kekanakan.
Author's POV
*Oke, ayo skip dua hari kemudian. Aku tidak tega dengan Sehun karena hanya sendirian di antara kedua pasang OTP kita.*
Hari ini Sehun kembali ke Seoul untuk menjemput Luhan. Kyungsoo dan Jongin pergi ke supermarket terdekat untuk membeli bahan makanan. Sedangkan Chanyeol dan Baekhyun membersihkan villa.
"Kyaaaa!" Teriakkan Baekhyun dari dalam kamar mandi memekakkan telinga, Chanyeol buru-buru mendekatinya. "Chanyeol! YA! Ada kecoa di sini!"
Saat melihat Chanyeol, Baekhyun langsung melompat ke dekat Chanyeol mencari perlindungan. "Hiya! Kecoanya terbang." Chanyeol berteriak.
Dia menghentakkan kakinya ke lantai, kemudian tembok dari tanah menjulang tinggi sampai ke atap (Bayangkan seperti avatar), mengurung kecoa itu di dalam kamar mandi. Tapi terlambat, kecoa terbang itu berhasil lolos, dan mengarah ke Chanyeol dan Baekhyun. Tangan Chanyeol mengendalikan air yang dipadatkan menjadi es dan diarahkan ke kecoa itu. Gagal juga, es-es tadi malah membuat barang-barang di dalam kamar mandi berserakan.
Dia mengeluarkan api dari tangannya. Kemudian bersiap melempar ke arah kecoa itu. Tapi Baekhyun menghentikannya. "Jangan membunuh hewan dengan membakarnya Yeol.."
"Eh? Baiklah." Chanyeol memadamkan api di tangannya. Kecoa terbang itu semakin mendekat.
"Kyaaa, Kyaaa.. Chanyeol dia terbang ke sini." Baekhyun bersembunyi di belakang Chanyeol.
Sejurus kemudian Chanyeol menggerakkan tangannya dengan cepat, membuat peluru angin dan diarahkan ke kecoa terbang. Tapi selalu gagal, karena saking kuatnya peluru angin itu berakhir membuat tembok kamar mandi berlubang cukup besar.
Kemudian kecoa terbang berbalik arah dan keluar melalui lubang itu. Chanyeol dan Baekhyun bengong.
"Apa kecoa itu benar-benar pergi?" Tanya Baekhyun.
"Ku rasa iya." Jawab Chanyeol. "Tapi lihat apa yang terjadi dengan kamar mandinya."
"OMO..!" Baekhyun tercengang. Kamar mandi hancur berantakan. Ada tembok tanah menjulang, bongkahan es, benda-benda berserakan dan pecah, ditambah dengan lubang cukup besar (Orang bisa lewat) di tembok membuatnya terhubung dengan dunia luar.
"Apa yang harus kita lakukan?"
"Pfttt..hahahahhahahahha." Baekhyun tertawa. "Semua ini karena kecoa terbang?"
"Chanyeol, kau yang melakukannya. Kau harus bertanggung jawab." Kata Baekhyun
"Tidak! Kau yang memanggilku tadi." Chanyeol menyalahkan Baekhyun.
"Tidak! Kau yang mencoba membunuhnya." -Baekhyun
"Kalau kau tidak berteriak, aku tidak akan datang." -Chanyeol
"Kau!" -Baekhyun
"Kau!" -Chanyeol
"Kaaaaaau!" -Baekhyun
"Kau!" -Chanyeol
"Huft...kalau begitu kita berdua salah. Tapi kau yang menghancurkannya." Kata Baekhyun, menjitak Chanyeol, kemudian berlari keluar sambil tertawa.
Chanyeol's POV
Ouch! Berani-beraninya dia. Aku mengejarnya keluar. Masuk ke hutan. Dia berlari ke semak-semak aku terus mengejarnya. Rambutnya yang cerah diantara dedaunan semak, membuatnya mudah terlihat.
Aku memalingkan wajahku kebelakang, semoga kami tidak tersesat. Aku melihat ke arah Baekhyun lagi, tapi dia tidak ada. Mungkin dia bersembunyi.
"Baek...kalau kau tertangkap, aku akan membalasmu.." Aku berkata menggoda.
Kemudian, tiba-tiba aku mendengar Baekhyun berteriak.
Aku tersadar, ini tidak lucu lagi dan mulai panik berlari ke arahnya tadi.
"Baekhyun! Dimana kau!" Aku memanggilnya, tapi tidak ada jawaban.
SIAL! Aku berlari lebih jauh ke dalam hutan. "BAEKHYUN!" Aku berteriak. Kemudian aku mendengar suara di arah timur (kananku). Aku berhenti dan berlari ke arah suara itu. Aku menerobos semak-semak dan hampir terjatuh dua kali.
Aku berlari lebih cepat, kemudian mendengar Baekhyun memanggil namaku, dia terdengar ketakutan.
Ah SIAL! Aku berlari lebih cepat, mengarahkanku keluar dari hutan. Saat aku sampai, aku tercengang. Karena ada di padang rumput. Yang membuatku lebih tercengang lagi adalah ada lubang yang sangat besar di tanah. Diameternya kira-kira 50 meter.
Aku tercengang dengan apa yang ku lihat. Sampai aku melihat ada tangan yang menggapai pinggir lubang, mencoba untuk keluar.
Aku kenal jari-jari itu. Baekhyun!
Aku berlari mendekat dan berlutut di pinggir lubang kemudian menarik tangannya untuk membantunya keluar. Dia memengang tanganku dengan erat. Aku melihat ekspresi ketakutan Baekhyun.
Aku tidak mau melihat ekspresi itu lagi.
"B-Baekhyun, angkat dirimu! Ayo! Berusaha lebih kuat!" Aku berteriak. Suaraku benar-benar terdengar panik.
Dia berusaha.
"Tidakkah kau lihat aku sedang berusaha !?" Dia balik meneriakiku.
Tiba-tiba aku merasakan tanahnya bergoncang. Gempa? Aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk menarik Baekhyun. Kemudian lubangnya mulai mengecil dengan cepat. Seolah akan menghilang.
Baekhyun mulai panik. "Apa ini? Apa yang terjadi?"
"Aku tidak tahu!" masih mencoba menarik Baekhyun keluar. Aku berusaha berdiri dan terus memegang tangan Baekhyun.
'Sial! Aku tidak bisa menariknya!' pikirku 'Aku tidak bisa kehilangannya!' 'Tidak!'
Saat aku hampir menarik Baekhyun keluar, aku terpeleset batu. "SIAL!"
Lubang itu mengecil lebih cepat, sekarang diameternya menjadi 10 m..8 m..ini akan sangat mengerikan saat tergencet tanah itu.
"Chan..yeol . Lepaskan tanganku!" Dia berkata.
"Tidak! Tidak akan!" Aku berteriak.
Tinggal 15 detik lagi lubangnya menutup.
'Maaf ... Baek'
~To be continue~
A/N: Maaf chapternya gantung dan agak membosankan. Apakah Chanyeol akan melepaskan tangan Baekhyun? Apa yg akan dia lakukan? Baca chapter selanjutnya ya..kkkkkkkkk
