Chapter 14

"Bukannya aku tidak percaya padamu Yeollie, tapi bisakah kau..Mnnhh, pelan-pelan?" Baekhyun merasa sangat kesakitan. Tangan Chanyeol berkelana dan menarik rambut Baekhyun. "Ahhhhhhh, sakit Yeol!"

"Pelan-pelan gimana sih Baek? Ini memang cara melakukannya." Kata Chanyeol agak geram karena Baekhyun dari tadi menyuruhnya untuk pelan-pelan. "Apa kau mau benda ini tetap ada di situ?"

"T-tidak, tidak! Tapi pelan-pelan dong Yeol. Aku baru pertama kali." Baekhyun merintih kesakitan, karena Chanyeol menarik rambutnya lagi.

"Ini nyangkut Baek. Aku juga belum pernah mengalami ini, tapi ini adalah satu-satunya cara." Chanyeol menghelan nafas. "Tahan sebentar ya."

"Tidak! Aku tidak mau kalau sampai dipotong." –Baekhyun berkata pada Chanyeol. "Jangan dekatkan gunting itu ke rambutku, Yeol (T.T)"

"Terus gimana cara nglepasinnya Baek? Tenang, aku ahli dalam hal potong-memotong." Chanyeol berkata dan siap menggunting.

"Tidak mau! Luhan hyung, tolong aku." –Baekhyun berteriak memanggil Luhan yang ada di dapur.

"Jadi kau lebih percaya pada Luhan? Suruh siapa depel-depel waktu aku makan permen karet. Lihat! Sekarang nyangkut kan." Kata Chanyeol memarahi Baekhyun.

"Tapi jangan potong rambut berhargaku Yeol.." –Baekhyun

"Jangan khawatir, ini tidak akan terlihat. Percayalah padaku." –Chanyeol

"Huft..Baiklah, aku percaya padamu." Baekhyun menghela nafas saat tidak ada jawaban dari Luhan.

Chanyeol perlahan mendekatkan gunting ke rambut Baekhyun yang terkena permen karet. Mengguntingnya sedikit demi sedikit sampai permen karetnya hilang. "Sudah selesai."

Baekhyun meraba rambutnya, dia lega karena Chanyeol tidak membotaki bagian itu.

"Terimakasih yeolie.." Kata Baekhyun dan mengecup pipi Chanyeol. Ada semburat merah di pipi Baekhyun. Kemudian dia pergi keluar dan menemui Luhan.

Chanyeol mengikuti Baekhyun keluar villa. Di ruang tamu dia berpapasan dengan Jongin.

"Mau kemana mereka?" tanya Jongin.

"Ke super market mungkin. Bahan makanan kita sudah habis." –Chanyeol

Jongin hanya ber oohh paham. "Apa kau mau berlatih bersamaku sambil menunggu petang Yeol?"

"Ayo, sudah lama aku tidak berlatih denganmu." –Chanyeol *smirk*

Dua jam berlalu, hari sudah mulai gelap. Baekhyun dan Luhan sudah kembali dari supermarket. Mereka bergabung dengan Kyungsoo dan Sehun yang melihat Jongin dan Chanyeol berlatih.

"Ye..ol..hah-hah..cukup.." Jongin kewalahan.

"Hey, aku belum melakukan apapun.." –Chanyeol

"Belum hah..melakukan apapun? Lihat halaman ini..hah.." –Jongin. Chanyeol melihat ke sekitarnya. Banyak tanah menjulang, daun berserakan, serpihan es, dan tubuh Jongin basah terkena air.

"Baru tiga elemen yang ku gunakan." –Chanyeol

"Ya, tapi kau bisa membaca gerakanku..itu yang membuatku kewalahan." –Jongin mendekati Chanyeol dan berlutut. "Yang Mulia.."

"Ya! Apa yang kau lakukan." –Chanyeol mundur menghindari Jongin yang berlutut di depannya.

"Hahahahahhahaha..Kau ini Yeol, nantinya kau akan diperlakukan seperti itu." –Jongin

"Tapi aku tidak mau temanku sendiri berlutut padaku." –Chanyeol menghentakkan kakinya, semua tanah kembali ke posisi semula.

Keturunan Park memiliki kelebihan masing-masing. Kakek Chanyeol, dia memiliki kemampuan untuk mengkentikan waktu, ayah Chanyeol memiliki kemampuan kembali ke masa lalu. Dan Chanyeol sendiri memiliki kemampuan untuk melihat masa depan. Seperti waktu itu, ketika Baekhyun diculik oleh penghianat (chapter awal). Calon pewaris memang memiliki kemampuan memanipulasi waktu.

Pukul 20.00 waktu setempat.

"Pst, Sehun..." –Chanyeol. Sehun mendekati Chanyeol.

"Kau sudah menyiapkannya?" –Chanyeol.

"Ya, ini.." Kata Sehun dan menunjukkan gulungan kertas kecil. Chanyeol mengangguk.

"Ehm. Apa kalian ingin bermain spin bottle?" tanya Chanyeol pada semuanya. Mereka sudah selesai dan hanya duduk di depan tv.

"Ayo! Aku bosan sekali dari tadi tidak melakukan apapun." –Luhan

"Sekarang kalian tulis 'truth or dare' nya dulu. Aku akan mencari botol." –Jongin

Semua menulis 'dare' seliar mungkin. Atau 'truth' sedalam mungkin. Masing-masing dari mereka menulis empat (dua 'dare' dan dua 'truth'). Jongin kembali dengan botol saus tomat. Sehun menempatkan miliknya di pojokan paling bawah kotak. Dia memberi tahu Chanyeol dan jongin untuk tidak mengambil itu.

"Perjanjiannya kalian harus melakukan apapun yang disuruh. Kalau tidak maka akan dapat punishment. Punishmentnya adalah melepas semua baju yang kalian kenakan. Setuju?" –Kyungsoo. Semuanya mengangguk.

Posisi duduk mereka melingkari meja, dimulai dari Chanyeol, Baekhyun, Luhan, Sehun, Kai, Kyungsoo, dan Chanyeol lagi.

"Oke kita mulai ya.." –Chanyeol, dia memutar botol pertama kali. Botol berputar beberapa kali dan menunjuk ke dirinya sendiri. "Arrrgghhh.."

"Ppfftt..hahhahahah." Semuanya tertawa. "Kau mau apa Yeol?" –Luhan

"Dare!" –Chanyeol mengambil gulungan dan membukanya. Setelah melihatnya alisnya mengkerut.

"Apa yang kau dapatkan Yeolie?" tanya Baekhyun.

-Jilat lantainya- itu yang tertulis.

"Hahahhahahha, lakukan Yeol. Apa kau mau telanjang?" –Sehun

Chanyeol menggeram saat dia melihat ke lantainya, walaupun tidak terlalu kotor tapi itu tetap saja lantai. Dia menghela nafas, berjongkok dan menjulurkan lidahnya ke lantai. Saat sudah menyentuh, dia buru-buru bangun dan duduk. "Sudah. Lanjut." Sekarang giliran Baekhyun memutar botolnya.

Kali ini Kyungsoo. "Apa yang kau pilih babe?" –Jongin

"Truth." Kyungsoo mengambil satu membukanya kemudian membacanya keras-keras. "Apa yang paling kau sukai dari pasanganmu?"

Kyungsoo melirik ke Jongin. "Emmmmmm...matanya." Kata Kyungsoo mendekati Jongin dan mencium matanya. *Blush* pipi Kyungsoo memerah, Jongin tersenyum

"Aku menyukai bibirmu Babe..mmnnnhhh." Jongin bersiap mendaratkan bibirnya ke bibir Kyungsoo.

"Etetetetet..apa yang kau lakukan Jong." –Chanyeol menarik Kyungsoo menjauh dari Jongin. "Lanjutkan.."

Luhan memutar botolnya, sekarang mengarah ke Chanyeol lagi. "Arrrggghhh.."

Baekhyun tertawa. "Aku ambilkan 'dare' ya Yeolie.."

Chanyeol menerima gulungan yang diberikan Baekhyun. Membukanya 'Jongkong dan menggonggong seperti anjing saat orang di samping kananmu bergerak untuk dua putaran.'

'Tantangan macam apa ini!' Pikir Chanyeol.

"Ooppppsss maaf Yeol." Baekhyun tertawa.

"Samping kanan, berarti Kyungsoo." –Luhan. Kyungsoo menepuk nyamuk. Chanyeol segera berjongkok dan menggonggong.

"Hahahahahhahhhahahaha.."

"Kapan lagi seorang Park bisa melakukan ini." –Sehun memutar botol dan mendarat ke Jongin.

"Dare!" kata Jongin dan mengambil gulungan.

'Jilat hidungmu, kalau tidak bisa jilat hidung orang lain'

Jongin melihat ke arah Kyungsoo, dia bergerak mundur. Chanyeol menggonggong lagi. Jongin mendekap Kyungsoo dan menjiat (menghisap sebenarnya) hidungnya. Hidung Kyungsoo basah pipinya merah tomat.

"Awwww...aku ingin memakanmu babe, kau imut sekali." –Jongin

"Hey hey, ada apa dengan kalian berdua." –Luhan. "Ayo, putar botolnya Jong."

Jongin memutar botolnya. Kali ini mendarat ke Baekhyun.

"Dare!" Baekhyun mengambil gulungan dan tertulis 'Jilat wipcream di wajah orang yang ulang tahunnya setelahmu.'

"Huh? Siapa ini? Apa kita punya wipcream?" –Baekhyun

"Ya, kita punya." Kyungsoo. "Orang yang ulang tahunnya setelah kau? Chanyeol?"

"Iya, Chanyeol bulan November, dan kau Mei. Aku dan Luhan di bulan yang sama, Kyungsoo dan Jongin juga. Yehet, jilat Baek." –Sehun

Kyungsoo menyemprotkan wipcream ke wajah Chanyeol, sayangnya dia usil dan menyemprotnya terlalu banyak hingga menutupi pipi dan sebagian mata Chanyeol sebelah kiri.

"Hey! Kenapa itu banyak sekal?" Baekhyun berteriak.

"Hahahahhahaha, lakukan Baek!"

Baekhyun mendekat dan menjilat wipcream di pipi Chanyeol dulu. Pipi Baekhyun memerah saat Chanyeol mengeluarkan desahan. "Mnnnhh.."

"Ya! Jangan bersuara seperti itu." Baekhyun berhenti menjilat.

"Kkkkk, oke oke." Chanyeol tertawa. Baekhyun kembali menjilat wipcream dan tersisa di sebelah mata Chanyeol. Baekhyun menjilatnya sampai tak tersisa. Kemudian mengecup pelipis Chanyeol.

"Nasty..nasty..Baek." –Chanyeol mendekap Baekhyun dan mengisap telinga Baekhyun.

"Ya! Stop that nasty things you guys!" –Luhan. "Kyungsoo, putar botolnya."

Kyungsoo memutar dan sialnya mendarat ke dirinya sendiri. "Dare!"

'Lakukan hal-hal seksi ke orang yang kau sukai.' O.O "Haruskah?"

"Apa kau mau telanjang?" –Chanyeol.

"Baiklah. Emmmm...orang yang kau sukai, siapa ya?" –Kyungsoo

"Hey! Kenapa kau berpikir. Tentu saja itu aku!" –Jongin

"Belum tentu. Disini tidak disebutkan pacar, hanya orang yang ku sukai. Itu bisa berarti teman dekat, kakak." Kyungsoo berpikir dan melihat ke arah Baekhyun.

"Baekhyun.." –Luhan

"Hey hey, kalian tidak bisa lakukan i-" –Jongin. Tapi sebelum dia selesai berbicara tiba-tiba Kyungsoo duduk di pangkuan Jongin. Tangan kanan berada di leher Jongin dan tangan kirinya menyusuri dada Jongin. Kyungsoo berbisik pada Jongin. "Tentu saja aku akan memilihmu Jonginie..Nggghh." Kyungsoo berkata dengan desahan dan intonasi yang seksi.

Jongin terkejut dan wajahnya memerah. "Apa kau puas sekarang?" Kyungsoo berbisik lagi tetap dengan cara yang seksi.

*gulp* "M...m.." Jongin, dia gugup. Kyungsoo tidak pernah melakukan ini sebelumnya.

Kyungsoo menggerakkan tangan kanannya menyusuri punggung Jongin, membuat bulu kudu Jongin berdiri serentak. Tiba-tiba Kyungsoo meremas pantat Jongin. "Mnnnhhhhh...Kyungsoo-ahh." Jongin mendesah.

"Puas?" Kyungsoo berbisik ke telinga Jongin dan meniupnya. Jongin bergidik.

"kkkkkk.." Kyungsoo terkekeh dan pergi dari pangkuan Jongin meninggalkan wajah yang merah padam.

"Pft.." –Luhan

"Hahahahhahhahahha" Semuanya tertawa.

"Lihatlah wajah Jongin. Dia belum pernah semerah itu." –Chanyeol

"Bhahahahhahahha." Semuanya kembali tertawa. Kecuali Jongin tentunya.

Dua menit kemudian mereka berhenti tertawa dengan mata berair.

Chanyeol memutar botolnya lagi. Sehun.

"Dare." Kata Sehun dengan poker face nya

'Lakukan aegyo' *Smirk* -Sehun

Dia melakukan aegyo *bbuing bbuing*

"Awwwww.." semuanya

"Kau imut sekali." –Luhan mencubit pipi Sehun.

Lanjut, Baekhyun memutar botol. Luhan.

"Apa yang kau pilih Hyung?" Chanyeol.

"Dare!" –Luhan mengambil gulungan di bagian bawah dan pojok.

'Kenakan yukata wanita saat festifal kostum besok malam bersama dengan dua orang yang sejenis denganmu.' Sejenis maksudnya satu golongan, penyihir, atau guardian. Karena Luhan penyihir, maka dia akan mengajak Baekhyun dan Kyungsoo.

"Apa ini? Yukata wanita? Aku kan manly!" –Luhan

"Lagi pula aku tidak mempersiapkan yukata." –Baekhyun

"Bisakah tantangannya diganti?" –Kyungsoo

"Tidak, tidak boleh diganti. Kalau tidak mau melakukan, berarti Luhan harus melepas bajunya sekarang. Pft.." –Chanyeol

"Kami sudah persiapkan yukatanya." –Sehun

Luhan, Kyungsoo, dan Baekhyun manyun. "Hyung, kau lepas baju saja!" Kyungsoo

"Tidak! Aku lebih baik pakai pakaian wanita dari pada memperlihatkan tubuhku yang manly ini di depan kalian!" –Luhan

"Manly? Pft.." –Baekhyun

"Hahahahahahhahahahahaha." Semuanya tertawa.

Malam berikutnya.

"Hyung, aku belum pernah memakai yang seperti ini." –Baekhyun

"Kemarilah." –Luhan mengambil yukata Baekhyun dan membantu Baekhyun mengenakannya. Luhan dan Kyungsoo sudah selesai mengenakan punya mereka. Hanya Baekhyun yang kesulitan.

Semuanya sudah siap tinggal menunggu Baekhyun selesai.

"Chanyeol, sepertinya idemu berhasil. Kkkkkk." Jongin. "Kyungsoo terlihat sangat mengagumkan."

"Luhanku juga mengagumkan. They are look so stunning!" –Sehun

Biar ku jelaskan kostum mereka.

Luhan: Yukata pink tua dengan obi tosca. Obinya dibentuk pita di belakang. Kanzashi/jepit rambut bunga Daisy putih. Dia membawa tas kecil berwana hijau muda.

Kyungsoo: Yukata biru muda dengan obi pita merah. Kanzashi kupu-kupu putih. Dia membawa tas kecil seperti punya Luhan tapi berwarna ungu tua dan sebuah kipas.

Baekhyun: Yukata ungu muda dengan obi ungu tua. Obinya tidak dibentuk pita oleh Luhan, sehingga terurai ke bawah. Kanzashi bunga melati putih. Dia membawa kipas.

Chanyeol, Sehun, Jongin: Yukata pria berwarna gelap.

(Kalian bisa lihat Baekhyun, Luhan, dan Kyungsoo di media. Tapi para guardian belum ya. Kkkkkkk.)

Cukup simple untuk pergi ke festival kostum dan melihat kembang api. Para guardian dengan bangga menggandeng pasangan masing-masing.

Baekhyun's POV

Chanyeol menggandeng tanganku. Cuaca malam ini sangat bagus, langitnya bersih, tidak ada awan sama sekali. Kami berjalan melewati pertokoan dan rumah-rumah penduduk. Banyak orang lalu lalang berbicara satu sama lain, tertawa, semuanya terlihat gembira. Mereka masuk dan keluar toko membeli aksesoris atau makanan.

Aku tersenyum saat melihat pasangan (laki-laki dan perempuan) yang juga bergandengan tangan tertawa bersama.

Aku merasa banyak orang yang memperhatikanku. *Blush* berusaha menutupi hidung dan bibirku dengan kipas di tanganku tadi.

"Baek, kau manis sekali." –Chanyeol berhenti di depanku. "Jangan tutupi wajahmu."

"Emm..tapi Yeolie, mereka semua memperhatikanku."

"Tidakkah kau dengar apa yang mereka bicarakan?" –Chanyeol.

Huh? Yang mereka bicarakan? Aku memasang telingaku baik-baik.

-Kenapa orang itu terlihat cantik

-Dia pria yang mengenakan yukata wanita, awwww lucu sekali.

-Apa dia boneka?

-Dia bersama dengan Tuan Park

-Astagah, mereka serasi sekali.

Dan masih banyak lagi. Apa yang mereka bicarakan membuatku semakin malu. Aku mengeratkan genggamanku pada Chanyeol. Dia menyadari ketidaknyamananku.

"Baiklah, ayo kita pergi ke bukit. Aku tahu ini masih awal untuk melihat kembang api, tapi disana lebih sepi." –Chanyeol, dia menggandengku melewati perumahan dan hutan kecil untuk sampai ke bukit.

Yang lainnya masih berada di festifal kostum. Hanya kami berdua di sini. Dia memilih tempat di bawah pohon cukup jauh dari tempat yang dipersiapkan untuk melihat kembang api.

"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" –Chanyeol seraya duduk bersandar di pohon. Aku mengikutinya dan duduk.

"Aku tidak tahu." Menyandarkan kepalaku ke pundaknya. Aku merasakan dia membelai rambutku.

"Ku pikir dulu kau bukan pemalu Baek." –Chanyeol

"Emh..hehe, aku bukan pemalu. Hanya kurang nyaman saat banyak orang yang memperhatikanku."

"Padahal kau sangat menarik untuk diperhatikan." –Chanyeol

*Blush*

"Kau tau, aku tidak pernah menyangka aku akan dipertemukan denganmu Baek. Aku sangat bersyukur." –Chanyeol

"Hahahahaha, bukankah ayahmu sendiri yang menghubungkan kita. Berterimakasihlah pada ayahmu."

"Ya, dia tahu kalau kau memang pasanganku. Dia bilang seorang Park akan mengetahui semua rahasia, termasuk dengan siapa setiap penyihir berpasangan, saat dia dinobatkan menjadi Pemimpin selanjutnya." –Chanyeol

"Wow, itu hebat."

"Hebat huh? Tapi tanggung jawab kami sangat besar. Terlebih sekarang para penghianat itu memiliki banyak cara untuk menyatukan kedua dimensi." –Chanyeol

"Aku tahu, suatu saat kau akan menjadi pewaris. Dan aku tahu kau bisa menjadi pemimpin yang baik, kau bisa mengatasi semuanya." Aku mendekapnya

"As long as you're with me." –Chanyeol mencium kepalaku. "Apa yang terjadi padamu, kenapa kau tidak nyaman jika diperhatikan?"

"Emh..aku diadopsi saat aku masih bayi. Waktu aku kecil mereka menyewa babysitter untuk merawatku. Ibuku angkatku tidak pernah mau merawat. Mereka mengadopsiku karena pasangan yang tidak memiliki anak harus mengadopsi seorang anak dari panti."

"Hemmmm...Lalu Baek?" –Chanyeol berkata dan mendekapku lebih erat. Aku tahu, dia merasa prihatin.

"Saat umurku empat tahun, babysitter itu berhenti. Aku harus merawat diriku sendiri. Mulai dari mandi, berpakaian, mereka menyuruhku untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Tidak pernah membiarkanku bermain dengan teman. Aku tidak punya teman sampai aku di sekolah menengah, itu saat aku bertemu dengan Kyungsoo. Jadi, aku tidak pernah berurusan dengan orang banyak. Itu membuatku kurang nyaman saat ada banyak orang yang melihatku."

Chanyeol's POV

Selama ini dia belum pernah menceritakannya padaku. Dia mengalami hari-hari seperti itu, aku sangat membenci orang tua angkatnya.

"Its okay..Kau hanya belum terbiasa Baek. Aku akan selalu bersamamu." –Aku mengangkat dagunya, melihat wajah indahnya dan mengecup bibirnya.

Kami terdiam beberapa saat. Melihat orang-orang mulai berdatangan membawa bekal makanan dan tikar untuk duduk. Mereka mengeluarkan bekal dan mulai makan.

Aku mendengar perut Baekhyun berbunyi.

Aku melihat ke arah Baekhyun, dia tertunduk malu. Kemudian membisikkan sesuatu pada perutnya "Shhhh...diamlah."

"Hahahhahaahhaha.."

Dia melihat ke arahku saat aku tertawa. "Apa yang kau tertawakan?" mukanya memerah.

"Kau lucu sekali." Kataku dan mengacak rambutnya.

"Hey! Jangan mengacak rambutku. Lihat kanzashiku lepas." Katanya dan memasang kembali kanzashinya.

"TUAN DAN NYONYA, FESTIVAL KEMBANG API AKAN SEGERA DIMULAI SATU MENIT LAGI. SAYA ULANGI, FESTIVAL KEMBANG API AKAN DIMULAI SATU MENIT LAGI. SILAKAN DUDUK DENGAN TENANG DI TEMPAT YANG SUDAH KAMI SEDIAKAN"

Aku mendengar pengumuman petugas yang lewat. Aku melihat ke arah Baekhyun, dia terlihat senang.

*Pshuuuu* *Doorr* *Kretek-kretek*

Semua orang memandang ke langit dengan tatapan kagum. Kembang api menyebar di langit dengan warna yang berbeda-beda.

Aku melihat ke arah Baekhyun lagi, dia juga kagum.

"Ini pertama kalinya aku ke festival kembang api dan melihatnya." Dia berkata seraya mengikuti kembang api dengan matanya.

Aku terkejut.

"Benarkah?"

"Yup!" dia berkata dengan senyum lebar di wajahnya.

Aku juga tersenyum dan melihat kembali ke kembang api.

"Chanyeol.."

"Hem?"

"Menengoklah."

Aku mengikuti perkataan Baekhyun dan menengok ke arahnya. Baekhyun mendekatkan kepalanya, dahi kita bertemu.

"Chanyeol, terimakasih.." dia mengecup bibirku. Samar-samar aku melihat pemandangan aneh di mataku. Apa aku berhalusinasi lagi?

Aku melihat banyak orang berteriak, kali ini aku berada di dalam restoran. Baekhyun duduk di depanku, dia terlihat panik. Semua orang berlarian. Aku merasa diriku bergerak mendekati Baekhyun dan menggendongnya. Kemudian berlari ke dapur. Ugh! Samar. Pandanganku kabur. Tiba-tiba aku berada di dalam apartemenku.

"Yeolie...aku takut.."

"Tenang kau aman disini. Aku akan membantu yang lain."

Gelap.

Ugh! Kepalaku sakit. Apa ini? Aku melihat Baekhyun disampingku, wajahnya terlihat cemas.

"Chanyeol, apa yang terjadi? Hey.."

Baekhyun's POV

Apa yang terjadi padanya? Dia pingsan. "Chanyeol.." Aku menggoyangkan tubuhnya.

Aku membaringkannya, memberikan pahaku sebagai bantal. Aku membuat bayangan dan menyuruhnya untuk memanggil yang lain.

Yeolie ada apa denganmu? Aku mengelus rambutnya.

Tidak berapa lama mereka datang. Sehun dan Jongin berlari ke arah kami.

"Apa yang terjadi?" –Sehun

"Aku tidak tahu, kami berciuman dan dia tiba-tiba pingsan."

"Baekhyun..Apa yang terjadi?" tanya Luhan yang baru saja sampai.

Dia mendekati Chanyeol dan memeriksanya. "Kurasa dia tidak apa-apa, kita tunggu sampai dia siuman."

Kami menunggu sampai Chanyeol siuman. Cukup lama, sudah 5 menit berlalu.

"Mmmh.." Chanyeol mulai siuman.

"Yeolie.."

Aku melihat dia perlahan membuka matanya. "Huh? Apa yang terjadi?" Tanyanya saat sadar, aku membantunya duduk.

"Kau pingsan. Apa kau baik-baik saja?" tanyaku

Wajahnya terlihat bingung. "Aku harus bertemu ayahku besok."

"Apa yang terjadi?" tanya Sehun.

"Aku masih belum tahu apa ini benar karena masih samar." –Chanyeol

"Baiklah, ayo kita kembali ke vila." –Kyungsoo

~To be continue~