Tittle
Love of Two Sisters
{Chapter 1 : First Meet}
Author: Movlexo (Park Min Ah)
Main Cast:
•Byun Baekhee
•Byun Lu Na
•(Full Cast - Coming Soon)
Genre : Romance, family
Rating : T
Length : Chapter
*Disclaimer : This story is pure MINE. Don't plagiat or copy paste without my permission. Semua cast yang thor pakai adalah milik Tuhan dan agensi mereka masing-masing. Author cuma pinjem bentaran :) Dan maaf beberapa tokoh akan jadi cast cewek. Tolong jangan berpikir aneh-aneh. Anggap saja saya memang pake cast cewek. ^^ Gomawo..
•Attention!
– don't copy this article
– don't claim as Yours
– don't plagiat
– typos everywhere
– if you want to share this post, please report to me first
– thankyou for your attentions
Happy Reading
"Baekhee"
Baekhee mendongakkan kepalanya ketika ada seseorang yang memanggil namanya. Yeoja itu melihat seorang namja bersurai coklat berlari kecil kearahnya.
"Annyeong!" sapa namja itu.
Baekhee memanyunkan bibirnya dan segera membalikkan badannya, "kenapa kemari?"
"Ah. Ya~ apa kau marah?"
"ani"
"Baekhee-ya. Mianhae"
Baekhee menghela nafasnya kesal, yeoja itu membalikkan kembali badannya dan menatap namja itu tajam, "kau ini! Bukankah sudah ku bilang untuk segera menyatakan perasaanmu padanya. Aku sudah memberimu kesempatan tapi kau menyia-nyiakannya, Oh Sehun"
Ya. Namja yang sedang mendapat omelan dari Baekhee adalah Oh Sehun. Kemarin Baekhee menjalankan misi-nya agar Sehun dapat menyatakan perasaannya pada yeoja yang disukainya selama ini. Yeoja itu tidak lain adalah kakak kandung Baekhee. Byun Luna. Disaat Baekhee berhasil mengajak kakaknya berjalan-jalan, Sehun yang seharusnya menghampiri mereka justru malah tidak muncul kemarin.
"Jeongmal mianhae, kemarin aku ada urusan mendadak"
"Alasan"
"Ani. Aku serius.. Saudaraku yang selama ini tinggal di Amerika datang kemarin. Lebih tepatnya pindah kemari"
"Saudara?"
Sehun mengangguk, "saudara sepupuku, dia pindah sekolah kemari"
"Aa.. Tapi setidaknya kau harus memberi tahuku eoh?"
"Iya..iya maaf.." sesal Sehun, "kau mau memaafkanku kan?"
Baekhee pun menghela nafasnya kemudian mengangguk. Senyuman Sehun mengembang, "jadi kau masih mau membantuku?"
"Anio. Kalau itu kau usahakan saja sendiri"
"Ah! Ya! Baekhee" pekik Sehun seraya berlari kecil mengejar Baekhee yang sudah berjalan menjauh.
.
.
"Dimana anak itu?" gerutu namja jangkung yang baru tiba disekolah barunya.
Beberapa siswi menatap kagum kearah namja itu. Selain memiliki tubuh yang ideal namja itu juga memiliki wajah yang tampan dan style yang keren.
Bruk.
"Aish"
Kening namja itu berkerut ketika melihat seorang yeoja yang baru saja menjatuhkan buku-buku yang dibawanya. Namja itupun membungkuk dan mengambil buku yang ada dikakinya.
"Ini bukumu" ucapnya seraya menyodorkan buku itu.
"Ah..kamsahamnida" sahut yeoja itu seraya bangkit berdiri kemudian mendongak kearah namja jangkung itu. Namja itu terpaku ditempatnya, 'yeppeuda..' batinnya
Yeoja itu heran ketika namja dihadapannya hanya terdiam, "ehm"
Namja itu pun tersadar kemudian memamerkan cengiran idiotnya, "ini bukumu"
Yeoja itu tersenyum seraya menerima bukunya, "kamsahamnida"
"Eonni!" Yeoja itu menoleh keasal suara tersebut.
"Ah! Park Chanyeol?" Kini giliran Chanyeol yang menatap pemilik suara itu, "Sehun?"
"Itu saudaramu?" bisik Baekhee.
Sehun mengangguk, "kajja"
"Kau sudah datang?" tanya Sehun saat menghampiri Chanyeol.
"Menurutmu?" sahut Chanyeol memasang wajah kesal, "aku mencarimu kemana-mana"
"Eonni.. Bantu aku mengerjakan PR-ku eoh? Aku lupa membuatnya.." rengek yeoja mungil itu menyita perhatian Chanyeol.
"Baekhee-ya kau ini.. Baiklah. Aku akan membantumu"
Baekhee tersenyum seraya menyodorkan ibu jarinya, "eonni jjang! Kajja!"
Baekhee segera menggeret kakaknya pergi. Sementara kedua sepupu itu hanya termenung menatap mereka berdua.
"Dia siapa?" tanya Chanyeol.
"Yang mana?"
"Yang berambut panjang itu"
Kening Sehun berkerut mendengar ucapan Chanyeol, "ah~ dia.. Byun Luna, waeyo?"
Perasaan Sehun tidak enak ketika melihat senyuman diwajah Chanyeol, "aku harus mendapatkannya.."
Deg.
Sehun membatu mendengar ucapan Chanyeol. Sepupunya itu memang playboy. Sehun tahu betul hal itu, dan dia tidak pernah peduli pada siapa Chanyeol akan berpacaran, namun kali ini Chanyeol menyukai Byun Luna. Yeoja yang Sehun sukai selama ini dan belum sempat ia dapatkan.
.
.
"Jadi dimana kelasmu?" tanya Sehun saat melihat sepupunya keluar dari ruang guru.
"2-D"
"Oh! Kau sekelas dengan Baekhee?"
"Baekhee?"
Sehun menepuk keningnya, tentu saja namja ini tidak tahu siapa Baekhee, "dia yeoja yang bersama ku tadi pagi, adik Luna"
"Adiknya Luna? Ah.. Si kerdil itu?"
"Ke-kerdil?"
"Iya. Dia pendek sekali eoh" gumam Chanyeol, "jadi dimana kelasnya?"
Sehun menghela nafasnya kemudian menunjukkan letak kelas baru Chanyeol.
"Disini..masuklah" ujar Sehun sementara Chanyeol mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Baiklah aku masuk dulu, annyeong" ucap Chanyeol kemudian melangkah masuk kedalam kelasnya.
"Permisi"
Perhatian pun tersita pada seorang namja tinggi yang memasuki ruang kelas tersebut.
"Ah..kau pasti murid baru itu. Ayo masuklah dan perkenalkan dirimu"
Chanyeol merundukkan tubuhnya kemudian berjalan ke dekat gurunya, "annyeong, joneun Park Chanyeol-imnida. Saya baru pindah dari Amerika"
"Wah dia tampan sekali" bisik beberapa yeoja dikelas itu membuat seringaian sombong dan menawan nampak diwajah Chanyeol.
"Baiklah, kau duduklah disamping yeoja itu" titah sang guru seraya menunjuk seorang yeoja yang terlihat sibuk sendiri dengan buku catatannya.
Chanyeol merasa tidak asing pada yeoja itu dan tanpa berlama-lama iapun berjalan kebangkunya dan duduk disamping yeoja itu.
"Bagaimana bisa begini? Ah..aku bisa gila" gerutu yeoja itu dengan suara sangat pelan. Kening Chanyeol berkerut memperhatikan yeoja tersebut.
"Hei..apa kau tidak apa-apa?"
"O..mwoya?" pekik yeoja itu terkejut, ternyata ia tidak menyadari kehadiran Chanyeol dari tadi, "sejak kapan kau duduk disitu?!"
Yeoja itu merasa aneh ketika semua mata memandangnya terutama sang guru yang menatapnya tajam, "Byun Baekheee! Lagi-lagi kau tidak memperhatikan eoh?"
"O..oh seonsaengmnim? Jeosonghamnida" sesal Baekhee salah tingkah membuat kawan-kawannya tertawa.
" ini memang berbeda sekali dengan kakakmu ne?" sindir sang guru yang tak menyadari perubahan raut wajah Baekhee yang menjadi murung.
"Seharusnya kau itu mencontoh kakakmu, selain berprestasi dia juga sangat sopan"
Tok. Tok. Tok
"Permisi Nona Shin, kepala sekolah memanggil semua guru saat ini. Ada rapat dadakan"
"Oh. Ne. Kamsahamnida" sahut guru itu pada petugas tata usaha tersebut.
"Baiklah anak-anak, kerjakan soal halaman 210 dan kau Baekhee kumpulkan tugas semuanya dimejaku nanti"
Baekhee hanya mengangguk mendengar perintah gurunya. Saat sang guru melenggang pergi meninggalkan kelas suasana menjadi gaduh seketika.
"Hei..apa kau baik-baik saja?" tanya Chanyeol saat Baekhee duduk ditempatnya dengan wajah tertekuk.
"Jangan ganggu aku" balasnya dingin.
'Aish..jual mahal sekali yeoja ini' batin Chanyeol kesal, 'memang benar..dibandingkan dengan kakaknya, kakaknya memang lebih sempurna'
"Jadi..kau adik Byun Luna?"
Baekhee menghentikan gerakan pulpennya kemudian menoleh kearah namja itu, "bagaimana kau..? Ah! Kau! Kau saudara sepupu Sehun?"
Chanyeol tersenyum seraya menganggukkan kepalanya, "right"
"Oh" cetus Baekhee kembali dingin dan berkutat dengan tugasnya.
"Aih? Ehm.. Jadi apa pendapatmu kalau aku mendekati kakakmu?"
Kening Baekhee berkerut samar mendengarnya, "mwo? Apa maksudmu?"
"Aku jatuh cinta pada kakakmu sejak pertama aku melihatnya, dan aku pastikan akan menjadikannya kekasihku, bagaimana?"
"Kau gila?! Kalian bahkan tidak saling kenal" sentak Baekhee.
"Memangnya kenapa? Setelah ini kami pasti akan saling mengenal, dan aku yakin kakakmu juga akan menyukaiku" balas Chanyeol yang entah mengapa membuat Baekhee merasa kesal.
'Dia ini percaya diri sekali, dia bilang suka pada eonni, tapi dia sepupu Sehun dan Sehun juga menyukainya, apa dia tidak tahu diri?' pikir Baekhee.
"Park Chanyeol, kenalkan namaku Han Bo Mi" ucap seorang yeoja yang tiba-tiba berdiri di hadapan Chanyeol sambil mengulurkan tangannya. Rambutnya sedikit ikal dan panjang, matanya lebar karena softlens yang ia gunakan dan penampilannya sudah mirip dengan girlband di negrinya hanya saja yeoja ini agak sedikit berlebihan. Tidak menurut Baekhee dandannya terlalu kampungan.
"Oh..hi.. Nice to meet you Bomi-ssi"
Cup
Baekhee terperangah saat melihat namja itu menjabat tangan Bomi dan mengecupnya, 'aigoo! Aku tidak akan membiarkan kakakku jatuh ketangan monster seribu gigi ini' umpat Baekhee dalam hati.
"Mau kekantin bersama kami, kita kerjakan tugas disana?" tanya Bomi tersipu.
"Of course baby" sahut Chanyeol membuat Baekhee serasa ingin memuntahkan isi perutnya kewajah namja itu.
"Kau mau ikut?" tawar Chanyeol seraya menoleh kearah Baekhee. Baekhee buru-buru mengalihkan pandangannya dan menggeleng kuat-kuat.
'Jangan samakan aku dengan para kucing yang haus belaian ini' batin Baekhee kesal.
Pada dasarnya Baekhee adalah yeoja yang bisa di kategorikan tomboy. Hampir setiap hari rambut sebahunya dikuncir ekor kuda dan ia selalu menggulung lengan seragamnya. Baekhee bahkan tidak pernah menggunakan polesan make-up apapun meski hanya sentuhan bedak tipis. Wajahnya selalu terlihat natural lebih tepatnya terlalu apa adanya. Terbalik dengan kakaknya Luna yang selalu terlihat anggun dan cantik dimanapun ia berada. Itu adalah salah satu perbedaan mendasar dari kedua kakak beradik ini.
"Sudahlah Chanyeol, ayo kita kekantin" ajak Bomi seraya menarik lengan Chanyeol.
Baekhee mendengus kesal ketika gerombolan hyena itu keluar bersama sang raja hutan, "Oh Sehun! mahluk aneh macam apa yang kau bawa kemari" gerutu Baekhee.
.
.
Jam pelajaran pun berakhir, Baekhee sibuk mengumpulkan buku tugas kawan-kawannya hingga Chanyeol dan gerombolan hyena itu kembali ke kelas. Bomi dan kawanannya langsung menumpuk bukunya diatas buku-buku lain yang Baekhee bawa.
Kini giliran Chanyeol yang berdiri dihadapan Baekhee.
"Mwo?"
Chanyeol mengacungkan buku miliknya, "hanya mau mengumpul tugas" ucapnya, "kau butuh bantuan?"
Baekhee segera menyahut buku Chanyeol, "ani"
Chanyeol-pun mengangkat bahunya, "baiklah kalau begitu". Namja itu kembali kebangkunya dan menyiapkan buku untuk pelajaran selanjutnya. Sementara Baekhee hanya mendengus kesal dan segera berjalan keluar.
"Baekhee!"
Baekhee menoleh kearah namja yang sudah berdiri disampingnya, "mwo?"
"Wajahmu muram sekali, waeyo?" tanya Sehun seraya mengambil separuh buku tugas yang Baekhee bawa.
"Ya! Oh Sehun, sebenarnya mahluk apa yang kau bawa kemari?!"
Kening Sehun berkerut samar, "apa maksudmu?"
"Park Chanyeol si monster seribu gigi itu, kenapa kau membawanya kemari eoh?!"
Kedua mata sipit Sehun melebar, dan pada akhirnya namja itu terkekeh mendengar julukan Baekhee pada sepupunya, "memangnya kenapa? Dia menganggumu?"
"A-ani. Hanya saja aku tidak suka dengan sikapnya" cetus Baekhee. Yeoja itu mengadukan hal-hal yang dilakukan Chanyeol pada hari pertamanya sekolah tak terkecuali ketika namja itu mencium tangan Bomi, namun bukannya prihatin Sehun justru tertawa.
"Wae? Apa yang lucu?"
"sikapnya memang begitu, dia besar di Amerika, jadi hal seperti itu wajar baginya"
"Tapi seharusnya dia sadar, ini Korea.. KOREA! Bukan negara bebas seperti Amerika" gerutu Baekhee kesal.
"Kau ini kenapa, eoh? Memangnya kau tidak tertarik padanya?"
"Ani! Tidak akan pernah. Lagi pula kenapa aku harus tertarik padanya?!"
"Kau ini benar-benar unik Baekhee-ya, hampir seluruh yeoja yang melihat Chanyeol langsung jatuh hati padanya karena Chanyeol itu tampan dan memiliki aura yang kuat, tapi kau justru bertindak sebaliknya" cetus Sehun, "atau..jangan-jangan kau tidak suka namja?"
"MWO?!" pekik Baekhee terkejut dan langsung memukulkan buku tugas kawan-kawannya ke lengan Sehun.
"Akh. Ya! Ya! Mianhae. Aku hanya bercanda."
Baekhee pun menghentikan tingkah brutalnya sambil memanyunkan bibir tipisnya.
"Ah! Sehun-ah.. Apa kau tahu saudaramu itu..." ucap Baekhee menggantung, 'bagaimana kalau Sehun belum tahu soal itu?'
"Em? Kau mau bicara apa? Kenapa tiba-tiba berhenti?"
Baekhee menggelengkan kepalanya kuat-kuat, "ani. Sudahlah.. Kajja"
.
.
Jam pulang sekolahpun tiba. Chanyeol sudah menunggu sepupunya di depan gedung namun sepupunya tak kunjung menampakkan diri.
Tiba-tiba tubuh Chanyeol menegak ketika melihat seorang yeoja berjalan kearahnya. Dan entah nasib Chanyeol sedang beruntung atau apa yeoja itu berdiri di sampingnya sekarang.
Chanyeol terus menatap yeoja itu hingga membuat yang ditatap merasa risih.
"Ehmm.. Apa ada sesuatu yang aneh pada saya?"
Chanyeol terkesiap ketika yeoja itu berbicara padanya, "ah~ ani.."
"Lalu kenapa anda menatap saya seperti itu?" ucapnya dengan sangat formal.
"Kau lupa padaku?"
Kening yeoja itu berkerut ketika namja itu tidak berbicara dengan bahasa formal. Namun saat yeoja itu mengamati wajah Chanyeol kerutan didahinya sirna, tentu yeoja itu mengingatnya. Bagaimana dia bisa melupakan namja tampan yang telah memungut bukunya.
"Kau.. Namja yang tadi pagi?"
Chanyeol tersenyum seraya menganggukkan kepalanya, "kita belum berkenalan tadi pagi bukan?". Chanyeol mengulurkan tangannya pada yeoja itu, "perkenalkan aku Park Chanyeol, aku baru pindah dari Amerika"
Chanyeol dapat melihat senyum diwajah yeoja itu. Ia pun menjabat tangan Chanyeol sambil tersipu, "Byun Luna-imnida"
"Kita sudah saling kenal sekarang, kau tidak perlu seformal itu. Lagipula aku ini sepupu Oh Sehun, kau mengenalnya kan?"
"Ah? Jinjja? Itu sebabnya kalian terlihat dekat?"
Chanyeol mengangguk, "aku tinggal dirumah Sehun untuk sementara ini, karena aku belum terlalu mengenal jalanan Korea aku masih membutuhkan pemandu yang handal"
Luna terkekeh mendengar ucapan Chanyeol. Melihat senyuman di wajah Luna jantung Chanyeol berdegup kencang.
"Eonni!"
Keduanya terkejut ketika seseorang memekik dengan begitu kerasnya.
.
.
Baekhee POV
Setelah menyelesaikan tugas piket ku, aku segera mengemasi barang-barangku dan berjalan keluar kelas.
Aku yakin kakakku yang cantik sedang menungguku diluar. Aku harus cepat sebelum para buaya menghampirinya.
Dan benar saja dari kejauhan aku dapat melihat sesosok namja sedang mengobrol dengan kakakku. Aku mempercepat langkahku dan tercengang ketika menyadari siapa namja yang sedang bersama kakakku.
"Eonni!" teriakku kelewat keras hingga membuat beberapa orang disekitarku menatap kearahku. Aku bersyukur ini sudah jam pulang. Seandainya aku melakukannya ditengah-tengah jam pelajaran aku yakin besok orangtuaku akan dipanggil ke pengadilan dengan tuntutan anak bungsunya membuat keributan di sekolah. Baiklah. Aku tahu aku berlebihan. Tapi aku sungguh tidak bisa membiarkan kakakku terlalu lama berdiri bersama si gigi itu. Maksudku Park Gigi. Ah! Park Chanyeol.
Aku segera berlari secepat mungkin dan langsung memeluk kakakku, "eonni jangan bicara padanya"
"Bae-Baekhee-ya kau kenapa?"
"Dia sedang berusaha menggodamu eonni, jangan termakan rayuannya. Dia itu playboy."
Mendengar kata playboy terucap dari bibirku langsung membuat namja ini melotot, "mwo? Aku tidak playboy!" elak Chanyeol, "Luna-ssi dia..."
Aku segera menetup kedua telinga kakakku ketika Chanyeol mencoba berbicara padanya, "eonni sebaiknya kita segera pergi dari sini, kajja" ajakku buru-buru membawa kakakku pergi sebelum pikirannya teracuni oleh mulut namja berbisa itu.
Baekhee POV End
.
.
Chanyeol mendengus ketika melihat Baekhee membawa Luna pergi begitu saja, "dasar kerdil mengganggu kesenangan orang saja"
"Ya! Park Chanyeol kau bicara pada angin eoh?"
Chanyeol terpekik dan segera mengalihkan pandangannya pada sepupunya.
"Kau keluar juga.. Arghh.. Aku kesal sekali pada si kerdil itu" gerutu Chanyeol seraya kembali menatap kakak-beradik yang sudah berjalan cukup jauh darinya. Sehun pun turut memperhatikan mereka.
"Apa yang dia lakukan?"
"Aku sedang asik mengobrol dengan Luna, tapi dia tiba-tiba saja datang dan membawa Luna pergi, dan satu lagi dia menyebutku playboy. Menyebalkan sekali"
Sehun terkekeh mendengar ocehan saudara sepupunya, "bukannya kau memang playboy?"
"Ya! Apa katamu?!" sentak Chanyeol yang melotot kearah Sehun, "aku tidak playboy, aku hanya belum menemukan yeoja yang tepat untukku"
Sehun menggeleng pasrah, "terserah kau sajalah, ayo pulang"
Chanyeol terus menggerutu seraya mengikuti langkah Sehun menuju keparkiran mobil.
"Kau benar-benar menyukai Luna?" tanya Sehun ketika mereka sudah berada didalam mobil.
Chanyeol menghentikan aktivitasnya kemudian menatap kearah Sehun, "emm.. Wae? Apa kau juga menyukainya?"
Sehun terdiam mendengar pertanyaan Chanyeol, 'jauh sebelum kau menyukainya' batin Sehun.
"Ani" jawab Sehun seraya menyalakan mobilnya.
"Kau yakin?" tanya Chanyeol memastikan dan Sehun hanya menganggukkan kepalanya.
"Baguslah, kalau begitu kau bisa membantuku untuk mendapatkannya. Sekarang masalah terbesarku adalah si kerdil itu.." gerutu Chanyeol, "..aku harap dia tidak mengganggu misiku untuk menjadikan Luna sebagai kekasihku"
Sehun tak menanggapi ucapan Chanyeol dan segera melajukan mobilnya kerumah.
.
.
"Baekhee-ya kau mengenal Chanyeol-ssi?" tanya Luna saat mereka masuk kedalam mobil jemputan mereka.
Baekhee hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Bagaimana kau bisa mengenalnya?"
"Dia teman sekelasku, kenapa? Eonni tidak menyukainyakan?" cetus Baekhee langsung membuat Luna terdiam.
"Kau ini kenapa? Sepertinya kau kesal sekali padanya" balas Luna tak menjawab pertanyaan Baekhi.
"Memang. Dia menyebalkan, eonni tak boleh menyukainya eoh? Dia itu playboy. Ingat kata-kataku eonni"
"Kalau kau seperti ini terus lama kelamaan kau bisa menyukainya Byun Baekhee"
"Ya anio.. Itu tidak mungkin. Sudahlah. Yang jelas eonni harus berhati-hati padanya, arra?"
Luna terkekeh melihat tingkah adikknya, "arraseo..arraseo adikku yang manis" sahut Luna seraya mencubit kedua pipi Baekhee.
"Ya! Eonni..appo!"
.
.
.
TBC
Note: gimana chapt 1-nya? Tlong tingglkan jejak kalian pada ff ini..
Hehe... Sy bukan author baru sih.. Sy udh lama buat ff tp cm sya post di fb, tp skrg sy bakalan mulai ngpost di FFN.. Walau bgtu sy ttep penulis amatiran yg ttep butuh review dr readers sklian
Gomawopta..
