Tittle

Love of Two Sisters

{Chapter 2 : 'I hate you Alien}

Author: Movlexo (Park Min Ah)

Main Cast:

•Byun Baekhee

•Byun Lu Na

•(Full Cast - Coming Soon)

Genre : Romance, family

Rating : T

Length : Chapter

*Disclaimer : This story is pure MINE. Don't plagiat or copy paste without my permission. Semua cast yang thor pakai adalah milik Tuhan dan agensi mereka masing-masing. Author cuma pinjem bentaran :) Dan maaf beberapa tokoh akan jadi cast cewek. Tolong jangan berpikir aneh-aneh. Anggap saja saya memang pake cast cewek. ^^ Gomawo..

Attention!

– don't copy this article

– don't claim as Yours

– don't plagiat

– typos everywhere

– if you want to share this post, please report to me first

– thankyou for your attentions

Chapt 1 End

"Ya anio.. Itu tidak mungkin. Sudahlah. Yang jelas eonni harus berhati-hati padanya, arra?"

Luna terkekeh melihat tingkah adikknya, "arraseo..arraseo adikku yang manis" sahut Luna seraya mencubit pipi Baekhee.

"Ya! Eonni..appo!"

.

.

.

Happy Reading

"Jjalbeun"

Baekhee bergidik ngeri ketika mendengar suara itu menggema dikoridor. Meski baru sehari mengenalnya Baekhee tahu benar suara menyebalkan siapa itu. Baekhee tidak mempedulikannya dan terus berjalan.

Yeoja itu dapat mendengar derap langkah kaki yang mendekatinya dan sebuah tangan yang menepuk bahunya, "ya! Sombong sekali, padahal aku memanggilmu."

Kening Baekhee berkerut mendengar penuturan Chanyeol, "mwo? Kapan kau memanggilku?"

"Baru saja"

Satu-satunya kata yang terucap oleh namja itu dan terdengar ditelinga Baekhee hanyalah kata Jjalbeun yang berarti pendek.

"Aku tidak merasa kau memanggil namaku"

Chanyeol mengangguk setuju, "aku memanggilmu jjalbeun barusan" sahut Chanyeol seraya menunjukkan cengiran khasnya yang membuat Baekhee ingin sekali menonjok tepat di wajahnya.

"Ehmm... Sepertinya kita perlu berkenalan secara resmi agar kau tahu namaku" ucap Baekhee, "perkenalkan namaku Byun Baekhee jadi berhenti memanggilku jjalbeun"

Chanyeol terkekeh mendengar ucapan Baekhee, "aku tahu namamu, hanya saja panggilan itu lebih cocok untukmu kerdil.."

"Aku tidak kerdil, tinggimu saja yang tidak wajar" celoteh Baekhee kehabisan kesabaran.

Hari masih pagi bahkan ini belum genap pukul 8, tapi Chanyeol sudah berhasil membuat Baekhee merasa kesal.

"Wah.. Calon adik ipar ku galak juga eoh?"

"Mwo?! Calon adik ipar? Berteman dengan mu saja aku tidak sudi" gerutu Baekhee dan hendak meninggalkan Chanyeol.

Namun tubuhnya terhentak ke belakang ketika Chanyeol menarik tas ranselnya, "ah! Ya! Lepaskan aku raksasa jelek!"

Chanyeol merundukkan tubuhnya dan mendekatkan bibirnya ke telinga Baekhee, "dengar jjalbeun, kau menerimanya atau tidak aku akan tetap mendekati kakakmu, arra?!"

Baekhee mendengus mendengar bisikan Chanyeol. Namja itu melepaskan cengkramannya pada ransel Baekhee dan beralih menepuk-nepuk puncak kepala Baekhee, "jadilah adik ipar yang manis, ne?" Namja itu segera melenggang pergi meninggalkan Baekhee yang terbakar emosi.

Baekhee sudah melepas salah satu sepatunya dan bersiap melemparkannya kepada Chanyeol kalau saja tidak ada sosok yang datang dengan tiba-tiba di belakang tubuhnya.

"Apa yang sedang kau lakukan?"

Baekhee menoleh dan segera menggelengkan kepalanya, "ada kerikil yang masuk ke sepatu saya seonsaengnim..hehe"

"Jinjja? Kau tidak berniat melempar sepatumu pada siswa itukan?"

"Aah~ anio.. Tentu saja tidak, kenapa aku harus melakukannya..haha" jawab Baekhee seraya tertawa hambar.

"Kalau begitu cepat pakai sepatumu dan masuk kekelas"

"Ba-baik seonsaengnim" sahut Baekhee. Guru itu berjalan meninggalkan Baekhee yang menghembuskan nafas lega. Baekhee menoleh kearah Chanyeol yang ternyata masih berdiri didepan pintu sambil tersenyum kearahnya. Tak lama Chanyeol menjulurkan lidahnya dan kembali tersenyum penuh kemenangan.

"Aish! Namja sialan!" pekik Baekhee benar-benar kesal, 'aku membencimu Park alien'

.

.

"Luna!"

Luna menoleh ketika seorang namja memanggilnya. Yeoja itu melihat seorang namja yang berjalan kearahnya sambil melambaikan tangan.

"Chanyeol-ssi?"

"Annyeong. Tidak masalahkan jika aku tidak memanggilmu noona?" tanya Chanyeol. Luna pun menganggukkan kepalanya.

"Ah.. Chanyeol kau sekelas dengan Baekhee bukan? Apa kau tahu dia kemana?" tanya Luna.

Chanyeol menggelengkan kepalanya, "saat bel istirahat berbunyi dia langsung melesat keluar"

"Aa~"

"Apa ada sesuatu yang penting?"

"Emm" gumam Luna seraya menganggukkan kepalanya, "Ahn seonsaengnim minta tolong padaku untuk mengisi acara saat festival sekolah nanti"

"Jinjja? Kau akan tampil diacara festival?"

"Emm. Rencananya aku akan duet bersama adikku"

'Memangnya si kerdil itu bisa menyanyi?' pikir Chanyeol meremehkan, "begitukah? Wah..aku tidak sabar ingin melihat penampilan kalian."

Luna tersenyum manis mendengar ucapan Chanyeol begitu pula Chanyeol yang membalas senyuman yeoja itu.

"Hei Chanyeol!" Seorang namja berjalan menghampiri Chanyeol. Tatapannya sempat bertemu dengan Luna, namun namja itu segera mengalihkan pandangannya pada Chanyeol.

"Mwo?"

"Apa kau mau jadi pengiring musik ku dipanggung. Aku diminta untuk menari saat festival nanti"

"Pe-pengiring apa? Aigoo kau menyuruh seorang Park Chanyeol yang tampan menjadi pengiring musikmu?" oceh Chanyeol.

"Memangnya kenapa?" cetus Sehun.

"Iya.. memang apa salahnya menjadi pemain musik Chanyeol? Justru kau harus bangga bisa turut serta dalam festival sekolah"

Chanyeol melongo menatap Luna, kemudian tersenyum kikuk. "Baiklah jika Luna yang memintanya aku akan menjadi pengiring mu Sehunie"

"Cih" decak Sehun kesal melihat sikap plin-plan Chanyeol.

"Eonni!"

"Ah! Baekhee akhirnya kau muncul" pekik Luna ketika melihat sosok adiknya.

Baekhee menatap sinis kearah Chanyeol yang sedang menatapnya.

"Bukankah sudah kubilang jangan mendekati namja jelek ini?" gerutu Baekhee seraya menunjuk wajah Chanyeol.

"Mwo? Siapa yang kau bilang jelek?" balas Chanyeol tidak terima dan membuat Sehun terkikik disampingnya.

"Baekhee" bisik Luna namun Baekhee hanya memanyunkan bibirnya kesal.

"Sudahlah. Ada yang ingin aku sampaikan."

"Mwo?"

"Kau mau menemani ku tampil di festival eoh?"

Kedua mata Baekhee membulat mendengarnya. Yeoja itu segera menggelengkan kepalanya.

"Ya~ wae?"

"Aku tidak mau merusak penampilan eonni nantinya"

"Kau ini bicara apa? Suara mu itu jauh lebih bagus dari ku Baekhee"

"Tapi yang mereka inginkan untuk tampil kau eonni, bukan aku."

"Baiklah. Kalau kau tidak mau tampil aku juga tidak"

Kedua mata Baekhee dan kedua namja yang ada di tempat itu membulat mendengar ucapan Luna.

"Andwae. Eonni harus tetap tampil" larang Baekhee.

"Iya Luna, aku juga ingin melihatmu tampil di panggung" celetuk Chanyeol membuat Baekhee dan Sehun berdecak bersamaan.

"Baekhee-ya.. kau tampil saja. Aku yakin semua orang akan senang mendengar suara mu" tiba-tiba Sehun berbicara seperti itu pada Baekhee. Baekhee terdiam memikirkannya. Sementara itu Luna menggenggam kedua tangan adiknya sambil tersenyum lembut.

"Baiklah. Aku mau"

Senyuman diwajah Luna mengembang. Ia pun memeluk adiknya erat.

.

.

Baekhee termenung didalam kelasnya. Bel masuk sudah berbunyi sejak lima menit yang lalu namun sang guru belum menampakan dirinya.

"Jjalbeun? Apa kau benar-benar bisa bernyanyi?"

Baekhee menoleh kearah namja yang duduk disampingnya, "apa kau meremehkanku?"

"A-ani. Aku hanya ingin memastikan saja."

"aish. Yang jelas suaraku lebih merdu dari suaramu"

Chanyeol mendengus ucapan Baekhee, "jinjja? Kalau begitu buktikan"

"Mwo?"

"Aku tidak akan tahu suaramu itu benar-benar bagus atau tidak, kalau kau tidak membuktikannya"

"Tentu aku akan membuktikannya, kau akan mendengarnya saat festival nanti"

"Kenapa tidak kau buktikan sekarang saja? Bagaimana kalau suaramu tidak sepadan dengan Luna? Kau bisa mempermalukannya"

Mendengar hal itu tangan mungil Baekhee terkepal kuat, "asal kau tahu saja Park Chanyeol aku tidak akan pernah mempermalukan eonni-ku"

"Lalu kenapa kau sempat menolak ajakannya tadi, pasti karena kau tidak percaya diri berada di satu panggung dengan kakakmu? Iyakan?" celoteh Chanyeol tanpa memperhatikan jika airmata sudah menggenangi pelupuk mata Baekhee, "tentu saja dibanding Luna kau tidak apa-apanya"

"Aku tahu" Chanyeol terkesiap ketika mendengar suara Baekhee yang bergetar. Namja itu sontak menatap kearah Baekhee yang sedang tertunduk, "aku tahu aku memang tidak sepadan dengan eonni. Dia sosok yang nyaris sempurna sementara aku hanya akan selalu menjadi bayang-bayangnya, aku tahu hal itu."

"Ah ya~ jjalbeun, apa kau menangis?" tanya Chanyeol berhati-hati. Ini hari keduanya disekolah ini namun ia sudah membuat seorang yeoja menangis.

"Mian anak-anak saya terlambat" seorang pria memasuki kelas itu dan meletakkan barang-barangnya dimeja guru.

Baekhee segera mengusap airmatanya dan mengalihkan pandangannya keluar jendela. Sementara Chanyeol terus memperhatikannya dengan perasaan tidak enak, 'apa ucapanku keterlaluan?' pikirnya.

.

.

"Kenapa diam saja?"

Chanyeol terpekik ketika sebuah suara menyadarkan lamunannya. Dia sedang berada didalam mobil Sehun saat ini dan sedang dalam perjalanan pulang.

"Ani.. hanya saja..."

"Hanya saja apa?"

Chanyeol terlihat menimbang-nimbang apakah ia harus menceritakannya atau tidak.

"Baekhee.. dia sebenarnya anak yang seperti apa?"

Sehun terkejut mendengar pertanyaan Chanyeol mengenai Baekhee, "kenapa kau bertanya tentang Baekhee? Bukannya kau menyukai Luna?"

"Ne. Tapi aku penasaran saja pada si kerdil itu. Dia terlihat selalu ceria tapi.."

"Baekhee menutupi semua hal yang membuatnya tidak nyaman." cetus Sehun memotong ucapan Chanyeol, sepupunya kini tengah memandang kearahnya, "Baekhee..meski terlihat kuat jauh dilubuk hatinya sebenarnya ia yeoja yang rapuh dan mudah sekali menangis terbalik dari Luna yang feminim namun ia lebih tegar dari Baekhee"

"Kau" ucap Chanyeol menggantung, "seperti kau sungguh mengenal si kerdil itu. Apa kau menyukainya?"

"Mwo?!" pekik Sehun terkejut seraya melotot ke arah sepupunya sekilas, "andwae! Kami hanya berteman"

Chanyeol menyeringai aneh, "jinjja? Kau pasti berbohong. Sudah nyatakan saja perasaan mu padanya sebelum orang lain merebutnya"

"Ahh terserah kau sajalah" celoteh Sehun kesal, 'lagi pula aku tidak mungkin bilang kalau sebenarnya yang kusukai adalah Luna' batin Sehun.

.

.

"Baekhee apa terjadi sesuatu? Kenapa kau murung sekali?" tanya Luna ketika mereka tiba dirumah. Sepanjang perjalanan pulang tadi Baekhee lebih banyak diam dan tidak seperti biasanya.

"Eonni, apa kau yakin mengajakku berduet? Bagaimana jika aku hanya akan mempermalukanmu?"

Kening Luna berkerut samar ketika Baekhee berkata seperti itu. Yeoja itu menepuk kedua bahu adiknya dan menatap kedua bola mata kecoklatan Baekhee, "tentu kau tidak akan pernah mempermalukanku Baekhee-ya. Kenapa kau berpikir seperti itu?"

Baekhee menggeleng, "aku hanya takut jika aku membuat kesalahan nanti"

"Baekhee dengarkan aku. Aku tidak suka kau pesimis seperti ini. Kau punya suara yang indah Baekhee... dan semua orang patut mendengarkan suaramu. Jadi jangan begini lagi eoh?"

"Eonni~" gumam Baekhee dengan mata berkaca-kaca. Luna tersenyum lembut dan memeluk tubuh Baekhee erat, "jangan biarkan seorangpun menghancurkan kepercayaan dirimu adikku"

Baekhee mengangguk-angguk mendengar ucapan Luna.

"Aku menyayangimu eonni"

"Aku juga sangat menyayangimu adikku yang manis"

.

.

Next Day ~

Chanyeol menegapkan tubuhnya ketika melihat seorang yeoja berjalan kearahnya. Ia sudah menunggu kedatangan yeoja itu di depan kelas sejak tadi.

"Jjalbeun annyeong?"

Yeoja itu tak menghiraukan Chanyeol dan terus melangkah memasuki kelas. Chanyeol tak menyerah dan mengekor dibelakang yeoja itu. Membuat perhatian siswa-siswi dikelas teralih pada mereka.

"Jjalbeun kau masih marah eoh?" tanya Chanyeol yang tetap tak digubris oleh yeoja itu.

"Kenapa Chanyeol mengekori Baekhee?" Bisik salah seorang siswi pada kawannya.

"Entahlah. Sepertinya Chanyeol sedang minta maaf tapi dia tak mau memaafkannya"

"Eish..keterlaluan sekali."

Baekhee menghentikan langkahnya ketika celotehan demi celotehan terlontar untuknya. Ia hanya mendesah dan kembali berjalan kebangkunya. Sementara itu Chanyeol menatap para yeoja yang masih mencibir Baekhee dibelakang sana.

"Kalian..jangan bicara yang tidak-tidak" cetus Chanyeol membuat semua orang tercengang.

"Aku yang sudah keterlaluan padanya! Dan jelas saja Baekhee tidak mau memaafkanku jadi kalian jangan berkata yang tidak-tidak tentangnya"

Baekhee mengepalkan kedua tangannya dan segera beranjak dari kelas.

"Ah! Jjalbeun!" pekik Chanyeol yang segera berlari menyusul yeoja itu.

"Kalian dengar itu? Aigoo bagaimana Chanyeol bisa sampai seperti itu?"

"Tunggu sampai Bomi mengetahuinya".

.

.

"Jjalbeun kau mau kemana?" pekik Chanyeol seraya meraih pergelangan tangan Baekhee. Namun yeoja itu segera menghempaskannya.

"Kenapa kau harus bicara seperti itu dihadapan mereka?"

"Mwo? Memangnya kenapa? aku hanya mengatakan yang sebenarnya"

"Apa kau tidak tahu, dengan ucapanmu barusan kau hanya akan menambah masalah dihidupku? Park Chanyeol aku mohon berhenti menyusahkanku" sentak Baekhee dengan airmata yang kembali menggenangi kedua mata indahnya.

Disaat yang sama Chanyeol benar-benar merasa aneh melihat yeoja itu berlinang airmata. Perasaan bersalah dan rasa tidak nyaman yang sangat aneh menggerogoti dirinya.

.

.

.

TBC

Note: sekali lagi tlong rcl-nya readers

Gomawoo