Tittle

Love of Two Sisters

{Chapter 4 : What make you worrPark}

Author: Movlexo (Park Min Ah)

Main Cast:

•Byun Baekhee

•Park Chanyeol

•Byun Lu Na

•Oh Sehun

Other Cast:

•Kim Jong In (EXO Kai)

•Park Soo Young (Joy R.V) as Ham Bo Mi

•Taemin Shinee - Jongin best friend

•Krystal f(x) as Jung So Eun

Genre : Romance, family, Genderswitch

Rating : T

Length : Chapter

*Disclaimer : This story is pure MINE. Don't plagiat or copy paste without my permission. Semua cast yang thor pakai adalah milik Tuhan dan agensi mereka masing-masing. Author cuma pinjem bentaran :) Dan maaf beberapa tokoh akan jadi cast cewek. Tolong jangan berpikir aneh-aneh. Anggap saja saya memang pake cast cewek. ^^ Gomawo..

Attention!

– don't copy this article

– don't claim as Yours

– don't plagiat

– typos everywhere

– if you want to share this post, please report to me first

– thankyou for your attentions

Chapt 3 End

Luna termenung kemudian menganggukkan kepalanya, "benar juga. Liriknya benar-benar bagus. Baiklah ayo kita nyanyikan lagu itu bersama Baekhee-ya"

"Emm!"

'Aku...akan berlatih dengan baik sehingga aku tidak akan mempermalukanmu eonni' batin Baekhee menatap kakaknya yang sedang tersenyum hangat kearahnya, 'aku janji..'

.

.

.

Happy Reading❤: Chapter 4 (What make you worried?)

~2weeks later~

Festival sekolah akan diadakan dua hari lagi. Semua siswa dan siswi sibuk menyiapkan diri mereka untuk bazaar ataupun pentas seniyang akan mereka tampilkan.

"Jadi Baekhee akan bernyanyi bersama kakaknya?" cetus Bomi ketika ia sedang berkumpul dengan kawan-kawannya.

"Ne. Aku dengar begitu"

Bomi mendesah kesal ketika mengetahui hal tersebut, "aku benci sekali pada mereka berdua"

"Lalu..kau mau apa?"

Seringaianpun nampak diwajah licik Bomi, "kalian lihat saja nanti."

Seorang namja memasuki kelas sambil membawa sekotak kardus yang berisi properti untuk persiapan dekorasi kelas. Bomi yang melihatnya segera bangkit dan menghampiri namja itu.

"Chanyeol-ssi, mau aku bantu?"

"Ah..ani. Aku bisa melakukannya sendiri.." sahut Chanyeol sambil memamerkan senyumannya, "Kibum-a aku letakkan dimana propertinya?" ucap Chanyeol kepada sang ketua kelas.

"Letakkan dimeja itu saja, gomawo Chanyeol-a"

Chanyeol mengangguk dan meletakkan kardus properti itu di meja guru.

Chanyeol membalik dan menatap ke arah bangkunya, 'apa si kerdil itu berlatih lagi dengan Luna?' pikir Chanyeol.

"Kibum-a, aku pergi berlatih dulu ne?" pamit Chanyeol.

"Oh..baiklah.."

Setelah mendapat ijin dari sang ketua Chanyeol segera pergi keruang tari. Saat memasuki ruangan tersebut, ternyata Sehun sudah berlatih tanpa iringan musik.

"Ya~ tanpa musikpun kau sudah bisa menari dengan baik" celetuk Chanyeol membuat Sehun menghentikan gerakkannya.

"Kau baru datang eoh? Aku sudah menyuruhmu kemari sejak tadi" gerutu Sehun.

"Miann.. aku harus membantu mendekorasi kelasku." ucap Chanyeol.

"Baiklah, ayo kita mulai latihan" ajak Sehun. Chanyeol segera mengangguk dan berjalan kebalik keyboard.

Jemarinya mulai menekan tuts-tuts piano dan menghasilkan melodi yang indah. Sehun tersenyum ketika Chanyeol memainkan keyboard itu. Dia tidak salah memilih sang jenius musik sebagai pengiring musiknya.

Sehun mulai menggerakkan tubuhnya sesuai dengan iringan musik yang Chanyeol mainkan.

Love of Two Sisters•

Sementara itu Luna dan Baekhee sudah berhenti berlatih dan tengah beristirahat sekarang.

"Kalian sudah berlatih dengan baik anak-anak" cetus guru pembimbing mereka.

"Kamsahamnida Ahn seonsaengnim" sahut keduanya bersama.

"Kalian istirahatlah, aku tidak mau suara kalian habis saat festival nanti, aku tinggal dulu ne?"

Ahn Hye Ri pun meninggalkan kedua kakak-beradik itu diruang musik.

"Suaramu memang sangat merdu Baekhee-ya"

Baekhee menoleh kearah kakaknya dengan wajah bersemu, "gomawo.. suara eonni juga merdu sekali."

Luna tersenyum manis, "sekarang yang harus kita pikirkan adalah kostum apa yang pantas untuk kita pakai?"

Baekhee hanya terdiam menatap Luna yang sedang memikirkan kostum untuk mereka. Luna menoleh kearah Baekhee, memandangi adiknya dari ujung kaki hingga ujung rambut sampai pada akhirnya dia tersenyum mencurigakan.

"Baekhee-ya aku ingin sekali melihatmu memakai dress"

Kedua mata Baekhee melebar mendengar ucapan kakaknya, "shireoo! Aku tidak suka memakai pakaian seperti itu"

"Ohh Baekhee, ayolah. Aku mohonn" rengek Luna.

"Eonni~" celetuk Baekhee seraya menatap mata memelas kakaknya, "hahh..baiklah"

Senyuman Luna mengembang dan ia segera memeluk Baekhee, "aku akan membuatmu terlihat cantik Baekhee-ya"

Baekhee hanya memaksakan senyumannya. Terakhir Baekhee mengenakan dress saat ia kelas lima SD. Dan sekarang karena permintaan kakaknya ia harus menggunakan pakaian yang membuatnya merasa sangat tidak nyaman.

Love of Two Sisters•

"Aahh! Lelah sekali" ucap Sehun seraya merenggangkan tubuhnya.

"Kita tidak perlu berlatih lagi eoh.. aku tidak mau melihatmu tumbang saat kita tampil" gerutu Chanyeol pada sepupunya.

"Neee.. arraseo." sahut Sehun.

Mereka berjalan melewati ruang musik dan tepat saat itu pintu ruangan tersebut terbuka.

Dua yeoja manis keluar dari ruangan tersebut dan membuat kedua namja yang melintas itu berhenti dan menatap mereka. Lebih tepatnya menatap Luna.

Baekhee yang menyadari hal itu langsung menundukkan kepalanya, 'mau bagaimanapun, eonni akan selalu menjadi pusat perhatian semua orang' pikir Baekhee murung.

"Annyeong?" sapa Luna pada kedua namja itu.

"Annyeong noona"

"Annyeong Luna"

Baekhee segera mengangkat kepalanya ketika Chanyeol hanya menyebutkan nama Luna, 'dia tidak sopan sekali'

"Kalian baru selesai berlatih?" tanya Chanyeol dan Luna-pun mengangguk, "kalian juga?"

"Ne.. kami baru saja mau ke kantin, kalian mau ikut?" tawar Chanyeol.

Luna menoleh kearah Baekhee yang ternyata juga sedang menatapnya, "kau mau ikut Baekhee-ya?"

Baekhee sempat melirik sinis kearah Chanyeol, 'tentu saja aku tidak akan membiarkan eonni berjalan bersama namja jelek ini'

"Ne"

"Baiklah kalau begitu, kajja"

Mereka berempat pun berjalan beriringan menuju ke kantin. Sesekali Chanyeol berusaha mencuri kesempatan untuk mendekati Luna namun dengan sigap Baekhee selalu menghalanginya.

"Dasar kerdil" umpat Chanyeol kesal membuat Sehun terkikik.

"Apa yang kau tertawakan eoh?" celetuk Chanyeol. Sehun menghentikan tawanya dan segera menggeleng.

Mereka-pun tiba dikantin dan segera memesan minum serta camilan.

"Ah! Baekhee-yaaa?"

Baekhee menghela nafasnya ketika mendengar suara namja itu, "kenapa si hitam itu ada dimana-mana?" gerutu Baekhee.

Seorang namja berkulit tan-pun menghampiri mereka dan langsung duduk disamping Baekhee.

"Minggir!" usir Baekhee seraya mendorong tubuh namja itu.

"Jongin-a berhenti mengganggu adikku" omel Luna yang duduk disamping Baekhee. Sementara kedua namja dihadapan mereka hanya termenung tak tahu harus berbuat apa.

"Kenapa kalian mengusirku eoh? Aku juga ingin bersama Baekhee"

"Tapi aku tidak ingin bersamamu. Cepat minggir!" pekik Baekhee mulai tidak sabar.

"Baiklah..baiklah aku pergi. Tapi.."

Cup.

Kedua mata Baekhee melebar ketika namja itu tiba-tiba saja mengecup pipi mulusnya. Bahkan Luna dan kedua namja dihadapannya sudah ternganga melihatnya.

"Kau..!" geram Baekhee. Yeoja itu bangkit berdiri dan menyiramkan segelas jusnya kewajah Jongin, "jangan bertingkah seenakmu!"

Baekhee segera berlari meninggalkan kantin dan kawan-kawannya yang masih terkejut.

Kali ini giliran Luna yang bangkit berdiri, "kau anggap apa adikku?! dasar kurang ajar!"

Luna segera berlari mengejar Baekhee diikuti kedua namja yang semenjak tadi hanya diam saja.

Sementara Jongin mengambil beberapa helai tissue dan mengusap wajahnya. Seringaian muncul diwajah tampannya, "ini baru permulaan"

"Baekhee! Baekhee berhenti!"

Baekhee tidak menghiraukan panggilan Luna dan terus berjalan. Hatinya sedang sangat kesal sekarang. Terlebih lagi jika ia berbalik dan berhadapan dengan Luna ia takut kalau ia akan menangis.

"Aish anak itu" gerutu Chanyeol yang segera berlari dan meraih pergelangan tangan Baekhee.

"Apa kau tidak dengar kakakmu memanggil eoh?" cetus Chanyeol pada yeoja yang terus menundukkan kepalanya.

"Chanyeol lepaskan dia" suruh Sehun, perlahan Chanyeol melepas pergelangan tangan yeoja itu.

"Baekhee? Gwaenchanayo?"

Perlahan Baekhee mendongakkan wajahnya yang sudah memerah. Ia mulai terisak kecil dan langsung memeluk tubuh Luna, "aku..aku benci namja hitam itu!"

Luna mengusap-usap punggung Baekhee, "sudah..tenang ne? Kita akan membalasnya nanti.. jangan menangis eoh?"

Baekhee menganggukkan kepalanya namun airmatanya tak kunjung berhenti. Sehun menepuk-nepuk puncak kepala Baekhee lembut, "ulljimaa~"

Love of Two Sisters•

"Bagaimana?" tanya Chanyeol saat Luna keluar dari ruang kesehatan.

"Sudah lebih tenang tapi dia bilang ingin sendirian"

"Ohh"

Setelah insiden tadi Baekhee tak bisa berhenti menangis. Sebelum ia menjadi tontonan mereka membawa Baekhee keruang kesehatan dan menenangkkannya.

Sehun sudah kembali ke kelas karena kelas membutuhkan bantuannya sekarang. Yang tersisa hanya Luna dan Chanyeol yang sedang berdiri didepan ruang kesehatan.

"Apa Jongin sunbae selalu seperti itu?"

"Entahlah. Yang aku tahu dia memang suka bertindak seenaknya. Huh! Aku kesal sekali padanya. Adikku pasti sangat malu dan marah karena ulahnya"

"Kau..peduli sekali pada adikmu eoh?"

Luna terpekik dan menoleh kearah Chanyeol, "tentu saja. Dia adikku yang sangat berharga.."

"Aku jadi ingin punya saudara" gumam Chanyeol.

"Kau punya Sehun-kan?"

Chanyeol tersenyum mendengar nama Sehun, "em.. Sehun memang baik, tapi.. aku rasa dia tidak terlalu menyukaiku"

"Ah? Wae?"

"Entahlah.. mungkin hanya perasaanku " ucap Chanyeol, "Luna.. apa kau sudah punya kekasih?"

Wajah Luna memerah ketika mendengar pertanyaan Chanyeol, "ani"

"Jinjja? Padahal kau cantik kenapa belum memiliki kekasih. Atau ada seseorang yang kau sukai?"

Luna terdiam dengan pertanyaan kedua Chanyeol, "ada. Tapi aku rasa dia menyukai orang lain"

"Ah.. jinjja?" sahut Chanyeol sedikit putus asa, "lalu apa kau tidak ingin mengungkapkan perasaanmu padanya?"

Luna menggeleng lemah, "aku takut dia akan menolakku dan membenciku kalau aku menyatakan perasaanku"

"Begitu.. jadi kau akan membiarkan perasaanmu menggantung?"

Luna kembali menggeleng, "aku berusaha menghapus perasaanku padanya"

Semangat Chanyeol kembali meningkat dengan ucapan Luna, 'masih ada kesempatan' pikirnya riang.

"Luna-ssi kau disini rupanya? Bisa kami minta bantuanmu sebentar?"

Kedua orang itu menoleh kearah siswa yang menghampiri mereka untuk meminta bantuan pada Luna.

"Oh..baiklah." sahut Luna, yeoja itu menoleh kearah Chanyeol, "Chanyeol-a bisa kau jaga Baekhee sebentar? Aku mohon?"

"Ah..tentu. kau pergilah." jawab Chanyeol sambil memberikan senyumannya. Luna pun balas tersenyum, "gomawo"

Chanyeol menatap punggung Luna yang semakin menjauh. Namja itu kemudian mengalihkan perhatiannya ke pintu ruang kesehatan, 'apa aku masuk saja ya?' pikirnya.

"Jjalbeun kau baik-baik saja?" tanya Chanyeol saat memasuki ruang kesehatan.

Namja itu memperhatikan seorang yeoja yang berbaring diatas ranjang kecil didekat jendela.

Perlahan ia mendekati yeoja itu, namun tak ada pergerakan.

"Jjalbeun?"

Chanyeol menyibak selimut yang menutup wajah yeoja itu. Ia tersenyum ketika mendapati yeoja itu tertidur pulas. 'Dia jauh lebih manis saat tertidur' batin Chanyeol.

"Heaven..heaven..heaven..."

Kening Chanyeol berkerut ketika mendengar yeoja itu mengalunkan sebuah lirik lagu. Ia pun terkekeh pelan, 'karena terlalu keras berlatih dia sampai mengigau'

"Eonni.. sampai kapanpun aku..tidak akan bisa menyusulmu"

Senyuman Chanyeol lenyap mendengar igauan yeoja itu. Ia dapat melihat cairan bening mengalir keluar dari matanya yang terpenjam dan membasahi pelipisnya.

"Apa yang sebenarnya mengganggumu Jjalbeun?" gumam Chanyeol lirih. Meski ia mendapat julukan playboy namun Chanyeol sangat tak bisa melihat seorang yeoja menangis.

"Luna, Baekhee! Kalian sudah pulang?"

Kedua kakak beradik itu terkejut ketika mendengar suara yang memekik dari dalam rumah mereka.

"Eomma"

"Ini.. eomma belikan dress untuk kalian, kalian pakai saat festival ne?" ucap seorang wanita seraya menyodorkan dua buah, dress berwarna merah untuk Luna dan yang putih untuk Baekhee.

"Uwaa eomma, ini indah sekali" cetus Luna.

"Kau menyukainya?"

Luna mengangguk senang dengan dress pemberian ibunya. Sementara Baekhee hanya memandangi dress itu tidak yakin.

'Apa aku akan cocok memakai dress seperti ini?'

.

.

.

TBC