Tittle
Love of Two Sisters
{Chapter 5 : Shining Stars}
Author: Movlexo (Park Min Ah)
Main Cast:
•Byun Baekhee
•Park Chanyeol
•Byun Lu Na
•Oh Sehun
Other Cast:
•Kim Jong In (EXO Kai)
•Park Soo Young (Joy R.V) as Ham Bo Mi
•Taemin Shinee - Jongin best friend
•Krystal f(x) as Jung So Eun
Genre : Romance, family, Genderswitch
Rating : T
Length : Chapter
*Disclaimer : This story is pure MINE. Don't plagiat or copy paste without my permission. Semua cast yang thor pakai adalah milik Tuhan dan agensi mereka masing-masing. Author cuma pinjem bentaran :) Dan maaf beberapa tokoh akan jadi cast cewek. Tolong jangan berpikir aneh-aneh. Anggap saja saya memang pake cast cewek. ^^ Gomawo..
•Attention!
– don't copy this article
– don't claim as Yours
– don't plagiat
– typos everywhere
– if you want to share this post, please report to me first
– thankyou for your attentions
Chapt 4 End
"Uwaa eomma, ini indah sekali" cetus Luna.
"Kau menyukainya?"
Luna mengangguk senang dengan dress pemberian ibunya. Sementara Baekhee hanya memandangi dress itu tidak yakin.
'Apa aku akan cocok memakai dress seperti ini?'
.
.
.
Happy Reading❤: Chapter 5 (Shining Stars)
Hari festival telah tiba. Semua siswa-siswi di sekolah disibukkan oleh tugas mereka masing-masing.
Sementara itu dua orang yeoja tengah menyelinap keruang kostum untuk melakukan sesuatu.
"Bomi kau yakin akan melakukan ini?"
"Tentu saja" sahut Bomi seraya mencari sesuatu. Mata Bomi menangkap dua buah short-dress yang digantung terpisah dengan kostum yang lain. Yeoja itu tersenyum licik melihat nama yang tertempel di dress warna merah tersebut.
Bomi melakukan sesuatu pada dress itu. Sementara kawannya terus memperhatikan keadaan sekitar.
Kawannya menoleh dan terkesiap melihat dress milik siapa yang Bomi rusak, "kau tidak salah merusaknya?"
Bomi menyeringai seraya menggelengkan kepalanya, "aku memang ingin merusak yang itu, karena aku ingin melihat seseorang mati kutu tanpa sang bintang utama.."
.
.
•Love of Two Sisters•
.
.
Jam sudah memasuki pukul 06.30 sore. Acara pentas seni-pun sudah dimulai sejak satu setengah jam yang lalu.
Luna dan Baekhee baru saja selesai merias diri mereka dan kini mereka ingin mengganti kostum yang sudah disiapkan oleh ibu mereka.
Keduanya tercengang ketika melihat dress merah milik Luna.
"Ba-bagaimana bisa begini?" gumam Luna. Baekhee hanya menanggapinya dengan gelengan tak mengerti.
Dua orang namja yang baru saja selesai tampil memasuki ruangan tersebut dan menghampiri kedua yeoja itu.
"Uwah! Kalian cantik sekali" cetus Chanyeol genit. Sehun menjitak kepala sepupunya yang tidak bisa membaca situasi.
"Apa terjadi sesuatu?" tanya Sehun.
"Gaun eonni..." gumam Baekhee membuat kedua namja itu menatap bagian belakang gaun Luna yang robek.
"Ke-kenapa bisa begitu?" cetus Chanyeol.
"Entahlah, tadi masih baik-baik saja" sahut Luna, "aahh..eotteoke? Aku tidak mungkin memakai gaun ini"
"Jamkkaman, aku akan tanyakan ada kostum cadangan atau tidak" cetus Chanyeol seraya melenggang pergi.
Mereka bertiga menunggu Chanyeol kembali dengan perasaan gelisah.
"Mereka bilang mereka tidak menyediakan kostum cadangan" pekik Chanyeol ketika kembali.
"Mwo?"
"Aahh eotteokee..."
"Eonni.. bagaimana kalau kau tampil sendiri dan memakai gaun ku?" tawar Baekhee membuat ketiga orang dihadapannya menatap kearah Baekhee.
"Bagaimana bisa begitu? Aku tidak mau. Kau sudah berlatih sangat keras Baekhee-ya"
"Tapi eonni semua mengharapkanmu dipanggung itu, aku tidak apa-apa.. eonni tampillah. Lagipula aku tidak nyaman memakai baju seperti ini"
"Andwae!"
Baekhee terpekik ketika Luna membentaknya, "eonni?"
"Cepat ganti bajumu, kau yang harus tampil Baekhee-ya"
"Tapi...bagaimana kalau mereka tidak menyukaiku?"
"Tidak mungkin, suaramu jauh lebih bagus dariku Baekhee. Aku yakin mereka akan menyukaimu"
"Luna benar. Sampai kapan kau akan terus menyembunyikan bakat mu"
Kini Baekhee menatap kearah Sehun yang berusaha memberinya semangat.
"Kalian yakin aku bisa melakukannya?"
Mereka bertiga mengangguk serempak dan tersenyum kearah Baekhee.
"Cepat ganti baju-mu adikku" suruh Luna seraya mendorong tubuh Baekhee menuju ke ruang ganti.
7minutes later...
"Ya jjalbeun. Kau lama sekali" gerutu Chanyeol yang segera mendapat tatapan mematikan dari Luna dan Sehun.
Cklek.
Pintu ruang ganti terbuka. Seorang yeoja cantik keluar dari ruangan itu menggunakan dress putihnya dan sepatu heels setinggi 5cm.
Luna dan kedua namja itu terpanah menatap sosok Baekhee yang berubah 360° dari biasanya, Baekhee benar-benar terlihat anggun dan cantik.
Luna segera bangkit dan menghampiri adiknya, diikuti oleh kedua namja jangkung itu.
"Yeppeuda!" puji Luna membuat pipi Baekhee memerah. Sementara Chanyeol masih sibuk mengamati Baekhee.
"Giliran selanjutnya"
Mereka berempat terkejut mendengar panggilan itu.
"Baekhee hwaiting" Luna dan Sehun pun berusaha menyemangati yeoja itu. Baekhee mengangguk gugup. Ia menghela nafasnya dan hendak melangkah.
"Akh!" pekik Baekhee ketika heelsnya tidak menapak dengan benar dan membuat tubuhnya oleng. Beruntung Chanyeol segera menangkap tubuh Baekhee kedalam dekapannya.
Mereka berdua sempat bertatapan cukup lama hingga suara dehaman Sehun terdengar dan membuyarkan lamunan mereka.
"Gw-gwaenchana?" tanya Chanyeol, 'aish.. kenapa aku jadi gagap begini?'
"N-ne" sahut Baekhee.
"Sebaiknya kau antar dia Chanyeol-a, Baekhee belum terbiasa menggunakan heels" ucap Luna.
"Aahh! Tidak perlu" tolak Baekhee.
"Sudahlah.. cepat sana"
Pada akhirnya Chanyeol mengantar Baekhee hingga ke back-stage.
"Apa aku perlu menuntunmu sampai keatas?"
"A-ani.. aku bisa sendiri"
"Selanjutnya kita akan menyaksikan penampilan kakak-beradik yang luar biasa. Mari kita sambut Luna dan Baekhee"
"Baekhee semangat, aku akan menonton di depan eoh?"
Baekhee mengangguk dan segera naik keatas panggung yang gelap.
"Huff" Baekhee benar-benar gugup saat ini. Ia berdiri diatas panggung seorang diri dan puluhan mata tengah menatapnya.
Dep!
Sebuah lampu panggung menyorot tepat kearah yeoja itu dan Baekhee semakin gugup ketika melihat wajah heran ditambah para penonton yang saling berbisik. Baekhee tahu apa yang mereka pertanyakan. Dimana Luna?
'Rasakan itu Byun Baekhee' batin Bomi yang sedang menikmati kemenangannya ditengah kerumunan penonton.
'Aku tahu seharusnya eonni yang berada ditempat ini' batin Baekhee namun disaat keyakinannya mulai menciut, namja itu berdiri tepat didepan panggung dan tersenyum kearahnya, ",Kau bisa Baekhee-ya!" pekik namja itu.
Mata Baekhee melebar mendengarnya. Park Chanyeol baru saja menyemangatinya. Seorang Park Chanyeol yang ia anggap menyebalkan baru saja memberinya kekuatan. Yeoja itu tersenyum dan mengangguk kearah Chanyeol.
Musik mulai dimainkan. Baekhee memejamkan matanya dan kembali menghela nafas.
[Baekhee] "Niga ittneun gose nado hamkke halge...
Niga ganeun gose nado hamkke galge..."
Semua mulai terdiam setelah mendengar suara merdu yang Baekhee lantunkan. Baekhee tersenyum simpul dan kembali melanjutkan nyanyiannya.
"Neol wi haeseo maeil utgo
Neol wihaeseo gidohago
Ni saenggage jamdeulgo
Neol bureumyeo nuneul ddeo
Nae yeopeseo jikyeojugo
Nae yeopeseo gamssajuneun
Neon naui cheongugingeol..."
"Wuuuu!" riuh para penonton mulai terdengar. Sepertinya mereka menikmati suara yeoja itu. Chanyeol tersenyum menatap yeoja itu.
"You're my only one way..
Ojik neoreul wonhae
Naega ni gyeote isseume gamsahae
You're the only one babe
Himdeun sesang soge sarangeul alge haejun
Neo hanaro naneun haengbokhae..
Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven
Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven
Uri hamkkeramyeon
We will never cry never never cry
Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven
Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven
Yeongwonhi duriseo never gonna be alone🎵
Ni pumeseo seumul swigo
Ni pumeseo ip matchugo
Ni moksoril deureumyeon
Ggum gguneun geot man gata
Ni nuneseo al su isseo
Ni sarangeul al su isseo
Neon naui cheongugingeol
You're my only one way
Ojik neoreul wonhae
Naega ni gyeote isseume gamsahae
You're the only one babe
Himdeun sesang soge sarangeul alge haejun
Neo hanaro naneun haengbokhae
Heaven" [Luna] "namanui saram"🎵
Baekhee terkesiap mendengar suara itu dan menoleh kebelakang. Senyumannya menggembang ketika melihat sosok kakaknya yang disambut oleh teriakan penonton.
Chanyeol yang sedang tercengang merasa seseorang menepuk bahunya dan membuatnya menoleh.
"Sehun?"
"Mereka akan lebih bersinar jika tampil berdua, iyakan?"
Chanyeol tersenyum kemudian menganggukan kepalanya.
"Geurae nareul jikyeojul saram
Eoddeon seulpeumdo eoddeon apeumdo
Neowa hamkke handamyeon...
Eoneu nugudo nan bureopji anha
[Luna &Baekhee] Ddeollineun du soneul jabajwo
[Baekhee] Naega saneun iyu neonikka..ooou
[Luna]You're my only one way
Ojik neoreul wonhae
Naega ni gyeote isseume gamsahae
[Luna & Baekhee] You're the only one babe...
Himdeun sesang soge sarangeul alge haejun
Neo hanaro naneun haengbokhae..
[Luna] Heaven Heaven Heaven Heaven [Baekhee] Heaven
[Luna] Heaven Heaven Heaven Heaven [Baekhee] Heaven
[Luna]Uri hamkkeramyeon
We will never cry never never cry
[Luna & Baekhee] Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven
Heaven Heaven Heaven Heaven Heaven
[Baekhee]Yeongwonhi duriseo never gonna be alone
Oh, so alone..."
Prok..prokk..prookk
"Wwuuuu!" tepuk tangan dan teriakan terdengar begitu riuh mengiringi berakhirnya lagu yang dibawakan oleh kakak-beradik itu.
Luna tersenyum kearah Baekhee dan memeluknya erat, "aku tahu kau bisa melakukannya"
Baekhee turut tersenyum dan membalas pelukan kakaknya.
Mereka pun membungkuk pada para penonton dan berjalan menuruni panggung.
"Eonni.. dari mana eonni mendapat blazer itu?" tanya Baekhee saat mereka berada di backstage.
"Oh ini..." gumam Luna seraya memandangi blazer yang menutupi sobekan pada gaunnya. Seulas senyum menghiasi wajahnya.
FLASHBACK~
Luna dan Sehun melihat Baekhee yang berada diatas panggung melalui LCD yang ada diruang kostum.
Tanpa Luna sadari Sehun sedang menatapnya, "noona..juga ingin berada disana?
Luna terpekik dan menoleh kearah Sehun, "ah.. ne. Aku sudah berlatih dengan keras agar bisa memberikan yang terbaik tapi aku justru berakhir disini dan tidak bisa melakukan apa-apa"
Sehun mengalihkan pandangannya pada dress yang ada ditangan Luna dan ia teringat akan sesuatu.
"Noona pakai saja dress itu"
"Mwo? Tapi..."
"Tenang saja.. aku punya sesuatu untuk menutupi sobekan itu"
Luna menatap Sehun sesaat. Ia pun segera keruang ganti untuk mengganti pakaiannya.
Saat keluar ia terbelalak ketika Sehun tiba-tiba menyampirkan sebuah blazer untuk menutupi bahu dan punggungnya.
"Dengan begini aman"
Luna sempat termenung dengan perlakuan manis Sehun padanya, "ini.."
"Blazer milikku, dengan begini sobekan itu tidak akan kelihatan dan..ehm.. bahu noona tidak akan terekspos"
Wajah keduanya pun memerah karena tersipu, "Gomawo Sehun-a"
Sehun mengangguk, "kajja, noona harus tampil"
Luna mengangguk dan mereka berdua keluar dari ruangan tersebut.
FLASHBACK END
"Uwaa.. Sehun itu memang sangat baik eonni. Apa eonni tidak menyukainya?"
Luna terkesiap mendengar pertanyaan Baekhee, 'menyukai Sehun?'
"Aku..."
"Penampilan kalian bagus sekali"
Kedua yeoja itu terpekik ketika mendengar suara berat itu.
"Gomawo"
"Setelah ini kalian mau kemana?" tanya Chanyeol.
"Mungkin pulang. Waeyo?" sahut Luna.
Chanyeol menyikut namja yang hanya terdiam disampingnya.
"Ah? Oh..apa kalian mau ikut makan bersama kami?" tawar Sehun seraya menatap Luna. Wajah keduanya bersemu merah.
Baekhee melirik kakaknya yang sedang tersipu dan tersenyum simpul, 'mungkin ini kesempatan Sehun'
"Kami ikut"
Merekapun menatap Baekhee yang menjawab dengan sangat semangat.
"Tumben sekali kau sesemangat itu?" gumam Sehun heran. Keningnya berkerut ketika melihat senyuman aneh Baekhee yang mengisyaratkan sesuatu.
"Kalau begitu tunggu apalagi, ayo kita berangkat!" pekik Chanyeol.
"Apa aku boleh mengganti bajuku dulu? Aku benar-benar tidak nyaman memakai gaun ini." geruru Baekhee.
"Ah mwoya? Kau bagus memakai gaun itu Baekhee-ya" sahut Luna.
"Tapi eonni.."
"Sudah. Ayo kita ambil barang-barang dan segera berangkat"
.
.
•Love of Two Sisters•
.
.
Keempat remaja itu kini sedang duduk di bangku restoran dan menunggu pesanan mereka tiba.
Sejak tadi Chanyeol-lah yang mendominasi pembicaraan. Ia menceritakan kehidupannya selama di Amerika. Alasan kepindahannya hingga hal-hal spele yang disukainya.
Baekhee menatap datar namja yang duduk berhadapan dengannya saat ini, 'apa dia tidak lelah bicara sejak tadi?'
"Ini pesanan anda" seorang pelayan membawa pesanan mereka dan membuat Chanyeol terdiam. Sekarang mereka mengamati berbagai hidangan yang tersaji dihadapan mereka.
"Kelihatannya lezat" ucap Luna.
"Ayo kita makan.." pekik Chanyeol.
Mereka pun memulai makan malam mereka.
"Eonni..aku masih penasaran bagaimana gaunmu bisa rusak" gumam Baekhee ditengah-tengah acara makan mereka.
"Aku juga tidak mengerti." sahut Luna.
"Atau mungkin ada yang sengaja merusaknya?" cetus Chanyeol.
"Jangan sembarang bicara Chanyeol-a, kau tidak memiliki bukti apapun eoh?" celoteh Sehun.
"Tapi bagaimana bisa gaun itu rusak dengan sendirinya? Pasti ada orang yang sengaja merusaknya"
Semua terdiam memikirkan ucapan Chanyeol.
"Kalau memang begitu, kenapa gaun eonni yang dirusak. Aku rasa tak ada seorangpun yang membenci eonni. Seharusnya gaunku yang dirusak" gumam Baekhee lirih.
"Oh ayolah Baekhee jangan mulai lagi, mungkin memang ada seseorang yang tidak menyukaiku kan?"
Baekhee menatap Luna yang sedang tersenyum kearahnya.
"Sudahlah, Yang penting kalian baik-baik sajakan? Sekarang kita lanjutkan makan malam kita eoh?" ucap Sehun. Semua mengangguk dan kembali melanjutkan makan malam lezat mereka.
Chanyeol tidak sengaja mengamati Baekhee yang menyingkirkan mentimun dari makanannya.
"Ya, kenapa kau tidak memakan mentimun itu?"
Baekhee terkesiap seraya menatap Chanyeol, "aku tidak suka makan mentimun, baunya aneh"
"Haish.. pantas saja kau kerdil ternyata kau suka memelih-milih makan"
"Mwo?! Ya! Aku ini tidak kerdil, lagi pula mentimun tidak ada hubungannya dengan pertumbuham seseorang" gerutu Baekhee tidak terima.
"Ba-Baekhee-ya tenanglah" bisik Luna karena beberapa pengunjung menoleh kearah mereka.
"Chanyeol kau ini tidak bisa apa tidak menghina orang lain?" cetus Sehun.
Mereka pun kembali tenang dan melanjutkan makan malam mereka.
Dugh.
"Akh" erang Chanyeol ketika ia merasa sesuatu menendang tulang keringnya.
"Chanyeol-a waeyo?" tanya Luna serta Sehun yang juga memperhatikannya.
"Ahh..anio..hehe kakiku terbentur meja" elak Chanyeol berusaha memamerkan cengirannya. Ia melirik sinis yeoja didepannya seraya mendengus kesal. Sementara itu yeoja tersebut menjulurkan lidahnya kearah Chanyeol.
'Dasar kerdil'
.
.
.
TBC
