Indiscriminate Love
Disclaimer : Naruto © Mashashi Kishimoto
Author : Namikaze Fansboy
Rated : T
Genre: Romance/ Friendship/ Other
Pair : [Naruto X Sakura]
Summary : Haruno Sakura adalah seorang aktris cantik, terkenal dan ternama, Sakura merupakan siswi dari Konoha Highschool, suatu hari ia secara tidak sengaja tertabrak oleh seorang siswa bernama Naruto yang merupakan siswa sederhana dengan kehidupan sederhana pula.
.
.
.
Chapter 3
Saat ini Sakura bersama sang ibu sedang menyiapkan makan malam yang akan mereka lakukan dengan tamu mereka.
"Siapa mereka Ibu?" Tanya Sakura pada sang Ibu.
"Itu adalah sahabat ayah dan ibu saat Highschool dulu Minato dan Kushina mereka adalah pemilik perusahaan dari Namikaze Corp yang berdiri di bidang tekhnologi terbesar di Asia" Jawab Mebuki, sedangkan Sakura menghiraukan ucapan sang Ibu melainkan menatap sosok pria paruh baya yang mengingatkannya dengan sosok Naruto.
'Mungkin itu hanya perasaanku' Batin Sakura.
"Sakura" Panggil sang ibu yang sukses menarik Sakura dari alam khayalannya.
"I-iya?" Jawab Sakura gugup.
"Kau kenapa? Apa kau ada banyak deadline jadi hilang konsentrasi?" Tanya sang ibu.
"Ahhh... tidak aku hanya sedang berpikir tentang kegiatan yang akan dilakukan disekolah" Jawab Sakura bohong.
"Memang akan ada apa disekolahmu?" tanya Mebuki.
"Sekolah akan mengadakan perayaan ulang tahun sekolah, jadi selama seminggu ini kita akan melakukan kegiatan yang kemungkinan beberapa hari lagi dilakukan diluar sekolah selama beberapa hari" jawab Sakura.
"Lantas apa kau mengikutinya?" Tanya Mebuki.
"Tentu saja Ibu, selain untuk alasan untuk beristirahat kepada sutradara aku bisa mencari ketenangan hehe" Jawab Sakura yang di balas gelengan tak percaya dari sang Ibu.
"Sudahlah, bantu ibu untuk menata makanan ini dimeja makan" Ujar Mebuki di balas anggukan semangat dari Sakura.
Sedangkan diruang tamu Kizashi sedang berbicang-bincang dengan Minato dan Kushina.
"Bagimana Minato?" Tanya Kizashi pada pria didepannya ini.
"Masih sama seperti sebelumnya Kizashi, kami masih belum dapat menemukan dimana keberadaan Menma" Jawab Minato dengan wajah sendu.
"Apa tidak ada petunjuk apapun yang kalian dapatkan?" Tanya Kizashi.
"Hanya sedikit itupun tidak membantu, karena kecelakaan itu berada di tempat yang sepi jadi sangat sedikit petunjuk yang kami dapatkan, apalagi itu sudah 14 tahun yang lalu, aku yakin ia pasti sudah tumbuh besar" Jawab Minato.
"Sudahlah, jika Kami-sama menghendaki kalian berkumpul lagi, pasti suatu saat kalian akan berkumpul kembali" Ucap Kizashi.
"Jika itu memang benar belum tentu Menma mau bersama kami, ia pasti berpikir kami telah membuangnya" Kushina ikut menyerukan suaranya.
"Kenapa kau berpikir seperti itu Kushina?" Tanya Kizashi.
"Karena aku ibunya, walau kami dipisahkan aku seperti merasakan sesuatu yang ganjal" Jawab Kushina.
"Aku memang tidak akan bisa mengerti perasaan wanita dan tidak akan pernah, ya sudahlah lebih baik kita makan malam saja kurasa Mabuki dan Sakura sudah selesai menyiapkan makan malamnya" Ucap Kizashi berusaha mengganti suasana menjadi lebih baik.
"Ngomong-ngomong kenapa kalian tidak mengajak Yahiko?" Tanya Kizashi.
"Ohhhh... besok dia ada ulangan jadi ia di rumah bersama kakek dan neneknya" Jawab Minato kemudian ketiga orang itu menuju ke meja makan, sesampainya di meja makan ternyata mereka sudah ditunggu oleh Sakura dan Mebuki.
"Lama tidak bertemu Minato Kushina" Sapa Mebuki pada keduanya.
"Maaf karena kami banyak kesibukan" Jawab Kushina sembari duduk.
"Tidak apa Kushina aku juga mengerti" Tanggap Mebuki.
"Ngomong-ngomong sekarang Sakura sekarang sudah besar ya, bahkan aku sering melihat wajahmu berada di kaca tv" Ucap Kushina yang di balas senyuman gugup oleh Sakura.
"Baasan terlalu berlebihan" Ucap Sakura malu-malu.
"Baasan tidak berlebihan karena memang tidak kenyataannya, dan Baasan tidak menyangka terakhir Baasan melihatmu saat kau berumur 6 tahun dan sekarang kau menjadi gadis cantik yang diidolakan kaum adam di penjuru jepang" Ucap Kushina semakin membuat Sakura memerah menahan malu.
"Ngomong-ngomong apa kau sudah punya kekasih Skaura?" Tanya Kushina.
"Belum, karena sampai sekarang aku masih belum menemukan sosok yang tepat untukku" Jawab Sakura
"Sudahlah Kushina kau jangan menggoda Sakura terus, jika kau menggodanya kapan kita akan makan?" Tanya Minato yang membuat semuanya tertawa pelan yang kemudian di lanjutkan dengan acara makan.
Setelah beberapa lama mereka bernostalgia akhirnya Minato dan Kushina memutuskan untuk pulang mengingat hari sudah hampir larut.
"Kami pulang dulu, dan terimakasih akan jamuan makan malamnya" ucap Minato pada keluarga Haruno.
"Tidak perlu berterimakasih Minato, kita kan bersahabat sekaligus rekan kerja jadi tidak perlu sungka" Balas Kizashi.
"Hahaha kau bisa saja Kizashi, kalau begitu kami pamit dulu" Ucap Minato pamit.
"Hati-hati dijalan" ucap Kizashi sambil melihat keduanya memasuki mobil.
"Nah Sakura sekarang kau tidur hari sudah malam" Ucap Kizashi kemudian, sedangkan Sakura balas mengangguk karena sebenarnya ia memang sudah mengantuk.
= Indiscrimate Love =
Pemandangan seperti ini sudah sering ditemui di Konoha Highschool bahkan sudah tidak perlu di tanya bagaimana tatapan para siswa Konoha Highschool saat Sakura memasuki gerbang, Sakurapun hanya membalas senyum sekilas pada mereka dan sedetik kemudian ia melihat sosok pemuda bersurai pirang dan tanpa babibu ia langsung mendekat kearah Naruto.
"Pagi Naruto" Sapa Sakura pada Naruto yang sukses membuat pemuda itu sedikit mngedikkan bahunya karena kaget karena memang tidak biasa ada yang menyapanya sepagi ini.
"Huh... kau mengagetkanku Sakura, pagi juga" balas Naruto yang masih menampilkan ekspresi terkejut.
"Gomen, kukira kau sudah tahu keberadaanku" Ucap Sakura yang berjalan disisi Naruto.
"Tak apa Sakura, dan bagaimana aku bisa tahu keberadaanmu kalau kau tidak bilang padaku" Ucap Naruto sedikit bercanda.
"Huh, ternyata kau bisa bercanda juga kukira kau bermuka datar" Ucap Sakura mengejek Naruto.
"Kau terlalu berlebihan dalam menilai nona, aku seperti siswa pada umumnya hanya saja aku sering tidak peduli kepada hal yang menurutku merepotkan" Jawab Naruto.
"Tidak peduli pada hal yang merepotkan? lalu melawan Kiba waktu itu bukan hal yang merepotkan?" Tanya Sakura.
"Itu hal yang merepotkan tetapi membiarkan Konohamaru diinjak-injak harga dirinya oleh Kiba itu lebih merepotkan lagi" Balas Naruto.
"Tap-..." Ucapan Sakura terpotong cepat oleh Naruto.
"Aku lebih tidak menyangka bahwa artis ternama seperti dirimu yang terkenal dengan sifat kalemnya ternyata cerewet sekali" ucap Naruto yang sontak menimbulkan perempatan di dahi Sakura.
Duak!
"Itttai... kenapa kau memukulkan?" tanya Naruto sembari mengelus puncak kepalanya yang berdenyut sakit, dan adegan pemukulan Sakura itu mendapat afeksi dari banyak siswa maupun siswi, dan tidak sedikit mereka berargumen bahwa keduanya memiliki hubungan serius.
"Karena kau berkata tentang diriku yang tidak-tidak" Jawab Sakura.
"Memang aku berbicara apa? Memang semua yang aku katakan bohong?" Tanya Naruto pada Sakura.
"Tidak sih tapikan juga tidak perlu kau ucapkan" Ucap Sakura cemberut.
"Baiklah aku minta maaf dan sepertinya aku harus segera kekelas aku harus mengatur siswa kelasku terlebih dahulu" Ucap Naruto kemudian berjalan meninggalkan Sakura sendirian.
'Biasanya banyak orang yang berharap bisa berlama-lama denganku dan melupakan semuanya, tapi kau berbeda' Batin Sakura, dan kemudian berlalu menuju kelasnya.
= Indiscrimate Love =
Saat ini para siswa dari Konoha Highschool sedang dikumpulkan di lapangan karena sebentar lagi mereka akan mengadakan kemah di luar sekolah yang diikuti oleh kelas 10 dan 11 yang diselenggarakan oleh Osis yang didukung oleh sekolah.
"Baiklah Partner kelas terakhir adalah kelas XI-3 dan XI-5, jadi kedua kelas yang sudah menjadi Partner akan menjalankan mencari jejak nantinya, dan kedua kelas itu berisi 60 orang yang nantinya akan di bagi menjadi 10 kelompok, jadi total keseluruhan kelompok 90 kelompok" Ucap sang ketua Osis Shikamaru kepada para peserta Kemah ini.
"Dan untuk masing-masing partner kelas akan berada dalam satu bus yang sama, kalian boleh memilih tempat duduk sesuka kalian, dan disetiap bus akan ada 3 guru pembimbing dan 2 anggota Osis" Lanjut Shimaru, kemudian para guru mempersilahkan para muridnya untuk memasuki sembilan bus yang ada di depan sekolah mereka.
"Sakura duduklah bersamaku" Ucap Sasuke pada Sakura yang mempersiapkan sebelum kursinya untuk Sakura.
"Maaf, biar aku duduk dengan yang lain saja" Tolak Sakura halus pada Sasuke.
"Ayolah sekali-sekali duduk bersamaku, kalau itu Ino lebih baik kau duduk bersamaku" Ucap Sasuke berusaha pada pendiriannya.
"Bukan Ino, tapi..." Ucap Sakura melihat sekeliling karena sebenarnya ia hanya tidak ingin ada gosip dengan Sasuke karena ia tidak suka dengan Sasuke.
"Ahhh.. aku sudah janjian duduk bersama Naruto" Ucap Sakura yang tanpa berpikir langsung duduk disamping Naruto yang sebenarnya adalah tempat duduk Gaara, Sedangkan Naruto yang merasa tidak pernah janji seperti itu hanya mengerutkan dahinya bingung.
"Sejak kapan ak-..." Protesan Naruto sontak terhenti karena kaki manis Sakura yang menginjak kaki Naruto yang kini sedang menahan sakit, karena tidak akan elite kapten tim sepak bola sekolah menjerit kesakitan.
"Sudah menurut saja" Gumam Sakura pelan yang hanya bisa didengar oleh Naruto.
"Ah ya aku sudah janjian dengan Sakura" Ucap Naruto setengah hati, yang di balas dengusan oleh Sasuke sekaligus tatapan penuh amarah dari Sasuke.
'Sial, sepertinya bungsu Uchiha itu membenciku' Batin Naruto, kemudian ia mengalihkan pandangannya untuk mencari keberadaan Gaara yang ternyata sudah duduk bersama Shino.
Tanpa memperdulikan Sakura dan kakinya yang masih berdenyut sakit karena Sakura menggunakan sepatu yang alasnya lumayan keras ia mengambil sebuah novel yang berada didalam tasnya.
"Hey kau sedang membaca apa?" Tanya Sakura pada Naruto yang sibuk membaca.
"Aku sedang membaca novel karena memang tidak ada hal yang bisa kukerjakan" Jawab Naruto yang masih sibuk membaca.
"Mungkin kau bisa melakukan kegiatan seperti yang lainnya" Ucap Sakura yang melihat teman-teman yang lainnya yang sibuk dengan ponsel masing-masing.
"Aku bukan dari orang yang berada Sakura, aku hidup sebatang kara dan aku membiayai hidupku sendiri mana bisa aku membeli ponsel seperti kalian dikala aku saja hidup serba kekurangan" Jawab Naruto yang kini sudah tidak berkutat pada novelnya.
"Maafkan aku Naruto aku tidak bermaksud seperti itu" Ucap Sakura menyesal karena sepertinya ucapannya menyinggung perasaan Naruto.
"Hey, kau tidak perlu menyesal seperti itu karena kau tidak salah, dan lagipula apa kau tidak malu memiliki teman yang bukan dari orang berada seperti kalian?" Tanya Naruto seperti pertanyaannya beberapa hari yang lalu.
"Aku pernah berkata bahwa aku tidak malu memiliki teman sepertimu bahkan aku senang. Aku tidak menganggapmu rendah karena dimataku kau lebih baik dari yang lainnya seperti Sasuke" Jawab Sakura sambil tersenyum, sedangkan Naruto tidak bisa menemukan alasan untuk tidak tersenyum.
"Terimakasih Sakura" Ucap Naruto yang masih tersenyum pada Sakura, dan dari kursi samping depan tampak Sasuke menatap kedekatan keduanya dengan tidak suka, Naruto menyadari ketidaksukaan Sasuke tapi ia pura-pura tidak tahu dan cuek terhadap Sasuke karena ia tidak punya alasan untuk takut pada Sasuke.
"Ngomong-ngomong kau mengambil kerja paruh waktu dimana?" Tanya Sakura kemudian.
"Aku mengambil kerja paruh waktu di sebuah stand ramen yang tidak jauh dari sekolah" Jawab Naruto.
"Benarkah? aku tidak tahu itu, lain kali jika aku tidak sibuk syuting aku akan mampir dan mencicipi ramen buatanmu" Balas Sakura yang di balas anggukan oleh Naruto.
"Datanglah kapanpun, dan aku yakin hari dimana kau memakan ramen buatanku kau akan tersihir dengan rasanya" Ucap Naruto yang sontak membuat keduanya tertawa pelan.
"Baiklah kita lihat nanti" Tantang Sakura, sedangkan Naruto hanya mengangguk yakin.
'Ini yang aku suka darimu Naruto, kau menganggapku dan teman-teman yang lainnya itu sama tidak menganggapku aktris yang harus di utamakan dari yang lainnya. Entah bagaimana aku mengekspresikan perasaanku tapi kau berhasil menarik perhatianku dengan perilaku dan sifatmu itu' Batin Sakura yang masih menatap Naruto yang kini kembali berkutat dengan novelnya, kemudian ia tersenyum jarang ada orang apalagi pemuda yang menganggap novel lebih berharga ketimbang berbicara dengannya, tapi memang begitulah Naruto yang berbeda dari para pemuda pada umumnya.
Saat sudah setengah perjalanan menuju tempat tujuan Naruto kaget karena Sakura tertidur pada bahunya. Tapi, Naruto membiarkan Sakura tertidur tanpa mendorong Sakura agar tak tertidur pada bahunya. Naruto menatap wajah Sakura yang tertidur pulas. Cantik dan manis. Naruto tersenyum dan membelai rambut pink Sakura dengan lembut.
= Indiscrimate Love =
Para siswa sampai ditempat pada sore hari yang membuat mereka harus segera membuat Tenda karena malam hampir datang. Selesai mendirikan tenda, seluruh siswa di bagi tugas. Ada yang pergi ke hutan mencari kayu bakar, ada yang mencari bahan-bahan untuk makanan, ada yang memasak, dan lain-lain. Dan kini hari mulai gelap. Tugas matahari telah digantikan oleh bulan dan ditemani oleh berjuta-juta bintang.
Mereka sedang menyalakan api unggun dan berkumpul secara melingkar. Kegiatan malam itu pertama-tama hanya renungan rohani, lalu dengan cerita-cerita pengalaman siswa, dan melakukan beberapa games ringan. Serta mereka bernyanyi bersama-sama dialuni dengan petikan gitar. Malam ini sangat menyenangkan bagi anak-anak. Tak lupa mereka juga berfoto bersama untuk kenang-kenangan. Dan kegiatan malam itu harus tertutup dengan pengumuman dari anggota Osis yang menyuruh para peserta untuk bangun bagi guna pembagian kelompok.
Karena hari sudah mulai larut, mereka mulai tidur pada tenda masing-masing. Namun, hanya satu manusia yang tak tidur atau lebih tepatnya belum tidur yaitu gadis berambut pink yang mengenakan celana panjang dan sweater karena udara malam ini sangat dingin mengingat mereka berada dibawah kaki gunung. Sakura keluar dari tendanya dan duduk di dekat kayu-kayu bekas api unggun guna membuat tubuhnya menghangat, karena memang dirinya belum mengantuk mungkin kebiasaannya yang akan lelah sehabis syuting.
"Kau belum tidur?" tanya seseorang di belakang Sakura. Sakura terkejut dan segera menoleh pada sumber suara.
"Naruto? Ya..aku belum mengantuk. Kamu juga belum tidur?" Tanya balik Sakura yang membuat Naruto tertawa pelan.
"Kenapa kau tertawa memang ada yang salah?" Tanya Sakura.
"Tentu saja salah, kau bertanya apa aku belum tidur? tentu saja belum jika aku tidur pasti aku berada ditenda bukan disini" Jawab Naruto yang masih sedikti tertawa, sedangkan Sakura memerah karena malu karena pertanyaannnya sendiri.
"Ngomong-ngomong ini sudah malam, apa tidak sebaiknya kau tidur?" Tanya Naruto.
"Aku masih belum mengantuk Naruto" Jawab Sakura kesal.
"Ah ya aku ingat, tadi kau tidur di bus makanya malam ini kau tidak mengantuk" Ucap Naruto di balas anggukan oleh Sakura.
"Kau sendiri kenapa belum tidur?" Tanya Balik Sakura sembari memperlihatkan jamnya yang sudah menunjukan pukul 11 p.m.
"Aku masih belum mengantuk sama seperti dirimu" Jawab Naruto yang entah mengapa sekarang tatapannya berubah sendu.
"Ada apa denganmu Naruto? kenapa aku merasa kau sedang sedih?" Tanya Sakura yang kemudian mengambil tempat duduk disamping Naruto.
"Aku tidak apa" Jawab Naruto.
"Kau kira aku bodoh Naruto, aku ini aktris aku tahu mana yang pura-pura mana yang asli" Ucap Sakura yang dibalas helaan nafas oleh Naruto.
"Kau pasti sudah tahu alasannya" Jawab Naruto yang tidak dapat dimengerti oleh Sakura.
"Aku tidak mengerti"
"Kau tahu aku ini berbeda, aku tidak tahu apa aku memiliki orang tua atau tidak karena sedari kecil aku berada di panti asuhan, setiap malam seperti ini aku selalu menatap langit berharap akan ada bintang jatuh yang akan mengabulkan permohonanku untuk bertemu dengan kedua orang tuaku jika mereka masih hidup atau paling tidak mengetahui bahwa aku memiliki orang tua, Mungkin permintaanku seperti anak kecil bukan?" Tanya Naruto kemudian menatap Sakura.
"Tidak, itu bukan kekanakan Naruto itu perasaan yang timbul dari hati" Jawab Sakura.
"Aku selalu berusaha agar tidak terlihar rapuh, aku ingin terlihat kuat walau banyak orang yang mencemoohku karena tidak memiliki orang tua dan tidak mau berteman denganku, selama ini hanya Gaara yang mengerti diriku walau sekarang banyak orang yang menjadi temanku mereka hanya menganggap teman sebagai arti umum" Ucap Naruto sedangkan Sakura memandang Naruto tak percaya karena orang yang ia anggap kuat lahir maupun batin ternyata menyimpan kepedihan yang mendalam.
"Aku selalu berusaha untuk menjadi lebih baik, dulu aku sangat emosi jika ada orang yang mengolok-olokku tentang orang tua bahkan tak jarang mereka harus masuk rumah sakit karena berkelahi denganku, tapi lambat laun aku sadar bahwa itu tidak diperlukan, dan mulai saat itu aku berusaha menahan amarahku dan menjadi diriku yang sekarang ini" Ucap Naruto lagi.
"Aku tidak menyangka kau mengalami hidup seberat itu Naruto" Ucap Sakura yang memandang Naruto tak percaya karena anak sesusia Naruto waktu itu seharusnya hidup dengan masa yang menyenangkan.
"Ya inilah kenyataannya, setelah mendengar ceritaku apa kau masih mau menjadi temanku?" Tanya Naruto.
"Sudah berapa kali aku berkata bahwa aku akan tetap menjadi temanmu walau sebesar apapun tembok yang memisahkan kita, mulai sekarang aku akan selalu bersamamu. Jika kau ingin berbagi kesedihan berbagilah denganku karena dengan berbagi akan membuat dirimu menjadi pribadi yang lebih baik lagi" Ucap Sakura sambil tersenyum teduh kearah Naruto.
"Terimakasih Sakura, ternyata kau tidak seperti apa yang aku pikirkan dulu" Balas Naruto.
"Memang menurutmu dulu aku seperti apa?" Tanya Sakura.
"Gadis manja yang egois yang tidak perduli dengan sekitarnya, aku tidak asal bicara karena saat insiden di Kantin waktu itu kau hanya melihat Konohamaru dengan cuek" Ucap Naruto membuat Dahi Sakura berkedut-kedut menahan amarah.
"Aku tidak menyangka kau menganggapku seperti itu" Pungkas Sakura yang di balas tatapan minta maaf dari Naruto.
"Sepertinya kau sudah mengantuk Sakura matamu sudah mulai memerah" Ucap Naruto yang dibalas anggukan oleh Sakura.
"Ya, dan kau juga harus tidur Naruto dan aku akan membantumu untuk mencari orang tuamu" Ucap Sakura kemudian.
"Tidak perlu Sakura, kau meu menjadi temanku dengan diriku yang sekarang ini aku sudah sangat senang sekali" Ucap Naruto, kemudian keduanya mulai berdiri untuk kembali menuju tenda masing-masing untuk beristirahat.
'Aku pasti akan membantumu Naruto, aku janji' Batin Sakura.
= Indiscrimate Love =
Saat ini para peserta Kemah sedang dikumpulkan karena mereka akan melanjutkan kegiatan yaitu mencari jejak yang akan mereka laksanakan dalam waktu dua hari yang terbagi dalam 4 waktu yaitu Pagi sampai Siang dan Sore sampai Malam begitu juga dengan hari berikutnya. Semuanya sudah mendapat jatah kelompok masing-masing dan ini waktu kelompok dari kelas XI-3 dan XI-5.
"... Kelompok pertama diketuai oleh Naruto dengan anggota Yamanaka Ino, Uchiha Sasuke, Tenten, Lee, dan Haruno Sakura" Ucap Shikamaru memberikan informasi tenatang anggota kelompok, kemudian setelah selesai pembacaan semua kelompok diminta para peserta berdiri di belakang ketua kelompok.
"Baiklah aku akan menjelaskan untuk hari ini akan ada 4 pos yang akan ditunjukan dengan peta dan peta masing-masing kelompok berbeda, dan kalian diminta untuk kembali ke pos utama sebelum waktu makan malam, dan diutamakan untuk kembali dengan selamat tanpa halangan apapun jika kalian merasa tersesat kalian bisa menggunakan suar yang akan menujukan keberadaan kalian, apa kalian mengerti?" Tanya Shikamaru pada para peserta yang di balas serentak oleh para peserta.
"Baiklah dengan ini mencari jejak hari pertama dimulai" Teriak sang ketua osis dengan malam yang kemudian membuat para siswa bergemuruh untuk segera menemukan pos-pos yang di maksud dalam peta.
"Kita akan kemana?" Tanya Ino.
"Menurut peta kita harus ke utara" Ucap Naruto yang di balas anggukan oleh semuanya, kecuali Sasuke yang merasa tidak suka jika Naruto menjadi ketua rombongan.
"Hey kau mau disitu terus atau mau ikut?" Tanya Naruto pada Sasuke yang hanya berdiri mematung.
"Tentu saja aku ikut, karena aku ingin memastkan kondisi Sakura" Ucap Sasuke membuat Sakura menautkan alisnya.
"Terserah apa maumu yang menjadi acuanku adalah untuk menyelsaikan mencari jejak hari ini" Ucap Naruto cuek pada Sasuke, sedangkan Sakura diam-diam tersenyum karena dalam ucapan Naruto terbesit nada tidak suka akan ucapan Sasuke tadi.
'Aku baru tahu ada lelaki yang mempunyi sifat Tsundere seperti dirimu Naruto' Batin Sakura terkekeh.
= Indiscrimate Love =
"Duduklah, Hayate!" Ucap pria paruh baya bermbut pirang.
"Arigatou, Minato-sama." Balas orang yang bernama Hayate yang memakai pakaian ala detektif.
"Bagaimana? Apa kau sudah menemukan keberadaan anakku?" Tanya Minato
"Saya tidak yakin ini putera anda, tapi saya rasa anda bisa memastikan setelah melihat ini!" kata Yamato seraya menyerahkan sebuah amplop cokelat kepada Minato.
Minato langsung merobek ujung amplop tersebut dan mengeluarkan isinya dan terlihat 3 buah foto yang sudah tidak bisa dibilang bagus lagi yang menunjukan foto dimana beberapa anak sedang berfoto bersama, tapi bukan itu masalahnya karena pada foto ini ada gambar anak kecil seperti dirinya.
"Ini? Darimana kau mendapatkannya?" Tanya Minato
"Dari gedung yang rumah yang dulunya adalah sebuah pasti asuhan, yang berada di pinggiran kota Konoha" Jelas Hayate.
"Kalau begitu aku harus memastikannya" Gumam Minato kemudian karena ia yakin bahwa gambar dalam foto itu adalah putranya Menma.
= Tobe Continued =
Akhirnya Up juga bagaimana menurut kalian, seperti biasa Author memberi bocoran diakhir chapter dan adegan serunya akan dimulai, yah tapi saya mohon maaf jika banyak kesalahan dan kurang menarik karena akhir-akhir ini Author sedang membuat makalah tentang tokoh idola dan saya membuat tentang JKT48 hehehe curhat sedikit dan saya akan berusaha yang terbaik untuk di chap depan... kalau begitu terimakasih untuk yang review dan yang mau membaca Fiction ini... Jaa ne.
.
.
.
Dont Forget For Review :D
