Indiscriminate Love
Disclaimer : Naruto © Mashashi Kishimoto
Author : Namikaze Fansboy
Rated : T
Genre: Romance/ Friendship/ Other
Pair : [Naruto X Sakura]
.
.
.
Chapter Sebelumnya...
"Saya tidak yakin ini putera anda, tapi saya rasa anda bisa memastikan setelah melihat ini!" kata Yamato seraya menyerahkan sebuah amplop cokelat kepada Minato.
Minato langsung merobek ujung amplop tersebut dan mengeluarkan isinya dan terlihat 3 buah foto yang sudah tidak bisa dibilang bagus lagi yang menunjukan foto dimana beberapa anak sedang berfoto bersama, tapi bukan itu masalahnya karena pada foto ini ada gambar anak kecil seperti dirinya.
"Ini? Darimana kau mendapatkannya?" Tanya Minato
"Dari gedung yang rumah yang dulunya adalah sebuah pasti asuhan, yang berada di pinggiran kota Konoha" Jelas Hayate.
"Kalau begitu aku harus memastikannya" Gumam Minato kemudian karena ia yakin bahwa gambar dalam foto itu adalah putranya Menma.
Chapter 4
"Jadi jalan mana yang harus kita lalui?" Tanya Tenten pada Naruto.
"Aku tadi bilang untuk jalan keutara, dan rute yang kita lalui akan cukup jauh dan banyak jalan bercabang dan akan lebih baik jika kita bersama" Ucap Naruto dibalas anggukan oleh semuanya.
"Jadi kapan kita berangkat?" Tanya Sakura.
"Jika kau sudah siap maka kita akan berangkat" Jawab Naruto.
"Lantas apa kalian semua sudah siap?" Tanya Sakura yang dibalas anggukan oleh semuanya.
Setelah sedikit perbincangan ahirnya mereka memulai perjalanan menuju pos pertama dari empat pos yang ada, dan diperjalanan Sakura berada disamping Naruto dan itu membuat Sasuke merasa harga dirinya turun karena kalah dengan seorang yang berada di kalangan bawah.
"Hey Naruto kau tidak perlu seserius itu dalam menjalankan menjari jejak ini" Ucap Sakura pada Naruto.
"Aku tidak serius hanya saja ini kegiatan yang melelahkan dan aku ingin segera menyelsaikannya" Balas Naruto membenarkan.
"Ya terserah saja Naruto, namun bagiku itu sama saja" Balas Sakura tak mau kalah.
"Hey Forehead kemarilah, aku juga ingin bicara denganmu yang dari tadi asyik ngobrol dengan kapten team sepak bola kita" Ucap Ino atau lebih tepatnya menggoda sahabatnya dan sontak itu membuat keduanya salah tingkah membuat Sakura dengan cepat mengambil posisi di samping Ino.
"Kau menyukai Sakura?" Tanya Sasuke berbisik pada Naruto.
"Itu bukan urusanmu Uchiha-san, lagipula aku dan Sakura hanya bersahabat jadi hentikan sifat protektifmu pada Sakura karena kau bukan siapa-siapanya" Jawab Naruto pelan kemudian mempercepat langkahnya sedikit sehingga ia berada satu langkah di depan Sasuke.
"Dasar Dobe" Ucap Sasuke sarkasm.
"Dobe? apa maksudmu Teme?" Tanya Naruto yang tak mau kalah untuk memberikan panggilan sayang.
"Kau..." Desis Sasuke tapi tak dihiraukan oleh Naruto yang fokus memperhatikan peta.
Sedangkan dibarisan belakang kelompok Naruto terlihat Ino dan Sakura sedang membicarakan suatu hal yang berbau pribadi berbeda dengan Naruto dan Sasuke yang saling melempar umpatan.
"Hey Forehead kau melihat tidak daritadi Sasuke menatap kearah Naruto dengan pandangan rivalitas?" Tanya Ino pada Sakura.
"Memang apa urusanku?" Tanya balik Sakura.
"Yah tapi itu wajar saja jika melihat gadis yang disukai dekat dengan pemuda lain bahkan sudah menjadi trending topic di sosial media" Ucap Ino menyindir Sakura tentang foto amatir yang beberapa hari yang lalu di unggah ke instagram.
"Hey... jangan memulai Pig, lagipula yang kau ucapkan itu hanya sekedar gosip!" Balas Sakura memberikan penekanan.
"Tapi kau tahukan apa yang aku ucapkan benarkan? kau yang selama ini tidak pernah dekat dengan laki-laki kini dekat dengan Naruto" Ucap Ino memberikan fakta-fakta yang ia tahu.
"Urushai" Balas Sakura cemberut membuat Ino tertawa halus, dan tanpa terasa mereka sudah sampai dipos pertama yang berada di pinggir sungai dan terlihat disana ada bebera kelompok yang sudah sampai duluan.
"Baiklah saya akan menjelaskan bagaimana kerja di pos pertama, yaitu saya akan memberikan kertas pertanyaan tentang pengetahuan umum pada kalian semua, dan kalian harus menjawabnya dengan benar" Ucap sang sensei memberikan instruksi pada para peserta yang kemudian para anggota Osis memberikan selembar kertas pada masing siswa dan semua soal dalam satu kelompok itu berbeda.
Kurang lebih 30 menit kelompok Naruto akhirnya dapat menyelsaikan seluruh pertanyaan dengan mudah walau membutuhkan waktu yang cukup lama, kemudian Naruto dan kelompoknya segera menuju ke pos kedua agar mereka dapat beristirahat lebih lama jika mereka sudah menyelsaikan tugas di pos kedua nantinya.
"Ngomong-ngomong dipos kedua nanti akan seperti apa? apakah mudah seperti dipos pertama tadi?" Tanya Sakura pada Naruto.
"Tidak, dipos kedua nanti tidak akan tertulis seperti tadi melainkan melibatkan kegiatan fisik, dan kalau tidak salah dengar dari Gaara pos tiga sampai empat nanti akan dibuat labirin begitu juga dengan besok karena dua pos pertama dibuat sebagai pemanasan" Jawab Naruto yang membuat semuanya meneguk ludah, dan akhirnya mereka mengetahui kenapa kegiatan seperti ini disebut mencari jejak.
"Kenapa harus labirin?" Tanya Lee penasaran.
"Kalau menurut asumsiku, mengingat jumlah kita yang mencapi 90 kelompok sekolah tidak ingin mengambil resiko ada kelompok yang tersesat maka dari itu dibuat labirin untuk meminimalisir terjadi kelompok tersesat, dan kalaupun tersesat pihak sekolah bisa mencari disekitar Labirin" Jawab Naruto memberikan asumsinya yang disetujui oleh anggota kelompoknya.
= Indiscrimate Love =
Setelah hampir satu jam berjalan akhirnya mereka tiba dipos kedua dipos kedua ini ternyata mereka harus mengambil bola kecil yang berada di dalam lubangan lumpur, dan sontak itu membuat para siswa bergidik karena tidak biasa mereka masuk kedalam lubangan lumpur memengingat siswa dari Konoha Highschool adalah orang dari kalangan berada.
"Kenapa kita harus masuk kedalam lubangan lumpur?" Tanya Ino pada penjaga pos kedua.
"Untuk mengambil bola, dan kalian hanya bisa mengambil bola sekali saja karena bola itu akan menunjukan berapa lama waktu kalian harus menyelsaikan 2 tugas di labirin nantinya" Jawab sang penjaga pos yang tak lain adalah Kakashi guru yang selalu memakai masker.
"Siapa yang akan turun? kalau aku tidak mau" Tanya Sasuke pada yang lainnya dan jawaban dari mereka hanya bungkaman mulut pertanda sama dengan Sasuke.
"Biar aku saja" Ucap Naruto menawarkan diri yang menepi untuk melepas jaket dan celana panjangnya yang menyisakan setelan kaos dan celana pendek.
"Kau yakin Naruto?" Tanya Sakura yang melihat Naruto sudah bersiap untuk menceburkan diri kekubangan lumpur.
"Tentu saja, kalau bukan aku siapa lagi? Teme?" Ucap Naruto sembari melirik keberadaan Sasuke, sedangkan Sakura yang mendengar panggilan sayang dari Naruto untuk Sasuke hanya dapat terkekeh pelan.
"Sepertinya kalian ada kecocokan" Goda Sakura pada Naruto.
"Jangan bercanda kalau kau mencocokan aku dengan Dobe Sakura" Ucap Sasuke tak terima jika dirinya di cocok-cocokan dengan Naruto.
"Seenaknya saja kau Sakura" Ucap Naruto yang membuat Sakura tertawa karena tanggapan dari Naruto maupun Sakura, dan tanpa menghiraukan ucapan Sakura lagi Naruto memasuki kubangan lumpur.
Sudah lima belas menit Naruto memasuki kubangan lumpur dan tak hentinya pula anggota kelompok putri menyemangati Naruto terutama Sakura.
"Ayo Naruto temukan sebagus mungkin" Teriak Sakura.
"Benar, dan jangan lupa waktu yang paling lama" Tambah Ino tak mau kalah dengan Sakura.
"Ck! bisa kalian tenang, ini tidak semudah yang kalian kira" Balas Naruto berteriak dan tak lama kemudian Naruto mendapatkan bola tangan berwarna biru, setelah itu Naruto menepi untuk memperlihatkan hasilnya.
"Ini Sensei" Ucap Naruto memberikan bola itu pada Kakashi yang kemudian dimasukan kedalam ember berisi air bersih.
"Bagaimana Sensei" Tanya Sakura, Ino, dan Tenten penasaran.
"Baiklah angka dibola ini menunjukan angka lima berarti waktu kalian untuk menyelsaikan labirin adalah lima jam dan benda yang harus kalian cari adalah boneka monyet dan jam pasir" Ucap Kakashi memberitahukan apa yang harus mereka lakukan dilabirin nanti, sedangkan kelompok Naruto yang mendengar itupun tersenyum karena waktu mereka tergolong lama.
"Dan sekarang kalian boleh istirahat karena labirin akan dimulai pukul setengah lima sore nanti" Ucap sang Sensei memberitahu siswanya untuk beristirahat sejenak.
= Indiscrimate Love =
Setelah membersihkan dari lumpur tadi Naruto langsung masuk kedalam tenda dan langsung menyelimuti dirinya karena ia merasa tidak enak badan, dan ia berharap tidur kali ini dapat membuat tubuhnya membaik saat di labirin nanti.
"Apa kau tidak mau aku bilang pada Sensei Naruto?" Tanya Gaara pada Naruto yang dibalas gelengan oleh Naruto.
"Tidak perlu Gaara, aku hanya perlu beristirahat sebentar" Jawab Naruto pelan yang masih memejamkan matanya.
"Baiklah kalau begitu" Ucap Gaara kemudian keluar tak ingin mengganggu istirahat sahabatnya, dan tak lama kemudian setelah ia keluar dari tenda ia berpapasan dengan Sakura.
"Gaara apa kau melihat Naruto? karena sedari tadi sejak kami berpisah dipos dua ia tidak berkumpul kembali dengan kami untuk membahas mencari jejak dilabirin nanti" Tanya Sakura pada Gaara.
"Oh Naruto? ia sedang berada di tenda beristirahat, sepertinya ia terserang flu karena daritadi tubuhnya menggigil dan badannya juga hangat" Jawab Gaara membuat Sakura sedikit terkejut.
"Flu?"
"Ya, sepertinya karena ia tadi masuk kekubangan lumpur dan mandi di sungai yang airnya sangat dingin, jujur saja saat aku melihat kondisi Naruto pucat seperti itu aku merasa cemas, tadi aku ingin memberitahu Sensei tapi ia menolak" Ucap Gaara menjelaskan.
"Seperti itu, apakah aku boleh melihat keadaannya?" Tanya Sakura yang merasa cemas dengan kondisi Naruto.
"Tentu saja, tapi maaf aku tidak bisa menemani karena aku masih ada urusan di Osis" Jawab Gaara yang dibalas anggukan oleh Sakura yang kemudian melangkahkan kakinya menuju tenda dimana Naruto beristirahat.
"Naruto" Panggil Sakura seraya memasuki tenda, dan setelah itu ia mendapati Naruto yang tertidur meringkuk dengan tubuh berlapis selimut dengan wajah pucat dan bibir memutih.
"Jadi benar yang dikatakan Gaara bahwa kau terserang flu?" Tanya Sakura pelan tidak mau mengganggu tidur Naruto yang terlihat nyenyak, kemudian tangan mulus Sakura mendekat untuk menyentuh kening Naruto, dan benar saja ia merasakan kening Naruto hangat mendekati panas.
"Tunggu sebentar aku akan mencarikan air hangat untuk mengompresmu agar demammu turun" Kemudian Sakura keluar untuk mencari air hangat, dan beberapa menit kemudian ia kembali dengan sebaskom air hangat yang ia dapat dari regu memasak, dan tak lupa pula handuk kecil.
Sakura memandang tubuh Naruto dengan sendu karena sifat manja dari anggota kelompoknya membuat Naruto yang lagi-lagi harus turun tangan demi tercapainya tugas dari mencari jejak ini, dimata Sakura Naruto bukan hanya teman yang luar biasa namun juga sosok pemimpin yang dapat mengayomi anggotanya dan pantas saja Guy-sensei yang merupakan pembimbing dari team sepak bola sekolah memilih Naruto menjadi kapten team.
"Cepatlah sembuh Naruto" Ucap Sakura lembut sembari membenarkan letak handuk yang berada dikening Naruto, daritadi ia tidak bosan untuk memandang wajah Naruto.
"Walau kau merasa kedinginan tapi tetap saja tubuhmu menghantarkan rasa hangat pada orang disekitarmu" Ucap Sakura terkik pelan, dan tawa pelan Sakura membuat Naruto sedikit terganggu yang kemudian bangun dari tidurnya.
"S-Sakura A-Apa yang kau l-lakukan di-disini?" Tanya Naruto patah-patah karena dirinya masih merasakan kedinginan walau tidak sehebat tadi.
"Tentu saja aku merawatmu Baka, karena Gaara ada urusan Osis maka aku yang merawatmu lagipula ini juga salah kami hingga membuatmu sakit" Jawab Sakura.
"Ini bukan salah kalian, dan terimakasih karena sudah mau merawatku" Ucap Naruto pelan namun tak patah-patah lagi yang dibalas anggukan oleh Naruto.
"Sudahlah lebih baik kau istirahat agar kau cepat sembuh, dan kalau nanti kau masih belum membaik kau tidak usah ikut ke labirin" Ucap Sakura yang di tanggapi gelengan oleh Naruto membuat Sakura menautkan alisnya bingung.
"Kenapa?" Tanya Sakura tak mengerti.
"Aku akan ikut nanti bagaimanapun kondisiku lagipula sekarang aku sudah merasa baikan" Jawab Naruto.
"Tap-..." Ucapan Sakura terpotong.
"Sudahlah jangan cerewet" Potong Naruto membuat perempatan muncul didahi lebar Sakura, jika ia tidak mengingat Naruto sedang sakit ia pastikan kepala Naruto ia akan merasakan jitakannya.
"Kau itu orangnya cuek, tapi sekali bicara kau bicara seenaknya" Ucap Sakura dengan memayunkan bibirnya membuat Naruto terkekeh pelan.
"Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu hanya saja..." Naruto tampak bingung untu meneruskan kata-katanya.
"Hanya saja apa?" Tanya Sakura mengulang ucapan Naruto.
"Hanya saja kau terlihat manis dengan wajah cemberut seperti tadi" Goda Naruto yang sontak menimbulkan rona merah dipipi Sakura.
Blush
'Kenapa aku malu hanya karena ucapannya' Pikir Sakura yang berusaha meredam rasa kikuknya.
"Maaf jika ucapanku tadi salah" Naruto meminta maaf setelah sadar akan ucapannya atau lebih tepat rayuannya.
"Tak apa, terimakasih karena mengatakan aku manis" Balas Sakura yang masih merona merah, begitu juga Naruto yang nampak ada semburat tipis berwarna merah yang menghiasi pipi pucatnya. Sakura sudah sering mendengar kata manis dari banyak orang bahkan beberapa pemuda populer yang ada di jepang namun saat Naruto yang mengatakannya ada perasaan yang berbeda dan Sakura menyukai itu.
= Indiscrimate Love =
Saat ini para siswa sedang berkumpul di sebuah tanah lapang yang bersiap untuk kegiatan mencari jejak selanjutnya yaitu memasuki labirin dan dengan waktu yang dibatasi mereka harus menemukan dua benda yang ada di bola tadi sebagai ganti dari pos ketiga dan keempat.
"Apa kau yakin Naruto? Aku takut terjadi apa-apa denganmu?" Tanya Sakura cemas mengingat wajah Naruto masih pucat walau tidak sepucat tadi.
"Aku tak apa Sakura, walau bagaimanapun juga kita adalah kelompok kita berangkat bersama maka kita juga harus menyelsaikan semuanya bersama" Ucap Naruto sambil menahan rasa pusing yang bersarang dikepalanya, Sakurapun menyadari bahwa Naruto sedang menahan rasa sakitnya.
"Aku mengerti Naruto, tapi demi kesehatanmu aku mohon menurutlah" Ucap Sakura cemas karena sifat Naruto yang keras kepala ini.
"Tak apa Sakura, asal kau bersamaku aku yakin aku tidak akan apa-apa, karena jika aku bersama dengan sahabatku aku merasa aku memiliki kekuatan untuk terus maju" Sakura tidak dapat menahan rona merah yang ada di pipinya akibat ulah ucapan Naruto.
"Baiklah, tapi kau tidak boleh memaksakan diri, jika kau merasakan kau sudah tidak kuat lagi maka kau harus berhenti" Nasehat Sakura yang dibalas anggukan oleh Naruto yang meyunggingkan senyum kearah Naruto.
"Baiklah, lama-lama bicaramu seperti ibu-ibu saja" Ucapan Naruto sukses menimbulkan perempatan di dahi Sakura.
"Kau itu sedang sakit, apa kau mau aku pukul?" Tanya Sakura kesal dengan mengayunkan tangannya, sedangkan Naruto hanya dapat meringis melih Sakura yang siap memberikan pukulan padanya.
"Tidak, dan terimakasih Sakura" Ucap Naruto kemudian, dan Sakura yang membalas ucapan Naruto dengan senyuman.
'Kita baru beberapa hari saling mengenal, tapi aku sudah merasa kita sudah saling mengenal dari dulu, mungkin karena sifatmu yang friendly membuat kita bisa menjadi sahabat dalam hitungan hari' Batin Sakura yang tak henti memberikan senyum terbaiknya pada Naruto agar pemuda itu bersemangat, dan pikiran Sakura itu kemudian terbuyarkan oleh suara sang Sensei yang sepertinya akan memberikan instruksi.
"Baiklah beberapa saat lagi kita akan melakukan kegiatan mencari jejak yang ketiga dan keempat, dan misi kalian dilabirin adalah mencari dua benda yang ada di bola petunjuk yang kalian ambil di kubangan lumpur. Setelah kalian selesai menemukan dua benda yang dimaksud kalian harus segera mencari jalan keluar dari labirin karena waktu kalian terbatas seperti yang tertera pada bola petunjuk" Ucap Sensei yang memberikan informasi tentang apa yang harus mereka lakukan nanti, dan alasan para Anggota Osis memilih tempat ini tidak lain karena adanya hutan kecil yang seluk beluknya miri dengan labirin.
"Dan satu lagi, di labirin nanti kalian tidak boleh membawa senter atau alat penerang lainnya, kami hanya menyediakan lentera dan jika minyak di lentera itu habis maka kalian harus berjalan dalam gelap mengandalkan sinar bulan" Ucap sang Sensei sembari menunjuk bulan purnama sempurna yang memancarkan sinar terang.
"Jadi apa ada yang ingin kalian tanyakan seputar kegiatan sore sampai malam hari nanti?" Tanya Sensei pada para peserta, yang di balas gelengan oleh peserta pertanda mereka mengerti apa yang diinstrusikan oleh sang sensei.
"Kalau kalian sudah mengerti kalian bisa mulai kegiatan dari sekarang, dan apabila kalian melewati batas waktu dari waktu dari bola petunjuk maka kalian akan mendapat hukuman nantinya" Ucap sang Sensei kemudian para peserta mulai memasuki 3 gerbang masuk berbeda untuk melaksanakan tugas, begitu juga dengan kelompok Naruto yang sudah bersedian yang kemudian memasuki gerbang tengah.
'Kami-sama beri kami kemudahan dalam melaksanakan kegiatan ini, dan jagalah Naruto agar ia dapat menyelsaikan tugas ini bersama' Sakura memanjatkan do'a sebelum memulai kegiatan yang kemungkinan akan menyita banyak waktu istirahat ini.
= Indiscrimate Love =
Sedangkan dilain tempat nampak Pria paruh berambut pirang yaitu Namikaze Minato tampak menganga terkejut sekaligus senang dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Apakah anda yakin?" Tanya Minato meminta kepastian dari dari pria berumur di depannya ini.
"Tentu saja aku tidak salah, karena aku yakin bahwa itu adalah foto miliknya, karena aku sempat beberapa kali melihatnya dulu sebelum panti asuhan itu ditutup dan walaupun aku sudah tua tidak mungkin aku salah mengenali dia" Jawab Kakek itu pada Minato.
"Kalau begitu apakah kakek mengetahui nama dari anak yang ada digambar ini?" Tanya Minato karena ada kemungkinan nama anaknya bukanlah Menma karena mungkin pihak panti asuhan memberikan nama lain pada Menma.
"Maaf, kalau soal itu aku tidak tahu yang aku tahu bahwa dia adalah anak dari panti asuhan itu" Jawab sang kakek pada Minato.
"Apakah Kakek tahu dimana dia pergi sekarang, atau di adopsi?" Tanya Minato lagi yang dibalas gelengan pelan oleh sang kakek.
"Aku tidak tahu dimana keberadaannya sekarang tapi aku tahu pasti saat Panti asuhan itu ditutup ia tidak diadopsi oleh keluarga manapun" Jawaban dari sang Kakek membuat Minato tersenyum karena ada kemungkin Menma tidak jauh dari Konoha bahkan mungkin berada di Konoha.
"Terimakasih Kakek karena sudah memberikan informasi kepada saya, kalau begitu saya permisi dulu" Pamit Minato yang dibalas anggukan oleh sang Kakek, dan didepan kediaman sang Kakek tampak Hayate sudah menunggunya.
"Bagaiman Minato-sama?" Tanyanya.
"Seperti dugaanku sebelumnya bahwa itu memang Menma" Jawab Minato pada Hayate.
"Begitu, aku yakin Kushina-sama yang mendengar berita ini pasti akan senang" Ucap Hayate yang dibalas anggukan penuh keyakinan oleh Minato, kemudian mereka memasuki mobil untuk kembali ke Kekediaman Namikaze.
Sedangkan di lain tempat Kushina yang mendengar suara mobil yang memasuki kediamannya segera keluar dari kamar sang putra bungsu yang tadi ia temani saat sebelum tidur mengingat Yahiko putranya masih duduk di bangku Primary School.
"Kau sudah pulang Minato? dan kenapa wajahmu terlihat senang sekali?" Tanya Kushina pada suaminya heran, karena masuk rumah suaminya ini tersenyum lebar yang membuat dirinya merasa penasaran.
"Kau ingin tahu Kushina?" Tanya Minato yang dibalas anggukan oleh Kushina, yang kemudian Minato mengambil sesuatu di kantongnya yang ternyata adalah sebuah Aplop berwarna coklat.
"Apa ini?" Tanya Kushina heran karena Minato memberikan amplop itu dengan wajah yang masih tersenyum membuat Kushina semakin penasaran dibuatnya.
"Buka saja" Jawab Minato sok misterius membuat Kushina mendengus, dan kemudian matanya membola terkejut melihat benda yang ada didalam amplop itu.
"Darimana kau mendapatkan ini Minato?" Tanya Kushina dengan mata bergetar tapi tidak memungkiri ada sesuatu yang membuat dirinya merasakan kebahagiaan kala melihat dua buah foto yang menunjukan gambar seorang anak berusia 10 tahun.
"Itu aku menemukan dengan bantuan Hayate kemarin lusa, dan saat itu aku belum memberitahumu karena aku ingin mencari kepastian dulu, dan tadi akhirnya aku menemukan kepastian yaitu foto digambar itu adalah Menma" Jelas Minato membuat Kushina menangis terharu karena akhirnya setelah sekian lama dirinya memiliki kesempatan untuk bertemu dengan putranya kembali.
"Lantas apa kau sudah menemukan keberadaannya Menma?" Tanya Kushina kemudian yang dibalas gelengan pelan oleh Minato.
"Masih belum, tapi dengan mendapat petunjuk bahwa Menma tidak diadopsi maka aku yakin bahwa Menma berada disekitar Konoha bahkan mungkin di Konoha" Jawab Minato memberikan pengharapan bagi Kushina yang selama ini hampir setiap malam selalu memikirkan putranya sulungnya.
= Tobe Continued =
Yah akhirnya Up juga chap 4 ini walaupun banyak kesalahan disana-sini, dan jujur saja saya juga agak terbebani karena diwaktu yang sama tugas remidial begitu sangat menumpuk dan lagi hari jumat besok adalah hari penerimaan Rapor yang artinya siap-siap untuk mendengar ceramah orang tua, tapi dengan niat saya membuat Fiction ini. Dan bagaimana menurut para reader mengenai Chap 4 ini?
Yah walaupun hasilnya mungkin tak semenarik chap sebelumnya dan bahkan bisa di bilang hancur karena ceritanya begitu memaksa sekali di bagian sana –sini tapi yah walau bagaimanapun saya cukup puas dengan hasil kerja saya disaat kondisi saya masih kurang baik karena remidi-remidal terus.
.
.
.
Dont Forget For Review :D
