Indiscriminate Love

Disclaimer : Naruto © Mashashi Kishimoto

Author : Namikaze Fansboy

Rated : T

Genre: Romance/ Friendship/ Other

Pair : [Naruto X Sakura]

.

.

.


Chapter Sebelumnya...

"Kuharap mereka juga dapat berkumpul seperti semula setelah apa yang mereka perjuangkan selama ini untuk mencari keberadaan Naruto" Mebuki turut berdoa untuk kedua sahabatnya semenjak bangku highschool itu agar dapat berkumpul kembali, dan kemudian ia tersenyum geli.

"Kenapa kau tersenyum dan tertawa seperti itu memang ada yang lucu?" Tanya Kizashi pada Mebuki.

"Tidak, hanya saja aku pikir Sakura dan Naruto saling mencintai dan kemungkin kita akan berbesan dengan Minato dan Kushina" Jawab Mebuki yang membuat Kizashi juga tersenyum geli mendengarnya.

"Haha, aku harap juga seperti itu Mebuki paling tidak kita sudah tahu benar keluarga seperti apa yang akan menjadi mantu kita" Balas Kizashi, dan sontak keduanya kini bergelut dalam pikiran mereka yang sedang membayangkan akan seperti apa masa depan Naruto dan Sakura, tapi yang terpenting doakan saja agagr mereka bersama.


~XXX~ Chapter 8 ~XXX~

Disebuah ruangan yang bernuansa putih yang pastinya sudah menjadi ciri khas dari rumah sakit nampak pemuda bersurai pirang yang tak lain adalah Naruto sedang duduk diatas kursi roda dengan netra safir memandang jauh keangkasa.

"Jika ini memang yang sudah kau takdirkan aku akan berusaha menerima takdirku ini dan juga kedua orang tuaku walau harus membutuhkan proses" Gumam Naruto sambil memejamkan matanya, tak lama berselang terdengar sebuah ketukan pintu.

Tok! Tok!

"Masuk!" Ucap Naruto memberikan izin pada pelaku yang mengetuk pintu.

Cklek!

Pintu ruang rawat inap terbuka yang kemudian memunculkan sosok gadis bersurai soft pink yang sedang membawa parsel buah.

"Selamat pagi Naruto" Ucap gadis itu riang yang disambut hangat oleh Naruto.

"Pagi juga Sakura, tak kusangka kau datang pagi sekali" Sambut Naruto pada kekasihnya ini, dan perkataan Naruto tadi membuat kembungan muncul dipipi Sakura.

"Apa kau tidak senang aku menjengukmu" Ucap Sakura dengan nada merajuk.

"Bukan seperti itu Sakura, hanya saja inikan hari dimana puncak perayaan ulang tahun sekolah kita" Ucap Naruto memberikan penjelasan.

"Untuk apa aku datang jika tidak ada kau, lebih baik aku menunggumu disini" Balas Sakura yang dibalas helaan nafas dari Naruto.

"Menunggu untuk apa? lagipula aku tidak akan pergi kemana-mana" Ucap Naruto.

"Aku khawatir padamu, karena sepertinya kemarin kau sangat tertekan sekali jadi aku disini mau menemanimu" Jawab Sakura membuat Naruto tersenyum kearah Sakura.

"Maaf jika sikapku kemarin membuatmu cemas, aku hanya merasa belum dapat menerima mereka" Ucap Naruto menceritakan pada Sakura apa yang ia rasakan.

"Kau bilang kau tidak membenci mereka, tapi kenapa kau belum dapat menerima mereka?" Tanya Sakura heran pada Naruto.

"Aku tidak membenci mereka, hanya saja saat melihat mereka rasanya seperti diriku tertarik pada ingatan dimana dulu aku sendiri yang berjuang mati-matian hingga diriku bisa sampai disini" Jawab Naruto yang kini tak lagi menatap emerald milik Sakura.

"Naruto dengarkan aku, kau yang mengajarkan padaku agar tidak perlu melihat kearah belakang lagi, kau sudah tak perlu mengingat semua itu karena mulai sekarang aku akan selalu bersamamu" Ucap Sakura dengan pipi yang sudah merah padam memberikan pengertian pada Naruto.

"Kau benar, bagaimana aku bisa melupakan itu. Terimakasih Sakura karena kau ada saat keadaanku seperti ini" Naruto senang karena pilihan hatinya tidaklah salah karena ia menjatuhkan pilihannya pada Sakura.

"Kau tidak perlu berterimakasih Naruto, karena mulai sekarang aku akan selalu berada disisimu dan kau dapat bercerita apapun padaku jika kau ingin" Balas Sakura sambil tersenyum lembut pada Naruto.

Cup!

Sakura stuck ditempat karena tiba-tiba merasakan benda lembut nan kenyal menyentuh pipi kanannya, dan itu adalah ciuman dari Naruto yang berada dipipinya, dan sontak saja itu membuat kedua pipi Sakura merona merah padam akibat ulah Naruto.

"itu untuk rasa terimakasihku karena sudah mau menjadi kekasihku" Ucap Naruto memberikan penjelasan akan tindakan yang ia lakukan.

"Lalu apa kau tidak ada acara syuting atau pemotretan?" Tanya Naruto kemudian memandang Sakura penuh selidik, sedangkan Sakura hanya tertawa kikuk mendengar pertanyaan Naruto.

"Sebenarnya ada, tapi aku menggunakan dirimu sebagai alasan untuk mengelak dari pekerjaan yang diberikan oleh pihak agency padaku, dan juga aku meminta izin libur dari sutradara yang memimpin syuting drama antara Sasuke dan aku" Jawab Sakura kikuk yang dibalas gelengan tak percaya pada Sakura karena membawa nama dirinya.

"Huh dasar, ngomong-ngomong kenapa kita datang saja ke puncak perayaan ulang tahun sekolah kita? aku dengar acaranya sampai tengah malam nanti" Ucap Naruto pada Sakura.

"Kau tahu darimana?" Tanya Sakura.

"Dari Gaara, aku tahu semuanya dari Gaara karena dia sudah memberi tahuku apa yang menjadi perayaan puncak ulang tahun sekolah kita, dan juga nanti akan ada persta Hanabi" Jawab Naruto dengan mata berbinar membayangkan akan semeriah apa acara puncak ulang tahun sekolah mereka.

"Lalu bagaimana kita akan kesana, kondisimu kan sedang tidak baik?"

"Tenang saja kesehatanku sudah baik lagipula aku tidak merasakan apapun karena kakikukan sedang lumpuh" Jawab Naruto pada Sakura dengan tersenyum lembut berbeda dengan Sakura yang nampak seperti merasa bersalah.

"Kenapa kau menunjukan wajah seperti itu?" Tanya Naruto heran pada Sakura.

"Tidak, bukan apa-apa, tapi apa kau yakin ingin datang ke malam puncak perayaan itu?" Tanya Sakura memastikan sekaligus memantabkan dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja.

"Apa aku harus mengatakannya dua kali?" Ucap Naruto retoris.

"Baiklah kalau begitu, tapi aku harus meminta izin dulu terhadap dokter untuk membawamu pergi keluar" Balas Sakura yang dibalas anggukan senang dari Naruto.

Setelah itu Sakura pergi keluar dari ruang rawat inap Naruto untuk meminta izin pada dokter seperti apa yang tadi ia pikirkan.

~XXX~ Indiscrimate Love ~XXX~

Minato dan Kushina tampak jalan beriringan keluar dari mobil yang mereka kendarai, rencananya mereka ingin bertemu dengan Naruto dan juga berharap Naruto mau menerima mereka sebagai orang tuanya.

"Semoga Naruto sudah dapat menerima kita Minato" Ucap Kushina berharap.

"Akupun berharap demikian Kushina" Balas Minato.

Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan mereka hingga netra kedua menangkap kejadian dimana Sakura sedang mendorong kursi roda yang diduduki oleh Naruto menuju arah sebuah mobil.

"Sakura" Mendengar ada yang memanggil namanya Sakurapun menengok yang kemudian mendapati sosok Minato dan Kushina.

"Paman Minato, Bibi Kushina" Ucap Sakura yang sedikit terkejut mendapati orang tua Naruto datang sepagi ini.

"Kalian mau pergi kemana?" Tanya Minato.

"Kami ingin pergi kesekolah untuk mendatangi acara puncak dari ulang tahun sekolah kami" Jawab Naruto tenang pada Minato.

"Apa tidak apa?" Tanya Kushina cemas mengingat kondisi putranya.

"Aku tidak apa Ibu, aku janji tidak akan memaksakan diri" Sahut Naruto sambil tersenyum kearah Kushina, sedangkan Kushina yang mendengar Naruto memanggilnya ibu tidak bisa menahan kembang senyum dibibirnya

"Kalau begitu hati-hati, Sakura aku titip putraku padamu" Ucap Kushina yang dibalas anggukan mantab oleh Sakura, kemudian keduanya segera memasuki mobil jemputan Sakura.

"Semoga kalian bersenang-senang" Gumam Kushina yang melihat mobil Sakura yang melaju meninggalkan rumah Sakit.

"Jadi lebih baik kita masuk kerumah sakit dulu karena ada yang ingin aku tanyakan pada dokter yang merawat Naruto, lagipula aku memiliki rencana untuk Naruto" Ucap Minato yang membuat atensi Kushina tertuju pada Minato.

"Rencana apa?" Tanya Kushina penasaran.

"Lebih baik kita bicarakan dirumah karena ini bukan tempat yang cocok lagipula aku melakukan semua ini demi kebaikan Naruto" Jawab Minato yang akhirnya membuat Kushina harus menyimpan rasa keingin tahuannya setiba dirumah mereka nanti.

Sedangkan ditempat Naruto dan Sakura tampak keduanya yang sedang berbincang.

"Apa kau yakin ingin tetap datang Naruto? bagaimana kalau..." Sakura tak dapat menyelsaikan ucapannya tapi Naruto tahu apa yang membuat kekasihnya ini gelisah.

"Menghinaku maksudmu? aku tidak akan apa, justru aku harus bangga karena semua ini kulakukan untuk orang yang aku cintai jadi aku tidak akan takut mendapat hinaan" Jawab Naruto yang akhirnya membuat Sakura tersenyum dan hilang sudah kegelisahannya.

"Terimakasih" Ucap Sakura sambil memberikan ciuman ringan dipipi kiri Naruto yang sontak membuatnya merah padam yang tak jauh beda dengan Sakura.

"Ehm... saya sebenarnya tidak ingin mengganggu tapi kita sudah sampai nona" Ucap Yamato yang menyela moment romantis dibelakangnya, dan pelak ucapan Yamato tadi semakin membuat keduanya memerah.

"Ah maaf Yamato-san, kalau begitu tolong bantu aku memindahkan Naruto kekursi roda" Ucap Sakura yang kemudian beranjak keluar dari mobil untuk mengambil kursi roda.

~XXX~ Indiscrimate Love ~XXX~

Dengan pelan dan hati-hati Sakura dan Yamato memindahkan Naruto kekursi roda, dan tak menunggu jeda waktu yang lama mereka berhasil memindahkan Naruto kekursi roda, memang membutuhkan waktu yang cukup lama karena luka yang didera Naruto masih luka baru jadi mereka harus berhati-hati.

"Ternyata acaranya sangat meriah terlihat dari dekorasi yang dibuat oleh anak-anak" Komentar Naruto yang melihat banyaknya dekorasi yang menghiasi setiap penjuru sekolah.

"Aku juga, aku tak menyangka akan semeriah ini" Balas Sakura yang sepertinya ikut terpesona dengan suasana yang dibuat oleh sekolah yang menarik perhatiannya adalah banyaknya stand yang berdiri beraturan disepanjang jalan masuk setelah memasuki gerbang.

"Sepertinya mereka juga mendirikan stand juga, sepertinya menarik jika kita datang di stand makanan ataupun permainan" Lanjut Sakura sambil menunjuk beberapa stand yang berdiri tidak jauh dari posisi mereka.

"Ide yang bagus, tapi aku lapar bisakah kita makan terlebih dahulu?" Tanya Naruto pada Sakura.

"Ide yang bagus, lagipula aku juga masih lapar hehe" Jawab Sakura pada Naruto, kemudian keduanya pergi menuju stand makanan yang menjual dango.

"Permisi" Ucap Sakura pada sang penjaga stand yang ternyata adalah siswi kelas 10 atau dapat disebut adik kelasnya.

"Ahhhh... Sakura-senpai dan Naruto-senpai ada apa? apa kalian ingin membeli dango?" Tanya sang penjaga stand pada keduanya.

"Tentu saja, aku beli 6 tusuk dango" Ucap Sakura memesan dango, kemudian sang penjaga Stand dengan cepat mengambil 6 tusuk Dango yang kemudian ia bungkuskan kedalam sebuah kantong plastik kecil.

"Ini pesanannya Sakura-senpai" Ucapnya sambil menyerahkan dango kepada Sakura.

"Terimakasih" Ucap Sakura sambil menyerahkan uang pembayaran pada penjaga Stand.

"Kau mau?" Tanya Sakura mengacungkan sebuah dango pada Naruto.

"Tentu saja" Balas Naruto sambil menerima setusuk dango dari Sakura.

"FOREHEAAAAD" Sebuah teriakan dari arah belakang membuat Sakura dan Naruto menoleh yang kemudian mendapati Ino yang berjalan bersama Shikamaru.

"Kau tidak perlu berteriak seperti itu Pig" Keluh Sakura tentang sifat sahabatnya ini yang selalu berteriak jika memanggil julukannya.

"Maaf, ngomong-ngomong bagaimana keadaanmu?" Tanya Ino pada Naruto yang sedang duduk di kursi roda.

"Ya seperti yang kau lihat, saat ini aku mengalami kelumpuhan jadi tidak dapat beraktifitas seperti biasa" Jawab Naruto pada Ino.

"Aku tidak menyangka akan separah itu Naruto" Kali Ino Shikamaru ikut bersua mengungkapkan bahwa ia turuu sedih akan apa yang terjadi pada Naruto.

"Aku juga tidak pernah menyangka akan seperti ini, tapi ini sudah kehendak dari Kami-sama jadi mau tidak mau kita harus menerimanya karena semuanya juga tidak bisa terulang" Balas Naruto bijak.

"Sudahlah daripada kita membahas hal yang membuat Naruto sedih, bagaimana kalau kita pergi Stand permainan saja" Usul Ino pada semuanya.

"Kurasa itu ide yang bagus, bagaimana menurutmu Naruto?" Tanya Sakura.

"Aku juga berpikiran seperti dirimu Sakura" Jawab Naruto.

"Huaaah... kurasa akan merepotkan, kalau begitu ayo" Aja Shikamaru, kemudian keempat remaja ini berjalan untuk memilih salah satu Stand permainan yang menurut mereka cocok.

"Bagaimana jika kita bermain itu saja?" Tawar Ino yang menunjuk sebuah stand permainan darts.

"Wuah, boneka rubah itu lucu sekali" Sakura nampak berbinar menatap boneka berukuran besar yang memiliki bentuk rubah dengan sembilan ekor berwarna orange, sedangkan Naruto dan yang lainnya hanya dapat bersweat drop ria karena boneka yang ditunjuk oleh Sakura tidak ada lucu-lucunya bahkan terkesan mengerikan.

"Senpai ingin mendapatkan boneka ini? kalau ingin senpai harus melempar dan 3 kesempatan untuk melempar harus tepat mengenai titik tengah" Ucap penjaga stand permainan itu pada Sakura.

"Kalau begitu biar aku coba" Ucap Sakura sambil mengambil dartsnya, kemudian ia melemparkan kearah papan.

Syut! Syut! Syut!

Sakura telah melemparkan ketiganya dan hasilnya nihil karena semuanya jauh dari sasaran.

"Ugh... sulit sekali" Keluh Sakura.

"Kalau begitu biar aku yang coba" Sakura langsung menoleh kesumber suara yang ternyata adalah kekasihnya yang ingin mencoba permainan itu.

"Apa kau yakin Naruto?"

"Sudah jangan banyak pertanyaan, kau ingin mendapatkan boneka yang tidak ada tampang lucu-lucunya itukan?" Tunjuk Naruto kearah boneka rubah itu yang dibalas anggukan oleh Sakura.

"Kalau begitu diam dan perhatikan" Ucap Naruto memerintah Sakura.

Syut! Syut! Syut!

Naruto telah melempar ketiga tiganya dan tampak jelas sasaran Naruto berbanding terbalik dari Sakura, karena lemparan Naruto tepat mengenai titik tengah semua, Sedangkan Sakura yang melihat itu tampak girang dan senang.

"Bagaimana kau melakukan itu Naruto?" Tanya Sakura tak percaya.

"Kau melupakan bahwa aku adalah shoter paling akurat sesekolah ini, jadi cepat ambil hadiahnya" Ucap Naruto yang disambut senyuman dari Sakura, sedang Naruto yang melihat Sakura tersenyum tak mempunyai alasan untuk tidak tersenyum juga.

Setelah itu mereka melanjutkan acara jalan-jalan mereka jijalau nanti mereka menemukan tempat yang cocok atau stand yang cocok, dan keduanya nampak senang dapat bersama mengelilingin stand yang berdiri satu tahun sekali ini.

~XXX~ Indiscrimate Love ~XXX~

Sedangkan ditempat Minato dan Kushina mereka nampak berbicara serius dengan dokter Kabuto yang merupakan dokter yang selama ini merawat Naruto.

"Jadi Naruto bisa sembuh kembali?" Tanya Kushina tak percaya menatap sang dokter.

"Ya, Naruto akan pulih jika ia mendapat perawatan yang lebih intensif di London, karena disana aku memiliki kenalan dokter spesialis seperti yang didera oleh Naruto" Jawab Kabuto sembari menyenderkan punggungnya yang sedari tadi menegak.

"Kalau begitu kenapa tidak sesegera mungkin membawa Naruto ke London? berapapun aku akan membayar asal Naruto dapat kembali pulih" Tanya Minato pada Kabuto.

"Ini bukan soal uang Minato-san, melainkan tentang Naruto karena aku tidak yakin ia akan menyetujui ide ini" Ucap Kabuto berasumsi.

"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya Minato pada Kabuto.

"Coba kau minta bantuan pada Nona Haruno, kemungkinan Naruto akan menurut jika ia meminta pada Naruto" Ucap Kabuto memberikan sarannya.

"Tapi apakah Sakura akan menyetujuinya mengingat Sakura dan Naruto adalah sepasang kekasih?" Ucap Kushina tak yakin.

"Kita tidak akan tahu jika kita tidak mencobanya Kushina" Ucap Minato pada Kushina.

"Itu benar Kushina-san, karena jika Naruto tidak segera melakukan operasi bisa jadi ia akan mengalami kelumpuhan permanen karena otot dan sel-sel di kakinya akan mati" Ucap Kabuto yang membuat Kushina terperangah.

"Baiklah besok aku akan membicarakan ini dengan Sakura" Balas Kushina.

"Ya, kalau bisa kurang dari satu bulan kita harus membawa Naruto ke London" Ucap Kabuto pada Kushina.

"Tapi ngomong-ngomong akan seperti apa pengobatan yang akan di lakukan oleh Naruto?" Tanya Minato pada Kabuto.

"Naruto akan melakukan serangkai terapi yang dapat membuat sel-sel dikakinya kembali bekerja dan juga sebuah operasi yang membuat otot-otot dikakinya kembali bekerja seperti semula, dan operasi ini berbeda dari operasi pada umumnya karena operasi ini menggunakan teknologi yang jauh lebih sempurna dari yang kita miliki disini" Jawab Kabuto memberikan gambarang pengobatan pada Minato dengan singkat namun tepat.

"Lalu berapa pengobatan itu akan dilakukan?" Tanya Minato.

"kemungkinan paling cepat adalah 2-3 tahun, namun kemungkinan juga akan membutuhkan waktu yang lebih lama dari itu" Minato nampak terkejut dengan jawaban dari Kabuto, ia tidak menyangka akan membutuhkan waktu yang sangat lama.

"3 Tahun?" Kushinapun juga terkejut, karena ini artinya setelah berpisah belasan tahun kini mereka harus terpisah lagi dengan Naruto.

"Ya, mau bagaimana lagi karena ini adalah jalan satu-satunya, karena kita tidak bisa menduga apakah Naruto akan pulih dengan sendirinya dan hanya menunggu keajaiban dari Kami-sama" Minato dan Kushina hanya mengangguk membenarkan ucapan dari Kabuto.

"Baiklah, terimakasih atas informasinya dokter kalau begitu kami permisi dulu" Ucap Minato pamit pada dokter Kabuto sembari berdiri dari kursi didepan meja Kabuto kemudian menjabat tangan sang dokter.

"Sama-sama Minato-san Kushina-san" Ucap Kabuto yang ikut berdiri sembari menerima uluran tangan dari Minato.

Setelah itu Minato dan Kushina keluar dari ruangan sang dokter dan memutuskan untuk kembali kekediaman mereka sembari memikirkan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya karena keputusan ini juga berat mengingat mereka baru saja bertemu dengan Naruto setelah sekian lama terpisah.

"Jadi apakah kita tetap akan membawa Naruto ke London Minato?" Tanya Kushina yang duduk disebelah Minato yang sedang mengemudikan mobil keluarga mereka.

"Sebenarnya aku tidak ingin Naruto pergi ke London tapi apa yang harus kita lakukan? aku tidak tega jika harus melihat kondisi Naruto sekarang" Jawab Minato sembari melirik istrinya yang nampak tak rela bahwa Naruto sekali lagi harus pergi jauh dari mereka.

"Aku tidak ingin berpisah dengan Naruto, karena ini sudah belasan tahun semenjak kita berpisah dengan Naruto dulu dan aku tidak ingin ini terjadi lagi" Ucap Kushina yang nampak sendu.

"Sudahlah Kushina ini juga demi kebaikan Naruto, besok kita akan bicarakan dengan Sakura dan aku yakin ia dapat membujuk Naruto agar ia mau menjalani pengobatan di London" Ucap Minato mengalihkan pembicaraan mereka.

"Baiklah" Balas Kushina pasrah, karena untuk sekarang ia tidak mungkin menolak keputusan Naruto karena apa yang dilakukan Minato juga untuk kebaikan dari Naruto.

Setelah itu Minato kembali fokus menyetir agar tidak terjadi apa-apa saat berkendara nanti, namun dalam hatinya tetap terselip perasaan gelisah tentang apa yang akan ia lakukan demi putra sulungnya itu.

~XXX~ Indiscrimate Love ~XXX~

Sakura saat ini sedang berada di sebuah cafe, sebelumnya ia merasakan keheranan karena tiba-tiba orang tua Naruto memintanya datang menemuinya setelah pulang sekolah disebuah cafe yang tidak jauh dari rumah sakit dimana Naruto dirawat, dan didalam hatinya ia merasakan was-was karena sepertinya yang mereka ucapkan kali ini terasa penting karena tidak biasanya Minato maupun Kushina meminta berbicara dengan formal seperti ini.

"Sebenarnya apa yang ingin dibicarakan oleh paman Minato dan Bibi Kushina ya?" Gumam Sakura bingung, tak lama berselang orang yang ditunggu oleh Sakurapun datang.

"Kau sudah lama menunggu Sakura?" Tanya Kushina sambil tersenyum kearah Sakura.

"Ahhh... tidak juga Bibi Kushina, ngomong-ngomong apa Bibi sudah menengok Naruto?" Tanya Sakura balik.

"Tadi paman dan bibi sudah melihat Naruto, dan dari pertanyaanmu sepertinya kau belum melihat Naruto bukan?" Tanya Kushina tersenyum jahil pada Sakura yang hanya dapat tersenyum kikuk mendapat godaan dari Kushina.

"Ahhh... bibi bisa saja, ngomong-ngomong apa yang ingin bibi bicarakan padaku?" Tanya Sakura yang bertanya tujuan Kushina memanggilnya kemari.

"Sebenarnya paman dan bibi ingin meminta bantuanmu Sakura" Kali ini Minato ikut bersua dan mengatakan apa tujuannya.

"Memang apa yang ingin paman dan bibi mintai tolong dariku, dan kenapa tidak dirumah sakit saja?" Tanya Sakura bingung.

"Jika dirumah sakit aku takut Naruto akan mendengar pembicaraan kita" Jawab Minato.

"Sebenarnya ada apa? tolong jangan membuatku bingung" Ucap Sakura yang kini nampak buntu karena tidak menemukan jawaban apapun dari apa yang ia pikirkan.

"Sebenarnya Paman dan Bibi memintamu untuk membujuk Naruto karena kami yakin bahwa Naruto akan mendengarkanmu, berbeda jika kami yang meminta Naruto walau sebenarnya ini semua juga demi kebaikan Naruto" Ucap Kushina yang semakin membuat Sakura bingung karena ucapan kedua pasangan suami sitri setengah baya ini hanya berputar-putar.

"Kami memintamu untuk membujuk Naruto agar mau menerima terapi pengobatan di London" Ucap Minato menyambung ucapan Kushina, dan sontak ucapan dari Minato membekukan Sakura ditempat yang tak percaya dengan apa yang ia dengar.

"Apa?" Suara Sakura tertahan karena merasakan perasaan sesak yang menyelimuti dadanya kala mendengar permintaan Minato, dan ini artinya ia harus berpisah dengan Naruto.

'Ini tidak mungkin, jika Naruto benar-benar pergi maka..." Sakura tidak dapat menyelsaikan pemikirannya karena terlalu takut untuk memikirkan apa yang akan terjadi diantara dirinya dan Naruto.

~XXX~ TOBE CONTINUED ~XXX~


Wah... akhirnya bisa Update juga nih Fiction dan disini sudah memasuki ending sebenarnya dari seri cerita ini... dan sebelumnya saya akan memberitahukan bahwa Chapter 9 nanti adalah chapter terakhir dari Indiscrimate Love... tapi sepertinya jangan berharap Happy Endingnya karena sepertinya Endingnya akan menyentuh karena sepertinya saya tidak akan membuat kebahagiaan datang dengan mudah datang begitu saja.

Sebelumnya saya berterimakasih pada para Reader yang sudah setia membaca Ficiton ini dari Chapter 1 sampai 8 dan chapter depan yaitu Chapter 9, setelah tamatnya Fiction ini Author masih akan Promote Fiction baru yang berasa sekali Hurtnya... namun apapun keputusan Author di di Fiction berikutnya mulai dari Pair atau segalanya jangan ada yang protes atu Flame apalagi yang memakai nama 'Guest' itu sama saja pengecut.

Yah maaf sepertinya tadi Author terlalu banyak cincong, tapi intinya Author berterimakasih untuk kalian semua yang mengikuti saya sejauh ini, dan Author harap masih mau mengikuti Fiction Author selanjutnya dan yah sepertinya pengerjalan Fiction akan terganggu dengan kesibukan Author yang menjelang ujin Nasional ini tapi saya tetap Update kok walau tidak terjadwal hehe... JAA NE...

Dont Forget For...

R

E

V

I

E

W