TOGETHER WITH YOU!
Cast: HunHan, Baekhyun
Genre: Romance, Sad(maybe?), and other
WARNING! YAOI!^^
Rated: K-T (kurang lebih?)
Catatan: ini ff request temen saya, jadi temen saya HunHan shipper, so oleh sebab itu saya buat deh ni ff!
Chapter 1. Married with you?! Wtf?!
Drrrtt... Drrtt..
Handphone Sehun terus saja berbunyi. Itu adalah panggilan dari Luhan sang kekasih. Tapi Sehun tak mempedulikannya. Sehun tetap berfokus pada sebuah game yang tengah ia mainkan. Mulanya Sehun benar-benar membenci Luhan. Karena Luhan adalah gadis Cina yang suka bermanja-manja. Tapi karena bisnis, ayah Sehun menjodohkan Sehun dengan Luhan. Ya itulah nasibmu, Oh Sehun. Ngenest?. Dikala Sehun tengah fokus-fokusnya bermain game, tiba-tiba ia dikagetkan dengan sebuah ketukan keras di pintu apartemennya. Mungkin bukan Cuma ketukan, melainkan benturan. Sehun langsung memberhentinkan permainannya. Sebenarnya ia tak peduli tentang apa atau siapa yang terbentur. Ia hanya peduli pada pintu rumahnya. Karena pintu rumahnya berharga 1 miliar. Seketika ia membuka pintu apartemennya, sebuah tongkat kayu melayang ke hadapannya. Tapi Sehun langsung menundukkan kepalanya. Ketika itu juga, tongkat kayu itu berhasil mengenai sebuah guci emas miliknya.
"Oh, andwe."
Wanita yang melemparkan tongkat kayu itu terengah-engah. Ya, Luhan. Xi Luhan. Seorang wanita cantik dari Cina dengan wajah manis dan tubuh yang cemerlang. Sehun menatap Luhan dengan muka datar. Dilihatnya Luhan dari ujung kaki sampai ujung rambut. Tak ada yang berbeda. Yeoja Cina itu masih berdiri dengan wajah marah dan nafas terengah-engah. Luhan memasuki apartemen Sehun tanpa izin dari Sehun. Luhan membanting tas yang ia bawa ke sofa Sehun. Luhan menatap wajah Sehun dekat-dekat.
"Hey! Dengar! Kenapa kau tidak menjawab telefon dari ku huh?! Haruskah aku setiap hari membanting tongkat kayu terlebih dahulu ke apartemenmu baru kau menjawabnya?!"
"Terserah kau mau marah apa. Aku tak peduli. Aku harus menaikkan levelku."
"Apa?! Di saat aku tengah emosi seperti ini, kau malah santai-santai bermain game?! OH SEHUN!"
"Ai, ai, jangan berteriak di apartemenku! Baiklah. Apa maumu?"
"Kita harus segera menikah! Titik bukan koma!"
"What?!"
.
.
.
1 hari sebelumnya~
"Mwoya? Ayah gila? Ingin aku menikah dengan seorang gadis Cina? No no no! Aku tak mau. Bukankah ayah tahu, bahwa aku, 100% membenci gadis Cina!"
"Tapi perusahaan kita sedang kritis. Jika tidak, kita bisa bangkrut. Oh Sehun, tolong mengerti ayah."
"Tapi ayah,"
"Dia anak yang cantik. Ayah yakin, kau pasti akan mencintainya!"
"Huh? Cinta?"
Introduce Sehun
Aku Oh Sehun. Seorang manusia bermuka datar yang tidak memiliki hati dan rasa kasih sayang. Bahkan aku jijih ketika melihat seseorang mengatakan kata-kata cinta. Tidakkah kalian merasakannya? Euuw, aku ingin muntah. Aku tidak pernah berfikir untuk mencintai, ataupun di cintai. Itu menjijikan.
Sehun merenung di setiap langkah yang ia lalui. Ia berpikir, "Cinta? Mencintai? Untuk bisnis? Bahkan untuk diriku sendiri saja aku tak bisa. Apalagi untuk bisnis?", kemudian Sehun menundukkan kepalanya. Ia tak melihat jalannya, dan menabrak seorang wanita cantik. Wanita itu tampak seperti bidadari. Dengan bibir merah muda dan kecil itu, STOP! Apa yang sedang kau pikirkan Oh Sehun?
"Mianhae. Maafkan aku."
"Um, tak apa, aku juga salah."
"Um, halo. Namaku Byun Baekhyun." Ucap wanita berparas cantik tersebut.
"Oh Sehun." (ekspresi datar)
"Um okay, aku buru-buru dah."
Sehun tak menunjukkan senyumannya sedikitpun pada wanita tersebut. Dilihatnya sebuah kartu nama milik wanita tersebut terjatuh. Sehun memperhatikan dengan jelas. Apakah kau jatuh cinta pada Byun Baekhyun? Heellooww, Oh Sehun! Sehun terbangun dari bangongannya dan menyimpan kartu nama tersebut. Kemudian pulang menuju apartemennya. Sesampainya di apartemen, ia langsung mengganti baju dan bergegas untuk mandi karena ia merasa badannya sudah berkeringat. Ia masih merenungkan kata-kata ayahnya tentang di jodohkan nya dia dengan seorang gadis Cina.
"Hm, aku tak tahu akan apa jadinya hidupku nanti bersama wanita itu."
Setelah ia selesai mandi, ia mendengar bel apartemennya berbunyi. Tanda bahwa ada tamu datang. Sehun langsung membukakan pintu. Dilihatnya, ayahnya datang dengan seorang wanita cantik dan seorang pria seumuran ayahnya tersebut. Sehun tak tersenyum atau memberi salam sedikitpun. Kemudian ayah Sehun mengajak wanita tersebut memasuki apartemennya. Sehun tak berbicara sepatah katapun. Di dengarnya, ayahnya tengah menjelaskan tentang perjodohan. Tiba tiba ayahnya meninggalkan nya dan wanita tersebut berdua di ruang tamu.
"Um, halo aku Luhan. Xi Luhan."
"Oh Sehun."
"Mau berjabat tangan?" (menjulurkan tangannya)
"Hm, okay."
"Hobimu?"
"Bermain game."
"Makanan kesukaan?"
"Daging dan sushi."
"Oh Sehun, apakah kau pria yang baik?"
"Tidak. Aku jahat, karena sebagai kekasih aku tidak akan peduli pada kekasihku."
"Eeee? Baiklah."
Tak lama, ayah Sehun datang lagi.
"Oh Sehun, jadi ayah sudah berbincang, dan hasilnya, kau dan Luhan akan menikah minggu depan."
"Apa?!" teriak Sehun dan Luhan.
"Kenapa kau berteriak?" (sehun ke luhan)
"Karena aku tidak mau memiliki calon suami yang buruk sepertimu." Luhan kecewa.
"Aah, ayah, aku tak mau menikah dengan pria ini."
"Aaah, appa, aku janji akan kuliah lagi untukmu. Tapi jangan nikahkan aku dengan wanita ini."
"Kumohon ayah!" (sehun dan luhan berteriak bersamaan)
"Tidak bisa. Apapun yang terjadi, kau harus menikah dengan Oh Sehun!"
"Ayaah!"
"Appa, kau tahukan, aku alergi wanita Cina huh? Ayolahh,,"
"Tak bisa! Ini sudah sepakat! Kau dan Luhan akan menikah Minggu depan!"
"HUH?!" (Sehun dan Luhan bersamaan)
"Besok akan ku panggil seorang tukang mendesain baju pernikahan yang ahli kemari."
Luhan, ayah Luhan, dan ayah Sehun pulang dari apartemen Sehun. Sepulangnya mereka, Sehun langsung bergegas menyusun sebuah rencana hebat agar ayah Luhan membencinya dan mereka tidak akan menikah. Sehun mengingatnya. Ia seharusnya menanyakan nomor hp Luhan. Karena ia butuh Luhan sebagai partnernya.
"Aku benar-benar bodoh. Haiish!"
Tak lama hp Sehun berbunyi. Sebuah pesan dari ayahnya. Yang bertuliskan nomor hp Luhan. Ayah Sehun menyuruh Sehun untuk berkenalan lebih jauh dengan Luhan. Tapi Sehun tidak menggunakan nomor tersebut untuk berkenalan, melainkan untuk memanggil Luhan membantunya menjalankan misi besar. Ia menelpon Luhan. Tak lama, Luhan langsung datang ke apartemennya.
"Aku baru saja memasuki kamarku, dan kau sudah menelponku."
"Lupakan lah,"
"Jadi apa misinya?"
Sehun sedikit mendekatkan bibirnya ke telinga Luhan. Mengatakan sebuah kata-kata yang dapat membuat semua orang sontak kaget. Bahkan Luhan yang mendengarnya seolah-olah tak percaya. Luhan tak mau menjalankan misi tersebut. Tapi Sehun mengancam akan menganiaya Luhan jika mereka sampai menikah. Luhan dengan sangat terpaksa menuruti kata-kata Sehun. Mereka sepakat. Memulai misi pertama mereka.
FIRST MISSION!
Ayah Luhan telah menelpon Luhan lebih dari 10 kali. Tapi tak kunjung Luhan menjawabnya. Hal tersebut membuat ayah Luhan tampak sangat cemas. Kemudian, ayah Luhan mendatangi apartemen Sehun. Ayah Luhan tak berpikir akan ada hal buruk terjadi disana. Ayah Luhan membunyikan bel pintu apartemen dengan lembut. Sehun terbangun dari tidurnya. Kemudian menyeringai kecil akan misi bodoh yang ia buat bersama partnernya, Luhan. Sehun membukakan pintu apartemennya. Di situ, ayah Luhan tampak kaget melihat Sehun yang tengah topless dengan rambut sangat acak-acakan.
"Um, apakah Luhan mampir kemari?"
"Ya, tadi malam, aku makan malam bersamanya. Kemudian ia tertidur di kasurku."
"Apa yang kau maksudkan?"
"Iya, Luhan masih tidur."
Luhan side
Jantung Luhan tampak berdebug kencang. Ia takut mendapat amarah dari sang ayah. Tapi dalam batinnya juga, ia tidak ingin memilikki pria yang jahat seperti Sehun. Luhan benar-benar dalam keadaan kebingungan.
Normal side
Ayah Luhan langsung berjalan menuju kamar Sehun. Dilihatnya putri sematawayangnya tengah tidur berselimut sebuah bed cover putih. Ayah Luhan sontak kaget. Luhan yang mengetahui kedatangan ayahnya pura-pura tidak tahu.
"Eh? Ayah?"
"Apa yang semalam baru saja kalian lakukan?!"
"Kami, tidur."
Ayah Luhan serasa tak percaya dan menggelengkan kepalanya. Kemudian keluar dari apartemen Sehun. Luhan langsung bangun. Ia merasa takut. Ia takut ayahnya akan kaget dan masuk rumah sakit.
"Huuuaaa, seharusnya aku tidak menjalankan misi bodoh ini bersamamu!"
"Apa? Bodoh apanya? Ini cemerlang! Ayahmu akan mengira bahwa aku adalah pria brengsek. Dan dia tidak akan menyuruh kita untuk menikah lagi."
"Huuaaa, tapi aku malu." (menutup wajahnya)
"Pulang sana! Aku tak butuh kau lagi disini."
"Hey! Oh Sehun! Kau ini memang pria brengsek sungguhan! Hu!"
Luhan keluar dari apartemen Sehun. Merapikan rambutnya dan berfashion ala model internasional. Ia berkata pada dirinya, "Masih banyak pria ganteng lain selain Sehun.", membuatnya semakin yakin, bahwa ayahnya akan menikahkannya dengan orang lain. Tapi kenyataannya berbeda. Semuanya terbalik. Total. Ketika Luhan mendengar ayahnya memutar balikkan dari keinginannya yang sesungguhnya, Luhan berlari menuju apartemen Sehun. Menelpon Sehun berpuluhan kali. Bahkan mengirim pesan juga berkali-kali pada Sehun. Tapi sehun tak membaca atau pun menjawabnya. Sementara Dikala Sehun tengah fokus-fokusnya bermain game, tiba-tiba ia dikagetkan dengan sebuah ketukan keras di pintu apartemennya. Mungkin bukan Cuma ketukan, melainkan benturan. Sehun langsung memberhentinkan permainannya. Sebenarnya ia tak peduli tentang apa atau siapa yang terbentur. Ia hanya peduli pada pintu rumahnya. Karena pintu rumahnya berharga 1 miliar. Seketika ia membuka pintu apartemennya, sebuah tongkat kayu melayang ke hadapannya. Tapi Sehun langsung menundukkan kepalanya. Ketika itu juga, tongkat kayu itu berhasil mengenai sebuah guci emas miliknya.
"Oh, andwe."
Luhan melempar tongkat kayu tersebut dengan terengah-engah. Sehun menatap Luhan dengan muka datar. Dilihatnya Luhan dari ujung kaki sampai ujung rambut. Tak ada yang berbeda. Yeoja Cina itu masih berdiri dengan wajah marah dan nafas terengah-engah. Luhan memasuki apartemen Sehun tanpa izin dari Sehun. Luhan membanting tas yang ia bawa ke sofa Sehun. Luhan menatap wajah Sehun dekat-dekat.
"Hey! Dengar! Kenapa kau tidak menjawab telefon dari ku huh?! Haruskah aku setiap hari membanting tongkat kayu terlebih dahulu ke apartemenmu baru kau menjawabnya?!"
"Terserah kau mau marah apa. Aku tak peduli. Aku harus menaikkan levelku."
"Apa?! Di saat aku tengah emosi seperti ini, kau malah santai-santai bermain game?! OH SEHUN!"
"Ai, ai, jangan berteriak di apartemenku! Baiklah. Apa maumu?"
"Kita harus segera menikah! Titik bukan koma!"
"What?!"
"Karena misi bodohmu itu, ayah menyuruhku untuk mempercepat pernikahan!"
"Apa? Kenapa malah kebalikannya?"
"Aku tak tahu! Aah! Aku harus bagaimana? Aku tak mau menjadi istrimu. Dasar pria brengsek!"
"Aku juga tak mau menjadi suamimu. Euw, bahkan menyentuhmu saja itu menjijikan. Huweekk *muntah*"
"Pria brengsek." (Sehun dan Luhan bicara bersama)
"Wanita menjijikan." (Sehun dan Luhan bicara bersama)
Together With You-
So, gimana para readers? Gaje ya? Ah lupakan saja, ini saya buat by imajinasi wkwk, maaf kalo ga banyak berkesan. Mari lestarikan ff HunHan!
Wwoaahh! Riview ya, makasih udah baca! 1 readers sangat berharga!
Gomawoo^^
