Disclaimer: Naruto Belong To Masashi Kishimoto-Sama

Covered by: Me! (Christopher Mizutto)

Genre: Romance For Minakushi, little bit Parody For Cosplay (Maybe)

Rate: T

Warning: OOC, OC, Typo, etc.

Extra Warning: Untuk setiap kata bertanda bintang (*) adalah kata-kata dalam bahasa jepang. Kalau tidak mengerti, anda bisa lihat penjelsan dibagian akhir. Jadi, mohon pengertiannya…(_ _)

Yeah, balasan buat review-nya ada dibawah, yo, yo, yo. Buat yang udah review, domo arigatou gozaimasu *dogeza*. Jangan kapok nge-review, ya…


~AkagamiXOtaku Doki Doki~


Kushina mempunyai band. Band itu diberi nama "Raiyon Roketto*." Sebuah band beraliran rock yang selalu meng-arransemen ulang lagu orang. Walaupun belum mempunyai single original, band itu cukup terkenal di Tokyo. Bahkan hampir diseluruh daerah kanto*. Mereka sering melakukan konser-konser kecil, tampil diberbagai acara, atau pertunujukkan jalanan selama masa liburan sekolah atau akhir pekan.

Kushina sendiri adalah leader-nya (setelah kalah main hom-pim-pah), selain itu dia juga vocalist yang merangkap jadi guitarist. Sementara sang bassist, Fugaku Uchiha, adalah seorang jenius. Sama seperti Uchiha-Uchiha lainnya. Lalu hisashi, sang drummer. Bisa dibilang, dialah yang paling bijak dan judes diband itu.

Yang membuat Raiyon Roketto menjadi dikenal banyak orang adalah suara khas Kushina, yang mampu memikat telinga banyak orang. Dan wajah sang bassist, Fugaku, yang kalem dan cool punya daya tarik tersendiri bagi para gadis remaja penderita rabun dekat. Dan tentunya permainan musik yang kental akan musik rock.

Diband itu, kushinalah yang termuda, yang lainnya mahasiswa di todai*. Mereka sibuk dan Kushina ingin mengambil kerja sambilan di liburannya kali ini. Darisitulah masalah baru kembali muncul. Kushina tidak yakin bisa menyesuaikan jadwal panggung bandnya dengan jadwal kerja sambilannya.


.

Just give me a reason
To keep my heart beating
Don't worry it's safe right here in my arms
Kudaketenaide saite jita kono omoi wa
So blinded I can't see the end

Look how far we made it
The pain i can't escape it
Kono mamajya mada owarase koto wa dekinai deshou
Nando kutabarisou demo kuchi hateyou tomo owariwanaisa
So where do I begin?
.

(Berikan aku alasan untuk menjaga jantungku tetap berdegup..

Jangan khawatir, kamu akan damai di dalam pelukanku..

Tangisan ini mulai mekar dan hancur berkeping-keping..

Begitu samar-samar, aku tak dapat melihatnya..

Lihatlah seberapa jauh kita telah berjalan..

Rasa sakit yang tak dapat kupungkiri..

Jika terus seperti ini, aku tak dapat melihat akhirnya, iya kan?

Meski aku hampir mati dan tumbang beberapa kali, takkan ada hentinya..

Lalu dari mana aku akan mulai?)

.


Hari ini, hari pertama liburan musim panas. Hari yang ditunggu-tunggu semua siswa diseluruh jepang. Hari dimana mereka dapat bermalas-malasan sebelum akhir liburan tiba. Karena saat akhir liburan tiba, mereka semua banyak yang sibuk menyalin PR tetangga ataupun murid-murid rajin dikelasnya. Yah, begitulah siklus libur panjang.

Dan seperti siswi SMA lainnya, Kushina mendambakan bangun siang dan bermalas-malasan dirumah. Tapi sayangnya itu takkan terjadi hari ini. Biasanya, begitu bangun, Kushina langung pergi kedapur dan meminum susu UHT. Tapi pagi ini, dia terbangun karena nada dering HPnya. Ada e-mail masuk. Gadis itu mengucek matanya dan melirik kearah jam weker. 06.48. Kushina hanya menghela nafas, dia berusaha berpikir pisitif.

"Siapa gerangan orang sialan yang ngirim e-mail terkutuk pagi-pagi seperti ini?!" pikir Kushina, sepositif mungkin yang dia bisa. Dan ketika dia membaca e-mail itu 3 kali, moodnya langsung berubah menjadi very super duper extra bad mood.

"Apa-apaan, nanas jidat jenong itu, hah! Seenaknya aja mutusin hiatus! Emangnya dia siapa?! Terus kenapa harus pagi-pagi kaya begini, haaaah!?" geram Kushina. Diapun dengan secepat kilat menekan tombol angka secara acak lalu menekan tombol hijau dan mendekatkan handphonenya kearah mulut. Begitu telepon tersambung, dia langsung menekan tombol 'loundspeak' dan berteriak, "Apa maumu, haaah!?"

"Moshi-moshi*… ada apa pagi-pagi begini, sih," sapa seorang diseberang sana, seolah tidak mendengar teriakkan lantang Kushina. Kushina terdiam, berusaha mengatur nafas dan emosi. Setelah merasa emosinya sudah terkontrol, Kushinapun berdehem.

"Kau sendiri ngapain pake ngirim e-mail seperti itu pagi-pagi begini, haah!?" dan ternyata, usaha Kushina tidak berhasil. Mengontrol emosi tidaklah semudah yang dia pikirkan.

"Wah, wah… itu e-mail otomatis. Aku memprogamnya sendiri, lho…."

"Nan demo ii yo*!"

"Aduh, kau tidak boleh teriak-teriak di pagi hari, Kushina. Sudah, ya, aku mau ti…"

"Tunggu!"

"Hoaam, huapha laghi, siiih…"

"Apa maksudmu dengan 'sepakat hiatus selama liburan musim panas'?"

"Wah, kau keberatan, ya?"

"Tentu saja!"

"Begini, ya…. Aku hanya mau fokus untuk debut Raiyon Roketto. Lagipula kita butuh single original. Makadari itu…. Aku memutuskan untuk hiatus dan kemarin semuanya sudah sepakat…."

"'Semua' mbahmu! Memangnya kau itu siapa sampai bisa memutus hal seperti itu, haaah!?"

"Aku itu manajer, Shikaku Nara, yang dipaksa meng-arransemen lagu dan mengurus jadwal tampil Raiyon Roketto yang merepotkan. Lagipula, leader nggak boleh bicara kasar pada orang yang jabatannya lebih tinggi, lho…"

"Apaan!? Kerjamu itu cuma tidur!"

"O. Ya. Su. Mi,*"

Tut Tut tut tuuuut….

Kushina membanting HP-nya sekuat tenaga ke kasurnya yang empuk. Dia kesal. Orang tadi, Shikaku Nara, adalah manajer dibandnya. Dia akui, Shikaku jenius. Dia bahkan lebih jenius dari fugaku kalau soal musik. Dialah orang yang mengubah segala jenis musik menjadi rock dan sesuai dengan bentuk vokal Kushina yang khas.

Tapi Shikaku pemalas. Hobinya adalah tidur dan bagi cowok ponytail itu tidur adalah berpikir. Sebagai manajer, dia selalu saja seenaknya sendiri. Dan itu satu dari sederet alasan kenapa Kushina tidak suka pada orang itu.

Dengan hentakkan kaki yang cukup keras Kushina berjalan menuju dapur untuk meminum susu UHT favorit-nya. Masih dengan emosi yang masih meluap-luap berkat e-mail dari Shikaku Nara, Kushina kembali teringat kejadian beberapa hari lalu. Hari dimana Kushina nekat ke Akiba, dan melamar bekerja di Doukaku café.

Aneh sekali, batin Kushina. Boss café itu langsung menerimanya dan berkata, "Kau boleh mulai bekerja diawal liburan musim panasmu." Seakan-akan, dia tahu kalau Kushina seorang pelajar, padahal Kushina bahkan tidak mengatakan apapun. Lagipula, bukankah orang aneh berambut kuning acak-acakkan itu sangat selektif memilih pekerja?

'Ada 2 kemungkinan. Kyubi berbohong atau memang orang itu sedang berbaik hati. Tapi aku tetap tidak mengerti,' batin Kushina. Dia mengambil susu UHT dan menuangkannya kegelas besar, seperti hari-hari sebelumnya.

"Ohayo, imotou*! Lu nggak ada kerjaan hari ini, kan?" Kushina menghela nafas. Tanpa dilihatpun dia tahu kalau itu adalah Kyuubi. Tepatnya, Kushina males melihat tampang menyebalkan kakak angkatnya itu. Kushinapun mulai meminum susu UHT-nya. 'Tapi bicara soal kerjaan…' batin Kushina lagi, mulai mengingat sesuatu.

"Cucikan baju gua, ya. Nanti gua traktir oden*" kata Kyuubi. Dan beberapa saat setalahnya, Kushina sadar kalu dia harus bekerja pagi ini, jam 8 tepat harus sudah ada di café itu. Dia melirik jam tangannya.

"15 menit lagi!?" teriak Kushina dalam hati. Dia sebenarnya ingin menyemburkan susu dimulutnya ke muka Kyuubi sebagai pelampiasan emosinya. Tapi tidak jadi, karena susu adalah minuman penuh protein yang tidak boleh disia-siakan. Bisa saja Kushina mati karena kekurangan protein, kan?

"Ada apa?" tanya Kyuubi. Pria paruh baya berambut merah senja itu bingung melihat adik angkat semata wayangnya itu meneguk susu dengan sangat cepat, tidak seperti biasanya. Tapi bukannya mendapat jawaban, dia malah mendapat sebuah deathglare dari Kushina secara Cuma-Cuma. Tidak ingin cepat mati, diapun perlahan keluar dari dapur dan meninggalkan Kushina.

Setelah selesai dengan susu UHT-nya, Kushina segera berlari kekamarnya, mandi, gosok gigi, ganti baju, dan berlari lagi ke dapur untuk membuat sarapan. Roti selai kacang saja cukup, batin Kushina. Diapun berlari lagi keluar rumah sambil memakan roti selai kacangnya. Sementara Kyuubi telah asik nonton ulang DVD DOCUMENTARY of AKB48 no flower whitout rain ~shoujo tachi wa namida no ato ni nani miru?~ * yang dibelinya beberapa bulan yang lalu.


.

Nigirishimeta ushinawanu youni to
Te wo hirogereba koboreochisou de
Ushinau mono nado nakatta hibino dasei wo sutete…kimi wo

Just tell me why baby
They might call me crazy
For saying I'd fight until there is no more
Fureri ukanda senkougankou wa kangakiteki shoudou
Blinded, I can't see the end

.

(Peganglah erat-erat sehingga aku takkan kehilanganmu..

Jika aku membuka tanganku, rasanya ada yang jatuh dari tangan ini..

Tidak ada yang perlu dikorbankan..

Meski kamu yang meninggalkan kebiasaanmu..

Katakanlah padaku sayang, mereka mungkin mengatakanku gila..

Untuk berjuang hingga tak ada lagi yang tersisa..

Pemilihan yang mengandung kesedihan, merasakan sensasi luar biasa..

Begitu samar-samar, aku tak dapat melihatnya..

Lihatlah seberapa jauh kita telah berjalan..

Rasa sakit yang tak dapat kupungkiri..)

.


Pagi itu, Doukaku café sudah sibuk. Walapun belum saatnya buka, Minato dengan bijak menyuruh semua karyawannya untuk datang pagi dan bersiap-siap. Semua sudah ada disana, kecuali Kushina tentunya. Mikoto mengelap meja. Hizashi Hyuuga, sang kasir, menghitung lagi keuntungan yang didapat kemarin dengan sangat teliti. Inoichi dan Minato menyiapkan bahan makanan di dapur. Sementara itu, Gen Renji, sibuk menari-nari tidak jelas dengan diiringi musik pemakaman. Katanya, dia ingin menyemangati semua. Tapi dengan lagu pemakaman? Yah, lupakan.

"Minato, tentang pelayan baru itu…." Kata Inoichi sambil menyusun beberapa toples kecil yang berisi beberapa bahan makanan.

"Ada apa dengan Kushina?" Minato menyeruput secangkir kopi hitamnya. Dia duduk di samping inoichi dan terus memperhatikan gerak-gerik Inoichi.

"Aku tau kau sangat menyukai perempuan berambut merah, Minato. Tapi bukannya dia tidak cocok bekerja disini?" tanya Inoichi.

"Ore no koto utagattenno ka yo*?" lirih Minato, cukup pelan, tapi Inoichi masih bisa mendengarnya. Minato berhenti menyeruput kopinya. Ekspresinya berubah menjadi serius. Semua orang yang mengenal Minato tahu kalau Minato tidak akan selah saat menilai orang. Mata oceannya bisa mengetahui orang itu berguna atau tidak, walaupun hanya melihat sekilas. Keputusannya mempekerjakan Kushina mungkin dimata orang lain tidak masuk akal. Tapi bagi Minato, mata seperti mata violet Kushinalah yang dicarinya. Tatapan yang tajam, tapi juga lembut. Dan pernyataan Inoichi jelas terdengar seperti kalau inochi meragukan keputusan Minato.

"Apa hanya karena dia mirip dengan Erza Scarlet*?" tanya Inoichi lagi, setelah sadar kalau pertanyaan sebelumnya tidak terlalu ditanggapi oleh Minato. Dia justru membuat sisi lain Minato muncul.

"Tentu. Karena itulah dia bisa berguna untuk kita," kata Minato, "dan untukku." Dai menyeruput lagi kopinya. Kini ekspresinya telah kembali normal.

"Dasar, kau itu seperti serigala berbulu domba, Minato. Kau pasti akan membuat dia berguna, kan? Bagaimanapun caranya…."

"Hahaha, begitu menurutmu? Tapi kuingatkan, ya. Aku lebih suka jadi kucing berbulu domba. Lagipula, Kushina itu benar-benar mirip Erza. Aku senang sekali."

"Kalau begitu kau bantu aku, kupaskan mentimun!"

"Iya*, aku 'kan sedang senang, Inoichi. Hehehehe"

"Lakukan, Minato!"

Minatopun mengerucutkan bibirnya. Dengan sangat terpaksa, akhirnya dia meletakkan cangkir kopinya dan mulai mengupas mentimun dengan tidak niat. Minato tahu, yang paling mengerikan dari Inoichi saat marah adalah acara ceramah 4 mata yang penuh deathglare. Dan dia sebisa mungkin tidak ingin itu terjadi.

Sementara itu, diruang staff, Kushina baru saja datang dan langsung disambut oleh Mikoto. Mikotopun mengajak Kushina melihat bagian-bagian dari café itu dan memperkenalkan Kushina pada karyawan lainnya disana.


.

Look how far we made it
The pain i can't escape it
Kono mamajya mada owaraseru koto wa dekinai deshou
Nando kutabarisou demo kuchi hateyou tomo owariwanaisa
We finally begin...

.

(Jika terus seperti ini, aku tak dapat melihat akhirnya, iya kan?

Meski aku hampir mati dan tumbang beberapa kali, takkan ada hentinya..

Akhirnya kini dimulai..)

.


"Ini kostummu, Kushina. Kostum Erza Scarlet. Sampai kostum yang baru selesai, kau akan pakai itu," jelas Minato setelah memberikan sebuah kantong berisikan kostum yang cukup berat.

"Heee?! Aku juga harus bercosplay?" tanya Kushina dengan wajah setengah jijik. Dia tidak mau bercosplay. Ada banyak masalah dimasa lalunya yang menyebabkan Kushina tidak suka hal-hal berbau cosplay, dan otaku. Dan Kyuubi adalah sebagaian penyabab dari ketidaksukaan Kushina itu.

"Tentu. Tapi kalau kau keberatan, mau bagaimana lagi…." Minato mendekatkan wajahnya ke telinga Kushina dan berbisik, "Kalau tidak segera kau pakai, aku akan menciummu, lho…."

Sontak, wajah kushinapun menjadi merah semerah rambutnya. Dia mundur beberapa langkah menjauhi Minato. Kushina kembali terheran-heran. Kemarin dulu dia kesini, orang ini sedang asik main laptop. Dan sekarang dia jadi suka ngancam-ngancam. Memang bukan dengan pisau atau senapan, tapi cukup membuat Kushina takut (dan jijik tentunya.)

"Oke, kalau dalam hitungan ke-3 kau tidak pergi keruang ganti dan memakainya, aku akan dengan senang hati melakukan 'itu'" kata Minato sambil membenarkan kacamatanya.

"Apa maksudmu dengan 'itu', boss mesum!?" bentak Kushina.

"Satu, dua…" Minato makin mendekati Kushina. Makin dekat, makin dekat dan…

"Baiklah! Aku akan segera memakainya!" akhirnya Kushina berlari secepat kilat keruang ganti. Tentunya masih dengan wajah memerah yang memalukan. Minato terdiam dan kembali membenarkan posisi kacamatanya. Namun, segera setelah Kushina memasuki ruang ganti, diapun tertawa ngakak melihat reaksi Kushina.

"Kau lihat, Mikoto! Anak itu sangat menarik!" Mikoto hanya menggeleng pelan. Minato memang sudah sering seperti ini. Bercanda, tapi hanya dia yang tertawa.

"Memangnya apa yang boss bisikkan pada Kushina-chan?" tanya Mikoto.

"Sudah, sudah…kau bantu Kushina aja pakai kostum. Baju zirah, kan, lumayan ribet. Hahaha, dia lucu sekali. Hmmph!" Minatopun berjalan melewati Mikoto, kembali kedapur karena dia merasa sudah mendapat deathglare dari Inoichi. Bagaimanapun, sebentar lagi, café ini akan buka. Dan banyak pengunjung pasti akan terkejut dengan munculnya pelayan baru disini. Minato memprediksi kalau hari ini akan datang lebih banyak pelanggan.

"Ah, boss pasti sedang senang. Dasar, tidak pernah berubah…." Mikoto melangkahkan kakinya menuju ruang ganti. Dia sendiri harus segera memakai kostumnya. Dan Minato benar, Kushina butuh bantuannya.


"Okaeri-ttebane…."

"Hiii!"

"Ada apa, goshuujin? Apa saya membuat anda takut?"

Kushina mendekat kearah pelanggan laki-laki kucel itu dan berlutut dihadapannya. Dengan tatapan yang tajam dan penuh keyakinan Kushina berkata, "Maafkan saya, goshuujin. Saya telah membuat anda takut. Tapi biarkan saya melayani anda," Kushina mengulurkan tangannya ke pelanggan itu sambil tetap berlutut ala ksatria.

"Apakah anda masih berkenan menerima pelanan saya?" tanya Kushina. Kushina berkata begitu, padahal dalam hati dia mengutuki pelanggan itu. Dari tampilannya, jelas kalau pelanggan itu otaku. Apalagi Kushina lihat pelanggan itu membawa PSP, dan komik ditangan kanan dan kirinya.

"Te..tentu saja!" pelanggan itu memasukkan dengan paksa PSPnya ke saku celana dan menerima uluran tangan Kushina dengan wajah yang memanas. Terpesona akan aura ksatria yang memancar disekeliling Kushina. Kushina sendiri tidak sadar kalau dia memancarkan aura ksatria. Yang penting baginya adalah melayani pelanggan selama 30 hari, mendapatkan 5 juta yen-nya, dan beli gitar baru untuk debut.

"Silahkan, goshoojin, meja nomor 7" Kushinapun menuntun pelanggan itu ke meja kosong bernomor 7 dan melayani pelanggan itu seperti yang Mikoto contohkan. 'jadilah gentle, Kushina. Seperti ksatria…gentle, dan tegas' kata Kushina dalam hati, berusaha menyemangati diri sendiri. Kalau saja Kushina tidak berkata dalam hati seperti itu, mungkin sekarang dia sudah membanting meja itu dan mengusir si pelanggan otaku.


~~TSUZUKU?!~~


Yatta! Selesai juga akhirnya!

Insert song chapter kali ini adalah "The Beginning" yang dinyanyikan oleh ONE OK ROCK, yang jadi thame song movie live action-nya Samurai X (Rerounin Kenshin) yang rilis tahun lalu. Mizutto sangat suka band satu ini. Pokoknya, very recommened, deh. Tapi Mizutto Cuma punya sekitar 80-an lagunya aja. Karena akhir2 ini sibuk download anime, hehehe (^ ^). Kalo ada yang belum tahu, ONE OK ROCK akan konser di Indonesia akhir bulan November tahun ini, lho. Sayang, akhir bulan November itu Mizutto harus siap-siap buat ulangan semester.

Yah, derita pelajar pecinta jejepangan….


Yooosh! Dibawah ini adalah balasan untuk semua review dari para pembaca yang berbaik hati mau me-review! Huhuuu, mizutto terharu. Seneng banget, deh. So, langsung aja. Check this out!

-Fran Fryn Kun: yup, yoroshiku! Begitu, ya… mizutto juga banyak dapet info baru buat referensi cerita ini. sekarang udah dilanjutin, kan ^^ lalu UN-nya sukses! Yeee!

-Kyosuke Gunsho: nggak, tuh…Minato suka Kushina karena Kushina mirip tokoh anime favoritnya. Iya, karakternya tokoh orangtua yang kira-kira seumuran sama MinaKushi. Hehe, domo, domo…(_ _)

-Aika Licht Youichi: emang! XD. Ceritanya Kushina itu memang preman, kok. Tapi dia nggak masuk geng, lho. Dia preman independen elit (?)

-Putri Kushina: hu'uh, Mizutto juga suka mayuyu…tapi lebih suka lagi sama paruru XXD. Mayuyu mah udah banyak saingan (?). Mizutto lulus! Semoga putri juga lulus! Amiin.

-Crizky Grean-terquoish: hee, bearti kita senasib, ya…(=_=) kalo oshiku di AKB itu Paruru. Tapi Mizutto lebih mendukung ayen JKT48. Yoosh, ganbarimashou! Mizutto juga orang baru, loh…

-Shisui Namikaze Deandress Chan: domo, domo! Ini sudah di-update. Chap 3-nya silahkan ditunggu lagi…

-Hayaashigure-kun: yak, saya otaku independen kere! *toos!* sama, Mizutto juga nggak bisa nonton. Malahan, waktu mereka konser, Mizutto kena tifus. Nggak bisa nonton Scandal, nggak bisa ikut TO…#plak!

-U chiha-chan: huwaaa! (TToTT) tapi emang cerita ini agak susah dimengerti sama orang awam. Maafkan Mizutto!

-NaNo Kid: ah, domo, domo! Biasalah… "kalo kamu otaku, saat melihat orang yang mirip chara favoritmu, kamu pasti mau memiliki orang itu" kira-kira begitu…

-Aiko Shimazaki: yoroshiku ne! Mizutto juga suka paruru, lah! Chapter 2 ngambil mayuyu karena udah banyak yang tau. Dan nama anda pake embel-embel shimazaki, keliatan sekali kalo anda suka paruru, Hohoho…#plak!


Dan ini dia penjelasannya. Silahkan dibaca bagi yang ingin tau:

Raiyon Roketto: pelafalan dalam bahasa jepang untuk 'lion rocket'.

Kanto: bagian timur jepang. Meliputi daerah Tokyo, gunma, ibaraki, tochigi, saitama, chiba, dan kanagawa.

Todai: universitas Tokyo (Tokyo daigaku)

Moshi-moshi: artinya 'halo'. Sapaan saat menelepon/menerima telepon.

Oyasumi: selamat tidur.

Nan demo ii yo: apa aja boleh! kushina mengatakannya sebagai ungkapan tidak peduli.

Ohayo, imotou: pagi, dek. Imotou itu sebutan untuk adik perempuan, dan ototou untuk adik lagi-laki.

Oden: sop berisi bakso ikan, telur rebus, konyaku, dll. Biasa dimakan disaat musim dingin.

DOCUMENTARY of AKB48 no flower whitout rain ~shoujo tachi wa namida no ato ni nani miru?~: video dokumentasi AKB48 yang dirilis tanggal 1 Februari 2013. Kalau tidak salah, tentang perjalan Atsuko Maeda selama menjadi bagian AKB48.

Ore no koto utagattenno ka yo: apakah kau meragukanku? (kata-kata yang kasar, tapi karena terdengar keren jadi Mizutto pake)

Erza Scarlet: karakter heroine dalam manga/anime fairy tail. Rambutnya merah panjang, dan sifatnya (menurut Mizutto) cukup keras dan tegas. Sifat dan penampilannya mirip Kushina, Cuma lebih gimana gitu. Kalau masih belum paham, tinggal search-ing di mbah google.

Iya: tidak/bukan. Dibacanya jangan 'iya' yang kaya bahasa Indonesia, ya. Bacanya 'iyak', sama kaya 'iie' dibaca 'iek'.


Yooosh! Sekian, terima kasih! Terimakasih buat yang berkenan baca!

Huu, kalau diliat-liat, panjang banget, ya…TT-TT

Tapi, kan, ceritanya nggak panjang-panjang banget. Jadi, jangan bosen, ya. Kalo bosen, tinggal skip bagian basa-basi diatas. Sekali lagi, terima kasih banyak, semuanya! Jangan lupa review! kalo ada yang kurang atau salah, Mizutto minta maaf, ya...

Tunggu Mizutto di chapter depan, ya!

Bye bye-perowna!