Disclaimer: Naruto dan segala tetek bengeknya adalah milik Masashi Kishimoto.
Covered by: Cristopher Mizutto~!
Genre: Romance, Comady, Parody (yang mungkin nggak lucu).
Rate: T
Warning: Cerita ini mengandung beberapa istilah jejepangan yang akan ditandai dan dijelaskan di bagian basa-basi (diakhir cerita). Mohon perngertiannya….
Dan seperti biasanya (jledar! Jledar!) balasan buat review ada dibawah (jeng jengjerenjeng)
Hai, ikuzo, minna!
~AkagamiXotaku Doki Doki~
Baru beberapa hari dia bekerja di Doukaku café, tapi Kushina sudah berpuluh-puluh kali mendengar jeritan dari fans Minato. Menyebalkan, pikirnya. Dia tahu kalau pemilik café tempatnya bekerja sekarang memiliki banyak fans di seluruh penjuru Akiba. Namun, dengan kesungguhan hatinya, Kushina benar-benar kepingin bilang kalau sosok yang selama ini mereka agungkan dengan segenap jeritan mereka hanyalah fiktif belaka.
Segalanya hanyalah kedok untuk menyembunyikan keabsurd-an Minato. Maksudnya…yah, siapa manusia waras yang senyum-senyum sendiri saat dia memegang pisau? Atau yang bertingkah gak jelas sambil nyengir-nyengir? Entah kenapa atau darimana Minato mendapat pengaruh tingkah laku yang seaneh itu.
Kushina sendiri sudah menyaksikannya dan juga mengalaminya, seluruh kejahilan nggak jelas yang dilakukan boss koplak itu kepadanya. Yah, dia akui kalau dari segi tampang, Minato memang enak dipandang. Perempuan mana yang tidak terlena saat bertatapan dengan kedua mata ocean blue milik Minato? Mata itu memang kurang lebih mirip sama mata bule-bule, namun entah karena apa jadi terlihat berbeda.
"Persetan dengan tampangnya, yang pasti dia sangat sangat…," geram Kushina.
"Siapa yang sangat apa?" Kushina tersentak saat Minato tiba-tiba berada dibelakangnya dan berbisik tepat dibelakang tengkuk lehernya.
"Nee, kalau kerja yang bener, dong! Lihat, airnya luber." Minato menunjuk gelas yang sedang dipegang Kushina. Gadis berambut merah itupun tersentak dan langsung mematikan kran airnya.
"Tck, urusee yo*!" geramnya. Minato hanya terkekeh dan pergi kembali ke dapur.
la la la la la la HALLOWEEN party
la la la la la la Let's trick or treat …
Trick or treat
candy, cookies, donuts dōzo
Trick or treat
Choco, jellybeans , pai
Trick or treat
cola, lemonade, mō nai
Trick or treat
Matte
Trick or treat
No no! !
Trick or treat
No no…
(La la la la la Pesta Hallowen
La la la la la la Ayo trick or treat
Trick or treat
silahkan, Permen, kue, donat
Trick or treat
Cokelat, jellybeans, pie
Trick or treat
Cola, limun, sudah tidak ada
Trick or treat
Tunggu
Trick or treat
Tidak, tidak!
Trick or treat
Tidak, tidak…)
"Hai, hai, hai! 12 tepat!" ujar Minato lalu dengan semangat 45 berlari menuju sebuah ruangan dengan stiker tongkorak ukuran besar yang tertempel di pintunya. Entah maksudnya apa.
Sementara itu, Inoichi kembali menghela nafas. Siang ini, untuk kesekian ratus kalinya, dia harus mengorbankan waktu istirahat siangnya untuk membersihkan dapur yang telah berevolusi menjadi kapal pecah. Pria dengan rambut kuning panjang itu sunguh berharap Minato kesamber gledek dan sedikit berubah. Ah, bukan kaya berubah ala tokusatsu*. Tapi, yah, setidaknya dia ingin Minato jadi lebih pantas diteladani sebagai seorang atasan dan pemilik café yang ramainya minta ampun ini.
"Inoichi-san, boss soplak ada dimana?" Tanya Kushina, seiring dengan pintu dapur yang terbuka. Inoichi menghentikan kegiatannya sejenak. Dia tersenyum dan menatap kearah Kushina.
"Diruangannya. Itu, yang ada stiker tengkoraknya," balas Inoichi, "Oh, iya…orang lain…."
"Yosh! Domo, Inoichi-san!" Brak! Pintupun tertutup dan Inoichi memukul jidatnya yang agak jenong.
"Mampus aku. Kalau sampai Kushina masuk ke lubang buaya itu," lirih Inoichi, "Akh, harusnya aku bilang ke Kushina kalau orang lain nggak boleh masuk keruangan Minato."
Inoichi mengangkat kedua bahunya dan kembali melakukan pekerjaannya. Yah, entah apa yang akan mengguncang Doukaku café siang ini.
La la la la la Hallowen party,
La la la la la la Let's trick or treat…
nen ni ichido osoroshī party
Warera ga sugata o miseru yoru
Kakure tenaide okashi kurenaito
Itazura morenaku shichau ze
Bogeyman mo (heee!) dracula mo hora (whooo!)
Mōfu kara deta ashi ga ̄ kōbutsu
Tansu no naka (whooo!) beddo no shita de (hooo!)
Ha o togara sete machi ̄ tte ita kon'ya wa Halloween
(La la la la la Pesta Hallowen
La la la la la la ayo trick or treat
Sebuah pesta mengerikan yang diselenggarakan setahun sekali
Malam di mana kami tunjukkan wujud asli kami
Kami tak bersembunyi dan jika kau tak memberi kami permen
Kami akan berbuat jahat kepada kalian semua
Hantu juga (heee!), dan lihat dracula juga (whooo!)
Kaki yang keluar dari selimut adalah makanan favorit kami
Di dalam kotak lacimu (whooo!), di bawah tempat tidurmu (hooo!)
Dengan gigi tajam kami menunggu, malam ini adalah halloween)
"Boss Soplak!"
Minato reflex mengepause anime "fairy tail" episode 177 yang dia rekam tadi malam dan yang sekarang sedang dia tonton dengan sangat luar biasa serius. Dia menatap pintu ruangan pribadinya yang sudah tertutup kembali, lalu gantian menatap seorang gadis berambut merah yang berada didekat pintu dengan menenteng sebuah tas kecil di tangan kirinya.
Kushina sendiri tampak mengamati ruangan Minato dan kemudian menelan ludah. 'cih, sudah kuduga dia tidak normal,' pikir Kushina, 'menyebalkan, menjijikan….' Untuk sekejap, rasa eneg-nya kambuh. Alas an yang sama kenapa Kushina enggan berkunjung ke Akiba. Dia tidak suka otaku. Bahkan bisa dibilang benci. Dan hanya dengan sekali lihat ruangan ini, Kushina langsung tahu kalau boss-nya adalah otaku.
"Mau apa kau…," geram Minato, kesal karena Kushina seenak dengkulnya masuk ke ruangan orang lain, tepatnya ke 'ruang kerja' Minato. Kushina sendiri hanya menghela nafas sambil berjalan mendekati boss-nya. Walaupun Kushina membenci otaku, dia tetap harus melakukan sesuatu pada bossnya itu.
"Ulurkan tanganmu!" perintah Kushina. Minato tidak merespon dan tetap menatap Kushina yang kini sudah duduk bersimpuh dilantai, disebelahnya. Yah, walaupun lebih bisa disebut 'memelototi dengan aura-aura membunuh' daripada disebut 'menatap'. Kesal karena sudah dihiraukan, tanpa banyak omong Kushina menarik tangan Minato.
"Auuw! Adauw! Apaan!?" bentak Minato. Seakan tak pernah mendengar jeritan yang keluar dari mulut sang atasan, Kushina lalu menyisitkan lengan panjang dari baju kaos yang dikenakan Minato.
"Sudah kuduga… dasar baka," lirih Kushina. Dia menyentuh luka memar di lengan Minato dengan lembut dan membuka tasnya untuk mengambil peralatan P3K yang selalu dibawanya kemana-mana.
"Apa yang kau lakukan?!" tanya Minato yang mulai agak emosi.
"Diamlah, aku sedang mengobati luka memarmu."
"Ore, heiki da yo*!"
"Baka! Lenganmu memar dan jarimu banyak teriris benda tajam! Mananya yang tidak apa-apa!?"
"Itu Cuma masalah kecil dan sering terjadi. Didiamkan juga nanti sembuh sendiri."
"Sudah, jangan banyak bacot."
Minato terdiam. Tadi jarinya memang keiris pisau dan lengannya tadi pagi kejepit pintu. Memang agak konyol, itu karena dia tidak sedang dalam mood bekerja yang prima hari ini. Tapi baru kali ini dia diperlakukan sekasar dan sekaligus selembut ini oleh seorang gadis yang lebih muda darinya. Seneng juga, sih, pikir Minato.
"Oi, soplak…. Kau terlalu memaksakan diri. Apa tidak capek?" Tanya Kushina.
"Hooo, kau khawatir padaku? Sayangnya, tapi aku bukan Pedophilia* dan…Auw! Adauww! Auuw!" jerit Minato. Kushina sengaja menekan luka memar Minato keras-keras. Yah, itung-itung sebagi balasan untuk segala yang telah dilakukan Minato padanya. Bukannya dia tipe S* atau apa, tapi memang Kushina pikir inilah yang terbaik.
"Bawel," ancam Kushina. Sebenarnya Kushina tidak bermaksud untuk mengancam, tapi tatapan dan nadanya memang lebih mirip tatapan 'Yakuza yang lagi ngancam'. Sementara itu, Minato hanya meringis menahan rasa sakit yang masih dirasakannya. Namun tak lama setelahnya, pria berambut kuning itu kembali tersenyum tipis.
"Usaha ini…aku sendri yang merintisnya. Jadi aku yang bertanggung jawab penuh. Kalau sudah begini, mana bisa aku bilang capek, kan?" jawab Minato.
"Lalu, dari pertama diterima kerja disini, aku curiga kalau kau menerimaku karena aku mirip tokoh idolamu. Apa memang benar?" Tanya Kushina lagi. Kali ini Minato terdiam agak lama, sebelum akhirnya tersenyum, atau lebih tepatnya silahkan sebut saja itu cengiran.
"Menurutmu kenapa, hayo? Hahaha!" Minato pun tertawa dan Kushina melongo. Heran kenapa dia mau aja disuruh kerja ditempat orang kurang waras kaya Minato.
"Nah sekarang gantian aku," tambah Minato. Dia turun dari kursinya dan duduk dihadapan Kushina yang sedang mengobati luka memarnya.
"Kau pasti menganggapku aneh, kan?" lanjut Minato. Kushina hanya terdiam, menatap Minato dengan tatapan heran. 'Kau itu tidak waras, soplak' batinnya.
"Lalu kenapa kau repot-repot mengobatiku dan bertingkah sok peduli kepadaku yang dicap sebagai sampah masyarakat? Kalau mau dinaikkan gajinya, bilang saja. Jangan seperti ini. Menjijikan," lanjut Minato. Kushina tambah heran, sampai-sampai dia menghentikan aktifitasnya mengobati Minato. Tapi sedetik setelahnya, otak Kushina berhasil menterjemahkan perkataan Minato dan itu membuatnya sangat murka.
"Menjijikan katamu?! Dinaikkan gajinya!? Asal kau tahu saja, ya, boss guendheng! Aku kesini karena kakakku yang nistanya nggak ketulungan memaksaku! Aku-hanya-mau-duit-buat-beli-gitar!" bentak Kushina, "Ngaca dulu bener-bener kalo mau ngejek orang! jangan pake air kobokan! Bagiku…. Kau itu 100 kali lebih menjijikan dari buku matematika! Dan aku mengobatimu karena kau juga manusia! Puas!?"
Kini gentian Minato yang keheranan. Dia menatap bawahannya itu dengan sebelah alis yang terangkat.
"Lagipula, aku tidak pernah berpikir kau itu sampah masyarakat," gumam Kushina dengan suara terpelannya. Tapi yang namanya jago nguping, Minato masih tetap mendengar guman-an Kushina dengan jelas. Matanya terbelalak, lalu menjadi sayu dan kemudian tersenyum kecil, memperhatikan gadis berambut merah yang kembali fokus mengobati lukanya.
Badannya sempat bergetar seakan tersambar petir saat mendengar Kushina tidak menganggapnya sebagai sampah masyarakat. Dia otaku, dan dimana-mana, dia selalu diasingkan. Mantan kekasihnya, adiknya, bahkan orangtuanya pun selalu memperlakukannya seperti orang aneh yang tidak normal. Ini pertama kalinya dia merasa tidak diasingkan oleh orang yang baru mengetahui kalau dirinya adalah otaku. Bahkan Mikoto, yang notabanenya adalah teman dekat Minato, perlu waktu beberapa hari sebelum bisa kembali akrab dengan Minato setelah mengetahui identitas asli Minato sebagai otaku.
"Apa liat-liat, hah!?"
"Ah, aku hanya berikir untuk menawarkan pekerjaan baru padamu."
"Hah?"
"Dengan gaji 5000 yen plus gitar yang sangat kau idam-idamkan."
"Hm…apa?"
"Maid pribadiku."
"Hah!? Ulangi!?"
"Maid pribadiku."
"Kau serius mengatakannya!?"
Minato tersenyum semakin lebar. Tangan kirinya yang sedang diperban Kushina dengan cepat mendorong pundak gadis bermata violet itu hingga kuhsina jatuh dalam pelukan sang atasan lengo yang begitu dibencinya. Dia berusaha melawan, namun saat Minato berbisik tepat disamping telinganya, Kushina seakan kehilangan tenaganya. Tubuhnya lemas, dan saat bibir Minato bersentuhan dengan bibirnya, Kushina tidak dapat berkutik dan malah menikmati permainan kecil dari ciuman sang atasan. Kushina sempat berpikir kalau dia tidak ingin momen ini berakhir. Tapi nyatanya, Minato sendirilah yang menghentikan ciumannya.
"Itu hukuman karena masuk tanpa izin. Sekarang perbaiki ekspresimu dan kembali bekerja," perintah Minato, seolah-olah tidak melakukan sesuatu yang berhasil membuat Kushina kehilangan sebagian akal sehatnya. Kushina membelalakan matanya dan sambil terengah dia menatap Minato kebingungan.
"Ayolah, Kushina. Haruskah aku memfoto wajahmu yang semerah tomat itu dan menjadikannya wallpaper ruangan ini untuk memperjalasnya? Atau kau mau tetap mempertahankan wajah tom.." yak, Minato sukses mendaratkan kepalan tangan Kushina diulu hatinya dengan mulus. Sakit? Tentu saja, tapi siapa yang peduli? Kushina yang menjadi tersangka malah keluar dari ruangan karja Minato lengkap dengan tas peralatan P3Knya.
Minato hanya meringis dan kembali melanjutkan nonton fairy tail. Namun sekuat apapun dia ingin berkonsentrasi, itu tidak bisa. Ya, sekali lagi, dia tidak bisa berkonsentrasi. Detak jantungnya jadi semakin cepat. Minato kembali nyengir dan menutup layar laptpnya.
"Haaa, gini terus bisa-bisa aku jantungan beneran. Komacchau yo*!" keluhnya.
Minato tahu perasaan ini. Perasaan yang sudah lama tidak dia rasakan. Jantungnya berdetak kencang, dan rasa manis dibibirnya masih tersisa. Bahasa kerennya, fall in love. Bahasa spanyolnya kesemsem (?). apapun itu, Minato tahu kalau perasaan 'ingin memiliki' Kushina yang dia rasakan saat pertama kali bertemu telah berkembang menjadi cinta hanya dalam waktu beberapa hari. Tapi disisi lain, setiap melihat Kushina, Minato merasa tidak asing dengan gadis itu. Seolah-olah mereka memang sudah sangat akrab sejak lama. Tapi dia sendiri tidak tahu apa alasannya dia merasa begitu.
Hebat, ini rekor, pikirnya. Minato memutar kursinya dan menatap poster full body Erza Scarlet yang sengaja di tempelnya dibelakang meja kerjanya.
"Nee, dou shiyou*? Apa aku ini sudah jadi makhluk tidak setia ?" bisik Minato entah kepada siapa. Mungkin kepada poster Erza Scarlet? Yah, siapa yang tahu jalan pikir para otaku?
Sementara itu, Kushina langsung mencuci muka di toilet. Berharap itu dapat membuat rona merah diwajahnya menghilang. Tapi tidak bisa, tak peduli sebanyak apapun Kushina mencoba menenangkan datak jantungnya yang tidak karuan, atau mengurangi panas yang menjalar dipipinya yang membuatnya jadi merona. Seluruhnya masih melekat dengan kuat di pikirannya. Sensasi dan getaran aneh yang dia rasakan. Dia kesal, marah, tapi jauh dilubuk hatinya juga merasa senang. Kushina menggelengkan kepalanya, berusaha menghilangkan suara bisikan Minato yang seperti di 'repeat' di otaknya.
"Omae wa ore no mono.*"
Tsukiakari de yoku mitara hora
Kage ga hitotsu ōkunai kai?
Honnosukoshi odokasu dake sa
Shampoo de me o tojita ̄shunkan
Himei merodī (heee!) bōrei odori (whooo!)
Kimi wa kyōfu ni furue teru
Ōkami otoko (whoow!) Jack O-Lantern (hooo!)
Me o hikara sete machi ̄ tte ita kon'ya wa harō~in
Lihat, jika kau melihat lebih dekat dalam cahaya bulan terang
Bukankah ada bayangan terlalu banyak?
Sedikit menakut-nakuti
Di saat kau menutup matamu karena sampo
Melodi teriakan (heee!), hantu menari (whooo!)
Kau gemetar ketakutan
Manusia Serigala (whoow!), Jack O-lentera (hooo!)
Dengan mata bersinar kami menunggu, malam ini adalah Halloween
"Kuso yarou dana*!"
"Hah, nande?"
Duagh! Baru saja Kushina masuk ke rumahnya, dia telah memakan seorang korban. Kyuubi nyaris tewas terkapar dengan tidak senonoh karena baru keluar kamar mandi dan sudah kena gampar kushina. Tapi Kushina tidak peduli. Dia pulang lebih cepat hari ini hanya karena tidak ingin bertemu Minato. Plus mau member Kyuubi pembalasan karena telah menyuruhnya bekerja di lubang buaya.
"Hueek, apaan lu? Salah apa gua ama lu, Kush!? Dendam apa lu sama gua!"
Kushina menatap sinis kakaknya. Diapun menjambak rambut kakaknya dan berkata, "Café yang kau rekomendasikan dulu… apa kau tahu betapa menyebalkannya café itu?"
"Aduh! Gua baru keramas tauk! Maksudmu Doukaku café?"
"Bingo."Kushina makin keras menjambak rambut kakaknya. Yah, adek-adek readers yang baik, adegan ini jangan ditiru, ya. Sementara diperlakukan seperti itu, Kyuubi tetap tersenyum aneh. Dia tahu apa maksud dari perkataan adik semata wayangnya itu. Dan itu membuat Kyuubi merasa sedikit terhibur saking lucunya. Setidaknya itu yang dipikirkan Kyuubi.
"Jangan marah begitu. Gua Cuma mau menyatukan dua insan yang terpisah oleh waktu," balas Kyuubi dengan nada menjijikan andalannya.
"Siapa dengan siapa?"
"Kau dengan temanku, Minato."
Duahk! Sekarang Kushina menendang kakaknya dengan cukup keras. Kira-kira mirip seperti seorang berandalan yang menganiaya om-om mesum. Tapi Kyuubi seolah tidak pernah jera dan ingin terus menggoda Kushina.
"Jangan membuatku muntah darah dengan perkataan nistamu,"
"Gua serius, Kush. Gua punya bukti."
"Hah?!"
"Tunggu, biar gua ambil dulu."
Kyuubi berdiri dan mesuk ke ruang keluarga, membuka sebuah laci kecil berisi album foto. Kushina hanya berdiri ditempat, dengan tidak sabaran dia menunggu sang kakak sambil mengucapkan sumpah serampah. Tak lama setelahnya, Kyuubi kembali dengan selembar foto.
"Ini satu-satunya foto lu sebelum diadopsi keluarga gua. Lihat dan perhatikan baik-baik."
Kushina memicingkan matanya dan memperhatikan foto itu. Dan setelah Kushina berhasil mengingat sesuatu yang berhubungan dengan foto itu, Kushina dengan cepat mengambil foto itu dari tangan Kyuubi.
"Kukira sudah hilang. Yokatta…." Kini Kushina tersenyum kecil sambil melihat foto tadi. Foto seorang bocah kecil berambut merah dan seorang anak berambut hitam yang terlihat seperti siswa SMP. Si bocah terlihat cemberut dan sebuah perban menutupi pipi kanannya, sedangkan anak SMP yang berdiri disebelahnya nyengir dengan gaya 'peace'.
~~Tsuzuku~~
Yo, Mizutto balik lagi! Wah, udah hampir setaun, ya. Nggak kerasa, tehee~! *dilemparin sendal*
Ok, Chappy ini entah kenapa Mizutto pake lagu Hellowen party yang dinyanyiin HALLOWEEN JUNKY ORCHESTRA yang sama sekali nggak nyambung sama cerita. Hahah, sumen~! Mizutto juga berhenti ngasih judul chapter pake judul lagu kaya sebelumya.
Ngomong-ngomong lagunya rame, lho~! Sekali denger Mizutto langsung suka. Para readers sekalian juga harus denger! Dijamin nggak nyesel download tu lagu! #plak!
Ok, berhenti ngomongin lagu. Di chappy kali ini juga Mizutto mengurangi kemunculan istilah jejepangan dan fokus ngembangin cerita. Dan jadinya malah ngembang dengan nggak jelas ( =_=)/
Awalnya nggak ada pake munculin Kyuubi dichappy ini, mengigat dia juga awalnya nggak penting. Tapi tiba-tiba dia malah jadi tokoh kunci buat kemajuan minakushi! Wuoh, omedeto, Kyuubi!
Ok, langsung kita bahas tanda berbintang dicerita tadi~!
Tck, urusee yo : Tck, berisik lu!
Tokusatsu: Istiliah dalam bahasa Jepang untuk spesial efek. Sering buat nyebutin film-film sci-fi/fantasi/horror live action yang diproduksi Jepang. Contohnya, ya, Kamen Rider, Super Sentai, Ultramen, dll. Kalo yang ada horror-horrornnya itu misalnya Garo. Terus, ada satu film yang entah bisa disebut tokusatsu apa nggak. Yaitu, Hentai Kamen (pahlawan bertopeng mesum). Sempet nge-trend di Jepang dan bikin ngakak. Para readers kalo berani silahkan nonton, wwww XD
Ore, heiki da yo: Aku nggak apa-apa, kok! Sama kaya aku ra popo (_)
tipe S: Maksudnya tipe sadis. Di jepang ada sebutan 'S' untuk sadis dan 'M' untuk masokis. Sadis itu untuk orang yang doyan nyiksa orang lain, sementara Masokis untuk orang yang suka disiksa. Dan Mizutto tipe 'M', lho~! *nggak da yang nanya*
Komacchau yo: Wah, bakalan repot, nih.
Nee, dou shiyou: Hei, apa yang harus aku lakukan?
Omae wa ore no mono: Kamu itu milikku (you're mine)
Kuso yarou dana: Dasar brengsek/sialan!
Yokatta: Syukurlah….
Dan selanjutnya (jenjrengjeng) balasan review~!
Resti takaraipermana: Yup, papi haido lahir di sana~ akhirnya ada yang sadar (TT_TT) wah, makasih supportnya! Ini chappy barunya, maaf lama banget. Teheee~! #plak!
Namikaze Kyoko: *jiiiit* Itu namanya tampang bisa menipu XD. Yah, supaya Antimainstream ane jadikan agak mesum si Minato, huahahaha! Yosh, udah di-update! Level up!
Namikaze Kevin: Huaa, maaaf luama buangeet ngapdatenya! \(_ _)/ maaf menunggu lama sampai nge-review tiga rangkap (TT A TT) makasih banyak! *nangis berlinang air mata darah*
AeriaKalistrate: Sip, sudah di-update, boss!
Tenshi no titania: Thanks, gan! Maaf, nggak bisa update kilat, ya. Mizutto kadang kehilangan ide dn harus bertapa berbulan-bulan #plak! *emangnya siapa yang peduli* wah, selain MinaKushi, masih ada yang lain, kok! cuma diawal gini lagi fokus ama MinaKushi. Gyaha!
Yosh! Finaly, I'll say good bye~! Jangan kapok ngerivew. Klo ada salah, silahkan dimarahin. Lewat PM ato review, akan Mizutto terima. Yayayaya? #plak! Mata Ne! Jyaa!
Next chapter:
Masa lalu akan terungkap.
"lu suka anak itu, kush?"
Hubungan yang sempat terputus bertahun-tahunpun mulai membaik.
"Jangan mendekat! Kalau kau mendekatiku lagi lebih dari radius 3 meter…."
"mou! Sekarang berikan pakaianku, bedebah!"
