Disclaimer: Manga/Anime Naruto is belong to Kishimoto-sensei .
Covered by: Cristopher Mizutto~!
Genre: Romance, Comady garing.
Rate: T
[Peringatan Standar Belaku]
Extra Warning: Chapter kali ini agak berbeda dengan chapter sebelumnya. Tidak terdapat istilah jepangnya. Mizutto mau fokus sebentar buat mengembangkan ceritanya~ (-_-)
Yo, yo, yo, lets enjoy yo,yo!
AkagamiXOtaku Doki doki Chapter 5: Hengen Jizai
Shoudou ga atte usoppachi ni idonde
Boku to kimi to ga shujinkou no LOVE SONG
(bersama dengan detak jantung
menantang kebohongan
lagu cinta, dengan aku dan kau sebagai pemeran utamanya)
"Nee, Kushina…apa sangat membenciku?"
Kushina menganguk sekali.
"Na..nande!?"
Kushina menghentikan langkahnya dan menatap sang atasan dengan deathglare terindahnya.
"Karena aku benci boss MESUM nggak guna macam kamu."
Oke, singkat padat dan menusuk. Setidaknya kini hati Minato makin tertohok. Inikah derita otaku naksir cewek normal? Pikir pria itu dengan nyali yang seakan tak pernah ciut. Dia akui, mungkin dia menaruh perasaan khusus pada gadis satu itu. Dia suka sifat tsundere (?), tatapan, dan saat-saat peralihan dari tsundere menuju yandere sang Uzumaki muda itu. Dan yang lebih penting, rambut. Yup, rambut merah nan elegan itu sangat mirip dengan character favorit Minato, character yang bahkan mampu membuat Minato membelanjakan semua tabungan plus hasil penjualan Doukaku café selama seminggu hanya untuk membeli action figure limited editon character tersebut.
Bukan gila, tapi sebut saja abnormal. Selain itu, setiap kali dia melihat Kushina dia jadi merasa bernostalgia. Dan dia suka perasaan itu.
"Hm….Kushina, apa kita pernah bertemu sebelumnya? Sekitar 10 tahun yang lalu," tanya Minato.
"Aku tidak pernah bertemu makhluk nista selain kakakku sebelumnya," bohong Kushina, walaupun nyatanya mungkin dia memang pernah bertemu Minato dulu. Tapi Kushina juga tidak terlalu ingat. Seingatnya Namikaze-nii yang dulu disukainya adalah cowok normal, bukan otaku macam Minato.
"Eh, masa? Oh, ngomong-ngomong, kakakmu itu…"
"Ehem, kita sudah samapai di stasiun sejak 5 menit 21 detik yang lalu, jadi… . .kan. !"
"Ie, aku akan menunggu sampai kamu naik kereta."
Kushina menoleh dan memelototi Minato, menyebarkan aura "kubunuh kau" yang mengintimdasi secara Cuma-Cuma. Tapi Minato bukannya ketakutan, dia malah nyengir. Dan itu tentu membuat Kushina naik pitam.
"Sudah cukup! Aku muak! Kau mau mempermainkanku lagi, kan!? " teriak Kushina. Dia menghela nafas sebelum akhirnya melanjutkan perkataannya dengan suara lebih lembut, " Cepat pergi dan tinggalkan aku sendiri."
Minato tersentak. Baru kali ini dia salah memperlakukan perempuan sekasar itu. Bukannya kepedean, Minato selama ini selalu dikejar-kejar cewek, bahkan nenek-nenek karena ketampanannya. Tapi Kushina sepertinya nggak mempan sama ketampanan Minato yang bisa meng'guna-guna'.
Dia tidak suka itu, sangat tidak suka. Emosinya memuncak, tapi dia juga merasa sakit hati dan malu. Dia terdiam lalu membalikkan badannya. Dia memilih mengikuti perintah Kushina dan pergi meninggalkannya.
Dondon ikimashou
Tsuyoki de semeraretanda
Nakamauchi no waraibanashi de wa
Monmon to shitendaze
Jibun no heya itsudatte
HONTO wa yowaki na PEACH MIND
(mari terus berjuang
dengan didorong oleh ejekan
dari senda gurau rekan-rekan
aku selalu khawatir
Bahkan saat di kamarku sendiri
Sebenarnya aku geram, berpikir hebat)
Kakinya melangkah ke sebuah vending machine yang ada didekat stasiun Akiba. Cukup ramai, setidaknya untuk malam selarut ini. Minato memasukkan koin 150 yen untuk membeli sebuah minuman kaleng hangat sambil nguping pembicaraan antara 2 orang anak SMA yang entah kenapa masih keliaran.
"Setengah jam lagi kereta terakhir ke Shinjuku untuk hari ini datang, ayo buruan!"
"Bentar, ini juga baru 135 halaman"
"Ya elah, lama buanget, seh. Aku aja dah abis 2 volume. Lagian kenapa juga nggak dibaca dirumah?"
"Sstt, aku lagi menikmati yang namanya fanservice dulu. Oh, iya… nanti inget jangan lewat gerbang utara masuknya"
"Heh? Kenapa lagi coba? Kali ini geng mana lagi yang mau tawuran?"
"Lu kire ikebukuro? Ya, bukanlah…. Digerbang utara akhir-akhir ini jadi pangkalan berandalan mesum. Kabarnya mereka akan menyeretmu ke tempat sepi dan…."
"Woi, kita ini cowok! Yah, paling nggak aku ngerasa kalo aku itu cowok tulen 100%. Mana ada cowok yang mau memperkosa cowok! Mikir jangan pake idung kale"
Minato memuncratkan kopi yang baru aja mau ditelennya setalah nguping pembicaraan duo bocah otaku aneh tadi. Dia mengingat kembali, dia ingat sesuatu yang penting. Yaitu Minato Namikaze telah meninggalkan Kushina di gerbang utara.
Tanpa pikir panjang, Minato langsung tancap gas dan lari sekencang-kencangnya menuju gerbang utara. Tapi dia tidak menemukan Kushina disana. Dia hanya menemukan sebuah headset yang terjatuh. Minato yakin seyakin-yakinnya kalau headset itu punya Kushina. Dia berpikir cepat dan menarik sebuah kesimpulan pahit bahwa Kushina telah 'ditarik' berandalan itu.
"Kalau memang benar…" gumam Minato, "Berarti kemungkinan besar dia ada disana."
ki no aru soburi ka tada no omoikomi ka
baretenda ano ko ni wa
ganbare otoko no ko
(entah ekspresi itu ada artinya, atau hanya pemikiranku
meski sudah ketahuan, jangan menyerah, anak laki-laki)
kono mama ja sanjuugo renpai
kimi dake no boku wa GO TO GUY
hengen jizai no MAJIKARU SUTAA
idainaru MANNERI datte ii janai
itomero aosa wo mada michinu koi naraba
zenbu ageru ze kimi ni chikau
demi kau, aku akan bertarung kembali
bintang magis yang selalu berubah
kebiasaan yang dibesar-besarkan itu juga tidak buruk
kalahkan kebiruan itu
dan jika cinta ini masih kosong
akan kuberi kau segalanya
aku janji)
Kushina tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya. Yang dia tahu hanyalah dia ingin segera pulang ke rumah dan istirahat. Namun sekarang dia terbangun dengan hanya menggunakan dalamannya saja dan kepalanya pening. Saat ingatan dan pikirannya kembali berfungsi normal, Kushina langsung merutuki kesalahannya.
Ada banyak kesalahannya malam ini. Pertama, dia terlalu terbawa emosi saat melawan berandalan yang menantangnya tadi. Kedua, dia tidak memperhatikan serangan dari lawan ke-5 dari arah belakang. Ketiga, dia tidak tahu kalau dia sudah diserang berandalan mesum yang (hampir saja) memperkosanya. Keempat, dia membiarkan Minato melewati radius 3 meter dan malah menyelamatkannya.
Oke, lupakan semua itu. Faktanya, kini Minato baru saja meringkus berandalan tadi dengan tangan kosong. Bayangkan sjaa, 5 orang bersenjata tajam lawan 1 orang dengan tangan kosong. Kushina nyaris mengakui kemampuan Minato, nyaris.
Dia juga nyaris mengagumi punggung Minato yang berdiri tak jauh didepannya sedang berdiri melawan para berandalan. Tapi nyaris dan itu tak mungkin terjadi sekarang. Gadis itu bahkan tak bisa bergerak, mungkin Karena badannya masih sakit atau saking kagumnya dengan kemampuan bertarung Minato atau terlalu terpesona dengan kegagahan sang atasan. Yang manapun itu Kushina seolah tidak peduli.
Melihat punggung Minato yang berdiri tegak dihadapannya membuat Kushina kembali mengingat sosok anak kecil berambut hitam yang berfoto dengannya. Sosok yang selalu melindunginya. Sosok yang dia sukai, dan selalu bersama dengannnya.
"Namikaze-nii…" gumam Kushina.
"Hm? Kau memanggilku apa tadi?" Minato membalikkan badannya. Mendekati Kushina sambil membawa pakaian kushina yang tadinya tersebar disekitar gudang tua ini, tempat persembunyian paling strategis untuk melakukan tindak pemerkosaan dan yang tidak senonoh lainnya.
Minato sendiri mengetahui tempat ini dari pembicaraan para pelanggan Doukaku café. Dia cukup senang, itu dapat membantunya menolong orang yang sangat penting baginya.
Tempat inilah yang terlintas dibenaknya saat memikirkan beberapa kemungkinan yang terjadi. Entah karena keberuntungannya atau dia memang bisa memramal, yang pasti perkiraan Minato benar.
Setelah memasuki gudang inipun, Minato masih harus melawan 5 orang bersenjata. Kalau boleh jujur, punggungnya terasa nyeri. Sudah lama dia tidak berkelahi seperti itu, walaupun dia tidak bisa memungkirir bahwa dia cukup terhibur dengan acara kelahi-kelahi tadi.
Oke, kembali ke cerita. Minato sedikit heran saat mendengar Kushina memanggilnya 'Namikazee-ni'. Dia ingat kalau dulu dia selalu dipanggil dengan sebutan itu oleh seorang anak kecil dan hanya anak itu yang memanggilnya Namikaze-nii.
"Na…nan demo nai!" balas Kushina dengan wajah agak memerah.
"Hahaha, kau coba menutupi fakta kalau kamu memanggil namaku, kan, Kushina? Namikaze-nii, ya? Tidak buruk. Di dunia ini hanya 1 orang bocah yang menyebutku begitu, ditambah denganmu sekarang jadi 2. Ah, tunggu dulu," Minato tiba-tiba terdiam dan menunjukkan pose berpikir ala detektif sambil mondar-mandir. Ingatannya berputar sangat kencang, sesuatu membuatnya teringat pada masa-masa SMP-nya dulu.
"Bocah itu kalau tidak salah rambutnya merah, selalu dibully, dan aku memangginya kushi-chan…lalu pergi karena diadopsi tak lama setelah aku pergi ke sekolah asrama," gumam Minato.
"Mou! Sekarang berikan pakaianku, bedebah!" teriak Kushina dengan wajah semakin memerah. Oh, kami-sama, masa dia baru diberitahu kalau Minato adalah sosok yang dulu disukainya dan Kushina pikir Minato sendiri sudah melupakannya. Tapi kenapa Minato berhasil mengingatnya sekarang? Kenapa harus sekarang?
"Kushi-chan…Kushina…. Ah, kalian mirip. Eh, tunggu, jangan-jangan…" gumam Minato. Dia menoleh ke arah Kushina dan menatap Kushina dengan seksama.
"Jangan-jangan kau kushi-chan yang dulu itu, ya!" teriak Minato dengan semangat membara. 10 tahun dia bertahan dengan sosok fiksi yang menyerupai kushi-chan versi dewasa khayalannya, dan ternyata kushi-chan yang begitu dicintainya datang menemuinya. Minato senang bukan kepayang. Andai dia sadar lebih awal kalau perasaaan suka pada Kushina sudah ada sejak bertahun-tahun yang lalu.
Mendengar teriakkan Minato, Kushina tersentak dan mengangguk kecil. Dan diapun langsung dipeluk Minato. Dia tidak terlalu ingat masa lalunya, tapi sepertinya Minato dulu sangat akrab dengannya. Padahal yang dia ingat Cuma perasaaan sukanya pada sosok bernama Namikaze-nii dan dia tidak mengira Minato itu benar-benar Namikaze-nii.
"Aah, Kushi-chan! Ah, kalau dingat-ingat, Kushi-chan memang terasa seperti ini! Kushina, harusnya kau bilang padaku lebih awal supaya aku sadar!" ujar Minato. Kushina hanya terdiam. Seluruh tubuhnya bisa-bisa jadi merah semerah kepiting rebus kalau begini caranya. Minato dengan liar mengelus tubuhnya. Hello, sekarang dia hanya mengenakan pakaian dalam!
"Ba…baka…" desah Kushina. Minato langsung berhenti mengelus Kushina. Dan setelah merasa otaknya telah kembali seperti sedia kala, Minato langsung melepaskan pelukannya. Dia menyerahkan pakaian Kushina dan membalikkan badannya.
"Maafkan aku! Aku tidak bermaksud…. Argh! Kenapa aku merasa sesenang ini?" kata Minato heboh sendiri. Kushina hanya menggelengkan kepalanya sambil memakai kembali pakaiannya secepat mungkin. 'Siapa yang tahu apa yang akan dilakukan Minato jika otaknya sudah sengeres itu?' batin kushina
"Well, kalaupun kau itu Namikaze-nii yang sepertinya begitu akrab denganku waktu kecil, aku tetap tidak akan menghilangkan peraturan radius 3 meter. Jangan pergi, aku harus memberimu pelajaran." Kata Kushina dengan tenang setelah dia selesai mengenakan pakaiannya –kaos oblong dan celana pendek.
Minato tiba-tiba merinding. Tanpa harus menoleh kebelakangpun dia bisa merasakan aura membunuh Kushina yang tidak main-main. Dan disaat dia merasakan sesorang mencengkram kaosnya dan menariknya kebawah hingga dia terduduk, dia yakin itu adalah Kushina. Dan sedetik setelahnya, kepalanya langsung ditendang Kushina sekuat tenaga hingga dia terpelanting.
"Auw!" teriaknya kesakitan. Kushina menghela nafas dan mendekati Minato. Dia menepuk kepala Minato pelan sambil menatap sang pemilik Doukaku cfe itu.
"Dasar…padahal aku bisa mengurusnya sendiri," kata Kushina.
"Preet, yang ada juga kamu akan jadi 'makanan' mereka. Kalau sudah begitu kau jadi tidak lezat untuk kucicipi," balas Minato.
"Apa maksudmu?"
"Nggak ada maksud apapun."
"Huh, usotsuki."
Minato bangkit berdiri dan membersihkan rambutnya yang terkena tanah tadi. Setelah merasa cukup bersih, dia berjalan keluar gudang. Kushina memilih mengikuti dibelakang mintao.
"Kereta terakhir sudah pergi 5 menit yang lalu. Jadi aku akan mengantarmu ke rumahmu." Minato berjalan semakin cepat dan berhenti didepan sebuah rumah kecil, tak jauh dari gudang tadi.
"Kau tunggu disini, jangan melakukan apapun dan pergi kemanapun," ujar pria berambut kuning itu pada Kushina dengan wajah serius. Agak menyeramkan dan terkesan dingin. Tapi Kushina tidak peduli. Minato lalu mengetuk rumah itu dan berbincang sejanak dengan si pemilik rumah. Minato kemudian masuk ke garasi dan keluar dengan sebuah motor vespa jadul. Kushina merasa familiar dengan vespa itu. Mereknya, warananya, plat nomernya.
Dan Kushina memutuskan untuk mempercayai pikirannya yang mengatakan vespa itu milik Fugaku. Mungkin mereka berdua, Fugaku dan Minato, berteman. Dan bagaimana bisa Kushina tidak mengetahuinya? Fugaku yang kalem-kalem begitu bisa berteman dengan Minato yang mesum-abnormal-sedeng-otaku-aneh?
Kushina tersentak ketika merasa sesuatu menepuk kepala Kushina, membuat gadis itu tersadar dari pemikirannya. Dan ternyata Minato sudah disampingnya, menaiki vespa tua yang diduga milik Fugaku.
"Ayo, naik." Minato menyerahkan sebuah helm kepada Kushina. Kushina mengangkat bahunya dan naik ke vespa itu.
"Tapi hanya untuk kali ini," balas Kushina.
"Yah, lain kali aku akan mengantarmu pakai mobilku. Tapi lain kali itu kau pasti akan menantikannya."
"Memangnya kau punya?"
"Aku punya. Digarasi rumah dan itu cukup jauh dari sini"
"Bleh, usotsuki."
"Beritahu aku alamat rumahmu,"
Minato dan Kushina berbincang banyak malam itu. Saling menyinggung dan mengejek. Tapi kedua orang itu seakan menikmati obrolan aneh mereka. Minato sendiri masih kesenangan saat mengetahui Kushina adalah bocah yang dulu bahkan sangat akbrab dengannya. Satu langkah lebih maju untuk menjadikan Kushina miliknya.
~~Tsuzuku~~~~Tsuzuku~~~~Tsuzuku~~~~Tsuzuku~~~~Tsuzuku~~~~Tsuzuku~~
Oke, oke~! Yoosha! Kali ini Mizutto nggak bakalan banyak bacot kaya chappy sebelum-sebelumnya! -karena nggak ada istilah jejepangannya sama sekali chapter ini-.
Buat insert song... kali ini "Hengen Jizai no Magical Star". Lagu apa coba? Apa coba? Lagu Opening ke-4nya Kuroko~! Lagu favorit Mizutto waktu lagi manggung di kamar mandi. Lagunya sip mantab, dah. Cocok buat Kuroko no Basuke! *kegilaan sendiri* *ditabok masa*
eh, sudah, nih? yah, berhubung idenya mampet buat pojok basa-basi, mari kita sudahi...
Makasih yang mau baca cerita Mizutto, apalagi yang udah ngereview! Domo Arigatou Gozaimasu! (_ _)''
Selanjutnya, di AkagamiXOtaku Doki Doki:
Minato memperkerjakan murid-muridnya di Doukaku!
Dan Kushina yang bertemu sama mantannya!
"Fugaku, apa semua cewek itu seperti itu?"
"Kagak, sumpeh!"
Dia tidak bisa menyelamatkan si bocah aneh yang unyu itu dari cengkraman otaku lakanat yang menajdi boss-nya.
"Hisashiburi desu ne, Kushina,"
Oke, Mohon dikasih Kritik dan saran buat cerita amburadul Mizutto, ya, Minna~! Ayo, di Review, di review! 10 ribu tiga! #plak!
Review akan Mizutto balas via PM, lho~ Jya ne!
