Disclaimer: Manga/Anime Naruto is belong to Kishimoto-sensei .

Covered by: Cristopher Mizutto~!

Genre: Romance, Comady garing, Parody yang nggak ada parody-parodiannya.

Rate: T

Warning: Yahu~! Ehem, buat chappie ini Mizutto juga mau fokus lagi buat mengembangkan ceritanya~ (^_^)

So, Check this OOOOOOUT !


Akagami X Otaku Doki Doki chapter 6: Ureshii Deshou ka?


Akiramekirenai koto wa Kakenuketa toki wo kesshou de

Waratte saigou mukaeru nara Boku wa mou machigawanai darou?

Sumiwataru kono basho de sora e mau tori no kage ni Kidzukihajimetetanda

Tatta hitotsu ni koto meikaku na kioku e to kaerteikeru

(Aku tak bisa menyerah saat melewati kemenangan itu

Jika aku bisa tetap tersenyum pada mereka sampai akhir,

aku tidak akan berada di jalan yang salah lagi

dari tempat yang tidak jelas ini, aku sadar bayangan burung dilangit mengejarku

kurasa ini satu-satunya memori yang bisa kuubah menjadi nyata)


Minato datang ke Doukaku café pagi itu dengan suasana hati yang penuh bunga-bunga bermekaran. Dia bahkan datang paling pagi dan merapikan seluruh café dengan riang gembira. Hal itu tak lain dan tak bukan karena dia telah menemukan cinta pertamanya yang dulu (atau bahkan sampai sekarang) dia cintai dengan seluruh jiwa dan raga. Yah, walaupun bukan berarti dia akan melupakan Erza Scarlet yang selama ini jadi penyemangatnya.

"Minato, tumben pagi," kata fugaku. Minato menghentikan aktivitasnya membersihkan kaca dan tersenyum lebar pada sahabatnya itu.

"Kau mengantar Mikoto hari ini?" tanya Minato, "Masuklah dan ayo minum teh bareng!"

"Tentu saja aku mengantarnya setiap hari," balas Fugaku, "Kau yang selama ini asik dengan duniamu." Mendegar jawaban dari kekasihnya, Mikoto yang berdiri didekat Fugaku langsung memerah. Fugaku masuk ke café yang minggu ini bernuansa Sport. Minato sengaja menempelkan beberapa poster Captain Tsubasa, Kuroko no Basuke, Slam Dunk, Daiya no A, Haikyuu dan Free! ukuran besar yang dia dapat beberapa bulan lalu.

Oke, mari kesampingkan beberapa anime sport yang selalu membuat banyak fujoshi sejagad raya teriak kaya lagi kerasukan. Bukannya tidak suka, Minato memang kurang menaruh minat pada genre yang satu ini. Dia lebih memilih genre Action atau –ehem- Ecchi ketimbang Sport. Action karena bisa memacu hormone ardenalinnya, dan ecchi karena bisa memacu hormone lelakinya, toh dia sudah 17+. Dia mengusung tema ini dikarenakan memang sekarang genre sport peminatnya terus meningkat.

Kembali kecerita, Pria berambut raven yang merupakan bassist roketto band itu duduk di sebuah bangku ditemani Mikoto. Walaupun Mikoto terbilang cukup dewasa, hal-hal kecil bisa saja membuatnya malu. Dia belum sepenuhnya terbiasa dengan Fugaku, walaupun sudah sejak SMA menjadi kekasih pria dingin itu.

"Hei, Mikoto! Kenapa ente malah ikut duduk!? Ayo sana kerja! Hush, hush!" ujar Minato dengan nada bercanda, dan Mikoto untungnya mengerti. Mikoto tersenyum kecil lalu mengangkat bahu.

"Aku pergi dulu, kak," pamit Mikoto pada sang kekasih.

"Hn," balas Fugaku, dingin seperti biasanya. Mikoto langsung berjalan cepat ke ruang ganti. Semua orang tahu cosplayer wanita butuh banyak waktu untuk memakai kostum dan make-up. Terlebih untuk seorang Mikoto yang perfectionis, walaupun karakter yang akan dia cosplaykan tidak terlalu ribet –Kinako Nanobana*.

"Pacarmu itu selalu mengomeliku, kau tau," ujar Minato, "Kakashi-kun, tehnya 2!"

"Pekerja baru?" Tanya Fugaku dengan ekspresi datar. Fugaku memperhatikan Minato yang terlihat tidak seperti biasanya pagi itu.

"Yup. Aku diomeli pekerja baruku yang lainnya soal minimnya pekerja sepanjang jalan saat mengantarnya pulang. Fugaku, apa semua cewek itu seperti itu?"

"Tidak juga, lama-lama kau juga akan menikmatinya," balas Fugaku dengan bijak. Tak lama kemudian, seorang bocah dengan masker menutupi mulut dan sebagian wajahnya datang membawakan 2 cangkir teh.

"Ini tehnya, sensei," ujar bocah itu, Kakashi. Minato meminum teh itu sedikit dan menatap si bocah.

"Kakashi-kun, kau terlalu cepat menyeduh tehnya. Apa ayah tidak mengajarimu cara bikin teh yang greget?" ujar Mintao. Si bocah yang dipanggil Kakashi hanya mengangguk dan berkata, "Jiraiya-san hanya mengajariku cara bikin kue dan makanan-makanan ringan lainnya."

"Cih, dasar ayah mesum itu. Ya sudah, nanti aku ajari sebentar. Tapi tenang saja, ini sudah cukup greget untuk pemula," balas Minato. Kakashi tersenyum dibalik maskernya dan menunduk kecil sebelum berjalan kembali ke dapur. Minato kembali menatap kearah sahabatnya yang sedari tadi sudah menyeruput teh hijau buatan Kakashi.

"Ini sudah enak, kau tidak usah mengkritik anak kecil, Minato," ujar Fugaku.

"Tidak bisa! Dia harus dididik dengan keras supaya hebat!" bantah Minato, dengan semangat 45 sampai dia berdiri dan mengacungkan tangannya keatas. Dan dia sekilas melihat sosok gadis berambut merah yang terhenti didepan pintu café dan memutar badannya, lalu bersembunyi disamping vending mechine. Dia yakin itu Kushina.

"Dasar aneh," balas Fugaku, "Ngomong-ngomong, akhir-akhir ini aku melihatmu selalu seneng. Kenapa?"

"Eh? Aku tidak boleh merasa gembira? Harusnya kau senang, Fugaku! Aku menemukan tulang rusukku yang telah lama ilang. Kalau diibaratkan, kaya Jellal yang akhirnya ketemu sama Erza, aku merasakan romansa mereka! Sekarang aku mengerti bagaimana rasanya. Hehehe," jawab Minato. Dia baru saja ingin teriak memanggil Kushina, tapi ponselnya tiba-tiba bergetar. Dia segera mengambil ponselnya. Ada e-mail masuk dan itu dari Kushina. Minato langsung sumingrah dan senyum-senyum sendiri. Itu e-mail pertama dari Kushina yang dia terima setelah 3 hari memberikan kartu namanya kepada Kushina.

'Woi, segera singkirkan Fugaku dari sana. Tidak ada yang boleh tahu aku kerja disini!' Minato tersenyum dan membalas e-mail Kushina, 'Nande? (^_^) dia orangnya baik, kok. Jangan-jangan kau simpanannya Fugaku? (0_0) jahat sekali kau menduakanku, kushi-chan~ wwwww'

"Ada apa, Minato?" Tanya Fugaku, agak keheranan melihat tingkah Minato yang kaya bayi abis dikasih lollipop.

"Na, nan demo nai*!" balas Minato lalu memasukkan ponselnya kesaku celana.

"Ah, sudah jam segini! Aku harus kerja lagi! Fugaku, maaf tapi…" tambah Minato.

"Oh, kau benar. Aku akan pergi sekarang," balas Fugaku.

"Eh, ijinkan aku mengantarmu sampai depan!" tawar Minato.

"Tidak usah, Minato."

"Daijyoubu*!"

"Kau Cuma mau bolos, kan?"

"Kagak, sumpeh!"

"Ya sudahlah…"

Akhirnya Minato menemani Fugaku keluar café. Ini adalah rencana besarnya. Dia tahu, Kushina pasti butuh bantuannya untuk mengalihakan perhatian fugaku. Kalau dia membantu Kushina dengan mengalihkan perhatian temannya itu, Kushina akan berterima kasih padanya dan bilang kalau sebenarnya dia masih ingin bersama Minato selamanya. 'Yup, jenius!' batin Minato. Dan dengan rasa percaya diri tertingginya, dia yakian kalau rencananya pasti berhsil.

Dan akhirnya Fugaku sudah pergi tanpa mengetahui Kushina bekerja di Doukaku café. Minato dengan cepat berari mencari Kushina. Dan akhirnya menemukan sang gebetan di dapur.

"Jadi Kakashi-kun ingin jadi murid boss soplak? Kenapa!" Minato bahkan belum berkata apapun, tapi dia langsung mendengar pernyataan yang nge'jleb' dari Kushina.

"Sebelumnya aku berlatih ditempat jiriya-san, tapi sudah tidak sanggup. Dan kebetulan sensei lebih normal dari jiraiya-san, nee-chan," balas Kakashi dengan tetap serius mengerjakan tugasnya mengelap piring. Kushina tersenyum pasrah. Kalau sudah begini, dia tidak bisa menyelamatkan si bocah aneh yang unyu itu dari cengkraman otaku laknat yang menajdi boss-nya.

"Ehem!" Kushina menoleh kebelakang dan menemukan Minato berdiri bersandar di dinding sambil menyilangkan tangan di dada.

"Apaan, hah?!" ujar Kushina ketus.

"Ngapain kamu pakai kostum Aida Riko*?" Tanya Minato.

"Lho, ini kan memang pekerjaanku, soplak!"

"Nein, nein*…. Kamu kan sudah jadi maid pribadiku. Aku sengaja diam selama ini dan membiarkanmu bertindak semaumu. Tapi….tapi…aku sudah tidak tahan!"

Duagh! Kushina langsung memukul perut Minato sekuat tenaga. Dia sudah biasa dengan tingkah sang atasan. Tapi tetap saja Kushina merasa harus tetap memberikan 'pelajaran' kepada Minato, sebelum hal buruk akan benar-benar terjadi.

"Maid pribadi dengkulmu! Sampai dunia kiamat pun aku tidak akan pernah mau jadi maid pribadimu. Iih, amit-amit," balas Kushina dengan penuh penekanan dikalimat akhir.

"Sensei, kak Sasori katanya masih dalam perjalanan. Tapi obito bilang dia tidak mau membantu di Doukaku café," ujar Kakashi yang ternyata sedang membaca e-mail dismartphone-nya.

"Paksa!" balas Minato tanpa mengalihkan pandangannya dari Kushina.

"Minato, 10 menit lagi café akan buka!" teriak Inoichi.

"Boss-sialan! Bazooka-ku mana?!" kali ini Gen Renji yang berteriak.

"Kushina-chan! Kamu dimana? Itu wig sama lensa kontaknya belum dipake!"

Minato mengerucutkan bibirnya, dia menatap Kushina dan berkata, "Ayo semangati aku! Beri aku ciuman!"

"Haaah?!" Kushina menaikkan sebelah alisnya. Baru saja dia akan melayangkan jurus pamungkasnya kearah Minato, tapi Minato dengan mudah menangkisnya.

"Kalau kau menciumku, aku bisa bekerja dengan benar tanpa istirahat sampai sore. Aku bahkan siap lembur," pinta Minato atau lebih tepatnya perintah Minato.

Kushina berkacak pinggang dan menatap ocean blue Minato. Dia tidak peduli se-absurd apa atasannya ini. Tapi siapapun akan khawatir melihat seseorang bekerja nonstop dari pagi sampai sore. Dan tidak terkecuali Kushina.

"Yada*!" balas Kushina.

"Lakukan!"

"Yada!"

"Lakukan! Ini perintah!"

"Yada!"

"Kalau begitu kau kupecat dan jadi maid priba.."

Duagh! Kushina memukul perut Minato -lagi. Dia segera berjalan melewati Minato dan menemui Mikoto yang sedari tadi mencarinya. Sementara itu, Minato memegangi perutnya yang sekarang terasa sangat sakit.

"Dasar, baka-sensei…" Kakashi menggelengkan kepalanya. Mungkin benar perkataan Kushina kepadanya tadi. Berhubungan dengan Minato hanya akan membuatmu kesal dan mnggelengkan kepala.


Todomaru koto wo yameta bokura wa tagai no tobira akehanatteku

Kawaita kaze ni kyou ga somerare bokura no hitomi ni hizashi ga tobikonda

(Kita tidak lagi membiarkan diri kita untuk berhenti. Kita buka semua pintu dan bebeaskan yang lain

Angin kemarau mungkin akan menyelimuti kita lagi hari ini, namun nyala api akan tetap bersemayam di mata kita)


"F#m….Bm….C….D….jeng, jreng jeeeng! Pam, pang, pang!" Kushina bersenandung dengan aneh saat dia kebagian tugas menyapu sebelum café akan ditutup sejenak untuk istirahat siang. Dia meloncat-lonacat sambil meng-genjreng sapunya. Dan tiba-tiba dia mengubah posisi sapunya seolah-olah sapu itu adalah tongkat microphone. Diapun mulai bernyanyi dengan suara pelan,

"stay cool

Can we fly all the over to you?

You can always come back home

We're in the sun now

Do you have time to play until your friends go home?

Ditch your clothes."

Plok! Plok! Plok! Kushina tiba-tiba berhenti bernyanyi. Dia menolehkan kearah kanan dan mendapati seorang pemuda duduk di bangku sambil meminum kopi cappuccino. Wajahnya ditutupi oleh masker hingga hanya terlihat kedua matanya yang berwarna hijau saja sedangkan rambutnya tertutupi tudung jaketnya. Kesan misterius pasti muncul saat pertaman kali melihat orang itu. Tapi tidak bagi Kushina. Tanpa ditanyapun Kushina langsung mengetahui identitas sosok itu. Sosok yang begitu 'dekat' dengannya saat SMP dulu, Kakuzu.

"Hisashiburi desu ne*, Kushina," sapa Kakuzu. Kushina terdiam dan membatu. Dia ingin mengatakan sesuatu, tapi tidak bisa. Bahkan tanpa dia inginkan, tubuhnya gemetaran.

"Kenapa? Kau takut?" Tanya kakuzu. Dan sekali lagi Kushina hanya terdiam. Pupilnya mengecil diikuti dengan keringat dingin yang mulai mengalir.

"Ke…kenapa…kau…ada…disini?" Tanya Kushina dengan susah payah dan agak terbata-bata. Sementara itu, Kakuzu hanya tersenyum dibaik maskernya.

"Karena kudengar café ini sangat menarik. Ternyata kau bekerja disini. u-re-shi-i-na*," balas kakuzu, "setelah lama tidak bertemu, aku ingin kau kembali 'melayani'ku seperti dulu lagi."

Kushina semakin tegang. Dia tidak sanggup berteriak, memukul, atau bahkan berlari. Hanya diam membatu dan berharap Minato datang menolongnya dan membawanya pergi dari sini. Semakin lama, Kushina semakin gemetaran, ini bukan rasa takut. Kushina tidak pernah merasa takut pada manusia, dia bukan gadis pecundang. Dia tahu satu-satunya yang membuat Kushina menjadi merasa seperti ini adalah masa lalunya bersama Kakuzu.

"Minato…tatsukete*," gumam Kushina. Kini dia benar-benar berharap Minato atau siapapun itu akan datang menolongnya.

"Apa katamu? Minato?" ujar Kakuzu. Dia mengulurkan tangannya dan meraih pundak Kushina. Dia berbisik di telinga Kushina, "Harusnya kau ingat aku pernah bilang kau tidak boleh jadi milik siapapun."

Kushina membelalakkan matanya. Suara Kakuzu yang berat mengalun perlahan ditelinganya dan membuat gadis berambut merah itu merasakan mual yang sangat menyakitkan. Tak lama setelahnya, Kushina terjatuh kelantai dan muntah. Pengelihatannya memudar dan dia merasakan pusing.

Seseorang harus benar-benar menyelamatkannya dari Kakuzu sekarang...


Tsuzukuuuuuuuuuuuu~~!


Ah, sebelum Mizutto basa-basi, Mizutto akan bahan yang pake tanda bintang dulu, ya~ se no!

Kinako Nanobana: karakter cewek dalam Inazuma Eleven Go 2: Chrono Stone. Lumayan unyu sebagai seorang pemain bola =w= *plak!*

Nan demo nai: Bukan apa-apa! atau ngaak ada apa-apa!

Daijyoubu: tidak apa-apa, kok! Atau bisa juga artinya aku baik-baik saja.

Aida Riko: Pelatih basket di SMA Seirin dalam anime Kuroko no Basuke. Cewek yang cukup menyebalkan, mengingat dia hidup dikelilingin cowok-cowok keren...*keluarin boneka vudu* *digampar ama fans riko*

Nein: yang ini bahasa Jerman. Artinya: nggak.

Yada: Ogah! Atau Nggak mau! Ehm, kata ini nggak ada dalam kamus, tapi sering diucapkan dianime.

Hisashiburi desu ne: Lama tidak bertemu.

U-re-shi-i-na : Ureshii na. Artinya, menyenangkan...

Minato…tatsukete: Minato...tolong~! *plak*


Yatta~! Akhirnya bisa Update! Kenapa harus hari ini? kenapa?

Selain karena hari ini adalah hari keberuntungan Mizutto, besok juga Dried Up Youthful Flame Riliiiis~tanggal 30 juli 2014! yeyeyey! *dilempar sendal mushola*

Itu, looh...Openingnya Free Eternal Summer yang dibawain sama Band Favorite Ane, OLDCODEX ^_^

Walaupun besok baru rilis, tapi Mizutto udah dapet link donlotan bajakannya..*digampar pake raket tennis*

Oke, lupakan.

Di e-mail balasan dari Minato, ada wwwww. maksudnya wwww itu sama kaya wkwkwkw, 'W' diambil dari huruf depan dari bahasa jepangnya 'warui' kalo nggak salah. gitu :/

Terus, mulai Chapie ini ada banyak chara baru yang muncul. Ada dedek Kakashi, dkk juga Kakuzu yang aslinya anggota Akatsuki yang mata duitan *plak!*

Mizutto juga mau bilang buat semua reader-tachi, Makasih buat supportnya~! makasih udah mau nungguin cerita Mizutto, sudah review, nge-fav dan bahkan nge-follow 'w' Makasih juga buat yang udah balas PM dari Mizutto.

Yo, yo, yo, Udah selese baca~ ayo direview, minna~! Ripyu shite kudasai~!

Oh, iya, sekali lagi, reviewnya akan Mizutto balas via PM, ya~ biar bisa lebih deket dengan reader-tachi ^^/

JYA NE!


Next at AkagamiX Otaku Doki Doki 7:

Amarah Minato sudah mencapai puncaknya sekarang

Dia mau berteriak histeris, tapi tatapan tajam Kushina berhasil membuatnya kembali tenang.

"Kau…kakuzu! Apa yang kau lakukan pada Kushina?"

"hentai!"

"aku tidak mau mengerti! Kemana perginya Namikaze-nii yang keren itu?"

Amarah Minato sudah mencapai puncaknya sekarang