Chapter 1

Perkenalkan, namaku "D" you can call me "D"

Sebelum aku mulai ceritanya, aku mau jelasin dulu kalau cerita ini terinspirasi dari berbagai film, buku, kisah nyata, dan segala macam karya sastra yang ada. Jadi please... kalau ada kesamaan kata atau alur, maafkan D... bukan maksud D untuk copas tapi yang pasti jalan cerita akan sepenuhnya D rombak. Terima kasih udah mau mampir Love ya All

First Meet

"Kudengar ada murid baru ya?" tanya Kyungsoo sebelum pemuda bermata lebar itu melahap sesendok nasi goreng kimchinya.

"Aku dengar dari Sehun, dia orang yang kaku dan dingin. Dia sekelas dengan Sehun. Tapi satu hal yang harus kalian tau, wajahnya sangat lumayan" Luhan merespon sambil mengunyah kripik kentangnya semanagat.

"Oh ya? Bahkan Sehun yang flat face pun ada tandingannya?" tanya Xiumin polos.

Di jam istirahat seperti ini, Luhan, Xiumin, Kyungsoo, dan ZiTao memilih pergi ke kantin. Sebenarnya ZiTao malas untuk bergabung karena akan lebih dominan dengan 'gosip' ketimbang acara makan siang disana. Dan ZiTao bukan pribadi yang suka menggosip. Luhan, pemuda cantik penyuka Hello Kitty sekaligus kekasih Sehun itu kini menduduki kelas 3 SMA bersama dengan Xiumin. Kyungsoo, pemuda bermata bulat itu satu angkatan dengan ZiTao, Sehun, Kai, dan Chen. ZiTao, pemuda atlet wushu ini memiliki sifat yang tenang dan sedikit pendiam. Walaupun sangat dekat dengan Luhan, Xiumin, dan Kyungsoo, namun dia tetap tertutup selain dengan ketiga gegenya itu.

"Siapa namanya?" tanya Xiumin lagi setelah sandwichnya tertelan.

"Aku tidak tau siapa namanya, tapi aku pernah bertemu dengannya." Ada jeda. Tiba-tiba Luhan menyipitkan mata ke arah luar "Ah, itu dia!" tunjuk Luhan pada jendela kantin. Disana, ada pemuda berambut cokelat gelap sedang berjalan melewati lorong tempat kantin berada. Luhan dan yang lain menoleh untuk melihat rupa anak baru yang Luhan ceritakan. Tubuhnya cukup tinggi, hidungnya mancung, dan wajahnya terlihat imut dan tampan secara bersamaan walau dilihat dari sisi samping saja. Kaku dan dingin? Dilihat dari mana?

"Kaku dan dingin? Kau yakin Lu?" tanya Xiumin bingung

"Aku juga tidak percaya dengan ucapan Sehun. Tapi Sehun bilang dia orang yang kaku dan dingin melebihi balok es"

"Ok. Mungkin karena dia yang sekelas dengannya, jadi dia yang lebih tau" ucap Kyungsoo sambil mengangkat bahunya cuek.

"Bagaimana Zi? Dia tampan kan?" tanya Luhan pada Tao yang masih diam. ZiTao menoleh pada Luhan yang tersenyum aneh lalu kembali fokus pada makan siangnya.

"Ya..mungkin."

"Mungkin? Kau belum pernah tertarik dengan satu orang pun kah, ZiTao?"

"Lu ge, aku masih bisa menyukai seseorang. Hanya saja aku bukan tipe orang yang tertarik pada 'pandangan pertama', kay?"

Luhan tertawa mendengar kalimat ZiTao dan menyenggol bahu ZiTao agak keras.

"Ya, mungkin saja kau tertarik?" Luhan menaik turunkan alisnya bermaksud menggoda ZiTao. ZiTao hendak protes namun interupsi bel masuk sudah berbunyi nyaring membuat Xiumin mengerang kesal karena acara makan siang yang belum cukup lama menurutnya. Kyungsoo lalu merangkul pundak ZiTao dan berjalan beriringan dengan yang lain menuju kelas masing-masing. Aku harap tidak akan pernah tertarik dengannya ge, desis ZiTao dalam hati.

...

Guru Lee meminta ZiTao untuk mengambil beberapa buku pelajaran di ruang guru. Lorong kelas tampak sepi karena pelajaran masih berlangsung. Sebelum pergi ke ruang guru, ZiTao mampir ke toilet untuk mencuci muka. Siang ini pelajaran biologi membuatnya lelah dan menguap berkali-kali. Zitao baru saja membuka pintu kamar mandi dan tampak seseorang sedang mencuci tangannya di wastafel. ZiTao melangkah mendekati wastafel lain dan mulai mencuci muka, berharap kantuknya hilang. Namun ZiTao merasa diperhatikan. Dan akalnya memintanya untuk melihat apa yang terjadi. Dan disitulah dia. Siswa baru yang Luhan ceritakan. Seseorang yang mencuci muka tadi adalah anak baru itu. Dia memperhatikan ZiTao melalui kaca seolah-olah ZiTao adalah ancaman terbesarnya. ZiTao membasuh mukanya dan menoleh menatap anak baru. Dan baru ZiTao sadari jika dia punya mata cokelat yang tajam. ZiTao tak gentar dan jadilah mereka berpandangan selama beberapa detik. Tak ada yang bicara. ZiTao ingat amanat yang diberikan Guru Lee dan melangkah keluar toilet tanpa memikirkan tingkah aneh anak baru barusan. Untunglah jarak toilet dan ruang guru tidak terlalu jauh. Kau benar ge, dia memang orang yang kaku dan dingin seperti balok es.

...

Luhan hampir terlonjak saat mendengar cerita ZiTao di toilet tadi. Luhan langsung menyerbu ZiTao dengan berbagai pertanyaan. Salah satu yang ZiTao malas untuk dengar dan jawab adalah "dia sangat lumayan kan?" dalam situasi seperti ini, Luhan masih saja bertanya tentang rupa anak baru itu? Bahkan Zitao tidak peduli dengan rupa anak itu. Namun, Luhan tetap penasaran dan masih melontarkan banyak pertanyaan hingga mereka berdiri di pinggir tempat parkir, menunggu Sehun. Xiumin dan Kyungsoo sudah dijemput oleh kekasih mereka masing-masing –Chen dan Kai-.

"Kupikir cukup untuk membahasnya, ge." Tolak ZiTao sekali lagi. Luhan mendengus. "Kenapa?" ZiTao tersenyum.

"Karena aku tidak mau berpikir keras dengan sifat anehnya dan itu bukan masalah yang penting"

"Tapi-"

"Itu Sehun" ZiTao memotong "Lebih baik sekarang gege ikut pulang dengan Sehun tersayang karena ini sudah terlalu sore" Luhan merengut protes, tapi akhirnya menurut.

"Kau, atau aku, atau mungkin kita, harus bertemu dengannya lagi" ucapnya kemudian melambaikan tangan dan menghampiri Sehun yang sudah siap dengan motornya. Bunyi klakson menandakan Sehun pamit pulang dengan Luhan. ZiTao balas melambai dan memandangi dua sejoli itu yang semakin jauh.

Hari sudah mulai gelap, tapi ZiTao masih betah diam di halte sekolah. Bukan karena bis yang tidak kunjung datang, ZiTao hanya belum ingin pulang. ZiTao merenungkan anak baru tadi. Luhan benar. Kau, atau aku, atau mungkin kita, harus bertemu dengannya lagi. Dan kali ini, anak baru itu yang mendatangi ZiTao. Dia sudah berdiri di depan halte dengan wajah dingin seperti yang dilakukannya di toilet tadi.

Tbc

Maaf kalau gasuka.. udah lama pengen nulis, jadi inilah hasilnya. Bagus? Lumayan? Atau malah jelek? Trims yang udah mau baca and review/like juseyo...