-SWITCHING COUPLE 2-

Wonwoo menggeliat tidak nyaman dalam tidurnya. Ada sesuatu yang berat sedang menimpa tubuhnya saat ini. Membuat dirinya sedikit sesak dan kesulitan bernapas.

Wonwoo meraba-raba sesuatu di atas tubuhnya itu. Terasa seperti rambut? Turun ke bawah, terasa seperti kulit? Sesuatu itu menggeliat ketika Wonwoo meraba kulitnya.

Wonwoo tersenyum. "Mingyu-ya~, kau memang seharusnya menempel padaku seperti ini, bukan dengan yang lain." Kata Wonwoo setengah mengigau, karena matanya masih tertutup rapat.

Ia memeluk sesuatu itu dengan lebih erat. "Apa kau kabur dari kamar Minghao? Kau kan tidak seharusnya berada disini."

Pelan-pelan Wonwoo membuka matanya, lalu mengerjap demi beradaptasi dengan cahaya lampu. Matanya menyipit ketika mendapati Mingyu yang sedang menimpanya kini menjadi lebih putih dan hidungnya lebih mancung.

"Astaga! Ini... Jun?"

Wonwoo tertegun melihat wajah Jun. Ia tidak pernah melihat Jun dalam radius sedekat ini.

Kenapa Jun menjadi sangat manis saat sedang tidur begini?

Plak!

Wonwoo menampar wajahnya sendiri demi menghilangkan pikiran aneh yang tiba-tiba muncul di kepalanya. Sekali. Dua kali.

Ia kemudian mendorong tubuh Jun dengan sangar, hingga tubuh yang terlelap itu terjatuh dari atas kasur dan terbangun.

"Aduh! Kenapa kau mendorongku begitu sih, Won?" Rintih Jun, yang mencoba membangunkan dirinya yang terasa remuk. Ia jatuh dari kasur yang cukup tinggi dan langsung menimpa lantai. Dalam keadaan tidur pula.

"Salah sendiri, kenapa menimpaku saat tidur!" Balas Wonwoo.

Jun mengelus-elus punggungnya yang terasa paling sakit. "Oh, maaf. Saat tidur, aku memang biasanya suka tidak sadar dan tiba-tiba sudah berada di atas tubuh Minghao saat bangun."

Mata Wonwoo membesar mendengar pernyataan yang tiba-tiba keluar dari mulut Jun.

"YA! Jangan coba-coba melakukannya saat sedang tidur bersamaku ya! Kau harus tahu dimana kau tidur!" Seru Wonwoo dengan nada yang meninggi.

Jun berdecak mendengarnya. "Kau kan tidak akan sampai hamil, Won. Kenapa berlebihan sekali, sih." Kata Jun, lalu berlalu masuk ke kamar mandi.

"Kalau sampai kau tidur menimpaku lagi, lebih baik kau tidur di lantai saja!" Teriak Wonwoo agar terdengar sampai ke kamar mandi.

"Kau saja yang tidur di lantai!" Balas Jun, sedikit tidak jelas karena sedang menggosok gigi.

Sementara itu di kamar satunya...

Mingyu mengerjap-ngerjapkan matanya saat terbangun di pagi hari. Ia tersenyum, karena hal pertama yang dilihatnya saat bangun adalah wajah indah Minghao yang sudah rapih dengan rambut sedikit basah khas baru mandi.

"Kenapa tidak membangunkanku?" Tanya Mingyu sambil mendudukkan dirinya, lalu menyandarkan punggungnya pada sandaran kasur.

Minghao menggeleng. "Memandangi wajah damai orang yang sedang tertidur itu menyenangkan." Minghao kemudian mengambil segelas susu yang tadi diletakkannya di atas nakas. "Ini untukmu."Katanya, sembari menyodorkan gelas itu pada Mingyu.

Mingyu gembira sekali menerima segelas susu hangat dari pasangannya di pagi hari. Selama berpacaran, Wonwoo tidak pernah membuatkannya susu.

"Kau baik sekali sampai membuatkanku susu segala." Ujar Mingyu. Ia hendak menegak susunya, namun terhenti ketika mendapati potongan buah lemon di bibir gelasnya. "Untuk apa lemon ini?" Tanyanya pada Minghao.

Minghao tertawa malu, lalu melepaskan potongan lemon itu dari gelasnya. "Jun hyung biasa meminum susunya dengan perasan buah lemon. Aku jadi lupa kalau susu ini kubuatkan untukmu." Kata Minghao.

"Lain kali berikan buah stroberi saja. Aku suka stroberi." Ujar Mingyu, kemudian menegak habis susunya.

Minghao mengangguk mengerti. "Baiklah kalau begitu."

.

.

Pagi itu, setelah selesai sarapan, Jun dan Wonwoo duduk di sofa di depan tv dengan masing-masing memegang buku untuk dibaca. Jun membaca komik, sementara Wonwoo membaca sebuah novel. Duduk di bawah dengan menyandar pada sofa, ada Chan yang sedang menonton acara musik. Tak lama, Jeonghan datang dengan membawa majalah, lalu duduk menyempil di antara Jun dan Wonwoo. Disusul dengan Minghao dan Mingyu yang datang setelahnya dengan membawa biskuit.

"Cemilan datang~" Seru Mingyu.

Lee Chan yang berdiri pertama kali ketika mendengar seruan Mingyu, ia bahkan telah mengambil beberapa potong biskuit tanpa membiarkan Mingyu duduk terlebih dahulu.

Hansol dan Seungkwan menyusul kemudian, dengan berlarian dari kamar mereka.

Sementara Jun dan Wonwoo terlihat tidak begitu tertarik dengan biskuit berbentuk hati yang ditawarkan oleh Mingyu dan Minghao.

Jeonghan justru lebih tertarik dengan dua maknae yang baru saja datang.

"Hansol-ah! Seungkwan-ah! Apa yang kalian lakukan di kamar berduaan?" Selidik Jeonghan, bahkan sebelum Hansol dan Seungkwan menghabisi buskuit pertama mereka.

"Kami hanya menonton film kok, hyung." Jawab Seungkwan dengan mulut penuh biskuit. Hansol meyakinkan dengan anggukan.

"Hyung pernah bilang untuk tidak berduaan di kamar, kan? Kalau ingin menonton ajaklah Chanie juga." Ujar Jeonghan menaseti.

Para maknae masih di bawah umur. Jeonghan tidak mau mereka sampai terkontaminasi seperti hyung-hyungnya yang lain. Agar itu tidak terjadi, Jeonghan juga sengaja mengatur agar trio maknae ini tidur di kamar yang sama.

"Sekarang duduk dan nonton bersama disini. Jangan coba-coba berduaan di kamar lagi!" Perintah Jeonghan.

Hansol dan Seungkwan pun menurut, meskipun dengan mulut yang manyun dan gerutuan.

Beberapa menit kemudian, Seungcheol datang menghampiri mereka dengan semangat berlebih dan menyita perhatian mereka.

"Anak-anak~ hyung punya kabar baik!" Serunya dengan senyuman yang mengembang.

"Kabar apa?" Tanya Jeonghan.

"Barusan manager hyung menelepon, dia bilang hari ini jadwal kita kosong seharian!"

"YEAAYY!"

Sorak sorai seketika memenuhi ruangan itu. Para maknae bahkan sampai melompat-lompat dan menari akibat kesenangan.

"Ada apa ini ribut-ribut?" Celetuk Soonyoung yang baru keluar dari kamarnya, dengan wajah yang masih lusuh akibat baru bangun tidur.

"Hari ini jadwal kita kosong, hyung!" Seru Lee Chan.

Mata Soonyoung terbuka mendengarnya. "Sungguh?" Katanya. "Aku akan beritahu yang lain!" Soonyoung lantas berlarian ke setiap kamar dimana penghuninya masih terlelap.

"Karena tidak ada jadwal, bagaimana jika kita berkencan hari ini?" Tawar Mingyu pada Minghao, tanpa ada yang menyadarinya. Kecuali Wonwoo tentu saja.

"Itu ide yang bagus!" Balas Minghao sangat antusias. "Kita ajak Jun hyung dan Wonwoo hyung juga, ya. Biar ramai."

Mingyu menggaruk belakang kepalanya. Minghao lucu sekali, sejak kapan kencan itu harus beramai-ramai.

Tapi Minghao sepertinya tidak peka dengan ekspresi wajah Mingyu, karena ia tetap menawari Jun dan Wonwoo untuk ikut bersama mereka.

"Hyung, ayo kita kencan bersama hari ini!" Ajak Minghao.

Jun hendak membuka mulutnya untuk menyetujui ajakan Minghao, namun Wonwoo memotongnya.

"Tidak. Aku dan Jun akan berkencan dengan membaca buku di dorm saja hari ini." Kata Wonwoo sedikit ketus.

Jun menghela napas kesal karena ia sebenarnya ingin sekali ikut.

"Kalau Jeonghan hyung dan Seungcheol hyung ingin ikut tidak?" Tawar Minghao lagi.

"Tidak, aku dan Seungcheol hanya akan beristirahat di dorm saja." Jawab Jeonghan sembari membalik majalahnya.

"Kami saja, hyung! Kami saja!" Seru Seungkwan dan Hansol berbarengan.

"Tidak! Kalian masih kecil, belum boleh berkencan!" Larang Jeonghan, lagi-lagi membuat kedua maknae itu cemberut.

Karena tidak ada yang ingin ikut, maka Mingyu dan Minghao pun berdiri. "Kalau begitu kami pergi dulu, ya. Annyeong!" Kata Mingyu, lalu berlalu pergi bersama Minghao dalam gandengannya.

Kemudian, terdengar suara pintu dorm yang tertutup, menandakan Mingyu dan Minghao sudah berada di luar dorm.

Wonwoo menutup novelnya, lalu meregangkan tubuhnya yang terasa sedikit pegal.

"Jun, mungkin sebaiknya kita juga berjalan-jalan di luar. Mencari udara segar." Ajak Wonwoo.

Jun mendelik padanya. "Kau bilang tadi ingin membaca buku di dorm saja." Protes Jun.

"Jangan protes! Cepat ambil jaketmu, di luar dingin sekali."

Meskipun dongkol, tapi Jun mengikuti kemauan Wonwoo juga. Dia sendiri sebenarnya sudah merasa bosan sekali hanya membaca buku di dorm.

Setelah berpamitan, Jun dan Wonwoo pun ikut keluar, menyusul Mingyu dan Minghao yang sudah mendahului mereka.

Tepat ketika terdengar bunyi pintu tertutup, Jeonghan menutup majalahnya.

"Seungcheol-ah! Cepat ambil jaket, topi, dan maskermu!" Perintah Jeonghan pada Seungcheol yang baru saja datang dari dapur dengan membawa secangkir kopi.

"Untuk apa?" Tanyanya keheranan.

"Kita akan melakukan penyelidikan." Bisik Jeonghan agar tidak didengar oleh para maknae yang sedang memperhatikan mereka dengan raut penasaran.

Setelah terdengar pintu dorm tertutup, kini giliran Hansol dan Seungkwan yang beraksi.

"Hansol-ah! Ayo kita lanjutkan yang tadi!" Ajak Seungkwan.

"Ayo!" Balas Hansol.

"Hyung, aku mau ikut dong..." Pinta Lee Chan dengan wajah memelas.

"Tidak!" Kata Seungkwan. Kemudian ia kembali berbalik, "Jangan coba-coba menguping!" Tambah Seungkwan lagi.

"Jangan coba-coba menguping!" Kata Hansol mengikuti Seungkwan.

Chan menghela napas, lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa. Meratapi dirinya yang selalu saja ditinggal sendirian.

.

.

Ajakan Wonwoo tadi bukanlah ajakan untuk jalan-jalan yang sesungguhnya, melainkan ajakan untuk mengikuti Mingyu dan Minghao secara diam-diam. Saat Jun protes mengapa harus diam-diam, Wonwoo bilang ini demi melihat apa saja yang dapat dilakukan oleh Mingyu dan Minghao tanpa mereka. Jun pun setuju.

Jadilah, mereka saat ini mengikuti setiap pergerakan Mingyu dan Minghao, tanpa menyadari ada Jeonghan dan juga Seungcheol yang justru mengikuti dari belakang mereka.

Hal yang dilakukan Mingyu dan Minghao hanyalah hal-hal biasa yang dilakukan oleh pasangan yang sedang berkencan. Membeli arum manis yang dibagi berdua, lalu berfoto bersama badut, kemudian membuat karikatur wajah mereka berdua, serta membeli es krim.

Masih hal yang wajar. Jadi, Jun dan Wonwoo masih mengikuti mereka dalam persembunyiannya, dengan sabar.

Selama tiga jam berkeliling di taman hiburan, akhirnya Mingyu dan Minghao mendudukkan diri mereka pada sebuah bangku taman.

Wonwoo menarik Jun ke balik rimbunan semak, sementara Jeonghan menarik Seungcheol ke balik tembok, demi menyembunyikan diri mereka.

Minghao memperhatikan setiap orang yang berjalan di depannya, dan terkejut ketika pandangannya jatuh pada pasangan yang sedang berciuman. Minghao menggeliat geli setelah melihatnya.

"Kau ini seperti tidak pernah berciuman saja." Cela Mingyu, setelah menegak habis sebotol soda.

Minghao mendengus. "Aku memang belum pernah berciuman." Katanya.

Mata Mingyu melebar, karena tidak percaya. "Saat bersama Jun hyung juga tidak pernah?" Tanya Mingyu.

Minghao menggeleng. Kemudian ia teringat sesuatu, "Oh, waktu itu Jun hyung pernah hampir menciumku, sih." Ujarnya pelan.

Jun yang masih bersembunyi dibalik rimbunan semak menyipitkan matanya. Mencoba menerka-nerka apa yang sedang dibicarakan oleh Mingyu dan Minghao, melalui gerakan bibir mereka. Namun, sepertinya tidak berhasil.

"Apa sih yang sedang mereka bicarakan?" Kata Jun.

Jun tanpa sadar memanjangkan tubuhya, hingga berada dekat sekali dengan Wonwoo. Wonwoo sampai kaget ketika merasakan hembusan napas Jun di lehernya.

"Hampir? Berarti tidak jadi?" Tanya Mingyu.

Minghao kembali menggeleng.

"Kenapa?" Tanya Mingyu lagi.

"Karena aku tidak tahu caranya berciuman!" Seru Minghao, setengah kesal jika mengingat kejadian itu.

Mingyu tertawa mendengar jawaban Minghao yang begitu polos.

"Kalau begitu, mau kuajarkan?"

Mingyu menyeringai. Ia mendekatkan wajahnya pada Minghao, sementara Minghao menarik wajahnya menjauh. Mingyu pun memegangi kedua lengan Minghao, agar Minghao tidak bergerak dan tetap di tempatnya.

"Ya! Kenapa mereka semakin dekat?!" Protes Jun, yang tanpa sadar juga semakin mendekat ke arah Wonwoo.

Wonwoo menahan napasnya. Jun dalam radius yang begitu dekat dengan dirinya, mengapa membuatnya merasa aneh seperti ini.

"J-Jun..."

Jun menoleh. Kini hidung Jun dan Wonwoo saling bersentuhan.

Satu detik.

Dua detik.

Wonwoo pun menarik belakang kepala Jun, lalu menabrakkan bibirnya pada bibir Jun dengan frustasi.

Mata Jun melebar akibat tindakan Wonwoo yang tiba-tiba.

Wonwoo menarik Jun semakin dekat, semakin dalam, demi menyalurkan seluruh perasaan yang mengganggunya. Entah untuk Mingyu, atau memang untuk Jun, Wonwoo pun tidak mengerti.

Perlahan mata Jun menutup. Menikmati setiap getaran yang disalurkan kepadanya, tanpa tahu caranya untuk berhenti.

Sama halnya dengan Mingyu dan Minghao, yang saling merasakan satu sama lain, namun tidak tahu dalam alasan yang seperti apa.

Jeonghan menutup mulutnya yang terhalang masker dengan kedua tangannya. Ini bukanlah pemandangan yang ia harapkan.

"Ternyata mereka sudah dewasa." Celetuk Seungcheol.

Jeonghan menggeleng kuat-kuat, "Tidak. Ini salah Seungcheol-ah!" Katanya frustasi. "Ini sungguh salah."

Wonwoo kemudian melepaskan pangutannya dari Jun dengan sangat hati-hati. Ia lalu menempelkan dahinya pada dahi Jun, serta menangkup wajah dihadapannya.

Napas hangat mereka saling beradu satu sama lain.

Jun membuka matanya pelan-pelan. Tidak tahu apa yang harus dilakukannya ketika mata sayunya bertabrakan dengan sorot tajam Wonwoo.

"Mianhe." Bisik Wonwoo.

Bisikan yang sangat halus, namun Jun dapat mendengarnya dengan jelas di antara napasnya yang beradu.

Mianhe?

.

.

Semenjak hari itu, keempatnya berubah menjadi sosok yang pendiam. Mereka akan menjadi canggung ketika harus berinteraksi satu sama lain. Tanpa mereka ketahui, sesungguhnya rasa yang mereka pendam diam-diam itu adalah rasa yang sama.

Rasa bersalah kepada pacarnya yang asli, pacarnya yang sekarang, serta pacar pacarnya karena telah mencium orang lain.

Mencium orang yang tidak seharusnya dicium, dengan membawa seluruh perasaannya.

Hal ini tentu berpengaruh terhadap seluruh kegiatan yang mereka jalani. Mulai dari latihan, proses perekaman, hingga tampil di panggung. Semuanya tidak dapat mereka lakukan dengan benar. Keempatnya sama-sama lebih sering tenggelam dalam pikiran masing-masing.

Seperti kali ini. Ini, entah sudah kali keberapa Soonyoung menghentikan latihan di tengah-tengah lagu.

"Jun, Wonwoo, Mingyu, Minghao, keluar dari formasi sekarang!" Perintah Soonyoung. "Aku tidak tahu masalah apa yang sedang terjadi pada kalian. Tapi, cobalah selesaikan masalah itu sekarang. Kalian hanya boleh kembali jika masalahnya telah diselesaikan."

Keempat member yang namanya disebut tadi menurut, dan meninggalkan formasi mereka dalam langkah gontai.

Jeonghan hendak mengejar mereka, namun Seungcheol menahannya sambil menggeleng.

Setelah itu, Soonyoung kembali memutarkan lagu, dan mengisyaratkan member yang lain untuk kembali bersiap pada posisi awalnya. Mereka akan kembali berlatih tanpa keempat orang itu.

Jeonghan memperhatikan keempat orang itu yang kini berjalan meninggalkan ruang latihan.

Jeonghan sangat mengerti apa yang terjadi. Ia melihatnya sendiri kemarin, dan ia tahu apa yang mereka rasakan tanpa perlu bertanya.

Ciuman yang penuh dengan keputusasaan.

Jeonghan menggelengkan kepalanya kuat-kuat, dan mencoba berkonsentrasi pada gerakan yang sedang mereka latih.

Setelah ini, setelah latihan berakhir, Jeonghan pastikan akan mencari cara untuk membantu mereka keluar dari masalah mereka. Secepatnya.

-TBC-

Yuhuuuu~ aku mau mengucapkan banyak terimakasih kepada yang telah review, fav, follow, dan kepada semua yang telah membaca cerita ini. Berkat kalian, aku jadi lebih bersemangat untuk segera melanjutkan fic ini. Yeay! Terimakasih sekali :3

Gimana kelanjutannya? Pada suka gaa? Maaf deh ya kalau kiss scene nya ga berasa, soalnya ini scene yang secara tiba-tiba ditambahkan dan aku bukan author yang berpengalaman dalam menulis kiss kiss an.

Well, kalau berjalan sesuai rencana, kemungkinan fic ini akan diselesaikan dalam tiga chapter. Soo tetep dukung fic ini yaa :3

Last.. review juseyoo :3