"Mark kau memasak apa untuk sarapan pagi kita?" Jinyoung muncul dari balik pintu dapur dengan pakaian santai.
"hanya sup Jie kau mau jus atau susu?" Mark menjawab ssambil menaruh sup untuk masing-masing.
"apa pun itu asal dari kau akan ku habiskan pangeranku Mark"
Mark mencium bibir Jinyoung sedikit melumatnya duduk di samping Jinyoung. "Makanlah supnya untuk menghangatkan tubuhmu diluar hujan masih lumayan deras, apa kau ada janji dengan Jaebum?"
Jinyoung mempoutkan bibirnya "aku lebih suka hangat pelukan mu Mark dan aku tidak ada janji dengan siapa pun dan ku harap kau juga, aku ingin menghabiskan hariku ini denganmu Mark kekasihku tercinta, ayo makan telalu lama berbicara bisa-bisa sup ini dingin"
.
.
.
MarkJin
.
.
"yah walaupun aku tidak bisa memasak tapi setidaknya aku bisa membantu mencuci piring ini" jinyoung berbicara dengan Mark yang sedang membereskan bahan makan dan memasukkan ke dalam kulkas.
Mark memeluk Jinyoung-nya meletakkan dagunya di bahu jinyoung mencium aroma Jinyoung "baby kau tidak harus pandai memasak untuk menjadi istriku"
"Apa kau benar-benar yakin bisa merubah status kita Mark?" Jinyoung mengeringkan tangan dan berbalik menghadap Mark.
Tatapan sendu Jinyoung membuat Mark semakin bersalah, Mark seharusnya menjaga jinyoung degan baik orangtua mereka terlalu sibuk, dan Mark sepertinya benar-benar membuat pagi jinyoung seperti cuaca hari ini.
"Jie aku benar-benar mencintaimu lebih dari apapun, maaf jika oppa mu ini belum bisa membahagiakanmu sepenuhnya" Mark memeluk Jinyoung erat sangat takut kehilangan cintanya.
"aku tau Mark, sudah jangan bahas ini lagi. Aku mencintaimu dan kau mencintaiku. Kebahagiaan yang sederhana yang sungguh indah Mark dan lebih baik kita menonton tv saja sekarang, aku tidak suka suasana sedih seperti ini."
Mark mencium bibir manis Jinyoung " baiklah baby apapun untukmu"
.
.
Jinyoung duduk didepan Mark, dengan Mark yang memeluk tubuhnya. Jinyoung suka hari minggu seperti ini, hanya berdua dirumah, menghabiskan hari dengan Mark.
"mark bagaimana kalau kita jalan-jalan kepantai"
"tidak Jie sekarang sedang hujan"
Jinyoung memutar matanya dengan malas "bukan sekarang Mark, aku hanya mengajak tidak untuk hari ini, jika kita sama-sama ada waktu luang"
"baiklah baby saat ada waktu dan cuaca yang indah pasti aku akan selalu mengajakmu"
Jinyoung memutar badanya mengecup bibir Mark "terimakasih mark"
"Jie sekarang bukan masa suburmu bukan..emhh…yang tadi malam kau tau kan Jie aku tak memakai pengaman, apa tak apa-apa?"
"Tenang pangeranku ini bukan masaku dan setelah ini aku akan minum pil supaya tidak hamil"
Mark tersenyum membalas ucapan Jinyoung-nya. Suasana kembali hening Mark sibuk dengan pikirannya, bagaimana hubungannya dengan Jinyoung jika diketahui Jaebum-sahabatnya- dan orangtua mereka.
.
.
Kamar Mark diketuk oleh bibi Han -orang yang memantu membereskan rumaanya- membangunkan Mark dan akan pulang karena semua sudah beres. Mark menjawab dengan suara yang tidak terlalu keras tapi masih dapat didengar bibi Han.
Dengan senyum yang terpancar dari wajah tampan nya Mark memandang Jinyoung yang masih terlelap, wajah cantik dan juga damainya Mark sangat mengagumi Jinyoung-nya. Gadis yang menjadi incaran banyak laki-laki dikampusnya, dengan sikap tertutup-nya tetep tidak mengurangi kencantikannya. Gadis yang seperti anti social, menolak laki-laki yang menyatakan cinta kepadanya tanpa sepatah katapun, nmun menerima –sahabatnya- Jaebum.
Mark memberikan kecupan kecupan diseluruh wajah Jinyoung. Cara yang manis untuk membangunkan si cantik dari tidurnya. "Baby kau harus cepat bangun, kau ada kelas hari ini, dan aku yakin sebentar lagi Jaebum akan datang menjemputmu baby"
Jinyoung membuka matanya dengan malas, meminta morning kiss dari Mark dibibir, Mark jelas saja langsung memberikan kecupan untuk si cantik. Tak ada lumatan yang berarti, hanya tempelan yang menandakan sebuah pagi yang indah dan membagi rasa cinta yang mereka miliki.
Jinyoung beranjak dari tempat tidur Mark, dia harus kembali kekamarnya mandi dan bersiap-siap untuk kekampus, benar yang dikatakan Mark pasti sebentar lagi Jaebum oppa akan datang.
.
Jinyoung keluar dari kamar setelah semua siap, Jinyoung menuju dapur untuk sarapan pagi dengan Mark, dan Mark sudah duduk dengan Jaebum sama-sama menunggu si cantik untuk sarapan bersama. Jinyoung menyapa keduanya dan mengambil duduk dekat Jaebum-kekasihnya-. Jinyoung melirik Mark sekilas. Meletakkan susunya diatas meja setelah memakan rotinya sedikit. Jinyoung tak mau berlama-lama lebih tepatnya tidak mau menyakiti Mark dengan keberadaan Jaebum.
"ayo oppa kita berangkat, aku sudah selesai, Mark oppa aku berangkat lebih dulu ya". Jinyoung berlalu terlebih dahulu.
"Mark maaf kami duluan". Jaebum menyusul Jinyoung yang ternyata sudah berdiri disamping motor Jaebum.
Mark masih duduk di dapur Jinyoung dan Jaebum sudah berangkat. Mark mengambil ponselnya mengetik pesan untuk Jinyoung
Mark: hati-hati dijalan baby, kalau sudah sampai balas pesanku ya, aku mencintaimu..
Tepat setelah mengirim pesan untuk Jinyoung-nya Mark mendapat telpon dari ibunya.
"iya hallo mom, kabar kami baik, bagaimana kabar mom dan dady?
"ohh Jinyoung baru saja berangkat dengan Jaebum"
"iya mom nanti akan kusampaikan pada Jinyoung untuk memgangkat teleponnya"
"kapan mom pulang?"
"kenapa harus menunggu mom pulang? Bukankah mom bisa bicara sekarang?"
"iya aku tak akan mengatakan pada Jinyoung". Mark menggengam ponselnya semakin erat setelah mendengar ucapan ibunya.
"tapi mom aku punya pilihan lain".
"aku mohon mom".
"baiklah, jaga kesehatan disana mom, sampaikan salamku untuk daddy".
Mark menyandarkan punggungnya perkataan ibunya tadi membuatnya sangat pusing, bagaimana dengan Jinyoung-nya. Mark harus mengagalkan rencana ibunya. Harus.
.
.
.
terimakasih untuk Review-nya:
XiuminBaozi17, KimkaChoi, Anna-Love 17Carats, Aiko Vallery, dwiputri2227, MARK, sin, kyumin, guest, arsmind, Arsmind (for chap 1), Gyeom, EunhyukJinyoung02
