"iya aku tak akan mengatakan pada Jinyoung". Mark menggengam ponselnya semakin erat setelah mendengar ucapan ibunya.

"tapi mom aku punya pilihan lain".

"aku mohon mom".

"baiklah, jaga kesehatan disana mom, sampaikan salamku untuk daddy".

Mark menyandarkan punggungnya perkataan ibunya tadi membuatnya sangat pusing, bagaimana dengan Jinyoung-nya. Mark harus mengagalkan rencana ibunya. Harus.

.

.

MarkJin

HOPE

Chapter 4

.

.

Jinyoung turun dari motor Jaebum memberikan helm kepada kekasihnya –Jaebum- "oppa aku ke kelas dulu ya."

Jaebum menarik tangan Jinyoung dan tersenyum "morning kiss sayang."

Jinyoung membalas dengan senyum manisnya, memberikan kecupan dipipi untuk sang kekasih.

"Sudah oppa, aku harus cepat ke kelas sebelum terlambat, aku menyayangimu oppa."

Jaebum yang masih duduk diatas motornya menghela nafas Jinyoung tak pernah mengucapakan –aku mencintaimu- dan selalu memberikan ciuman dipipi, hey dia juga ingin mencicipi bibir Jinyoung, ini sudah empat bulan lebih mereka pacaran, Jaebum harus sabar mendapatkan ciuman dari bibir Jinyoung, dia percaya dirinya dan Jinyoung akan berakhir bahagia.

.

.

Jinyoung duduk dibarisan paling belakang, Jung ssaem sudah pasti terlambat datang. Jinyoung menyelipkan benda kecil di telinganya setelah membalas pesan singkat dari Mark, dan mulai mendengarkan music dari benda yang terselip di telinganya. Jinyoung lebih nyaman seperti ini duduk sendiri menikmati alunan music dari pada bergosip dengan teman-temannya di kelas, menurutnya tidak ada untungnya membicarakan orang lain.

Kelas sudah dimulai setengah jam yang lalu. Jung ssaem benar-benar menyebalkan menurut Jinyoung. Dosen muda itu selalu mengajar dengan banyolan yang sama sekali tidak membuat mahasiswa tertawa. Dan Jinyoung yakin setelah ini Jung ssaem akan member tugas yang banyak. Ohh asalkan jangan tugas kelompk, Jinyoung lebih suka tugas untuk masing-masing. Dia akan lebih focus mengerjakan dan cepat selesai.

Dan sekarang disinilah Jinyoung, perpustakaan kampus. Selesai mengerjakan tugas, Jinyoung membaca buku, Jinyoung suka dengan kegiatan ini. Seperti mempunyai dunia sendiri.

Mark dan Jaebum mengajaknya makan bersama tadi tapi Jinyoung menolak dengan mengatakan "aku sudah makan roti dan sekotak susu untuk siang ini, ada banyak tugas yang harus aku kerjakan." Mungkin jika salah satu saja Jinyoung mau makan siang bersama, entah itu Mark atau Jaebum, Jinyoung tak masalah yang terpenting tidak bersamaan Mark Jaebum dan dirinya.

.

MARKJIN

.

Akhirnya Mark bisa mengajak Jinyoung liburan kepantai setelah tiga minggu Jinyoung mengatakan ingin pergi ketempat ini, tapi mereka tidak berdua ada Jaebum juga. Mark tidak mungkin melarang Jaebum ikut, Jaebum kekasih resmi Jinyoung dan akan aneh jika Jaebum yang suda meminta dengan sopan untuk ikut tapi ditolak olehnya.

Mark benar-benar tak banyak bicara sepanjang perjalanan Mark hanya memperhatikan bagaimana Jaebum begitu perhatian kepada Jinyoung. Bagaimana Jinyoung membalas perlakuan Jaebum dengan senyum manis dan tawa dari bibir Jinyoung.

Dan disini Mark sekarang, duduk melihat Jinyoung dan Jaebum yang sedang bermain dipantai, ingin bergabung tapi tak mau mengganggu kebahagiaan yang sedang tercipta antara kekasihnya –Jinyoung- dan sahabatnya –Jaebum.

Mark memikirkan pertengkaran keci dengan Jinyoung tadi malam. Mark mengiginkan Jinyoung bersikap lebih –mesra mungkin- pada Jaebum, karena Jaebum kekasihnya dan Jinyoung menolak Jinyoung ingin menghargai Mark yang dicintainya dan tidak mau memberikan lebih harapan pada Jaebum, menurut Jinyoung dia sudah sangat jahat karena memiliki Jaebum dan Mark bersamaan.

Jinyoung pernah berkata seperti itu pada Mark jika Jinyoungnya menyayangi Jaebum sangat, tapi Jinyoungnya mencintai Mark – dirinya- . Ingin memutuskan Jaebum tapi Mark mengatakan ini saat yang belum tepat, alasan apa yang akan di berikan pada Jaebum, dan Jinyoung menurut dengan apa yang dikatakan Mark itu. Dan walaupun tadi malam Jinyoung mengatakan menolak untuk bersikap lebih pada Jaebum, sepertinya lagi lagi Jinyoung menurut apa yang diinginkan Mark.

.

.

Jinyoung menyelesaikan makan malamnya lebih cepat, beranjak meninggalkan Mark dan Jaebum yang masih menghabiskan makanannya dengan diselingi obrolan.

Jinyoung merebahkan tubuhnya di kasur single di motel tempat mereka menginap untuk malam ini, besok tengah hari mereka akan kembali. Hari ini Jinyoung hanya sedikit berbicara dengan Mark. Menuruti apa yang diinginkan Mark adalah yang terbaik menurut Jinyoung, dirinya selalu ingin memberikan apa pun yang dirinya punya untuk Mark.

Jam sudah menunjukan pukul 1 pagi tapi Jinyoung belum bisa tidur, butuh pelukan hangat dari Mark mungkin pikirnya. Tapi Mark sepertinya sudah tertidur,karena Mark tidak membalas pesan singkat darinya, dan ada Jaebum Mark tidak mungkin menuruti Jinyoung jika Jinyoung meminta palukan selamat malam dari Mark. Jaebum masih terjaga, dirinya dan Jaebum masih saling membalas pesan. Jaebum selalu saja ada topic untuk mereka bicarakan dan Jinyoung salut dengan itu. Satu pesan masuk dari Jaebum mengajaknya jalan jalan keluar motel, melihat kedaan luar di pagi seperti ini, melihat bintang jika ada menikmati udara pinggir pantai yang masih sangat pagi. Dan Jinyoung menyetujuinya, dari pada tidak bisa tidur pikirnya. Ketukan pintu terdengar Jinyoung mengambil sweater dan segera keluar kamar dan disambut senyum hangat dari Jaebum.

Jaebum benar- benar menyukai liburan ini, dia benar- benar bisa berada didekat Jinyoung nya, melihat tawa yang jarang terlihat. Bejalan di pagi seperti ini bersama Jinyoung kekasihnya.

Jaebum dan Jinyoung duduk di pinggir pantai, melihat bintang yang jarang terlihat saat di kota.

Jaebum menawarkan jaketnya untuk Jinyoung, dirinya tau Jinyoung masih kedinginan, tapi Jinyoung menolak. Dipeluknya Jinyoung dari samping, setidaknya jika seperti ini rasa dingin akan sedikit berkurang dan Jinyoung tidak menolak. Hanya sedikit obrolan yang tercipta, Jaebum lebih menikmati keeadaan yang sekarang tercipta. Panggilan sayang dari Jaebum membuat Jinyoung mengalihkan pandangannya. Jaebum memandang Jinyoung tidak sebentar sebelum akhirnya menempelkan bibirnya pada bibir Jinyoung. Bibir mereka masih menempel, tidak ada yang bergerak hanya terdengar deburan ombak dan deru nafas masing- masing. Jaebum mulai sedikit melumat bibir Jinyoung setelah tidak ada respon dari Jinyoung, Jinyoung juga tidak menolak.

Mark melihat itu, ciuman Jaebum dengan Jinyoung. Mengusap setetes air mata yang turun, ini bukan salah Jinyoung atau Jaebum, Mark tau seperti apa posisi dirinya seperti apa. Jinyoung juga tidak menghianati nya, ini yang di minta Mark dari Jinyoung untuk Jaebum. Stelah tautan bibir itu lepas Mark beranjak dari tempatnya berdiri. Meninggalkan Jaebum dan Jinyoung. Mark yakin Jaebum tidak akan berbuat lebih. Jaebum pria baik, bukan seperti dirinya.

.

.

.

.

maaf untuk typonya dan

yang uda baca jangan lupa reviewnya ya

terimakasih untuk Review caphter sebelumnya:

KimkaChoi, markgyeombi, Pudfa, Aiko Vallery, Salvia Im , Cho Ryeomi, EunhyukJinyoung02, guest, BlankJin, Ryejie, Guest