Disclaimer : Naruto belongs to Masashi Kishimoto

And the story "About You" belongs to Me

Naruto Uzumaki x Hinata Hyuuga

Rate : T/T+

Genre : Hurt/Comfort, Romance

Warning : Typo merajalela, OOC, Mainstream

Kicau burung mulai bersahut-sahutan. Sang mentari pun sudah menggantikan sang bulan. Kokokan ayam pun menandakan bahwa pagi mulai menjelang. Hari baru di konoha. Dan aktivitas di mansion Hyuuga pun mulai terlihat. Seorang perempuan berparas cantik dengan rona merah disekitar pipi gembilnya sudah sibuk berkutat dengan bahan makanan yang tersedia didapur milik klan Hyuuga yang terbilang besar. Sembari bersenandung kecil, gadis itu memasukan beberapa bumbu penyedap disetiap masakannya. Hingga tidak menyadari kehadiran seseorang didekatnya.

"Apa lagi ya? Oh iya, Hanabi pasti suka jika aku tambah tempura lebih banyak, hihihi" ia menggumam sendiri, asik dengan kegiatannya. Dan begitu ia berbalik, Hinata mendapati sang ayah sedang menatapnya.

"Tou-san .." Hinata mulai gagap dan gugup. Walaupun hubungannya dengan sang ayah mulai membaik setelah perang dunia ninja kemarin, namun entah mengapa Hinata masih takut jika menghadapi sang ayah menatapnya seperti ini.

"Tou-san mau Hina buatkan teh?" Cicit Hinata pelan, sangat pelan. Hiashi hanya melihat putri sulungnya dan mulai menghampiri meja makan yang terdapat diseberang dapur.

Dengan sigap Hinata pun mulai menyiapkan sarapan sekaligus teh poci hangat untuk Hiashi. Menjadi kandidat utama penerus klan Hyuuga bukan berarti menjadikan Hinata manja, namun malahan Hiashi mendidik kedua putrinya dengan didikan keras yang mengandalkan kemandirian dan juga kerja keras dan pantang menyerah.

Begitu Hinata datang ke ruang makan, ternyata disana sudah ada Hanabi. Dengan senyum seadanya Hanabi menyambut Hinata dan membantu Hinata membawakan sarapan yang sudah dibuat dan dipersiapkan sedemikian apiknya oleh Hinata. Dan dimulailah sarapan dengan penuh khidmat di kediaman keluarga Hyuuga.

Beda kediaman Hyuuga, berbeda pula di apartemen milik seorang yang selalu datang dimimpi Hinata, siapa lagi jika bukan Uzumaki Naruto.

"Hah, setiap pagi selalu saja seperti ini ttebayo!" Kata Naruto dan menyeruput kembali rameen instannya yang ke 2.

Bocah kuning itupun kembali terdiam dan memandang sekeliling apartemennya yang tidak terlalu besar namun juga tidak terlalu kecil. Berantakan. Itulah yang terlintas didalam benaknya. Namun ah sudahlah, lagi siapa juga yang akan bertamu kerumahnya.

"Hari ini pasti membosankan ttebayoo, aku rindu kaa-san dan tou-san" ujarnya lagi. Hidup menyendiri memang sangat amat menyiksa. Selalu merasa kesepian dan tidak ada teman untuk diajak berbagi cerita. Ya walaupun bagi Naruto sekarang yang mempunyai banyak teman, fans dan semua orang pun mengenalnya tetap saja, di relung hatinya yang terdalam ia merasa sepi, seakan ada lubang yang harus diisi.

"Yosh, baiklah hari ini aku akan mengunjungi kaa-san dan tou-san" kata Naruto kembali riang.

.

.

Hinata POV

Hari ini adalah hari dimana aku memulai kebiasaan baruku setelah perang dunia ninja berakhir. Datang ke toko bunga milik sahabatku, Ino Yamanaka lalu mengunjungi Neji-niisan.

Jam sudah menunjukan pukul 8, ya aku harus bergegas karena setelah ini aku harus kembali ke tempat latihan tim 8, meski ujian chuunin bahkan perang dunia ninja telah berakhir namun baik aku, shino, dan kiba bersepakat untuk tetap latihan bersama.

"Tou-san, Hinata pamit mengunjungi Neji-nii, apa boleh?" Tanyaku sedikit gugup saat meminta izin dari tou-san

"Pergilah, sampaikan salam tou-san ke Neji"

"Ha'i" jawabku sembari tersenyum dan meninggalkan mansion Hyuuga.

Langit yang cerah, dan cuaca yang bersahabat. Tidak terlalu panas, namun juga tidak terlihat mendung. Aku pun mulai melangkahkan kakiku ke toko bunga Yamanaka.

"Ohayou Hinata-chan" sapa Ino saat aku baru saja masuk ke dalam toko bunganya

"Ohayou Ino-chan" jawabku dan memperlihatkan senyumku sebaik mungkin pada kunoichi ramah yang sudah menjadi sahabatku ini.

"Ingin mengunjungi Neji ya?"

"He'em"

"Baiklah, sebentar ya akan kupersiapkan bunganya" kata Ino dan berjalan ke halaman belakang.

Sembari menunggu Ino, aku pun berkeliling melihat-lihat bunga di toko bunga yang lumayan lengkap ini. Andai saja suatu saat nanti aku memiliki rumah dengan pekarangan bunga, pasti akan kutanam semua jenis tanaman hias yang bisa tumbuh subur di konoha ini, dan tidak lupa juga, aku ingin membuat rumah kaca dengan diisi berbagai macam tanaman herbal untuk kuolah menjadi obat-obatan nanti.

Walaupun aku tidak sehebat ninja medis seperti sakura, namun apa salahnya jika mencoba hal baru yang dapat bermanfaat.

"Hinata .."

Ah suara ini, seperti suara Naruto-kun. Ya mungkin akan lebih baik jika nanti aku izin dengan suamiku untuk membuat itu semua, jika itu Naruto-kun apa dia akan mengizinkan aku menanam semua jenis tanaman seperti ini. Sepertinya dia akan mengizinkan, Naruto-kun kan orang yang baik dan selalu berpikir positif.

"Hum .. Hinata .."

Yaampun kenapa aku terus membayangkan Naruto-kun seperti ini, apa karena mimpi tentang nii-san kemarin masih mempengaruhiku hingga sekarang. Yatuhan, jangan bodoh Hinata. Neji-niisan tidak mempunyai jutsu seperti itu.

Puk ..

"Ah .." deg .. tidak, aku pasti salah lihat. Yang menepuk bahuku tadi, ini .. ini Naruto-kun.

"Hoi Hinata" apakah ini serius? Tunggu, kenapa Naruto-kun bisa berdiri didepanku sekarang. Apa aku terkena ninjutsu. Tapi siapa yang tega melakukannya.

"Hinata-chan" puk, yaampun ternyata ini nyata. Naruto-kun kini berdiri didepanku. Oh tidak, bagaimana penampilanku kali ini. Bagaimana rambutku, yatuhan aku belum sempat merapikan semuanya.

"Na-naruto-kun .."

"Kau kenapa Hinata? Apa kau sakit?" Tanya Naruto cepat, dan dengan cepat pula aku menggeleng. Dia barusan bertanya padaku. Aku tidak salah dengarkan?

End Hinata POV

Ino keluar membawakan 10 tangkai bunga Lily pesanan Hinata untuk Neji seperti biasa. Dan apa yang dia lihat adalah hal yang tidak biasa. Melihat seorang Uzumaki Naruto datang ke tempatnya dan berdiri didepan Hyuuga Hinata yang wajahnya sudah memerah sepenuhnya.

"Oi Naruto" panggil Ino mencairkan adegan awkward antara Naruto dan Hinata

"I-Ino" kata Naruto

Yatuhan, apa Naruto tertular virus gagap Hinata sampai berbicara tidak lancar seperti ini, pikir Ino.

"Mau apa kau kesini? Tidak biasa-biasanya" ujar Ino to the point. Naruto pun menghampiri Ino dan membisikan sesuatu.

"Ah, bagaimana kalau pergi bersama Hinata-chan saja. Bukannya Hinata juga ingin mengunjungi Neji?"

"Anoo apa benar itu Hinata?" Tanya Naruto

"Ha'i Naruto-kun, Na-naruto-kun ingin mengunjungi Hokage-sama dan kushina-sama?" Tanya Hinata ragu

"Iya ttebayo, aku kangen mereka. Tunggu sebentar nee Hinata, hei Ino, berikan aku bunga seperti yang Hinata berikan ke Neji dong" ujar Naruto

"Nee tunggu sebentar"

Tidak lama Ino pun kembali dengan 3 rangkaian bunga yang berisi 10 tangkai dimasing-masing rangkaian.

"Yosh, kami pergi dulu Ino" kata Naruto

"Jaa Naruto, Ganbatte Hinata-chan" teriak Ino saat Naruto dan Hinata mulai meninggalkan toko bunganya.

TBC