chapter 3 : she is luhan

"hei, tuan muda aku sudah minta maaf padaku sedari tadi, tapi kau saja yang tidak mendengarkanku dan asik dengan lamunannmu sendiri. Hah… aku malas berurusan denganmu, banyak orang yang sedang menungguku, aku akan pergi sekarang" tidak perlu menunggu jawaban dari pemuda di depannya, gadis itu langsung pergi berlari dari hadapan oh sehun. Walau begitu, pandangan oh sehun tidak pernah lepas darinya. Ia melihat dari kejauhan gadis itu berlari ke arah anak-anak yang sedang bermain dan membagikan sesuatu yang ada di tangannya kepada semua anak-anak yang ada di sana. Terlihat keceriaan terpancar dari gadis itu, senyumnya yang indah merekah membuat jantung seorang oh sehun berdebar dengan sangat kencang. Menyadari hal itu, sehun meletakkan telapak tangannya di atas dadanya dan mereasakan sendiri detak jantungnya yang menggila

"ada apa denganku?"


MY TRUE LOVE

Story by kiranaaaaa

Cast(s):

Sehun, Luhan(gs), YoonA, Donghae, Wu Yifan

Official pairing, crack pair

Genre : drama, romance

Rated : T

Length : chapters


Author pov

"maafkan aku yoona, sepertinya aku harus pergi sekarang". Yoona yang sedang menikmati suasana di depan sungai han memandang sehun bingung.

"ada apa oppa? Apa ada masalah?". Yoona bangkit dari duduknya dan berdiri di hadapan sehun.

"ya ehm tidak, maksudku aku harus latihan untuk festival kampus, temanku tiba-tiba saja menghubungiku" jawab sehun. Saat di jalan sebelum menabrak wanita cerewet tadi sehun sedang melihat handphonenya karena ia mendapatkan pesan dari chanyeol tentang latihan mereka yang mendadak.

"oh begitu, baiklah" walaupun dengan berat hati yoona harus merelakan kencannya hari ini terhenti. Bagaimanapun ia mengerti pentingnya festival nanti untuk band sehun.

"yoona, aku minta maaf, lain kali kita bisa pergi lagi" kali ini sehun benar-benar meminta maaf karena telah menghentikan kencan mereka tiba-tiba bahkan mereka baru saja sampai dan belum melakukan apapun.

"tidak apa-apa oppa. Sebaiknya kita pergi sekarang sebelum oppa terlambat"

.

.

.

"yak oh sehun! Fokuslah focus" dengan kesal kai memarahi sehun yang tampak tidak focus memainkan bassnya. Dengan mengacak rambutnya kesal kai pergi keluar setelah mengatakan "kita istirahat dulu saja, aku keluar". Tidak hanya sehun tapi chanyeol juga memandang heran kepada kai yang telah berlalu. Tidak biasanya kai sebegitu frustasi dan kesalnya jika mereka melakukan kesalahan saat latihan. Menjabat sebagai leader kai memang sedikit perfectionist namun tidak pernah sampai seperti ini.

"ya, ada apa dengannya? Kenapa dia terlihat begitu kesal?" chanyeol mendelik kesal kepada oh sehun yang berkata seperti itu dengan santainya. Sedangkan oh sehun hanya memandang chanyeol datar. Dan mengucapkan kata yang tidak tau diri seperti "ada apa? Apa salahku?"

"apa salahmu? Kau tidak sadar sedari tadi kau mengacaukan latihan pabo. Kau melakukan kesalahan lima kali berturut-turut, lima kali oh sehun, lima kali" dengan lebay chanyel menunjukkan ke lima jarinya untuk menggambarkan kata lima. Dan lagi-lagi sehun hanya melihatnya datar dan mengendikkan bahunya.

"sudahlah, mungkin kai sedang galau karena bertengkar dengan kyungsoo" ucap baekhyun yang juga berada disana sebagai vocalist. Ia berjalan mendekat ke arah chanyeol dan memainkan drum dengan asal.

"mereka sedang bertengkar? Tumben sekali" ucap sehun memandang chanbaek intense. Menyadari tatapan itu, chanyeol bertanya "ada apa? Mengapa memandangi kami seperti itu?"

Sehun tetap memandang kearah chanbaek dan mendengus jengkel, " ya, mereka itukan biasanya seperti pasangan romeo dan Juliet, seperti surat dan amplop, menemel terus tak terpisahkan"

"ya, lalu, mengapa kau memandangku dan baekhyun seperti itu?"

"karena kalian juga seperti itu! Membuat orang jengkel saja" kesal sehun

"we're not! We're just a normal couple"

"oh ya? Lalu apa yang sedang kalian lakukan saat ini?" seru sehun jengkel memandang chanbaek dari bawah kaki dan berakhir memandang tajam tepat ke mata chanyeol " berlovely dovey, berpangku-pangkuan,dan bermesraan, oh god, bahkan masih ada aku disini"

"oh baiklah. Kami memang pasangan yang romantis seperti romeo dan Juliet. Sekarang pergilah dan temui julietmu, Karena aku ingin berduaan dengan julietku" tanpa menunggu sehun pergi, chanyeol mencium baekhyun dengan tiba-tiba dan di sambut dengan baik oleh baekhyun.

" oh f*** you park chanyeol" umpat sehun meninggalkan ruang latihan.

Karena dengan brengseknya kai dan chanyeol meninggalkan sehun sendiri karena kekasih mereka, sehun akhirnya pulang ke rumahnya. Berendam di air hangat dan menghilangkan kekesalan hatinya.

.

.

.

"aissh kenapa gadis itu selalu ada di dalam otakkuu!?" dengan kesal sehun mengacak-ngacak rambutnya yang basah lalu berdiri dan keluar dari bathup menyelesaikan acara berendamnya. Sehun berjalan ke dalam walking closetnya dan berganti dengan pakaian santai untuk tidur. Malam ini ia berencana untuk tidur cepat atau hanya bermalas-malasan di kasurnya ketimbang keluar dari rumah.

Mencoba untuk memejamkan matalah yang saat ini sedang sehun lakukan. Namun seperti ada yang menganggunya sehun hanya terus membolak-balikkan badannya ke kiri dan ke kanan. Sampai akhirnya ia menyerah dan memposisikan badannya lurus menatap langit-langit kamarnya. Muncul Kembali dalam bayangannya seorang gadis dengan senyumnya yang menawan sedang bermain-main dengan anak-anak. Gadis yang sedari tadi terus datang di kedalam otaknya.

"huh, memangnya dia itu siapa, kenapa terus menghantui otakku?!" sehun bangkit dari berbaringnya dan kembali mengacak rambutnya frustasi.

"memangnya dia itu siapa ya?" tiba-tiba saja nada suaranya berubah menjadi sedikit lebih lembut. Tidak bisa di pungkiri kalau ia terpesona dan ada sedikit ketertarikan kepada gadis itu. Sehun kembali membaringkan tubuhnya di Kasur yang empuk nan nyaman. Ia tanpa sadar menyunggirngkan senyum tipis seolah-seolah sedang tersenyum bersama gadis dalam banyangannya itu.

"bagaimana caranya aku bisa bertemu kembali dengan gadis itu ya? Apa besok dia akan kembali datang ke sungai han ya?"

"sepertinya aku harus memastikannya dan datang ke sungai han besok. Semoga saja dia ada di sana."

.

.

.

"luhan noona neomu yeoppo" luhan tertawa mendengar rayuan yang di lontarkan oleh adik kecil yang manis ini. " kau juga sangat tampan, taeyongie" balasnya menyenangkan hati taeyong sehingga membuat adik kecil itu tersipu malu. Dengan gemas luhan mencubit kedua sisi pipinya dan tertawa dengan sangat bahagia.

Luhan sangat suka dengan anak-anak. Ia merasa sangat senang jika melihat anak-anak kecil itu tertawa dan bermain dengan riang. Selalu tanpa ia sadari senyumnya akan mengembang melihat tawa mereka yang bebas tanpa beban. Seperti saat ini ia sedang bermain bersama anak-anak dan tertawa bersama. Setiap sore jika ia memiliki waktu kosong, ia akan datang ke sungai han dan menemui mereka. Semua berawal dari luhan yang sedang galau karena tugas kuliahnya yang menumpuk ditambah pertanyaan cinta yang didapatnya dari sahabatnya sendiri. Di tengah kegalauan itu, luhan mencari hiburan ke sungai han dan kebetulan sekali saat itu terdapat banyak anak-anak yang sedang bermain, luhan pun mendekati mereka dan terhibur karenanya. Setengah masalahnya seolah terlepas dan senyumnya selalu mengembang.

Asik bermain dengan anak-anak membuat luhan tidak menyadari ada dua orang yang memerhatikannya dari kejauhan. Seseorang yang mempunyai tubuh yang tinggi dan wajah yang sangat tampan. Laki-laki itu memerhatikan luhan dengan senyum tipisnya. Namun tiba-tiba tatapannya berubah sendu dan senyumnya menjadi lirih "kapan kau akan memandangku sebagai seoarng pria lu" ucapnya lirih. Pria itupun berjalan ke mendekat ke arah luhan.

Sedangkan yang seorang lagi adalah sehun. ia berdiri lumayan jauh dari tempat luhan bermain sehingga luhan tidak akan mengetahui keberadaannya. Namun tempat sehun mengintip lumayan dekat untuk mengetahui gerak-gerik luhan dan melihat tawanya yang ceria. Sehun hanya memandang datar ke arah luhan, walau bergitu tidak bisa dipungkiri jika jantungnya berdetak dengan cepat. Namun raut mukanya menunujukkan pergerakan karena melihat seorang pria yang berjalan mendekat ke arah luhan. Bisa ia lihat pria itu menepuk pundak luhan dan luhan menolehkan kepalanya ke arah pria itu dan tersenyum dengan manis sesudahnya. Setelahnya mereka terlihat tertawa bersama memandang anak-anak yang bermain.

Melihat pemandangan itu membuat sehun menarik kesimpulan bahwa kedua orang itu adalah sepasang kekasih. Sehun memunduk dengan lesu dan perlahan berjalan meninggalkan tempatnya berdiri sekarang. Sepajang perjalanan meninggalkan sungai han ntah sudah berapa banyak kerikil yang sudah ia tendang. Dan beberapa kali kata "shit" keluar dari bibirnya. Hhh… galaunyaaa…

.

.

.

Sepanjang hari ini sehun terlihat sangat lesu, ia tidak begitu menanggapi ocehan-ocehan yang dikeluarkan oleh pasangan chanbaek dan kaisoo. Kedua psangan yang tidak tahu tempat untuk bermesaan ini sudah melakukan banyak hal untuk membuat sehun setidaknya berkata beberapa kalimat panjang. Tapi, mau bagaimana lagi, jika dalam keadaan normal saja ia pelit berbicara, apalagi jika sedang galau seperti ini. Mereka kira sehun sedang galau karena ada masalah dengan kekasihnya, yoona. Namun, melihat yoona yang juga kebingungan melihat kelakukan sehun membuat mereka mengurungkan pendapat itu.

Walaupun begitu, sehun tetaplah professional. Ia tetap mengikuti latihan denagn baik karena bagaimanapun timnya harus tetap tampil pada festival kampus nanti.

Seminggu. Kemudian

Seminggu waktu yang cukup lama untuk sehun kembali menormalkan moodnya. Padahal seharusnya ia tidak perlu menjadi galau karena seseorang yang bahkan tidak ia ketahui identitasnya. Ia bahkan sampai mengabaikan yoona kekasihnya, yang sekarang sudah jarang bertemu. Mereka bahkan seperti bukan sepasang kekasih.

Hari ini ia harus tampil maksimal agar tidak memalukan bandnya. Festival ini adalah pertunjukkan pertamanya dan ia tidak boleh sampai mengacaukannya hanya karena moodnya.

Saat ini sedang berada si tengah booth-booth yang memenuhi lapangan. Sehun sedang berjalan-jalan menunggu giliran bandnya untuk tampil. ia pikir lebih baik ia pergi melihat keadaan di luar dan melihat benda—benda yang kira-kira bisa beli. Mungkin saja ada beberapa yang bahkan bisa beli untuk yoona. Karena jika dipikir-pikir ia belum pernah sekalipun memberikan hadiah kepadanya.

Asik melihat-lihat membuat sehun tidak menyadari sekitarnya sampai ia merasakan seseorang menabrak punggungnya. Memang tidak begitu sakit bahkan tidak berasa sama sekali. Namun tetap saja ia kesal karena orang yang menabraknya tidak berhati-hati bahkan berlari di tempat yang ramai seperti ini. Sehun membalikkan badannya dan ia melihat seorang gadis yang menunduk sekali mengucapkan kata maaf sebelum akhirnya ia ditarik oleh temannya. Sehun tertegun sambil memandang gadis yang berlari menjauh dari hadapannya. Gadis itupun menengokkan kepalanya memandang ke arah sehun

Melihat wajah gadis itu membuat sehun tersentak sadar. Ia ingin mengejar gadis yang sudah dua kali menabraknya. Setidaknya ia harus mengetahui nama gadis itu. Namun belum sejengkal sehun beranjak dari tempatnya berdiri, kai sudah lebih dulu menahan lengannya. Ia gagal untuk mengejar gadis itu karena sudah tiba waktunya untuk tampil. Sehun berjalan mengikuti kai sambil beberapa kali menengok kebelakang. Namun, gadis itu sudah tak lagi terlihat.

Saat ini band sehun sedang tampil membawakan lagu andalan mereka, love me right dan call me baby. Sehun membawa matanya menelusuri para penonton di bawah panggung. Ada secuil harapan di hatinya jika ia bisa menemukan gadis itu di antara kumpulan penonton.

Dan BINGO sehun menemukannya. Gadis itu bersama dengan temannya sedang berjalan mendekat ke arah panggung. Mata sehun tidak pernah lepas dari luhan, ia memerhatikan luhan dari atas panggung. Ia tidak memedulikan teriakan gadis-gadis lain yang meneriakkan namanya.

Luhan tiba di dekat panggung awalnya ia tidak ingin menyaksikan penampilan band yang ditunggu-tunggu banyak orang ini, karena sebenarnya luhan sangat tidak menyukai kebisingan seperti ini. Namun, karena temannya sangat ingin menyaksikan dan ia turut menyeret luhan ikut serta. Dan disinilah ia terjebak bersama puluhan wanita yang meneriakkan nama anggota band. Akhirnya luhan memusatkan matanya ke atas panggung dan menyusuri wajah para pria-pria yang sedang memainkan alat musiknya dan melihat baekhyun yang sedang bernyanyi dengan suaranya yang merdu. "baekki" ucapnya dengan suara kecil. Ia memang mengenal baekhyun dan kyungsoo beserta kekasihnya karena mereka adalah teman sejak sma namun saat ini sudah sangat jarang bertemu karena kesibukkan masing-masing.

Selanjutnya luhan melihat kearah seorang pria yang sedang memainkan bass di atas sana. Ia tersentak kaget karena pria itu juga sedang melihat ke arahnya dengan tatapan yang tidak ia mengerti. Ia merasa seperti familiar dengan wajah itu. Namun ia tidak begitu ingat kapan pernah melihatnya. Lama berpikir, akhirnya luhan mengenali pria itu. Seseorang yang ia tabrak di sungai han dan beberapa waktu lalau saat ia ditarik oleh Irene.

Luhan kembali mengalihkan pandangannya ke arah panggung, namun mereka sudah menyelesaikan penampilan dan sedang bersiap-siap untuk turun dari panggung. Tidak tau mengapa, tapi seperti ada yang mendorong luhan untuk mendekat dan bertemu lebih dekat pria itu, namun luhan sudah kembali di Tarik oleh Irene untuk kembali ke booth mereka. Ya, mereka memiliki salah satu booth yang menjual pernak-pernik wanita. Sebenarnya itu hanyalah milik Irene namun luhan sebagai teman membantu Irene untuk menjaganya hari ini.

.

.

.

Sehun melihat-lihat sekitarnya mencari keberadaan luhan, namun ia tidak data menemukannya apalagi di tempat yang ramai orang seperti ini. Sehun meninju udara dengan kesal, rasanya ia ingin berteriak dengan kencang. sehun tidak mengerti mengapa ia bisa sangat kesal karena kkehilangan jejak gadis itu, tapi yang pasti ia jadi tidak bisa mengenal gadis itu. Tiba-tiba ia merasakan tangan yang melingkar di pundaknya. Ia menoleh untuk mendapatkan chanyeol yang melakukannya.

"ya, kau sedang mencari siapa? Bukankah yoona sudah mengatakan ia tidak bisa hadir hari ini?" chanyeol melepaskan tangannya dari pundak sehun dan bergerak sedikit menjauh darinya.

"tidak. Aku tidak sedang mencari siapa-siapa. Dimana yang lain?" tanya sehun mengalihkan pembicaraan. Sehun memandang kearah telunjuk chanyeol dan melihat kaisoo dan baekhyun yang berjalan ke arahnya.

"ya oh sehun kau ini langsung saja meninggalkan backstage."omel kai, karena kelakukan sehun itu membuatnya tidak ikut bercheers ria merayakan keberhasilkan penampilan perdana mereka.

"sehun sebaiknya kau ikut kami, aku akan mengenalkanmu kepada luhan temanku dan kyungsoo saat sma" sahut baekhyun melingkarkan tangannya dilengan chanyeol

"tidak, aku ingin pulang saja, lagian aku itu sudah punya yoona tau"

"ya! Siapa juga yang ingin menjodohkanmu dengan luhan. Aku hanya ingin mengenalkan kalian berdua. Walaupun aku yakin kau pasti akan sangat tertarik kepadanya, karena luhan itu sangat cantik bahkan melebihi kekasihmu yoona itu." Sahut baekhyun kesal "sudah lah ayo ikut saja"

Dengan terpaksa sehun berjalan mengikuti pasangan chanbaekaisoo yang berjalan di depannya. Lagi-lagi ia harus menjadi nyamuk di antara mereka. Menyebalkan.

Saat ini mereka berdiri di depan sebuah booth tempat menjual pernak-pernik khas perempuan. Lalu tiba-liba seorang gadis keluar dari dalam booth itu mungkin karena kerasnya suaranya teriakan baekhyun yang meneriakkan nama luhan.

"hallo, namaku Irene, aku adalah temannya luhan, saat ini luhan sedang berada di toilet" ohh… nama gadis yang baru keuar ini adalah Irene, awalnya sehun kira dialah gadis yang bernama luhan.

"yaampunn baekkii" tiba-tiba sebuah terdengar suara yang melengking mamanggil nama baekhyun. Suara yang terdengar familiar di telinga sehun. Suara gadis cerewet yang berbicara panjang lebar kepadanya saat di sungai han. Sehun menolehkan kepalanya ke suara berasal.

"LUHAANNN" yaampun lagi-lagi suara teriakan super dahsyat milik bakehyun kembali terdengar apalagi ditambah milik kyungsoo yang juga sama saja.

Disaat yang ketiga gadis itu sedang berpelukan, sehun terus memandang ke arah luhan. "gadis itu… jadi luhan namanya. Luhan. Sepertinya aku akan terus mengingat nama itu mulai dari sekarang" ucap sehun dalam hati memandang lurus kea rah luhan yang lagi-lagi sedang tersenyum.

Ketiga gadis itu akhirnya melepaskan pelukannya dan mereka tertwa dan mengobrol hal-hal sederhana. Sampai akhirnya luhan tidak sengaja mengalihkan pandangannya ke arah sehun dan tersentak.

"eh… kau.."

Tbc