BAHASA INGGRIS MEMBUAT MERINGIS

Pagi ini di sekolah DK sedang ada ujian Bahasa Inggris, dan di sinilah DK dan sahabat kentalnya, Mingyu. Kedua orang ini sedang sibuk membaca kamus sedangkan DK lebih suka mendownload aplikasi penterjemah di smartphonenya.

"bro, kayanya ini sia sia" ucap Mingyu

"nape?" tanya DK lagi

"Jisoo kan ada, kenapa kita ga minta bantuan dia aja? Lagian nanti posisi duduk kita kan Jisoo, di belakangnya lu lalu gue, nah kan bisa ngasih contekan" ucap Mingyu

DK memandang sahabatnya sebentar, antara senang karna mendapatkan ide dan sedih meratapi kepolosan sahabatnya. Ya senang karna akhirnya Mingyu sahabatnya yang biasanya hanya tau bertanya sekarang memiliki ide sendiri tapi sedih karna idenya pasti gagal. Ujian kali ini pengawasnya memiliki killer instinct dan mencontek ala kereta api mundur bukanlah ide yang bagus.

"bro…" ucap DK

"bre…" balas Mingyu, mereka saling menatap satu sama lain. Memperhatikan dengan seksama wajah masing masing.

"gue salit dengan ide lu sebenernya tapi…" hampir saja Mingyu melayang di udara kini dia harus menyembunyikan rasa bahagianya mendengar kata tapi

"kenapa bre"

"pengawasnya killer bro.."

"bre…"

"bro…" dan mereka kembali terdiam sampai bel masuk berbunyi.

.

.

.

Semua telah duduk di tempatnya masing masing. Menjadi murid baik selama ujian ini berlangsung. Bahkan DK si happy virus hanya menyebar virusnya melalui senyumnya yang tak luntur luntur. Untung aja pengawasnya cewek. Coba kalo cowok, DK bisa di sangka belok perempatan karna senyumin guru pengawas cowo, kesian neng Jisoo.

Drrttt

Sesuatu bergetar di rok Jisoo, tenang ini getaran hape bukan getaran cinta apalagi getaran yang itu. Jisoo membuka hapenya dengan ala slow motion dan hati hati takut ketahuan sang pengawas.

Hai cantik. Semangat ujiannya ya sayang. Dan..jangan lupa bantu calon imam mu, ingat, bukankah kata pak haji kita harus saling tolong menolong? Apalagi sekarang calon imammu yang meminta ok sayang. I love you.

"gila" ujar Jisoo pelan

"Jisoo? Kau mengatakan sesuatu?" tanya sang pengawas

"eh..ti-tidak bu" ujar Jisoo

"baiklah lanjutkan"

Drrtt

Kembali, Jisoo membuka layar smartphonenya dengan perlahan

Sayang, bagaimana jawaban dengan nomor 1 sampai nomo 20? Soal soal ini membuat ku bingung, ini lebih rumit daripada cara untuk mendapatkan cintamu

Jisoo diam tanpa membalas pesan dari DK. Sampai bel akhir ujian bunyi DK dan Mingyu masih setia di bangkunya.

"Mingyu, Dk, mana tugas kalian?" tanya sang pengawas

Akhirnya dengan berat hati mereka pun mengumpulkan soal ujiannya.

"baiklah sampai jumpa minggu depan di pelajaran saya." Ujar guru tersebut

Kini semua murid ribut membahas ujian yang baru saja di lewati.

"Jisoo, kenapa ga bales pesan aa?" tanya DK

"DK, yang ngaku ngaku sebagai calon imam gue, plis deh ini ujian bukan lagi kerja kelompok, isi aja sendiri" balas Jisoo

"lha kalo kita tau ya ga bakalan nanya Jisoo cantik" balas Mingyu

"lalu kalian tadi kan sudah mengumpulkan, isinya apa?" tanya jisoo penasaran.

Bukannya menjawab, DK dan Mingyu malah tersenyum tidak jelas

.

.

.

Di ruang guru, guru pengawas Bahasa Inggris tadi tengah memeriksa hasil ujian murid-muridnya. Namun ia tertarik pada salah satu nama murid di situ

"DK dan Mingyu….huft..ah Seungkwan!" ujar guru tersebut saat melihat Seungkwan yang baru saj alewat di depan ruangannya

"ya bu?" tanya Seungkwan

"kebetulan kau lewat, tolong panggilkan DK dan Mingyu ke ruangan ibu ya, ini tentang hasil ujiannya"

Tanpa banyak tanya Seungkwan langsung berlari menuju kelas kakanya.

"ya! Kuda hitam!" teriak Seungkwan

Namun yang di panggil malah diam dan sibuk bercanda

"kau mencari DK, Kwannie?" tanya Jisoo

"ya tapi mereka berdua tidka dengar huft"

"hei, DK, Mingyu, Seungkwan mencari kalian" ujar Jisoo malas

"ada apa?" tanya DK

"ada apa Kwannie sayang" ujar Mingyu

"kalian berdua di panggil guru Park tadi ke ruangannya sekarang" ujar Seungkwan

"kami?" jawab DK dan Mingyu kompak

"ya, kalian, kuda hitam sudah sana aku mau ke kelas"

"kuda…hitam…?" tanya Mingyu bingung

"DK kan kuda, dank au Mingyu, sadarlah dengan warnamuj, ya julukan yang bagus juga" ujar Jisoo

"ah kalau Jisoo menyukainya itu tak masalah" ujar DK

"pergilah!" ujar Jisoo

.

.

.

.

Dan di sinilah mereka, sang kuda hitam eh DK dan Mingyu, duduk di hadapan meja bu Park.

"kenapa jawaban kalian bisa sama?" tanya ibu Park

"mungkin kami seowner bu, eh" jawab Mingyu asal

"dan…apa maksud jawaban ini semua?!"

"yang mana bu?" tanya DK

"dari nomor 1 sampai 20, kalian hanya memiliki satu jawaban yang sama yaitu MAAF IBU PARK, KARNA KAMI ADALAH MURID YANG BAIK DAN TIDAK SOMBONG, KAMI JUGA TIDAK MAU DI ANGGAP SOK PINTAR, MAKA KAMI MEMBIARKAN IBU PARK YANG MENGISI JAWABAN UJIAN KAMI. TERIMA KASIH"

"i-itu…"

"jawab!" ujar ibu Park

"kami tidak tahu menjawabnya bu" ujar DK dan Mingyu kompak

"KALIAN KU BERI TUGAS MENTRANSLATE BAB 3 DALAM WAKTU 1 BULAN!"

"apa?!"

"KELUAR ATAU MAU MINTA TAMBAHAN TUGAS?!" ujar ibu Park lagi, dan tanpa menunggu ibu Park mengulang dua kali, DK dan Mingyu langsung lari keluar ruangan.

.

.

.

.

.

.

Ah akhirnya tamat juga…..bagaimana? gaje? Garing? Ah entalha…yang penting reviewnya ya..so, nanti bakal ada lanjutan lanjutan tentang SEBONG di sini

jodohnyaleeteuk1 : hahahaha ya GS tapi di awal chap masih ada salah nulis yang harusnya OPPA malah jadi HYUNG /ga nanya/

wah ga kerasa unsure GS nya? Hmmm mungkin karna terbiasa nulis yaoi hahahhaa dan soal mantanmu….nanti di fikirkan…thanks sarannya