My Baby Angel

by: Chohyunnie

Cast : Cho Kyuhyun

Choi Siwon

Choi Seunghyun

Cast lain akan bertambah seiring cerita

Desclaimer : I have nothing except the story, semua cast punya Tuhan dan entertainment masing – maasing

Warning : BL, DLDR, Typo(s), Tidak sesuai EYD, no bash

.

.

.

Ketika dua orang actor besar Korea selatan dipertemukan dalam satu kisah drama percintaan sesama jenis apa yang akan terjadi? Kemanakah takdir akan membawa keduanya?

.

.

Happy Reading

.

.

Episode 3

.

.

.

"Cho Kyuhyun bersedia kah kau menerima lelaki di samping mu sebagai suami, berbagi dalam suka dan duka hingga maut memisahkan"

"saya bersedia"

"dengan begini saya nyatakan kalian berdua telah sah sebagai suami dan istri, silahkan cium pasanganmu"

.

Seorang namja tengah bergerak gelisah dalam tidurnya, nampaknya ia tengah bermimpi dan kemudian mimpi itu bergerak ke adegan lain bagai berurutan,

"yeoboseyo Seunghyun hyung, ne, aku sedang di jalan, ne, sebentar lagi kami sampai di tempat audisi, waeyo? Hyung merindukan ku? Hehe segeralah pulang ke Korea, jangan sibuk di Jepang terus"

"katakan pada suami mu itu, jika menyetir jangan fokus memandangmu saja tapi lihat ke jalan"

"hehe ne hyung tenang saja, nae yeobo selalu menghadap ke... Hyung awas!"

"yeoboseyo, yeoboseyo Kyuhyunie, ada apa? Apa yang terjadi? Ya! Kyuhyunie!"

.

Namja yang bernama Choi Seunghyun itu bergerak makin gelisah dalam tidurnya, ia bahkan sampai mengeluarkan keringat dingin,

"maafkan saya, topi kondisi pasien terlalu parah, saya takut kemungkinkan terburuk dapat terjadi"

"lalu... Bagaimana dengan istri, ah maksudku yang satunya"

"pasien yang lain tidak apa - apa, dia hanya mengalami benturan ringan di kepala dan dadanya, tapi kami masih menunggu hasil ct scan keluar untuk melakukan tindakan selanjutnya"

Seunghyun jatuh tersungkur, "tidak mungkin, bagaimana ini bisa terjadi, mereka baru saja menikah, mereka baru saja mengecap kebahagiaan, tidak bisakah, tidak bisakah anda mengusahakan agar tidak ada yang meninggal ?" Seunghyun menarik jas putih milik dokter di depannya,

"maafkan saya Seunghyun-ssi saya bukan Tuhan, tapi, setidaknya saya bisa merujukkan pasien ke salah satu rumah sakit di Jepang, saya punya kenalan dokter terbaik di sana"

"saya tidak perduli bagaimana caranya yang penting tolong selamatkan hyung ku, selamatkan kebahagiaannya dokter..."

"berdoalah pada Tuhan, nak, kami tim dokter hanya bisa berusaha sebaik mungkin, semua hasil Tuhan lah yang menentukan"

.

"Seunghyunie..."

"hyung kau sadar? Nde ini aku hyung..."

"jaga... Uri baby ne... Aku..."

"andwae! Hyung tidak boleh bicara seperti itu, hyung yang harus menjaganya sendiri"

"aku... Tidak kuat... Seung-ah..."

"andwae aku bilang andwae hyung! Hyung harus kuat, kita akan ke Jepang, aku akan membawa mu ke Jepang! Kita lanjutkan pengobatanmu di sana" airmata sudah menggenang di pelupuk mata Seunghyun,

Namja yang berbaring di ranjang rumah sakit menggeleng pelan sambil bersusah payah untuk bernafas, ia menarik tangan sang adik agar bisa mendekat padanya. Di sela - sela nafasnya yang tak beraturan, namja itu berbisik pelan,

"mwo?! Aku tidak akan melakukannya hyung, aku tidak mau berbohong" teriak Seunghyun marah,

"jebal... Aku janji... Aku akan me...nerima apapun keputusanmu... dan... Aku akan bertahan... Biarkan...aku lebih kuat Seunghyunie...Jaga dia...selama aku menjalani...pengobatan..."

"tapi dengan mengatakan kau..."

Namja yang di ranjang rumah sakit menyentuh lagi tangan Seunghyun, "jebal...dia akan melupakan mimpinya jika kau tidak berbohong...aku tidak mau...ia melepaskan impiannya menjadi seorang aktor demi merawatku..."

Seunghyun menggeleng - gelengkan kepalanya, "tidak hyung aku tidak mau"

"aku...percayakan...Kyuhyunie padamu...nae dongsaeng..."

"hyung!" Seunghyun berteriak ketika namja di depannya kembali dalam kondisi tak sadar, ia mengusap wajahnya dengan kasar, "maafkan aku Tuhan, maafkan aku setelah ini"

.

"apa yang terjadi? Aku di mana? Yun hyung, Yun hyung? Yun hyung di manaaaa"

"Kyuhyunie... Kau harus kuat ne... Dia... Sudah tidak ada" airmata menetes menemani getaran yang muncul di suara Seunghyun.

"bohong..."

"dia bilang..." Seunghyun merasa suaranya tercekat, "dia bilang... Kau harus tetap meraih mimpimu..."

"andwae... Andwae... Andwaeeeeee".

.

.

Haah Haah Haah, Seunghyun terbangun dari tidurnya, namja itu terengah - engah bersamaan dengan keringat dingin yang terus menuruni pelipisnya, "hyung.. Sudah lima tahun.. Dan kau masih belum juga sadar hyung... Berapa lama kau berniat tidur eoh" gumam Seunghyun sambil menatap namja lain yang masih setia menutup matanya.

Seunghyun memutuskan tetap berada di Jepang beberapa hari dan menemani sang hyung di rumah sakit, namja itu berjalan ke arah wastafel dan mencuci wajahnya. Ia terlalu lelah bekerja hingga ketiduran di sofa.

"hyung.. Kapan kau sadar, kau mau membuatku menjaganya sampai kapan?"

Seunghyun melihat jam mahal yang ada di lengannya dan menghela nafas, "aku akan kembali ke Seoul, hyung, aku tinggal dulu ne, aku akan menjaganya, kau tahu, aku merasakan firasat tidak baik akan hubungan kalian setelah ini, karena itulah aku terpaksa menggunakan kekuasaan keluarga kita" bisiknya pelan sambil melihat amplop besar yang sejak beberapa hari lalu ia geluti. Sebuah kontrak kerjasama.

Seunghyun lalu pergi meninggalkan sang hyung yang tanpa ia sadari merespon pembicaraannya dengan pergerakan kecil dari jari telunjuknya.

.

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya ketika Siwon bukannya merasa bersalah malah tersenyum senang, "ya! Untuk apa kau di sini? Mau memata - mataiku eoh? Penguntit" Ucap Kyuhyun sambil berjalan meninggalkan Siwon,

"hey Kyuhyun - ssi kau mau kemana? Aku kan tidak sengaja bertemu dengan mu di sini, aku sedang liburan" jawab Siwon mengikuti Kyuhyun,

Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menatap Siwon sengit, "lalu kenapa sekarang kau mengikutiku? Bukannya kau sedang liburan?"

Siwon tertawa kecil, "liburan sendirian itu membosankan kau tahu, bukankah masih ada waktu sampai kita kembali ke Seoul besok, kenapa tidak jalan - jalan saja sekalian, mumpung masih sore"

"kau memintaku menemanimu begitu?"

"bingo, kau benar" Siwon menunjuk Kyuhyun dengan kedua jempol dan jari telunjuknya,

"kau fikir kau siapa?" Kyuhyun kembali berjalan meninggalkan Siwon,

"eiy Kyuhyun-ssi, sayang jika suasana indah Yokohama kau nikmati sendiri" Siwon masih tetap keras kepala mengikuti Kyuhyun, "lagipula... Kau mulai menyukaiku kan? Buktinya kau masih memasang gantungan domba itu"

Kyuhyun lagi - lagi menghentikan langkahnya dan menatap Siwon yang masih menampilkan senyumnya, "apa kau tidak ada kerjaan? Daripada kau di sini bukankah lebih baik kau menghafal naskah?" Ucapnya menolak menjawab pertanyaan Siwon dan justru mengalihkan pembicaraan,

"aku sudah menghafal nya" Jawab Siwon bangga, "jadi, tidak ada masalahkan jika aku berlibur? Dan anggap saja ini bagian dari syuting, bukankah nanti kita juga akan syuting sebagai sepasang kekasih, jadi kenapa kita tidak latihan dulu agar tidak canggung?"

Kyuhyun menatap Siwon dengan wajah yang luar biasa kesal, "kau memang benar - benar pintar dalam mencari alasan. Ya! Kenapa kau masih di sana, ppaliwa" kyuhyun mendengus kesal dan kembali melangkahkan kakinya setelah berhenti sesaat dan mendapati Siwon masih berdiri diam di tempatnya.

"yes, ma'am" ucap Siwon menggoda,

"yak aku bukan yeoja!" Teriak Kyuhyun,

"apanya yang bukan yeoja? Wajahmu manis dan cantik begitu, bahkan kau lebih cantik daripada yeoja - yeoja yang kutemui selama ini,

Blush, meski tidak terima denan perkataan Siwon namja manis itu mendadak merasakan panas di wajahnya, ia langsung menundukkan kepalanya agar Siwon tidak bangga hati telah membuat seorang Cho Kyuhyun malu karena dipuji cantik.

"eh telingamu memerah Kyuhyun-ssi? Apa kau sakit?" Tanya Siwon khawatir meski ia sekuat tenaga menahan senyumannya, ia tahu dengan jelas Kyuhyun malu,

"a, aniyo, aku tidak apa - apa" balas Kyuhyun dengan terbata,

"kau malu yaaa" Siwon sedang ingin menggoda Kyuhyun, "aigoo aku tidak menyangka kalau kau suka dibilang cantik, Kyuhyun - ssi"

"ya! Aku tidak suka, aku ini namja jadi kau harus bilang aku tampan... Aish" Kyuhyun kembali menunduk setelah tadi ia sempat reflek mengangkat kepalanya membalas perkataan Siwon dan ia menyesal melakukan itu karena wajah Siwon yang sangat tampan dan cukup dekat dengannya membuat dadanya mendadak berdebar, hingga wajahnya menjadi sangat memerah.

"eiiiiy bilang saja kau malu, tidak apa - apa buat ku, aku akan menjaga rahasiamu baik - baik" lanjut Siwon,

"kau benar - benar sangat menyebalkan Choi Siwon"

"terima kasih pujianmu baby Kyu" ucap Siwon.

Deg. Kyuhyun teridam mendengar panggilan itu, otaknya tiba - tiba teringat kenangannya dengan seseorang. Seseorang yang menemani hidupnya sejak kecil hingga lima tahun lalu, seseorang yang sangat suka memanggilnya dengan panggilan baby Kyu.

"baby Kyu, bukankah nama itu sangat cheesy, tapi aku suka, baby Kyu, panggilan itu sangat cocok untuk mu. Mulai sekarang dan selamanya aku akan terus memanggilmu dengan sebutan itu, because you're my lovely baby. Baby Kyu"

"Kyuhyun - ssi, kau baik - baik saja?" Kali ini Siwon merasa sangat khawatir karena Kyuhyun yang mendadak melamun. Ia bahkan sudah melambai - lambaikan tangannya di depan mata namja itu tapi tetap tidak ada respon, "Kyuhyun-ssi?" Siwon kemudian merogoh sakunya dan mengeluarkan sesuatu dari sana.

"eh?" Kyuhyun tersadar dari lamunan ketika sebuah benda yang cukup berat terasa di tangannya, ia melirik Siwon dan mendapati namja itu tengah tersenyum, pandangan Kyuhyun teralih pada benda di tangannya, terdapat sebuah medali di sana,

"aku membuatnya di Marine Tower, hadiah untuk kerja keras mu syuting di Jepang dua hari ini"

Mata Kyuhyun melebar, ia memandang medali di tangannya dan membaca tulisan yang ada di sana, dadanya kembali berdebar dengan kencang, lagi, kenangannya bersama dengan seseorang yang terakhir ia temui lima tahun lalu itu bermunculan di otaknya,

"you will be number one, Cho Kyuhyun" Namja manis itu membaca pelan tulisan - tulisan itu, tulisan yang sama persis dengan apa yang ia terima sehari sebelum melakukan audisi pertama kali untuk meraih mimpinya menjadi seorang aktor.

Dada Kyuhyun terasa sesak, air matanya sudah mulai menggenang di pelupuk matanya, kenapa, kenapa bisa sama persis tulisan Siwon dengan tulisan seseorang dulu. Kyuhyun tanpa sadar menggenggam medali itu erat - erat, tubuhnya mulai bergetar, ia begitu rindu, rindu pada seseorang yang setiap hari selalu ada di sampingnya, seseorang yang selalu memberinya semangat,

"you will be number one! Kau pasti bisa melewati audisi ini, aku sangat yakin"

Seseorang yang selalu mengatakan jika ia akan menjadi nomer satu. Kyuhyun berusaha sekuat tenaga menahan air matanya yang sudah akan menetes, ia menggenggam dengan sangat erat medali itu, perlahan Kyuhyun mengangkat kepalanya dan ia semakin mati - matian menahan air matanya ketika bola matanya menangkap wajah yang terpantul di hadapannya bukanlah wajah seorang Choi Siwon, namun berubah menjadi wajah seseorang yang dulu atau mungkin sampai sekarang masih sangat ia cintai.

Siwon sama sekali tidak menyadari perubahan yang terjadi pada ekspresi Kyuhyun, namja itu menampilkan senyumnya dan tanpa ragu menarik tangan Kyuhyun, "kajja kita jalan lagi" Siwon menarik Kyuhyun yang mau tak mau melangkahkan kakinya mengikuti namja itu,

Kyuhyun menatap nanar punggung Siwon yang nampak sama seperti seseorang tersebut, namja manis itu kemudian membiarkan saja air matanya menetes ketika rasa rindunya semakin memuncak, ia menggigit bibirnya agar tidak ada isakan yang keluar, "Yun hyung... Bogoshippoyo..."

.

.

"mwo? Apa - apaan ini? Apa mereka sudah gila? Kenapa di episode awal aku dan aish, Ya! Kim Ryeowook kenapa aku harus melakukan adegan ciuman dengan namja menyebalkan itu eoh?!" Kyuhyun saat ini tengah berada dalam van dan sedang menuju ke gedung ph milik Sungmin untuk melakukan pembacaan naskah episode dua.

Ryeowook yang sudah tahu seperti apa reaksi Kyuhyun ketika menerima naskah hanya diam dan menelan ludahnya, namja mungil itu tidak mengucapkan sepatah katapun dan membiarkan saja Kyuhyun membaca lagi naskah yang dikirim ke emailnya.

"ommo, mereka benar - benar, ini pasti ulah Choi menyebalkan itu, aku yakin, aish" Kyuhyun mengacak - acak rambutnya dan menatap sebal gantungan domba yang masih terdapat di ponselnya, "ya! Aku tidak tahu apa yang membuatku suka menggantungmu di ponsel ku, tapi lihat saja nanti kalau aku tahu ini perbuatan namja jelek itu, aku akan membuang mu, domba gendut" omel Kyuhyun pada gantungan domba yang ada di ponselnya, "aish jinjja"

Kyuhyun menghela nafasnya, ia teringat bagaimana kemarin ia pergi bersama Siwon sekedar berjalan di beberapa tempat di Yokohama. Meski saat itu pikirannya tercabang kemana - mana, tapi jujur saja, ia selalu mendapatkan sesuatu yang baru jika bersama dengan Siwon. Namja itu seakan benar - benar tahu apa yang bisa membuatnya senang.

Wajah Kyuhyun masih terlihat tertekuk meski senyuman tidak pernah lepas dari bibirnya setelah sampai di gedung ph, sekedar menyapa para pegawai yang bekerja di sana.

Kyuhyun berjalan santai diikuti Ryeowook dibelakangnya, namun ketika ia hendak menekan tombol lift agar menutup, sepasang tangan menahan pintu lift, Siwon dan sang manager tengah berdiri di hadapannya dengan senyum yang selalu ditampilkan namja itu.

Kyuhyun mendengus dan berjalan sedikit mundur ke belakang hingga dinding lift agar ia tidak berdekatan dengannya, "selamat pagi Kyuhyun-ssi, apa tidurmu nyenyak semalam?" Tanya Siwon tanpa basa - basi, Kyuhyun tidak menjawab dan malah mengalihkan pandangannya ke arah lain , namun Siwon sama sekali tidak tersinggung, "kau pasti tidur sangat nyenyak semalam, berada di tempat spa bukankah paling cocok menghilangkan kepenatan eum?" Kali ini Siwon sedikit berjalan ke belakang dan memelankan suaranya ketika berbicara dengan Kyuhyun.

Kyuhyun kembali mendengus dan bersikap seolah tidak perduli, meski yang dikatakan Siwon memang benar. Setelah lelah yang mendera karena pekerjaannya sebagai aktor dan membuatnya kehilangan waktu istirahat, bersantai sambil dipijit agar aliran darah mengalir memanglah yang terbaik, dan Siwon selalu melakukan hal tersebut. Namja tampan itu mengajarinya satu hal yang selama ini selalu ia lupakan, jika tubuh dan otak kadang harus diistirahtkan agar tidak selalu di forsir.

"terima kasih" bisik Kyuhyun,

"ne?" Siwon yang merasa jika Kyuhyun tengah berbicara dengannya memandang namja manis itu,

Kyuhyun tidak mau mengulangi kalimatnya tadi dan malah berjalan menyeruak diantara Siwon dan manager Shin yang berdiri di depannya.

Siwon tersenyum kecil ketika otaknya coba mencerna dengan baik kalimat Kyuhyun tadi, ia dengan cepat berjalan dan mensejajari langkah Kyuhyun, "jangan sungkan, aku sudah berjanji akan selalu membantu mu bukan?" Ucapnya sambil mengedipkan satu matanya, lalu melangkahkan kakinya lebih dulu dari Kyuhyun memasuki ruang pertemuan.

Kyuhyun terdiam di tempatnya, ia tanpa sadar tersenyum kecil dan menunduk malu, "apa - apaan dia itu, dasar pabbo"

.

"kau? Sedang apa kau di sini?" Kyuhyun melebarkan matanya ketika ia melihat satu sosok yang sangat ia kenal berada dalam ruang pertemuan. Seingatnya sekarang hanya pertemuan untuk membaca naskah, kenapa ada orang lain di luar pemain yang ada di sini.

"hai baby" Seunghyun yang tengah berbincang singkat dengan produser Lee Sungmin tersenyum lebar mendapati kedatangan Kyuhyun, ia berdiri dari tempat duduknya dan dengan sengaja memeluk namja manis itu membuat sedikit keributan kecil dan pastinya membuat mata Siwon melotot melihat kelancangan namja yang menurutnya asing itu.

"ah maaf aku belum memperkenalkan diri" ucap Seunghyun melepaskan pelukannya dari Kyuhyun dan menatap beberapa orang yang ada di depannya, "perkenalkan namaku Choi Seunghyun, aku ah maksudku perusahaan ku adalah sponsor utama drama My Baby Angel" ucapnya tenang,

"mwo?!" Ucapan terkejut bukan hanya keluar dari bibir Kyuhyun namun juga dari bibir Siwon,

"apa aku tidak salah dengar? Kau?" Kyuhyun menatap Seunghyun tidak percaya,

"ne, produser Lee telah memintaku secara khusus untuk ini, bukankah begitu produser Lee?" tanya Seunghyun,

Siwon menatap serius sambil coba mengingat - ingat namja di depannya ini, rasanya ia pernah melihatnya disuatu tempat tapi ia lupa di mana.

Seunghyun lalu mengarahkan pandangannya pada Siwon dan menatap lama namja itu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Tanpa sadar Seunghyun mendekatkan tubuhnya pada Kyuhyun. Rasa takut mendadak menyergap hatinya, apakah ini perasaan tidak enak yang ia rasakan akhir - akhir ini. Hanya dengan sekali lihat saja ia tahu jika namja itu adalah seorang gay. Tangan Seunghyun menarik Kyuhyun agar berdiri di belakangnya, membuat namja manis itu mengernyit bingung.

Aura tidak menyenangkan nampak keluar baik dari dalam tubuh Siwon maupun Seunghyun. Siwon, meski ia tidak ingat siapa namja di depannya tapi ia sudah merasakan perasaan tidak enak pada laki - laki itu, terlebih bagaimana dengan santainya ia menyentuh Kyuhyun.

Seunghyun pun merasakan hal yang sama seperti Siwon, 'sepertinya keputusanku terjun langsung adalah keputusan tepat, aku tidak akan membiarkan satu orang pun mendekati Kyuhyun' batinnya.

"ehem" Produser Lee berdehem sekedar mengurangi ketegangan yang mendadak muncul itu, "lebih baik kita duduk dan membicarakan hal ini dengan nyaman" pintanya,

Kyuhyun, Siwon, Seunghyun dan Yesung serta penulis naskah lalu duduk menempati kursi mereka masing - masing sementara Ryeowook dan manager Shin duduk menunggu di tempat yang telah disediakan.

"jadi begini..." Sungmin membuka suara,

"apakah tidak ada perusahaan lain yang bisa dijadikan sponsor?" potong Kyuhyun, "lagipula, sejak kapan tertarik dengan hal seperti ini Choi Seunghyun? Kalau toh perusahaan mu memang bemiat menjadi sponsor kenapa harus kau langsung yang mengurusnya? Apa ditempatmu tidak ada pegawai nya?"

Semua mata menatap heran Kyuhyun yang bersikap lancang seperti itu, memotong ucapan seorang produser yang dihormati seperti Sungmin.

Seunghyun tertawa kecil, "baby, aku dan Sungmin-ssi adalah teman lama, tidak sopan kan jika aku tidak datang sendiri? Toh apa salahnya aku beristirahat sebentar dari segala hal di perusahaan" Ucapnya santai sambil membuka kedua tangannya.

"aku tidak ingat kau pernah bosan soal bisnis" ucap Kyuhyun lagi,

Seunghyun kembali tertawa dan menopang dagunya dengan satu tangan, menatap lekat Kyuhyun, "Selama lima tahun aku bekerja keras membagi pikiranku untuk mengurus perusahaan, jadi, apa salahnya aku bersantai sejenak dan melihat syuting mu" jawab Seunghyun pelan sambil melirik Siwon sekilas dan terang - terangan menampakkan wajah tidak sukanya pada namja itu, "lagipula... Aku sudah lama meninggalkanmu sendirian, baby Kyu"

"jangan panggil aku dengan sebutan itu" desis Kyuhyun, ia melupakan image nya yang selama ini selalu ia jaga,

"maafkan aku Kyuhyun-ssi, Seunghyun-ssi, jika kalian memiliki masalah pribadi sebaiknya kalian bahas nanti karena saat ini kita akan fokus dalam pembuatan drama" potong Sungmin sebelum Seunghyun bersiap mengeluarkan suaranya, "seperti yang kita tahu, tanggapan publik untuk pembuatan drama ini cukup bagus, jadi, aku tidak akan membuat drama yang hanya berkisah tentang percintaan sederhana, penulis Park telah memberikan idenya padaku dan aku setuju untuk merubah sebagian besar cerita, karena itulah tambahan dana sangat kita butuhkan demi mendapatkan hasil yang maksimal. Apalagi, karena kita belum melakukan konfrensi pers makanya aku berani melakukannya, aku yakin kalian pasti tahu, reaksi publik sangat luar biasa setelah pihak stasiun tv menayangkan trailer drama ini. Banyak sekali yang mendukung meski tidak sedikit juga hujatan yang kita terima. Aku ingin menampilkan sebuah drama, yang bukan hanya menampilkan sisi percintaan semata, tapi, ketulusan dari apa yang disebut cinta" Sungmin menatap satu per satu orang - orang yang ada di dalam ruangan, "aku hanya ingin membuktikan, jika cinta itu bisa tumbuh pada siapapun yang mereka kehendaki, termasuk pada dua orang dengan gender yang sama"

Kyuhyun menautkan kesepuluh jarinya di atas paha, namja itu merasa ada perasaan aneh yang menyusupi hatinya, entahlah ia juga tidak tahu perasaan apa itu, sementara Siwon berdecih pelan, ia sama sekali tidak menyukai namja bernama Choi Seunghyun itu. Sekarang ia ingat, ia pernah bertemu sekali dengannya ketika membintangi sebuah iklan dari perusahaan yang dimiliki oleh namja tersebut, 'namja itu nampak berbahaya, dia bisa jadi penghalang ku untuk mendapatkan Kyuhyun' Siwon meremas tangannya erat - erat coba mengurangi emosinya yang tiba - tiba memuncak.

.

Kyuhyun memandang medali berwarna emas di tangannya, ia membolak - balik medali itu sementara matanya nampak kosong. Namja itu tengah menunggu waktu syuting dimulai.

Suara pelan langkah kaki yang dibalut sepatu mahal tidak menyadarkan Kyuhyun dari acara melamunnya, "kau masih memakai gelang ini ternyata?" Namja itu meraih gelang yang melingkar di tangan putih Kyuhyun, membuat namja itu sedikit tersentak karena terkejut, "aku pikir kau sudah membuangnya, karena aku tak pernah melihat mu memakainya"

Kyuhyun tidak menjawab, ia hanya menundukkan kepalanya dan memain - mainkan medali yang ia pegang,

"sudah lima tahun ya... Besok..."

"kenapa kau mengikutiku lagi?" Potong Kyuhyun,

Seunghyun menoleh ke arah Kyuhyun dan tersenyum, "bukankah aku sudah bilang, aku..."

"aku bukan anak kecil, aku tahu mana yang baik dan tidak untukku"

"dengan mengatakan pada dunia jika kau straight? Image apa itu baby Kyu, bagaimana jika orang - orang tahu, jika Cho Kyuhyun yang mereka idolai ternyata..."

"CUKUP" Kyuhyun memandang Seunghyun dengan emosi yang tercetak jelas di matanya, "berhenti ikut campur urusanku" ucapnya dingin,

"kenapa? Bukankah aku benar? Kau selalu mengatakan pada siapapun jika kau itu normal, bahkan aku dengar kau sempat menolak drama ini dan mengatakan jika drama ini menjijikkan? Jika memang begitu bukankah kau juga sama? Kau bahkan telah terikat janji suci"

"Choi Seunghyun aku bilang cukup" desis Kyuhyun,

"aku tidak akan pernah berhenti, karena aku sudah berjanji akan selalu menjagamu"

"kau bukan menjagaku, kau mengekangku!" Teriak Kyuhyun,

Seunghyun menatap Kyuhyun dengan pandangan yang tak tertebak ketika matanya melihat medali yang ada di tangan Kyuhyun, dengan gerakan cepat ia meraih medali itu sebelum Kyuhyun menyadarinya,

"ya! Choi Seunghyun kembalikan, apa yang kau lakukan!"

Seunghyun menahan gerakan Kyuhyun dengan satu tangan sementara satu tangan lainnya memeriksa medali tersebut, "darimana medali ini eoh?" Seunghyun tanpa sengaja membalik medali itu dan menemukan nama Siwon Choi di belakangnya, "apa hubungan mu dengannya?" Seunghyun menatap nanar Kyuhyun,

"apapun hubunganku dengannya itu tidak ada hubungannya dengan mu!" Marah Kyuhyun merebut kembali medalinya,

"apa kau sudah melupakannya?" Tanya Seunghyun tajam,

"mwo?"

"kau berani bermain di belakang hyung ku?"

"apa maksudmu? Bermain di belakang apa?" Tanya Kyuhyun tidak suka dituduh seperti itu,

"kau memiliki hubungan dengan namja Choi itu kan?" Tangan Seunghyun lalu menarik ponsel Kyuhyun yang ada di saku kemeja namja manis itu dan menunjuk gantungan yang ada di sana, "ini juga, ini pemberian namja itu juga kan? Apa kau sudah gila? Kau lupa statusmu apa huh? Mati - matian aku menjagamu lima tahun ini dan kau malah menjalin hubungan dengan Choi Siwon itu?"

"status? Kau membicarakan status apa? Aku tidak memintamu menjagaku, jadi untuk apa kau melakukannya!"

"tapi hyung ku yang memintanya, suami-mu yang memintanya sebelum ia meninggal, sungguh aku tidak tahu apa yang ia pikirkan di surga ketika tahu istrinya telah berselingkuh!" Emosi memenuhi otak Seunghyun ketika teringat wajah Siwon.

Plak. Satu tamparan tanpa sadar dilayangkan Kyuhyun di pipi Seunghyun, tubuh namja itu bergetar begitu hebat, ia menatap Seunghyun dengan mata bulatnya yang mulai dipenuhi oleh air mata, "kau, kau tidak berhak berkata seperti itu, aku... Tidak pernah sedetikpun melupakannya, jadi berhenti mengikutiku dengan alasan yang kau buat - buat itu"

"alasan yang ku buat - buat? Jika bukan alasan ini kau tidak akan berdiri di posisi ini sekarang" ucap Seunghyun pelan dan penuh penekanan disetiap nadanya, "kau lupa seterpuruk apa dirimu dulu? Kau lupa siapa yang menarikmu ke tempat audisi hingga kau diterima di agensi milik Leeteuk-ssi, kau lupa siapa yang mati - matian berada di samping mu, memenuhi kebutuhanmu, menopang mu ketika kau jatuh hingga sekarang kau mampu berdiri sendiri dengan kakimu, hingga kau bisa mendapatkan impianmu, kau lupa siapa yang selalu di sampingmu? Yang bahkan mengorbankan hidupnya untuk membagi diri antara perusahaan dengan menjagamu? Apa kau lupa siapa dia?" ucap Seunghyun tanpa sadar mengelurkan nada tingginya,

"apa kau ingin aku membalas budimu eoh?" Setetes air mata jatuh membasahi pipi Kyuhyun, "ya, itu semua adalah kau, memang kau, aku sangat berterima kasih padamu, adik ipar" bisik Kyuhyun dan berlari meninggalkan Seunghyun yang membatu di tempat mendengar panggilan Kyuhyun.

.

Siwon mendengus dan melemparkan naskahnya begitu saja, pikirannya terasa kacau dan semua dialog yang ada di otaknya menghilang begitu saja, "haish siapa namja itu, kenapa dia begitu akrab dengan Kyuhyun," Siwon mengusap wajahnya kasar, ia mengacak - acak rambutnya,

"Siwon -ssi, sudah waktunya take" seorang yeoja yang dikenal Siwon sebagai asisten Yesung membuka tirai ruang gantinya,

"ah, ne, baiklah, terima kasih" Siwon mengeluarkan senyumnya yang selalu bisa membuat siapapun terpesona, termasuk si yeoja asisten tersebut.

Siwon tersenyum kecil kala yeoja itu agak tersandung saat hendak meninggalkannya, "ahhh aku lebih tampan dari namja yang kenapa memiliki nama keluarga seperti ku itu, huh dia benar - benar mengacaukan mood ku" Siwon berdiri dan menarik naskahnya dari atas meja.

Namja tampan itu menghentikan langkahnya ketika melihat Kyuhyun keluar dari ruang ganti dengan mengenakan kaca mata hitam, sekilas ia melihat hidung namja itu sedikit memerah, "ada apa dengannya? Kenapa memakai kaca mata hitam? Bukankah kostum kali ini tidak perlu memakai asesoris apapun?"

Siwon bergegas menyusul Kyuhyun yang sepertinya menemui Yesung entah membicarakan apa. Saat ini mereka sedang melakukan syuting di taman bermain. Ceritanya adalah mereka sedang berkencan.

"Kyuhyun -ssi kenapa kau memakai kacamata hitam?" Tanya Siwon ketika Kyuhyun selesai bicara dengan Yesung.

Kyuhyun menatap Siwon dari balik kacamatanya, "bukan urusanmu, kita hanya perlu mengikuti inti ceritanya saja kan? Aku harap kau bisa mengikutiku nanti"

Siwon terdiam di tempat, merasa ada yang aneh dengan Kyuhyun, "suaranya agak serak, apa dia habis menangis? Tapi karena apa?" Siwon menatap Kyuhyun yang sedang dibantu stylist untuk menata ulang rambutnya.

"baiklah sudah waktunya kita take, siap di posisi masing - masing" teriak Yesung melalui pengeras suara.

Siwon dan Kyuhyun kemudian bersiap - siap dan berdiri di tempat seharusnya mereka berada. Sementara Seunghyun berdiri di tempat lain yang lebih tertutup agar tidak terkena sengatan sinar matahari langsung.

"camera rolling, action"

Siwon tersenyum dan menarik tangan Kyuhyun sambil berlari memasuki taman bermain. Kamera mengikuti keduanya dari berbagai sisi,

"aku sudah lama sekali tidak bermain di sini" mulai Siwon dan menatap Kyuhyun yang mengikutinya di belakang,. Namun Siwon kemudian terdiam ketika Kyuhyun tidak juga melanjutkan dialognya, "Kyuhyun -ssi?"

"cut" Yesung berteriak lagi dari pengeras suaranya, "Kyuhyun -ssi dialog mu"

Kyuhyun yang tersadar segera memandang sekeliling dan meminta maaf, dan hal itu tidak luput dari perhatian Siwon, ia yakin ada sesuatu yang terjadi dengan namja itu tadi. Kyuhyun menepuk kedua pipinya agar lebih fokus. Jujur saja, pembicaraannya dengan Seunghyun tadi benar - benar mempengaruhi pikirannya. Namja manis itu menarik nafas panjang dan mengeluarkannya secara perlahan. Ia coba menenangkan dirinya sendiri.

"baiklah kita mulai lagi, semua bersiap, camera rolling, action!"

Siwon kembali mengulangi dialog yang ia ucapkan tadi dan kali ini Kyuhyun membalasnya, namja itu berusaha keras untuk bersikap profesional, dan Siwon pun coba melakukan hal yang sama meski pikirannya tidak tenang melihat keadaan Kyuhyun yang berbeda dari biasanya.

Mendadak Kyuhyun menghentikan langkahnya, membuat Siwon pun ikut berhenti, namja itu mengernyit bingung,

"kenapa berhenti?" Gumam Siwon,

Kyuhyun menatap pintu masuk taman hiburan yang sangat besar itu, "untuk meraih tempat ini, aku harus bertengkar dengan abeoji"

Semua yang ada di lokasi terkejut ketika Kyuhyun merubah dialognya,

"sutradara Kim, dialognya" sang penulis naskah menatap Yesung yang nampak tenang - tenang saja,

"biarkan saja, aku percaya padanya" jawab Yesung. Ia sebenarnya juga terkejut ketika Kyuhyun meminta untuk melakukan beberapa perubahan tanpa mengganti inti ceritanya. Bahkan ketika ia bertanya kenapa Kyuhyun memakai kacamata hitam, Kyuhyun hanya tersenyum kecil.

"eh?" Siwon seperti orang bodoh saat ini,

"yaa, kenapa kau memasang wajah seperti itu, kau tenang saja, aku tidak kabur dari rumah, aku hanya bertengkar hanya untuk pergi kemari" Kyuhyun menepuk bahu Siwon, "ayo kita masuk" Kyuhyun menampilkan senyum kecilnya dan membuat Siwon tersadar ada maksud lain dari senyum itu, ah iya dia ingat. Inti dari acara di taman bermain itu adalah untuk satu hal.

"ya! Kenapa kau diam saja eoh, aku tidak punya banyak waktu sebelum para pengawal itu menyeret ku pulang"

Siwon tersenyum , "tunggu sebentar kenapa, kau ini tidak sabaran sekali" ucap Siwon sambil melihat sekeliling dan lagi - lagi membuat mereka yang ada disana terkejut karena Siwon ikut merubah dialognya.

"eh?" Kali ini ganti Kyuhyun yang terkejut. Siwon hanya menampilkan senyumnya dan mencegat seorang namja dan pacarnya tengah berjalan mendekati mereka,

"ah maaf, boleh aku meminjam kacamatamu? Ah mungkin lebih tepatnya membelinya?"

Kyuhyun melebarkan matanya melihat tindakan Siwon dan ikut memakai kacamata hitam sama sepertinya, "bukankah ini lebih bagus? Kita berdua sama - sama memakai kacamata hitam, lebih serasi bukan?" Ucap Siwon,

Kyuhyun terkikik geli, tidak menduga Siwon bisa menangkap maksudnya, "kita seperti pasangan tuna netra"

"tuna netra tampan eoh?"

Kedua namja itu tertawa kecil, berbanding terbalik dengan para kru yang agak was - was memandang Yesung yang masih diam saja, "sutradara Kim, apa tidak apa - apa dialognya berubah total begini?" tanya sang asisten

"tidak apa, toh adegan ini bukan adegan inti, jadi mereka tidak mengikuti dialog tidak masalah, kau pasti tidak mengerti, kadang, seorang aktor atau aktris bisa memahami perasaan lawan mainnya dengan baik, sehingga mereka bisa dengan cepat mengikuti jika terjadi perubahan mendadak seperti ini" jawab Yesung sambil menatap layar yang menampilkan adegan Siwon dan Kyuhyun.

Sedangkan Seunghyun terus menatap tanpa berkedip keduanya dari jauh, "dia benar - benar seorang aktor hebat" gumamnya entah kepada siapa, "bisa mengatasi situasi tanpa membuat sutradara meminta berhenti".

Adegan selanjutnya adalah pengambilan gambar untuk bermain di dalam area teman hiburan dan tanpa membutuhkan waktu lama keduanya telah menyelesaikan adegan tersebut.

"setelah ini adalah scene inti episode dua, jadi pastikan akting kalian bisa menampilkan maksud dari acara jalan - jalan ke taman hiburan ini, kalian mengerti?" Ucap Yesung,

Siwon dan Kyuhyun hanya mengangguk, namja tampan itu melirik Kyuhyun lagi yang masih tetap memakai kacamatanya sementara ia sudah melepasnya sejak tadi. Kyuhyun lalu pamit sekedar untuk mengambil air minum sementara Siwon duduk di kursi tempat mereka memulai dialog nanti.

"sepertinya Kyuhyun -ssi habis menangis, matanya merah dan bengkak sekali"

"benarkah?"

"ne, tadi aku membenarkan make up nya dan tak sengaja melihat dibalik kacamatanya, kira - kira karena apa ya dia menangis? Bukankah tadi dia terlihat biasa saja dan ceria seperti biasa ketika datang? Tapi tadi dia benar - benar tampak dingin dan auranya sangat gelap, aku sampai merinding hiii"

Telinga Siwon tanpa sengaja mendengar percakapan dua orang yang ia kenali sebagai makeup artist, "menangis? Jadi benar ia habis menangis? Tapi karena apa?" Siwon menerawang, ia tidak tahu sama sekali apa yang terjadi pada Kyuhyun karena ia ada di dalam ruang ganti nya terus, "aku benar - benar penasaran" mata Siwon lalu menatap sosok Seunghyun yang menatap intens ke arah Kyuhyun sambil berjalan mendekatinya, "apa ini ada hubungannya dengan namja bernama Seunghyun itu?" Gumam Siwon

Kyuhyun meminum habis air yang ada di dalam botol, ia menghela nafasnya, kepalanya terasa sangat pusing karena terlalu banyak menangis. Setelah Seunghyun pergi meninggalkannya, namja itu menangis sangat lama tanpa sadar membuat matanya begitu merah dan bengkak. Tentu saja hal itu tidak mungkin bisa ditutupi oleh make up, karena itulah ia terpaksa menggunakan kacamata hitam.

"aku tidak menyangka dia bisa mengimbangi mu" suara Seunghyun terdengar berbisik di telinga Kyuhyun, "dia hebat juga, memang cukup pantas untuk bersanding dan melawan hyung ku"

"jangan mulai lagi Choi Seunghyun" desis Kyuhyun sambil meremas botol minumnya, "aku tidak ada hubungan apapun dengan namja itu"

Seunghyun tersenyum kecil dan memutar tubuh Kyuhyun agar menghadapnya, "baby Kyu..."

"aku bilang jangan memanggil ku dengan nama itu selain dari bibirnya" Kyuhyun menepis kedua tangan Seunghyun di bahunya, "sudah waktunya aku kembali syuting lebih baik kau pulang saja, keberadaan mu disini sangat menggangguku"

"kau masih menyimpannya kan?" Tanya Seunghyun tiba - tiba, Kyuhyun menghentikan langkahnya, "jika kau masih menyimpannya atau lebih - lebih memakainya aku akan pergi"

Kyuhyun berbalik menatap Seunghyun dan menatapnya lama, namja itu mengeluarkan kalung yang tersembunyi di balik pakaian yang ia kenakan, menunjukkan dua buah cincin emas yang menjadi bandul kalung terebut. Setelahnya ia masukkan lagi kalung itu dan melangkah pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Siwon menyaksikan semua gerak - gerik Kyuhyun dan Seunghyun dari jauh, namja itu merasakan rasa cemburu kembali membakar hatinya . Tangannya terkepal erat dan matanya memandang tajam Seunghyun yang pergi begitu saja.

Siwon mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun yang duduk disampingnya siap untuk melanjutkan syuting.

"siapa dia?" Tanya Siwon tanpa basa - basi,

"bukan urusanmu" Jawab Kyuhyun ketus,

"tentu saja ada"

Kyuhyun menolehkan kepalanya cepat, Siwon yang menyadari kesalahan kata - katanya akibat cemburu langsung mengalihkan pandangannya, "maksudku, kalau dia yang sudah membuatmu mengenakan kacamata hitam dan membuat akting mu kacau tentu saja ada hubungannya, kau itu profesional kan?" Ucap Siwon agak terbata karena susah payah mencari alasan, namun Kyuhyun tidak merespon dan justru menatap lekat Siwon dari balik kacamatanya

"kenapa melihatku seperti itu terus? Aku tahu aku tampan tidak perlu sampai segitunya"

"kau memang benar - benar bodoh"

"mwo?"

"aku bilang kau benar - benar bodoh, bukankah aku sudah bilang itu bukan urusanmu kenapa kau mengurusiku eoh?"

"tentu saja aku harus melakukannya, drama ini bukan punya mu saja kau tahu, aku juga pemain di sini jadi tentu saja aku perduli padamu, ish kau ini bagaimana, kenapa aku bisa punya lawan main yang juga sama bodohnya dengan ku"

"ya! Aku tidak bodoh, kau yang bodoh itu"

"mwo? Hey kalau aku bodoh aku tidak mungkin bisa mengimbangi dialog dadakanmu itu apalagi sampai mengeluarkan uang untuk membeli kacamata hitam jelek ini" ucap Siwon sambil melihat lagi kacamata hitam yang terpaksa ia beli demi mengimbangi akting Kyuhyun.

"itu kan urusan mu sendiri, bukan masalahku" kyuhyun merapikan rambutnya yang tertiup angin, entahlah ia merasa perasaannya lebih baik setelah bertengkar singkat dengan Siwon, "lagipula kaukan bisa meminjamnya daripada membelinya, kau tahu yeoja yang disamping namja itu penggemarmu, aku saja bisa melihatnya kenapa kau tidak sadar? Yeoja itu pasti dengan senang hati kacamata pacarnya kau ambil" jawab Kyuhyun sambil membaca naskahnya,

"ye? Jinjja? Aish aku tidak tahu, aku hanya terlalu fokus mencaritahu dialog yang pas untuk membalas mu"

"karena itulah kubilang kau bodoh" Ucap Kyuhyun tenang, "aku sudah jelas memberitahu maksudku kau malah tampak terkejut, apa kau tidak terbiasa improvisasi dadakan eoh?" Tanya Kyuhyun dengan nada mengejek,

"ish aku tidak bodoh" balas Siwon.

"kau bodoh"

"tidak"

"bodoh"

"kau bodoh"

"ya aku bodoh, eh" Siwon menutup bibirnya dengan tangannya ketika mengetahui kata - katanya sendiri.

Kyuhyun tertawa kecil dan memandang Siwon, "benarkan kalau kau memang bodoh" ucapnya senang, perasaannya semakin membaik saat ini, dan lagi - lagi karena Siwon.

Siwon yang masih tidak percaya dengan kalimat yang keluar dari mulutnya hanya mampu menepuk - nepuk bibir joker itu dengan tangannya sendiri.

"nah, pabo won ayo kita mulai syuting lagi , jangan lupa untuk mengimbangi lagi aktingku" ucapnya tanpa canggung menepuk - nepuk bahu Siwon. Dari jauh, Seunghyun melihat semua adegan itu dengan rasa panas di hatinya, namja itu mengepalkan kedua tangannya erat - erat dan menatap tidak suka Siwon yang kemudian entah berkata apa dan mengacak - acak rambut Kyuhyun,

"aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh Kyuhyun dan membuatnya melupakan siapa namanya yang sebenarnya, Choi Siwon, aku tidak akan membuat mu merusak rumah tangga hyungku" gumamnya dan berjalan pergi entah kemana.

.

Syuting kembali dimulai. Kini Siwon dan Kyuhyun duduk bersebelahan di kursi taman hiburan, Yesung masih tetap fokus memperhatikan setiap ekspresi yang keluar dari wajah keduanya,

"mataku sakit memakai kacamata ini terus, apa kau tidak merasakannya um?" Tanya Siwon sambil melepas kacamatanya,

Kyuhyun menggeleng pelan dan tersenyum, "dengan kacamata ini, aku bisa tenang"

"eh?"

Kyuhyun tidak menjawab dan hanya menatap lurus ke depan sementara Siwon memandangnya lekat,

"sutradara Kim, apa rasanya tidak aneh? Bukankah seharusnya Siwon -ssi menampilkan ekspresi terkejut bukan wajah dengan penuh pemikiran seperti itu?" Tanya sang asisten lagi,

"apa kau sudah membaca naskahnya dan memahami intinya?" Jawab Yesung tanpa mengalikhan pandangannya ,

"itu.."

"kau tidak memahami maksud dari adegan ini, penulis Park ingin menekankan bagaimana cinta itu saling mengerti dengan sendirinya dan itulah yang saat ini ditunjukkan oleh Siwon -ssi, ia coba memahami perasaan peran yang dimainkan Kyuhyun -ssi, kau masih harus belajar banyak"

"ne, saya mengerti".

Yesung lalu kembali fokus pada akting Siwon dan Kyuhyun, ia merasa ada sedikit perubahan di ekspresi Kyuhyun, anak itu terlihat lebih baik dari sebelumnya, dan ia tidak tahu apa yang menyebabkannya berubah.

"sekeras apa kau dan ayahmu bertengkar?" Ucapan Siwon mengejutkan Kyuhyun dan tanpa diduga mengejutkan Yesung juga, Siwon melakukan improvisasi.

"seperti apa pertengkaran mu dengan Choi Seunghyun hingga kau menangis hingga seperti ini" itulah niat sebenarnya mengapa Siwon merubah dialognya dengan total,

Kyuhyun tidak menjawab, ia terdiam, namja itu tidak menyangka Siwon merubah dialognya lebih dulu, bukankah dengan begini ia harus mengikutinya.

Kyuhyun tersenyum kecil, "kenapa kau ingin tahu? Cukup dengan aku bisa pergi dan bertemu denganmu di sini tidak masalah kan?" Tanyanya sambil mengerucutkan bibir.

Lagi - lagi semua yang ada di sana terkejut, Kyuhyun tetap mengikuti dialog yang tertulis di naskah.

Siwon tersenyum, "tentu saja aku harus tahu, aku adalah kekasihmu jadi kau harus mengatakan yang sebenarnya... Kenapa kau menangis... Dan menutupi bekas nya dariku" balas Siwon dan melepas kacamata yang dipakai Kyuhyun.

"mwo?" Yesung agak berteriak saat Siwon benar - benar melenceng dari dialog meski masih tetap memiliki inti yang sama.

Kyuhyun hendak marah karena Siwon melepas kacamatanya hingga menampakkan wajahnya yang tercetak jelas ekspresi habis menangis, "aku adalah kekasihmu, kau tidak boleh menyembunyikan apapun dariku" ucap Siwon cepat sebelum Kyuhyun mengucapkan dialognya. Namja itu juga nampak terkejut dengan mata yang begitu membengkak dan memerah. Ia tidak menyangka akan separah itu bekasnya. Hati Siwon terasa sakit melihatnya.

"aku telah berjanji padamu akan membantumu jika kau kesulitan, jadi katakan padaku kenapa kau menangis?" Ucap Siwon dalam hati, ia masih penasaran mengapa Kyuhyun menangis. Karena itulah ia harap Kyuhyun bisa menimpalinya atau memberinya petunjuk. Namun dugaan Siwon meleset. Kyuhyun justru tetap tenang mengikuti dialog yang sudah tercetak, namja itu menatap Siwon sendu. Namun Siwon sama sekali tidak mengetahui, jika dialog yang diucapkan Kyuhyun itulah jawaban dari pertanyaan nya sendiri.

"aku merindukan nya... Aku merindukan... Masa dimana kita bisa bebas pergi kemanapun yang kita mau... Tanpa perlu sembunyi - sembunyi atau melarikan diri dari para pengawal... Merindukan masa dimana kita masih teman sejak kecil yang kemudlan menjalin kasih..." Mata Kyuhyun kembali berkaca - kaca. Ia merasa de javu.

Dialog yang ia ucapkan adalah apa yang pernah terjadi dalam hidupnya, dan dialog inilah yang memutuskan Kyuhyun untuk menerima drama ini. Drama yang entah mengapa bisa mengatasi kerinduan nya pada seseorang. Seseorang yang sudah meninggalkannya selama lima tahun. Seseorang yang telah bersama dengannya sejak ia masih bayi hingga berusia dua puluh satu tahun. Yang meningalkannya sebulan setelah ia mengucapkan janji suci di sebuah gereja di Amerika.

"apakah perbuatan kita ini salah?" ucap Kyuhyun dengan suara bergetar, "apakah aku harus meninggalkan rumah agar aku bisa selalu bertemu dengan mu. Meninggalkan semua yang aku miliki demi mengikuti mu? Aku tidak mau hari ini menjadi hari terakhir kita bertemu" Kyuhyun melanjutkan dialognya,

Siwon terpana, ia benar - benar terdiam, Kyuhyun yang di depannya ini adalah Kyuhyun yang sebenarnya ataukah peran yang dimainkan Kyuhyun? Namja itu menelan ludahnya, "aku... Juga tidak ingin berpisah denganmu setelah hari ini" ucap Siwon mengikuti dialog yang sudah ada, otaknya tidak mampu berfikir, ia benar - benar tidak mampu melakukan apapun melihat Kyuhyun yang menampilkan mata penuh air matanya, hatinya terasa sakit, tidak mau, ia tidak akan pernah mau melihat Kyuhyun dengan wajah menangis seperti itu, meski sekilas, namun Siwon bisa menangkap ada ekspresi kerinduan yang sangat besar di mata bak boneka itu,

"kalau begitu jangan pergi..."

"eh?"

"jangan pergi dariku dan teruslah berada disampingku untuk membantuku..."

"bantu aku mengatasi kerinduanku padanya, Siwon-ssi..." Batin Kyuhyun,

"ne, tanpa perlu mengatakannya pun aku akan terus membantumu" jawab Siwon,

Kyuhyun memeluk Siwon dengan erat, pelukan tulus yang ia lakukan bukan hanya untuk sekedar berakting. Pelukannya sebagai ucapan terima kasih pada namja tampan itu.

"cut" Yesung mengakhiri syuting siang itu dengan senyuman di bibirnya, namja berusia tiga puluhan keatas itu berjalan mendekati Siwon dan Kyuhyun yang tengah menghapus air matanya , "kalian benar - benar luar biasa, aku sampai merinding melihat ekspresi kalian, tidak salah jika julukan aktor terbaik korea selatan kalian sandang" ucapnya dengan senyum lebar, "drama ini pasti akan menjadi yang terbaik dan mereka yang menghujat akan balik memuji"

Siwon tersenyum kecil, namun matanya masih menatap Kyuhyun yang sibuk memandang ke bawah, apa ada yang menarik di sana sampai - sampai namja manis itu tidak melihat ke arah Yesung sama sekali.

"maafkan aku, aku sudah merubah dialog seenaknya" ucap Siwon mengerti jika Kyuhyun masih larut pada sesuatu yang tidak ia ketahui dan coba mengalihkan perhatian Yesung

"tidak masalah, dialog mu bagus sekali mesk aku juga agak khawatir, tapi untung nya kalian bisa saling mengikuti, pertahankan terus, besok kita akan pindah lokasi untuk melanjutkan scene berikutnya di episode dua " Yesung menepuk bahu Siwon dan pamit untuk mengurus keperluan lain.

"Kyuhyun -ssi" panggil Siwon

"aku lelah, aku kembali lebih dulu, terima kasih untuk hari ini Siwon -ssi" setelah menundukkan kepalanya sekedar untuk memberi salam Kyuhyun langsung pergi begitu saja meninggalkan Siwon,

"aku benar - benar ingin tahu apa yang terjadi padamu sebenarnya Kyuhyun -ssi... Matamu itu... Berapa lama kau menangis..."

.

Seunghyun duduk di kursi belakang mobilnya dengan sebuah laptop yang menyala dan menampilkan satu foto. Foto dimana terdapat tiga orang dengan senyum yang merekah di bibir masing - masing. Namja itu mengenali tiga orang di sana. Tentu saja karena ia termasuk salah satu diantara tiga orang tersebut.

"Cho Kyuhyun, aku tidak akan membuat mu lupa siapa nama aslimu yang sebenarnya" ucap Seunghyun sambil menunjuk foto Kyuhyun yang berada di tengah sambil membawa bunga, diantara dirinya dan namja lain yang juga memakai setelan jas resmi, "kau tidak boleh mengganti namamu, karena sampai sekarang kau tetaplah seorang Jung. Kau telah menikah dengan hyung ku, dan kau masih seorang istri, karena hyung ku belum meninggal, hyungku masih hidup untuk kembali padamu. Jung Yunho masih belum meninggal seperti yang ku katakan padamu. Jung Yunno mu akan kembali sebentar lagi," Seunghyun menatap ponselnya yang menunjukkan kabar dari Jepang jika sang hyung telah sadar dari komanya yang berlangsung selama lima tahun.

"kita ke bandara sekarang" perintah Seunghyun pada supirnya, "tunggulah sebentar lagi baby Kyu... Dan kau akan kembali memanggilku seperti dulu dengan nama Jung Seunghyun meski aku hanyalah anak angkat keluarga Jung... Lalu aku akan membalasmu dan ikut memanggil mu.. Jung Kyuhyun... Kakak ipar ku tersayang..."

-TBC-


Annyeong... Hyunie kembali dengan my baby angel chap 3, terlalu rumit kah? Membingungkan kah? Atau kalian paham apa yang hyunie sampaikan? Hehehe mianhae jika agak rumit, karena memang itulah yang ada di otak . Sudah ketebak kan siapa yang di rumah sakit saat chapter dua awal? Dan siapa yang jadi pasien(?) di sana? , hayoo yang belum ngerti dibaca pelan - pelan aja :p

oh iya hyunie yakin kalian pasti paham kenapa di sini Kyuhyun adalah kakak ipar dan Seunghyun adik ipar meski Seunghyun lebih tua, pasti paham kan? #maksa hehe...

Padahal niatnya mau di hiatus in dulu tapi entah kenapa ide ff ini selalu melayang - layang dan daripada lupa jadi hyunie buat chap 3 nya, semoga puas ya ^^

Terima kasih banyak yang udah review dan nunggu lanjutannya ini udah update, terima kasih juga buat yang udah baca, follow, favorit, ^^

Mianhae kalau ada typo atau wk moment nya kurang, karena hyunie sebagai wks merasa kekeringan karena jarangnya wk moment akhir - akhir ini T_T

Ah iya, karena sekarang sudah mulai mendekati bulan syawal dan yang pasti hyunie tidak akan update di sabtu depan, jadi sekarang hyunie mau minta maaf kalau ada salah – salah kata atau perbuatan, atau mungkin ada yang menyinggung, mohon maaf lahir dan batin ne ^^

Sampai jumpa di chapter depan, jangan lupa reviewnya yaaa kalau ga Kyuhyun hyunie jadiin temen nya ayam di teaser devil kekekekek #ketawanista

sampai jumpa di chap 4 ^^

Let's say Wonkyu is real

-chohyunnie-

2015 - 07 - 11