My Baby Angel

by: Chohyunnie

Cast : Cho Kyuhyun

Choi Siwon

Choi Seunghyun

Jung Yunho

Cast lain akan bertambah seiring cerita,

Desclaimer : I have nothing except the story, semua cast punya Tuhan dan entertainment masing – maasing

Warning : BL, DLDR, Typo(s), Tidak sesuai EYD, no bash

.

.

.

Ketika dua orang actor besar Korea selatan dipertemukan dalam satu kisah drama percintaan sesama jenis apa yang akan terjadi? Kemanakah takdir akan membawa keduanya?

.

.

Happy Reading

.

.

Episode 4

.

.

.

Dua puluh lima tahun lalu….

Yunho kecil berjalan kesana kemari memperhatikan box - box para bayi yang ada di salah satu panti asuhan tempat sang ayah menjadi donatur tetap. Di belakangnya namja kecil lain terus mengikuti sang kakak yang masih asyik melihat - lihat.

"Yunho hyung, hyung mencari siapa?"

Ucapan polos itu terdengar di telinga Yunho. Anak itu tersenyum kecil, "Umm... Hyung mencari malaikat"

Kening sang adik nampak mengerut mendengar jawaban kakaknya yang terasa aneh, ia memiringkan kepalanya, "Malaikat?"

Yunho masih belum menghilangkan senyuman dari bibirnya, "Ne malaikat, dia begitu indah, begitu cantik dan... Begitu sempurna" Mata Yunho langsung berbinar ketika seorang suster menggendong 'Malaikat' yang sejak tadi ia bicarakan.

Tak pernah sedetikpun Yunho mengalihkan pandangannya pada bayi yang dikatakan para suster di sana berusia satu tahun itu.

Bayi yang begitu bersinar diantara anak - anak yang lain dengan pipi gempalnya, bola mata bulat nya yang besar dan berwarna hitam cerah, terlebih, bibirnya yang begitu merah dan nampak sangat kenyal.

"Seunghyun -ah, kenalkan, dialah yang hyung cari selama ini, dia juga akan menjadi anggota keluarga kita. Namanya...Jung Kyuhyun, tidakkah dia terlihat seperti bayi malaikat?"

.

.

"Selamat datang lagi di dunia, Yunho hyung..." Seunghyun berbisik lirih ketika kedua mata sang kakak terlihat membuka dan memandangnya sayu. Senyum lebar Seunghyun berikan untuk menyambut seseorang yang sudah lima tahun ini menutup kedua matanya.

Yunho coba menggerakkan bibirnya, namun ia merasa gagal, namja itu hanya mampu menggerakkan matanya untuk mengetahui dimana dia sekarang berada. Otaknya pun masih belum bisa mencerna kenapa ia ada di ruangan ini dan kenapa ia merasa seluruh tubuhnya seperti tak bertenaga dan terlalu lemas, seakan ia tak bisa menggerakkan mereka semua.

Yunho memandang Seunghyun seakan bertanya dia di mana dan kenapa bisa ada di sana. Seunghyun paham apa arti tatapan itu. Namja tampan itu lalu tersenyum kecil, berdiri mendekati sang kakak.

"Selamat hyung, aku senang hyung sudah sadar. Lima tahun hyung hanya terbaring di sana karena kecelakaan, apa hyung ingat? Ah hyung, sepertinya hyung sedikit kecewa karena yang menyambut hyung sadar bukanlah dia tapi aku"

Yunho sedikit berekasi mendengar kalimat adiknya. Dia? Dia siapa yang dimaksud? Sungguh, Yunho sama sekali tidak bisa mengingat apapun. Atau otaknya sedang tidak bisa mengingat satu kejadian pun dalam hidupnya. Yunho hanya merasa ia tengah dalam keadaan mengambang tanpa tahu apapun.

Seunghyun meski terlihat tenang namun jantungnya berdegup sangat kencang. Ia tahu orang yang mengalami koma akan mengalami berbagai macam efek. Dokter sudah mengatakan itu tadi, tapi, melihat apa yang dialami Yunho sekarang cukup membuatnya was - was. Berbagai macam pikiran berkecamuk di dalam otaknya.

"Hyung... Hyung mengenali ku bukan?" Tanya Seunghyun tiba - tiba.

Yunho nampak berusaha berfikir, tapi tetap tidak ada apapun yang muncul di otaknya. Ia coba memandang lebih lekat ke arah Seunghyun. Jika dilihat dari cara bicaranya, namja di depannya ini memiliki hubungan yang dekat dengannya.

"Hyung, apa hyung tahu siapa nama hyung?" Tanya Seunghyun lagi. Ada sedikit getaran di nada suaranya ketika melihat sorot kebingungan di mata sang kakak.

Yunho kembali memaksa otaknya untuk berfikir, namun lagi - lagi semua terasa kosong. Otaknya seakan tak berisi apapun.

Seunghyun memejamkan matanya. Apa yang dikatakan dokter padanya tadi kembali terngiang di otaknya. Karena koma yang dialami Yunho, hal itu mengakibatkan syaraf - syaraf di bagian kepalanya mulai mengalami penurunan sehingga otaknya tidak mampu mengingat hal - hal yang telah ia lalui sebelum masa koma. Meski itu hanya sementara dan akan kembali seiring berjalannya waktu namun dokter tidak bisa memastikan kapan Yunho bisa mengingat lagi semuanya.

Tawa getir muncul di bibir Seunghyun, jika sang kakak tak mampu mengenalinya, maka, ia pasti tidak akan mampu mengenali Kyuhyun. Seunghyun mengeluarkan ponselnya dan menghadapkannya ke arah Yunho.

"Jika dia... Apakah hyung juga tidak bisa mengenalinya?" Seunghyun mengangsurkan sebuah foto melalui ponselnya. Ia pastikan Yunho bisa melihat wajah yang tertera di sana.

Cukup lama Yunho memandang ponsel yang ada di depannya, ia merasa heran, wajah itu, wajah itu entah kenapa membuat dadanya tiba - tiba berdesir hangat. Ada rasa rindu yang amat sangat besar muncul di hatinya, dan entah kenapa otaknya yang sejak tadi tak ada pikiran apapun kini mulai sedikit terlihat bayangan - bayang yang nampak samar. Juga terdengar suara - suara yang seperti memanggil namanya yang bahkan tidak ia ingat siapa.

Reaksi Yunho membuat Seunghyun terkesiap. Betapa ia bisa melihat bagaimana hyungnya itu sangat mencintai Kyuhyun. Bahkan dalam keadaan ia tidak mengenali adiknya sendiri ia bisa menyadari jika Kyuhyun adalah orang yang spesial. Senyum sedih mulai tercetak di bibir Seunghyun.

"Ternyata , aku memang selalu ditakdirkan untuk kalah dari mu hyung, bahkan itu untuk soal Kyuhyun sekalipun"

Seunghyun segera menekan tombol di dekat ranjang Yunho ketika sang kakak terlihat kesakitan. Seunghyun yakin kepala Yunho mulai sedikit demi sedikit dipenuhi oleh Kyuhyun.

.

.

.

Kyuhyun merengut kesal di tempatnya duduk. Bagaimana bisa seluruh kru sedang menikmati es krim di tengah musim panas yang sangat menyebalkan ini sementara ia hanya bisa duduk sendirian. Kyuhyun terlalu malas untuk sekedar berjalan ke arah kerumunan tersebut. Bukannya ia tidak mau es krim, ia hanya sedang malas berada di keramaian saat ini.

Kyuhyun merutuki Ryeowook sang manajer yang seakan - akan lupa dengan keberadaannya dan justru menikmati es krim itu seorang diri.

"Hahh.. Dasar Ryeo pabbo, awas kau nanti, aku akan memecatmu jika kau melupakan es krim untuk ku" Gerutu Kyuhyun.

Es krim. Ia sangat menyukai es krim. Yunho selalu menyediakan berbagai macam es krim di kulkas mereka. Namun, hari ini ia tidak bisa menikmati kesukaannya itu. Wajah Kyuhyun berubah sendu ketika mengingat Yunho. Ia begitu merindukan suaminya itu dan dengan bodohnya berharap jika ia kembali. Padahal ia tahu betul keinginannya itu adalah hal yang tidak mungkin akan terkabulkan.

Kyuhyun memejamkan matanya. Memikirkan Yunho membuat air matanya mulai menggenang kembali. Ia tidak mau ada yang melihatnya dalam kondisi seperti ini. Namja manis itu tidak menyadari jika sejak tadi Siwon terus memperhatikannya dari kejauhan. Raut khawatir sedikit terlihat di wajah salah satu aktor papan atas Korea tersebut.

Setelah dirasa cukup mampu menguasai dirinya, Kyuhyun membuka kedua matanya perlahan. Namja manis itu sedikit terlonjak karena terkejut ketika sesuatu terlihat di depannya. Kyuhyun menoleh ke samping dan mendapati Siwon tersenyum ke arahnya sambil satu tangan mengulurkan es krim yang sejak tadi ia ingingkan.

"Aku tidak melihat mu di antara staff jadi aku membawakannya kemari" Ucap Siwon. Sedikit berbohong, karena sejak tadi Siwon selalu menoleh ke arah dimana Kyuhyun berada. Ia terus memperhatikan namja manis itu.

Kyuhyun terdiam, ia tidak menyangka jika Siwon membawakan es krim untuknya. Namja itu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ia merasa aneh. Tepatnya hatinya yang terasa aneh.

"Y, ya! Kau pikir kenapa aku tidak berada di sana eoh? Aku sedang diet, es krim bisa membuat ku gemuk" Ucap Kyuhyun coba berbohong. Sungguh ia mendadak tidak tahu harus berbuat apa di hadapan Siwon.

"Jinjjayo? Tapi cuaca sangat panas, setidaknya kau akan merasa lebih sejuk jika memakan es krim mu. Sayang jika tidak kau makan, nanti meleleh" Siwon tetap bersikeras sambil terus menyodorkan es krim yang ia pegang.

"Shireo! Kau makan saja sendiri jika kau suka, aku tidak akan makan es krim it.. Ump" Kyuhyun melebarkan matanya ketika rasa dingin mulai menyebar memenuhi rongga mulutnya, membuatnya harus menghentikan kalimat pedasnya yang sudah siap terlontar.

Deg deg deg... Kyuhyun tiba - tiba terdiam. Jantungnya berdegup begitu kencang ketika ia menemukan Siwon tengah menatapnya dengan sangat lembut sambil memberikan senyumannya.

'Apa ini... Perasaan apa ini? Kenapa aku merasa tertarik seperti magnet?' Kyuhyun berfikir dalam hati. Matanya dan mata Siwon kemudian saling bertemu satu sama lain. Waktu disekitarnya seakan - akan terhenti. Tidak berjalan. Kyuhyun tidak mengerti, jantung nya mengapa harus bereaksi seperti ini?

"Y, .. Ya! Kau..." Kyuhyun tidak tahu harus berbuat apa, ia mendadak kehilangan kata - kata, Siwon sendiri hanya tersenyum sambil menunjukkan ekspresi bodonya.

"Enak bukan? Kau itu sudah kurus kenapa harus diet lagi huh, lagipula, hanya beberapa sendok es krim tidak akan membuat mu gemuk" Ucap Siwon. Ia mulai mendudukkan dirinya di kursi samping Kyuhyun. Membuat namja manis itu semakin tidak karuan.

"Ja, jangan duduk di situ huh, pergi saja sana, nikmati es mu, aku, aku... Aku harus menghafal naskah" Usir Kyuhyun sambil meraih buku naskah di depannya ketika Siwon sudah bersiap akan mendudukkan dirinya di samping namja manis itu. Dan itu adalah pertama kalinya Kyuhyun merasa panik ketika berada dekat dengan Siwon.

Kyuhyun tidak mau Siwon berada dekat dengannya. Ia takut jika terlalu lama berdekatan dengan namja itu hantinya akan goyah. Ia tidak akan mau itu terjadi. Tidak boleh.

Siwon hanya tersenyum, namja tampan itu lalu meletakkan gelas es krim yang tadi ia bawa di atas meja dan menatap Kyuhyun lekat, "Arasseo, kau pasti belum sempat menghafal ya, aku letakkan es nya di sini, kau bisa memakannya sambil menghafal" Ucap Siwon, Kyuhyun tidak menjawab dan hanya memeluk buku script nya erat - erat sambil terus menatap ke bawah, tidak berani memandang namja yang ada di sampingnya.

"Baiklah, selamat menghafal Kyuhyun -ssi, aku tidak akan mengganggumu dulu, sampai bertemu di tempat pengambilan gambar ne" Tangan Siwon tanpa sadar terulur, ia sedikit mengacak rambut Kyuhyun sambil sesekali menepuk - nepuknya.

Deg deg deg deg deg ...

Kyuhyun terdiam, lagi, ia merasakan hal aneh pada jantungnya. Tubuhnya seakan terasa kaku, ia tidak mampu bereaksi setelah sentuhan itu. Matanya hanya menatap lurus ke arah tanah di bawahnya. Kyuhyun tidak berani mengangkat kepalanya, ia hanya bisa tertunduk tidak tahu apa yang telah terjadi pada dirinya.

Bahkan ketika Siwon telah pergi dari sisinya namja manis itu masih belum menunjukkan reaksi apapun. Ia nampak masih terkejut. Tanpa Kyuhyun sadari, tangan kirinya terulur ke atas, ke arah rambut nya, tempat di mana Siwon tadi baru saja memberikan sentuhannya.

"Aku... Kenapa..." Gumam Kyuhyun tidak mengerti. Ia mulai memperhatikan sekitar setelah terdiam sejak tadi. Jantungnya yang masih belum normal berdetak kini kembali dipaksa untuk berpacu lebih cepat ketika mata bonekanya menemukan sosok Siwon yang tengah bersandar di sebuah pohon. Pantulan sinar matahari membuat seluruh tubuh namja itu terlihat bercahaya.

Siwon nampak sedang meminum segelas air ketika mata Kyuhyun tidak berkedip menatapnya dari kejauhan.

"Tampan..." Sebuah kata meluncur dari bibir Kyuhyun yang bahkan tidak disadari oleh nya.

Naskah yang dipegang Kyuhyun terjatuh saat Siwon tiba - tiba menoleh, melambaikan tangan ke arahnya sambil tersenyum dengan senyuman yang memang menjadi daya tarik namja tampan itu. Ditambah dengan pantulan sinar matahari membuat Siwon terlihat lebih bercahaya di mata Kyuhyun.

Kyuhyun hanya diam. Matanya terus memandang lurus dan lekat ke arah Siwon. Ia mulai merasakan dadanya bergemuruh. Satu rasa yang mengingatkannya ketika ia mulai mencintai Yunho dulu.

.

.

Suasana kompleks pemakaman itu masih terlihat sepi padahal hari sudah mulai siang. Hanya ada beberapa orang yang datang mengungjungi keluarga atau teman mereka yang terbaring abadi di dalam gundukan tanah. Termasuk diantara salah seorang dari pengunjung tersebut adalah seorang aktor terkenal Korea.

Kyuhyun berdiri di depan salah satu makam yang masih terlihat bersih dan terawat meski tanggal kematian yang tertera di batu nisannya telah berlalu selama lima tahun. Ia memandang lama makam Yunho. Berbeda dengan hari - hari biasa, kali ini Kyuhyun hanya berdiri dan diam di depan makam sang suami sambil menggenggam erat gelang rosario yang selalu ia bawa.

Kyuhyun menghela nafasnya, ia tidak tahu apa yang saat ini tengah ia rasakan. Semua terasa bercampur aduk di dalam pikirannya saat ia memikirkan kejadian yang baru saja terjadi sesaat sebelum pengambilan gambar tadi. Saat ini Kyuhyun sedang break syuting, sehingga ia bisa menemui Yunho karena lokasi mereka tidak jauh dari komplek pemakaman tersebut.

"Hyung... Aku... Tidak mengkhianati mu bukan?" Ucap Kyuhyun akhirnya, "Aku... Merasa aneh saat bersama dengan Siwon -ssi akhir - akhir ini... Aku tahu, dia adalah co-star ku jadi tentu saja kita harus bisa bersikap baik, tapi, aku... tidak tahu, aku... Mulai merasa nyaman saat bersama dengannya hyung, sama seperti saat bersama denganmu. Aku merasa, dia seperti penggantimu hyung... Apakah aku salah berfikiran seperti itu?"

Kyuhyun mengeluarkan cincin pernikahannya dengan Yunho dari balik kemeja yang ia kenakan, ada ukiran YunKyu di sana. Inisial mereka berdua.

"Hyung... Aku selalu percaya pada cintamu padaku hyung. Aku tahu hyung pasti tidak ingin aku selalu sedih saat mengingatmu bukan? Apakah karena itu hyung mengirimkan Siwon -ssi untuk ku?"

Kembali Kyuhyun bermonolog seorang diri di depan makam. Ia meremas kedua cincin di genggamannya dengan erat.

"Tapi, aku tidak bisa hyung. Choi Siwon bukanlah Jung Yunho ku. Dia tidak akan pernah bisa seperti mu hyung"

Namun Kyuhyun mendadak terdiam. Ia teringat bagaimana Siwon memberikannya medali saat di Jepang kala itu. Memberikan tulisan yang sama seperti apa yang dituliskan Yunho untuknya.

Ada sedikit getaran di hati Kyuhyun saat mengingat kejadian tersebut. Bagaimana Siwon membuatnya merasa sebagai namja normal untuk pertama kalinya setelah menjadi seorang aktor. Mengajaknya jalan - jalan berkeliling kota Yokohama. Memberikan pengertian pada fans jika mereka mulai mengganggu kenyamanan namja tersebut dan melindungi Kyuhyun dengan cara - cara sederhana.

Mata Kyuhyun mulai memanas. Ia tidak tahu apa yang salah pada hatinya. Mengapa ia justru memikirkan Siwon sekarang. Ia sedang bersama dengan Yunho bukan?

Sebersit ingatan lain mulai muncul di pikiran Kyuhyun. Bagaimana Siwon begitu gentle menariknya kedalam pelukan namja tampan tersebut saat ia hampir saja terserempet sebuah mobil ketika di Jepang. Bagaimana ia bisa merasakan dekapan hangat namja itu. Dekapan yang entah mengapa terasa sama seperti milik Yunho. Juga semalam, saat Siwon memberikan pelukannya ketika mereka tengah syuting. Kyuhyun bisa meraskaan ketulusan di sana, bukan hanya sebagai pelukan karena tertera di naskah.

Kyuhyun lagi - lagi tertegun. Apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya saat ini? Selama lima tahun ia terus mempertahankan cintanya untuk Yunho, tidak mungkin bisa ia hapus hanya dalam waktu satu atau dua hari kebersamaan bersama orang lain. Meski itu Yunho yang mengirimkan Siwon kepadanya seperti pemikiran Kyuhyun sebelum ini, namun ia tidak bisa. Itu sama saja artinya dia mengkhianati suaminya.

Tapi Kyuhyun juga tidak bisa berbohong pada dirinya sendiri. Siwon memperlakukannya begitu baik, sama seperti Yunho bersikap padanya. Begitu mencintai namja manis itu, begitu perhatian dan perduli padanya. Meski sekejam apapun ia bersikap, Siwon selalu menunggunya dengan senyuman yang tidak pernah lepas dari bibir namja tampan itu.

"Yunho hyung... Eottokhe... Aku tidak mau melupakan mu hyung... Aku tidak ingin berada pada perasaan seperti ini hyung, wae, kenapa aku harus menghadapi perasaan membingungkan seperti ini? Aku benci hyung aku benci... Aku sudah bersusah payah tidak dekat dengan siapapun untuk mencegah hal ini terjadi, keundae wae? Kenapa sekarang aku harus merasakannya? Aku tidak mau hyung, tidak mau" Kyuhyun jatuh terduduk di depan makam Yunho. Ia merasa sangat kacau, perasaannya membuatnya bingung.

"Kenapa hyung harus pergi, kenapa hyung tidak bertahan saat itu, kenapa hyung meninggalkanku, kenapa hyung, kenapaaaa? Kalau saja saat itu hyung tidak pergi, kalau saja saat itu hyung lebih kuat bertahan aku tidak akan merasakan hal seperti ini hyung..." Setetes air yang sejak tadi Kyuhyun tahan mulai meluncur dari matanya, turun membasahi pipinya.

Namja manis itu tidak berteriak, ia hanya berbicara dengan pelan, menyuarakan semua rasa sesaknya yang mendadak muncul, menyuarakan suara hatinya yang entah mengapa mulai terasa goyah terhadap cintanya pada Yunho.

"Hyung... Tidak bisakah hyung kembali? Tidak bisakah hyung hidup kembali? Agar aku bisa kembali padamu hyung, agar aku bisa berhenti menjadi aktor dan hanya menjadi istrimu. Hyung kembalilah, hyung, jebaaaal... Aku tidak mau dianggap pengkhianat hyung, aku tidak mau dianggap selingkuh hyung, tidak mau..." Kyuhyun mati - matian menahan isakan yang keluar dari bibirnya, ia tidak mau ada satu orang pun disana yang mendengar segala suara hatinya.

"Yunho hyung..."

.

.

"...ma" Seunghyun yang sedang memeriksa berkas - berkas perusahaan terkejut saat mendengar lirihan pelan di depannya. Dengan segera ia meletakkan tumpukan kertas tersebut di meja nakas yang ada di sampingnya dan memandang lekat sang hyung yang terlihat menggerakkan bibirnya.

"Yunho hyung? Apa hyung merasa sakit? Aku akan panggil dokter" Seunghyun nampak panik ketika Yunho terlihat bersusah payah menggerakkan bibirnya, namun gerakan Seunghyun yang akan menekan tombol terhenti ketika ia berusaha membaca gerak bibir Yunho.

Mata Seunghyun terbuka lebar ketika ia menyadari apa yang coba di katakan sang hyung.

"...ul..." Lirihan Yunho kembali terdengar di telinga Seunghyun, "ji..." Satu perasaan tidak enak langsung menyergap di benak Seunghyun, jika potongan - potongan Yunho tadi ia satukan , maka...

"Ul...Ji...Ma..."

Jangan menangis? Mata Seunghyun memandang lekat Yunho yang nampak terlihat sedang bersedih. Uljima? Siapa yang ia minta untuk jangan menangis? Ia tidak menangis sejak tadi. Ketika kenyataan menghampirinya, Seunghyun hanya mampu memikirkan satu nama.

Dengan segera Seunghyun meraih ponselnya sekedar untuk mencari kebenaran apa yang sedang ia pikirkan. Ia menghubungi satu nomer yang tersimpan sebagai angka satu di panggilan cepatnya.

Seunghyun merasa resah, jika memang yang ia pikirkan memang benar, maka, apa yang bisa ia lakukan?

"Yeoboseyo"

Deg. Suara itu. Seunghyun memandang Yunho dengan tubuh bergetar. Jadi benar, Yunho meminta...

"Kyuhyunie..." Seunghyun pun tidak sadar jika suara yang ia keluarkan ikut bergetar. Apakah ini yang memang dinamakan cinta sejati? Disaat ingatan Yunho masih terasa kabur namun ia tetap bisa merasakan belahan jiwanya.

Nafas Seunghyun mulai tercekat, ia jatuh terduduk di kursinya. Mendadak ia merasa takut. Takut bukan karena mengetahui kekuatan cinta yang baru kali ini ia rasakan. Namun ia tidak tahu mengapa perasaan takut itu mendadak muncul di pikiran dan hatinya.

"Seunghyun hyung?" Suara Kyuhyun terdengar di seberang. Suara yang sangat ia tahu jika ia sedang menahan tangis.

"A, aniyo, mianhae, aku salah menekan nomer" Seunghyun buru - buru mengakhiri percakapan singkat nya dengan Kyuhyun. Ia memeluk tubuhnya dengan kedua tangannya sendiri. Setelah lima tahun tertidur, kata - kata pertama yang diucapkan oleh Yunho adalah uljima. Dan itu ditujukan kepada seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah sang istri sendiri. Jung Kyuhyun. Seunghyun sedikit terlonjak ketika pintu kamar rawat Yunho terbuka, menampilkan rombongan Dokter dan perawat yang akan memeriksa Yunho.

.

"Dokter, apakah tidak apa jika Yunho hyung melanjutkan pengobatannya di Korea?" Tanya Seunghyun setelah tim dokter yang merawat Yunho selesai memeriksa keadaannya.

"Ke Korea?"

"Ne, saya rasa, dengan berada di tanah kelahirannya, Yunho hyung bisa lebih cepat pulih, terlebih di sana..." Ucapan Seunghyun terhenti ketika ia mengingat perasaan buruk yang akhir - akhir ini mulai menghantui pikirannya.

"Saya sebenarnya tidak bisa menyarankan hal tersebut. Kondisi pasien masih belum stabil meski ia sudah sadar, setidaknya ia harus mendapatkan beberapa tingkat penanganan pasca koma terlebih dahulu di sini, satu atau dua bulan"

"Mwo?" Mata Seunghyun membulat, "Satu atau dua bulan? Itu terlalu lama Dokter, saya tidak bisa menunggu dia lebih lama untuk kembali ke Korea, dia harus secepatnya kembali, ada masalah yang... Mendesak"

"Masalah? Seunghyun -ssi, pasien baru sadar dari koma. Ia tidak boleh berfikir terlalu berat, jika yang kau maksud adalah soal perusahaan..."

"Ini tidak ada hubungannya dengan perusahaan Dokter" Potong Seunghyun cepat, "Dua, ani satu minggu, dalam satu minggu bisakah ia dirawat secara insentif di sini? Jebal Dokter, jika dia tidak segera kembali, itu akan lebih berbahaya bagi kesehatannya"

Dokter yang mampu berbahasa Korea dengan lancar itu memandang Seunghyun lekat, ia kembali memeriksa lebih teliti keadaan Yunho.

Setelah beberapa lama akhirnya Dokter tersebut mulai bersuara, "Saya akan buatkan surat ijin melakukan penerbangan untuknya, dan akan mengirim satu Dokter serta perawat untuk menemani selama penerbangan juga menyiapkan segala yang dibutuhkan untuk pengobatannya di udara. Lebih baik kau menggunakan pesawat pribadi daripada penerbangan komersil, saya akan berusaha yang terbaik agar dalam lima hari tubuhnya kuat melakukan penerbangan ke Seoul"

Seunghyun melebarkan matanya, segaris senyum nampak terlihat di bibir pemuda tersebut, ia tidak menyangka sang dokter memberi ijin Yunho untuk ke Korea dalam lima hari ke depan, "Terima kasih Dokter, terima kasih, saya tidak akan melupakan kebaikan anda, terima kasih. Anda berjasa besar dalam kehidupan kami, jika anda perlu sesuatu katakan saja. Saya akan pastikan untuk memenuhi nya" Ucap Seunghyun, nada gembira terdengar jelas dari suaranya.

"Terima kasih atas kebaikanmu Seunghyun -ssi, saya sudah sangat senang jika mengetahui pasien bisa lebih baik kedepannya, dia, sudah seperti putra ku sendiri. Kau harus menjaganya baik - baik. Kami sudah melakukan yang terbaik selama lima tahun ini, sisanya ada di tangan mu" Dokter yang terlihat mulai menua itu menepuk pelan bahu Seunghyun sambil tersenyum.

"Baik Dokter, saya pastikan dia akan berbahagia setelah ini" Seunghyun memandang Yunho yang tengah tertidur. Senyum tak pernah lepas dari bibirnya sejak tadi.

Seunghyun lalu merapikan beberapa berkas yang tadi sempat ia baca dan memasukkannya ke dalam tas. Namja itu mendekati Yunho dan duduk di sisinya, "Hyung, aku akan ke Seoul dan menyelesaikan beberapa hal dulu, setelah itu aku akan kembali kemari dan menemanimu di sini agar hyung bisa cepat sembuh, setelah itu kita kembali ke Korea bersama – sama untuk menemui istrimu, Kyuhyun pasti sangat terkejut ketika tahu hyung masih hidup" Seunghyun memengang tangan Yunho dan memijatnya pelan – pelan, tidak ingin menyakiti kakak angkatnya tersebut. Senyuman tidak pernah hilang dari bibirnya.

.

.

Kyuhyun mengambil air minum yang sudah disediakan oleh para staff setelah ia kembali dari kawasan pemakaman, hampir tiga jam ia berada di sana tadi, namja itu lalu meminum habis seluruh isinya. Tubuhnya terasa sangat lelah sekarang. Terlebih hatinya pun terasa lebih lelah dari fisiknya. Kyuhyun mendudukkan dirinya di kursi dan mengambil naskahnya yang tadi sempat di bawakan Ryeowook.

Kyuhyun membuka halaman dimana ia harus melakukan adegan syuting setelah ini. Namun Kyuhyun mendadak merasakan suasana disekitarnya mulai bergoyang dan tulisan yang ada di hadapannya terlihat membayang. Namja itu coba mengatur nafasnya dan memijit pelan pelipisnya.

"Aku kenapa?" Batin Kyuhyun, ia kembali coba melihat naskahnya namun tulisannya tetap membayang. Kepalanya pun mulai terasa sangat berat.

Kyuhyun menyandarkan tubuhnya di kursi dan mengambil botol lain yang tersedia di dekatnya. Meminumnya kembali hingga tandas. Tetap saja, Kyuhyun tidak merasakan perbedaan. Ia justru merasa lebih lelah dan terlihat mulai kepayahan. Keringat mulai membasahi seluruh wajahnya. Kyuhyun menutup kedua matanya. Coba mengatur nafasnya yang mulai memberat.

'Mungkin aku kepanasan karena terlalu lama berada di makam Yunho hyung' Ucap Kyuhyun dalam hatinya.

Memang, setelah berdiam diri cukup lama di sana ia mulai merasa badannya terasa tidak nyaman. Terlebih bagaimana ia tadi mengeluarkan semua perasaannya di sana. Kini fisik dan hatinya sama - sama lelah.

Kyuhyun menghela nafasnya dengan berat. Pening di kepalanya belum mau hilang justru semakin terasa menyiksa. Ia kembali memijit - mijit keningnya berharap itu bisa mengurangi rasa sakit.

Tiba - tiba Kyuhyun merasakan sebuah sentuhan di kedua pundaknya, dan perlahan sentuhan itu berubah menjadi sebuah pijatan - pijatan ringan di sana. Membuat tubuhnya perlahan mulai rileks. Kyuhyun membuka matanya secara perlahan dan mendapati Siwon tengah berdiri di belakangnya dengan kedua tangannya tetap setia memijat pundak namja manis itu.

Deg deg deg...

Lagi, Kyuhyun merasa jantungnya berdegup begitu kencang. Ia merasa tubuhnya berdesir akibat sentuhan Siwon, meski toh terhalang pakaian yang ia kenakan, tapi ia tetap bisa merasakan kulit tangan Siwon di tubuhnya. Mata Kyuhyun tak berpaling sedikitpun dari sosok Siwon yang berdiri di belakangnya dengan raut khawatir tercetak jelas di wajah namja tampan tersebut.

"Gwaenchana? Apa kau kurang enak badan?" Tanya Siwon masih tetap memijat Kyuhyun.

Aktor muda tersebut tidak menjawab dan masih terus memandang Siwon. Ia tidak tahu reaksi apa yang harus dikeluarkan. Apakah harus mengusir namja itu seperti biasa? Namun ia akui tubuhnya memerlukan pijatan Siwon. Aliran - aliran darahnya mulai lancar dan ia merasa lelahnya mulai berkurang.

"Siwon -ssi..." Panggil Kyuhyun, ia tidak tahu, kenapa ia tidak bisa mengalihkan pandangannnya sedikitpun dari namja tampan di belakangnya itu.

"Waeyo?" Siwon menghentikan pijatannya dan beralih ke samping Kyuhyun, merasa khawatir karena semakin pucatnya namja manis itu, "Apa kau sakit?" Siwon tanpa ragu mengulurkan tangannya menyentuh kening Kyuhyun.

Kyuhyun terkesiap, matanya melebar ketika kali ini tangan Siwon benar - benar terasa di kulitnya. Tangan yang besar dan kokoh namun terasa sangat lembut.

Tubuh Kyuhyun mulai bereaksi dengan sentuhan tersebut. Jantungnya berdetak semakin cepat, dan ia semakin tak bisa melepaskan pandangannya dari Siwon. Suka. Ia benar - benar merasa ia menyukai segala sentuhan yang diberikan Siwon untuknya, meski itu untuk mengecek kondisi tubuhnya.

"Kau demam?" Siwon nampak semakin khawatir, ia bisa melihat keringat dingin terus membanjiri wajah Kyuhyun yang sangat pucat. Siwon mulai panik. Ia tidak ingin Kyuhyun sampai sakit apalagi ditengah - tengah syuting drama mereka.

Namja tampan itu reflek berdiri, ia harus mencari obat agar demam Kyuhyun bisa diatasi. Bisa terlihat dengan jelas raut khawatir di wajah Siwon, mungkin lebih dibilang Siwon sangat panik saat ini padahal Kyuhyun merasa ia hanya demam biasa. Sebuah senyum kecil terulas di bibir Kyuhyun saat melihat bagaimana Siwon terlihat begitu bingung mencari obat. Dan entah mengapa Kyuhyun merasa begitu bahagia dengan perlakuan Siwon padanya. Entahlah, ia merasa ia tidak lagi membenci Siwon dan merasa nyaman disisi namja itu saat ini.

"Aigoo kemana aku harus mencari obat, Kyuhyun -ssi apa kau hanya merasa panas? Apa kepalamu sakit? Atau flu? Aish ini musim panas memang mudah sekali terserang flu, apa kau ada vitamin? Apa di tempat mu ada obat? Aku bisa mengambilnya, ah kau minum banyak air putih saja dulu, aku akan coba minta obat ke para staff" Kyuhyun menahan tawanya mendengar berondongan pertanyaan dari Siwon. Ia merasa bahagia. Entahlah, tubuhnya memang terasa sangat lemas tapi hatinya perlahan - lahan mulai menghangat dan kenangannya akan Yunho sedikit demi sedikit mulai terganti dengan bayangan Siwon di dalam hatinya.

Jika bertanya pada orang awam atau ketika melihat apa yang sedang mereka berdua lakukan saat ini, mereka yang ditanya pasti akan menjawab jika keduanya sedang berpacaran. Terlihat dari bagaimana khawatir nya Siwon dan bahagia nya raut wajah Kyuhyun mendapatkan perhatian dari namja tampan tersebut.

Siwon mengulurkan sebotol air kepada Kyuhyun, meminta namja manis itu meminumnya, "Yaaa perutku bisa kembung jika kebanyakan minum huh, aku sudah menghabiskan dua botol tadi" Kyuhyun menolak permintaan Siwon.

"Tapi kau sedang demam, kau harus banyak minum air putih Kyuhyun -ssi" Siwon coba menampilkan wajah memohonnya, membuat Kyuhyun menunjukkan tawanya di depan namja tampan itu.

"Aku hanya perlu istirahat sebentar" Lanjut Kyuhyun.

Siwon lalu memperhatikan sekeliling, kursi tempat Kyuhyun duduk saat ini terlihat tidak nyaman. Sinar matahari langsung mengenai namja manis itu dan itu tidak baik untuk kondisinya.

"Kyuhyun -ssi, apa kau bisa berjalan? Jika kau ingin istirahat jangan duduk di sini, aku akan membawamu ke tempat yang lebih sejuk" Ucap Siwon sambil berjongkok di sisi Kyuhyun.

Namja manis itu memperhatikan atasnya, memang benar, sinar matahari langsung mengenai tubuhnya dan ia baru menyadari itu.

"Otte? Jika kau tidak bisa berjalan aku bisa menggendongmu" Ucap Siwon lagi.

Kyuhyun langsung terdiam. Digendong? Namja itu langsung membuang wajahnya ke arah lain. Entah mengapa ia tiba - tiba merasa malu ketika membayangkan Siwon menggendongnya.

"A, aniyo, tidak perlu, aku bisa jalan sendiri, tunjukkan saja arahnya" Jawab Kyuhyun dan langsung berdiri dengan cepat. Lupa jika kondisinya sedang tidak baik.

Tubuh Kyuhyun langsung oleng dan hampir saja terjatuh akibat gerakannya yang tiba - tiba. Kepalanya langsung berdenyut begitu hebat dan sekelilingnya berputar dengan mengerikan. Namja manis itu mempersiapkan dirinya jika ia sampai jatuh membentur meja. Namun setelah beberapa lama ia tidak merasakan sakit apapun.

Hangat. Itulah yang Kyuhyun rasakan saat ini. Hidungnya bisa mencium wangi parfum yang menguar dengan aroma lembut namun terkesan maskulin. Jantung Kyuhyun kembali berdetak begitu cepat ketika ia merasakan dekapan hangat di punggungnya, seolah - olah memberikan topangan agar ia tidak jatuh merosot. Kyuhyun sadar kakinya sama sekali tidak memilki tenaga.

Belum lagi Kyuhyun menyadari apa yang sebenarnya terjadi, tubuhnya tiba - tiba terayun dan kini ia berada di punggung seseorang. Kedua tangannya reflek mengalung di depan namja yang ia yakini adalah Siwon. Siapa lagi selain dia, bukankah begitu?

Wajah Kyuhyun langsung memerah melihat posisinya saat ini. Ia bisa merasakan wangi parfum Siwon yang semakin menghanyutkannya dan bisa melihat dengan jelas bagaimana wajah Siwon. Wajah yang begitu mulus dan bersih tanpa ada satupun noda di sana. Ia juga bisa melihat hidung Siwon yang mancung sangat pas dengan struktur wajahnya. Telinganya dan juga lehernya yang begitu putih dan bersih.

Jantung Kyuhyun berdetak tak karuan. Ia merasa malu, apa yang sudah ia lakukan tadi? Kenapa ia begitu memperhatikan Siwon? Ia tidak suka namja itu kan? Tapi kenapa ia begitu menikmati apa yang sudah Siwon lakukan padanya. Siwon bahkan hanya tersenyum ketika para staff bertanya kenapa ia menggendongnya.

Kyuhyun hanya diam selama perjalanan menuju tempat yang Siwon katakan. Siwon sendiripun juga tidak mengatakan apa - apa. Ia hanya berjalan dengan sangat hati - hati menjaga agar Kyuhyun merasa nyaman dan tidak kesakitan akibat hentakan langkahnya. Sebuah tindakan yang sangat sederhana namun terlihat sangat gentle bukan? Siapapun yang bersama dengan Siwon saat ini pasti akan memuji namja itu.

Keduanya masih diam dan tidak mengatakan apapun. Langkah kaki Siwon ditemani sinar - sinar matahari yang menerobos masuk melalui celah - celah pohon yang ada di sekitarnya. Terlihat seperti adegan di drama - drama. Mereka terlihat sangat romantis. Siwon yang memegang kedua kaki Kyuhyun dan namja manis itu yang mengalungkan lengannya di dada Siwon.

Siwon masih berjalan dengan hati - hati saat ia berbelok menuju tempat yang ia maksud. Terlihat sebuah gazebo kecil di sana. Tempat itu adalah tempat yang tak sengaja di temukan Siwon saat break syuting tadi. Kyuhyun terpana melihat tempat itu.

Gazebo itu tidaklah terlalu besar, namun pemandangan yang terlihat di sekitarnya sangatlah indah. Cahaya matahari pun tidak terlalu mengenai tempat itu. Kyuhyun bisa melihat pemandangan kota di bawahnya karena tempat itu berada di dataran tinggi. Pohon - pohon kecil bertebaran di sekeliling gazebo. Membuat suasana terasa sejuk.

"Indah..." Itulah kata pertama yang Kyuhyun katakan setelah terdiam sejak tadi.

Senyum tercetak di bibir Siwon saat mendengar suara Kyuhyun di telinganya. Ia merasa lega karena Kyuhyun nampaknya suka dengan tempat ini. Siwon lalu perlahan - lahan menurunkan Kyuhyun dan mendudukkannya di sisi ujung gazebo, tempat yang paling tertutup dari matahari dan menghadap langsung ke arah pemandangan kota. Siwon lalu mendudukkan dirinya di samping Kyuhyun.

"Kau suka?" Tanya Siwon sambil memandang pemandangan di depannya.

"Ne... Ini indah sekali" Jawab Kyuhyun sambil memperhatikan sekitar. Namun pandangannya terhenti ketika ia menatap Siwon yang duduk di sampingnya. Kyuhyun kembali terpana melihat namja tampan itu.

Jantungnya kembali berdetak dengan tak beraturan. Kenapa ia terus merasakan perasaan aneh ini? Ia dan Siwon baru bersama beberapa hari. Kenapa ia merasa ia telah nyaman dengan namja ini? Kenapa ia merasa seperti sedang bersama dengan Yunho? Apakah memang benar Yunho mengirimkan namja di sampingnya ini sebagai pengganti sang suami?

"Ah obatmu. Aku lupa membawa obat untuk mu" Siwon menepuk keningnya, mengingat kebodohannya karena lupa meminta obat untuk Kyuhyun, "Tunggulah di sini sebentar, aku akan mencari obat untuk mu, aku tidak akan lama" Siwon berdiri dan sudah siap berjalan ketika tiba. - tiba tangan Kyuhyun terulur dan menahan gerakannya.

"Kajima..." Ucap Kyuhyun, membuat Siwon berbalik dan menghadapkan tubuhnya sepenuhnya ke arah Kyuhyun. Memandang namja manis itu dengan lekat.

"Ne?" Siwon merasa tidak percaya dengan pendengarannya. Tadi Kyuhyun bilang apa?

"Kajima... Tetaplah di sini... Jangan kemana - mana" Ucap Kyuhyun sambil menatap lekat kedua mata Siwon, "Jebal tteonajima... Jangan tinggalkan aku…"

Semilir angin menerpa keduanya. Tangan Kyuhyun masih memegang erat lengan Siwon seakan - akan takut namja itu akan pergi dan tak kembali menemuinya.

Siwon ikut memandang Kyuhyun tepat di kedua bola mata hitam nya. Memandang lekat namja manis itu. Wajah pucat Kyuhyun yang nampak memohon membuatnya terdiam. Ia tidak mampu merespon kalimat Kyuhyun. Ia hanya terdiam. Tidak percaya dengan kalimat yang keluar dari bibir Kyuhyun agar memintanya tetap di sini, menemaninya.

Semilir angin kembali bertiup. Menerbangkan helaian - helaian rambut Siwon dan Kyuhyun. Namja tampan itu lalu berjalan mendekati Kyuhyun tanpa sadar. Ia berhenti tepat di hadapan namja manis tersebut. Memandang seluruh wajahnya dengan lekat. Jantungnya berdetak tak karuan. Ia memang menyukai Kyuhyun. Sangat menyukainya. Bukan satu dua kali ia memiliki fantasi liar dengan namja manis itu. Meski begitu Siwon selalu berusaha keras menyembunyikan semuanya dari orang lain.

Siwon kemudian memandang bibir Kyuhyun yang nampak kering karena demamnya. Lalu, tanpa ia minta tubunya mulai sedikit ia condongkan dengan kedua matanya yang memandang mata Kyuhyun.

Kyuhyun pun sama, ia memandang lekat Siwon, ia merasa terhipnotis dengan sorot mata yang begitu lembut tersebut. Kyuhyun kini bahkan tak menyadari suasana sekitarnya, ia begitu larut dengan pandangan mata Siwon. Ia bahkan tidak sadar langsung menutup kedua matanya saat Siwon mulai memperpendek jarak keduanya. Seakan - akan tahu apa yang akan Siwon lakukan padanya.

Siwon yang melihat Kyuhyun menutup kedua matanya semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Kyuhyun. Ia melakukannya karena Kyuhyun seakan - akan telah memberinya ijin. Terpaan nafas Kyuhyun yang hangat mulai mengenai wajahnya. Debaran jantung Siwon mulai semakin tidak beraturan. Begitu pula dengan Kyuhyun. Namun keduanya nampak tidak perduli. Kyuhyun bahkan tidak melepaskan cekalannya di lengan Siwon.

Kyuhyun mulai merasakan wangi dan segarnya nafas Siwon di wajahnya. Ia tahu Siwon sangat dekat dengannya saat ini, tanpa sadar Kyuhyun sedikit memiringkan wajahnya. Membuat sudut yang bisa memudahkan Siwon untuk melakukan apa yang ada dalam pikirannya saat ini.

Siwon tersenyum tipis saat menyadari Kyuhyun memiringkan wajahnya. Namja tampan itu lalu kembali memperpendek jaraknya dengan Kyuhyun. Siwon mulai memejamkan matanya, ingin merasakan semuanya dengan hatinya. Pemandangan di sekitar gazebo yang sangat indah menambah suasana romantis yang mulai terasa.

Siwon menundukkan tubuhnya karena posisi Kyuhyun yang duduk di bawahnya. Tangan kanannya yang bebas ia letakkan di lantai gazebo sebagai tumpuannya.

Siwon terus memperpendek jarak bibir nya dengan milik Kyuhyun. Suasana yang sepi mampu membuat namja tampan itu mendengar berbagai detak jantungnya dan detak jantung yang mungkin juga milik Kyuhyun. Siwon sadar yang ia lakukan bukanlah untuk adegan syuting. Ia pun tidak tahu kenapa ia berani melakukan ini pada Kyuhyun dan yang tak ia tahu adalah kenapa Kyuhyun memberinya ijin untuk melakukan ini padanya.

Siwon mulai bisa merasakan bibir Kyuhyun yang meskipun terasa kering namun tetap kenyal. Kyuhyun pun bisa merasakan bibir Siwon yang mulai menempel di bibirnya. Lembut. Itulah yang ia rasakan.

Jantung Kyuhyun mendadak terasa seperti tak berdetak. Ia membeku. Siwon tengah menciumnya saat ini. Tepat di bibirnya. Kyuhyun merasa waktu disekitarnya seperti berhenti. Ia tidak bisa merasakan apapun selain sentuhan Siwon di bibirnya. Namja manis itu masih setia menutup matanya. Merasakan ciuman Siwon seutuhnya. Ciuman yang mengingatkannya dengan Yunho. Sama. Ia merasa ciuman Siwon dan Yunho terasa sama untuknya. Benarkah Yunho mengirimkan Siwon sebagai penggantinya ataukah memang Yunho yang kini ada di dalam sosok Siwon. Ia tidak tahu. Yang ia tahu, ia sangat menikmati ciuman namja tampan itu.

Kyuhyun tanpa sadar melepaskan pegangannya di lengan Siwon dan mulai mengalungkan kedua lengannya di leher Siwon, memperdalam ciuman keduanya. Ingin merasakan setiap jengkal bibir namja tampan tersebut. Siwon pun melakukan hal yang sama, ia mulai merubah posisi nya menjadi lebih nyaman bagi Kyuhyun, ia mendudukkan dirinya di samping Kyuhyun dan mendekatkan tubuh Kyuhyun semakin rapat dengannya.

Tidak ada nafsu sedikitpun dalam ciuman itu. Yang ada hanyalah kelembutan. Keduanya begitu larut dalam ciuman mereka. Ditengah - tengah desiran angin dan terobosan sinar - sinar matahari. Mereka tidak melakukan apapun selain menempelkan bibir satu sama lain. Coba merasakan kehadiran satu sama lain. Membiarkan hati mereka saling mengenal dengan sendirinya.

Tiba - tiba sepasang tangan menarik dengan kasar keduanya. Membuat ciuman mereka terlepas. Siwon bahkan terjatuh ke bawah karena tarikan yang cukup kuat itu. Kyuhyun segera membuka matanya dan melihat sosok Seunghyun berdiri dengan raut wajah sangat marah yang baru pertama kali ia lihat seumur hidupnya.

"Se... Seunghyun hyung..." Ucap Kyuhyun terbata.

"APA YANGA KALIAN LAKUKAN!" Teriak Seunghyun. Ia merasa murka sekarang. Melihat Kyuhyun dan Siwon tengah berciuman sementara di tempat lain Yunho berusaha keras untuk tetap bertahan.

"H, hyung.. Ini tidak seperti yang hyung pikirkan.." Kyuhyun mendadak merasa takut. Ia sangat takut.

"TIDAK SEPERTI YANG AKU BAYANGKAN? LALU APA YANG HARUS AKU PIKIRKAN?!" Teriak Seunghyun lagi, "NEO! APA KAU SUDAH GILA?!" Seunghyun beralih ke arah Siwon dan memukulnya dengan keras. Membuat namja tampan itu kembali tersungkur.

"Seunghyun hyung!" Teriak Kyuhyun tidak terima Seunghyun berbuat sekasar itu. Biar bagaimana pun Siwon adalah seorang aktor. Memukul wajah aktor itu seharusnya tidak di lakukan.

Seunghyun semakin marah melihat bagaimana Kyuhyun begitu perhatian pada Siwon. Tidak ada yang tahu sebenarnya alasan mengapa kemarahan Seunghyun begitu memuncak. Apakah karena Kyuhyun mengkhianati Yunho yang sedang berusaha untuk sembuh atau karena ia tidak suka melihat Kyuhyun bersama dengan orang lain. Namun yang pasti saat ini Seunghyun benar - benar sangat marah.

"CHO KYUHYUN!" Teriak Seunghyun dan menarik Kyuhyun menjauh dari Siwon, "Neo micheoso? Apa kau juga sudah gila hah? Kemana otakmu? Kenapa kau malah berciuman dengan dia!" Teriak Seunghyun lagi.

Kyuhyun melepaskan cekalan tangan Seunghyun dan ikut berteriak, "WAE? APA AKU TIDAK BOLEH MELAKUKANNYA?"

"TENTU SAJA TIDAK BOLEH JUNG KYUHYUN!" Teriak Seunghyun semakin marah tanpa sadar memanggil Kyuhyun dengan nama keluarganya selama ini.

Kyuhyun terkesiap mendengar panggilan Yunho, begitupun dengan Siwon yang ikut terdiam.

"SUAMIMU MASIH ADA DI DUNIA INI DAN KAU ENAK - ENAKAN BERCIUMAN DENGAN NAMJA LAIN, APA KAU SADAR ITU! SUAMIMU… MASIH HIDUP! IA SEDANG BERUSAHA UNTUK TETAP HIDUP!" Teriak Seunghyun lagi tanpa sadar.

Kyuhyun melebarkan kedua matanya saat ia dengan jelas mendengar kalimat yang dilontarkan Seunghyun.

Seunghyun sendiri langsung terdiam ketika menyadari kalimat yang keluar dari bibirnya. Ia menatap Kyuhyun khawatir.

Siwon? Namja itu tidak mampu bereaksi apapun. Sama sekali tidak percaya dengan apa yang telinganya dengar. Suami? Kyuhyun memiliki suami? Seorang Suami?

-Tbc-


19 halaman dengan 6.059 words, hufft akhirnya chap 4 selesai juga, gimana menurut kalian? Terima kasih jika kalian membacanya dan suka terlebih meninggalkan review hehe…

Chapter ini adalah hadiah spesial buat dongsaeng kesayangan ku Shin Ririn1013, terima kasih untuk supportnya selama ini, dan semoga chapter ini bisa menghiburmu kekeke ~~~~

Terima kasih semua yang sudah meninggalkan review nya, apa boleh minta review lagi?

Oya bisakah jika kalian review tidak hanya mengatakan 'update soon / cepet lanjut' atau kalimat – kalimat pendek lainnya? Karena jujur saja, ff ini adalah ff yang cukup berat, jadi tidak mungkin hyunie update dengan cepat :P berikan lah opini dan pendapat kalian akan ceritanya, hyunie sangat berterima kasih jika kalian mau melakukan itu ^^

Baiklah, sampai jumpa di chapter depan, hyunie sengaja mempercepat konflik di cerita ini karena tidak mau chapternya terlalu banyak, selanjutnya konflik yang sebenarnya akan dimulai.

-chohyunnie-

2016-09-10