" bagaimana kalau cerita seram ? "

Tezuka mengerutkan alisnya. " cerita seram ? kamu yakin ? " tezuka tidak yakin dengan ide atobe. Itu sih bukannya menghilangkan bosan. Tapi malah menambah khawatir.

Tiba-tiba, atobe tersenyum lebar. " ah… atau jangan-jangan, kamu takut ? "

" aku bukannya takut. " tezuka merasa kalau imejnya sedang dipertaruhkan. " aku hanya tidak yakin dengan idemu. Lagipula, apa tidak ada cerita lain atau bagaimana ? "

" bilang saja kamu takut. "

" aku tidak takut. " balas tezuka dengan tegas.

" kamu takut. "

" tidak takut. "

" ta… kut… " atobe mulai memperlihatkan nada ejeknya.

Tezuka makin mengerutkan alisnya. " kubilang berjuta-juta kali. Aku-Tidak-Takut. " dia mulai merasa tidak tahan dengan wajah atobe yang melecehkannya. " titik. "

" waaahhh… sepertinya aku sudah punya bahan berita sekolah yang terbaru. Judulnya 'SANG BUCHOU SEIGAKU, TEZUKA KUNIMITSU YANG TAMPAN DAN PENGECUT.' bagaimana menurutmu tezuka ? " atobe makin memanas-manasi tezuka.

Dan, sepertinya kesabaran tezuka sudah sampai pada puncaknya. " BAIKLAH !! BAIKLAH !!! siapa yang mau cerita lebih dulu !! aku atau kamu ??? "

Dengan wajah penuh kemenangan, atobe langsung mengangkat tangannya. " aku !! aku !! " jawabnya dengan nada anak kecil yang mau diberi permen.

" baiklah, kamu duluan. " ujar tezuka pasrah. Dia bingung dengan sikap atobe yang antusias pada cerita hantu.

" nah, ini cerita yang pernah kualami disekolah. "

Cerita 1 : Barang ketinggalan

©Prince of tennis

" oi, atobe. Hari ini aku boleh main kerumahmu? " tanya oshitari sambil mengancingi bajunya. Dia berniat ingin membaca novel diperpustakaan pribadi milik atobe.

" maaf, aku harus keperpustakaan dulu. Ada yang ingin kuambil. "

" hah ?? tapi ini sudah mau malam. Apa tidak bisa besok ? lagipula, perpustakaan pasti sudah tutup "

" harus hari ini, soalnya barang yang mau kuambil ini sangat penting. Lagipula, aku sudak meminjam kunci perpus. " ujar atobe sambil mengeluarkan kunci.

" oh, baiklah. Tapi, hati-hati. " terlihat raut wajah oshitari sangat khawatir.

Atobe sedikit tertawa. " tenang saja. Lagipula, aku Cuma keperpus. Bukan mau keluar negri. "

Setelah mengganti baju tennisnya dengan baju sekolah, atobe langsung memasukkan bajunya kedalam tasnya . Tanpa aba-aba, kabaji langsung mengambil tas atobe. Dan mengikutinya dari belakang.

" kabaji, kamu duluan saja. Nanti aku menyusul. "

" usu. "

Setelah memberi perintah pada kabaji, atobe langsung keperpustakaan sekolah. Dan karena, perpustakaan sekolah ada dilantai 3, dia harus melewati lorong dan tangga sekolah. Padahal, banyak gossip kalau lorong dan tangga sekolah hyotei cukup angker. Ya… karena, atobe sudah terlanjur didepan lorong, mau tidak mau dia harus melewatinya. Belum lagi, ditambah suasana sepi dan gelap karena sudah jam setengah 7 malam yang menambah kesan horror.

" kenapa perasaanku tidak enak… " ujarnya sambil memegangi belakang lehernya. " apa karena suasananya ? " atobe langsung meng-iyakan pikirannya agar melupakan pikiran negatifnya. Apa kata orang nanti, kalau ternyata sang raja hyotei ternyata takut pada hantu.

Atobe melanjutkan langkahnya melewati lorong-lorong dan tangga. Padahal Cuma sampai lantai 3 tapi dia merasa kalau dia naik sampai lantai 100. ( mungkin, karena saking takutnya ). Akhirnya,dengan perjuangan, dia sampai didepan perpus. Dengan cepat, dia memasukan kunci dilubang kunci.

" bagus. " ujarnya setelah membuka pintu perpus. " awalnya lorong, tangga, sekarang perpus. Sebenarnya, apa sih yang gak angker ?? " dia tidak mengira kalau perpus akan segelap ini. Belum lagi, ruangannya yang sangat luas.

Atobe meraba-raba dinding agar dapat menemukan stop kontak untuk menerangi perpustakaan. Tapi, ketika dinyalakan, ternyata cuma 1 atau 2 yang menyala itu belum cukup untuk mengurangi gelap. " sial, sepertinya besok aku harus memberi uang untuk beli lampu. "

Tanpa berpikir, atobe langsung melangkah untuk mencari barang yang dia cari. Dia sangat terburu-buru, karena dia tidak ingin berlama-lama diperpus. Apalagi, firasatnya sudah mulai tidak enak. " ayolah…. Dimana sih CD itu. Kalau aku tidak dapat menemukannya. Bisa-bisa aku dibunuh oleh yukimura… "

Sambil ngedumel sendiri, atobe menyadari kalau ada seseorang dibelakangnya. Keringat dingin mulai mengalir ditekuk lehernya. Sebenarnya, atobe biasa-biasa saja kalau ada orang yang tiba-tiba muncul dibelakangannya ( apalagi dia sudah terbiasa, karena jirou suka memeluknya tiba-tiba dari belakang ). Tapi, masalahnya hawa orang yang lagi dibelakangnya sangat berbeda.

Dengan penuh keberanian, atobe pelan-pelan menoleh kebelakangnya. Tapi, untungnya ternyata hanya seorang wanita yang seusia dengannya dan memakai seragam sekolah hyotei. Atobe menapas lega. " apa yang kamu lakukan disini ? " tanya atobe.

Wanita itu tersenyum. " aku ada barang yang tertinggal. Makanya, aku mau mencarinya. "

' sepertinya dia bukan hantu. ' pikir atobe. " oh.. aku juga ada yang tertinggal. Oh ya, apa boleh aku membantumu ? "

" kalau tidak salah, aku menemukan CD ini. Apa ini punyamu. " ujar wanita itu sambil memperlihatkan CD yang dia pegang. " soalnya,tidak mungkin-kan CD ini punya perpus. "

Atobe langsung membelakkan matanya. " ah !! itu punyaku. Terima kasih!! Sebenarnya kenapa CD ini ada disini soalnya ada temanku yang meminjamnya untuk jam kosong pelajaran. Tapi dia malah menghilangkannya." atobe sangat bersyukur, karena besok dia tidak akan dibunuh oleh yukimura. Wanita itu langsung memberikan CD yang dia pegang pada atobe.

" ah, untuk ucapan terima kasih. Bagaimana kalau, aku membantumu mencari. " tawar atobe.

Lagi-lagi, wanita itu tersenyum. " terima kasih. "

" tidak apa kok. untuk mempermudah, sebenarnya barang apa yang kamu cari ? "

" … aku sedang mencari… tanganku…. " ucapnya lirih.

Setelah wanita itu mengatakan hal yang mengejutkan, Atobe baru menyadari kalau tangan disebelah kiri wanita itu tidak ada. Atobe langsung gemetar dengan hebat, karena yang didepannya bukan manusia melainkan hantu !!

Atobe tidak dapat berkata apa-apa, seolah-olah ada yang mengunci mulutnya. Ingin lari, tapi kakinya tidak dapat bergerak. Wanita itu hanya tersenyum dan darah disekelilingnya mulai megalir dari mulut, telinga, mata, dan kepalanya.

" tolong… tolong, bantu aku mencarinya… "

Atobe tidak dapat menjawabnya, dia masih pucat. Ingin sekali, dia kabur dari hantu itu, Tapi kakinya masih belum mengijinkan dia untuk lari.

" tolong…… "

" UWAAAAAAAAHHHHHHH !!!! " tiba-tiba kesadaran atobe langsung menghilang.


" besoknya, aku disadarkan oleh petugas perpus. " ujar atobe yang masih bercerita. " Tapi, yang membuatku terkejut. Seharusnya, aku pingsan dilantai. Tapi, aku malah pingsan di meja. Jadi, petugas perpus mengira aku tertidur. Dan yang lebih mengejutkan. Aku memegang silet ditangan kiriku. "

Tezuka masih serius mendengar cerita atobe.

" dan sepertinya, wanita itu ingin mengambil tangan kiriku. " atobe menggegam lengan kirinya . " setelah aku dengar dari hiyoshi, katanya wanita itu dibunuh dengan tangan kirinya dipotong. Makanya, dia masih mencari tangan kirinya. "

Atobe langsung menjentikan jarinya. " cerita pertama selesai. "

" hah. Cerita pertama selesai ? apa maksudmu ? " tanya tezuka tidak mengerti. " …. Tunggu !! jangan bilang kalau kamu mau menggunakan sistem ' 100 cerita seram ' ?? "

Atobe menganguk " kalau tidak begitu, takkan seru. Tapi, karena cuma ada kita berdua. Kita bercerita 10 cerita saja. "

" lalu, apa maksudmu menjetikan jarimu ? "

" biasanya, kalau sudah selesai cerita seram harus meniup lilin. Karena disini tidak ada lilin, kita pakai jentikan jari saja. " ujar atobe sambil menjetikkan jarinya berulang kali. " ada pertanyaan ? "

" ada. " ujar tezuka sambil mengangkat tangannya. Seolah-olah, tezuka sedang bertanya dijam pelajaran. " memangnya kamu pinjam CD apa pada yukimura ? "

" maou "

Tezuka hanya terdiam mendengar jawaban atobe yang singkat dan jelas itu. Kenapa dia makin antusias pada cerita mistis ? apa karena pengaruh dari koheinya juga ? Tapi, yang seharusnya dipertanyakan, bisa juga yukimura punya CD seperti itu.

" keren loh dorama-nya !! apalagi Ohno Satoshinya !! " atobe malah promosi. " Tapi, sayang… Nino-nya Cuma muncul sebentar… "

Tezuka masih terdiam mendengarnya. Waow, ternyata dia fan-boysnya arashi . Tapi, aku lebih menyukai sakurai sho, pikir tezuka.

Ternyata, tezuka juga penggemar arashi.

" nah, berarti sekarang giliranmu. " ujar atobe yang menyadarkan lamunan tezuka.

TBC


Cerita pertama dari atobe selesai !!!

Oh ya, ngomong-ngomong yang tentang " arashi " itu adalah boyband jepun, n kebetulan gw ini adalah penggemarnya. Jadi, gw iseng-iseng aja masuki arashi dan ngebuat atobe n tezuka jadi Fan-boys arashi. Fuahahaha !!!

ada yang suka arashi ? ^^

Please riviewnya~