" nah, berarti sekarang giliranmu. "

" aku ? " jawab Tezuka sedikit ling-lung " hmm.. baiklah. Ini adalah cerita ketika aku tidur diruang UKS. "

Cerita 2 : Wajah atau noda ?

©Prince of tennis

" SEIGAKU FIGHT ! SEIGAKU FIGHT ! " terdengar suara penyemangat yang menggema dilapangan seigaku. Para anggota seigaku semakin bersemangat berlatih, kecuali 1 orang.

Yaitu, Tezuka Kunimitsu.

Dia terduduk lemas dibangku pemain. Dia bukannya malas untuk berlatih, melainkan sedang sakit panas. Awalnya sih, ibunya sudah melarang agar tidak sekolah hari ini. Tapi apa daya, buchou berkacamata ini tetap datang kesekolah dan berlatih tennis.

" tezuka, kamu tidak apa-apa ? " tanya oishi yang daritadi memperhatikan wajah pucat tezuka. " kamu sedang sakit. Lebih baik kamu istirahat saja. "

Tezuka menggeleng. " tidak apa. Cuma sakit panas kok. "

Tezuka berusaha mengelak, padahal jelas-jelas wajahnya sudah sangat pucat. Tiba-tiba, eiji datang kearah tezuka dan mendekatkan dahi tezuka dengan dahinya. Cukup membuat tezuka kaget melihat aksi eiji yang datang tiba-tiba.

" tezuka ! sakitmu itu parah banget ! lebih baik, kamu keUKS saja ! " teriak eiji sambil memegang kedua bahu tezuka.

" aku bilang, aku tidak apa ! " tezuka tetap bersikeras kalau dia baik-baik saja.

Tiba-tiba, eiji langsung menarik tangan tezuka. " Tapi… Kamu harus keUKS ! " ujar eiji sambil menarik tangan tezuka dengan paksa. Tezuka makin menguatkan genggamannya pada bangku.

" SUDAH KUBILANG AKU TIDAK APA-APA !! " bentak tezuka. Dan, bentakan itu cukup membuat anggota lainnya berhenti berlatih dan pandangan mereka sedang beralih ke arah eiji yang menarik tangan tezuka dengan wajah bingung. Dalam pandangan anggota lain, mereka berdua seperti adik yang memaksa kakaknya untuk dibelikan eskrim ( kalian pastinya sudah tahu, yang mana kakak dan yang mana adik ).

" tapi… " sebelum eiji menyelesaikan bicaranya, tiba-tiba pemilik tangan yang dipegang eiji sudah ambruk didepannya. Eiji kaget bukan main begitu pula, dengan anggota lainnya. Mereka langsung berlari kearah tezuka untuk menyelamatkan sang buchou.

" TEZUKA !! TEZUKA !! TEZUKA !! " sekarang suara cemas dan kekawatiran-lah yang menggema diseluruh lapangan seigaku.

Perlahan-lahan, kesadaran tezuka yang awalnya masih setengah sadar mulai menghilang.

~*~*~*~*~*~

" ngg… " tezuka sedikit mengerang ketika sadar dari pingsannya. Kepalanya masih sakit gara-gara sakit demamnya.

" oh, syukurlah kamu sudah sadar, tezuka-kun. " ujar seseorang yang duduk disebelah kasur tezuka.

Tezuka langsung menoleh kearah pemilik suara tersebut. Dan ternyata, itu adalah senseinya. Kemudian, dia melihat sekelilingnya. Tezuka langsung sadar, kalau dia sekarang sedang berada diUKS.

" kenapa… aku ada disini…. ? " tanya tezuka yang belum sepenuhnya sadar.

Sensei langsung memperlihatkan senyumnya. " Tadi, kawamura dan fuji yang membawa kamu kesini. Mereka sangat khawatir sekali. Oh, ya. Jaket tennismu ada dikursi. Kalau kamu sudah baikan, kamu boleh pulang. "

Tezuka menganguk mengerti.

" dan, ini obat dan minuman untukmu. Minumlah. " ujar senseinya lagi sambil menyodorkan obat kepada tezuka. Tezuka langsung mengambil obat yang dipegang senseinya dan meminumya.

" oh ya, sensei masih ada urusan. Boleh kutinggal ? "

Tezuka menganguk untuk mempersilahkan senseinya untuk meninggalkannya diUKS. Dan beberapa detik kemudian, sensei tersebut langsung keluar dan menutup pintunya lagi. Tezuka langsung menjatuhkan kepalanya dibantal. Tiba-tiba, tezuka melihat sesuatu yang ganjil dilangit-langit tepat dibawahnya.

" noda ? aku baru sadar kalau diatas ada noda. "

Karena, tezuka belum bisa tidur. Dia malah memperhatikan noda yang ada diatasnya. Perasaannya sudah mulai tidak enak.

" kalau dilihat baik-baik… kenapa, noda itu hampir menyerupai muka ya ? "

Tezuka langsung menghilangkan prasangkanya, dia langsung membalikan badannya kearah jendela. Dan diseberang jendela itu, terlihat hujan yang mengguyur. " hujan ya… " erangnya. Ingin rasanya, menutup mata dan menenangkan kepalanya. Tapi karena, suara hujan dan suara langkah kaki yang berkeliaran diluar pintu UKS, tezuka makin tidak bisa tidur.

Tezuka langsung menatap jam disebelahnya. " jam 12 ya… berarti sudah jam istirahat ya.. ? " Tunggu, berarti cukup lama juga aku pingsan, pikirnya.

Karena, merasa tata letak tubuhnya kurang nyaman. Tezuka langsung merubah letak tubuhnya. Dan tubuhnya mengarah keatas. Entah pikirannya sedang kosong atau bagaimana… Dia makin memperhatikan noda yang ada diatasnya.

" makin lama… makin terlihat seperti orang senyum… "

Tezuka makin memperhatikan noda itu. Tiba-tiba, noda itu sedikit memperlihatkan senyum licik. Tezuka kaget melihat perubahan tiba-tiba dan tidak mungkin pada noda tersebut.

' tidak mungkin !! rasanya tadi…. ' pikir tezuka panik. Tapi, ketika dilihat lagi noda itu seperti noda biasa. Tezuka langsung merebahkan tubuhnya dan menaruh tangannya didahinya.

" sepertinya, aku memang sakit parah… " ujarnya lagi. " sudahlah, lebih baik tidur saja. "

Tezuka mulai menutup matanya. Tapi, sialnya dia masih belum bisa tidur hanya bisa menutup matanya. ' ayolah… kumohon, semoga kau bisa cepat tidur.. ' pikirnya kesal. Dia sudah capek hanya karena noda itu.

Tiba-tiba, tezuka merasa dadanya sesak. ' kenapa, dadaku mulai sesak…. '

Tezuka langsung membuka matanya dan dia melihat sesuatu yang sangat mengejutkan. Dihadapannya sekarang ada seorang laki-laki yang terbalik ! Kaki laki-laki itu seolah-olah berdiri diatas langit-langit. Tapi, yang membuatnya lebih merinding, laki-laki itu mirip dengan tezuka. Tatapan matanya sangat kosong. Seolah-olah, laki-laki itu telah mati.

Tezuka hanya bisa menatap ketakutan. Ingin berteriak, tapi mulutnya terasa dikunci. Tiba-tiba laki-laki itu, memegang leher tezuka dengan kencang, sepertinya dia ingin mencekik leher tezuka. Pemilik leher tersebut langsung merasakan sesak yang luar biasa.

" akh…. Ah… le. Lepaskan….. " hanya erangan yang dapat dikeluarkan tezuka, itupun juga dia mati-matian untuk bermaksud meminta pertolongan.

Orang yang mirip dengan tezuka itu makin mengencangkan tangannya. Tezuka makin tidak dapat bernapas, sampai akhirnya dia pasrah dan perlahan-lahan kesadarannya mulai menghilang lagi.


" tapi, untungnya ketika aku sadar. Kikumaru dan Fuji sudah berdiri dihadapanku. Wajah mereka sepertinya pucat, dan ternyata mereka pucat karena mereka melihat bekas tangan dileherku. Dan sejak itu, aku tidak mau lagi keUKS. " ujar tezuka sambil memegang lehernya. " tapi.. setiap aku ingin keUKS untuk mengambil obat, noda itu masih ada. Aku hanya merinding melihatnya. "

" boleh aku lihat lehermu ? " tanya atobe penasaran.

Tezuka mempersilahkan atobe melihat lehernya, dan ternyata benar, ada bekas tangan walau itu hanya samar-samar.

" wao. " atobe kagum melihat bekas tangan itu. " memangnya kejadiannya kapan ? "

" seminggu yang lalu. Dan, aku bersumpah aku gak akan mau memakai kasur tepat dibawah noda itu. " dengan cepat tezuka langsung menjetikan jarinya. " cerita kedua selesai. "

" aku tidak menyangka kalau kamu mempunyai pengalaman yang sangat buruk seperti itu. " ujar atobe sambil memeluk tubuhnya. Tiba-tiba, atobe merasa kalau bulu kuduknya mulai merinding dan dia mulai merasakan kalau ada orang lain selain mereka berdua. Dengan cepat, atobe langsung melihat sekelilingnya.

" ada apa ? " tanya tezuka karena melihat gelagat atobe yang aneh.

Atobe menggeleng kepalanya. " tidak, tidak apa-apa. "

Tezuka hanya mengerutkan alisnya. " ya sudah, kalau begitu giliranmu lagi. "

TBC


fyuh !! akhirnya selese juga.

gomen, ya. kalo aku baru update nih cerita. soalnya, aku dibanjirin ama tugas-tugas. T.T

nah ! please reviewnya~ :)