PRANG !!
" APA ITU !? " teriak tezuka dan atobe bersamaan. Mereka sudah banyak merasakan ketegangan plus spot jantung hari ini. Bayangkan !! Terkunci digudang ! bayangan yang tiba-tiba lewat ! Atobe yang kesurupan ! dan sekarang, bunyi sesuatu yang pecah !! PLEASE !! kenapa, tidak sekalian saja mereka dibuat serangan jantung juga ??
" atobe… sebenarnya, ada apa dengan gudangmu ini… ?? " tezuka sudah mulai geram dengan semua kejadian yang dialaminya. Dia mulai yakin, kalau gudang olahraga ini pasti ada apa-apanya.
Atobe hanya menganguk tidak tahu. " aku tidak tahu… Tapi, aku pernah dengar dari senpai-ku dulu, kalau disini pernah ada siswi yang dibunuh… "
" WHOOTT !! "
" hoi. Hoi. Kamu tidak akan percayakan ? " atobe mulai menenangkan tezuka yang sudah terlihat panik. " itu, mungkin saja karangan orangkan. Lagipula, coba kamu pikir. Kalo disini bener-bener terjadi pembunuhan itu, tidak mungkin sakaki-sensei dan senseimu menyuruh kita kesini. "
Setelah mendengar hal yang masuk akal dari atobe. Perlahan-lahan, tezuka mulai tenang. " bagaimana kalau kita cari sumber suara itu ? atobe. " tanya tezuka setelah dirinya sudah tenang.
" WHAT !!? " kali ini atobe yang berteriak tidak percaya.
" aku tahu kalau ini kedengarannya agak bodoh… Tapi.. bukannya kita bakal tenang kalau kita tahu penyebab suara itu.. "
Atobe hanya terdiam mendengar ide tezuka ( yang menurutnya itu gila ), beberapa detik kemudian, atobe menyetujui ide tezuka. " baiklah, aku setuju. " ujar atobe menghela napas. Tanpa aba-aba, tiba-tiba tezuka langsung menarik pergelangan tangan atobe. Tezuka terpaksa memegang pergelangan atobe agar dia tidak kabur.
Tidak beberapa lama, tezuka menemukan sesuatu yang masuk akal penyebab suara itu. Yaitu, tiang voli. Ya, tiang voli yang tergeletak dilantai begitu saja. Tezuka bernapas lega kalau penyebab bunyi itu adalah tiang itu. " syukurlah, sepertinya tiang itu jatuh. " ujar tezuka sambil berjalan kearah tiang yang tergeletak itu dan bermaksud untuk mengembalikannya seperti semula.
Tangan tezuka belum sampai pada tiang itu. Tapi, tiba-tiba atobe langsung menarik tezuka. Karena, tarikan atobe terlalu kuat, Tezuka hampir terjungkal kebelakang. " ATOBE !! " Teriak tezuka kaget. " apa-apaan kamu ??! "
" Baka !! lihat baik-baik ! " jawab atobe sambil menunjuk ' sesuatu '.
Mata tezuka langsung mengikuti arah yang ditunjuk atobe. Tiba-tiba, Tezuka langsung terbelak apa yang dilihatnya. " DA… DARAH !!? kenapa ada darah disitu ?? "
" aku tidak tahu. Tapi, ada yang aneh juga dengan tiang ini. "
Tezuka mengerutkan alisnya. " maksudmu ? " tezuka tidak mengerti sama sekali apa yang dimaksud atobe.
" coba kamu pikir baik-baik. Disini tidak ada jendela, Cuma ada ventilasi itupun juga paling atas, tidak ada angin. Dan seingatku, tiang ini semulanya bersender pada dinding. Bagaimana mungkin dia bisa jatuh sendiri ? Dia baru akan jatuh kalau ada yang menjatuhkannya. Tapi, masalahnya daritadi kita tidak jalan-jalan kemana-mana. Dan, darah itu… Berarti ada 1 jawaban. "
" tunggu. " tezuka mulai mengerti semua analisa atobe. " kumohon, jangan bilang kalau…. "
Atobe menganguk. " ada orang lain disini, selain kita. "
" ….. "
" ……. "
" WUAAAAAAAAA !!! " dengan kompak atobe dan tezuka berteriak bersamaan dan berlari kearah pintu luar. Mereka masih berusaha mengedor-ngedor pintu dan berharap ada yang mendengar kedoran mereka.
BAM !! BAM !! BAM !!
" Siapa saja yang diluar !! Tolong Kami !!!!!!! " teriak atobe sambil mengedor pintu sekeras mungkin. Begitu juga, dengan tezuka. Dia makin mengeraskan pukulannya pada pintu, sekaligus menendang pintu. Mungkin itu bisa membantu tapi… sepertinya, takdir mengatakan hal lain. Sekeras apa-pun kedoran mereka, tetap saja tidak ada yang datang untuk menolong mereka.
" percuma… " atobe mulai menyerah pada usahanya " sekeras apapun kedoran kita.. Tak akan, ada yang datang menolong kita. "
Tezuka langsung terkulai lemas setelah mendengar apa yang dikatakan atobe. " lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang…. ? " ujar tezuka sambil mengambil posisi duduk disebelah atobe. Dia sudah tidak tahan dengan semua ini. Yang sekarang dia pikirkan adalah apa yang dilakukan oleh semua anggotanya dan anggota atobe.
Tunggu !! kenapa daritadi tidak sadar ??
" atobe. "
" hmm.. " balas atobe lemas.
" sudah berapa lama kita terkurung disini ? "
" hmmm… mungkin sekitar 3 jam… "
Tezuka langsung terbelak setelah mendengar jawaban atobe. " kenapa ? " tanya atobe sambil mengerutkan alisnya.
" ini aneh !! "
" aneh kenapa ?? "
" coba kamu pikir ! kita sudah terkurung 3 jam disini… seharusnya, semuanya sadar kalau kita belum kembali !! "
Atobe benar-benar terkejut dan setuju dengan pemikiran tezuka. " kamu benar juga !! tapi… sekarang masalahnya, kenapa mereka tidak sadar kalau kita belum kembali ? " lagi-lagi atobe melontarkan pertanyaan.
" nah, itu dia !! " tezuka langsung berdiri tiba-tiba. " itu yang harus dipertanyakan ! kenapa !? kenapa !? " tezuka benar-benar tampak seperti orang strees. Karena, melihat tingkah laku tezuka yang benar-benar berubah ( begitu juga dengan imejnya ). Atobe langsung mundur beberapa langkah. Siapa tahu, buchou kacamata dihadapannya akan melempar sesuatu dengan barang-barang disekelilingnya.
Tiba-tiba, tezuka langsung teringat dengan 5 remaja yang menjadi gila itu. Apa ini sebuah peringatan ? apa pertolongan akan datang kalau kami menyelesaikan cerita kami ? pikir tezuka sambil melirik kearah atobe yang masih duduk sambil memeluk tubuhnya.
Tapi ada yang aneh dengan atobe sekarang. Badannya menunjukkan kalau dia sekarang gelisah.
" atobe ! kamu tidak apa-apa ? "
" tezuka… kita.. ha..harus segera menyelesaikan cerita ki..ta… " ujar atobe lirih.
Tezuka sangat cemas melihat kondisi atobe yang gemetaran. Dengan cepat, dia langsung memeluk atobe bermaksud untuk menenangkannya. " daijoubu.. daijoubu.. "
Atobe makin mengeratkan genggamannya pada baju regular milik tezuka. " aku lihat… "
" kamu lihat apa ?? "
" aku lihat.. seseorang… Daritadi… di.. dia memperhatikan kita terus…. " muka atobe makin tegang, dia makin menenggelamkan kepalanya dipelukan tezuka. Tezuka langsung memperhatikan sekelilingnya sambil memeluk atobe yang masih ketakutan.
Tidak ada.
Tidak ada orang disini. Tidak ada orang yang memperhatikan kita.
" ti.. tidak ada siapa-siapa. Mungkin, itu hanya perasaanmu saja… "
" TIDAK !! " atobe yakin kalau dia melihat seseorang. Ada orang selain mereka disini !! " aku yakin !! jelas-jelas aku melihatnya !! "
Tezuka memegang lehernya. Ini mulai tidak beres, lebih baik dia mulai saja ceritanya. " bagaimana ? apa.. kita lanjutkan saja ceritanya ? "
Atobe menganguk setuju.
" baiklah… ini cerita ketika aku mau mendaki gunung. "
Cerita 4 : mendaki
©Prince of Tennis, Takeshi Konomi
" APA !!? Tidak bisa datang !! " Teriak tezuka kaget melalui telponnya.
/gomen… sebenarnya, aku sangat ingin datang… Tapi, sialnya aku terserang flu. Tidak mungkinkan, aku pergi kegunung dengan kondisi seperti ini /
" hmmm… benar juga sih… " tezuka benar-benar kecewa dengan temannya diseberang telpon. Padahal, dia sudah menantikan mendaki gunung dengan teman barunya yang baru dia temui kemarin. Tezuka sudah sangat senang, karena teman barunya itu mempunyai kegemaran yang sama dengannya salah satunya adalah mendaki gunung.
/ gomen ya… / temannya benar-benar merasa tidak enak dengan tezuka. Hanya dengan suaranya, dia tahu kalau tezuka saat ini sedang kecewa.
/ tapi tenang saja. Kebetulan, ada sepupuku yang mau menemanimu dan katanya dia kenal denganmu. Bahkan, kalian sudah pernah bertemu /
" hah ? dia pernah bertemu denganku ? "
/ yep. Dan sebentar lagi dia akan datang /
" loh ? memangnya kamu sudah beritahu dimana aku tinggal ? " tanya tezuka, dia berharap sepupu temannya itu tidak tersesat.
Dari seberang telpon terdengar suara tawa. / tenang saja.. dia seorang tensai kok disekolahnya. /
" apa ? " pertanyaannya belum dijawab, tiba-tiba didepannya rumahnya terdengar suara bel.
" sepertinya sepupumu sudah datang. "
/ betulkan… ya sudah, selamat bersenang-senang ya nanti.. ^^ /
CKREK.
Tezuka langsung menutup telpon dan bergegas keluar dari kamar. Jujur, dia penasaran siapa yang dimaksud ' tensai '. Dan orang itu pernah bertemu dengannya. Tensai yang dia kenal Cuma Syusuke Fuji, Oshitari Yushii dan terakhir Marui Bunta.
Tidak butuh waktu lama, dia sudah sampai didepan pintunya. Dengan perasaan berdebar-debar dia membuka….
" Konnichiwa Tezuka-san !!!! "
" MARUI BUNTAAA !!!!! " tezuka benar-benar terbelak kejutan didepan pintunya. Siapa yang akan menyangka kalau ternyata Marui Bunta dari Rikkaidai yang akan menemani dia untuk mendaki gunung.
" ke.. kenapa.. kamu… " saking terkejutnya dia benar-benar lupa cara berbicara yang baik dan benar.
Bunta malah tertawa melihat sang buchou seigaku gelagap didepannya " sudah kuduga itu kamu !! haaa… kukira akan salah rumah… Aku sudah 5 kali salah rumah terus. " ujarnya sambil masuk seenaknya saja.
" Hei !! "
Orang yang diteriakinya malah seenaknya saja masuk dan sekarang dia naik tangga yang menuju kamarnya. Dengan terburu-buru, Tezuka mengikutinya dengan langkah yang sedikit dipercepat. " OI !! " teriaknya lagi.
Sampai dikamarnya, Bunta sudah tiduran didalam kamarnya. " huaaaa~ tempat tidurmu empuk banget…. Enak… " Lama-kelamaan gaya tidur bunta seperti kucing yang sedang tidur siang ( bisa ngebayangin gak sih !! ). Tezuka benar-benar menghela napas melihat tingkah tensai rikkai ini. Apa gara-gara rambutnya merah (?) dia jadi seperti eiji ?
" marui. " tezuka berniat untuk memulai pertanyaan. " kamu.. disuruh sepupumu untuk datang kesini ? "
" yap. " jawabannya benar-benar suara yang sangat ceria. " kata sepupuku, dia tidak bisa datang karena dia sedang terserang flu dan dia memintaku untuk menggantikannya. Hehe.. "
Tezuka langsung menghela napas. " jadi itu sebabnya kamu datang sambil membawa tas gunung ? " tanyanya lagi sambil menunjuk tas besar yang sudah duduk dibawah tempat tidur.
Bunta menganguk. Setelah itu, dia langsung beranjak dari tempat tidur tezuka dan langsung membungkukkan badanya. " mohon bantuannya… "
" ba.. baiklah… " tezuka membalas bungkukannya.
" nah ! kapan kita akan mendaki ? " sepertinya bunta tidak sabar untuk mendaki gunung.
Tezuka hanya terdiam mendengar pertanyaan bunta. Sebenarnya, dia tidak masalah pergi mendaki dengan siapa saja. Tapi, melihat salah satu anggota rikkai akan mendaki dengannya…. Rasanya.. agak aneh.. Sekolah rival yang selalu ingin menjadi no.1 dan menjadi pemenang sekarang akan mendaki dengannya. Walaupun Cuma 1 orang… Tapi…
Buchou dari seigaku dan Tensai dari rikkai akan mendaki gunung bersama.. Sungguh hal yang langkah…
" besok. " benar-benar yang tegap dan jelas dan Cuma membutuhkan 1 kata.
" oh… "
" …. "
" ….. "
" kalau begitu aku akan menginap disini !!!! "
" WHAAATTT !!!!! "
Keesokan paginya….
" terima kasih paman.. bibi.. kakek… maaf, sudah merepotkan.. " ujar bunta sambil melambaikan tangan dari bus kearah orang tua dan kakek tezuka. Sedangkan, anaknya sekarang sedang duduk disebelahnya dengan lemas.
Setelah, sudah cukup jauh. Bunta langsung sadar kalau tezuka sedang dalam keadaan benar-benar lemas. " tezuka ? kamu kenapa ? " tanyanya.
Tezuka hanya terdiam. Bayangkan !! bagaimana tidak lemas !! malam sebelum hari mendaki gunung, seenaknya saja bunta mengajaknya main ' tantangan atau jujur '. Sebenarnya… salahnya juga sih… soalnya dia malah main nerima aja. ( itupun juga disebabkan, bunta yang benar-benar memaksanya untuk bermain ).
Dan anehnya, tezuka malah menerima tantangan dan dia ditantang untuk menari tarian A Ra Shi ( lagu debut arashi ) sekaligus menyanyikannya. Dan tariannya harus-harus benar. Dia baru selesai menarikan tarian .Shi sampai jam 12 malam setelah 5 kali dianggap tariannya salah oleh bunta.
…..
Sebenarnya, yang bodoh itu siapa.. ?
Oke, balik lagi.
Tezuka hanya memandang bunta dengan tatapan aku-masih-ngantuk. Tapi bagi seorang tensai yang sangat berbeda ini. Dia sama sekali tidak merespon wajah memelasnya tezuka ini. " kenapa mukamu itu ? AH ! aku tahu !! kamu pasti tidak sabarkan untuk mendaki gunung !! " ujar bunta bersemangat. Ucapannya sangat berbeda dengan apa yang dialami tezuka sekarang.
Tezuka hanya berjedot ria dengan jendela disampingnya. dan berharap jedotannya bisa menyembuhkan stress-nya . Sedangkan bunta malah asik makan dengan kripik hasil traktiran tezuka ( dengan terpaksa tentunya ).
" marui.. " panggil tezuka tiba-tiba setelah puas berjedot ria(?).
" hmm ? "
" kamu yakin akan ikut denganku mendaki gunung ? "
Terlihat wajah marui yang sedang berpikir. " hmm.. entahlah. Jujur saja, aku sebenarnya malas untuk mendaki gunung. " jawabnya santai.
" ohh… " Terus, kenapa kamu malah mau ikuuuutttt… ??! setelah sweatdrop dengan pertanyaan bunta, sekarang tezuka malah berteriak didalam hatinya.
" tapi… " ujar bunta tiba-tiba dan menghentikan aksi tezuka yang hampir berniat mencekik bunta.
" mungkin.. kalau aku mendaki gunung bersamamu akan menyenangkan. Lagipula, kebetulan aku ingin tahu bagaimana rasanya naik gunung. " ujarnya lagi sambil memperlihatkan senyum manisnya kearah tezuka. Perlahan-lahan, strees tezuka mulai berkurang.
Tezuka hanya terdiam mendengar jawaban bunta dan melihat senyum-nya didepannya. Jujur, selama ini tidak ada anggota rikkaidai yang tersenyum kearahnya. Itupun juga hanya akaya yang pernah tersenyum hanya untuk mengajaknya untuk betanding.
" marui.. aku… " belum menyelesaikan perkataanya tiba-tiba bus yang mereka tumpangi sudah berhenti. Ternyata, mereka sudah sampai ditempat tujuan mereka. Cepat-cepat, tezuka dan bunta langsung mengenakan jaket dan tas punggung mereka dan bergegas turun sebelum bus melaju lagi untuk pemberhentian berikutnya.
" setelah ini bagaimana ? " tanya bunta setelah turun dan sedikit menyaksikan bus yang meninggalkan mereka.
" kita akan langsung mendaki. " jawab tezuka setelah melihat peta disebelah halte. " tapi, lebih baik hati-hati kalau mendaki gunung "
" kenapa ? "
" lebih baik hati-hati saja. Dan, ingat. Sebisa mungkin kita jangan berbuat macam-macam yang membuat makhluk lain marah. "
Bunta tersentak dengan jawaban tezuka. Makhluk lain ? apa maksudnya ?? " maksudnya ' makhluk lain ' ? maksudmu.. ada penduduk disekitar gunung ? Inikan gunung salju. Hebat sekali, kalau ada penduduk lain yang tinggal disekitar gunung. "
Tezuka mulai menunjukan wajah pucatnya. " sebenarnya sih.. bukan penduduk.. tapi… "
" SUDAHLAH !! " bentak bunta tiba-tiba. " kita ini sebenarnya niat gak sih naik gunung !!? lebih baik jangan cerita yang tidak-tidak ! atau, lebih baik kita pulang ! "
" oke-oke !! tapi.. sebenarnya ada 1 peringatan lagi… " ujar tezuka sambil memegangi tangan bunta bermaksud agar bunta tidak lari.
" apa ? " tanya bunta penasaran.
" kalau kamu lapar, sebisa mungkin jangan minta makananku. "
" TEEEZZUUUKKKAAAA !!!!! " teriak bunta frustasi, ketegangannya benar-benar terbuang percuma. Tezuka hanya berjalan mendahuluinya sambil menjulurkan lidah. ( bisa bayangin gak siiihhh ?? )
Ditengah pendakian mereka, Bunta benar-benar sangat senang dan menikmati perjalanan mereka. Dan berkali-kali kagum dengan keindahan gunung apalagi perjalanan mereka sudah hampir sampai dipuncak gunung. Jadi pemandangan dibawah gunung terlihat dan sangat indah. Tezuka hanya tersenyum melihat bunta yang kegirangan seperti anak kecil yang diajak orang tuanya ketaman bermain.
Oke. Tapi bukan berarti tezuka yang berperan sebagai orang tua.
Belum selesai kesenangan bunta. Tiba-tiba, tezuka langsung merasa aneh dan merasa janggal dengan jalur jalan yang mereka pakai. " ada apa ? " tanya bunta karena tezuka berhenti mendadak.
" … sebentar.. " cepat-cepat, tezuka langsung mengeluarkan peta yang dibawanya. Matanya benar-benar serius dengan peta yang dibawanya itu.
Dari matanya, bunta langsung tahu kalau ada yang tidak beres. " kenapa tezuka ? " tanya bunta khawatir.
Seolah-olah, tezuka tidak mendengar apa yang dikatakan bunta. Cepat-cepat, tezuka menutup petanya dan mengeluarkan kompas yang dibawanya. Tapi, tezuka benar-benar terkejut apa yang dilihatnya.
Kompasnya sama sekali tidak berfungsi ! tezuka langsung mengoyang-goyang kompasnya dan berharap kompasnya dapat berfungsi lagi. Tapi hasilnya tetap saja kompasnya tidak berfungsi. " SHIT ! " teriak tezuka frustasi. Lagi-lagi, bunta tersentak mendengar teriakan tezuka yang frustasi. Dan bunta yakin 100% kalau sedang ada yang tidak beres.
" marui. Apa kamu punya kompas ? "
" ah, sepertinya ada. Tunggu sebentar. " bunta langsung merogoh tasnya dan mencari kompasnya yang tersimpan didalam tasnya. Tidak sampai semenit, bunta sudah mendapatkan kompas miliknya dan diserahkannya kompas miliknya ketezuka.
Tapi hasilnya sama saja ! sama seperti kompas milik tezuka sebelumnya dan benar-benar tidak berfungsi malah jarum kompasnya bergerak tidak karuan.
" sial… " firasat tezuka makin tidak karuan.
Begitu juga dengan bunta. Raut wajahnya sudah mulai menampakan kengerian dan ketakutan yang akan menimpanya. Belum lagi, badai salju yang tiba-tiba muncul disaat yang tidak tepat. " terus bagaimana dong.. ? " tanya bunta khawatir. Tezuka hanya diam dan berpikir apa yang biasa dilakukan oleh para pendaki kalau mereka tersesat dan kompas tidak dapat digunakan sama sekali.
Tiba-tiba, dari kejauhan tezuka melihat sebuah pondok kayu. Tanpa berpikir apa-apa lagi, tezuka langsung menarik tangan bunta bermaksud untuk berlindung dari badai salju. Bunta hanya menurut ketika tangannya ditarik oleh tezuka.
Sampai dipondok. Tezuka langsung mengedor pintu pondok sedangkan bunta hanya memeluk tubuhnya bermaksud untuk menghangatkan tubuhnya. Tidak berapa lama, pintu yang dikedor tezuka langsung terbuka. Bukannya lega setelah pintunya terbuka justru kekhawatiran yang muncul.
" kenapa ? " tanya bunta bingung sambil melirik kedalam pondok.
" aneh. "
" hah ? " bunta benar-benar tidak mengerti apa yang dimaksud tezuka. " apa maksudmu 'aneh' ? "
" bodoh. Apa kamu tidak sadar tadi. " Tezuka masih belum berniat untuk masuk. " pintu yan kukedor ini tiba-tiba terbuka begitu saja. Itukan aneh. "
Bunta hanya menaruh tangannya dipundak tezuka. " apa ? " tanya tezuka bingung karena melihat wajah bunta yang seolah-olah mengejeknya.
" tezuka.. tezuka… pakai akal logika dong… mungkin saja, pintu ini awalnya tidak terkunci dan pas kamu ketuk pintunya langsung tergeser. Kalau awalnya kamu periksa gagang pintunya terkunci atau tidak, boleh kamu panik. Dasar kamu ini hahaha. " tawa bunta sambil menerobos pintu yang sudah terbuka lalu menaruh tasnya dilantai kayu. Tezuka hanya terdiam dan setuju dengan perkataan bunta. Sepertinya hari ini aku terlalu paranoid. Pikirnya sambil menutup pintu.
Setelah menutup pintu, tezuka langsung berjalan menuju kearah tas bunta. Dia bermaksud untuk menaruh tas disebelah tas bunta. Sebelum menaruhnya, tezuka mengambil sekotak korek api dari tasnya. Lalu, berjalan kearah perapian dan bermaksud untuk menghangatkan badannya dengan menyalakan api.
" marui.. " panggil tezuka sambil menyalakan perapian.
" …. "
Karena tidak ada jawaban. Tezuka langsung menoleh kearah bunta setelah perapian sudah menyala. " maru.. " didepannya terlihat bunta yang sudah tertidur lelap sambil memeluk tubuhnya. Tezuka hanya menghela napas setelah melihat tensai yang didepannya tertidur. " dasar. Sekali-kali, jangan bikin orang repot dong. " ujar tezuka sambil mengambil selimut dari dalam tasnya dan diselimutilah bunta yang masih terlelap dari tidurnya.
Diluar pondok masih terdengar suara angin. Tezuka manganggap kalau badai salju belum reda sama sekali. Lagi-lagi, tezuka hanya menghela napas dan berkali-kali menatap bunta yang masih terlelap. " dia bisa juga ya tenang seperti itu. Padahal, kemaren ributnya minta ampun. "
Setelah puas melihat keadaan bunta, tezuka kembali menatap perapian yang sudah menyala tapi sayangnya masih belum cukup untuk menghangatkan mereka berdua. " ayolah.. aku sudah kedinginan… " ujar tezuka kesal sambil memasukan kayu bakar kedalam perapian.
Tiba-tiba, tezuka langsung merasakan kalau ada yang memeluknya dari belakang. Tezuka benar-benar kaget karena yang memeluknya adalah Bunta !! Tezuka langsung kaku melihat bunta memeluknya dan berkali-kali, mencium leher tezuka.
" ma.. marui.. apa yang… "
" sttt…. " telunjuk bunta langsung ditempelkan dibibir tezuka. " kamu mau hangat-kan. Bagaimana kalau kuhangatkan dengan tubuhku… "
Tezuka makin gagap ketika melihat bunta membuka jaketnya dan selimut yang diberikan tezuka dijatuhkan begitu saja. " ma.. marui… " tezuka masih bisa menahan otak warasnya dan berusaha menyadarkan bunta yang sedang membuka jaket miliknya juga.
" apa mau kuberikan pembuka dulu… " bunta langsung mengangkat dagu tezuka dengan jarinya. Tezuka benar-benar kaget bukan main pasalnya bunta mangangkat dagunya seolah-olah dia akan menciumnya. "ma… marui… " tezuka makin kaget setengah mati, dia masih berusaha menyadarkan bunta dan berusaha menolak ciuman darinya.
Tinggal beberapa senti lagi mulutnya akan bertemu dengan mulut bunta. Tezuka hanya bisa pasrah menerima ciuman dari bunta. Tiba-tiba….
BUAAAAAKKK !!!
Pintu depan tiba-tiba didobrak oleh seseorang dan orang yang mendobark pintu itu memegang kayu panjang layaknya pemukul. " MENJAUH DARI DIA, BRENGSEK !! " Teriak orang itu sambil menarik bunta untuk menjauh dari tezuka.
Tezuka langsung kaget melihat bunta yang sudah terjungkal karena ditarik sekaligus dilempar untuk menjauh darinya." MARUI !! Apa yang kamu lakukan BRENGSEK !! "
Orang itu langsung menarik tezuka untuk segera keluar dari pondok itu. Tapi, Tezuka berusaha melepaskan tangannya yang sedang digenggam orang itu. " Temanku masih ada disana !! "
" Dia bukan temanmu !!! " orang itu memperingati. " Dia sudah dirasuki oleh Yukki Onna !! Lebih baik kita lari sebelum kamu mati membeku disini !! "
Tezuka makin memberontak. " TAPI… " belum menyelesaikan kalimatnya. Tiba-tiba, tezuka langsung terjatuh. Ternyata bunta menarik kaki tezuka dan genggamannya sangat kuat sampai membuat pemilik kaki itu meringis kesakitan.
" kamu…. Mi…likku…. " ucapnya lirih. Tapi, suaranya bukan suara milik marui bunta. Melainkan suara seperti wanita dan ucapannya benar-benar dingin dan menyeramkan.
" ma…. Marui…. SADARLAH !!! "
" NAK !!! " orang itu langsung berlari kearah tezuka dan berusaha melepaskan tangan bunta dari kakinya. " LEPASKAN BRENGSEK !!! "
Tiba-tiba, bunta langsung melepas genggamannya dari kaki tezuka. Dan dia seperti berkelahi dengan seseorang. " Tezuka.. !! LARI…. " kali ini benar-benar suara milik bunta. Dan dia seperti mencekik lehernya sendiri. " Keluarlah…. Dari… tubuhku….. "
" marui !!! " tezuka berniat untuk menolong bunta tapi dihentikan oleh orang itu. " Apa-apaan kamu !! temanku sedang membutuhkan pertolongan !!! aku harus menolongnya !!! "
" JANGAN !! " bentaknya. Tezuka langsung diam setelah mendengar bentakan yang cukup menggelegar. " temanmu sedang berkelahi dengan yukki onna. Kalau kamu ikut campur maka korbannya akan bertambah ! "
" maksudmu, aku harus diam sambil menunggu temanku akan mati !!! " teriak tezuka kaget. Dia tidak mungkin hanya diam dan menyaksikan bunta akan jadi mayat. Sedangkan didepannya, bunta sudah seperti orang kesurupan dan berkali-kali menabrakkan diri ketembok pondok. Sampai darah dikepalanya sudah mengalir dan memar sudah muncul dimana-mana.
" MARUI !!! "
" tenanglah !!! Cuma ada 1 cara… " Tiba-tiba, orang itu langsung berlari kearah bunta sambil membawa pemukul kayu dan memukul dibadannya berkali-kali. Tezuka makin panik melihat bunta yang makin babak belur.
" apa yang kamu lakukan !!!? " teriak tezuka sambil menahan tangan orang itu.
" lihat saja !!! " sampai akhirnya pukulan ketiganya. Tiba-tiba, ada asap putih keluar dari tubuh bunta. Sekarang bunta benar-benar pingsan. Cepat-cepat, tezuka langsung menahannya agar tidak jatuh. Tezuka makin syok ketika melihat wujud asli setan yang merasuki bunta. Itu adalah Yukki Onna !! Tapi wajahnya benar-benar berlumuran darah dan dilehernya dipenuhi oleh paku yang menancap dilehernya.
" i.. itu… Yukki.. Onna ?? " tanya tezuka tidak percaya.
Orang yang didepannya langsung memukulkan kayunya tepat dimuka yukki onna. Tiba-tiba, wanita mengerikan itu berteriak sambil memegangi mukannya. Teriakannya benar-benar mencekam dan mengerikan. Beberapa menit, wanita itu langsung menghilang begitu juga dengan badai salju yang mereda setelah wanita itu menghilang.
Setelah semua mimpi buruk itu selesai, orang yang didepannya menghela napas lega. " syukurlah, kalian selamat. " tezuka hanya membalas senyuman lega sekaligus rasa tidak percaya.
" bagaimana dengan marui bunta ? apa dia juga selamat ? " tanya atobe penasaran.
" ternyata, dia tidak ingat dengan semua kejadian buruk yang menimpa kita. Bahkan, dia juga kaget ketika melihat tubuhnya sudah babak belur dan banyak perban ditubuhnya. " jawab tezuka sambil bersandar didinding.
" lalu tentang orang itu ? darimana dia tahu kalau kalian dalam bahaya ? "
Tezuka menghela napas. " ternyata, orang itu tidak sengaja melihat kami berdua masuk kepondok itu dan dia melihat ada wanita melayang yang juga masuk kepondok yang kita masuki. Makanya, dia langsung menolong kita. "
" dan kayu pemukul itu ? sepertinya, itu bukan kayu biasa. " kali ini atobe benar-benar seperti mengintrogasi tezuka.
" sebenarnya.. awalnya, aku juga menanyakan tentang pemukul itu.. Tapi, katanya aku tidak perlu tahu. " Terlihat wajah tezuka yang sedikit kecewa.
" oh… " atobe juga terlihat kecewa. " oh ya, rupa orang itu seperti apa ? "
" hmm…. Coba kuingat. " Tiba-tiba tezuka menjetikan jarinya. " oh ya ! tinggi orang itu lumayan tinggi dari ku… mukanya lumayan jenggotan… rambutnya sih sepertinya putih soalnya dia pakai topi merah lalu… lumayan tua.. dan…. Ah !! " Lagi-lagi tezuka langsung teringat sesuatu. " sepertinya ada tato salib ditangannya. ! "
" salib ? " atobe mengerutkan alisnya. Tezuka mengangguk.
" tunggu… jangan bilang kalau tato salib ditangannya berwarna merah dan kuning dipinggirnya ? "
Tezuka benar-benar kaget ketika atobe menanyakan hal itu. Darimana dia tahu ? " iya. Kenapa kamu bisa tahu ? "
Tiba-tiba, wajah atobe langsung terlihat pucat dan matanya terbelak seolah-olah dia mengenal laki-laki itu. " tezuka… " jawab atobe tegang. " sebenarnya.. orang itu… sudah meninggal 2 tahun yang lalu… "
" APA ???! "
TBC
Author : UGYAAAAA !!! APAAN NIH !!!? Ini masih belum sereeeemmm !!!
Atobe : lu udah buat kita menderita n ketakutan setengah mati masih belum dibilang sereeeemmm…. !!
Author : masih belum !! seharusnya ada bagian yang berdarah-darah n cewek salju lebih menakutkan n mukanya ancur !! ARGH !!
Tezuka : kenapa tidak sekalian aja lu bunuh gw….. =.=
Author : HUSH !! bersyukurlah dikau tidak kubuat babak belur seperti bunta-kun.
Tezuka : …. ( langsung diem )
Atobe : Dasar author phsyco… Nah, selagi menunggu author tenang, waktunya membalas review.. ^^
To Karupin Ponta :
Atobe : hah ? apa menurutmu aku tertawa didepan shishido itu aneeehhh… ? =.=
Shishido : ANEH !!!
Author : ( udah lumayan tenang ) kebetulan, pair di hyotei yang sangat kusuka itu adalah shishido dengan atobe. Jadi pas cerita bagian atobe, aku pengen ngambil kesempatan nunjukin kalau shishido n atobe bisa berteman. Walopun, dicerita aslinya, shishido lumayan kurang suka dengan atobe…. Terima kasih reviewnya !! ^^
To Aoryuu chanZ :
Tezuka : Tidak menyangka kalau Aoryuu-san begitu suka dengan cerita Author sarap ini. Tapi, terima kasih kalau Aoryuu-san suka dengan ceritanya ^^.dan, author minta maaf karena update cerita in lumayan lama karena author sangat sibuk dengan tugasnya.
Author : ( dari kejauhan ) KALO GITU BANTUIN DONG NGERJAIN PR GW !!!
Tezuka : =.= . Semua kejadian yang hampir serangan jantung akan dijelaskan disini. Dan Terima kasih untuk reviewnya !! XDD
To Yukimori :
Atobe : sebenarnya yang ke-4 itu baru bagian yang ke-4. Tapi kalo bagian cerita itu sudah sampai di-3. Dan sekarang baru dicerita seram ke-4. Tapi, terima kasih sudah mengoreksi. ^^
Tezuka : Ide yang disampaikan yukimori-san sudah dipakai sama author kok ^^. dan author sangat berterimakasih karena yukimori-san memberi ide. Kalau ada ide, tolong bantu author ya. ^^
Author : Akan kuusahakan !! XDD kalau, yukimori suka dengan cerita-ku akan kuusahakan akan kuselesaikan sampai cerita 10. Dan bakalan ada kejutan diakhir cerita ! XD. Tapi.. masalahnya, aku sudah gatal gara-gara mau bikin fanfic lain.. T.T. Tapi akan kuusahakan !! Terima kasih untuk reviewnya ^^.
Nah... minna-san please reviewnya ya !! XDD
Tambahan !! kalau ada yang penasaran tezuka menari lagu debut arashi yang berjudul A Ra Shi seperti apa. Coba buka diyoutube n tulis arashi - A Ra Shi pv. Dan bayangkan tezuka menari seperti itu. Tapi menurutku tezuka menari seperti itu lumayan keren. ^///^
