Wuow, lama juga gw gak ngelanjutin ini. Gara-gara bencana gak mood n gw ada ujian buat kenaikan kelas. Tapi syukurlah ujian-nya udah selese n gw naik kelas XD. Yang naik kelas ato Lulus selamat ya ^^

arigatou untuk Yukimori , Yui Lockhart , n nymphell karena udah ngedukung ^^

Oke, nanti kuusahain bakal nyelesain cerita ini n bakal banyak adegan Tezuka n Atobe. Gw buat sedikit yaoi boleh juga ntuh... * ngelirik Atobe n Tezula *


" baiklah… sebenarnya, ada cerita lagi… Tapi, mungkin ini tidak akan terjadi jika Ootori tidak mengajakku menonton. "

Cerita 5 : keluar

Prince of Tennis; Takeshi Konomi-sensei

" DVD ? " tanya choutaro sambil melihat DVD yang baru saja dia temukan dibawah lemari pakaian kakaknya.

Kakaknya hanya tersenyum melihat adiknya memegang DVD. " itu punya temanku, dia hanya menitipkan saja padaku. " ujarnya santai sambil terus merapikan kamarnya yang berantakan dikarenakan pesta gila tadi malam. Untung, orangtua mereka sedang pergi. Kalau tidak ? mereka berdua pasti sudah dipanggang oleh ayah mereka.

" ung... " Choutoro masih saja memerhatikan DVD yang baru dia temukan. " Sa... da... ko ? ini film horror ya kak ? "

" mungkin. "

Chotarou membalas jawaban kakaknya dengan mengerutkan keningnya. Digambar covernya hanya tergambar sebuah sumur tua dan ada tutupan sumur yang tergeletak disebelah sumur itu. Penasaran dengan dalam kasetnya, dia langsung membuka isi kaset tanpa sepengetahuan dari kakaknya. Tiba-tiba, sebuah kertas terjatuh dari dalam kaset itu.

" Kalau kamu ingin menonton DVD ini.

Disarankan, untuk berpikir 2 kali.

Kalau kamu masih ingin tetap menonton.

Disarankan, untuk menyiapkan nyalimu."

Nyali ? untuk apa ? emangnya setelah menonton ini kita akan mati ? Ada-ada saja.. Ejek Choutaro dalam hatinya. Entah kenapa didalam hatinya, dia ingin sekali untuk menontonnya. Yah.. seperti kata orang. Semakin dilarang, semakin penasaran sekaligus membantah.

" kak.. "

" ya ? "

" apa kakak pernah menonton ini ? "

Alis kakak-nya langsung dikerutkan setelah mendengar pertanyaan yang dilontarkan dan adiknya. " tidak. Eng... tapi entah kenapa, ketika kakak pernah ingin menonton itu. Temenku melarangnya untuk menontonnya. "

Tidak pernah menonton ? berarti memang dilarangkan. Tapi kenapa ?

" oh ya. Choutaro. " tegur kakaknya tiba-tiba. " nanti malam sepertinya aku akan mengerjakan tugas dengan temanku. Jadi aku tidak pulang karena aku mau menginap dirumah teman. Kamu boleh mengajak temanmu untuk menginap disini. Kamu bisa mengajak temanmu yang bernama Shishido-san untuk menemanimu. "

Muka choutaro perlahan-lahan berubah ceria mendengar apa yang baru saja dikatakan kakaknya. " benarkah ? " Kakaknya hanya mengangguk sambil memasukkan buku dan bajunya kedalam tas.

" yosh ! " ujar kakaknya sambil memanggul tasnya dan mengambil kunci mobil. " hati-hati dirumah ya. " Tidak beberapa lama, tutupan pintu depan terdengar dan suara mobil yang tidak asing ditelinga Choutaro terdengar dan perlahan-lahan menghilang.

Sadar apa yang harus dilakukannya, Choutarou langsung berlari kearah kamarnya dan mengambil handphonenya diatas meja belajarnya. Setelah, menekan nomor yang dia kenal. Dengan perasaan berdebar-debar dia menunggu jawaban dari seberang teleponnya.

/halo ?/ suara yang sangat dikenal Choutaro sudah terdengar ditelinga kirinya.

" Shishido-san... sebenarnya, aku ingin mengajakmu untuk menginap dirumahku. Apa kamu mau ? "

/wah, itu ide yang bagus. Tapi sayang, hari ini aku dengan keluargaku akan menginap diluar kota./

" he... " choutaro benar-benar tidak menyangka kalau senpai kesayangannya tidak bisa menginap dirumahnya. Terlebih lagi, dia ingin mengajak Shishido untuk menonton kaset yang baru saja ditemukannya. Jujur, dia sangat penasaran. " baiklah, gomen telah mengganggu Shishido-san. "

/daijoubu, hati-hati dirumahmu ya/

Trekk

Dengan menghela napas kecewa, dia segera melihat isi kontak teleponnya. Mungkin saja, dia menemukan teman yang bisa menemaninya selama kakaknya pergi menginap sekaligus teman untuk menonton kaset itu. Entah kenapa, ada 1 nama dikontak teleponnya yang ingin sekali dia coba telepon.

' mengajaknnya... tidak apakan ? '

x-x-x-x-x-x

" terima kasih telah datang. " ujar Choutaro ceria sambil membuka-kan pintu depannya dan menyambut siapa yang hadir didepan pintu rumahnya. " Atobe-san. "

" seharusnya, aku yang berterima kasih. "

" heh ? " Choutaro entah kenapa tidak begitu mengerti kenapa buchounya yang malah berterima kasih padanya.

" karena, aku sudah mati kebosanan dirumahku. Kebetulan aku juga sendiri karena orang tuaku sedang keprancis. Untung kamu menelpon untuk menginap dirumahmu. " ujar Atobe sambil melepaskan sepatunya. " oh ya, dimana aku harus menaruh tasku ? "

" oh ! dikamarku saja. Ayo ! " Ujar Choutaro semangat. Atobe hanya mengikuti Choutaro dari belakang. Tapi, tumbennya yang membawakan tas Atobe adalah Atobe sendiri padahal biasanya yang membawa-kan tasnya pasti adalah Kabaji dan ujung-ujungnya Choutaro sendiri.

Tidak beberapa lama, Mereka berdua sudah sampai dikamar Choutaro. " ja.. Atobe-san, taruh saja tasmu disebelah jendela. " Ujar Choutaro sambil menunjuk kearah Jendela besar. Atobe hanya berjalan kearah yang ditunjukkan oleh Kohainya.

Tiba-tiba, Choutaro langsung teringat sesuatu.

" Atobe-san ! " Teriaknya tiba-tiba. " bagaimana kalau malam ini kita menonton ini ? "

Atobe hanya mengerutkan keningnya, pelan-pelan dia mendekati Choutaro. " DVD apa ini ? Horror ? " Tanyanya setelah melihat kaset yang mulanya dipegang Choutaro tapi sekarang sudah berpindah ketangan sang Ore-sama. " Sepertinya seru. "

Perhatian !

Sebenarnya, Atobe diundang Choutaro kerumahnya sebelum 2 kejadian dari cerita sebelumnya

" Tapi… " Tiba-tiba raut wajah Choutaro langsung berubah ragu, padahal 2 menit yang lalu wajahnya baru saja bersemangat.

" Tapi ? "

" Coba baca ini. "

Atobe langsung mengambil kertas yang baru saja disodorkan Kohainya. Dan bener saja, raut wajah Atobe tiba-tiba menjadi bingung. Yah.. kalo dari penglihatan Choutaro sih, kelihatan seperti tidak percaya sekaligus ingin ketawa.

" i.. ini.. sungguhan ? " Tanyanya sambil memberikan kertas itu lagi kechoutaro.

" a.. aku juga gak tahu.. Soalnya, aku tidak sengaja menemukan kaset ini dibawah lemari kakak-ku, dan anehnya… " Choutaro makin ragu mengatakannya. " Temannya juga mengatakan jangan menonton ini.. "

" berarti ini memang dilarangkan ? Tapi kenapa ? "

Ok, entah kenapa Choutaro merasa dia sedang dejavu. " aku juga tidak tahu.. Tapi, bagaimana kalau malam ini kita menonton ini ? ja.. "

" baiklah. " sepertinya, Atobe juga mengambil system semakin dilarang semakin penasaran. " malam ini, kita akan menonton. "

Jam 9 malam…

Minuman soda.. ada.

Keripik kentang dan rumput laut.. ada.

Kopi.. ada.

Yosh ! lengkap ! tapi tinggal…

" Ootori ! " Panggil Atobe sambil melirik kearah pintu yang menuju dapur. " Popcorn-nya sudah ? "

" Sebentar lagi, Atobe-san ! "

" oke ! " Atobe kembali menatap DVD yang tergeletak meja depannya. Entah kenapa, dia sangat penasaran dengan kaset ini, Tapi masalahnya… Hati lain mengatakan kalau menonton ini.. nyawa taruhannya. Tapi ! Dihati lainnya !

Tunggu dulu, sebenarnya Atobe itu punya hati berapa sih ?

" Ja.. Atobe-san. Popcorn-nya sudah siap.. " Ujar Choutaro tiba-tiba. Dan tidak lupa juga, dia mengatakannya dengan wajah innocent. Atobe langsung tersentak dari lamunannya dan menatap choutaro yang sedang menaruh popcorn dimeja. " aku masukkan ya kasetnya. "

" silakan. "

Perlahan-lahan, Choutaro menarik napas dan menghela napas pelan-pelan. Atobe yang melihat persiapan yang dilakukan Choutaro langsung merasa kalau yang mereka lakukan ini memang nyawa taruhannya. Tanpa sadar, sang Buchou sendiri menelan ludahnya saking gugupnya.

" yosh ! ayo ! "

Setelah kasetnya sudah masuk kedalam DVD playernya. Cepat-cepat, Choutaro langsung mengambil tempat disebelah Atobe. " ja.. Atobe-san.. Akhirnya kita melakukan juga. "

" hmm… " Atobe hanya menggumam saja sambil serius menatap layar tv yang lumayan besar ( tv-nya kurang lbh seperti dirumah Atobe ). Tapi, entah kenapa layar didepannya hanya menampilkan tampilan gelap. Begitu saja sudah menegangkan ! bagaimana kalo filmnya sudah dimulai ? Lebih menegangkan lagi.

Tiba-tiba, Kedua orang yang masih sibuk menatap layar didepannya mengerutkan alisnya.

" tunggu dulu… kenapa perasaanku mulai tidak enak.. " Ujar Atobe sambil mengambil kopi guna untuk menenangkan hatinya.

" sepertinya aku juga… Bagaimana kalau kita menonton film lain saja ? "

Cepat-cepat atobe mengangguk tanda setuju. " AH ! SETUJU ! " Cepat-Cepat, Choutaro langsung mengambil remote DVD Playernya. Dan menekan tombol untuk menstop. Tapi…

PET !

" WUUAAAAA ! " Spontan Atobe dan Choutaro teriak bersamaan. Bagaimana tidak ? Tiba-tiba saja lampu langsung mati tanpa pemberitahuan.

" Lilin ! Lilin ! "

" Tunggu dulu ! Nyalakan Hape dulu ! " Baru saja Atobe berusaha mencari Hp-nya ( gunanya untuk dijadikan pencahayaan ) yang seingatnya, dia tinggalkan dekat dengan sofa. Tiba-tiba lampu seluruh rumah Choutaro langsung berkedap-kedip. Anehnya.. entah kenapa kedipannya benar-benar aneh. Seolah-olah ada yang memainkan sekring lampunya.

Pet.

" syukurlah sepertinya lampunya sudah menyala. " Lega Choutaro.

" tunggu dulu… " Ujar Atobe tiba-tiba sambil memasang wajah tidak percaya " coba lihat ketv.. " Reflek Choutaro langsung menatap TV yang baru saja disuruh Atobe.

" su.. sumur ? "

Atobe hanya menggeleng tidak tahu. Dia juga tidak mengerti apa maksud dari cerita film ini. Sampai-sampai, matanya menangkap sebuah tangan yang sepertinya baru keluar dari sumur itu. " O.. Ootori.. ka.. kamu lihat tangan yang baru saja keluar dari sumur itu.. ? "

" hah ? "

" coba lihat itu ! " Teriak Atobe frustasi sambil menunjuk kearah layar. Dan benar saja, raut wajah Choutaro langsung berubah karena sudah menangkapa tangan yang keluar dari sumur.

" Atobe-san… se.. sepertinya aku mulai punya perasaan tidak mengenakkan tentang hal ini.. " ujar Choutaro gemetar sambil menarik kaos Atobe. Sedangkan, orang yang kaosnya ditarik Choutaro hanya bisa menatap serius kelayar. Sampai-sampai, sesuatu yang benar-benar tidak mengenakkan muncul.

Seorang perempuan yang keluar dari sumur itu !

Wajah Atobe dan Choutaro semakin menegang. Mereka benar-benar mematung setelah wanita itu keluar dari sumur dan merayap kearah mereka. Seolah-olah, wanita itu hendak keluar dari layar.

" A.. Atobe-san… " Choutaro makin ketakutan dan makin memeluk lengan Atobe. Ingin rasanya lari tapi seperti ada yang mengikat mereka berdua.

Semakin lama, wanita itu makin mendekat kearah mereka sampai wajahnya terlihat. Hampir mereka berdua ingin muntah dikarenakan wajah wanita itu benar-benar hancur ! bola mata yang menggantung dipipinya dan darah yang mengalir segar dari wajahnya. Tapi, selanjutnya benar-benar membuat mereka ingin menangis dan berteriak sekencang-kencangnya.

Wanita itu benar-benar menembus kaca TV ! dan sekarang wanita merangkak kearah Atobe dan Choutaro dengan sangat mengerikan.

" A.. Atobe-san…. ! " Choutaro makin panik dan tanpa sadar air matanya sudag menetes saking takutnya, Sedangkan Atobe hanya bisa menatap wanita itu dengan wajah tegang. Sampai, wanita itu berhenti merangkak dan sekarang berdiri dihadapan mereka berdua. Dan memuntahkan hal yang lebih menjijikkan dan mengerikan.

Wanita itu memuntahkan belatung, cacing, darah kental yang benar-benar busuk. Atobe makin mengeratkan pegangannya pada kursi karena dia menahan agar tidak muntah. Tiba-tiba, wanita itu memajukan wajahnya kearah mereka berdua seolah-olah ada yang ingin dia bisikkan kepada Atobe dan Choutaro.

" ma… mati… "

" WUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA ! "

Hyotei Gakuen

" Atobe. Mukamu.. pucat. " ujar Oshitari heran sambil membuka bentonya. Atobe hanya menghela napas karena terpuruk dengan pengalaman terburuk… terseram… dengan acara menginap kemaren. Jujur, dia tidak terlalu ingat apa yang terjadi kemarin, tapi dia hanya ingat seorang wanita keluar dari tv lalu merangkak kearahnya dan Choutaro dan memuntahkan… Euy, mengingatnya saja sudah membuatnya mual, dan setelah itu semuanya langsung gelap.

" Atobe ? "

Atobe langsung tersentak dari lamunannya. " ah, gomen.. kemarin aku mimpi buruk… " Yah.. mungkin itu semua hanya mimpi. Lagipula, ketika dia dan Choutaro bangun semuanya benar-benar bersih bahkan tidak ada bekas muntahan yang menjijikkan. Yah, pasti mimpi.

" mimpi buruk ? " Oshitari mengerutkan alisnya. " memangnya kamu mimpi apa ? "

" Aku… " baru saja ingin menceritakan apa yang dialaminya tiba-tiba 3 siswi mendekati mereka berdua dengan malu-malu. Mungkin, mereka fangirl Atobe.

" A..Atobe-sama… " Ujar siswi dari salah satu mereka bertiga dan membawa kotak yang dibungkus dengan kain biru. " a… aku membuat bento untuk Atobe-sama, Apa Atobe-sama mau ? "

" untukku ? Arigatou. " Ujar Atobe sambil tersenyum dan memancarkan ketampanannya ( Kyaaa ! XD ). Reflek siswi yang baru saja memberikan bento kepadanya langsung pingsan bahagia (?). Untunglah bento siswi itu sudah dipegang Atobe. Kalau tidak ? Bisa-bisa bentonya hancur, sayangkan. Tanpa aba-aba, kedua temannya langsung menggeret temannya yang baru saja pingsan.

" beruntung sekali, Atobe-sama~ " ejek Oshitari sambil memakan bentonya. Atobe hanya tersenyum dan menaruh bento pemberian siswi itu.

" Halou.. siswi itu bukan siswi pertama yang memberiku bento dan pingsan setelah aku mengucapkan terima kasih.. " Atobe sangat ingat sudah berapa siswi atau mungkin seluruhnya yang pingsan hanya gara-gara dia mengucapkan terima kasih.

" waow, kekuatan ore-sama benar-benar patut dipuji… " ejek Oshitari sambil tersenyum. " Jaa.. lebih baik kamu cepat makan bento dari fans-mu. Mungkin, kalau dia melihatmu memakan bentonya, dia bakal memberimu bento terus. "

" hey, aku bukan orang miskin… " Geram Atobe sambil membuka bungkusan bento, dan melihat makanan apa yang didalam kotak ini. Tapi ternyata, apa yang dilihatnya benar-benar mengejutkan. Reflek, Atobe langsung membuang bento itu dengan kasar.

" Atobe ! Apa yang kamu lakukan ? " Teriak Oshitari kaget. Bagaimana tidak kaget, tiba-tiba saja Atobe membuang makanannya dengan kasar. Reflek seisi kelas langsung menatap Atobe dengan tatapan kaget.

" be..be..belatung… "

" hah ? " Oshitari benar-benar tidak mengerti apa yang baru saja dikatakan Atobe. Belatung ? mana ? " Atobe, dibento itu tidak ada belatung. "

" APA ? " Teriak Atobe tidak percaya. Padahal jelas-jelas, dia melihat segerombolan belatung yang memenuhi isi kotak bento itu ! " Ta.. tapi jelas-jelas aku… "

Oshitari menghela napas. " sepertinya kamu menyangka mie ini belatung. Atobe, jelas-jelas kamu sakit. Daritadi mukamu sudah pucat, sepertinya kamu harus istirahat diUKS. " Atobe hanya dapat memandang wajah Oshitari. Ya.. mungkin dia sedang capek, dia harus butuh tidur untuk menenangkan pikirannya.

" baiklah, kalau begitu aku akan istirahat. Lalu, bagaimana dengan klub ? "

" tenang saja, nanti aku akan beritahu sakaki-sensei. " Ujar Oshitari sambil tersenyum. " seorang Buchou butuh istirahat jugakan. "

" baiklah… " Ujar Atobe sambil berjalan keluar dari kelasnya. Sedangkan Oshitari hanya melihatnya dari belakang dan terus memandangnya sampai bayangan Atobe menghilang.

" syukurlah, siswi itu tidak melihat kalau makanannya dibuang Atobe. "

UKS Hyotei Gakuen

" sebenarnya aku ini kenapa… " Ujar Atobe lirih. Entah kenapa dia menganggap dia sudah cukup menyedihkan. " apa gara-gara… "

Belum saja menyelesaikan ucapannya. Tiba-tiba mata Atobe tertuju pada TV kecil didepannya, entah kenapa dia punya firasat buruk akan hal ini. ' Tunggu.. Kenapa diluar sepi sekali ? Bukannya belum jam masuk ? ' Pikir-nya sambil melihat jam tangannya.

Ketika tatapannya tidak sengaja tertuju pada TV. Muka Atobe langsung tegang karena dia benar-benar tidak percaya apa yang dilihatnya. Sebuah sumur ditampilkan ditv ! Padahal jelas-jelas dia tidak menyalakan tv sama sekali. Yang membuat Atobe ketakutan, sumur itu sama dengan sumur yang kemarin ditonton olehnya dan Choutaro.

Ingin rasanya lari, tapi dia benar-benar tidak bisa bergerak. Seolah-olah ada yang mengikatnya dengan kuat. Atobe hanya bisa pasrah melihat sesuatu yang sangat mengerikan muncul, wanita itu keluar dari sumur ! dan lebih mengerikan lagi, wanita itu merangkak kearahnya sampai benar-benar keluar dari TV.

Atobe makin gemetar ketakutan karena wanita itu mulai menaiki kasurnya. Belum lagi, wajahnya yang hancur sukses membuat Atobe ingin keluar dan meloncat dari kasurnya. Tapi sia-sia, Badannya tetap saja tidak menurut dengan perintah hatinya. Perlahan-lahan, wanita itu mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah sang raja hyotei ini.

" Maa… ti….. "

" WUAAAAAAAAAAAAAHHHH ! "

" Atobe-san ! Atobe-san ! " Atobe langsung tersentak dari teriakannya. Dilihatnya orang yang baru saja mengguncang badannya. Choutaro ! Kenapa wajahnya sangat terlihat pucat ? Tunggu ! omong-omong, tentang wajah.. dimana wanita itu ?

Atobe langsung menoleh keseluruh ruangan. Tidak ada ! Syukurlah.. berarti dia hanya mimpi… " Atobe-san… " Atobe mengangkat kepalanya yang awalnya disenderkan diatas bantal.

" Ada apa ? "

" wanita itu datang lagi ya ? " Tanya Choutaro takut-takut. Mata Atobe langsung membesar setelah mendengar apa yang baru ditanyakan Kohainya.

" Ka.. kamu tahu… Tunggu ! Jangan-jangan ! "

Choutaro mengangguk. " a.. aku.. aku juga didatangi oleh wanita itu… Dia muncul ketika aku sedang sendirian diperpus.. Jangan-jangan memang benar apa yang dikatakan kertas itu. "

Atobe hanya bisa menatap kohainya dengan lemas. Tiba-tiba dia teringat sesuatu. " Tunggu, kenapa kamu ada disini ? "

" Tadi aku tidak sengaja melewati ruang UKS. Dan kulihat atobe-san meronta-ronta minta tolong, tapi dalam keadaan tidur.. Makanya, aku kira buchou juga… "

Wajah Atobe memucat. Sekujur badannya langsung melemas. Dia tidak percaya kalau mimpi buruknya masih berlanjut. Tiba-tiba, sebuah ide langsung terlintas dikepalanya.

" Ootori ! " Teriak Atobe tiba-tiba. " Kamu bilang DVD itu dari teman kakakmu kan ? "

" i.. iya.. "

" dan kamu bilang, kalau teman kakakmu melarang untuk menontonnya. "

" i..iya.. " Choutaro benar-benar bingung dengan apa yang baru saja ditanyakan Atobe, kenapa buchounya menanyakan hal itu ? memangnya ada hubungannya. " terus kenapa ? "

" baka ! kalau teman kakakmu melarang, Berarti dia pernah menontonnya. Apa dia masih hidup ? "

" ma.. masih. " Tiba-tiba Mata Choutaro membesar. Sekarang dia mengerti apa maksud dari buchounya. Perlahan-lahan, ditatapnya wajah Atobe.

Atobe mengangguk. " Kita akan minta bantuan teman kakakmu itu. "

x-x-x-x-x-x-x-x-x

" AAPPAAA ! "

Atobe dan Choutaro hanya bisa menunduk. Mereka benar-benar tidak bisa menatap wajah pemilik DVD itu. Sebenarnya 2 makhluk ini tahu kalau bakal begini jadinya, tapi mau bagaimana lagi. Pilih dimarahi habis-habisan atau diteror makhluk itu ?

" go.. gomennasai… " Ujar Atobe dan Choutaro takut-takut.

" kami kira itu hanya bercanda. " Ujar Choutaro menjelaskan.

Orang yang berdiri didepan mereka hanya bisa menghela napas. Dia tidak mengira kalau yang akan menjadi korban adalah adik sahabatnya sendiri. " pasti kalian kesini untuk minta bagaimana caranya kalian tidak diteror lagikan ? "

Atobe dan Choutaro mengangguk bersamaan. Orang itu menghela napas kesekian kalinya. " baiklah, akan kuberitahu. " Ujar orang itu pasrah. Tiba-tiba, wajah Atobe dan Choutaro yang awalnya pucat langsung berubah ceria.

" bagaimana caranya ? " Tanya Atobe penasaran.

" sebenarnya.. aku tidak ingin menambahkan korban.. Tapi.. " Atobe dan Choutao langsung mengerutkan alisnya. Korban ? Apa maksudnya ? Apa seperti tumbal ?

" korban ? " Tanya Atobe tidak mengerti.

" begini, dulu aku memang diteror seperti kalian karena menonton DVD itu.. tapi sekarang aku sudah bebas karena… " Entah kenapa orang ini mengatakannya dengan takut-takut. " Aku memberikan DVD itu kepada orang lain untuk menontonnya. Kalau orang itu sampai menontonnya, aku bebas dari terornya tapi masalahnya orang yang menonton itu yang akan diterornya. "

Atobe terbelak mendengarnya. " Tunggu ! berarti seperti tumbal ? "

" ya.. begitulah.. lebih baik kalian pilih apa ? Kalian sendiri yang akan diteror sampai mati atau menjadikan orang lain sebagai korban ? "


" akhirnya ? " tanya Tezuka penasaran.

" akhirnya kami memberikan DVD itu keorang lain. Memang sih.. kita masih diteror. Tapi sebulan kemudian ternyata kita sudah tidak diteror lagi. Sepertinya setan itu sudah menemukan korban lainnya. " Ujar Atobe bersalah. Jujur, dari ceritanya saja dia masih merasa bersalah karena telah menjadikan orang lain sebagai tumbal.

" memangnya siapa yang kalian jadikan tumbal ? "

Atobe terdiam. " itu.. rahasia… "

" kenapa ? " Tanya Tezuka lagi.

" pokoknya itu rahasia.. Lagipula, kabar terakhir yang kuterima katanya orang yang kuberikan DVD itu mati mengenaskan. " Ujar Atobe. Bagus, sekarang dia makin bersalah.

" yosh ! Cerita ke-5 selesai ! " Cepat-cepat Atobe langsung menjetikkan jarinya. Dia sudah tidak mau ditanya lagi oleh Tezuka. " sekarang giliranmu, Tezuka "

Tbc


btw, temen gw pernah cerita tentang sodako juga. kalo diceritanya, ada orang yang nonton sodako terus dia ngasih kasetnya agar ditonton orang lain. Yah.. pokoknya kayak Atobe n Choutaro gitulah. Betul gak sih ?

Ja... reviewnya please ^^