Sebelum mulai…

Gw minta maaf banget ! Gomen ! Gomen ! Gomen ! ( T 3 T")

Soalnya, gw baru ngelanjut nih cerita sekarang… padahal nih cerita udah lama banget gk gw lanjutin..

Sekali lagi gomen ya…..

Thanks to :

Q-Ren, yukimori, Aoryuu chanZ , Yuiri Lockhart , Rhyfa M0m0-chan, a-Z a-Z 0-5 , MizuKarin, mieao.

Karena udah ngedukung diriku buat ngelanjut nih cerita XD

Sekali lagi, gomeen…. N Makasih yang udah ngedukung gw 3 Diriku cinta kalian ! *meluk*


" Atobe… apa kamu merasa makin kedinginan ? "

Atobe yang masih sibuk dengan jaket regulernya langsung menatap Tezuka. " Kamu juga merasa kedinginan ? " Tanyanya tidak percaya. " Aku kira hanya aku yang kedinginan, makanya aku diam saja. "

" Aku juga merasakannya. " Ujar Tezuka gemetaran sambil menggosok tangannya agar rasa dinginnya berkurang. " Ini makin aneh…. Udara disini seharusnya lembap dan panas. Tapi kita berdua malah kedinginan…. "

Mendengar apa yang dikatakan Tezuka, Atobe mengangguk setuju. Lagipula bagaimana bisa, kita kedinginan sedangkan kita ada didalam ruangan yang ventilasinya hanya 1 dan itupun ukurannya sangat kecil. Walaupun ada angin masuk lewat ventilasi itu, tidak mungkin sampai dingin beginikan ? Entah kenapa, Raja Hyotei ini mulai merasa ada yang aneh. Cepat-cepat- Atobe berdiri dari tempat duduknya.

" Mau kemana ? "

" Mau mecoba buka pintu. Siapa tahu pintunya mungkin sudah terbuka. " Jawab Atobe sambil membuka gagang pintu. Tapi sayangnya, pintunya tetap saja masih terkunci. " Sial, pintunya masih terkunci. " umpat Atobe menendang pintu yang tadi dibukanya dan kembali duduk didepan Tezuka.

" masih terkunci ya ? " ujar Tezuka sambil melihat kearah pintu yang tadi dibuka Atobe.

Atobe menghela napas. " Masih…. Ah ! Sudahlah ! Kulanjutkan saja ceritanya ! " Teriaknya kesal. Bagaimana tidak kesal ? Bayangkan saja mereka sudah berjam-jam didalam gudang dan tidak ada satupun yang datang menolong mereka. Apa anggota-anggotanya tidak ada satupun yang sadar kalau buchounya menghilang ?

" Ini cerita ketika aku berlibur kevilla dengan Fuji…. "

" Hah ? "

Cerita 7 : siapa ?

©Prince of Tennis; Takeshi Konomi

" Fuji Syusuke desu… Selamat malam semuanya. Sekarang sudah jam 9 malam…" Ujar Fuji sambil merekam dirinya dengan handycam ditangannya dan tidak lupa dengan senyumnya yang biasa dia perlihatkan. " Malam ini, aku mau memperlihatkan semua kegiatan liburan musim panasku. Ah ! Mungkin kalian bingung kenapa aku mau merekan kegiatan liburanku dikarenakan…. Aku sedang berlibur divilla Atobe Keigo ! YEEEEY ! "

Dengan cepat, handycam Fuji langsung berpindah kearah orang yang duduk diatas sofa dan asyik membaca majalah. Sadar kalau dia sedang direkam, tanpa aba-aba orang itu langsung melempar majalah yang dibacanya kearah Fuji. " Fuji ! Matikan handycammu ! " Bentak Atobe kesal. Tapi bukannya mematikan handycam, Fuji malah tertawa melihat reaksi Atobe.

" aaww~ ayolah… aku sengaja mau merekam liburan ini untuk meperlihatkan kelangkaan ini. "

Alis Atobe langsung berkerut. " apa maksudmu 'kelangkaan' ? "

" kelangkaan kalau seorang Atobe Keigo pertama kalinya mengajak salah satu anggota Seigaku kevillanya. " Dan dalam hitungan detik, muka Fuji langsung berciuman dengan majalah yang dilempar Atobe.

Lagi-lagi, Fuji hanya tersenyum dan duduk disebelah Atobe. " Aku benar-benar senang kamu sudah mengajakku kevillamu. Terima kasih banyak ya, Atobe. " mendengar perkataan sang Tensai Seigaku itu, Atobe tersenyum.

" ng… sama-sama. Anggap aja ini libura… " belum saja melanjutkan perkataanya, Atobe langsung melempar bantal sofa disebelahnya setelah sadar kalau Fuji masih merekam dirinya dengan handycamnya. Dan itu tepat didekat mukanya ! " Matikan Fujiiii ! " Lagi-lagi, Fuji hanya bisa tertawa.

" jaaa… jadi ini adalah ruang istirahat divilla Atobe lalu itu… " sementara, Fuji masih asyik dengan acara merekam isi villa. Sang pemilik villa hanya bisa menghela napas melihat perlakuan Fuji yang biasanya diam, tenang tiba-tiba berubah jadi kekanak-kanakan setelah diajak kevillanya. Awalnya, dia juga bertanya-tanya kenapa dia punya pikiran kalau dia ingin mengajak Fuji. Kenapa tidak Tezuka… Echizen… Tachibana… Atau….

" eh… Fuji. " Panggil Atobe.

Fuji yang awalnya masih asyik merekam ini-itu langsung manghadap mukanya kearah orang yang memanggilnya. " ng ? "

" Oshitari dimana ? Kok daritadi aku tidak melihatnya ? " Tanya Atobe yang sadar kalau dia juga mengajak seorang lagi kevillanya, yaitu Oshitari yushii. Aww.. sungguh buchou yang bagus karena dia melupakan anggota terbaiknya.

Fuji langsung mengangkat mukanya keatas sedikit, seolah-olah dia sedang berpikir. " ng… kalau tidak salah, Oshitari tadi bilang dia ingin mencari supermarket dulu untuk membeli makanan kecil."

" oh… " Jawab Atobe santai. Dia baru ingat kalau walaupun divillanya berada diwilayah pergunungan, didaerah sini memang ada supermarket kecil yang sama-sama menjual makanan kecil, snack, minuman ringan seperti supermarket dikota besar tapi yang membedakannya adalah supermarket kecil itu menjual makanan-makanan daerah.

Merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, Atobe mengambil 2 majalahnya yang baru saja dia lempar kearah Fuji untuk dibacanya. Sedangkan Fuji masih melanjutkan acara merekamnya dan kali ini dia mulai merekam pintu depan villa.

DUK ! DUK ! DUK ! DUK !

Fuji yang daritadi merekam pintu depan, langsung kaget mendengar pintu didepannya dikedor dengan keras. Seolah-olah ada orang yang memaksa ingin masuk. Mendengar pintu masuk didepannya dipukul paksa, sang tensai Seigaku itu ingin membukanya. Tapi dia sadar kalau dia tidak boleh membuka sembarangan sebelum Atobe, sebagai tuan rumah membuka terlebih dahulu.

" ATOBE ! " Teriaknya. " Ada orang didepan ! "

Dalam hitungan detik, Atobe keluar dari ruang santainya dengan berlari kecil. " Ada orang didepan… " Ujar Fuji memberitahu. " Tapi, anehnya… dia seperti memaksa ingin masuk. " lanjutnya tapi dengan berbisik kearah telinga Atobe.

DUK ! DUK ! DUK ! DUK !

Mendengar pintu masih dikedor dengan kasar dari luar, Atobe merasa kalau apa yang dibisiki Fuji ada benarnya juga. Dengan sedikit ragu, Atobe mendekati pintu dan tangannya sudah memegang kenop pintu. Fuji yang sebenarnya penasaran siapa orang yang mengedor-ngedor pintu itu malam-malam seperti ini, malah melanjutkan rekamannya kearah pintu yang sudah siap-siap mau dibuka Atobe.

DUK ! DUK ! DUK ! DUK !

Kedoran pintu makin keras. Dengan cepat, Atobe langsung membuka pintu itu.

Anehnya, tidak ada seorangpun diluar sana. Tapi yang membuat tambah aneh, Atobe merasakan kalau ada tanda-tanda ada seseorang disana. Tapi tidak ada orang yang berdiri didepannya. Dan diluar benar-benar kosong !

" Halo ? ada orang tadi ? Siapa itu ? " Tanya Atobe sedikit berteriak untuk memastika. Merasa benar-benar tidak ada orang, dengan kesal Atobe langsung menutup pintu. " dasar orang iseng… "

Belum saja menutup pintu. Tiba-tiba dibelakang Atobe langsung muncul makhluk yang mukanya benar-benar hancur dan dipenuhi lendir. Dan yang menambah kesan seram dimukanya kedua bola matanya menjulur keluar. Makhluk itu memegang pundak Atobe dengan keras dan siap untuk menerkamnya.

Bukannya ketakukan atau pingsan dengan mulut berbusa. Atobe malah memasang tampang malas. " ha..ha..ha.. dirimu lucu sekali… "

Makhluk itu menghela kecewa, dan langsung melepaskan topeng seramnya. Setelah melepas topengnya, Makhluk itu langsung memakai kacamata bulatnya. " sudah kuduga, kita gagal Fuji… " Ujarnya kecewa.

Fuji hanya tersenyum dan masih saja merekam apa yang terjadi didepannya. " berarti lain kali kamu harus memakai jubah, Oshitari… Memangnya ada monster yang memakai kaos merah dan celana jins biru dan membawa kantong belanjaan ?"

Mendengar apa yang baru saja dikatakan Fuji. Oshitari langsung melihat pakaiannya, dan benar saja dia memakai kaos merah dan celana jins biru dan bodohnya dia malah membawa kantong belanjaan. " berarti lain kali kamu harus memperingatkanku dulu sebelum kita mau menakuti buchouku dulu. " Fuji hanya tertawa sambil melanjutkan acara merekamnya.

Atobe langsung bedecak kesal mendengar percakapan dari kedua tensai didepannya. " Apa ini rasa terima kasih kalian karena aku telah mengajak kalian kevillaku ? Dan Fuji ! Matika kameramu ! " Bentaknya kesal " dan Oshitari…. Butuh ratusan tahun untuk menakuti sang Oujisama ini. " Ujarnya lagi tapi dengan nada menantang.

" baiklah, Oujisama… " balas Oshitari sambil membungkukkan badan setelah Atobe membalikkan badannya untuk kembali keruang santai. Fuji yang merekam semuanya hanya bisa tertawa kecil.

Baru saja, Atobe melangkahkan kakinya. Tiba-tiba ada yang mengedor-ngedor pintu masuknya dengan kasar.

DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK !

" Apa kalian belum cukup membuatku kesal ! " Bentak Atobe sambil membalikkan badannya kearah 2 Tensai yang masih dibelakangnya.

" Apa maksudmu ? " Tanya Oshitari bingung. Fuji masih merekam Atobe yang sudah kesal setengah mati dan Oshitari yang memasang muka bingung sambil membawa topeng zombienya dan kantong belanjaan yang berisi makanan kecil.

" Hah ? Jangan pura-pura bodoh…. Kalian pasti menyuruh orang untuk mengedor-ngedor pintu kalau kalian gagal menakutiku, kan ? "

Fuji dan Oshitari langsung bertatapan dengan muka bingung. " Atobe… " Kali ini Fuji yang mulai berbicara, walaupun dia masih memasang handycam ditanganya dan merekam. " mungkin, kami memang ingin menakutimu. Tapi… kami gak bakal keterlaluan mengerjaimu dengan menyuruh orang melakukan hal yang sama seperti yang kami lakukan tadi. Lagipula, memangnya ada orang yang mau kalau kami menyuruhnya melakukan hal itu ? "

Atobe langsung terdiam mendengar apa yang baru saja dikatakan Tensai lawannya itu. Benar juga, apa yang dikatakannya. Kalau begitu…. Siapa sekarang yang menngedor-ngedor pintu masuknya ?

DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK !

Mendengar kedoran pintunya semakin keras. Oshitari langsung menaruh topeng dan kantong belanjaannya dilantai. " Biar kubukakan. "

Dengan cepat, Oshitari langsung membuka pintu yang sudah minta dibukakan. " Siapa ? " Teriaknya.

Tapi anehnya, dibalik pintu yang dibuka Oshitari sama sekali tidak ada orang. Sama seperti yang dialami Atobe. Tapi bedanya, hal yang dialami Atobe itu dikarenakan kejahilannya dan Fuji. Sedangkan dirinya, dikarenakan apa ? apa jangan-jangan….

Cepat-cepat, Tensai Hyotei itu langsung menggeleng-geleng kepalanya menandakan kalau dia ingin menghapus pikiran anehnya.

" siapa ? " Tanya Fuji penasaran.

" Tidak ada siapa-siapa, mungkin orang iseng. " Jawab Oshitari sambil menutup pintu. " lebih baik kita cepat tidur sa… "

DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK !

Belum saja Oshitari menyelesaikan kalimatnya. Tiba-tiba pintu dikedor-kedor lagi dengan keras, Atobe, Oshitari, Fuji ( yang masih merekam ) hanya bisa terdiam ditempatnya. Ingin membuka pintu… Tapi entah kenapa akan ada akibatnya kalau mereka membukanya.

DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK !

Muak dengan pintu yang masih dikedor-kedor dengan kasar, cepat-cepat Oshitari langsung membuka pintu dengan kasar sampai-sampai pintunya kebanting dengan tembok. " HEI SIAPA ! " Teriaknya kesal. " Kalau ingin iseng lihat-lihat waktu ! Ini sudah jam berapa, HAH ! INI JAM SETENGAH SEBELAS MALAM SEKARANG ! " Hening, tidak ada jawaban apapun walaupun Oshitari sudah berteriak-teriak seperti orang gila. Atobe, Fuji saling memandang dengan muka pucat.

" Dasar orang gila ! " Bentak tensai Hyotei itu sambil membanting pintu. Setelah pintu tertutup, baru saja Oshitari berjalan mendekati Atobe dan Fuji. Tiba-tiba, Pintu itu dikedor-kedor lagi dengan keras dan kali ini lebih kasar, seolah-olah yang mengedor-ngedor pintu itu benar-benar minta dibukakan pintu.

DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK ! DUK !

Kesabaran diujung puncak, Oshitari langsung membuka pintu dengan kasar (lagi). " APA MAUMU PENGECUUUT ! "

" HUWAAA ! " Teriak Fuji kaget. Reflek Oshitari, Atobe langsung menatap Fuji yang memasang wajah kaget sekaligus handycam yang dipegangnya yang sudah merekam semua kejadian mengeluarkan asap dan mati tiba-tiba.

" ada apa ? " Tanya Atobe, Oshitari bersamaan.

" a.. aku tidak tahu, tiba-tiba saja handycamku mengeluarkan percikan api dan mati. "

" eh ? " Atobe, Oshitari langsung mendekati Fuji yang masih shock dengan handycamnya yang sakaratul. Tiba-tiba, pintu yang dibuka Oshitari, Terbanting sendiri dengan kasar. Mereka makin shock dikarenakan pintu itu tertutup sendiri padahal tidak ada angin atau apapun yang menyebabkan pintu itu tertutup sendiri dengan keras.

Belum selesai shock mereka, tiba-tiba handycam Fuji menyala kembali. Tapi anehnya, handycam Fuji menyala langsung memulai semua yang direkamnya dari Fuji mengenalkan diri, Atobe mengamuk, sampai Oshitari muncul dari balik pintu dengan topeng zombienya. Ketiga orang itu yang menatap handycam Fuji hanya bisa terdiam.

Shock, tidak percaya apa yang dilihatnya. itu yang dirasakan mereka sekarang.

Mungkin kalau kalian berada dikondisi yang sama seperti mereka bertiga, menatap handycam yang mem-play semua yang direkamnya padahal tidak ada seorangpun yang menekan play tapi handycam itu malah mem-play dengan sendirinya. Kalian akan merasakan hal yang sama seperti mereka.

Tidak ada satupun dari mereka yang bicara. Sampai akhirnya, video itu sampai direkaman ketika Oshitari membuka pintu ketika pintu itu dikedor dengan keras. Pada saat video itu menayangkan tensai Hyotei itu membuka pintu tapi tidak ada seorangpun diluar sana.

Wajah Atobe, Fuji, Oshitari langsung berubah pucat ketika melihat rekaman itu terlihat jelas didepan Oshitari ada wanita memakai gaun putih, dengan wajah berlumuran darah menatap Oshitari dengan pandangan menusuk dengan matanya yang bolong karena kedua matanya tidak ada bola mata.

Ketiganya masih terlihat pucat dan tidak percaya, dihadapan mereka bertiga video itu masih memutar. Sekarang divideo itu, Oshitari menutup pintu dan mengajak untuk tidur. Tiba-tiba, pintu itu dikedor kembali dengan kasar. Awalnya mereka terdiam menatap pintu yang dikedor berkali-kali, sampai Oshitari maju dan membukanya lagi dengan kasar lalu berteriak kesal. Wanita itu lagi-lagi ada didepan Oshitari, tapi kali ini bukan hanya wanita itu yang berdiri didepannya.

Banyak, banyak makhluk yang berdiri didepan Oshitari. Makhluk-makhluk itu bukan manusia.

Makhluk itu ada yang bermacam-macam, ada yang makhluk yang tidak ada kepalanya, kepala yang hampir putus, muka yang benar-benar sudah hancur, dan beberapa makhluk lain yang benar-benar masuk katagori monster dan zombie. Dan semua makhluk itu menatap Oshitari dengan pandangan kosong.

Ketiganya yang melihat video itu dan penampakan didalamnya, makin gemetar ketakutan.

Video berikutnya, Oshitari membanting pintu dengan kasar dan berjalan kearah Atobe yang memasang wajah bingung. Detik kemudian, pintu itu dikedor-kedor dan makin keras suara kedorannya. Oshitari maju kepintu itu lagi dan membukanya.

Lagi-lagi, makhluk-makhluk itu menatap kosong kearah tensai Hyotei yang tengah mengumpat. Tiba-tiba, wanita bergaun putih itu menatap kamera dan layar langsung gelap.

Handycam yang daritadi dipegang Fuji langsung mati. Ketiganya yang melihat rekaman tadi hanya bisa terdiam, tidak ada satupun dari mereka yang memulai pembicaraan.

" i.. itu tadi apa…. ? " Ujar Atobe yang memulai pembicaraan, dari wajahnya sudah terlihat kalau dia masih tidak percaya apa yang sudah terjadi.

Fuji, Oshitari hanya bisa terdiam. Walaupun mereka mendapat julukan tensai, mereka sama sekali tidak bisa menjelaskan apa yang sudah terjadi sekarang. Video yang diputar sendiri, Wanita bergaun putih dengan wajah berlumuran darah, matanya yang bolong, dan para makhluk-makhluk yang sudah tidak berbentuk sempurna dibelakang wanita itu.

Butuh penjelasan logika untuk ini ! Tapi apa ! Kejadian ini tidak termasuk dalam kejadian normal, kecuali… mereka semua adalah…..

Belum selesai rasa shock sekaligus rasa takut mereka, tiba-tiba pintu dikedor kembali dengan keras. Atobe, Fuji, Oshitari langsung berjalan mundur dengan gemetar.

Mereka takut. Dan mereka ingin semua kejadian ini berakhir.

Mereka hanya ingin liburan yang menyenangkan. Bukan liburan yang membuat mereka hampir mati serangan jantung dan ketakutan.

Beberapa menit kemudian, pintu yang awalnya dikedor-kedor dengan keras. Langsung tenang, dan tidak ada yang mengkedor-kedor pintu lagi. Melihat pintu didepannya sudah tenang, Mereka bertiga langsung lemas dan menghela napas lega.

Tiba-tiba, Pintu itu mengeluarkan suara kedoran yang keras lagi. Mereka bertiga langsung tersentak kaget, tapi mata mereka makin melotot ketakutan setelah melihat apa yang terjadi didepannya.

Para makhluk-makhluk mengerika itu, lalu wanita bergaun putih yang terekam dihandycam Fuji. Semuanya ada didepan kaca sebelah pintu, mereka mendekatkan wajah mengerikan mereka dengan mata melotot dan pandangan yang menusuk.

Mereka ingin berteriak ! Tapi tidak bisa !

Sampai, wanita bergaun putih itu yang berada didepan kaca, menuliskan sebuah kalimat didepan kaca dengan darah. 'Tolong….'

" WUAAAAAAAAAAAAAAAAAAA ! "


" Setelah kami sadar dari pingsan… para makhluk itu sudah menghilang… " Ujar Atobe. Tezuka mendengar ceritanya dengan serius.

" Besoknya, ketika kami ingin pulang… Kami tidak sengaja melihat kecelakaan bus didekat villaku. Pada saat kulihat…. " Atobe terdiam sebentar, sepertinya dia sudah tidak sanggup untuk melajutkannya lagi. " ada mayat wanita bergaun putih yang diangkut para polisi kemobil jenazah… "

" wanita itu ? " Tanya Tezuka tidak percaya.

Atobe terdiam, lalui melanjutkan ceritanya. " wanita itu… Dan ternyata bus itu mengalami kecelakaan dan parahnya semua yang naik kedalam bus itu. Tewas semuanya…. "

Tezuka makin penasaran dengan cerita Atobe, tapi diwajah sang raja Hyotei itu terlihat pucat. " aku sudah tidak bisa melanjutkannya lagi… gomeen… "

Mendengar perkataan Atobe, Tezuka hanya bisa menghela napas kecewa. Padahal dia masih ingin mendengar ceritanya lebih lanjut, dan dia ingin bertanya tentang wanita itu. Kenapa wanita itu menuliskan kata 'tolong' kepada mereka bertiga. Tapi… melihat wajah Atobe yang sangat pucat, mungkin… itu terlalu mengerikan.

" cerita 7 selesai.. " ujar Atobe sambil menjetikkan jarinya. " nah, sekarang kamu yang cerita. "

Tiba-tiba, buchou seigaku itu terdiam. " kenapa ? " Tanya Atobe.

" aku… sudah tidak ada bahan cerita seram lagi….. "

TBC


Doakan semoga diriku bisa ngelanjutin ampe selese XD

N Yey ! Prince of Tennis akhirnya ada the movienya…. mana yang bakal jadi soundtracknya AAA ! YEEY ! *meluk Takeshi Konomi*