"a, apa yg terjadi pada kita?" Tanya Pein (yg berada di tubuh Naruto)
"aku juga tidak tahu…" jawab Naruto (yg berada dalam tubuh Pein)
'kok aku merasakan ada yg berbeda ya… jagan2…' batin mereka berdua yg mulai menyadari akan perbedaan fisik yg mereka rasakan
"aaahhh…. tubuhku….." teriak keduanya saat melihat tubuh mereka yg bertukan (saling melihat satu sama lain)
Jiwa Yg Tertukar Chapter 2
Disclaimer : Masashi Kshimoto
Rated : K+
Warning! : AU, OOC, GaJe, De eL eL
Author : hehehe…. Sorry buat para readers yg udh nunggu'in fic gaje ini (emang ada ya?).
Saia, update-nya lama karna beberapa faktor (halaaah…) yaitu : rusaknya internet, di tempat liburan ga ada internet (n lupa bawa modem), males ngetik (haha), ga punya ide, dll.
Buat para readers yg udh mencalonkan diri jadi OC, saia terima kasih bangetz dan maaf kalo di fic ini OC kalian jadi OOC (hehehe)
Oke,,, Happy Reading
"aaarrgghhh…. Naruto apa yg kamu lakukan,baka!" maki Pein sambil mencekik tubuh Naruto (baca : tubuh Pein)
"he, hentikan… a, aku tidak bisa bernafas!" berontak Naruto sambil berusaha melepaskan cekikan Pein
"kalau kau tidak membuatku tersandung sama kakimu kita tidak akan jadi begini!" teriak Pein sambil melepaskan Naruto (baca : melemparkan) ke lantai
"ugh… ini juga salahmu bodoh! Kalau kau tidak menyarankan 'ide' gilamu itu kita tidak akan jadi begini!" balas Naruto sambil mencoba berdiri dengan rasa sakit
"oke, oke… jadi ini semua salah kita, begitu!" Tanya Pein setengah teriak
"yah… kira-kira begitulah…" jawab Naruto dengan nada malas
"huuhh…" Pein mendengus kesal
"jadi bagaimana sekarang?" Tanya Naruto
"mana kutahu…" jawab Pein
"bagaimana kalau kita minta tolong pada Orochimaru-sensei?" kata Naruto member saran
"kau gila! Bagaimana jadinya kita kalau dia (baca : Orochimaru) tahu kalau kita meledakan ramuannya itu!" maki Pein
"habis… mau bagaimana lg?"
"huh… baiklah aku puny aide"
"apa?" Tanya Naruto
"kita jalani saja kehidupan kita masing-masing dengan tubuh 'baru' kita lal-" belum sempat Pein melanjutkan idenya, Naruto sudah memotongnya dengan pedan -?- eh, maksudnya dengan omongannya
"kau gila! Bagaimana jadinya kalau aku menjalani hidup seperti kau!" Tanya Naruto
"diamlah bi*ch! Kau belum mendengar ideku sepenuhnya!" bentak Pein
"lalu apa lanjutannya?"
"lalu kalau kita sudah merasa tidak kuat… kita katakana saja terus terang kepada teman-teman (baca : Akatsuki) kalau kita berdua bertukar tubuh…" lanjut Pein
"teman-teman?" Tanya Naruto bingung
"para geng Akatsuki maksudku! Mereka tahu bermacam-macam hal aneh –terutama Hidan- tentang supranatural!" jelasnya
"oohh… baiklah kalau begitu…"
"baiklah… kita kembali ke kelas dan bersikap semestinya" ucap Pein
"oke"
'sabar, Pein… kau harus tahan menghadapi semua cobaan ini! Kalau tidak sanggup tinggal lambaikan tangan dan berteriak "SAYA TIDAK SANGGUP!" kepada juru cameramen (loh… kok jadi uji nyali gini ya?)'
'sabar, Naruto! Kalau ga sabar, nanti Kyuubi keluar! Ah, sekarang akukan sedang di tubuhnya Pein, ngapain khawatir soal Kyuubi! Hehehe…'
'HEI… AKU DENGAR ITU…'kata Kyuubi yg ternyata ikut berpindah ke tubuh Pein
'hah? kenapa lo juga ikut pindah!' Tanya Naruto
'HUH… SUKA-SUKA GUE 'KAN?' bentak Kyuubi
Alhasil mereka pun perang batin
"permisi… kami kembali…" kata Pein kepada gurunya (baca : Kakashi-sensei)
"oohh… Naruto, mana Pein?" Tanya sang guru
"saya sendiri pak!" kata Pein
"hei, jangan bercanda Naruto! Pein apanya!" bentak sang guru
'ups, gua lupa kalo sekarang gua lg di tubuhnya si Naruto'
"I, iya sorry pak!"
"duduk saja!" perintah sang guru
"baik, pak!" 'Naruto' pun duduk ke kursinya 'Pein'
"permisi…" kata 'Pein'
"oh, Pein dariman saja kamu? Cepat duduk!" suruh sang guru ketika 'Pein' memasuki ruangan
"baik pak!"
Setelah 'Pein' duduk di tempat 'Naruto' guru pun menjelaskan tentang pelajaran
"nah anak-anak… jadi, NH4OH = NH4 + OH- dan blablabla…" jelas guru panjang lebar
TENG… TENG… suara bel berbunyi menandakan bahwa pelajaran berakhir dan diganti oleh jam istirahat
"nah… sekian dulu pelajaran dari bapak, jangan lupa kerjakan PR hal. 156 no. 1-10!" pamit sang guru
"iya paakkk…!" jawab semua murid
Guru tersebut pun langsung meninggalkan ruangan kelas
"hah… gila tuh guru kalo ngejelasin lama bangetz!" seru Hidan mengeluh
"ho oh… PR-nya aja yg susah-susah!" sambung Mizuki yg duduk di sebelah Hidan sambil tetap membaca komiknya
"eh, emang di kasih PR ya?" Tanya Hitomi polos
"eh, lo kalo jadi anak dengerin dong! Jangan bengong aja!" kata Kisame
"eh, udh guys! Namanya juga pelajar… pasti ada sikap negatif ama positif-nya terhadap pelajaran kimia" kata Kakuzu –sok- bijak
"ho oh" ucap Itachi pelan
"mendingan kita cari cara utk ngumpulin duit aja!"usul Kakuzu
"eh, buset dah ni anak… belum juga 5 menit udh ngomong soal duit lagi…" kata Zetsu sambil ngeluh
"biarin dong…"
"emang lo biasanya dapet duit dari mana?" Tanya Konan
"meres guru…" jawab Kakuzu polos
"NANI! Udh gila lo ya! Lo bisa di DO tau!" seru Sasori
"iya, un! Nanti Akatsuki semua uangnya di bawa lo kabur (karna uang Akatsuki di pegang Kakuzu), un!" kata Deidara
"eh,senpai! Meres itu apa sih?" Tanya Tobi polos
"et dah nih bocah! Meres itu kayak malak lg tau!" jawab Hidan
"malak itu apa?" tanyanya lg
"aarrghh… rese' banget sih lo! Tuh, Tanya aja sama si leader!" seru Hidan sambil nunjuk kearah si 'Pein'
"leader-senpai!" panggil Tobi
"apa?" jawab 'Naruto'
"eh, aku manggil Pein! Bukan kamu Naruto!" balas Tobi
'ups'
'Pein' yg baru nyadar akhirnya menoleh kearah Tobi
"apa?" Tanya 'Pein'
"malak itu apa sih?" kata Tobi balik bertanya
"malak itu… er…"
"?"
"eh, eh, Pein! Malak itu apaan sih?" Tanya Naruto sambil bisik-bisik ke 'Naruto'
"malak ntuh minta'in duit atau semacamnya secara paksa ke korbannya" balas Pein ke Naruto pake bisik-bisik
"jadi… apa leader?" Tanya Tobi (lg)
"jadi… malak itu minta'in duit atau semacamnya secara paksa ke korbannya" jelas 'Pein' panjang lebar
"oohh…"
"emang lo meresnya make apa?" Tanya Itachi
"gue ancam tuh guru" jawabnya enteng
"senpai! Ngancam itu ap-" belum selesai Tobi bertanya (lg), topengnya udh di masukin tanah liat sama Deidara
"mmfhhh…" ronta Tobi
"jadi?" Tanya Itachi lagi
"gue dapet info dari si Arechi" kata Kakuzu sambil nunjuk si Akechi
"anak itu?" Tanya Konan sambil nunjuk Akechi
"iya" jawab Kakuzu sambil berjalan menuju Akechi
"hei, ada info lg ga?" Tanya Kakuzu kepada Akechi
"ada" jawabnya
"apaan?"
"Orochimaru-sensei ketahuan membuat 'ramuan' aneh di luar sepengetahuan pihak sekolah" jawabnya
"hmmm…"
'ja, jangan-jangan ramuan 'itu'?' batin 'Naruto' yg mendegar pernyataan itu
"baiklah sepulang sekolah aku akan menemui guru itu" kata Kakuzu semangat
TENG… TENG… TENG…
Suara bel pulang sekolah pun berbunyi, dan para murid pulang ke rumahnya masing-masing kecuali para Akatsuki dan Kakuzu yg lg melaksanakan 'misi' nya tersebut
'Pein' terpaksa ikut ke markas Akatsuki di hutan, sedangkan 'Naruto' harus main bola bareng Sasuke cs
Sesampainya di markas Akatsuki, 'Pein' pun di suruh ikut pesta ulang tahun Akatsuki yg ke-2
"HAPPY BIRTHDAY AKATSUKI!" teriak Tobi make toa yg disambut meriah oleh para anggota yg lain (- 'Pein')
Deidara sibuk kejar-kejaran dengan Tobi yg telah mencuri kuenya (kue? Oh ya uang yg di dapet Kakuzu hasil meresnya di pake buat beli perlengkapan pesta ulang tahun. Anehnya, Kakuzunya ikhlas-ikhlas aja)
Sasori lg rebutan saos dengan Hidan dan mengakibatkan tumpahnya saos itu kemana-mana
Itachi iseng masukin krim anti kripunya ke kuenya Zetsu, tapi yg namanya kanibal juga ga kenal rasa asal perut kenyang
Kisame dan Kakuzu sedang minum-minum dengan anehnya karna Kisame minumnya lewat mulut dan insangnya
Konan lg nyuruh-nyuruh 'Pein' utk ngambil makanan dan minuman buat dia
'Pein'? dia TERSIKSA!
Nah… kita lihat keadaan 'Naruto' yg sedang bermain bola
'Naruto' yg jadi kipper hanya menahan sakit karna semua tendangan mengenai wajah atau tubuhnya
Dan kalau bolanya gol, di pasti di gebukin sama Sasuke dan teman-teman setimnya.
'ARRRGGHHH….. GUA GA KUAT LAGI!' teriakn mereka berdua dalam hati
TBC
Author : hahaha akhirnya selesai juga 1 chapter…
Pein & Naruto : WOOYY! AUTHOR SIALAN, CEPET KELUARIN KAMI DARI MASALAH INI!
Author : iya, iya… sabar aja
Pein & Naruto : MANA BISA SABAR!
Author : tenang kita liat aja chapter berikutnya. Be Te We, buat dukun, paranormal, dan asistennya, maaf kalo di chap. Ini ga di tampilkan karna rencanya akan di tampilkan setelah 'Pein' & 'Naruto' mengaku kepada Akatsuki a.k.a next chapter
