'ARRRGGHHH….. GUA GA KUAT LAGI!'teriakn mereka berdua dalam hati
Jiwa Yg Tertukar Chapter 3
Disclaimer : Masashi Kishimoto-sensei
Warning! : AU, OOC, GaJe, De eL eL
Hari-hari penuh 'penderitaan' bagi Naruto & Pein terus berlanjut sampai suatu pagi mereka mengakui tentang 'kejadian' yg menimpa mereka.
~~X~~
Pagi itu, di KHS, para anggota geng Akatsuki sedang berkumpul mengerumuni 'Pein' dan 'Naruto' yg sedang menceritakan tentang 'kejadian' itu.
"sumpah! Gua ga nyangka bakal jadi kayak gini!" seru 'Naruto'.
"emang kejadiannya kayak gimana sih?" Tanya Itachi penasaran.
"gini nih…" kata 'Naruto'.
Flashback
"aarghh… ini gara2 kau Naruto! Aku jadi tidak selesai mencontek!" kata Pein menyalahkan Naruto
"salahku? Ini salahmu Pein! Aku jadi lupa mencontek ke Sasuke!" balasnya
"apa katamu!" amarah Pein meledak bagai c4-nya Deidara -?-
"apa! Kau berani!" bentak Naruto
"hei kalian berdua! Jangan ribut di luar sana!" teriak Shizune dari dalam kelas
"ukh.." dengus mereka berdua
"hei kalian berdua! Tolong angkut barang2 ke laboraturium!" teriak guru kimia mereka Orochimaru-sensei yg sedang membawa 2 kotak penuh benda percobaan
"tunggu kami akan minta izin ke Shizune-sensei dulu!" balas Pein
"baiklah!" kata Orochimaru
Pein pun masuk ke dalam kelas utk meminta izin
"permisi Shizune-sensei, kami di mintai tolong oleh Orochimaru-sensei utk membawakan barang2nya ke laboraturium… jadi, boleh kah kami pergi?" Tanya Pein meminta izin
"baiklah" kata Shizune member izin
"terima kasih sensei" kata Pein dan pergi ke luar kelas
"bagaimana?" Tanya Naruto dan Orochimaru kepada Pein yg baru keluar
"kita di izinkan" katanya
"bagus sekarang angkut barang2 ini ke laboraturium dan JANGAN SAMPAI JATUH!" perintah Orochimaru dengan member penekanan pada kata 'jangan sampai jatuh'
"memangnyaa ini apa sensei?" Tanya Naruto kepada Orochimaru
"ini adalah ramuan utk menukar jiwa pada orang yg terkena tetesan dari ramuan itu" jelas Orochimaru
"oohh…" Pein dan Naruto ber-oh ria
"ingat jangan sampai jatuh!" kata Orochimaru mengingatkan
"baik sensei!" kata mereka sambil mengangkat barang2 tersebut dan pergi berlalu
Mereka pun mengangkut barang2 tersebut ke laboraturium
"hei kau penasaran tidak tentang ramuan ini?" Tanya Pein
"ya aku juga penasaran bagaimana jika ramuan ini tertetes ke seseorang" balas Naruto
"hei, bagaimana kalau kita coba?" Tanya Pein menawarkan
"oke, tapi pada siapa?" kata Naruto
"bagaimana kalau pada-" belum selesai Pein bicara, mereka tersandung kaki masing2 dan jatuh secara bersamaan
DUUAARR
Ramuan yg mereka bawa meledak dan menimbulkan asap yg tebal dan cahaya yg aneh
"uuwaaa…." Teriak mereka berdua saat mata mereka menghadapi cahaya yg sangat terang
Wuusshh…
Asap pun perlahan-lahan mulai menghilang dan menampilkan sosok mereka berdua
"a, apa yg terjadi pada kita?" Tanya Pein (yg berada di tubuh Naruto)
"aku juga tidak tahu…" jawab Naruto (yg berada dalam tubuh Pein)
'kok aku merasakan ada yg berbeda ya… jagan2…' batin mereka berdua yg mulai menyadari akan perbedaan fisik yg mereka rasakan
"aaahhh…. tubuhku….." teriak keduanya saat melihat tubuh mereka yg bertukan (saling melihat satu sama lain)
End Of Flashback
"jadi gitu deh…" kata 'Pein' pasrah plus dongkol sama tuh guru.
"hmm… emang bener-bener tuh guru satu! Masa bikin 'ramuan' yg sangat berbahaya seperti itu!" kata Konan yg ikut-ikutan dongkol sama Orochimaru-sensei.
"lagian… kalian juga sih! Pake acara jail segala, makanya kualat!" kata Hidan ngejek.
"apa lo bilang!" tantang 'Naruto' ga terima.
"eh, udah-udah… mendingan kita cari jalan keluarnya aja!" kata Zetsu.
"bener kata Zetsu-senpai! Kita ga boleh biarin leader-senpai terus berada di tubuh Naruto!" seru Tobi menyetujui saran Zetsu.
"tapi bagaimana caranya?" Tanya 'Pein'.
"bagaimana kalo bilang aja ke Orochimaru-sensei" usul Hitomi.
"gila lo! Gimana kalo kita sampe di DO!" seru 'Naruto' ga setuju.
"gua setuju sama usulnya Hitomi" kata Konan.
"gimana kalo kita ke paranormal ato ke dukun aja?" usul Hidan.
"NGGAK! Pasti ngeluarin duit! Kalo gitu, gue setuju ama usulnya si Hitomi! 'kan, tuh guru bisa gua peres, dengan alasan 'ramuan bapak telah membuat teman kami dalam kesusahan!' 'kan?" seru Kakuzu nolak.
"kalo kita sih setuju-setuju aja sama semua usul kalian, toh bukan kita ini yg dimarahin" kata Itachi, Kisame, Zetsu, Tobi, Deidara, Sasori berbarengan.
"lo semua pada ga setia kawan!" kata 'Naruto' sambil pundung di pojokan.
"mendingan gini, kita pertama lakukan usul yg disarankan ama Hidan. Terus kalo tetep ga bisa, kita minta bantuan ke Orochimaru-sensei aja" kata Sasori member pengarahan.
"iya, un!" kata Deidara setuju dengan arahan Sasori.
"hmm… ide lo bagus juga" kata 'Naruto', 'Pein', dkk.
"oke deh kita coba. Tapi, UANGnya bagaimana?" Tanya Kakuzu lebay, terutama di bagian UANG.
"ya pake uang lo lah…" kata semuanya (- Kakuzu).
"N to the G to the G to the AK! NGGAK!" teriak Kakuzu.
"pelit lo!" kata 'Naruto'.
"biarin! Lagian uang gua (baca : uang Akatsuki) udah tinggal dikit gara-gara pesta 2 hari yg lalu (ceritanya udh 3 hari Pein dan Naruto bertukar tubuh. Termasuk hari ini)!" seru Kakuzu ngebela diri (ato lebih tepatnya : uangnya).
"ya udah pake uang patungan aja dulu" kata 'Pein'.
"hmm… boleh juga. Nah sekarang, KUMPULIN SEMUA UANG LO PADA!" teriak Kakuzu nagihin uang patungan kepada temen-temen nya.
"jeezz… ok, ok nih!" seru Itachi, dkk dongkol sambil nyerahin uang kepada sang 'bendahara'.
"nah kalo gitu kita mesti nyari dukun n paranormal!" seru 'Naruto' semangat.
"tapi… KEMANA?" Tanya semuanya yg otomatis ngebuat semangat tadi berubah jadi kebingungan.
"iya ya…" katanya.
"mau kemana lo?" Tanya Hidan ke Kakuzu yg lg berjalan kearah Akechi duduk.
"oi, lo tau tempat dukun ato paranormal ga?" Tanya Kakuzu kepada Akechi.
"kalo dukun gua ga tau, tapi kalo paranormal gua tau" jawabnya.
"sungguh? Di mana?" tanyanya lg.
"lu jalan ke depang gang sekolah ini, terus belok kanan, lu luruuusss aja sampe ada warung kopi dengan papan nama 'WARKOP SI UNYIL', trus belok kiri, luruuusss aja sampe pertigaan yg ada pos keamanannya, trus belok kanan, trus belok kiri, nyampe deh ke rumah (ato tempat kerja) nya si paranormal" jelas Akechi panjang lebar.
"aaarrrgghhh… gua ga ngerti! Mendingan lo anterin kita-kita aja ke sana!" teriak Kakuzu frustasi sama penjelasannya si Akechi.
"iya deh…" katanya dengan nada malas.
"ok guys gua udh nyuruh Akechi nganterin kita ke si paranormal" kata Kakuzu semangat.
"berarti tinggal dukun ya…?" kata Hidan.
"kalo dukun gue tau"
Semua langsung mengalihkan perhatian kepada sumber suara tersebut yg ternyata adalah Mizuki.
"lo tau?" Tanya Hidan.
"iye" jawabnya.
"di mana?" Tanya Zetsu.
"di –" belum sempat mengeluarkan suara, omongannya udh dipotong sama Kakuzu.
"udh dari pada lo ngejelasin, ntar lo anterin kita ke dukunnya aja" suruh Kakuzu yg masih frustasi sama penjelasannya Akechi.
"baiklah…" ucapnya pelan.
"eh, aku boleh ikut ga?" Tanya Hitomi.
"terserah" jawab 'Naruto'.
"makasih…" ucapnya pelan.
"ok! Pulang sekolah nanti kita langsung aja laksanain rencana kita!" seru 'Pein' semangat.
'DIAMLAH BODOH! AKU SEDANG TIDUR!' teriak Kyuubi.
'eh, lo tidur ya? Maaf deh…' kata Naruto meminta maaf.
'huh, terserah…' kata Kyuubi.
Merekapun kembali melakukan kegiatan sekolah sehari-hari hingga pulang sekolah.
~~X~~
"nah… kalian udh siap?" kata 'Naruto' semangat bak pemandu perjalanan, dsj.
"udaahhh…" jawab semuanya kompak bak anak mau piknik atau study tour.
"oke, ayo berangkat!" serunya semangat.
Merekapun berjalan berkilo-kilo (halaahh…) jauhnya utk mencapai tujuan.
"uhh… *hah* akhirnya nyampe *hah* juga…" kata semuanya sambil ngatur napas akibat lelah.
"jadi ini tempatnya" kata 'Pein' pelan.
"*hah* begitulah…" kata Akechi yg masih lelah.
"hmm… ga buruk juga utk sebuah 'kantor'." Kata Hidan.
"ayo kita masuk"ajak 'Naruto'.
"okee…"
Merekapun masuk ke 'kantor' tersebut.
"halo~ selamat datang!"sambut sang asisten bernama Rinne.
"siapa kau?" Tanya Konan.
"aku Rinne, asisten paranormal di sini" jelasnya.
"oh, baiklah antarkan kami ke atasanmu" perintah 'Naruto'.
"baik. Mari ikut saya" katanya.
"baik!" seru semuanya.
Merekapun mengikuti Rinne kedalam 'kantor' tersebut.
"selamat datang di tempatku" sambut sang paranormal.
"namaku Tsumetai Hiku" katanya memperkenalkan diri.
"oh, salam kenal Hiku-sama" kata 'Naruto' sambil berjabat tangan.
'Naruto' pun memperkenalkan namanya dan nama teman-temannya.
"masalah kami adalah-" belum sempat melanjutkan omongannya udh dipotong duluan sama sang paranormal.
"tubuh kalian tertukar kan?" tanyanya sambil menunjuk 'Naruto' & 'Pein'.
"bagaimana kau-"
"karna aku memiliki indra ke-6" katanya memotong ucapan 'Naruto' dan yg lainnya.
"oh" 'Naruto' dkk hanya ber-oh ria.
"itu karna-" belum sempat melanjutkan omongannya udh dipotong duluan sama sang paranormal.
"ramuan aneh guru kalian 'kan?" tanyanya melanjutkan omongan 'Naruto'.
'nih orang punya indra ke-6 ato dia ngintipin kita tiap hari ya?' batin semuanya heran.
"iya" jawab 'Pein'.
"nah sekarang aku akan melakukan semua yg aku bisa" jelasnya.
"baik" kata 'Naruto' & 'Pein' bersamaan.
Paranormal itu sedang melakukan sesuatu terhadap 'Naruto' & 'Pein', ia begitu tenang karna ia sekarang sedang memasuki 'hati' kedua orang tersebut.
"ASTAGFIRULLAH ALAZIM!" teriaknya ketika memasuki 'hati' 'Pein'.
"a, anda kenapa?" Tanya 'Pein' panic ketika melihat ekspresi ketakutan sang paranormal.
"jangan-jangan… anda…" kata 'Naruto' bikin semua yg ada di ruangan itu tegang.
GLUK… semua menelan ludah.
"terpana melihat 'kegantengan' tubuhku ya?" Tanya 'Naruto' bego, bangga, malu, plus gaje.
GUBRAK… semua orang yg mendengar pertanyaan tadi sedang berjatuh ria -?-.
"enak aja lo!" teriak sang paranormal sambil menjitak kepala 'Naruto' dengan sekuat tenaga.
"waddauuwww…" serunya kesakitan sambil megangin kepalanya.
"makanya lo jangan macem-macem!" seru Hiku.
"iya, iya… maaf…" katanya meminta maaf.
"trus ada apa dong?" Tanya Kisame.
"tadi, pas aku masuk ke 'hati' mereka aku merasa ada yg menatapku sadis di 'hati' dia" kata Hiku sambil nunjuk 'Pein'.
"eh, kenapa dengan 'hati'ku?" Tanya 'Pein'.
"tadi saat masuk, aku ditatap sepasang mata merah dan gigi taring yg menyeringai, juga aura merah yg aneh dan panas" jelasnya.
'ah, itu mah pasti si Kyuubi' batin semuanya.
'heh! Lo kalo ada orang masuk jangan dikasih tatapan ama seringai kayak gitu napa!' seru Naruto di batinnya.
'suka-suka gue dong! Toh dia yg ngedeketin 'kandang' gue, sambil ngeliat-liat ga jelas lg!' balas Kyuubi dongkol karna ada orang yg masuk kesitu lau seenaknya liat-liat.
'dia pan lg berusaha 'nyembuhin' gue!' balas Naruto ga mau kalah.
'up to you lah…' geram Kyuubi makin dongkol.
Dua setubuh itu pun berhenti berdebat.
"ng… Hiku-sama, kayaknya ada yg perlu saya jelasin…" kata 'Pein'.
"nggak! Gue ga mau denger! Pergi lo! Siluman!" usir Hiku.
Karna kesal 'Pein' mau banget nonkok si paranormal, terutama si Kyuubi yg emang udh dongkol karna dia disebut siluman (lah? Emang bener 'kan?). tapi, karna 'Naruto' dan yg lain menenangkannya, ia pun kembali tenang dan mereka keluar dari tempat itu.
"haaahhh… sekarang kita ke dukun…" kata 'Naruto' lesu.
"jauh ya…?" Tanya Sasori yg emang udh kecape'an.
"kalo jauh, Dei pulang ya, un?" Tanya Deidara cape.
"iya kita juga" kata Itachi, Kisame, dan Konan.
"sebenernya kit
"haaahhh… sekarang kita ke dukun…" kata 'Naruto' lesu.
"jauh ya…?" Tanya Sasori yg emang udh kecape'an.
"kalo jauh, Dei pulang ya, un?" Tanya Deidara cape.
"iya kita juga" kata Itachi, Kisame, dan Konan.
"sebenernya kita juga udh capek, tapi berhubung kita punya jurus nyerep ketanah (author lupa nama jurusnya), jadi kita bisa aja nyampe duluan" kata ZeTem dan ZeTih berbarengan.
Tobi? Dia sih ga usah di Tanya, dia 'kan 'si autis hyperaktif'.
"kok kalian semua capek sih, padahal 'kan blom jalan selangkah pun dari sini" kata 'Pein'.
"KITA CAPEK GARA-GARA NENANGIN ELO TAU!" teriak semuanya (- 'Pein')
"ehehe…maaf…" kata 'Pein' meminta maaf.
"huh, dasar… makanya kalo kesel kira-kira dong!" seru 'Naruto'.
"lah? Tadi 'kan gue marah bukan kesel" kata 'Pein'.
"UNSURNYA SAMA AJA BEGO!" teriak semuanya (- 'Pein').
"huh…" 'Pein' mendengus karna dirinya tersudut.
"osh! Sekarang kita ke si dukun aja!" seru Hidan semangat dan mulai berjalan meninggalkan semua orang yg sedang ngatur nafas (abis nahan Naruto & Kyuubi cuy!).
"eh, wooyy… tunggu!" teriak semuanya yg mulai nyusul Hidan.
~~X~~
"selamat datang~" sambut seorang pria yg menyambut mereka tepat di depan gerbang seuatu bangunan yg lumayan besar.
"oh, kamu asistennya ya? Dukunnya ada?" Tanya 'Naruto'.
"ya saya asistennya nama saya Akihiro Soda, salam kenal. Kalau kalian cari dukun, dukunnya ada di dalam. Mari ikut saya" kata Akihiro sambil menyuruh mereka mengikutinya.
"silakan masuk~" kata sang dukun.
"eh, dukunnya masih remaja, bro!" bisik 'Naruto' ke Hidan.
"iya, kayaknya umurnya baru 14/15 tahunan" balasnya berbisik.
"iya" balas 'Naruto'.
"umm… kami di sini mau minta tolong sama… er…" kata 'Pein' yg bingung mesti manggil apa.
"oh, ya! Namaku Shizuna, panggil aja Shizuna-chan" katanya memperkenalkan diri.
"ni dukun, aneh-aneh aja! Masa mau dipanggil dengan embel-embel –chan?" bisik Itachi ke Kisame.
"iya tuh" balasnya.
Mereka (baca : ItaKisa) pun asik berbisik-bisikan.
"eh, kalian jangan salah ya! Yg boleh manggil aku dengan –chan Cuma dia! (sambil nunjuk 'Naruto') dan kalian sisanya mesti manggil aku dengan –sama!" perintah+peringatan sang dukun.
"iya, iya…" kata semuanya dengan nada malas.
'nih dukun pilihkasih!' batin semuanya (- 'Naruto').
"jadi, ada masalah apa?" tanyanya sambil sesekali ngedeketin 'Naruto'.
'ukh… gawat! Kayaknya ni dukun naksir gue nih!' batin 'Naruto'.
"jadi kita…" kata 'Pein' mulai bercerita.
"hmm… jadi begitu…" ucap sang dukun pelan
"iya nih… jadi, apa kamu tau penawarnya?" kata 'Naruto'.
"tenang aja! Apapun akan aku lakukan utk kamu~" kata sang dukun.
'iihh~~' batin semuanya jijay ngeliat Shizuna deket n noel-noel si 'Naruto'.
"jadi?" Tanya semuanya dengan nada berat.
"tunggu bentar!" suruh sang dukun yg kembali duduk utk memulai ritualnya.
"*#!^$!&*#!&" ucap si dukun yg lg baca mantra gaje.
PUUHHH… si dukun nyembur Naruto sama Pein dengan air ramuan.
"eh, buset! Apa-apaan lo!" tuding 'Naruto' marah karna mukanya kena sembur.
"'kan aku mau nyembuhin kalian…" ucap sang dukun.
"huh…" dengus 'Pein' & 'Naruto' pelan.
"trus… bagaimana?" Tanya semuanya.
"…" hening.
Five Minute Later
"aaarrghhh!" teriak mereka berdua frustasi.
"dukun kampr*t! udh gue disembur sampe basah kuyup gini tapi ga ada hasilnya sama sekali!" teriak 'Naruto' kesal.
"iya nih! Dasar dukun gadungan!" teriak 'Pein' ga kalah keras.
Yupp… mereka ga berhasil disembuhin sama si dukun, dan alhasil mereka keluar dengan kesal. Sementara si dukun sedang terdiam meratapi kepergian 'Naruto'.
"kalo gini caranya kita mesti ke Orochimaru-sensei!" seru Konan.
"tapi…" ucap Naruto & Pein pelan.
"udahlah, daripada kalian terus begini! Ngerepotin kita tau!" kata Sasori.
"iya nih~~" ucap semuanya dengan wajah memelas.
"ok, ok baiklah…" kata 'Naruto' pasrah akan nasibnya.
"ayo kita balik lg ke sekolah!" seru Kakuzu.
~~X~~
"ada apa kalian berbondong-bondong kesini?" Tanya Orochimaru.
"sensei, ada yg harus kami bicarakan!" kata 'Naruto'.
"apa?" tanyanya lg.
"begini…" kata Pein & Naruto mulai bercerita.
"hmm… jadi begitu" kata Orochimaru sambil nyubit dagu.
"jadi gimana nih sensei!" Tanya 'Pein'.
"yaahh… sebenarnya aku sedang mengembangkan ramuan antidote-nya tapi belum selesai" kata Orochimaru panjang lebar tinggi -?-.
"ah, yg ini ya?" Tanya Tobi sambil ngambil ramuan berwarna ungu.
"oh, bukan itu-" belum sempat Orochimaru menyelesaikan kata-katanya, kaki kanan Tobi tersandung kaki kirinya dan jatuh bersama ramuan itu hingga ramuannya pecah.
DUUAARR
Ramuan itu meledak dan menghasilkan cahaya dan asap yg sama dengan waktu Pein dan Naruti dulu.
"Uhuk, uhuk…" semuanya terbatuk-batuk karna asap tadi.
"euhh… sebenarnya ramuan apa itu sesei?" Tanya Naruto dengan suara yg beda.
"itu ramuan yg sama seperti ramuan yg menukar jiwa kalian itu" jawabnya dengan suara yg berbeda.
Asap pun mulai menghilang dan menampilkan sosok mereka masing-masing.
Akechi di tubuh Mizuki
Mizuki di tubuh Hitomi
Hitomi di tubuh Hidan
Hidan di tubuh Kakuzu
Kakuzu di tubuh Itachi
Itachi di tubuh Konan
Konan di tubuh Deidara
Deidara di tubuh Pein
Pein di tubuh Kisame
Kisame di tubuh Naruto
Naruto di tubuh Zetsu
Zetsu di tubuh Orochimaru
Orochimaru di tubuh Tobi
Tobi di tubuh Akechi
"AH… TUBUHKU!" teriak mereka menyadari tubuhnya tertukar.
"TOBI!" teriak semuanya (- Tobi) sambil ngejar dia (mereka tau kalo Tobi di tubuh Akechi karna keautisannya ga ilang).
FIN
THE END
Author : hahaha selesai, selesai! Ceritanya sengaja di tamatin di chapter ini soalnya besok udh masuk sekolah… hah… (nyesel).
Be Te We, thanks you buat para readers yg udah nyumbangin OC-nya! Tengkyu deh!
