Summary: Chap 2 update!Terjadi cinta segi 4! Siapa ama siapa ya? Tapi cinta segi 4 itu segera bubar! Bagaimana bisa?Baca aja deh! masih ada typo lho (kyknya). Wraning:OC inside!
Genre: Family
Pairings: Sebastian M & Grell S
Rate: T ajah!
Discalimer: Yana Toboso selamanyaaa *tereak-tereak di atas monas*
Cinta segi 4?
Pintu dapur terbuka. Dan…
"Aku mau bikinin sarapan buat Sebas-chan ah~~!" kata makhluk berambut merah gaje itu sambil mulai mengambil perlatan masak.
'Banci itu lagi!' pikir Sebastian sambil terus membungkam mulut adiknya yang udah berontak dari tadi setelah tau siapa yang masuk ke dapur.
"Mmm… Mmmmm…!" Terrarosa makin berontak. Kali ini sambil menendang kakaknya *jahat bgt*. Putus asa, akhirnya Terrarosa menggigit tangan kakaknya hingga akhirnya sang kakak melepaskan bungkamannya. Segera dia menghambur keluar dan memeluk Grell
"Grell-san!" katanya sambil berlari memeluk Grell
"Hei! Apa-apaan ini!" Grell berusaha melepaskan diri dari pelukan Terrarosa. Dia menangkap sesuatu berwarna hitam meringkuk di laci di bawah kompor.
"Sebas-chan~~~!" Grell segera menuju laci bawah meja, dan segera memeluk Sebastian. Sebastian tetap dengan muka tenangnya berjalan menuju keluar dapur dalam keadaan dipeluk Grell. Dan Grell di peluk Terrarosa.
'Uh, berat' keluh Sebastian dalam hati. Sebastian segera menuju kamar tuannya untuk membangunkan tuannya itu. Sampai di depan kamar Ciel…
"Lepaskan! Aku mau membangunkan tuan muda dulu." Sebastian melepas paksa pelukan Grell. Grell tidak mau kalah dan kembali memeluk Sebastian. Sebastian tidak mau memperpanjang masalah, jadi dia langsung masuk dan membuka gorden, lalu berkata "Saatnya bngun tuan muda!" seperti biasa memang.
"Hmmm~~~ 5 menit lagi!" kata sang tuan muda sambil membuka mata sedikit karena silau dan membalikkan badan.
'Sebastian berbuntut.' Pikir Ciel saat melihat siluet Sebastian yang digabung dengan siluet Grell dan Terrarosa.
'Tunggu! Sejak kapan Sebastian berbuntut?' Ciel segera membuka bangun dan melihat acara peluk-pelukan di depan matanya.
"Hei! Apa-apaan ini?" tanya Ciel.
"Mereka melakukan acara pelukan pagi hari." Jelas Sebastian dengan muka datar+bosen.
"Terserahlah. Ayo sebastian gantikan bajuku." Sebastian mendekat menuju tuannya. Lalu berkata
"Aku mengusir 2 makhluk ini dulu."
"Silahkan! Mm tapi kalau Terrosa masih mau disini boleh saja. Tapi Grell harus keluar." Perintah sekaligus permintaan Ciel.
"Anda ingin, ganti baju dilihat orang lain?"
"Bener juga! Aku ganti baju aja sendiri. Mau di taruh dimana mukaku kalau Terrarosa tahu aku masih di pakein baju. Sudah sana kau keluar saja bersama Grell dan Terrarosa." Kata Ciel sambil mendorong Sebastian keluar.
30 menit kemudian…
Ciel turun menuju ruang makan. Dengan pasang muka bosen sebosen-bosennya, dia turun ke ruang makan. *maksudnya tuh dia caper ama Terrarosa*
"Pagi tuan muda! Sarapan sudah siap." Sebastian menyambut tuannya itu.
"Dimana Terrarosa?" Tanya Ciel
"Dia… sedang bermain bersama pluto, membantu finny, memasak bersama Bard dan membantu Maylene beres-beres. Begitu katanya." Jelas Sebastian.
"Apa dia sudah sarapan?"
"Sepertinya belum. Karena, setelah keluar dari kamr anda tadi, dia bertemu Finny yang mengajaknya bermain bersama Pluto."
"Kalau begitu, aku ingin Terrarosa sarapan bersamaku." Perintahnya sambil menuju mejanya untuk sarapan.
"Yes my lord! Tapi, alangkah lebih bagus kalua saya benarkan pita di pakaian anda?" Sebastian mengusulkan ingin membetulkan pita di baju Ciel.
"Tidak perlu! Aku ingin orang lain saja yang membetulkannya."
"Yes my lord!" Sebastian segera pergi mencari Terrarosa karena tau tuannya ingin dasinya di betulkan oleh adiknya itu.
"Ah! Ciel ada apa kau memanggilku?" tanya Terrarosa ketika sampai di ruang makan.
"Kau sudah sarapan?" tanya Ciel sambil tersenyum memberikan senyum termanisnya dan memberikan tatapan terlembut miliknya.
"Mmmm kurasa belum." Jawab Terrarosa sambil meletakan jari telunjuknya di dagu dan memandang ke langit-langit.
"Aku ingin kau menemaniku sarapan." Jawab Ciel sambil menatap penuh harap pada Terrarosa. Dia ingin Terrarosa memperhatikan dasinya yang berantakan karena dia memang tidak bisa memasang dasi dengan baik. *Dasar anak manja*
"Boleh saja! Tapi, hey!" Terrarosa segera berlari mendekati Ciel, berlutut dan membetulkan dasinya (atau bisa di sebut pita).
"Aduuuhhh! Apakah nii-sama tidak pernah mengajarimu cara mengikat pita?" kata Terrarosa sambil mengikatkan dasi(atau pita) Ciel.
'Yes berhasil!' kata Ciel dalam hati. Wajahnya blushing sendiri.
"Nah! Kan rapih kalau begini." Kata Terrarosa melihat hasil kerjanya." Dia membalikkan badan dan melangkah.
"Terrarosa!" panggil Ciel.
"Ya?" Terrarosa menoleh.
"Jangan lupa janjimu menemaniku sarapan."
"Ah, iya!" ayo segera kita mulai saja." Terrarosa segera duduk ditempat yang di sediakan. Sementara Sebastian sudah di usir oleh Ciel dengan alasan 'sepertinya kebun hangus lagi oleh Finny, tolong kau urus!'
Terraros makan dengan cepat, tapi tetap terlihat anggun. Ciel heran, seprtinya Terrarosa buru-buru sekali.
"Um.. Terrarosa?" panggil Ciel.
"Ya?" Terrarosa meresponnya.
"Kenapa kau terlihat terburu-buru sekali?"
"Umm.. itu.. Grell-san mengajakku menonton pertunjukan drama. Tadinya dia ingin mengajak nii-sama. Tapi nii-sama tidak mau. Makanya daripada tiketnya terbuang. Begitu." Jelas Terrarosa.
"Aku ikut! Aku akan membeli tiket sendiri." Ciel cemburu.
"Boleh saja! Makin banyak orang makin seru! Aku juga akan coba membujuk nii-sama!" kata Terrarosa semangat.
Akhirnya mereka ber-4 pergi bersama dengan 2 tiket tambhan yang Ciel beli untuk dirinya dan Sebastian. Mereka mendapat tempat barisan ke-3 dari depan no E 20,E 21, E 22, dam E 23. Grell segera menempati kursi no E 20. Terrarosa segera menempati E 21, lalu Ciel menempati E 22, sedangkan sebastian E 23.
Terrarosa mulai mengajak Grell berbicara. Awalnya Grell tidak memperdulikan Terrarosa, tapi lama-lama, dia semakin tertarik dengan topik yang dibicarakan Terrarosa. Ciel menjadi panas.
"Sebastian!"
"Yes my lord?"
"Sepertinya Terrarosa menyukai Grell." Kata Ciel sambil menunduk lesu.
"Sepertinya tuan muda tidak perlu terlalu terpaku pada Terrarosa. Masih banyak orang yang menyukai anda." Kata Sebastian.
"Iya menyukai. Tapi bukan mencintai." Jawab Ciel semakin lesu.
"Ada kok orang di dekat tuan muda yang mencintai dan menyayangi anda!"
"Siapa? Pak Tanaka? Lebih pantas di sebut kakek dari pada pacar." Jawab Ciel ketus
"Bagaimana kalau orang itu saya?" kata Sebastian sambil mendekatkan wajahnya ke Ciel.
"Hentikan kau pedofil, yaoi, homo (apa bedanya?)." kata Ciel berontak sambil mendorong Sebastian.
"Tapi mungkin aku juga mencintaimu." Kata Ciel sambil tertunduk tidak ingin Sebastian melihat semburat merah di pipinya.
Grell POV's
Entah kenapa, tapi aku jadi semakin tertarik pada perempuan di sampingku ini. Aku jadi semakin melupakan Sebastian yang dulu kupuja-puja dan selalu aku kejar. Entah kenapa saat aku di dekatnya aku merasa hangat. Nyaman. Seseuatu yang sudah jarang atau bahkan tidak pernah lagi aku dapatkan. Apa mungkin aku jatuh cinta padanya? Jatuh cinta pada Terrarosa Michelis. Adik dari seorang yang aku puja-puja dulu. Aku belum bisa memastikan perasaan ini. Karena, sepertinya aku masih ada sedikit rasa pada Sebastian.
"Mmm..Terrarosa?" aku memanggilnya yang sedang bercerita padahal padaku.
"Ya?" Terrarosa merespon panggilanku.
"Apa kau.. menyukaiku?" tanyaku tiba-tiba
"Eh?" tanyanya. Mungkin kaget dengan pertanyaanku. Samar-samar aku melihat semburat merah di pipinya.
"Ah! Maaf kau tidak perlu menjawabnya." Aku merasa tidak enak dengannya.
"Ah! Tidak apa-apa. Akan aku jawab. Aku… aku…" dia sepertinya gugup ingin menjawab pertanyaanku.
"Sudahlah tidak perlu di paksakan kalau kau tidak mau menjawabnya."
"Aku tidak hanya menyukaimu tapi mencintaimu!" dia menjawab dengan tegas tapi sambil menundukan kepalanya. Kulihat wajahnya makin memerah.
"O..ooh begitu ya? Terima kasih atas perasaanmu padaku." Tuhan, aku belum pernah merasakan jantungku terpacu segini cepatnya. Saat aku sedang melamunkan tentang hal yang dikatakannya tadi, aku merasa ada yang menempel di bibirku. Aku terbelalak kaget melihat aoa yang ada di depanku. Terrarosa menciumku! First kissku diambil oleh dida, aku menikmatinya karena sepertinya aku juga mencintainya.
"Itu first kissku." Katanya padaku. Semburat merah terlihat jelas di wajahnya.
"Sama." Jawabku sambil mencium pipinya.
"Bagaimana kalau kita jadian?" tanyaku padanya.
"Sungguh? Dengan senang hati Grell-san!" jawabnya antusias.
"Tentu saja! Untuk apa aku main-main." Jawabku dengan muka serius
End of Grell POV's
Kita lanjutkan dengan Ciel dan Sebastian.
"Sebastian!"
"Yes my lord?"
"Sepertinya, aku mulai mencintaimu. Walaupun kau pedofil,yaoi, tapi aku mencintaimu. Bagaimana kalau kita jadian?" tanya Ciel dengan semburat merah menghiasi seluruh wajahnya yang imut-imut itu.
"Dengfan senang hati My lord!" jawab Sebastian sambil mengembangka senyumnya.
TBC
Zuu-nii: Wuiiihh Rekor fic terpanjang! 4 halaman biasanya mentok di 2 ½ tapi akhirnya selesai jugaaaaaa! * tereak-tereak di atas monas* Chap depan ttg mereka yang bakal menikah juga anak mereka wkwkwk udah ah! Cukup bocorannya klo dibocorin sekarang gak seru! Yak saya hanya butuh Review. Tak ada review tak ada Chap 3 wkwkwk saya nista!
All: Nih makhluk kayaknya tambah gaje deh!.
Zuu-nii: anyway ngerti gak dimana cinta segi 4 nya jadi terrarosa suka sama grell, grell suka sama Sebastian, sebastian suka sama Ciel, Ciel suka sam Terrarosa. Begitu.
