Changmin POV

Kulirik Baby Kyu yang sedang menundukkan kepalanya, ah~ wajahnya memerah lagi! Aigoo~ betapa manisnya. Well, siapa yang akan menyangka bahwa seorang Cho Kyuhyun, evil magnae dari Super Junior bisa tertunduk malu juga. Aku yakin pasti tidak ada mengingat kelakuan evil-nya. Changmin, kau memang yang paling hebat.

"Min, " kudengar Baby Kyu memanggilku.

"Hm?"

"Sampai kapan kita akan disini, berdiri didepan pintu, huh?" ia berujar dengan nada ketusnya. Wah, rupanya sifatnya kembali lagi. Mungkin karena aku membuatnya terlalu lama berdiri didepan pintu dorm-ku ini.

"Eh? Benar juga ya, hehehe…"

Aissh! Pasti ini karena aku terlalu sibuk memikirkan bagaimana pipi putihnya itu bersemu merah dengan indahnya. Gezz. Shim Changmin dan pikiran mesumnya. Author ngakak setan.

"Nah, ayo masuk," kataku.

.

.

.

.

Touch Me Please © 0609prince

a MINKYUChang Min x Kyu Hyun一's fanfiction

Don't like? GO AWAY from ma note! Now!

.

.

.

Genre : Romance, a little bit humor and drama, maybe?

Warn : Alur yang LAMBAT. Karena author niat nyebarin virus MinKyu buakakakak xD

"…" speak.

'…' mind.

.

.

.

BIG WARNING!

Membaca dapat menyebabkan kebosanan, serangan kantuk, terpengaruh virus dan gangguan pada syaraf otak dan janin *?*

Sekian.

.

.

.

.

Author POV

Changmin menjulurkan tangannya kearah knop pintu, memutarnya sedikit lalu mendorongnya pelan.

Cklek.

Changmin membuka pintu lebar-lebar一memberi ruang agar Kyuhyun bisa masuk bersama dengan dirinya. Ia melangkahkan kaki jenjangnya kedalam dorm yang langsung diikuti oleh Kyuhyun. Setelah menutup pintu dan menguncinya, Changmin segera menarik tangan Kyuhyun dan menuntunya kearah ruang tamu.

"Aku pu一WHOAAAA," Changmin berteriak dan segera membalikkan tubuhnya kearah Kyuhyun lalu memeluknya erat一sebisa mungkin menutupi pandangan Kyuhyun agar tidak melihat pemandangan didepan yang seharusnya tidak terjadi di ruang tamu, apa lagi ini masih pagi, masih jam sepuluh pagi.

"Min!" teriak Kyuhyun. Ia tersentak kaget karena tiba-tiba Changmin memeluknya dengan sangat erat dan juga memblokir arah pandangannya.

"Yah! Apa yang kalian lakukan! Berhenti! Appa! Jauhkan tanganmu dari Umma!" Changmin berteriak一sambil tetap memeluk Kyuhyun erat一kearah Yunho yang kini tengah menindih Jaejoong dengan tangan kanan yang menyelinap kecelana santai yang dikenakan Jaejoong.

"Min… Ah! Yun, berhenti. Changmin," Jaejoong menahan tangan Yunho yang tengah bergerilya dibagian selatan tubuhnya dan mencoba menjauhkan tubuh Yunho dari tubuhnya. Bukannya menjauh, Yunho malah semakin mendekatkan diri pada Jaejoong.

"Appa!" Changmin kembali berseru, "Kubilang berhenti. SEKARANG!"

"Yun, k-kau membuat Uri aegya marah. berhen一ah! Berhenti," kata Jaejoong disela-sela gerakan nakal tangan seorang Jung Yunho.

"Ck!" Yunho mengentikan gerakan tangannya dan menjauhkan tubuhnya beberapa centi dari Jaejoong. Ia lalu berjalan kearah kamarnya一meninggalkan Jaejoong, Changmin serta Kyuhyun一setelah sebelumnya ia menatap Changmin dengan pandangan kesal.

BRAK!

Yunho menutup pintu kamarnya kencang一kalau tidak mau dibilang membantingnya dengan tidak berperi-kepintuan. Jaejoong tercengang melihat tingkah kekanakan Yunho, ia mengehela nafas sebentar lalu memutuskan berjalan menyusul Yunho.

"Kau santai saja disini ya, Kyu. Anggap saja rumahmu sendiri," kata Jaejoong lembut pada Kyuhyun yang masih dipeluk erat oleh Changmin.

"Ne, Hyun一mph." Jawab Kyuhyun dengan suara yang tertahan karena Changmin masih memeluknya dengan sangat erat. Jaejoong tersenyum maklum dengan apa yang dilakukan oleh Changmin.

"Kau sudah sarapan, Minnie-ah?" tanya Jaejoong. Changmin mengangguk kecil. "Tadi Umma sudah membelikan cemilan untukmu. Kalau kau masih lapar, ambil saja di kulkas, ara?"

"Ne, Arasseo, Umma. Sebaiknya susul makhluk pervert itu sekarang juga, kalau tidak dia akan ngambek dengan cara yang sangat tidak elit." Jaejoong tertawa mendengar perkataan Changmin.

"Hahahaha, ne… ne."

Setelah Jaejoong pergi menyusul Yunho, Changmin tetap berdiri diam, tetap pada posisinya semula一memeluk Kyuhyun erat. Changmin mengarahkan hidung mancungnya keatas rambut ikal milik Kyuhyun, menyesap aroma shampoo yang digunakan Kyuhyun一menyesapnya dengan amat sangat kuat, seolah-olah ia tidak akan bisa menyesapnya lagi. Ditengah-tengah kegiatannya, Changmin merasakan kaos yang dikenakannya ditarik kencang.

"Minh! Lepasss," ujar Kyuhyun lirih. Sungguh sekarang ia susah untuk sekedar mengambil nafas.

"Aniyo," tolak Changmin cepat.

"Minnnnnn~"

"Tidak mau! Aku masih ingin memelukmu," Changmin tetap kekeuh dengan keinginannya, ia semakin membenamkan wajahnya kerambut Kyuhyun. Kesal, Kyuhyun menginjak kaki Changmin dengan cukup kencang.

"AAW!" Changmin tersentak kaget, dengan serta-merta ia melepaskan pelukannya pada Kyuhyun dan beralih memegang kaki kanannya yang diinjak oleh Kyuhyun. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Kyuhyun untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya.

"Yah! Cho Kyuhyun!" teriak Changmin kesal.

"Sakit? Rasain! Lagian siapa suruh memelukku begitu, weeek!" Kyuhyun menjulurkan lidahnya. Dia menyapukan pandangannya kesekitar ruang tamu dan terlihatlah oleh mata besarnya Junsu yang tengah asyik memainkan PSP dan mengenakan earphone, sepertinya ia tidak terganggu oleh kegiatan laknat yang dilakukan oleh pasangan YunJae一Ya, iyalah, pan dia make earphone :p.

Segera saja Kyuhyun berlari kecil mendekati Junsu dan menghempaskan tubuhnya disofa一disebelah Junsu. Changmin mengikuti langkah Kyuhyun, ia memilih duduk dilantai dengan punggung yang bersandar disofa dan segera mengambil buku-buku soal Matematikanya yang sudah ia letakkan dibawah meja kecil malam tadi. Ia pun langsung menenggelamkan dirinya dengan berlembar-lembar soal itu.

"Dolphin Hyung! Aku juga mau main," seru Kyuhyun semangat.

一sing,

Tidak ada tanggapan.

Junsu tetap fokus pada PSP-nya dan itu sukses membuat Kyuhyun memasang muka masamnya ketika seruannya tidak diindahkan oleh Junsu.

"Yah, Hyung! Aku mau main!" Kyuhyun lalu berseru lebih latang一berharap Junsu akan menghentikan permainannya dan memberikannya pada dirinya. Ia menggoncang-goncangkan bahu Junsu untuk mendapatkan perhatian lebih dan… berhasil! Junsu mengalihkan pandangannya dari sang PSP dan beralih memandang Kyuhyun yang tengah tersenyum sumringah dengan mata yang memicing tajam dan menggumam kecil. Ia segera memutar tubuhnya cepat一membelakangi Kyuhyun dan memasangkan earphone-nya yang lepas akibat goncangan Kyuhyun pada bahunya tadi.

"Y-yah!" melihat tindakan yang dilakukan oleh Kyuhyun sukses membuat air muka Kyuhyun bertambah masam.

"Minnie," Kyuhyun memanggil Changmin pelan.

"Hm?" balas Changmin seadanya. Matanya masih fokus tertuju pada lembaran-lembaran soal Matematika yang tengah ia pegang.

"Aku mau main PSP."

"Lalu?"

"Dolphin Hyung pelit. Dia tidak mau meminjamkanku PSP," adu Kyuhyun manja.

"Oh," Changmin hanya menanggapi pengaduan Kyuhyun datar.

"Mwo? Aiissh! Jangan bilang kau masih marah soal tadi, Minnie-yah?" Kyuhyun bertanya dengan nada aegyo-nya, kedua tangan putihnya melingkar mulus dileher Changmin一memeluknya dari belakang一yang tengah bersandar santai pada badan sofa. Ia lalu menempatkan kepalanya diceruk leher Changmin. "Benar kau masih marah? Mianhae."

"Hngh? Kenapa aku harus marah pada Baby Kyu-ku , hm?" Changmin balik bertanya. Tangan kanannya yang semula menggengam pena menyentuh pelan tangan putih yang kini tengah memeluk lehernya erat, sedangkan tangan satunya lagi beralih mengusap-usap rambut ikal Kyuhyun dengan sayang.

"Habis kau一aiish! Sudahlah. Yang penting kau tidak marah padaku 'kan?" Kyuhyun mengeratkan pelukannya.

"Ani, aku tidak mungkin bisa marah pada Baby Kyu-ku ini." Changmin tersenyum kecil saat mengatakannya. Ya, tentu saja, mana mungkin ia akan marah jika Kyuhyun malah bermanja-manja seperi ini pada dirinya.

Kyuhyun tertawa kecil ketika mendengar perkataan Changmin, ia lantas mengecup rahang tegas Changmin dan berbisik, "Kau tahu? Aku sangat sayang padamu, Minnie."

"Nado, Baby Kyu. Aku juga sayang padamu." Jawab Changmin cepat. " Kau bilang tadi Dolphin Hyung tidak mau meminjamkanmu PSP 'kan? Kenapa tidak kau jahili saja? Kemana perginya Baby Kyu-ku yang dengan sayangnya menginjak kakiku tadi, hm?"

Seolah ada lampu imajiner yang menyala dikepalanya, Kyuhyun menepuk tangannya pelan. "Aah~ kau benar, Minnie. Kenapa tidak terpikirkan olehku ya, hm~" seru Kyuhyun kegirangan dan mengecup Changmin一lagi一 lalu kemudian berbalik kearah Junsu yang masih asyik bermain dengan PSP-nya tanpa menyadari apa yang akan terjadi pada dirinya. Kyuhyun bergerak dengan sangat pelan kearah Junsu. Saat sudah berada tepat dibelakang Junsu, Kyuhyun membuang nafasnya pelan dan mulai berhitung, 'Hana… dul一'

"DUUAAAAAAAAARRR!" teriak Kyuhyun sekencang-kencangnya disertai dengan tepukan dibahu Junsu yang tidak bisa dikatakan pelan.

"WHUAAAAAAAAAAAAAAA!" junsu terlonjak kaget dan dengan spontan melemparkan PSP-nya kedepan一yang untungnya, mendarat dengan mulus diatas sofa single yang berada tepat didepan sofa tempat dimana ia duduk.

Kyuhyun segera menutup telinganya begitu mendengar teriakan lumba-luma Junsu, sedangkan Changmin hanya melirik sekilas kearah Kyuhyun dan juga Junsu lalu kembali memfokuskan pandangannya pada soal Matematikanya yang baru terselesaikan setengah一sepertinya ia sudah terbiasa.

"Yah! Apa yang kau lakukan, Evil Magnae!" sentak Junsu keras, "Wuaaa, PSP-ku!" Junsu segera berlari kearah dimana PSP kesayangannya tergeletak tak berdaya diatas sofa.

"Fiuuuh~ untung tidak rusak," Junsu mengusap keningnya dengan perasaan lega dan juga bahagia一bahagia karena ia bisa melanjutkan game-nya lagi, apa lagi ini adalah level terakhir. Bisa jadi masalah kalau PSP-nya rusak. Tetapi一ah~betapa malangnya nasib Junsu kali ini karena dilayar PSP kesayangannya tertera beberapa huruf yang, bagi gamer sejati, adalah deretan huruf-huruf laknat, GAME OVER.

Junsu mendelik tajam pada Kyuhyun yang juga ikut melihat deretan huruf-huruf laknat itu. Mengerti akan gelagat yang Junsu tujukan padanya, Kyuhyun pun mengangkat tangannya dan menunjukkan tanda'peace'.

"Cho. Kyu. Hyun." Panggil Junsu dengan penekanan yang kentara sekali dan lengkap dengan aura itam pekat dibelakang tubuhnya pada Kyuhyun.

Oops, sepertinya kau harus pergi dari sana sekarang, Kyuhyun-sshi~

"Ehehehe, peace, Hyung."

"Yah! Kemari kau, Evil magnae!" Junsu berteriak sambil mengejar Kyuhyun yang kini tengah melarikan diri dari ruang tamu.

"Tidak mau! Kalau bisa ayo tangkap aku, hahahahahaha."

"Ck, awas kau ya!" decak Junsu dan segera mengejar Kyuhyun yang melarikan diri. Meninggalkan seorang Shim Changmin yang memandang tak peduli tingkah keduanya dan lebih memilih melanjutkan apa yang tadi ia kerjakan.

一一一一一一一一一一

MinKyu's fanfiction

一一一一一一一一一一

Junsu kembali ke ruang tamu seraya menghentak-hentakkan kakinya, kesal karena ia tidak bisa menangkap evil magnae Suju itu. Ia berjalan menuju Tv plasma besar dan mengeluarkan peralatan PS 3 dan mengaturnya agar ia bisa bermain. Membuka laci yang terdapat dibawah Tv, mengambil sebuah kaset game. Setelah menghidupkan PS-nya serta memasukkan kaset game, Junsu mengambil Joystick dan mengempaskan diri disamping Changmin. Sambil menunggu game-nya mulai, Junsu melarik kesamping kirinya. Mendengus pelan sebelum berkata, "Cara apa yang kau gunakan untuk mendapatkan setan kecil itu, huh?"

Changmin terkekeh, "Memangnya kenapa, Hyung?"

"Aniya, cuma sedikit penasaran." Jawab Junsu.

"Penasaran?"

"Ne, apa sih yang menarik dari setan itu?"

"Yang menarik? Humn," Changmin mengetuk-ngetukkan pensil yang ia pegang kedagunya. " Karena dia lucu dan… imut?"

"Lucu dan imut?" Junsu memutar matanya saat mendengar jawaban Changmin. "Hanya 'Rajanya' para setan yang mengatakan setan kecil itu lucu dan juga… err… imut?"

Changmin kembali terkekeh, "Dan aku 'Rajanya' itu, Hyung."

"Yeah… yeah, terserah padamu. Aku tidak peduli," ucap Junsu dan mulai bermain game.

"Dolphin hyuuuuuuungggg~ aku juga mau maiiiinn~" terdengar teriakan dan suara langkah kaki dari belakang Junsu dan Changmin. Kyuhyun mengarahkan kaki jenjangnya kearah ruang tamu. Dia bosan bersembunyi dan akhirnya memutuskan untuk keluar. Terlebih lagi saat dia mendengar suara game dari ruang tamu.

"Cih, dia lagi." Rutuk Junsu pelan, Changmin tersenyum mendengarnya.

"Hyung, aku juga mau main." Kyuhyun mendudukkan dirinya disebelah Junsu dan menoel-noel bahu Junsu pelan. Junsu mem-pause game-nya lalu menghela nafas pelan.

"Ambil stick-mu sana," suruh Junsu. Kyuhyun segera mengambil stick dengan wajah sumringah.

"Hehehe, aku sayang padamu, Hyung. Sini kucium!"

"Shiro!" tolak Junsu cepat. Changmin tertawa dan mendekatkan tubuhnya pada Junsu, merangkul Hyung-nya itu dan mendekatkan wajahnya. Ia bersiap untuk mencium Junsu sebelum sebuah suara yang sangat dikenalinya menginterupsi gerakannya.

"SHIM CHANGMIN!"

Changmin dan Junsu menoleh secara bersamaan dan mendapati Kyuhyun yang tengah berkacak pinggang dan mengerucutkan bibirnya sebal.

一一一一一一一一一一

MinKyu's fanfiction

一一一一一一一一一一

"GYAAAAA! Sudah jam duabelas siang! Aku harus menemui Junho sekarang!" heboh Junsu. Ia segera membanting stick PS-nya dan segera berlari kearah kamarnya meninggalkan Kyuhyun yang terpaku melihat tingkahnya. Beberapa saat kemudian Junsu keluar dari kamarnya menggunakan hoodie kesayangannya.

"Lalu game-nya, hyung?" Tanya Kyuhyun saat Junsu melewati ruang tengah.

"Main saja sendiri."

"Baiklaah~" Kyuhyun mengambil alih stick Junsu dan mulai bermain game kembali.

Blam.

Terdengar bunyi pintu tertutup, menandakan bahwa Junsu telah meninggalkan dorm. Keheningan mulai merayapi ruang tamu tersebut. Yang terdengar hanyalah suara-suara game yang tengah dimainkan oleh Kyuhyun. Kyuhyun yang semula terfokus pada permainanya sedikit terganggu ketika ia merasakan sesuatu yang hangat dan berambut menyentuh atau lebih tepatnya menindih pahanya. Ia lalu melirik kebawah dan mendapati kepala Changmin ada dipangkuannya. Changmin terlihat menutup matanya dan tersenyum tipis.

"Min," panggil Kyuhyun pelan.

"Aku ingin tidur sebentar, kau tidak keberatan 'kan, Baby?" Tanya Changmin, ia masih menutup kedua matanya.

"Ani, tidur saja sepuasmu. Aku tidak keberatan, sama sekali tidak." Jawab Kyuhyun mantap.

"Gomawo, " Changmin bergumam kecil sebelum ia benar-benar terlelap diatas paha Kyuhyun yang ia jadikan bantal. Kyuhyun mem-pause-kan game-nya sebentar, ia mengelus wajah Changmin pelan dan menundukkan kepalanya untuk mengecup bibir tipis Changmin.

"Selamat tidur," Kyuhyun mengambil stick-nya lagi dan melanjutkan game-nya. Sekarang ruangan itu hanya diisi oleh suara bising dari game yang dimainkan Kyuhyun dan juga suara dengkuran Changmin

Konsentrasi Kyuhyun buyar seketika ketika ia merasakan kepala Changmin bergerak dipangkuannya. Kyuhyun terkekeh kecil begitu melihat posisi Changmin sekarang. Kekasihnya itu sekarang berbaring miring, kepalanya menghadap perut Kyuhyun dan menyuruk kesana sedangkan tangan kekarnya memeluk pinggang Kyuhyun dengan erat一seperti anak kecil. Kyuhyun mengusap rambut hitam Changmin, ia melihat kearah jam dinding yang terletak diatas meja. 'Masih siang,' pikirnya. Well, tidak ada salahnya bukan? Jika ia memutuskan untuk menyusul Changmin一terlelap dan berpetualang dialam mimpi.

.

.

Changmin membuka matanya dan sedikit mengerjap-ngerjapkannya untuk terbiasa dengan sinar matahari yang masuk kedalam dorm. Ia tersenyum begitu manik matanya melihat Kyuhyun yang tengah tertidur sambil menyandarkan tubuh kesofa dan tangan yang masih berada diatas rambut hitam miliknya. Changmin meraih tangan Kyuhyun dan mencium telapaknya, lalu ia pun bangun dari posisinya. Merenggangkan tubuhnya dan kembali memandang Kyuhyun. Lagi-lagi ia tersenyum saat melihat raut wajah Kyuhyun sekarang, polos layaknya bayi. Andai saja orang-orang melihat ini, mereka pasti akan menarik panggilan evil magnae dan menggantinya menjadi angel magnae. Changmin terkekeh memikirkannya, mustahil, itu mustahil.

"Ah, mian jika aku membangunkanmu, Baby." Ujar Changmin begitu melihat Kyuhyun yang tidak lagi terlelap dialam mimpi. Kyuhyun menggeleng, ia menguap dan mengucek mata kirinya. Lagi-lagi Changmin dibuat terkekeh.

"Kau mau kemana?" Changmin mengerutkan keningnya saat Kyuhyun bangkit dan berjalan melewati dirinya.

"Dapur… aku haus," jawab Kyuhyun. Ia berbalik dan mengecup bibir Changmin kilat sebelum berlari kecil ke dapur.

"Aish, masa cepat sekali sih." Gerutu Changmin sambil memegang kedua belah bibir tipisnya yang dikecup Kyuhyun tadi.

.

.

.

.

.

Mianhae,

.

.

.

TBC

Author ditabok readers xD

Yak, mohon perhatiannya.

Aku g akan mempersalahkan silent reader, aku malah snang jika kalian terhibur gegara bca ff abalku ini. Dan akan LEBIH senang lg klau kalian TERTULAR virus MinKyu hahahahahaha xD

Author termasuk golongan orang yang susah berkata-kata *?* jadi yah, hontou ni gomennasai, krna review kalian ngga Author balas#slapped

Dan juga, gomen, chap ini ngga ada NC-nya#kabuuur xD

.

#Author balik lagi,

cuma mau bilang, chap depan bakalan jadi chap terakhir. dan kalau ff ini udah tamat, Author bakalan publish ff MINKYU yang judulnya, Love So Sweet, yang masih prolog err, atau teaser? Author juga ngga tahu#slapped XP

.

Next chap bklan jd chap terakhir :D

.

.

Sign,

0609prince