Hwa saya pikir gak ada yang bakalan review gara-gara fandom crossover ini terpencil, untungnya ada #nangis gaje tanda haru#. Makasih ya ForeverBishieLover!

Disclaimer: Ao no Exorcist©Kazue Katou

Nurarihyon no Mago©Shiibashi Hiroshi

Genre: Mystery, Adventure

Warning: OOC, GaJe, AU , gak yakin sama EYD yang digunakan , dll.

Summary: Rikuo akan bersekolah di True Cross Academy, namun dia akan menyamar terlebih dahulu. Kira-kira seperti apa ya penyamaran Rikuo nantinya?

.

.

.

" Oiya, ada satu hal yang aku lupakan. "

" Apa itu? " tanya Nurarihyon.

"...Nama samaranku untuk di True Cross Academy apa ya? " Memphisto segera membalas,

" Izinkan saya memberi saran. Nama samaranmu adalah...Takara. "

"...Tidak buruk. Baiklah, aku berangkat, kakek, Ja ne! "

Takara sedang berjalan menuju ke kantor Memphisto. Takara ingin bertanya kepadanya mengenai letak kelas exorcist. Akan tetapi, langkahnya terhenti karena dirinya dipanggil oleh seekor anjing kecil berbulu putih yang memakai syal pink polkadot.

" Ah, halo Takara."

" He? Untuk apa menyamar seperti itu, Memphisto? " Takara bertanya sambil sweatdrop.

" kepala sekolah sepertiku tidak boleh terlihat berkeliling di sekolah ini tanpa alasan, kan? "

"...Oiya,ngomong-ngomong kelas exorcist-nya di mana ya? " tanya Takara kebingungan.

" Kau tidak bertanya kepada murid-murid kan? " tanya Memphisto sedikit ketakutan.

" ...Tenang saja, aku tahu kalau keberadaan kelas exorcist ini dirahasiakan, jadi aku memutuskan tidak bertanya. " jawab Takara dengan tenang.

" ... Baiklah, kalau begitu, ikut aku. "

Beberapa saat kemudian...

" Huh? Di mana ini? " Takara kebingungan.

" Tentu saja sekarang ini di kantor exorcist cabang Jepang, bagaimana sih? " jawab Memphisto dengan nada sedikit kesal.

" ...Tentu saja bukan salahku kalau aku tidak tahu, kan aku baru di sini, gimana sih? " balas Takara dengan sedikit kesal. Sepertinya kertas segel yang digunakannya mulai merubah perilaku Rikuo sedikit demi sedikit.

" Diamlah, kita sudah sampai di kelas. Masuk sana. Aku hanya bisa mengantarmu sampai sini. Daahh.. " ucap Memphisto seraya menghilang dari tempat tersebut.

" Cih. " Takara mendecak kesal. Dibukanya pintu kelas perlahan, dan...

" Siapa di situ? " ucap seorang lelaki berkacamata yang memakai jubah ala exorcist sambil berlari kecil ke arah kelas.

" Ah, ano, apa kelas untuk exorcist sudah dimulai? " tanya Takara.

" Oh, ternyata salah satu siswa yang datang, ya. Maafkan saya sudah bersikap curiga. Nama saya Yukio Okumura. " jawab Yukio sambil masuk ke dalam kelas. " Untuk apa berdiri di situ? Kelas sudah mau dimulai. "

" Ah, benarkah? " tanya Takara sambil memasuki kelas. " Bukannya murid lain belum d— " ucapan Takara terputus begitu melihat beberapa murid sudah duduk di bangkunya masing-masing. Mereka semua memandanginya dengan pandangan menusuk.

Takara( )'s POV

Huh? Kenapa mereka memandangiku dengan pandangan seperti itu? Apalagi yang rambutnya disemir warna pirang di bagian tengah itu tuh, se—HAH! Tunggu, sejak kapan aku jadi peduli sama pandangan orang ya? Atau jangan-jangan, segelku hancur? Oh, ternyata segelku utuh. Lalu, mengapa mereka memandangiku dengan tatapan menusuk seperti itu ya? Apa mungkin...karena aku telat ya? Ah, biarin aja deh, PD, Takara, PD...

End of Takara's POV

" Baiklah kalau begitu, karena kau yang terakhir tiba, bisakah kau mengenalkan dirimu kepada yang lain terlebih dahulu? ". Ucapan Yukio barusan membuat Takara makin panik.

' Ya ampun, aku ini kenapa sih, kok jadi grogi? Gak biasanya aku grogi...'

" Emm..Nama saya R—Takara, mohon b-antuannya! "

' Fuih, nyaris saja... '

" Baiklah, Takara-kun bisa duduk di samping Suguro-kun. " ucap Yukio sambil membimbing Takara ke bangku yang diduduki oleh Bon. Takara pun bertambah panik.

' Apa? Aku harus duduk sama si rupa sangar? NOOOO!EEHH?Tunggu dulu,sejak kapan aku panik kalo deket-deket sama orang sangar? '

" Maaf Sensei, tapi bisakah saya mengambil tempat duduk di belakang saja? " pinta Takara.

" ...Baiklah, kalau kau meminta. "

" Terima kasih banyak Sensei. " ucap Takara sambil membungkuk.

' Jadi ini Rikuo Nura yang dimaksud oleh Sir Pheles, aku harus mengawasinya dengan serius.. ' batin Yukio.

Continued on Chapter 3

Don't Forget to Review!