Part 5

Pairing: SasuNaru, SasuHina, NaruGaa,

Warning: Fem Naru, DLL, ada Yaoi di pairing KakaIru, ShikaKiba..

Terimakasih pada 19 vizard yang mau menjadi editor Mika

Keterangan;

"….."Berbicara langsunag.

'…..'Berbicara dalam hati, atau ada makna tersembunyi dari kata tersebut.

Disclaimer komik/manga : Masashi Kishimoto

Episode sebelumnya:

''NARUTO !" Teriak Sasuke.

Grep...

Eh...kenapa gak sakit...? Dan ada yang menimpa bibirku. Aku membuka mataku yang sebelumnya aku pejamkan sesaat akan jatuh.

Eh...?Eh...? kok rasanya dingin, tapi... ada hangatnya...

Aku masih bingung melihat posisiku dengan Sasuke yang berada di bawahku. Dan...Dan...bibir kami saling bersentuhan...?

Hening_

Ada apa ini...kenapa rasanya darah semuanya pergi ke kepalaku,...kepalaku...pusing...dan penglihatanku kabur, semuanya gelap.

Part 5

Sasuke keluar dari kamarnya, dari kejauhan terlihat Mikoto yang datang dan menghampiri Sasuke.

"Sasuke, bagaimana dengan Naruto ? Apa pendarahan di hidungnya sudah berhenti ?"

"Iya, sudah berhenti, sekarang dia sedang beristirahat di kamarku Kaa-san.''

Mikoto menghela nafas , untung gadis yang sudah dia anggap anaknya sendiri itu baik-baik saja.

"Sasuke, biarkan Kaa-san melaihatnya.'' Kata Mikoto dan membuka pintu yang sekarang berada di samping kiri Sasuke .

"Sasuke sebaiknya kau ke ruang makan, temani Gaara disana. Kau mengakrabkan diri dengannya."

"Hum... " Lalu Sasuke meninggalkan tempat itu.

'Huh mengakrabkan diri dengannya, No thank...'

Naruto Pov

Aku merasakan seseorang mengelus pipiku, rasanya hangat dan lembut. Secara perlahan aku membuka mataku. Yang ku lihat pertama kali adalah wajah lega dari Tante Mikoto. Aku mendudukkan diri dari berbaringku.

"Naru-Chan, kau sudah sadar, syukurlah..." Kata Mikoto sambil memeluk 'putrinya'.

"Hum...Tante Mikoto, ada apa ?"

"Tante juga gak tau cerita yang jelasnya, tapi kata Sasuke kau tiba-tiba pingsan lalu Sasuke menemukanmu dan membawanya ke kamarnya." Terang Tante Mikoto.

"Sasuke..." Gumamku.

Deg...

Sekarang aku baru ingat apa yang terjadi padaku sebelum pingsan. Aku menutup bibirku, tadi...tadi...AKU BERCIUMAN DENGAN SASUKE, OMG...!

Ciuman...ciuman pertamaku telah diambil Sasuke. Terima kasih tuhan..., kau memang sayang Naru. Kalau saja tidak ada Tante Mikoto di sini aku akan loncat-loncat dengan gajenya. Oh...terima kasih Tuhan...

"Naru...kau kenapa ? Wajahmu merah. Apa kau masih ingin istirahat ?"

"Tidak usah Tante, Naru sudah baikan."

"Oh, begitu syukurlah."

Aku melihat sekilas jendela yang belum tertutup gordennya. Ternyata sudah malam kira-kira sudah berapa jam aku pingsan ya...aku sebaiknya pulang, nanti Tou-san dan Kaa-san Khawatir.

"Wah sudah malam Tante, Naru sebaiknya pulang, takut Tou-san dan Kaa-san Naru khawatir.'' Kataku sambil mencoba bangkit dari tempat tidur.

"Naru-chan Tou-san dan Kaa-sanmu tidak akan Khawatir karena sekarang mereka sedang bersenag-senang."

"Bersenang-senang ?" Sebenarnya apa maksud bersenang-senanga yang dikatakan Tante Mikoto.

" Minato-kun dan Kushina-Chan pergi ke Bali untuk 'Honey Moon'. Jadi, mereka menitipkanmu pada kami selama liburan mereka selesai. Sebenarnya Tante menggajakmu kerumah Tante untuk itulah...supaya kau tidak ikut mereka. Kata mereka, mereka akan memberikan adik sebagai oleh-oleh, he...he..."

"APA...!'' Teriakku syok. Apa mereka pergi ke Bali tanpa bilang-bilang dan mau ngasih aku oleh-oleh adik. Pantas, kelakuan mereka aneh pada saat aku pulang sekolah, jadi ini yang mereka lakukan dibelakangku. Ini tidak bisa dibiarkan...

"Tante, aku pinjam handphone boleh ? aku ingin membuat perhitungan sama Tou-san dan Kaa-san."

"Tentu, pakai saja handphone Sasuke itu..." Tunjuk Kushina pada HP Sasuke yang ada diatas meja.

'Ah...ini kebetulan yang bagus.'

Baiklah, lihat saja mereka akan aku kerjai. Aku memencet nomor Tou-san, akhirnya setelah menunggu sekian lama diangkat juga. Aku menserakkan suaraku supaya Tou-san tidak menyadari suaraku.

"Halo apa benar ini dengan Namikaze Minato ?"

"Ya, benar ini siapa ya...?" Tanya Tou-san. Yes Tou-san tidak menyadari ini aku.

"Anak anda yang bernama Uzumaki Naruto ada ditangan kami, kalau ingin dia selamat, segeralah ketempat XXXXXX, blok A."

"Tapi kami tidak ada di Jepang sekarang.'' Terdengar suara Tou-san bergetar.

"Ada apa Minato ?" Itu suara Kaa-san, he...he ini semua semakin menyenangkan.

"Naruto di culik, Kushina sebaiknya sekarang kita kembali ke Jepang !" Wah semakin menarik.

"Apa... Naru-chan diculik... ayo kita cepat kembali ke Jepang !" Histeris Kaa-san

"Halo, tuan jangan sakiti anak saya, saya akan memberikan apa saja yang anda minta, tapi jangan sakiti putri saya..." Kata Tou-san di seberang sana.

Waduh sebaiknya aku udahan aja mengerjai mereka. Aku melirik Tante Mikoto yang hanya terkikik geli mendengar pembicaraanku denang Tou-san, handphone Sasuke yang aku speakerkan.

"Kalau begitu aku minta adik..." Kataku dengan suara asliku.

"Ha...? Naru-chan." Teriak Kaa-san diseberang sana.

"Yey...Tou-san dan Kaa-san tertipu...ha...ha..."

"Naru, ini kau ? apa sebenarnya yang terjadi ?"

"He...he...sebenarnya Naru berpura-pura, Naru tidak di culik kok...Tou-san...he...he..."

"Na...Nani ?" Kata Tou-san di seberang sana.

"He...he...abis... Kaa-san dan Tou-san pergi gak bilang-bilang sama Naru..."

"Hah...kau ini membuat orang cemas saja."

"Naru sebal sama Tou-san dan Kaa-san." Sungutku.

"Naru..., Kau tidak apa-apa sayang ? apa penjahat itu melukaimu ?" Wah ini suara Kaa-san, apa sekarang yang memegang telfon Kaa-san ?.

"He...he... Naru cuma bercanda Kaa-san, abis pergi ke Bali gak ajak-ajak Naru...hum..."

"Ha...ha...maafkan Tou-san dan Kaa-san, sayang'' Kata Kaa-san. "Tauk...tuh Tou-san kamu yang minta gak usah ajak-ajak Naru."

"Ah...Tou-san jahat...,Kaa-san berikan telfonnya pada Tou-san sekarang..."

"Iya...ah...tapi kata Tou-san mau ke toilet." Kata Kaa-san.

"Hum... Tou-san pasti takut."

"Naru-chan, maafkan Kaa-san dan Tou-san mu ini, sebagai ungkapan maaf Kaa-san, Naru mau di bawakan oleh-oleh apa ?"

"Hum... gimana ya..., Naru sayang Kaa-san, jadi Naru maafkan. Oleh-olehnya Naru ingin bawain adik laki-laki, he...he...''

"Na...Naru-chan, kamu ada-ada aja. Tapi akan Kaa-san usahakan(?)."

"Ah...sudah ya...Kaa-san, pulsa Sasuke sepertinya mau habis." (Mika: Kasihan kau Sasuke)

"Ha...jadi kamu menghubungi Kaa-san dengan telfon Sasuke ?"

"He...he... iya, dah dulu ya... Kaa-san.'' Akupun memutuskan hubungan telfon.

"Nah Naru-chan sudah selesai telfonannya ? ayo kita ke bawah makan malam." Ajak Tante Mikoto padaku.

"Iya Tante." Kata ku sambil menampakkan sebuah senyuman untuk Tante Mikoto.

"Tapi tunggu dulu Tante, aku menggambil boneka rubahku dulu."

"Oh jadi boneka rubah itu punyamu ?"

"Ya..." Kataku sambil menganggukkan kepala.

"Loh ? kenapa bisa ada disini?" Tanya Tante Mikoto dengan mimik curiga.

"Ah...itu...itu ... karena...karena...rahasia he...he..."

"Ayolah Naru-chan ceritakan pada Tante please...please..." Mohon Tante Mikoto dengan jurus Puppy No Jutsu. Ah aku tidak kuat kalau sudah di lihat seperti itu, apa lagi oleh calon mertuaku (Mika: Uh...pede nih mau jadian sama Sasuke... *Naru : Uh berisik, Sasuke hanya untukku* *Mika: ck...ck... si Naru dah keluar sifat posesivenya*)

"Yah...baiklah tapi nanti ya... Tante, Naru dah laper."

"Hum baiklah, nanti malam pada saat kita tidur bersama, ceritakan pada Tante ya..." Tante Mikoto mengedipkan sebelah matanya padaku.

"Ha...? Kita tidur bersama Tante ? lalu bagaimana dengan Om Fugaku ?"

"Ha...ha...sudahlah jangan fikirkan, nanti itu bisa diatasi."

"Wah Tante, tega juga sama Om Fuga, Apa nanti Om Fuga gak kedinginan ?"

"Biar aja, kan malam ini Tante ingin sama Naru~~~"

"Hum yah baiklah, ayo Tante kita kebawah Naru udah laper~~~"

"Ya...baiklah"

Dan kamipun beranjak dari kamar Sasuke, eiiits ...jangan lupa meletakkan Hp Sasuke yang sudah seenaknya aku pakai tadi. Moga saja pulsanya masih ada, kalau abis bisa gawat...

End Pov Naruto

=-=-=-=-=-=-=-Skip Time-=-=-=-=-=-=

Suara gelak tawa terdengar dari sebuah ruangan di rumah keluarga Uchiha itu. Terlihat diruang tersebut telah terhidang berbagai makanan –makanan yang lezat, dan berbagai minuman yang segar?(Emang ada pesta ya?). Terlihat seorang gadis yang berambut pirang nan manis sedang bercoloteh dengan panjangnya. Sesekali orang yang berada di satu ruangan dengan gadis itu terkekeh, tertawa dan tersenyum mendengar cerita gadis itu.

Tapi ada salah satu dari orang yang berwajah sedikat kusut, yaitu Sasuke. Kenapa kusut, Karena si Gaara selalu memandang Naru dengan pandanggan lembut, dan posisi tempat duduknya yang terlalu jauh dari Naruto. Dari posisi tempat duduk sekarang ini, Naruto diapit oleh Gaara dan Sai. Dia terlalu jauh untuk selalu melindungi Naru dari 'si rakun' berambut merah. Sebenarnya, sebelumnya dia sudah merencanakan kalau tempat yang diduduki Sai adalah tempatnya, tapi hal itu gagal karena Sai ingin duduk di samping Naru. Terjadilah pertengkaran antara Sasuke vs Sai, dan pertengkaran tersebut dimenangkan oleh Sai. Dan Sasuke mendapat 'hadiah' benjolan besar di kepalanya yang diberikan oleh Mikoto.

Tapi sepertinya Naru bersyukur juga, kalau sampai Sasuke dekat dengan dia pasti dia mimisan. Di otaknya selalu terbayang kejadian berkissing dengan Sasuke.

"Ha...ha... Naru-nee pintar, kalau Sai jadi Nee pasti Sai ngerjain juga...Kaa-san dan Tou-san, masak main ditinggal aja ..." Kata Sai dengan sorot mata berbinar-binar dan kagum pada Naru. (Mika: Adik-adik dirumah jangan meniru perbuatan Naru ya..., nagerjain orang tua itu gak baik...) (Pembaca : Iya...buk guru...) (Vizard: Dasar teropsesi ingin jadi guru...)(KIHA: sejak kapan terobsesi jadi guru?, perasaan tak ada bakat sama sekali, nanti pas ngajar, muridnya pada kabur. He...he... Peace...^-^v)

'Dasar baka Otouto , jelas-jelas ngerjain orang tua itu dosa.' Batin Sasuke dengan alis sebelahnya naik dan butiran sweetdrop

'Wah...jadi ramai berkat ada Naru –chan disini...' Batin Itachi.(KIHA: I love you Itachi...)(19 Vizard: Woi... Itachi milik gue... jangan ngambil-ngambil. Nanti gue bunuh loe)(KIHA: Shika, mau dikemanain tuh.)

"Memang sudah ciri khasmu Naru.'' Kata Gaara.

"He...he... Gaara tau aja."

"Hum... kenapa kalian akrab sekali, apa kalian sudah pernah bertemu sebelumnya ?" Tanya Sasuke dengan sinis.

"Gimana ya...bertemu sih belum pernah, tapi saling kenal iya.." Tutur Gaara.

"Saling kenal ?" Heran Sasuke.

"Kami berkenalan melaluai FB, dan sudah akrab..." Kata Naru dengan dan memalingkan wajah dari Sasuke, sepertinya dia malu dan menyembunyikan rona merah di wajahnya dengan memalingkan wajah dari Sasuke.

' Apa... sudah akrab ? ' 'loh... kenapa Naru tidak mau menatapku ? apa dia marah dengan kejadian aku merebut ciumannya tanpa sengaja ?' Batin Sasuke cemas.

"Pantas kalian terlihat tidak canggung..." Ujar Itachi.

"Ehem...sebaiknya kita mulai saja makan malamnya." Kata Fugaku.(Sebenarnya Fugaku udah laper.)

"Iya benar, sebaiknya ayo segera makan sebelum makanannya keburu dingin." Kata Mikoto sambil mengambilkan nasi untuk suaminya. (Mika : Istri yang baik...)

-=-=-=-=-=-=-=-Skip Time-=-=-=-=-=-=-=-=-

Pov Sasuke

Sangat menyebalkan, kenapa aku harus yang mengantarkan si rakun ini kekamar ?, Oya, aku belum menceritakan kalau si Gaara akan menginap di rumah ini untuk semalam ini, dan perlengkapan sekolahnya sudah dijemput sama supir keluarga kami tadi . Aku masih bingung, mengapa ...mengapa aku harus tidur dengannya ? kenapa tidak dengan Baka Aniki ? kenapa tidak dengan Sai ? atau kenapa tidak dengan Tou-san ? Tou-sankan tidurnya sendirian malam ini (Kasihankan Fugaku gak dapet jatah malam ), kenapa ...kenapa harus dengan ku...?

Aku melirik ke si rakun yang sekarang ini sedang berjalan berdampingan denganku. Apa sih ekspresi datar itu ? (*Mika : Datar ? memang aspal, Sasuke ?* *Sasuke : Berisik...Plak...* Mika : Auuuu... Itai...*) .

"Apa ...? kenapa melihat ku seperti itu...?" Tanya 'si rakun' itu.

"Tidak... " Kataku sambil mengalihkan pandanggan ke depan.

Cklek...

"Masuklah...anggap saja kamar sendiri..." Kataku sekedar untuk basa-basi.

"Hum..."

Apaan sih 'Hum' itu ? (*Mika: Sa-su-ke... biasanya kan kamu yang suka bilang 'hum'atau 'Hn'...masak gak tau maksud 'hum' itu...Tapi 'Hum Gaara lebih terdenggar sexy dan menggoda... ^o^' * Sasuke: Enak saja 'Hum' aku yang lebih so sexy...* *Mika: Dasar... terserah pembaca aja deh...*)

Lalu Gaara memasuki kamarku, aku melihat ekspresinya, apa...apa ada yang aneh dengan kamarku ?

"Huh...Sasuke kamarmu suram sama dengan yang punya..." Kata Gaara dengan memampangkan senyuman sinis di wajahnya.

"Heh...jangan banyak komentar." Kataku sambil menyalakan TV yang ada di kamarku. Aku memencet-mencet tobol di remot mencoba mencari acara yang bagus.

Aku menoleh ke belakang, dan menemukan si Gaara merebahkan tubuhnya di kasurku. Dia mengambil bantal yang berada di sudut kasur, bantal yang tadi itu di gunakan Dobe sewaktu pingsan atau tidur tadi karena mendapatkan ciuman mautku...Ha...ha...dasar Dobe baru dicium aja dah pingsan apa lagi kalau di F*** wah bisa mati dia.

Si Gaara menenggelamkan wajahnya ke bantal yang di ambilnya tadi. Tak lama setelah itu dia mendudukkan tubuhnya di kasur.

"Huh..aku tidak menyangka kau suka memakai parfum cewek ya... apa kau banci ?" Kata Gaara dengan senyuman sinis di wajahnya.

"TENTU SAJA TIDAK... mengapa kau berkata begitu ?'' Kataku dengan setengah berteriak , Ketidaksukaanku padanya naik dua kali lipat. Ternyata, dia sangat menyebalkan, beraninya mengatakan aku BANCI...

" Abis... kasurmu bau citrus...dan bunga mawar...seperti wangi cewek saja." Katanya dengan tenang, tanpa terpengaruh dengan sorot mataku yang angker, yang biasanya mampu membuat anak kecil menangis dan lari ke pangkuan ibunya.

"Citrus...?" Ah iya si Dobe kan tadi tidur di kamarku... sepertinya Cuma salah sangka...

"Tadi si Naruto tidur di kamarku..." Kataku sambil memalingkan wajah ke TV yang menayangkan Film Hachiko.

Grep...

Aku terkejut mengapa sekarang Gaara mencekik leherku... dan menghempaskan tubuhku ke lantai (YAOI...) kenapa cepat sekali. Aku sama sekali tidak menyadari pergerakannya... dia ini cepat sekali.

" Kenapa Naru bisa tidur dikamarmu ? apa yang telah kau lakukan padanya..?" Kata Gaara dengan suara yang sangat dingin dan sorot mata pisco, dia semakin menguatkan cengkramannya di leherku, membuat nafasku sesak...

"Hei... ja...uhk..Jangan salah sangka uhk... Naru pingsan jadi aku membaringkannya di kasurku, uhk...aku tidak 'menodainya'...'' 'Sedikit iya...'

Aku merasakan cengkraman di leherku melonggar, akhirnya aku bisa bernafas dengan lega...Tapi dia kembali mencengkram leherku.

"Benar kau tidak 'menodainya', aku tau kau Sasuke, kau ini suka mempermainkan wanita."

"Su...uhk...sungguh, dia adalah sahabatku dari kecil, uh..tidak mungkin aku melakukan 'itu' padanya...'' Kenapa aku tidak berdaya begini ? kemana perginya kekuatanku..?.

"Baiklah, aku mempercayai perkataanmu." Katanya sambil melepaskan cengkramannya dileherku, lalu dia berdiri. Aku mulai mendudukkan tubuhku, dan memegang leherku yang dia cekik tadi yang masih terasa sakit.

"Aku tidur di sofa.'' Katanya sambil berjalan menuju sofa yang ada di kamarku.

Awas kau Gaara suatu saat aku akan membalas apa yang kau perbuat ini...

End pov Sasuke

TBC

Mika: Huf...akhirnya selesai juga chap 5, sorry banget agak lama updetnya, solanya Mika lagi ada Mid semester, uwa... 2 minggu yang menyiksa...Makasih pada KIHA yang udah mau mengedit chap ini.

19 Vizard : iya sama-sama, aku juga senag jadi pembaca pertama di chap ini... he...he...ah...gak juga, akukan berdua dengan KIHA.

Mika : Makasih banget ya Zard... ^o^ *sambil memeluk Zard...*

KiHa( temen Mika n Zard): Wah kalian 'Yuri'an ya...

Mika n Zard : Enak aja...!

Mika: Kamikan sahabat...iya kan Zard... * meluk-meluk Zard lagi...*

19 Vizard : Iya adikku sayang...

KiHa: Ah...aku juga mau peluk-pelukan...

Mika : Ayo kita berpelukan...kayak Teletubis..

KiHa n Zard sweetdrop... dan meninggalkan Mika sendirian...

Mika ; Hue... kenapa aku di tinggal sendirian... , pembaca jangan lupa Review ya...

Dah Mika cabut dulu...

Lari seperti Sena..