He's a Girl
Author : Si HwangJae Tyaz
Genre : Romantic, Brother/Sistership
Cast :
Katara
Lee Junho
Kintaro
Hwang Chansung
Lee Eun Ji
2PM's Member
Disclaimer : Semua member 2PM di FF ini hanya milik Tuhannya masing-masing. Yang punyaku cuman ide FF ini. Happy reading. Don't forget your review, guys. Gamsahamnida.. :D
"Huaaahh. Alhamdulillah akhirnya nyampek juga. Yeeeeeyy…" Tara meloncat-loncat kegirangan. Dia selalu melakukan hal yang sama saat hatinya sedang sengan yang teramat sangat. Namun tiba-tiba, ia menatapku.
"Mwo? Kok ngliatin aku kayak gitu?" aku tiba-tiba menjadi takut saat melihat tatapan tajamnya yang diarahkan padaku.
"Tomorrow will be a different day for us, Oppa" aku tertegun. Persis sekali dengan apa yang aku katakana saat ada di atas pesawat. Ahh, kami tak sadar bahwa kami lebih dari saudara kembar yang lahir terpaut 5 menit. Aku terkekeh.
"Iyha, Saeng. Tomorrow and one year later is ours. Bawa sini ranselmu tak bawakan. Kau kelihatan capek banget." Aku menawarkan bantuan pada Tara. Tapi dia menolak dengan cara berlari menjauh dariku. Aku sengaja tak mengejarnya karena aku ingin menikmati pemandangan Bandara Incheon.
Bandara Incheon yang ada di hadapanku sekarang benar-benar telah menyedot perhatianku dari awal aku meninjakkan kakiku di sini. Arsitekturna yang begitu menawan, memanjakan mata setiap penumpang pesawat yang akan berangkat atau baru datang seperti aku. Great job for this.
"Taro-ssi." Mr. Jang memanggilku.
"Ne' Mr. Jang?"
"After this, we will go to Seoul to meet with Mr. Park, okay?"
"Okay Mr. Jang. How long it takes to go there?"
"To Seoul? Just an hour if there are no traffic jam."
"Ohh. I see. Let's go, Mr. Jang." Tapi Mr. Jang terlihat bingung. "What's wrong, Mr. Jang?"
"Where's your Yeosaeng?" tanyanya sambil terus mencari.
"There." Aku menunjuk ke arah jendela yang berhadapan langsung dengan lapangan tempat pesawat-pesawat berada. Terlihat Tara yang sedang (mungkin) menghitung jumlah pesawat yang ada di lapangan tersebut.
"Ahh. What's she doin' there?" Aku hanya menggelengkan kepala. "Tara-ah. Tara-ah." Mr. Jang memanggil Tara dan melambaikan tangan padanya. Tara menoleh dan tersenyum lalu mendekat. Mr. Jang menepuk pundaknya dan berkata, "Let's go to Seoul." Lalu beliau merangkul kami berdua.
-He's a Girl-
"Apakah ini pertama kalinya kalian ke Seoul?" tanya Mr. Jang kepada kami.
"Iyha Mr. Jang. Kami belum pernah bisa melangkah sampai sejauh ini. Biasanya hanya di Indonesia saja. Itupun hanya di beberapa tempat."
Tak lama kemudian kami sampai di sebuah gedung dengan tulisan JYP Entertainment. Mr. Jang yang sedang menerima telepon dari ponselnya mengisyaratkan agar kami masuk mengikutinya.
"These kids that I told you guys yesterday. Taro and Tara from Indonesia." Mr. Jang memperkenalkan kami ke teman-temannya di sana.
"Jinjja? Waaaaahhh. Jeongmal gwiyeoun."
"Annyeong haseyo."
"Annyeong, Kids." Mereka sangat ramah. Dan kini saatnya kami bertemu Mr. Park. Tara menggenggam kuat tanganku. Mr. Jang tersenyum dan berkata dalam bahasa Indonesianya yang sedikit kacau itu. "Dia bukan orang yang jahat. Tenang saja. Ayo."
Ternyata Mr. Jang benar. Mr. Park adalah orang yang sangat lucu. Tak seperti yang kami duga sebelumnya. Sekitar pukul 9 malam waktu Cheongdam-dong, Seoul, kami di antar ke sebuah Dorm yang kami sama sekali tidak menyangka akan tinggal di sana. Dorm tersebut dekat dengan kantor JYPE. Mungkin hanya terpisah 4 blok dari kantor. Mr. Jang sama sekali tidak mengatakan bahwa selama satu tahun ke depan kami harus tinggal bersama mereka.
Malam itu, malam bulan Agustus. Kalian pasti sudah tahu bukan bahwa di Seoul saat itu adalah musim panas? Apalagi saat itu adalah tanggal 29 yaitu hari terpanas selama musim panas ini. Kami berdua memang terbiasa di Indonesia yang notabene berhawa panas setiap hari saat musim kemarau. Tapi kali ini, kami sudah sangat capek karena perjalanan dan di tambah dengan hawa panas musim ini.
Memang benar Dorm tersebut hanya berjarak 4 blok dari kantor tetapi kami harus naik ke lantai 3 melewati tangga karena Lift sedang diperbaiki. Dan tak lama, kami sampai di depan sebuah Dorm. Mr. Jang mengetuk pintunya. Ada sahutan dari dalam. Aku mengernyitkan dahi. Tara melakukan hal yang sama. Kami saling berpandangan. Lalu Tara berbisik padaku, "Oppa, aku kok kayaknya pernah tahu suara itu yha?" aku mengiyakan dengan menganggukkan kepala. Tak lama pintu terbuka.
"MWOOO?" Tanpa sadar, aku dan Tara teriak bebarengan.
-He's a Girl-
"Ahh. Mr. Jang. Ada apa? Silahkan masuk." ucap orang yang membukakan kami pintu tadi dalam bahasa Korea yang baru kami tahu saat kami sudah agak lama berada di Korea. Kami yang saat itu sama sekali belum mengetahui bahasa Korea, hanya diam mematung setengah shock karena kami tidak percaya dengan apa yang kita lihat.
"How are you today, kids? Let me introduce your new saeng from Indonesia. Come on in Taro, Tara. What are you doing out there?" Mr. Jang menyuruh kami masuk. Dengan sedikit kaku, kami masuk dan berdiri di samping Mr. Jang. "Kids, he's Taro and his twins, Tara. Buat mereka betah di sini, okay? Promise me."
"An… Annyeong. Taro im… imni…da." ucapku dengan suara yang masih agak tercekat. Tara pun melakukan hal yang sama.
"Oh once more. They totally can't speak Korean. So, talk to them with English, okay? Khun, Taec. Help them when they confused in Korean."
"Ne' Mr. Jang." jawab mereka bersamaan.
Mr. Jang telah menunjukkan kamar kami dan membantu mengangkat koper kami. Saat Mr. Jang akan pergi, aku menahannya. Banyak yang ingin aku tanyakan.
"Mr. Jang…!"
"Ne'? What's up Taro-ssi?" Mr. Jang berhenti dan menoleh.
"Jadi kami selama satu tahun ke depan tinggal dengan mereka?" itu uneg-uneg yang sedari tadi aku pendam.
"Ne'-benar. What's wrong? Are you don't like them?"
"I? Don't like them? Of course not Mr. Jang. Thanks a lot for this." Aku tersenyum dan Mr. Jangpun pergi dengan segera. Sesaat setelah Mr. Jang pergi, aku kembali ke dalam Dorm. Terlihat pemandangan yang yaaaahh menurutku lucu. Tara dikelilingi oleh lelaki-lelaki tinggi besar yang sedang sibuk menanyakan segala sesuatu tentangnya. Kecuali seorang lelaki yang tetap berdiri agak jauh sambil memandangi kerumunan itu.
"So, Tara-ssi." Laki-laki berkulit putih dengan kaos kuning lengan pendek, rambut berwarna emas, dengan wajah yang terlihat lebih muda dari umur sebenarnya itu memulai pembicaraan dengan menyebut nama Tara dan mendekatkan wajahnya ke wajah Tara. Tapi seketika itu juga, kepalanya dipukul oleh salah seorang temannya.
"Yaaah… Uyong-ah…! What are you doin'? You've scared her."
"Ahh Hyung. Nan geunyang mudgo sipeunde-aku hanya ingin bertanya." teriak WooHyung sambil menggosok-gosok bagian kepalanya yang dipukul oleh KhunHyung.
"Yaaaah both of you. You make her confused now. Babo…! " sekarang ganti TaecHyung yang angkat bicara.
"Mianata-maaf." kata Khun and Woo Hyung bebarengan. Aku hanya bisa tertawa lirih di ambang pintu. Namun ternyata tawaku didengar oleh salah satu dari mereka yang berdiri agak jauh dari kerumunan. Dan dia menghampiriku.
"Mianhae. I just learned English. So, it might be a bit confusing."
"It's okay, Hyung. Let's help each other. I also have no idea about the Korean language." Aku tertawa malu.
"It seems we are same. Haha." Dia tiba-tiba merangkulku.
"Hyung, mengapa kamu tidak ikut menggoda adikku seperti yang lain?" (setiap percakapan Taro-dan Tara- dengan anggota 2PM menggunakan bahasa Inggris)
"Ahh. Tidak apa-apa. Aku tidak seperti mereka yang sangat suka jika melihat gadis masuk ke Dorm kami ini. Junsu Hyung pun juga begitu."
"Oh iyha, ngomong-ngomong dimana Junsu Hyung, Hyung?" kepalaku mencari keberadaan Junsu Hyung yang menjadi idolaku karena suaranya yang sangaaaaaat bening itu. Aku sangat ingin bersalaman dan berlatih vocal bersamanya.
"Panda Hyung masih ada di Daegu. Dia kemarin ditelepon Eommanya. Mungkin kangen. Hmmmm. Lebih baik kamu istirahat saja. Ajak adikmu juga. Kalian khan baru saja datang dari tempat yang cukup jauh. Besok, aku ngajak kamu jalan-jalan keliling di sekitar sini, oke?"
"Oke oke, Hyung. Tapi aku besok ada janji sama Mr. Jang. Kami mau mengajukan surat transfer kuliah kami. Lebih cepat lebih baik. Gitu kata Mr. Jang. Bagaimana dong Hyung? Atau Hyung ikut kami saja?" aku sedikit merayunya walaupun aku tahu itu bukan ide yang bagus.
"Hmmm. Aku juga sudah lama tidak bepergian agak jauh. Oke kalau begitu. Memangnya kalian rencana mendaftar kemana?" tanyanya sambil menoleh kearah Tara yang masih dieksekusi oleh Woo, Chan, Khun dan Taec Oppa. Wajahnya menyiratkan rasa kasihan pada adikku yang kebingungan menjawab pertanyaan keempat lelaki itu.
"Universitas Incheon. Ada apa, Hyung?" tanyaku sambil ikut menoleh. Tiba-tiba Junho Hyung beranjak dari tempatnya berdiri dan berjalan mendekat ke arah Tara.
"Guys. Aku rasa, dia sangat amat butuh istirahat sekarang." Ujarnya dingin sambil menarik tangan Tara dan membawanya kepadaku. "Kamu layak diselamatkan dari kekejaman mereka, Tara-ssi. Ini sudah malam dan kalian pasti capek. Segera tidur. Jaga baik-baik adikmu, Taro-ah." Lalu dia pergi teras Dorm.
Aku langsung menoleh ke arah Tara yang terdiam melihat punggung Junho Hyung yag kian menjauh. Lalu tatapanku beralih ke arah 4 lelaki yang menatap heran ke Junho Hyung.
"I'm so sorry, Hyung. Aku dan adikku benar-benar butuh istirahat sekarang. Maaf maaf. Kami istirahat dulu." Aku langsung menggandeng Tara ke kamar kami.
-He's a Girl-
TARA
"Kamu layak diselamatkan dari kekejaman mereka, Tara-ssi. Ini sudah malam dan kalian pasti capek. Segera tidur. Jaga baik-baik adikmu, Taro-ah."
Aku hanya melongo. 'What the….! Soook cool bener ini orang. Hassshh.' bathinku dalam hati. Sebegitu ilfeelkah sama cewek?
"I'm so sorry, Hyung. Aku dan adikku benar-benar butuh istirahat sekarang. Maaf maaf. Kami istirahat dulu." Taro langsung menggaet tanganku dan menarikku ke dalam kamar yang memang dipersiapkan untuk kami. Aku masih terdiam. Antara shock dan jengkel. Shock karena perlakuan member 2PM yang terlalu WOOW menurutku dan jengkel karena "aksi penyelamatan" Junho Oppa tadi.
"He yeosaeng. What's wrong? Masih shock sama sambutannya Oppa-Oppa barumu tadi? Hahahahahaha…" Taro membaca raut wajahku dan mengejekku.
"Iyha tauk. Jahat amat sih. Bukannya nyelametin aku dari mereka ehh malah ngobrol sama Junho Oppa. Ngejek pula sekarang." Aku manyun. Taro langsung naik dari tempat tidurnya ketempat tidurku. Tempat tidur kami bentuknya bertingkat tetapi bukan tempat tidur susun. Jadi jarak kasur atas dan bawah berhimpitan. Taro memilih tidur di bawah sedangkan aku di atas.
"Lho, mereka khan yang selama ini kamu bangga-banggain ke aku? Taec Hyung yang katamu polos, Khun Hyung yang katamu lembut, Woo Hyung yang katamu lucu, dan Chan Hyung yang katamu cool itu khan? Nha, sekarang pas udah ketemu, masak mau aku pisahin kamu ma mereka?"
"Oppa jahat…!" aku langsung menutup badanku dengan selimut tipis yang ada di bagian bawah tempat tidurku. Terdengar suara tawa Taro yang makin membuatku jengkel. Tapi pada akhirnya aku juga terlelap.
TBC
PS : Pesannya masih sama kayak part 1. D butuhkan kritik dan saran yang membangun. Gomawo all. :)
