He's a Girl
Author : Si HwangJae Tyaz
Genre : Romantic, Brother/Sistership
Cast :
Katara
Lee Junho
Kintaro
Hwang Chansung
Lee Eun Ji
2PM's Member
Disclaimer : Semua member 2PM di FF ini hanya milik Tuhannya masing-masing. Yang punyaku cuman ide FF ini. Happy reading. Don't forget your review, guys. Gamsahamnida.. :D
##He's a Girl##
"Taro-aaaaaahh." Woo Oppa berlari ke arahku. Bukan dari samping kanan, dari kiri atau belakang. Tapi dari depan. Yap. Dia akan memelukku sepersekian detik lagi dan aku akan ketahuan karena aku bukanlah Taro. Ku pejamkan mataku sambil melindungi tubuhku. Namun tak kurasakan tangan Woo Oppa memelukku. Ku beranikan untuk membuka mataku. Lee Junho berdiri di depanku sehingga Woo Oppa memeluknya.
"Yaaaahhh..! Junho-ah. Aku khan mau memeluk uri dongsaeng."
"Ini bukan waktu yang tepat untuk memeluknya, Hyung. Kau tidak lihat dia sedang apa?" aku yang hanya melihat televisi, kaget dengan alasan Junho Oppa.
"Hanya lihat TV saja lho. Aku mau memberi berita bagus."
"Apa?"
"Kau mau tahu saja. Aku kan mau mengatakannya pada Taro."
"Memangnya ada apa Hyung?" aku mengambil alih percakapan mereka. Woo Oppa berjalan ke arahku dan duduk di sebelahku. Tanpa sadar, tangannya sudah merangkul pundakku. Aku menelan ludah. Junho Oppa melotot karenanya.
"Jinyoung Hyung akan mengajak kita semua berenang hari ini. Hahahaha... Kau harus ikut dan jangan menolaknya kali ini. Arra?" aku menelan ludah lagi dan mengangguk ragu.
"Andwae...!" suara teriakan Junho Oppa terdengar jelas di telingaku.
"What's up Junho-ah?"
"Aku mau mengajaknya jalan-jalan. Aku sudah mengajaknya dari dua hari yang lalu." DEG..! 'Junho Oppa menyelamatkanku lagi?'
"Jinjjayo? Jinjjayo Taro-ah?" aku mengangguk pelan. Woo Oppa memandangku penuh selidik. "Kalian mau kemana?"
"Ke...ke... Emm.. Sebenarnya..."
"Sebenarnya aku mau mengajaknya jalan-jalan ke Lotte World. Dia khan belum pernah kesana. Lagipula, aku juga sudah sangat jarang keluar berdua dengan dongsaengku satu ini gara-gara kesibukan kita yang tidak ada habisnya. Benar kan, Taro-ah?"
"N..nae Hyung." jawabku dengan sedikit bergetar. Woo Oppa terlihat sedikit bingung.
"Arra arra. Aisshh kau ini Junho-ah. Kau merusak acaraku saja. Aku khan penasaran dengan bentuk perut Taro." Jawab Woo Oppa yang sukses membuatku berteriak.
"MWO?"
"Yaaaahhh..!" ucap Woo Oppa sambil mengelus-elus telinganya.
"Ahhh.. Sudahlah Taro-ah. Aku mau membeli sesuatu di supermarket. Gaja." Ditariknya tanganku keluar dari Dorm 2PM. Sesampainya di luar, "Tara-ah. Gwaenchanha?"
Aku mengangguk pelan. "Na...nan gwaenchanha." Di pikiranku masih terbayang wajah Woo Oppa yang polos-tapi-memilukan itu. Aku mendesah pelan sambil menunduk.
"Waeyo?"
"Apa aku benar-benar terlihat seperti Taro, Oppa?" dia mengangguk. Aku mendengus pelan. Lalu kurasakan ada tangan yang mengelus puncak kepalaku. Aku mendongak. Dia tersenyum.
"Gwaenchanha. Bagiku, kau tetap Tara walaupun yang lain menganggapmu Taro. Tara yang pintar masak dan masakannya enak." Aku tersenyum. Rasa hangat menyelimuti hatiku dan perasaanku. Tiba-tiba wajahku terasa panas. 'Omo.. Apa wajahku berubah warna? Andwae. Setidaknya jangan saat ini dan di dekatnya. Ahhh...' Aku merutuk di dalam hati.
"Oppa.. Ehh Hyung."
"Hem?"
"Aku mau mengaku saja pada mereka. Bagaimana?"
"Babo." Dia memukul kepalaku pelan. Aku merengut.
"Waeee?"
"Aku ingin kau lebih lama menjadi Taro."
"Eh?"
"Aku mulai menyukai permainan ini dan sensasi yang ditimbulkannya."
"Sensasi? Sensasi apa Oppa?"
"Sensasi yang terasa saat melindungimu atau saat melihat mereka mulai curiga denganmu, Tara-ah." Dia tersenyum kecil sambil memandangku. Tangannya sudah tak lagi tergantung disisi tubuhnya. Namun, sudah berpindah di pundakku. Ya, dia merangkulku.
"Jinjjayo?" dia mengangguk mantap.
"Aku tak pernah merasakan sensasi seperti ini sebelumnya karena memang aku adalah seorang pengecut yang tak pernah mau bersentuhan dengan masalah apapun. Dari dulu aku berusaha stay away dari segala masalah yang mungkin datang ke kehidupanku yang tenang ini. Ya, aku menyukai ketenangan, Tara-ah. Tapi itu dulu. Sekarang, aku mau menantang diriku untuk menghadapi keadaan seperti ini, bersamamu. Aku menikmatinya, Tara-ah."
"Mwo?"
"Aku menikmati kebersamaan kita." Dia memelukku dan aku tenggelam dalam dadaya yang hangat. Entah mengapa, aku merasa nyaman.
##He's a Girl##
"Ini adalah pemotretan CF kalian sesi kedua. Janga kacaukan ini seperti kemarin. Kau juga Taro-ah. Semangatlah sedikit." Kata Min Jae Oppa di depan kami semua. Aku mengangguk lemah. Lalu kami melangkah ke lokasi pemotretan.
"Gwaenchanha?" tanya Junho Oppa yag sudah ada di belakangku. Aku menggeleng. "Ada apa lagi?"
"Aku sudah tak bisa membohongi mereka lagi, Hyung." Aku sudah terbiasa memanggilnya dengan Hyung.
"Hei..! Ini sudah hari ke-13 Taro pulang ke Indonesia, Tara-ah. Dan sampai saat ini, kau masih baik-baik saja. Sudahlah. Kita anggap hari ini kita sedang bersenang-senang. Arraseo? Jangan tampakkan wajah sedihmu itu."
"Hey kalian berdua..!" kami menoleh bersama-sama. Terlihat MinJae Oppa sudah berkacak pinggang. "Kalian mau mati?" GLEK..!
"Aku tak mau mati muda, Tara-ah. Gaja." Junho Oppa menggandeng tanganku dan membawaku berlari. Dan pemotretan kami di mulai.
Pemotretan kami berlangsung selama 2,5 jam. Sungguh melelahkan. Walaupun kami hanya berpose di depan kamera, namun percayalah, sangat amat melelahkan. Aku beranjak menekati tasku. Maksudku tas milik Taro yang ku pinjam. Aku mengambil air minum dari dalamnya. Ku teguk dengan segera. Tenggorokanku sudah mengering sedari tadi.
"Tara-ah." Aku menghentikan 'ritual' minumku. Junho Oppa. Memang hanya dia yang memanggilku Tara saat ini.
Tangan Junho Oppa sudah menggelayut di pundakku. Darahku berdesir. Antara takut dan malu. Takut karena mungkin Chan Oppa sadar bahwa aku yeoja. Malu karena aku memang yeoja. Dan sudah jelas bisa ditebak, wajahku memerah.
"Yah Tara-ah. Gwaenchanha? Kau terlihat sangat... Eummm... sangat 'merah'." Junho Oppa terlihat bingung melihatku.
"Ani ani. Nan gwaenchanha. Aku hanya lelah dan kepanasan."
"Ahh.. Aku juga merasakan kepanasan. Ayo kita beli es krim saja. Aku tahu tempat es krim yang enak di dekat sini. Langganan kami untuk membelikan es krim saat Wooyoung menangis. Gaja." Dia menarik tanganku keluar dari gedung. Namun ia berbalik.
"Ada apa Oppa?"
"Ani. HYUUUUUUUUUNG..!" dia berteriak. Kulihat semua member termsuk Min Jae Oppa dan para kru pemotretan, menoleh ke arah kami. "AKU DAN TARO MAU BELI ES KRIM DULUUU..! ANNYEONG..." namun kulihat Woo Oppa mengejar kami.
"Ada apa Hyung?" tanyaku.
"Mengapa kalian tak mengajakku membeli es krim juga?"
"Arra arra. Kau boleh ikut Woo." ucap Junho Oppa.
Sesampainya di sebuah bangunan yang agak luas, kami masuk. Kami memilih tempat duduk yang dekat jendela. Aku merenung saat seorang pelayan datang kepada kami.
"Mau memesan apa?"
"Kami hanya mau memesan es krim. Coklat biscuit satu, banana split satu, eumm.. Taro-ah. Taro-ah." Aku tak menyadari hingga tangan lembut itu mengelus pipiku.
"Ahh.. Waeyo?"
"Kau mau memesan apa?"
"Strawberry Milkshake saja."
"Baiklah. Tunggu sebentar."
"Eummm Taro-ah." panggil Woo Oppa.
"Ne'?"
"Sejak kapan kau menyukai Strawberry?" tanya Woo Oppa dengan polos. Nafasku tercekat. Aku lupa kalau Taro sama sekali tak perah menyukai rasa itu. RASA STRAWBERRY.
##He's a Girl##
Mianhaeyeo yeorobeun... *deep bow
Pendek banget yha ini chappie?
Mian mian mian mian mian... *deep bow again
jangan lupa RnR yaaaaa...
