He's a Girl

Author : Si HwangJae Tyaz

Genre : Romantic, Brother/Sistership

Cast :

Katara

Lee Junho

Kintaro

Hwang Chansung

Lee Eun Ji

2PM's Member

Disclaimer : Semua member 2PM di FF ini hanya milik Tuhannya masing-masing. Yang punyaku cuman ide FF ini. Happy reading. Don't forget your review, guys. Gamsahamnida.. :D


EPILOG


Tara memandangi cincin perak yang melingkar di jari manisnya. Sudah 3 tahun lebih cincin itu melingkar di sana. Ia tersenyum saat mengingat semua kenangannya dengan si pemberi cincin ini sejak ia pergi meninggalkan Seoul 4 tahun yang lalu hingga kini ia di tugaskan di Jepang.

Iya, Tara sudah menjadi sarjana dan menjadi guru di Jepang. Tepatnya di Urawa High School, Saitama. Sudah 4 tahun dia menjalani Long Distance Relationship dengan Junho dan selama 3 tahun itu, cintanya semakin bertambah pada Junho.

"Tara-chan. Anata wa daijōbu desuka-are you alright? Apa yang sedang kau lakukan?" Tara terkesiap. Tara menoleh ke arah suara itu berasal.

"Ahh Hiro-senpai. Kau membuatku kaget. Watashi wa daijōbu-I'm fine. Domo arigatou-thank you." Tara membalas senyuman Hiro.

"Kau sedang memikirkan dia ya?" aku mengangguk.

"Ahh sudahlah. Lagipula, sekarang dia juga sedang sibuk. Sampai-sampai hari ulang tahunku saja dia lupa. Oh iya Senpai. Domo arigatou untuk ucapannya pagi ini. Kau masih saja mengingat hari ulang tahunku."

"Kita kan sudah saling mengenal sejak satu setengah tahun yang lalu. Aku bukan lelaki yang mudah lupa, Tara-chan. Lagipula, aku sudah menganggapmu sebagai my Imotō-sister."

"Hahaha... Hai', my Hansamuna Ani-kakak yang tampan. Hahahaha..." Tiba-tiba...

"Sumimasen-excuse me, Sensei." Ada salah seorang muridku masuk ke dalam ruanganku.

"Hai'. Dōshita no-what's up, Takeo-San?" tanya Tara.

"Sepertinya, ada beberapa orang masuk ke dalam aula tanpa izin dan melakukan sesuatu di dalamnya, Tara-Sensei."

"Nani-what? Sore wa dare desuka-who's that?" tanya Hiro.

"Watashi wa wakaranai-I don't know, Hiro-Sensei. Mereka ingin bertemu Tara-Sensei."

"Baiklah, Takeo-San. Ayo kita kesana."

"Can I go with you?"

"No, Senpai. Stay here."

"Hai'.


##He's a Girl##


Tara segera berlari menuju aula. Aula adalah tanggung jawab Tara. Tanggung jawab yang di berikan Kōchō Sensei-Headmaster kepadanya. Jadi, jika ada sesuatu dengan aula, Taralah yang harus turun tangan. Seperti kejadian siang itu.

BRAAAKK...! Ia dorong pintu aula yang tertutup dengan keras dan berlari memasuki aula. Namun tiba-tiba ia membeku. Aula gelap. Seperti tidak terjadi apa-apa. Namun tiba-tiba...

"Saengil Chukka Hamnida...

Saengil Chukka Hamnida...

Saranghae, Uri Yeosaeng...

Saengil Chukka Hamnida..."

Lalu lampu mulai menyala satu persatu. Terlihat bahwa aula sudah penuh dengan siswa siswinya. Dan di depannya telah berdiri enam namja yang sangat familiar di dalam ingatannya. Salah satunya sangat mirip dengannya.

"Oppa..." ucap Tara tertahan.

"Annyeong, Tara-ah." ucap salah satu namja itu.

"Oppaaaaaaaa...!" Tara langsung berlari mendekati mereka dan memeluk salah satu dari mereka yang wajahnya sangat mirip dengannya.

"Yaaahh..! Kau ini, sudah 24 tahun tapi masih saja seperti anak kecil." Tara melepas pelukannya.

"Yaaahh Taro Oppa. Apa yang kalian lakukan di sini? Kalian juga."

"Sepertinya tadi kami menyanyikan sebuah lagu ulang tahun ya di sini." sindir Junsu.

"Jadi kalian kemari untukku? Untuk mengucapkan selamat ulang tahun untukku?"

"Menurutmu bagaimana?" senyum Tara merekah.

"Lalu, Junho Oppa mana?"

"Mianhae, Tara-ah. Jeongmal mianhae." ucap Chansung tertunduk.

"Dia tidak ikut yha?" Tara menyimpulkan sendiri. Dia menundukkan kepalanya. Dan bersamaan dengan itu, terdengar sebuah suara yang sangat di kenalnya.

"Kata siapa aku tidak ikut?" Tara menoleh dengan cepat ke arah suara itu.

"Oppa..." jeritnya tertahan.

"Aku hanya ingin memberikan surprise yang berbeda dari mereka. Ahhh... Jeongmal bogoshippeoyeo, chagiya..." ucap Junho sambil memeluk Tara yang rasa kagetnya belum hilang. Hal tersebut sontak membuat seisi aula ribut.

"Yaah Oppa. Maluu... Aku sekarang sensei di sini. Babo."

"Ahh aku lupa. Hehehehehe..."

"Junho-ah. Hadiahmu."

"Ah aku lupa lagi. Tara-ah..." Junho langsung berlutut di depan Tara yang kaget melihat kelakuannya itu.

"Oppa. Apa yang kau lakukan? Berdiri.."

"Will you marry me, Katara-sshi?" Junho mengucapkan permintaannya. Tara terkesiap hingga tak sadar, dia menutup mulutnya dengan telapak tangannya.

"Op..Oppaa..."

"Will you marry me?" ulang Junho. Air mata bahagia Tara sudah tak terbendung lagi.

"I will, Oppa. I will.." ucap Tara sambil memeluk Junho yang masih berlutut dan memaksa Junho berdiri. Junho pun balik memeluknya. Lalu Junho mengecup puncak kepala Tara yang didikuti teriakan riuh rendah dari siswa-siswi Tara.

"Baiklaaaahhh...! Kita ucapkan selamat untuk kedua pasangan ini. Untuk merayakan hari bahagia ini, kami akan menyanyikan lagu-lagu kami untuk kalian semua. Sore o suki desuka-do you like it?"

"KYAAAAAAAA...!" teriakan para siswa-siswi Tara membahana. Ini adalah ulang tahun terbaik Tara. Hari ulang tahunnya ke-24 sekaligus hari dimana dia telah bersedia menjadi pasangan hidup Lee Junho.

"Saranghae, Katara-sshi Jeongmal saraghae..."

"Nado, Lee Junho-goon. Nado saranghae..."


Benar-benar FIN


Alhamdulillah yaaa...

Alhamdulillah ini FF berakhir juga..

Jeongmal Gomawo buat semuanyaaa... *ciumin reader satu-satu

See ya at another Chapie FF.. ^^